#Description:
Title: The Devil Wears Prada (2006)
Casts: Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt, Stanley Tucci, Adrian Grenier, Simon Baker, Gisele Bundchen, Tracie Thoms, Rich Sommer, Daniel Sunjata, James Naughton, Colleen Dengel, Suzanne Dengel, David Marshall Grant, Tibor Feldman, Alyssa Sutherland, Rebecca Mader
Director: David Frankel
Studio: Fox 2000 Pictures, 20th Century Fox, Wendy Finerman Productions
#Synopsis:
Setelah lulus dari Universitas Northwestern, Andrea Sachs (Anne Hathaway) atau yang akrab dipanggil Andy punya cita-cita ingin menjadi seorang jurnalis handal. Ketika pertama kali mendapat panggilan interview dari perusahaan Elias Clark Publications, Andy diminta datang ke kantor majalah fashion ikonik di New York yaitu Runway. Tiba di sana, ia harus menemui Emily Charlton (Emily Blunt) yang akan mewawancarainya. Saat mengetahui Andy tidak memiliki background di dunia fashion serta tidak mengetahui tentang majalah Runway, Emily meragukan jika Andy akan diterima di sana. Ditambah lagi, lowongan pekerjaan yang tersedia yaitu sebagai Junior Personal Assistant untuk pemimpin redaksi majalah Runway yaitu Miranda Priestly (Meryl Streep), bos nya Emily yang dikenal sangat perfeksionis, tegas dan juga kejam. Emily juga menceritakan jika sebelumnya sudah ada dua orang yang mengisi posisi tersebut namun mereka gagal karena Miranda tidak menyukainya.
Tak lama setelah itu, Emily mendapat panggilan telepon jika Miranda akan segera tiba ke kantor Runway. Hal tersebut membuat semua orang panik dan mempersiapkan diri semaksimal mungkin supaya tidak diomeli oleh Miranda. Tiba di kantor, Miranda langsung sibuk dengan sederet jadwal untuk meeting bersama Nigel Kipling (Stanley Tucci), Fashion Director di majalah Runway dan orang-orang penting lainnya. Ditengah kesibukannya itu, Miranda bersedia untuk mewawancarai Andy karena dua kandidat sebelumnya yang dipilih Emily justru bikin dia kecewa dan marah. Andy kemudian diperbolehkan masuk ke ruangan. Miranda langsung menyepelekan Andy yang tidak fashionable dan tidak mengetahui majalah Runway dengan kata-kata pedasnya. Andy langsung membela diri, meskipun tidak berpenampilan menarik seperti model, ia punya kelebihan lain yaitu pintar. Setelah itu, Andy pamit dari ruangan dan pergi dari kantor Runway. Ketika berjalan keluar dari gedung Elias Clark, Emily memanggil Andy untuk kembali ke kantor. Andy diterima bekerja di Runway sebagai Junior Personal Assistant nya Miranda.
Setelah selesai bekerja, Andy langsung menemui kekasihnya, Nate Cooper (Adrian Grenier) yang sudah menunggu di cafe bersama kedua sahabat mereka yaitu Lily (Tracie Thoms) dan Douglas (Rich Sommer). Andy menceritakan jika dirinya sudah resmi bekerja di kantor majalah Runway. Nate, Lily dan Douglas terkejut karena Andy bekerja sebagai personal assistant nya Miranda yang semua orang tahu jika ia sangat perfeksionis, galak dan juga kejam. Meskipun demikian, mereka tetap bangga pada Andy karena bisa bekerja di Runway dan menjadi assistant Miranda itu impian para perempuan yang sangat mencintai dunia fashion.
Di pagi hari, Andy dikejutkan dengan panggilan telepon dari Emily yang memintanya untuk mengambil pesanan kopi milik Miranda dan beberapa item fashion lainnya tepat sebelum Miranda tiba di kantor. Setelah selesai, Miranda, Nigel dan yang lainnya sibuk mempersiapkan beberapa gaun untuk ditampilkan di majalah edisi bulan depan. Nigel diam-diam memperhatikan penampilan Andy. Ia kemudian memberikan sepasang sepatu heels pada Andy supaya tidak lagi kena omel Miranda. Hari demi hari, Andy harus beradaptasi dengan pekerjaanya sebagai seorang assistant. Tak jarang ia harus memenuhi semua keinginan tak masuk akal nya Miranda. Setiap pulang ke apartemen, Andy meluapkan emosi dan kekesalan terhadap Miranda pada Nate supaya lebih tenang untuk esok kembali bekerja. Andy juga sudah mengambil keputusan hanya akan bertahan setahun saja bekerja di Runway karena ia tidak ingin terus-terusan dikendalikan oleh Miranda.

Suatu malam, saat Andy sedang menikmati makan malam dan menonton pertunjukan teater bersama ayahnya, Andy mendapat panggilan telepon dari Miranda yang memintanya mencarikan tiket pesawat ke Miami agar ia bisa hadir melihat kedua anaknya pentas di acara sekolah. Andy berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan tiket pesawat di malam itu juga. Namun sayang, tak ada satupun pesawat yang terbang di malam itu karena badai dan cuaca buruk. Keesokan harinya, Miranda sangat kecewa dan dan memaki-maki Andy karena menurutnya tidak becus dalam mengurus jadwal penerbangannya itu. Andy pun jadi sedih dan sakit hati karena ia sudah berusaha semaksimal mungkin tapi tak pernah dianggap oleh Miranda. Andy kemudian mencurahkan rasa sedih dan amarahnya itu dengan menemui Nigel. Respon Nigel ternyata tidak sesuai harapan Andy karena menyuruhnya untuk resign saja. Andy tentu tak ingin melakukan hal tersebut. Nigel kemudian menasehati Andy tentang dunia kerja di Runway memang sangat keras. Nigel yakin jika Andy bisa bertahan dan beradaptasi lagi kedepannya. Setelah mendapat wejangan tersebut, Andy kemudian sadar dan akan mengikuti semua maunya Miranda. Andy pun langsung meminta tolong make over penampilannya untuk menebus kesalahan pada Miranda. Mereka berdua kemudian pergi ke ruang wardrobe untuk mencari busana, sepatu, tas dan aksesoris yang pas untuk Andy.
Keesokan harinya, Andy datang ke kantor Runway dengan gaya fashion baru yang menarik perhatian banyak orang. Andy sangat berterima kasih pada Nigel karena ia jadi lebih dihargai dan percaya diri selama bekerja. Melihat penampilan baru dari Andy membuat Miranda senang. Seiring berjalannya waktu, performa kerja Andy juga mengalami peningkatan. Semua keinginan Miranda bisa dengan cepat terpenuji olehnya. Hal tersebut membuat Miranda memberi kepercayaan kepada Andy untuk mengerjakan tugas-tugas penting yang selama ini selalu dikerjakan oleh Emily. Nigel pun ikut senang melihat perkembangan kinerja Andy di Runway yang semakin bagus. Nigel kemudian mengajak Andy bertemu saat sepulang bekerja. Nigel memberitahu jika ia akan resign dari Runway karena mendapat tawaran sebagai Creative Director dengan gaji fantastis untuk perusahaan baru milik designer kondang James Holt (Daniel Sunjata).
Andy tentunya sangat senang dengan kabar tersebut meskipun di satu sisi ia juga sedih harus kehilangan Nigel yang selama ini sudah membantunya bekerja dan beradaptasi di Runway.
Di sisi lain, kondisi kesehatan Emily mulai menurun dan terserang flus karena diet ekstrim yang ia lakukan demi bisa tampil maksimal saat nanti menemani Miranda ke Paris Fashion Week. Akibatnya, saat mereka bertiga menghadiri acara penggalangan dana untuk amal, Miranda kecewa terhadap Emily yang lupa mengingat nama-nama tamu di cara tersebut. Melihat penurunan kinerja Emily membuat Miranda langsung menggeser nama Emily sebagai asistennya nanti selama ke Paris dengan Andy. Hal tersebut membuat Andy terkejut karena pergi ke Paris adalah impian terbesar Emily. Jika Andy menolak, Miranda mengancam akan memecat Andy dan siap mempersulit Andy untuk mencari kerja di bidang yang sama dengan kekuatan koneksinya sebagai pemimpin redaksi Runway.
Saat Andy akan berkata jujur pada Emily, terjadi insiden tabrakan yang menyebabkan Emily masuk dan dirawat di rumah sakit. Emily terkejut dan juga sakit hati setelah mendengar penjelasan Andy soal batalnya dirinya pergi ke Paris. Emily merasa dikhianati oleh Andy, meskipun Andy tidak sepenuhnya salah karena ia sudah berusaha menolaknya namun diancam oleh Miranda. Di sisi lain, hubungan Andy dengan Nate semakin merenggang saat Andy merayakan ulang tahun, Andy tidak datang tepat waktu karena harus datang ke acara penggalangan dana untuk amal bersama Miranda dan Emily. Nate yang melihat kekasihnya itu kini lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja dan memenuhi semua perintah Miranda, sudah sepenuhnya berubah. Mereka berdua kemudian mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan.
Selama di Paris, Andy perlahan mulai mengetahui kehidupan pribadi Miranda yang ternyata suaminya, sudah mengajukan gugatan cerai. Miranda berusaha terlihat kuat meskipun dalam hatinya ia sedih karena harus bercerai untuk yang kedua kalinya gara-gara terlalu sibuk dengan pekerjaannya di Runway. Di sisi lain, Setelah putus dengan Nate, Andy berkenalan dengan seorang jurnalis tampan yaitu Christian Thompson (Simon Baker) yang telah membantunya memenuhi salah satu keinginan mustahil Miranda untuk mendapatkan Harry Potter yang belum rilis. Hingga suatu ketika, Andy mendapat informasi dari Christian jika posisi Miranda di Runway New York akan diganti oleh pesaingnya dari Runway Perancis yaitu Jacqueline Follet (Stephanie Szostak). Andy pun langsung mengabari Miranda soal hal tersebut. Namun Miranda mengabaikannya karena sebenarnya ia sudah mengetahui tentang rencana penggantian pemimpin redaksi di Runway New York.
Keesokan harinya, saat acara pengumuman kolaborasi antara Runway dengan James Holt, Miranda mengumumkan hal terduga. Posisinya di Runway New York ternyata tidak diganti. Jacqueline justru terpilih sebagai Creative Director untuk James Holt yang sebelumnya sudah ditawarkan pada Nigel. Kabar tersebut langsung menggemparkan para tamu undangan dan wartawan yang ada di sana. Nigel pun berpasrah diri dengan keputusan tersebut dan mengatakan jika setiap pencapaian baru dalam berkarier pasti akan dibayar dengan hancurnya kehidupan pribadi. Hal tersebut sudah terjadi di kehidupan pribadinya sendiri, Miranda dan kini Andy yang hubungannya dengan Nate sudah putus.
Saat pulang menuju hotel, Miranda mengatakan jika ia kagum dengan Andy yang sudah berusaha mengabari tentang jabatannya di Runway New York akan digantikan oleh musuhnya yaitu Jacqueline. Miranda diam-diam sudah melangkah lebih jauh dan menyusun strategi demi mempertahankan posisinya di Runway meskipun harus mengkhianati Nigel. Apa yang Miranda lakukan tersebut ternyata sudah ada juga dalam diri Andy selama ia bekerja di Runway. Menyadari jika Andy juga sudah melakukan yang sama dengan Miranda yaitu mengkhianati Emily, ia memutuskan pergi meninggalkan Miranda dan resign dari Runway.
#Review:
Dua puluh tahun yang lalu, industri perfilman Hollywood digemparkan dengan sebuah film drama komedi berjudul THE DEVIL WEARS PRADA (2006) yang dimana, lisensi dan filmnya resmi dibuat sebelum novelnya selesai dirampungkan oleh penulisnya yaitu Lauren Weisberger. Selain itu, film ini juga memberikan cultural impact dna menjadi fenomenal yang luar biasa di dunia perfilman. Selama penayangan di bioskop, film ini berhasil mencetak box office hit padahal budget yang digunakan tergolong kecil untuk ukuran film Hollywood di masa itu. Film THE DEVIL WEARS PRADA (2006) bukan sekedar film tentang mode fashion saja, tapi didalamnya terdapat studi karakter yang tajam tentang ambisi, integritas, dan pengorbanan di dunia kerja. Sudah nonton berkali-kali, tapi rasanya masih sama, selalu puas dan takjub dengan cerita yang disajikan oleh film ini. Truly comfort movie for me!
Untuk segi cerita, film THE DEVIL WEARS PRADA (2006) bukan sekedar drama karyawan baru yang tidak punya passion di dunia mode lalu bekerja di majalah yang isinya tentang mode dan fashion. Karakter Andy mempunyai latar pendidikan di bidang jurnalisme, menganggap mode fashion itu sebagai hal dangkal. Karena tidak mendapatkan pekerjaan sesuai dengan passionnya, ia justru bertemu dengan karakter ikonik Miranda Priestly dari Runway. Pertemuan pertama mereka langsung menetapkan dinamika kekuasaan. Miranda adalah sosok yang menuntut kesempurnaan tanpa cela. Andy diterima bukan karena seleranya, tetapi karena Miranda menginginkan assistant cerdas meskipun visualnya tidak seperti orang-orang di dunia mode dan fashion. Konflik pertama muncul saat Andy menyepelekan dua sabuk berwarna biru yang terlihat identik. Pada adegan ini, Miranda menghancurkan rasa superioritas intelektual Andy dengan menjelaskan bagaimana pilihan mode yang dianggap Andy sepele dan dangkal sebenarnya adalah hasil keputusan orang-orang di ruangan itu yang mempengaruhi industri serta bernilai jutaan dollar. Hinaan Miranda tersebut membuat Andy menyadari jika ia ingin bertahan di Runway, bukan jadi penonton saja. Hadirnya karakter Nigel yang menjadi mentor bagi Andy menjadi moment yang sangat manis sekaligus heartwarming. Dinamika dan situasi di Runway semakin memanas saat banyak konflik lain berdatangan yang melibatkan Miranda, Andy, Emily dan Nigel. David Frankel dan Aline Brosh McKenna selaku penulis naskah berhasil mengupas berbagai konflik dengan kejutan tak terduga dari masing-masing karakter. Setiap keputusan yang diambil punya resiko sangat besar. Meskipun film ini dirilis dua puluh tahun silam, namun dunia kerja yang digambarkan masih sangat relevan sampai sekarang. Lebih lanjut, plot film THE DEVIL WEARS PRADA (2006) sangat berhasil jadi sajian yang relatable karena tidak memberikan akhir yang hitam-putih. karakter Miranda tidak berubah menjadi baik. Ia tetap menjadi penguasa yang kejam di Runway. Demikian juga dengan karakter Andy. Ia tidak keluar sebagai pemenang yang menghancurkan musuhnya melainkan menjadikannya lebih dewasa.

Untuk jajaran pemain, Meryl Streep memberikan salah satu performa paling ikonik dalam kariernya dengan melakukan pilihan akting yang menurutku sangat luar biasa dan juga fresh. Daripada memerankan bos galak yang berteriak atau meledak-ledak, Meryl Streep memilih suara yang hampir berbisik saat sedang mengomel wkwkwk. Kekuatan aktingnya juga terletak pada tatapan mata yang dingin dan cara ia membalik halaman majalah dengan gerakan yang bisa membuat nyali lawan bicaranya langsung meredup. Bahkan saat plot cerita membahas kehidupan pribadinya, Meryl Streep lagi dan lagi berhasil menunjukkan sisi paling manusiawi dari Miranda tanpa sedikit pun meminta belas kasihan. Ia tetap menjaga martabat karakternya, menunjukkan bahwa karakter Miranda adalah wanita yang memilih karier di atas segalanya, dan ia menerima konsekuensinya dengan kepala tegak. Anne Hathaway berhasil meyakinkan penonton soal karakter Andy tuh cukup cerdas untuk membenci dunia mode namun punya ambisi yang sangat besar untuk masuk menjadi bagian Runway. Di awal film, karakter Andy tampak kikuk, jalannya tidak beraturan dan tidak seperti model-model yang bekerja di sana. Namun, seiring berjalannya cerita, Andy bertransformasi menjadi sosok yang elegan, sigap, dan penuh percaya diri. Kualitas aktingnya juga sangat kuat dalam bagaimana ia menghadapi Miranda. Ekspresi wajahnya yang mencoba menahan tangis atau rasa frustrasi membuat penonton merasa seperti menemani disamping Andy disepanjang durasi film. Emily Blunt memberikan performa yang mencuri perhatian di setiap adegan dalam film THE DEVIL WEARS PRADA (2006) ini. Karakter Emily Charlton membawa humor melalui sarkasme yang tajam lewat menggerutu yang lucu dan bikin tertawa. Dibalik sikap ketusnya terhadap Andy, Emily berhasil memberikan lapisan kesedihan. Penonton bisa melihat ketakutan yang mendalam di matanya tentang ketakutan akan kegagalan akan tidak relevan di mata Miranda. Sebuah debut yang luar biasa dari Emily Blunt ketika pertama kali membintangi film layar lebar Hollywood. Stanley Tucci memberikan performa yang hangat, bijaksana, namun juga serba praktis dan efisien. Nigel adalah satu-satunya karakter yang berani memberikan kebenaran pahit kepada Andy tanpa bermaksud jahat. Tucci berhasil memberikan martabat pada Nigel sebagai seorang profesional yang sangat mencintai seninya. Monolognya tentang sejarah mode menunjukkan gairah yang tulus pada penonton. Tanpa keempat aktor ini, THE DEVIL WEARS PRADA (2006) mungkin hanya akan menjadi film komedi tentang perkantoran yang terlupakan. Meryl Streep memberikan fondasi yang kuat hingga berhasil masuk nominasi Best Actress di Academy Awards 2007, Anne Hathaway memberikan hati, Emily Blunt memberikan bumbu konflik, dan Stanley Tucci memberikan jiwa. Kombinasi inilah yang membuat film ini menjadi mahakarya yang terus dibahas hingga saat ini.
[9.5/10Bintang]









0 comments:
Post a Comment