Thursday, 30 September 2021

[Review] Aum!: Melihat Kekaucan Proses Pembuatan Film Tentang Aktivis Reformasi



#Description:
Title: Aum! Tak Dapat Dibungkam (2021)
Casts: Jefri Nichol, Chicco Jerikho, Aksara Dena, Agnes Natasya Tjie, Kukuh Riyadi, Muhamamad Ibnu Shohib, Aryudha Pasha, Djohan Ekspresi, Gosong, Kevin Abani, Jamaluddin Latif
Director: Bambang Ipoenk K.M
Studio: Layar Tantjap Film, Bioskop Online


#Synopsis:
Surya Jaitama (Jefri Nichol) dan Bram Sanjaya (Aksara Dena) dipasangkan sebagai kakak beradik untuk keperluan proses pengambilan gambar film tentang aktivis reformasi yang disutradarai oleh Panca Kusuma (Chicco Jerikho). Surya memerankan karakter Satriya yang dimana ia beserta dengan rekan-rekan sesama aktivis akan melakukan demonstrasi perihal reformasi di Indonesia. Sementara itu, Bram memerankan karakter anggota militer yang diam-diam membantu menyelamatkan adiknya dari incaran para penguasa. Selama proses pengambilan gambar, produser dari film ini yaitu Linda Salim (Agnes Natasya Tjie) membawa personel tambahan yang ditugaskan untuk merekam Behind The Scene.


Proses shooting pun dimulai. Surya dan Bram berusaha semaksimal mungkin untuk berakting sesuai dengan keinginan sang sutradara. Tak hanya mereka saja, kru kamera dan penata blocking pun ikut mematuhi segala aturan yang diterapkan oleh Panca. Seiring berjalannya waktu, proses shooting menjadi tidak efektif karena banyaknya perbedaan pendapat diantara Panca dan Linda. Keduanya selalu berselisih paham sehingga proses shooting tidak berjalan dengan lancar.


Keinginan Linda ingin segalanya berjalan cepat, efisien sekaligus mengikuti skenario yang sudah dibuat. Sedangkan Panca ia ingin mengeksplorasi dan improvisasi ekspresi setiap karakter agar tidak berlebihan dalam setiap adegannya.
Kekesalan Panca semakin meningkat disaat Linda tidak memasukan beberapa scene yang ia anggap sangat estetik. Panca pun memutuskan untuk keluar dari project film ini. Linda yang semakin emosi melihat kelakuan Panca terpaksa melanjutkan shooting untuk beberapa adegan lagi meskipun deadline sewa lokasi shooting semakin dekat.


#Review:
Platform Streaming Bioskop Online kembali merilis film terbaru yang kali ini diberi judul AUM! (2021). Melihat presentasi film ini pada saat Visinema Week Project Release pada Juni 2021 lalu membuat rasa penasaran para penonton sangat tinggi. Sang sutradara yaitu Bambang Ipoenk memberikan premis menarik tentang cerita para aktivis di era reformasi tahun 1998-1999. Selain itu, film AUM! (2021) turut dibintangi dua aktor papan atas Indonesia yaitu Jefri Nichol dan Chicco Jerikho. Film ini akhirnya tayang secara eksklusif di Bioskop Online pada hari ini, 30 September 2021.


Untuk segi cerita, film AUM! (2021) ini terasa seperti jebakan untuk yang kesekian kalinya dari Bioskop Online dan Visinema. Korelasi antara judul, premis dan keseluruhan film sangatlah "menipu". Konsep cerita filmnya sekilas mirip dengan film ONE CUT OF THE DEAD (2017). Durasi 1 jam 25 menit terasa sangat lama karena film ini hanya menampilkan klip-klip seperti Behind The Scene sebuah produksi film. Sentilan dan kritik soal era reformasi pun menurutku hanya sekedar tempelan saja. Kritikan yang disampaikan dalam film ini lebih nampol perilaku para sutradara yang tidak bisa bekerja sama dengan produser. Hanya itu yang aku tangkap selama menonton film ini.
Untuk segi visual, film AUM! (2021) ini berasa nostalgia akan film-film Indonesia tahun 90an. Camera Movement, properti, wardrobe hingga dialognya sangat meyakinkan jika film ini memang dibuat pada tahun 90an.


Untuk jajaran pemain, nama besar Jefri Nichol dan Chicco Jerikho memang tak perlu diragukan lagi. Awalnya aku kira Nichol dan Aksara ini aktingnya kok ngegas banget, eh taunya memang tuntutan skenario yang dibuat oleh si Panca hahaha. Overall, film AUM! (2021) jauh dari apa yang aku duga. Endingnya shock plot twist tapi eksekusinya terlalu singkat, sehingga kurang memorable.


[6/10Bintang]

Wednesday, 29 September 2021

[Review] Sinkhole: Ketika Lubang Raksasa Muncul Tiba-Tiba Di Pemukiman Padat Korea!


#Description:
Title: Sinkhole (2021)
Casts: Cha Seung-Won, Kim Sung-Kyun, Lee Kwang-Soo, Kim Hye-Jun, Kim Hong-Pa, Ko Chang-Seok, Kwon So-Hyun, Nam Da-Reum, Lee Hak-Joo, Kim Jae-Hwa
Director: Kim Jo-Hoon
Studio: The Tower Pictures, Showbox, CBI Pictures


#Synopsis:
Setelah sebelas tahun bekerja dan menabung, akhirnya keluarga Park Dong-Won (Kim Sung-Kyun) bisa mempunyai sebuah apartemen di Seoul, Korea Selatan. Meskipun apartemen yang dimiliki tergolong murah, namun Dong-Won beserta istri dan anaknya sangat bahagia karena tak perlu lagi memikirkan biaya sewa.


Di apartemen tersebut, keluarga Dong-Won bertetangga dengan Jeong Man-Soo (Cha Seung-Won), seorang pria paruh baya pekerja serabutan yang memiliki anak remaja bernama Seung-Tae (Nam Da-Reum). Man-Soo dikenal sebagai bapak-bapak yang menyebalkan karena sering membuat para penghuni apartemen kesal.
Hari demi hari terus berlalu. Keluarga Dong-Won mulai terbiasa dengan kondisi sosial di sekitar apartemen. Hingga suatu hari, anak dari Dong-Won tak sengaja menemukan kondisi kamarnya ada yang tidak beres. Kelereng yang ia taruh di lantai selalu menggelinding ke sudut ruangan. Hal tersebut membuat Dong-Won curiga jika apartemen mereka tidak stabil. Tak hanya itu saja, keesokan harinya, mereka menyadari jika jendela kaca apartemen tidak bisa menutup dengan sempurna. Namun hal tersebut tak membuat Dong-Won khawatir dan ia yakin jika apartemen yang ia beli adalah apartemen terbaik bagi keluarga kecilnya itu.


Untuk merayakan tempat tinggal baru, Dong-Won berinisiatif mengajak teman-teman kantornya untuk mengadakan pesta di kediamannya. Ketika waktu semakin larut, kondisi apartemen semakin aneh. Air di toilet dan kran dapur tidak bisa keluar. Mau tak mau para penghuni harus membeli air botol sampai pihak pengelola menemukan permasalahan itu.


Keesokan harinya, Dong-Won terbangun dari tidurnya bersama dengan kedua temannya yang ikut menginap. Mereka adalah Kim Seung-Hyeon (Lee Kwang-Soo) dan Eun-Joo (Kim Hye-Jun). Disaat mereka akan segera pulang, tiba-tiba apartemen bergetar seperti gempa bumi. Getaran semakin kuat namun hanya apartemen mereka saja yang mengalami hal ini. Tak membutuhkan waktu lama, apartemen tersebut terperosok ke dalam lubang pembuangan atau Sinkhole sedalam 500 meter. Orang-orang yang berada di apartemen itu terjebak dan harus berusaha menyelamatkan diri sebelum mereka harus terperosok lebih dalam lagi.



#Review:
Korea Selatan kembali menghadirkan sebuah film bencana terbaru yang terinspirasi dari fenomena alam lubang raksasa atau yang lebih fenomenal disebut dengan SINKHOLE (2021). Film garapan sutradara film THE TOWER (2012) yaitu Kim Ji-Hoon ini sukses mendapatkan satu juta penonton di bioskop dalam kurun waktu enam hari saja selama penayangan di bioskop Korea Selatan. Sungguh prestasi yang sangat luar biasa mengingat filmnya tayang ditengah pandemi CoVid-19. Tak hanya itu saja, film SINKHOLE (2021) ini juga ikut berkompetisi dan tayang perdana pada ajang Locarno Film Festival 2021 pada awal Agustus lalu.


Untuk segi cerita, film ini menyuguhkan kisah bencana alam, survival, hingga kehangatan keluarga yang dibalut dengan komedi khas Korea Selatan. Pada paruh awal film, penonton diajak untuk berkenalan dengan para karakter yang dikemas cukup menarik sekaligus menyentil issue sosial tentang para pekerja level menengah kebawah yang harus berjuang hingga belasan tahun agar bisa mendapatkan hunian yang layak untuk sebuah keluarga. Permasalahan seperti ini ternyata bisa ditemukan juga di Korea. Selain itu, hal menarik lainnya tersaji disaat kejadian-kejadian ganjil sebelum tragedi apartemen terperosok masuk ke dalam Sinkhole. Mulai dari lantai miring, cuaca hujan, kaca pecah dan jendela susah dibuka sukses membuatku was-was akan nasib para penghuninya.



Moment terperosoknya apartemen ke lubang Sinkhole pun tiba, eksekusinya lumayan menegangkan meskipun banyak sekali hal-hal yang sangat dipaksakan. Beberapa visual efek dan CGI nya juga masih terlihat sangat jelas di layar bioskop. Untungnya sang sutradara tidak membawa film ini sepenuhnya serius. Sehingga kejadian-kejadian kurang rasional dan CGI yang kurang bagus bisa dimaklumi berkat jokes-jokes receh yang dilakukan disaat moment krusial. Selain jokesnya yang menghibur, film ini masih sempat memberikan kehangatan hati lewat hubungan suami-istri dan ayah-anak. Andai saja diberi scoring lebih dramatis, mungkin adegan-adegan tersebut bisa lebih menguras emosi lagi.
Overall, film SINKHOLE (2021) terbilang lumayan memuaskan karena menghibur dan mengocok perut.


[7/10Bintang]

Wednesday, 22 September 2021

[Review] Shang-Chi: Debut Spektakuler Superhero Asal Asia Di MCU!



#Description:
Title: Shang-Chi And The Legend Of The Ten Rings (2021)
Casts: Simu Liu, Awkwafina, Meng'er Zhang, Tony Leung, Fala Chen, Florian Munteanu, Benedict Wong, Michelle Yeoh, Ben Kingsley, Ronny Chieng, Yuen Wah, Jodi Long
Director: Destin Daniel Cretton
Studio: Marvel Studios

#Synopsis:
Shaun (Simu Liu) dan Katy (Awkwafina) sudah bersahabat sejak lama. Untuk bertahan hidup di San Francisco, keduanya bekerja sebagai Valet di sebuah hotel. Suatu hari, disaat keduanya dalam perjalanan menuju tempat kerja, mereka diganggu oleh beberapa orang di dalam bus. Salah satu dari mereka berniat untuk mencuri kalung liontin berwarna hijau yang dikenakan Shaun. Dalam kondisi berbahaya itu, Shaun akhirnya mengeluarkan kekuatan bela diri untuk melawan para musuh.


Melihat kawannya yang ternyata sangat jago berkelahi membuat Katy terkejut. Keduanya kemudian bekerja sama untuk menghentikan kawanan musuh itu sekaligus menyelamatkan orang-orang yang terjebak dalam bus bersama dengan mereka.


Usai kejadian tersebut, Shaun pun akhirnya menceritakan tentang kisah hidupnya pada Katy. Shaun yang memiliki nama China Xu Shang-Chi merupakan anak dari Xu Wenwu (Tony Leung), seorang ksatria sekaligus pendiri organisasi The Ten Rings. Sang ayah menikah dengan Xu YingLi (Fala Chen), salah satu prajurit dari sebuah desa magis bernama Ta-Lo. Disaat Shang-Chi dan adik perempuannya Xu Xialing (Meng'er Zhang) berusia remaja, mereka harus menerima kenyataan dengan kematian sang ibu gara-gara diserang oleh musuh dari masa lalu sang ayah. Sejak kejadian naas itu, Wenwu memperkuat organisasi The Ten Rings dan memberikan ilmu bela diri dan tata cara membunuh musuh terhadap Shang-Chi dan juga Xialing.


Namun perintah sang ayah itu ditentang oleh kedua anaknya. Shang-Chi kabur melarikan diri ke San Fransisco dan mengubah identitasnya menjadi Shaun. Setelah bertahun-tahun berpisah dengan sang adik, Shang-Chi pergi ke Macau menemui Xialing untuk memberi kabar jika ayah mereka mengincar dua kalung liontin pemberian sang ibu.
Lagi dan lagi keberadaan Shang-Chi, Katy dan kini Xialing kembali terlacak oleh para musuh. Rupanya orang-orang yang mengejar mereka adalah anak buah dari sang ayah. Shang-Chi, Katy dan Xialing diajak untuk menuju ke markas The Ten Rings, sekaligus rumah mereka semasa kecil. Setibanya disana Wenwu meminta bantuan pada kedua anaknya untuk bisa pergi ke desa Ta-Lo, karena dirinya sering mendengar suara istrinya yang meminta pertolongan. Berkat dua kalung liontin yang dimiliki Shang-Chi dan Xialing, Wenwu berhasil menemukan akses cepat untuk menuju ke desa Ta-Lo. Mereka pun bersiap untuk segera pergi kesana.



Shang-Chi yang selama ini mempunyai pola pikir yang rasionalistis membuat dirinya sulit untuk mempercayai semua omongan sang ayah. Sangat mustahil jika mendiang ibunya masih hidup dan dikurung di desa Ta-Lo karena Shang-Chi melihat secara langsung kematian tragis yang dialami sang ibu. Dengan bantuan Trevor (Ben Kingsley), Shang-Chi bersama dengan Katy dan Xialing memutuskan untuk kabur dan pergi lebih dulu menuju desa Ta-Lo.



Setibanya disana, mereka bertemu dengan Bibi mereka yaitu Ying Nan (Michelle Yeoh). Dari sanalah, akhirnya terkuak jika suara panggilan YingLi itu berasal dari monster penghisap jiwa manusia yang dikurung oleh para leluhur desa Ta-Lo. Monster tersebut berusaha memanipulasi pikiran Wenwu agar bisa keluar dari kurungan dengan cara mengeluarkan suara YingLi. Akankah Shang-Chi berhasil menghentikan rencana sang ayah dan pasukan The Ten Rings nya?


#Review:
PPKM di Jawa-Bali semakin diperlonggar sejak 16 September lalu. Bioskop pun sudah kembali beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat. Maka, sudah tidak alasan lagi untuk menunda menonton film SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS (2021) di bioskop! Hari ini, tepatnya 22 September 2021, film terbaru dari Marvel Studios ini resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia.



Untuk segi cerita, film SHANG-CHI (2021) memang terasa sangat FRESH dan belum pernah ditemukan dalam jagat film-film Marvel Cinematic Universe terdahulu. Pengenalan karakter dan backstory tentang keluarga besar dari sosok Shang-Chi terasa sangat solid dan kuat. Selain itu, elemen komedi dan romansa yang dihadirkan pun begitu menyatu dengan keseluruhan cerita sehingga tidak ada kesan maksa. Meskipun film ini tidak ada sosok pure villain, namun aura intimidatif dari Xu Wenwu tampil sangat memukau. Performa Tony Leung sebagai Wenwu begitu bersinar bahkan jauh lebih menarik perhatian ketimbang Shang-Chi yang eksekusi ceritanya terlalu bermain aman. Ensemble cast lain juga mampu memberikan performance memikat, seperti Awkwafina dengan jokesnya yang sangat menyatu dengan keseluruhan cerita. Lalu penampilan apik dari Michelle Yeoh yang bikin adem berkat kharismanya yang sangat kuat dan jangan dilupakan juga aksi Meng'er Zhang yang sangat badass dan mencuri perhatian.


Yang paling aku suka dari film SHANG-CHI (2021) ini mereka tidak gaya-gayaan full berbahasa Inggris. Marvel Studios paham dan tidak ingin mengulangi kesalahan besar film DISNEY MULAN (2020), sehingga penggunaan bahasa Inggris dan Mandarin nya benar-benar saling mengisi satu sama lain. Bagian paling memorable selanjutnya yaitu adegan dance fighting yang muncul di awal dan akhir film. Sumpah ya, eksekusinya cantik dan indah banget! Bikin nangis melihatnya! Dan yang paling akhir adalah kejutan final battle benar-benar menampilkan hal yang baru dalam semesta MCU. Berasa nonton aksi Kaiju dalam Monsterverse nya Legendary Pictures. Marvel Studios berhasil mewujudkan impian para penggemarnya yang mungkin saja ada yang berharap MCU ada penampilan monster raksasa. Hahaha.
Overall, SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS (2021) is the best stand-alone Marvel Movie of the year so far! Oia, jangan lupakan ada dua credit scene ya! Letaknya di pertengahan dan ujung.


[9/10Bintang]


[SPOILER: CREDIT SCENE SHANG-CHI]

- Setelah berhasil menghentikan aksi Wenwu dan menaklukan monster penghisap jiwa, Shang-Chi dan Katy dipanggil oleh Wong untuk datang ke Kamar-Taj. Kejadian yang dilalui Shang-Chi di desa Ta-Lo itu ternyata menimbulkan ledakan energi besar dalam pemantauan universe. Wong yang tengah berdiskusi dengan Bruce Banner dan Carol Denvers juga tidak bisa mendeteksi asal usul Ten Rings yang kini dimiliki oleh Shang-Chi.
Wong berpesan pada Shang-Chi dan Katy agar mereka bersiap untuk menghadapi banyak rintangan didepan mata. Mau tak mau mereka harus menghadapinya dan tidak bisa mundur lagi.

- Setelah kepergian sang ayah, Xu Xialing izin pergi dari desa Ta-Lo untuk kembali ke markas The Ten Rings karena ia ingin membereskan permasalahan yang selama ini terjadi disana. Tapi ternyata, Xu Xialing mempunyai rencana lain. Ia kembali membangun The Ten Rings dengan mengikuti konsep yang sudah ia impikan.

[Review] The Medium: Kisah Menyeramkan Dari Keluarga Dukun Di Thailand!



#Description:
Title: The Medium (2021)
Casts: Narilya Gumongkolpech, Sawanee Utoomma, Sirani Yankittikan, Yasayaka Chaisorn, Boonsong Nakphoo, Arunee Wattana
Director: Banjong Pisanthanakun
Studio: GDH 559, ShowBox, Jor Kwang Films, CBI Pictures, Encore Films


#Synopsis:
Sekelompok pemuda sedang melakukan proses produksi untuk film dokumenter mereka yang menyorot tentang kehidupan sehari-hari para cenayang atau dukun di pinggiran Thailand. Dari banyaknya cenayang yang mereka datangi, hanya Ibu Nim (Sawanee Utoomma) saja yang membuat mereka tertarik karena keluarga besar Ibu Nim mempunyai silsilah keturunan cenayang. Ibu Nim pun bersedia jika kehidupan sehari-harinya itu di dokumentasikan.


Ibu Nim sendiri merupakan salah satu cenayang paling disegani karena sering membantu dan menyembuhkan para warga apabila mengalami kejadian mistis. Kemampuan yang Ibu Nim dapatkan itu berasal dari warisan turun temurun keluarga besarnya. Mendiang nenek moyangnya merupakan pewaris ilmu mistis dari Dewa Bayan, salah satu dewa keramat yang sudah melegenda di Thailand. Setelah kematian sang ibu, ilmu dari Dewa Bayan tersebut harus segera berpindah kepada salah satu anak perempuannya. Namun sayang, sang anak pertama yaitu Ibu Noi (Sirani Yankittikan) menolak mewarisi ilmu tersebut. Ia memilih untuk hidup normal saja tanpa harus menjadi seorang cenayang. Otomatis, ilmu cenayang akhirnya jatuh ke tangan Ibu Nim.


Setelah menjalani hidup sebagai seorang cenayang, keluarga besar Ibu Nim dan Ibu Noi mulai mengalami serangkaian kejadian tragis. Salah satu saudara mengalami kecelakaan motor. Selain itu, suami dari Ibu Noi juga tewas dengan cara membakar diri di pabrik benang milik keluarga besarnya. Kematian sang ayah itu membuat Ibu Noi dan anaknya, Mink (Narilya Gumongkolpech) sangat bersedih.



Usai mengadakan acara kremasi jenazah, Ibu Noi melihat ada yang tidak beres dari sikap Mink. Ia menjadi lebih pendiam namun terkadang sering bertingkah seperti anak kecil. Tak hanya itu saja, Ming juga sering bertindak kasar jika bertemu dengan orang lain. Hal tersebut membuat Ibu Noi khawatir tentang kondisi anaknya itu. Ia meminta pada Ibu Nim untuk segera menyembuhkan Mink.



Hari demi hari berlalu, keadaan Ming semakin memburuk. Mink bahkan sempat menghilang selama satu bulan lamanya setelah mengalami kerasukan. Ibu Nim yakin jika Mink dirasuki dan dikontrol oleh suatu hal yang sangat berbahaya. Dengan ditemani beberapa cameraman, Ibu Nim menelusuri apa yang sebenarnya terjadi pada keluarganya. Apakah ada kaitannya dengan kutukan Dewa Bayan karena Ibu Noi dan Ibu Nim telah mengubah takdir yang seharusnya?


#Review:
Dua rumah produksi asal Korea dan Thailand berkolaborasi menghadirkan sebuah film horror terbaru yang berjudul THE MEDIUM (2021). Film ini digarap oleh kreator film SHUTTER (2004) dan PEE MAK (2013) yaitu Banjong Pisanthanakun. Pada bulan Juli lalu, THE MEDIUM (2021) berhasil memenangkan kategori Best Choice Film Feature pada ajang Bucheon International Film Festival 2021 yang berlangsung di Bucheon, Korea Selatan.



Konsep dari Film THE MEDIUM (2021) ini memadukan antara film dengan dokumenter, sehingga eksekusinya terasa lebih real dan meyakinkan. Elemen horror yang dihadirkan pun sangat kental dengan unsur Thailand dan budaya Asia Tenggara. Meskipun mempunyai tempo yang cukup lambat, ditambah lagi dengan durasi mencapai 131 menit, tak membuat film THE MEDIUM (2021) ini membosankan. Teka-teki tentang apa yang sebenarnya terjadi pada karakter Ming terus membuatku penasaran sekaligus was-was terhadap bahaya yang mengancam. Berbagai penyebab yang menimpa Ming sempat menjadi cerita pendukung, namun hal tersebut malah menjadi jebakan cerita untuk menuju pada penyebab yang sesungguhnya. Pembangunan cerita dari masing-masing karakter pun cukup memuaskan dan saling terkoneksi satu sama lain. Plot semakin menarik dan intens kengerian terus meningkat disaat Ibu Nim hilang selama satu minggu untuk memperdalam ilmu cenayangnya. Elemen horror melalui kamera CCTV dari berbagai sudut berhasil membuatku ketakutan. Berbagai sudut rumah dieksplor dengan sangat baik oleh kamera pengawas dan menampilkan banyak penampakan yang sangat meresahkan sekaligus disturbing.


Menuju babak akhir film, aku sempat khawatir, cerita film THE MEDIUM (2021) ini akan dibawa kemana. Dan rasa khawatir itu terbukti. Semua misteri dan kengerian yang berhasil tersaji begitu organik dari awal film harus pudar gara-gara penyelesaian cerita yang terlalu predictable dan instan. Ditambah lagi sensasi horror tradisionalnya langsung berubah ke arah full mockumentary dengan sensasi pertumpahan darah melawan manusia seperti Zombie.



Untuk jajaran pemain, penampilan keluarga besar Ibu Nim sungguh memukau dan kuat. Aksi Narilya Gumongkolpech sebagai Ming sukses membuatku ketakutan. Gesture dan perubahan karakternya paling menonjol banget. Yang cukup disayangkan dalam film ini yaitu tidak adanya eksplorasi cerita dari keempat kameramen. Blocking dan penggunaan point of view mereka juga terasa membingungkan dan sesekali tidak menolong keluarga besar Ibu Nim. Overall, film THE MEDIUM (2021) lumayan memuaskan. Sajian film "dokumenter" horror dengan unsur supranatural-tradisional yang mencekam! Segera tayang di bioskop CGV Cinemas, Cinepolis, Flix Indonesia mulai 20 Oktober 2021! Don't miss it.


[8.5/10Bintang]

Sunday, 19 September 2021

[Review] The Guilty: Aksi Petugas Operator 911 Dalam Menyelamatkan Warga!



#Description:
Title: The Guilty (2021)
Casts: Jake Gyllenhaal, Christina Vidal, Adrian Martinez, Ethan Hawke, Riley Keough, Eli Goree, Davine Joy Randolph, Paul Dano, Peter Sarsgaard, Christiana Montoya, David Castaneda, Beau Knapp, Edi Patterson, Gillian Zinser, Bill Burr, Dillion Lane, Marlene Forte
Director: Antoine Fuqua
Studio: Bold Films, Amet Entertainment, Nine Stories Productions, Netflix


#Review:
Joe Baylor (Jake Gyllenhaal) adalah seorang polisi yang dipindah tugaskan dari bagian patroli lapangan ke bagian operator telepon keadaan darurat 911 karena diduga terlibat permasalahan hukum. Sembari menunggu proses persidangan, Joe masih diperbolehkan untuk mengisi departemen operator 911.
Di hari pertamanya bekerja sebagai operator 911, Joe banyak mendapatkan panggilan darurat dari warga. Sesekali emosi Joe tersulut karena ada saja panggilan bantuan namun keadaannya tidak terlalu darurat. Selain itu, Joe juga mendapat terror telepon dari para wartawan yang mencoba ingin mewawancarainya.



Menjelang jam dinasnya selesai, Joe mendapat panggilan darurat dari seorang wanita yang menangis. Joe pun langsung berusaha melacak dan membantu si penelepon tersebut. Dalam proses pelacakan, terungkap jika wanita yang bernama Emily Lighton (Riley Keough) itu sedang disekap oleh mantan suaminya, Henry Fisher (Peter Sarsgaard) di dalam mobil. Keduanya sedang melakukan perjalanan meninggalkan rumah beserta kedua anaknya yang masih kecil yaitu Abby (Christiana Montoya) dan Oliver. Disaat Joe ingin segera menyelamatkan Emily, kontak telepon pun terputus. Ia langsung mencari cara agar bisa kembali menghubungi Emily, salah satunya dengan menghubungi rumah mereka.



Keadaan pun semakin menegangkan disaat Emily berhasil menghubungi lagi operator 911. Joe dengan sigap langsung mengambil alih dan kembali menolong Emily. Joe meminta pada Emily untuk memberikan detail lokasi yang bisa ia lihat. Namun sayang, kondisi jalanan sedang mengalami polusi udara buruk akibat kebakaran hutan. Joe pun terus berkoordinasi dengan teman-teman polisi yang ada di lapangan untuk menghentikan mobil yang menculik Emily itu. Akankah Joe berhasil menyelamatkan Emily dan keluarganya?


#Review:
Aktor Jake Gyllenhaal kembali bermain dalam sebuah film thriller terbaru berjudul THE GUILTY (2021) garapan sutradara spesialis film action yaitu Antoine Fuqua. Film ini merupakan remake dari film asal Denmark yang dirilis pada tahun 2018 dengan judul yang sama. Aku sendiri belum menonton versi originalnya, namun untuk versi Hollywood ini, film THE GUILTY (2021) menyajikan sebuah cerita penuh ketegangan melalui suara telepon saja! Penonton dituntut untuk berimajinasi tentang kejadian sebenarnya yang menimpa keluarga Emily. Intens ketegangan dan adrenaline terjaga dengan baik berkat terbatasnya ruang gerak serta sikap arogan dari karakter Joe Baylor. Sebuah konsep cerita dan film yang menurutku tidak pernah membosankan meskipun sudah banyak judul film atau serial yang mengangkat kisah seperti ini.



Jalan cerita film THE GUILTY (2021) semakin menarik disaat plot twist muncul dan langsung berpengaruh cukup besar terhadap background cerita dari karakter Joe Baylor. Sebuah kejutan yang tak terduga dan berhasil membuatku terpukau. Performance Jake Gyllenhaal memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Karakter Joe Baylor sangat mudah ditaklukan olehnya. Apresiasi lebih harus diberikan pada ensemble casts yang hanya menyumbangkan suara dalam film ini. Mereka sukses membuat penonton bisa yakin jika mereka sedang dalam kondisi yang berbahaya. Gokil sih!
Moral value dari film THE GUILTY (2021) ini mengajak penonton untuk membiasakan tepat waktu dan mengakui kesalahan yang diperbuat agar hidup menjadi tenang. Tapi, kalau film ini menerapkan budaya tepat waktu, insiden dramatis "penculikan" Emily ini tidak akan memikat jika dihandle oleh Joe Baylor. Good job! Segera tayang di Netflix!


[8/10Bintang]

[Review] Old: Pantai Misterius Yang Bisa Menambah Usia Dengan Sangat Cepat!




#Description:
Title: Old (2021)
Casts: Gael Garcia Bernal, Vicky Krieps, Rufus Sewell, Alex Wolff, Thomasin McKenzie, Emun Elliott, Embeth Davidtz, Eliza Scanlen, Abbey Lee, Nikki Amuka-Bird, Ken Leung, Aaron Pierre, Kathleen Chalfant, Gustaf Hammersten, Francesca Eastwood
Director: M. Night Shyamalan
Studio: Universal Pictures, Perfect World Pictures


#Synopsis:
Sebelum menjalani proses perceraian, pasangan suami istri Guy Cappa (Gael Garcia Bernal) dan Prisca Cappa (Vicky Krieps) memutuskan untuk berliburan bersama dengan kedua anaknya, Trent (Nolan River) dan Maddox (Alexa Swinton) ke Anamika Resort. Hal tersebut dilakukan agar anak-anak mereka yang masih kecil tidak terkejut dengan perpisahan ayah dan ibunya itu. Mereka ingin terlihat sebagai ayah dan ibu yang baik meskipun nantinya berpisah.


Prisca tertarik untuk mendatangi Anamika Resort karena mendapat rekomendasi dari jasa asuransi Warren & Warren yang sudah dipercaya oleh keluarga selama bertahun-tahun. Setibanya disana, Keluarga Cappa langsung terpesona dengan pemandangan yang ada didepan mereka. Trent dan Maddox pun ingin segera pergi bermain ke pantai. Pihak Anamika Resort siap memberikan fasilitas antar jemput kepada para tamu untuk mengunjungi sebuah pantai cantik yang tersembunyi dibalik ngarai. Keluarga Cappa kemudian bertemu dengan keluarga Charles (Rufus Sewell) yang akan ikut pergi ke pantai itu. Charles mengajak sang istri Crystal (Abbey Lee), anaknya Kara (Kylie Begley) dan sang ibu mertua yaitu Agnes (Kathleen Chalfant).



Pantai tersebut berada di sebuah cagar alam dan dikhususkan untuk para tamu dari Anamika Resort saja. Setibanya di pantai, Trent dan Maddox langsung berlari ke pinggir pantai untuk bermain pasir. Kara pun ikut senang dan bergabung dengan mereka. Sementara itu, para orangtua mempersiapkan tikar, tenda dan kursi pantai untuk berjemur. Tak beberapa lama kemudian, Rombongan keluarga Cappa dan Charles kedatangan anggota baru yaitu Patricia (Nikki Amuka-Bird) dan suaminya, Jarin (Ken Leung) yang baru saja tiba di pantai.


Disaat sedang asyik bermain, rombongan dari Anamika Resort ini dikejutkan dengan penemuan jasad seorang wanita tanpa busana yang terombang-ambing dan terseret ke pinggir pantai. Charles yang berprofesi sebagai dokter spesialis bedah menduga jika wanita tersebut tewas karena tenggelam. Disaat yang bersamaan pula, mereka melihat seorang pria yang hanya berdiri dengan hidungnya yang berdarah. Ia adalah Mid-Sizen Sedan (Aaron Pierre), seorang rapper yang sedang berlibur namun terjebak di pantai itu sebelum rombongan keluarga Cappa dan Charles datang.



Usai penemuan jasad wanita itu, hal-hal aneh lainnya kembali terjadi. Kali ini, Agnes tiba-tiba jantungnya melemah lalu meninggal dunia. Hal tersebut membuat Chrystal dan Kara sedih karena beberapa menit yang lalu, kondisi sang nenek masih sehat dan bugar. Usai kematian Agnes, kejadian diluar nalar kembali terjadi. Usia Trent, Maddox dan Kara bertambah sangat cepat. Mereka tumbuh menjadi remaja kemudian dewasa dalam waktu singkat. Tak hanya mereka saja, Guy, Charles, Prisca dan Chrystal pun mengalami hal serupa meskipun tidak separah anak-anak mereka. Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka?


#Review:
Sukses mencuri perhatian dengan comeback nya melalui film thriller THE VISIT (2015) dan Trilogy UNBREAKABLE, SPLIT, GLASS (2019), sutradara M. Night Shyamalan kembali menghadirkan sebuah film bergenre thriller horror supranatural terbaru yang berjudul OLD (2021). Film yang seharusnya tayang pada Februari lalu ini terpaksa mengalami postponed selama lima bulan dan akhirnya tayang di bioskop Amerika pada bulan Juli.


Untuk segi cerita, film OLD (2021) sebetulnya mempunyai premis dan ide yang sangat menarik dan juga menjanjikan. Selama ini, Shyamalan terkenal dengan ide-ide fresh dan out of the box dalam setiap film horror thriller yang ia garap. Materi promosi berupa poster dan trailer yang cantik pun sukses memancing rasa penasaran yang sangat tinggi para penonton. Namun setelah menyaksikan keseluruhan film OLD (2021) ini, potensi dan ide fresh yang sangat menjanjikan itu berubah drastis karena plot dan misteri yang dihadirkan terlalu jalan ditempat. Cukup disayangkan sih, eksplorasi ceritanya juga terkesan sangat rumit. Faktor penyebab kenapa mereka bisa menua dengan sangat cepat tidak terjawab dengan baik.

Mau bercerita tentang time-travel atau rasa takut akan usia yang menua juga menurutku eksekusinya masih kurang detail. Unsur thriller dan horror supranatural yang muncul juga terbilang biasa saja tidak ada yang menarik sama sekali. Berasa wasting time banget 1 jam 50 menit cuma melihat orang-orang di pinggir jalan yang bolak-balik kemudian teriak dan bolak-balik lagi.. Dari sekian banyak karakter yang terdampar di pantai itu, hanya Keluarga Cappa saja yang mempunyai good development character. Sisanya hanya sekedar numpang lewat dan tidak menarik. Plot twist yang hadir di babak akhir film tentang alasan orang-orang dibawa ke pantai itu juga menurutku tidak terlalu berhasil menyelamatkan film ini.



Terlepas dari plotnya yang stuck dan jalan ditempat, film OLD (2021) ini mempunyai visual yang sangat cantik. Amanika Resort (Amanera, Republik Dominika) dan pantai Playa El Valle yang dijadikan lokasi pengambilan gambar tampil begitu memanjakan mata. Vibesnya sedikit mengingatkanku akan film FANTASY ISLAND (2020).



[6/10Bintang]