Wednesday, 29 November 2023

[Review] Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film: Drama Percintaan Si Penulis Skenario!



#Description:
Title: Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023)
Casts: Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Alex Abbad, Sheila Dara Aisha, Dion Wiyoko, Julie Estelle
Director: Yandy Laurens
Studio: Imajinari Films, Cerita Films


#Synopsis:
Bagus (Ringgo Agus Rahman) adalah seorang penulis skenario film-film layar lebar. Suatu hari, ia mendapat panggilan dari produser rumah produksi yaitu Pak Joraam (Alex Abbad) untuk mengerjakan skenario film terbaru yang rencananya mengadaptasi dari salah satu sinetron legendaris. Namun Bagus merasa sudah mulai jenuh dengan materi adaptasi, ia pun mencoba menawarkan sebuah skenario asli kepada Pak Joraam dengan harapan skenario aslinya itu dilirik untuk diangkat menjadi film layar lebar.
Skenario asli yang ditulis oleh Bagus tersebut berdasarkan dari kisah perjuangannya untuk mendapatkan cinta Hana (Nirina Zubir). Hana merupakan sahabatnya yang baru menyandang status janda setelah kematian suaminya. Sudah empat bulan berlalu sejak kematian sang suami namun Hana masih belum bisa bangkit dan melanjutkan hidupnya. Ia selalu merasa kesepian dan bahkan sering menangis jika tidur di kamarnya sendiri. Agar tidak terus kesepian, Hana memutuskan pindah ke Jakarta dan membangun usaha florist kecil-kecilan di rumahnya.
Premis cerita yang dihadirkan oleh Bagus membuat Pak Joraam tertarik dan bersedia untuk memproduksinya ke layar lebar. Namun Pak Joraam meminta Bagus untuk menghadirkan skenario aslinya itu dengan konflik yang lebih dramatis lagi agar bisa menarik perhatian para penonton di bioskop. Pak Joraam juga mempunyai ide untuk menghadirkan gimmick lamaran antara Bagus dengan Hana saat nanti filmnya menggelar pemutaran perdana.
Setelah Hana pindah ke Jakarta, ia tak sengaja bertemu dengan Bagus saat sedang berbelanja di supermarket. Pertemuan tersebut membuat Bagus senang dan bisa saling mengenal satu sama lain secara lebih dekat, meskipun Hana masih dalam suasana berduka. Seiring berjalannya waktu, Bagus sering bertemu dan berinteraksi dengan Hana. Semua kegiatannya dengan Hana tersebut kemudian ia tuangkan ke dalam sebuah skenario film yang nantinya akan diberikan kepada Pak Joraam.
Sementara itu, Pak Joraam semakin tertarik dengan naskah skenario yang ditulis oleh Bagus. Ia pun langsung membayangkan pemeran karakter Bagus dan Hana yaitu Dion Wiyoko dan Julie Estelle. Selain itu, Pak Joraam pun mempercayakan project film ini langsung disutradarai oleh Bagus dengan alasan ia ingin memberikan kesempatan kepada para penulis skenario untuk menjadi seorang sutradara film layar lebar.
Sebelum memasuki proses yang lebih jauh, teman dari Bagus sekaligus istri dari Dion yaitu Celine (Sheila Dara) memberikan saran pada sahabatnya itu untuk meminta izin terlebih dahulu kepada Hana agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Namun karena deadline yang terus mepet dari Pak Joraam, Bagus mengabaikan saran dari Celine dan akhirnya ia menyelesaikan belasan draft naskah skenario filmnya tanpa persetujuan Hana.
Apa yang dikhawatirkan Celine ternyata menjadi kenyataan. Hana yang datang ke rumah Bagus untuk menjenguk tak sengaja membaca naskah skenario film tersebut. Ia terkejut sekaligus marah dan juga kecewa karena Bagus menceritakan tentang kedekatan mereka berdua tanpa meminta izin terlebih dahulu. Ditambah lagi, Hana makin kesal gara-gara perasaan duka citanya terhadap mendiang sang suami digambarkan sebagai hal yang berlebihan oleh Bagus.
Bagaimanakah nasib selanjutnya dari naskah skenario dan Bagus? Apakah filmnya akan tetap diproduksi?


#Review:
Rumah produksi Imajinari siap merilis film terbarunya yang berjudul JATUH CINTA SEPERTI DI FILM-FILM (2023) pada Kamis, 30 November 2023. Film ini menjadi film produksi kedua dari Imajinari setelah sebelumnya sukses besar dengan debut NGERI-NGERI SEDAP (2022). Aku berkesempatan hadir pada acara pemutaran perdana film JCSDFF (2023) di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan pada 24 November lalu. Para produser film ini seperti Ernest Prakasa, Dipa Andika dan Bene Dion mengungkapkan bahwa project film JCSDFF (2023) sendiri sudah dimulai sejak tahun 2018. Persiapan yang dilakukan oleh Imajinari disini cukup panjang. Selain karena terhalang oleh Pandemi, proses penulisan naskah yang dilakukan sendiri oleh Yandy Laurens terbilang rumit sampai kedua pemain utamanya yaitu Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir turut dilibatkan sejak dari awal. Konsep hitam putih yang digunakan oleh Yandy Laurens di film JCSDFF (2023) ini awalnya kurang meyakinkan bagi produser. Namun setelah dijelaskan maksud dan tujuan serta keseluruhan skenario yang telah rampung akhirnya Ernest dan kawan-kawan akhirnya bersedia untuk memproduksi film ini.



Untuk segi cerita, film JCSDFF (2023) memang terasa sangat fresh dan unik banget untuk ukuran film Indonesia. Yandy Laurens dengan jeniusnya bisa mengkombinasikan passionnya di dunia perfilman dengan drama hubungan percintaan dewasa dan rasa trauma yang berasal dari kejadian duka. Pada paruh pertama film, bagi kamu yang sangat menyukai dunia perfilman, pasti akan dibuat takjub dengan semua obrolan para karakter di film ini. Semua dialog yang terjadi terasa mengalir lancar dan related sekali dengan kondisi dunia perfilman Indonesia di era modern. Disaat sekuens demi sekuens muncul, penonton semakin penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Serangkaian jokes-jokes meta tentang dunia perfilman juga tak kalah gilanya. CAPEK BANGET KETAWA KARENA TERLALU NYATA! HAHAHA.
Meskipun pada awalnya terasa predictable, eitsss tunggu dulu.. Bersiaplah dengan kejutan yang siap diberikan kepada penonton. Plot twist yang ditulis oleh Yandy Laurens disini sukses membuatku takjub! Bahkan saat filmnya berakhir, keseluruhan cerita dari Bagus dan Hana bisa berakhir dengan sangat memuaskan. Kombinasi cerita yang dihadirkan oleh Yandy Laurens menyatu dengan sempurna di akhir film.


Untuk jajaran pemain, Nirina Zubir dan Ringgo Agus Rahman semakin membuktikan jika keduanya memang memiliki kualitas tinggi sebagai seorang aktor film layar lebar. Kesan komedi serta image Emak dan Abah yang cukup kuat melekat kepada mereka berhasil ditinggalkan dan menjelema menjadi Bagus dan Hana yang luar biasa. Tektokan chemistry lucu dan menghibur memang tetap ada namun sisi romantisme mereka berdua berhasil mengalahkan cerita-cerita romantis abege di film Indonesia apapun wkkwkw. Kehadiran Alex Abbad sebagai produser juga tak kalah menghibur. Penampilan Dion Wiyoko, Sheila Dara dan Julie Estelle disini juga semakin melengkapi drama percintaan Bagus dengan Hana.
Overall, film JATUH CINTA SEPERTI DI FILM-FILM (2023) sangat memuaskan dan fresh! Salah satu film Indonesia terbaik di tahun ini. You did it again Imajinari!!


[9/10Bintang]

Monday, 20 November 2023

Opini Tentang Pembatalan Nonton The Eras Tour Film Di Bioskop IMAX Gancit


Sabtu, 11 November lalu, salah satu fanbase Taylor Swift yang ada di Indonesia yaitu @SwiftIndonesia_ mengadakan acara nonton bareng film 'Taylor Swift: The Eras Tour' dengan melakukan booking satu teater IMAX di Cinema XXI, Gandaria City (Gancit) Jakarta Selatan. Namun sayang, acara nonton bareng tersebut mengalami kejadian yang membuat para penggemar Taylor Swift kecewa. Berikut rangkumannya:


1. Pihak panitia @SwiftIndonesia_ sudah melakukan booking satu teater IMAX Gancit sejak akhir Oktober (26 Oktober 2023 kapasitas sudah full seats) dan sudah melakukan pelunasan jauh sebelum hari H. Pihak bioskop pun bersedia dan menyanggupi untuk blocking satu showtime yaitu pukul 17:30 WIB untuk menayangkan film 'Taylor Swift: The Eras Tour' di teater IMAX Gancit pada tanggal 11 November mendatang.

2. Beberapa hari menjelang hari H, tepatnya tanggal 7 November, pihak panitia mengumumkan jika jam penayangan film 'Taylor Swift: The Eras Tour' di IMAX Gancit yang sudah di blocking oleh @SwiftIndonesia_ dipindah ke jam 10:00 WIB. Pihak bioskop terpaksa memindahkan showtime karena showtime yang sudah di block tersebut bentrok dengan film Marvel Studios 'The Marvels' yang tayang di bioskop Indonesia mulai 8 November, dan pihak bioskop sudah terlanjur membuka ATS (Advance Ticket Sales) untuk film 'The Marvels' untuk tanggal 8-12 November 2023.


ATS The Marvels pertama kali dibuka tanggal 3 November 2023. Itu artinya panitia @SwiftIndonesia_ sudah booking 8 hari lebih awal dari ATS The Marvels diumumkan!

Sebagai orang yang pernah kerja di bioskop dan memiliki teman yang bekerja di bioskop, keputusan reschedule dari pihak bioskop ini menurutku aneh dan juga janggal. Jika mengutamakan keuntungan, biasanya bioskop selalu memprioritaskan bookingan yang sudah confirm masuk. Contohnya di jaringan bioskop CGV Cinemas atau Cinepolis. Kedua bioskop tersebut selalu mengutamakan penonton yang melakukan booking satu teater full. Pihak bioskop tidak peduli apakah showtime yang sudah direservasi tersebut bentrok dengan showtime film reguler atau tidak, Manager on Duty bioskop masih bisa mengatasi hal tersebut dengan melakukan perombakan ulang jam tayang agar tidak terlalu mengganggu operasional dan showtime film reguler yang sedang atau akan segera tayang.
Aku pun sempat berbincang dengan salah satu karyawan yang bekerja di bioskop untuk menanyakan tentang prosedur dan mekanisme booking satu showtime di bioskop. Temanku mengatakan selama ia bekerja di bioskop, belum pernah ada cerita pihak bioskop reschedule showtime yang sudah dibooking satu teater. Malah biasanya, mereka yang mengganti showtime film reguler dan bahkan pernah melakukan refund kepada penonton reguler yang terlanjur sudah beli tiket namun showtime filmnya bentrok dengan showtime yang sudah dibooking. Namun pada kasus acara yang diselenggarakan @SwiftIndonesia_ ini, pihak bioskop Cinema XXI malah "menumbalkan" bookingan teater IMAX yang 389 kursinya sudah 100% full demi tetap mempertahankan penjualan ATS untuk showtime film 'The Marvels'.


H-3 menjelang acara nonton bareng, pihak Cinema XXI meminta untuk reschedule dari jam 18:30 WIB ke 10:00 WIB.

3. Panitia @SwiftiesIndonesia_ pun terpaksa reschedule showtime nonton bareng film 'Taylor Swift: The Eras Tour' dengan tetap di hari yang sama namun digeser ke jam 10:00 WIB. Pemilihan jam tersebut juga atas rekomendasi dari pihak bioskop, dengan alasan tetap tayang di IMAX dan tidak menggangu showtime dari film 'The Marvels'. Perubahan jam tayang tersebut membuat beberapa Swifties kecewa dan tak sedikit juga yang terpaksa untuk menjual tiket nonton bareng dengan berbagai alasan seperti showtime nya terlalu pagi dan mayoritas mereka sudah ada keperluan lain. Namun sebagian lagi masih menerima dengan reschedule showtime tersebut dengan alasan yaa karena ingin nonton film 'Taylor Swift: The Eras Tour' di layar IMAX yang kualitasnya memang jauh lebih oke daripada nonton di teater reguler milik Cinema XXI atau bioskop lain.
Setelah permasalahan tentang reschedule telah selesai, pihak panitia @SwiftiesIndonesia_ langsung mempersiapkan perlengkapan nobar mulai dari menyediakan merchandise yang akan dibagikan sebelum masuk ke teater IMAX.

4. Hari nonton bareng pun tiba. Sejak pukul 08:00 WIB, bioskop Cinema XXI Gancit sudah dipenuhi oleh para penonton yang akan registrasi untuk nonton film 'Taylor Swift: The Eras Tour'. Antrian cukup panjang dan lumayan memakan waktu karena pihak panitia @SwiftIndonesia_ hanya menyedikan dua laptop saja untuk registrasi. Meskipun demikian, semua penonton tetap tertib mengikuti sesuai arahan dari panitia dan pihak bioskop.
Kita pun masuk ke teater IMAX Gancit dan duduk sesuai dengan tiket yang diterima saat registrasi. Setelah semua penonton masuk, otomatis suasana jadi meriah dan tak sabar untuk menonton film 'Taylor Swift: The Eras Tour' di layar IMAX. Tapi sayang, ternyata filmnya tak kunjung diputar padahal sudah lewat dari jam 10:00 WIB dan lampu teater masih menyala. Aku dan ratusan Swifties lain jadi bertanya-tanya ada apa ini?


Setelah beberapa belas menit berlalu, baru muncul lah pihak panitia dan perwakilan dari bioskop yang meminta maaf dan mengumumkan jika film 'Taylor Swift: The Eras Tour' tidak bisa diputar di teater IMAX karena adanya kendala teknis. Seketika suasana jadi riuh dari para penonton yang kecewa dan tetap duduk di teater IMAX karena ya kita ingin nonton filmnya di teater IMAX. Pihak bioskop kemudian memberikan beberapa opsi kepada panitia dan penonton:
- Jika penonton ingin tetap di teater IMAX, maka pihak bioskop akan memutarkan film 'The Marvels'. Opsi pertama ini membuat para Swifties semakin marah karena opsi yang ditawarkan benar-benar aneh dan bikin emosi. Aku dan para penonton lain sangat menolak opsi ini.
Sambil menunggu opsi selanjutnya, waktu sudah menunjukkan pukul 11:00 WIB dan film masih tetap belum diputar.
- Opsi kedua, pihak bioskop dan panitia kembal muncul ke dalam teater IMAX. Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan refund tiket karena kendala teknis dan pihak bioskop tetap tidak bisa menayangkan film 'Taylor Swift: The Eras Tour' di teater IMAX.
- Opsi ketiga, pihak bioskop memindahkan penayangan film 'Taylor Swift: The Eras Tour' ke teater reguler dengan membuka dua teater sekaligus (teater 2 dan teater 3 yang tanpa Dolby Atmos). Penonton yang bersedia tetap nonton akan tetap mendapatkan refund selisih harga dari harga tiket teater IMAX (Harga tiket IMAX Rp.225.000 dan harga tiket teater reguler Rp.200.000) dan mendapat complimentary berupa freepass voucher nonton yang berlaku 1 bulan di Cinema XXI Gancit. Opsi ini juga berlaku untuk penonton yang tidak bersedia nonton di teater reguler. Pihak bioskop memberikan full refund harga tiket IMAX ditambah complimentary freepass voucher nonton yang berlaku 1 bulan di Cinema XXI Gancit.
Setelah berdiskusi panjang, akhirnya hampir 50:50 para penonton memutuskan untuk full refund dan sebagiannya lagi tetap menonton di teater reguler. Aku berada di sisi para penonton yang full refund karena sudah ada agenda lain di sore hari. Buat apa jauh-jauh ke Mall Gandaria City jika ujungnya malah nonton film 'Taylor Swift: The Eras Tour' di teater reguler kan? Setelah kesepakatan terjadi, akhirnya film pun diputar di teater 2 dan teater 3 yang dimulai sekitar pukul 13:00 WIB (ngaret banget yang seharusnya nonton pukul 10:00 WIB).

Malam harinya, pihak panitia @SwiftIndonesia_ akhirnya memberikan klarifikasi dan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas kekacauan nonton bareng 'Taylor Swift: The Eras Tour' di Cinema XXI Gancit. Tak sedikit para penonton dan Swifties yang kecewa dengan kekacauan tersebut dan menyalahkan pihak panitia. Tapi aku sangat yakin jika pihak panitia tidak sepenuhnya salah karena mereka sudah bersusah payah melakukan upaya agar filmnya tetap ditayangkan di teater IMAX, namun pihak bioskop beralasan ada kendala teknis.
Pihak panita pun menjelaskan tentang apa yang terjadi dan mengapa film 'Taylor Swift: The Eras Tour' mendadak tidak bisa diputar di teater IMAX Gancit. Menurut pihak bioskop, file film 'Taylor Swift: The Eras Tour' mendadak terkunci sehingga tidak bisa diputar. Ditambah lagi KDM (Key Delivery Message) yang mereka punya untuk membuka file tersebut sudah expired. Nah, menurut pihak bioskop, untuk mendapatkan KDM baru, mereka harus menghubungi pihak movie licensor si pemegang KDM yang ada di London (????) dan pihak distributor kabarnya tidak memberikan respon karena adanya perbedaan waktu dan saat itu London masih pukul 02:00-03:00 dini hari.
Mendengar alasan dari pihak bioskop ini membuatku merasa aneh dan juga janggal. Memang benar, file film yang ada di bioskop itu tidak bisa langsung main play, pause, stop atau rewind sebebasnya seperti kita nonton melalui televisi, home teater atau gadget. File film bioskop dilindungi oleh semacam enkripsi atau lebih simplenya seperti password yang bernama Key Delivery Message (KDM). Nah, KDM ini memiliki batas expired dan bisa dibatasi juga pemakaiannya yang lebih spesifik sesuai keinginan pihak distributor.
Aku semakin penasaran dengan statement dari pihak bioskop tersebut dan langsung menanyakan tentang kebenarannya kepada temanku yang saat ini masih bekerja di salah satu bioskop.

Temanku mengatakan jika statement dari pihak Cinema XXI tidak sepenuhnya benar dan terlihat mengada-ngada saja.
- Key Delivery Message (KDM) film 'Taylor Swift: The Eras Tour' yang dikirim oleh pihak distributor ke eksibitor (bioskop) mayoritas sudah disetting tetap aktif sepanjang hari (all day) selama bulan November 2023. Jadi pihak bioskop bisa memutar film tersebut di hari apapun dan kapanpun selama bulan November. Tapi pihak bioskop tetap mengikuti sesuai aturan yang dimana film 'Taylor Swift: The Eras Tour' hanya diperbolehkan tayang di akhir pekan saja (Jum'at, Sabtu dan Minggu) selama bulan November 2023.
- Jika KDM yang sudah dimiliki eksibitor (bioskop) tiba-tiba error atau expired sehingga filmnya tidak bisa diputar, pihak bioskop bisa langsung menghubungi distributor film untuk meminta kode KDM yang baru. Pihak Cinema XXI mengatakan jika mereka sudah meminta kode KDM baru dengan menghubungi movie licensor di London namun tidak ada respon. Like what????
Seperti yang kita ketahui, distributor region Indonesia yang membawa film 'Taylor Swift: The Eras Tour' itu adalah CBI Pictures dan kantornya bukanlah di London melainkan di Menara AIA Central Lantai 26, Semanggi Jakarta Pusat. Jadi untuk apa menghubungi London??? Sebagai informasi tambahan, CBI Pictures merupakan distributor film Indonesia dibawah PT. Graha Layar Prima atau yang lebih dikenal sebagai perusahaan pemilik jaringan bioskop CGV Cinemas di Indonesia. CBI Pictures sendiri sudah dikenal sebagai salah satu distributor film-film populer asal Korea Selatan, Jepang, Taiwan, China, Amerika Serikat dan beberapa negara lain yang ditayangkan di Indonesia.
Secara logika, distributor CBI Pictures ini kan mereka mengimpor film 'Taylor Swift: The Eras Tour' untuk "dijual" atau ditayangkan oleh pihak eksibitor (bioskop) ya. Jika ada kendala KDM expired seperti yang dialami oleh Cinema XXI, masa sih CBI Pictures sebagai penjual mempersulit pelanggannya yang ingin memutarkan filmnya? Atau memang Cinema XXI nya saja yang tidak mau meminta KDM baru ke pihak distributor dan lebih memilih "menumbalkan" dengan cara pindah ke teater reguler dan yang non Dolby Atmos pula. Entahlah? Hanya pihak Cinema XXI Gancit yang tahu.
Jujur, aku sebagai penonton merasa sangat kecewa dengan kejadian ini. Tak sedikit para Swifties rela meluangkan waktu, biaya dan tenaga agar bisa menonton film 'Taylor Swift: The Eras Tour' di teater IMAX yang hanya dimiliki oleh Cinema XXI. Tapi sayang, usaha panitia menyelenggarakan event nonton bareng dan para penonton ini semuanya jadi berantakan dengan adanya kendala teknis.
Masa sih jaringan bioskop terbesar di Indonesia tidak melakukan crosscheck dan preparation terhadap bookingan yang sudah terkonfirmasi masuk? Panitia @SwiftIndonesia_ sudah booking dan melunasi pembayaran kurang lebih 389 seats IMAX Gancit loh, jauh sebelum film 'The Marvels' membuka Advance Ticket Sales. Jujur, baru kali ini sih aku kecewa dengan pelayanan marketing dari bioskop Cinema XXI. Bahkan panitia @SwiftIndonesia_ juga turut memesan food & beverages dalam paket pembelian tiket loh. Estimasi biaya yang sudah dikeluarkan:

Harga tiket IMAX Rp.225.000 x 389 Seats : Rp.87.525.000
Belum termasuk paket pembelian food & beverages, merchandise yang disediakan untuk peserta nonton bareng dan ongkos PP para Swifties yang jauh-jauh datang ke Gandaria City.

Semoga kedepannya kejadian seperti ini tidak terulang kembali, karena kami tuh sudah BAYAR LUNAS. Aku berharap, semoga panitia @SwiftIndonesia_ tidak kapok untuk menyelenggarakan event-event spesial selanjutnya dan di next event jika ada agenda nonton bareng atau apapun dengan venue di bioskop, lebih baik memilih jaringan bioskop yang lebih suportif mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Monday, 13 November 2023

[Review] The Marvels: Tiga Jagoan Perempuan Terbaru Yang Bersatu Menyelamatkan Semesta!



#Description:
Title: The Marvels (2023)
Casts: Brie Larson, Teyonah Parris, Iman Vellani, Zawe Ashton, Samuel L. Jackson, Gary Lewis, Park Seon-Joon, Zenobia Shroff, Mohan Kapur, Saagar Shaikh, Tessa Thompson, Lashana Lynch, Leila Farzad, Daniel Ings
Director: Nia DaCosta
Studio: Marvel Studios


#Synopsis: 
Planet Hala yang merupakan tempat tinggal bangsa Kree terpaksa dihancurkan oleh Carol Danvers (Brie Larson) karena sudah terpengaruhi oleh kekuatan Supreme Intelligence. Kini, planet Hala menjadi tandus dan kehilangan sumber energi matahari, air dan udara. Kehancuran yang dialami oleh planet Hala membuat pimpinan baru bangsa Kree yaitu Dar-Benn (Zawe Ashton) merencanakan balas dendam terhadap Carol Danvers dengan menggunakan kekuatan dahsyat dari salah satu Quantum Band yang ia miliki. Ia kemudian menciptakan Jump Point di luar angkasa untuk memancing Carol Danvers agar bisa menemukan dirinya.
Kemunculan Jump Point tersebut turut menarik perhatian Nick Fury (Samuel L. Jackson) di stasiun luar angkasa SABER yang sedang mengadakan perundingan perdamaian antara bangsa Kree dengan bangsa Skrull. Ia kemudian meminta bantuan pada Monica Rambeau (Teyonah Parris) untuk menyelidiki dari Jump Point tersebut. Disaat Monica mendekati Jump Point tersebut, seketika dirinya dengan Carol Danvers dan Kamala Khan (Iman Vellani) berpindah tempat melalui teleportasi. Monica berpindah ke tempat Carol, Kamala berpindah ke tempat Monica dan Carol berpindah ke tempat Kamala. Teleportasi tersebut menyebabkan mereka harus saling bertarung melawan musuh-musuh yang merupakan anak buah dari Dar-Benn. Kejadian tersebut membuat rumah dari Kamala Khan yang ada di New Jersey jadi hancur berantakan.
Setelah mereka bertiga berhasil kembali ke tempat semula, Nick Fury dan Monica kemudian turun ke bumi dan menemui Kamala Khan. Kehadiran Nick Fury membuat Kamala sangat senang dan berharap dirinya direkrut menjadi anggota Avengers yang baru. Disaat Kamala bersemangat dan menunjukkan kekuatannya, ia lagi-lagi berpindah tempat dengan Carol Danvers yang sedang melawan anak buah Dar-Benn. Nick Fury yakin jika kejadian teleportasi tersebut disebabkan oleh kekuatan cahaya yang sama-sama dimiliki oleh Carol, Monica, Kamala dan saling terhubung setelah terikat oleh kekuatan kuantum dari Jump Point.
Disisi lain, Dar-Benn terus melakukan Jump Point dengan memanfaatkan kekuatan dari Quantum Band. Ia dan pasukannya datang ke planet Tarnax yang menjadi tempat pengungsian sementara bagi bangsa Skrull untuk merebut sumber energi udara serta atmosfer dan dipindahkan ke planet Hala. Carol pun akhirnya tersadar jika Quantum Band yang digunakan Dar-Benn sama persis dengan yang dimiliki Kamala. Carol, Monica dan Kamala terjerat saat Dar-Benn menciptakan banyak Jump Point di luar angkasa. Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka akan membahayakan alam semesta.
Dar-Benn kemudian mengincar planet Aladna yang dikenal sebagai planet air. Carol, Monica dan Kamala langsung bergegas pergi kesana dan menemui pemimpin planet Aladna yaitu Prince Yan (Park Seon-Joon) tentang rencana jahat dari Dar-Benn. Lagi dan lagi, Dar-Benn berhasil menciptakan Jump Point dan menyedot semua air yang ada di planet Aladna dan dikirimkan ke planet Hala. Rencana terakhir dari Dar-Benn yaitu mendapatkan sumber energi matahari yang ada di planet bumi. Carol, Monica dan Kamala harus berusaha menggagalkan rencana Dar-Benn sebelum semuanya terlambat.


#Review: 
Marvel Studios akhirnya resmi merilis film THE MARVELS (2023) di bioskop Indonesia mulai 8 November lalu. Film ini merupakan sekuel dari film CAPTAIN MARVEL (2019) dan juga bisa dibilang sebagai kelanjutan cerita dari beberapa serial Marvel Studios seperti WANDAVISION (2021), MS. MARVEL (2022) dan SECRET INVASION (2023).


Harus diakui, rekam jejak Marvel Cinematic Universe yang saat ini sedang berada di Multiverse Saga tengah mendapat sorotan dari para penonton karena kebanyakan film dan serial yang sudah dirilis jauh dari kata memuaskan. Sebut saja, film ANT-MAN AND THE WASP QUANTUMANIA (2023), WAKANDA FOREVER (2022), THOR LOVE AND THUNDER (2022), MULTIVERSE OF MADNESS (2022) dan serial SECRET INVASION dan SHE-HULK. Untungnya, di Phase 4 dan Phase 5 Multiverse Saga masih ada film Marvel Studios yang sukses melampaui ekspektasi yakni film SPIDER-MAN: NO WAY HOME (2021) dan GUARDIANS OF THE GALAXY (2023). Lantas, bagaimana dengan nasib film THE MARVELS (2023)?
Untuk segi cerita, film THE MARVELS (2023) cukup berhasil menyajikan petualangan tiga superhero wanita terbaru yaitu Carol, Monica dan Kamala dengan ciri khasnya yang unik yaitu berteleportasi dadakan. Jika sebelumnya penonton sudah mengikuti serial WANDAVISION (2021) dan MS. MARVEL (2022) mungkin tidak akan susah untuk mengenal Monica Rambeau dan Kamala Khan. Namun disisi lain, hal tersebut bisa saja menjadi bumerang bagi para penonton yang tidak sempat atau sama sekali tidak mengikuti serial-serial Marvel Studios, pasti akan merasa asing saat pertama kali melihat Monica dan juga Kamala. Beberapa detail cerita di film ini pun tidak dibahas lebih mendalam dan juga tidak konsisten. Salah satu yang paling menonjol yaitu cerita soal Nick Fury dengan serial SECRET INVASION nya yang sama sekali tidak dilibatkan dalam film ini. Padahal bagian tersebut cukup penting dan masih sangat bisa terkoneksi dengan konflik yang terjadi antara bangsa Kree dan bangsa Skrull di film THE MARVELS (2023) ini. Selain itu, pendalaman karakter dari sosok villain Dar-Benn yang diperankan oleh TJ Ruth Zawe Ashton pun kurang mengesankan bagi penonton. Motivasi dari musuh kali ini terlihat mulia karena ingin mengembalikan planetnya hidup seperti semula, tapi treatment cerita yang dilakukan oleh tim penulis naskah terasa dibuat rumit dan penyelesaiannya pun terlalu sederhana untuk sekelas film produksi Marvel Studios.


Terlepas dari segala kekurangan yang terlalu menonjol dalam segi cerita, film THE MARVELS (2023) masih memiliki keceriaan khas film MCU berkat tek-tokan chemistry dari Brie Larson, Teyonah Parris dan Iman Vellani. Ketiganya mampu bekerja sama dengan baik sebagai The Marvels. Karakter Carol Danvers yang selama ini dikenal kaku dan minim interaksi kini bisa lebih luwes sekaligus menghibur para penonton. Perubahan gaya Captain Marvel tersebut tentunya berkat kehadiran Kamala Khan yang sukses menjadi bintangnya di film ini. Vibes positif, riang dan gembira khas remaja muslim berhasil menyita perhatianku selama menonton film THE MARVELS (2023). Ditambah lagi, Kamala Khan turut menyertakan keluarganya disini sehingga kehangatan keluarga khas serial MS. MARVEL (2022) bisa penonton rasakan lagi disini. Untuk adegan aksi yang dilakukan oleh tiga jagoan disini sebetulnya sudah oke dan cukup intens, namun entah kenapa aku merasa pergerakan kameranya masih terlihat kagok. Bahkan beberapa adegan fighting terasa terlalu close-up.
Overall, film THE MARVELS (2023) memang tidak bisa disebut sebagai salah satu project terbaik yang ada di MCU, namun masih dalam ambang batas aman dan masih layak untuk dinantikan cerita selanjutnya dari trio Carol Danvers, Monica Rambeau dan Kamala Khan!

SPOILER: Credit Scene menampilkan Monica Rambeau terdampar di universe X-Men setelah berhasil menutup Jump Point raksasa yang disebabkan oleh Dar-Benn. Setelah tersadar, Monica dirawat oleh Beasts dan Binary. Binary merupakan duplikat dari Captain Marvel dan orangnya merupakan varian dari mendiang ibu Monica yaitu Maria Rambeau.


[7/10Bintang]

Friday, 10 November 2023

[Review] Taylor Swift - The Eras Tour Film: Pertunjukan Konser Musik Merayakan 10 Album Yang Spektakuler!



#Description:
Title: Taylor Swift: The Eras Tour - Film (2023)
Casts: Taylor Swift
Director: Sam Wrench
Studio: Taylor Swift Productions, Silent House Productions, AMC Theaters, Cinemark Theaters, CBI Pictures


#Review:
Musisi asal Amerika Serikat, Taylor Swift resmi menggelar rangkaian tur konser dunia yang keenamnya bertajuk 'The Eras Tour'. Konser ini memiliki keunikan tersendiri karena menyajikan perjalanan musik dari Taylor Swift mulai dari debut album hingga yang paling anyar yaitu 'Midnights'. Total album musik yang sudah dirilis oleh Taylor Swift disepanjang kariernya sebanyak 10 album yaitu:

1. Self Titled - Taylor Swift (2006)
2. Fearless (2008)
3. Speak Now (2010)
4. Red (2012)
5. 1989 (2014)
6. Reputation (2017)
7. Lover (2019)
8. Folklore (2020)
9. Evermore (2020)
10. Midnights (2022)

Memasuki tahun 2021, Taylor Swift resmi mengumumkan siap merilis ulang enam album lamanya dengan menambahkan sub-judul 'Taylor's Version'. Sampai akhir Oktober 2023, Taylor Swift sudah merilis ulang empat dari enam album lamanya yaitu Fearless (2021), Red (2021), Speak Now (2023) dan 1989 (2023). Lalu, apa yang dimaksud dengan album Taylor's Version?


Simple nya, Taylor Swift merekam ulang lagu-lagu lamanya agar dia bisa memiliki kontrol penuh atas rekaman asli atau master lagu-lagu tersebut. Taylor Swift tidak memiliki master untuk keenam album mulai dari 'Self Titled (2006)' sampai 'Reputation (2017)' karena di bawah kontrak label Big Machine Records. Nah, yang jadi masalah, label rekaman Big Machine Records yang sudah dibeli oleh Scooter Braun tersebut menjual master enam album Taylor Swift kepada perusahaan ekuitas swasta bernama Shamrock Holdings tanpa sepengetahuan Taylor Swift.


Pada tahun 2019, Taylor Swift sudah meminta izin untuk membeli semua master albumnya kepada Big Machine Records sebelum merilis album terbaru yang berjudul 'Lover (2019)'. Namun sayang, negosiasi antara Taylor Swift dan Big Machine Records tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Tahun berikutnya, ia kemudian bernegosiasi dengan Shamrock Holdings untuk memperjuangkan kembali master keenam albumnya. Namun Taylor Swift menolak menandatangani perjanjian dari pihak perusahaan karena terdapat poin larangan untuk membeberkan informasi negatif tentang Scooter Braun serta kedua belah pihak masih bisa mendapatkan untung dari keenam album Taylor Swift yang sudah dirilis itu.
Setelah merilis album Lover (2019), Folklore (2020) dan Evermore (2020), Taylor Swift memutuskan untuk merilis ulang keenam album lamanya secara bertahap.

1. Fearless (Taylor's Version) - April 2021
2. Red (Taylor's Version) - November 2021
3. Speak Now (Taylor's Version) - Juli 2023
4. 1989 (Taylor's Version) - Oktober 2023
5. Self Titled (Taylor's Version) - SOON
6. Reputation (Taylor's Version) - SOON



Setelah merilis album ke-10 yang bertajuk 'Midnights (2022)', Taylor Swift langsung menggelar rangkaian konser tur dunia 'The Eras Tour' mulai dari Maret 2023 di Amerika Serikat hingga akhir tahun 2024 mendatang. Namun sayang, konser 'The Eras Tour' tidak mampir ke Indonesia. Bahkan dalam daftar negara yang sudah dirilis sampai Oktober 2023, hanya Jepang dan Singapura saja yang disambangi oleh Taylor Swift di wilayah benua Asia. Jepang siap menggelar selama 4 hari di 7-10 Februari 2024 dan Singapura selama 6 hari di 2-4 Maret dan 7-9 Maret 2024.
Tak sedikit para Swifties Indonesia yang kecewa karena Indonesia tidak lagi dilirik setelah terakhir konser 'The Red Tour' yang diselenggarakan di MEIS Ancol pada Juni 2014 lalu. Padahal jika 'The Eras Tour' datang ke Indonesia, sudah tersedia dua Stadium besar yaitu Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium.



Awal Oktober kemarin, secara mengejutkan Taylor Swift mengumumkan jika konser 'The Eras Tour' siap hadir dalam format film layar lebar. Konser film bertajuk 'Taylor Swift: The Eras Tour' tersebut sudah tayang di bioskop Amerika Serikat sejak 13 Oktober 2023 dan untuk di Indonesia, film ini tayang mulai 3 November 2023. Yang menarik, Taylor Swift meminta filmnya tayang di bioskop pada hari Jum'at, Sabtu dan Minggu saja dengan alasan agar tidak mengganggu jam kerja dan jam belajar para penggemarnya. Kehadiran film 'Taylor Swift: The Eras Tour' di bioskop membuat beberapa film Hollywood 'ketakutan' untuk bersaing. Tercatat ada 8 film layar lebar Hollywood yang memutuskan menggeser jadwal tayang agar tidak berbarengan dengan film 'The Eras Tour'. Hahaha.
Setelah hampir satu bulan selama akhir pekan tayang di bioskop, film 'Taylor Swift: The Eras Tour' sukses mencetak Box Office diatas $241 juta Dollar Amerika Serikat dan akan terus bertambah mengingat filmnya masih tayang sampai akhir November 2023. Yang lebih gilanya lagi, film 'Taylor Swift: The Eras Tour' resmi mendapat predikat sebagai film konser musik terlaris sepanjang masa mengalahkan film-film konser musik dari Justin Bieber, Miley Cyrus, One Direction, Eddy Murphy, Katy Perry, Coldplay hingga grup K-Pop BTS.



Aku berkesempatan untuk bisa menonton film 'Taylor Swift: The Eras Tour' di hari perdana tayang di bioskop Indonesia pada Jum'at, 3 November lalu di Cinema XXI IMAX, Kelapa Gading Jakarta Utara. Tak disangka, semua showtime pada hari pertama penayangan 100% sold out. Padahal harga tiketnya lumayan loh. Berikut harga tiket film 'Taylor Swift: The Eras Tour' di bioskop jaringan Cinema XXI, CGV Cinemas, Cinepolis, Flix Cinemas:

Bioskop Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang & Bali Rp.200.000
Bioskop selain Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang & Bali Rp.150.000
IMAX Theater Rp.225.000
The Premiere XXI Rp.300.000

Film 'Taylor Swift: The Eras Tour' berdurasi 2 jam 50 menit dan tak disangka isinya FULL KONSER dari awal sampai akhir! Biasanya kan, film dokumenter konser musik tuh selalu ada selipan-selipan drama, behind the scene, interview dan lain-lain. Tapi treatment yang dilakukan oleh Taylor Swift dan sang sutradara yaitu Sam Wrench sangat berbeda. Penonton serasa nonton konser langsung berkat dukungan gambar yang sangat bagus dan suara menggelegar!


Yang lebih kerennya lagi, semua penonton diperbolehkan untuk berdiri, joget-joget, menyalakan flashlight ponsel atau membawa atribut konser selama menonton 'Taylor Swift: The Eras Tour'! Bahkan setiap lagu yang dinyanyikan, semua Swifties kompak joget dan bisa turun ke bawah untuk berjoget bersama loh! Sungguh pengalaman nonton film di bioskop yang sangat mengesankan! Berikut setlist lengkap film 'Taylor Swift: The Eras Tour' yang ditayangkan di bioskop:

1. Lover Era
- Miss Americana & the Heartbreak Prince
- Cruel Summer
- The Man
- You Need to Calm Down
- Lover


2. Fearless Era
- Fearless
- You Belong With Me
- Love Story


3. Evermore Era
- Willow
- Marjorie
- Champagne Problems
- Tolerate It



4. Reputation Era
- Ready for It?
- Delicate
- Don’t Blame Me
- Look What You Made Me Do


5. Speak Now Era
- Enchanted


6. Red Era
- 22
- We Are Never Ever Getting Back Together
- I Knew You Were Trouble
- All Too Well (10 Minute Version)


7. Folklore Era
- The 1
- Betty
- The Last American Dynasty
- August
- Illicit Affairs
- My Tears Ricochet


8. 1989 Era
- Style
- Blank Space
- Shake it Off
- Bad Blood

9. Suprise Songs
- Our Song
- You're Own Your Own, Kid

10. Midnights Era
- Lavender Haze
- Anti-Hero
- Midnight Rain
- Vigilante Shit
- Bejeweled
- Mastermind
- Karma



11. End Credit
- Long Live


Sebagai pembuka, part Lover Era sukses membakar semangat penonton berkat lagu upbeat serta visual Taylor Swift dengan para penari dan properti konser yang memukau! Cuma menurutku, penempatan lagu Cruel Summer terasa terlalu awal banget! Hahaha. Jadi buat kamu yang berencana mau nonton film 'Taylor Swift: The Eras Tour' jangan sampai terlambat datang ya!
Setiap Era yang dihadirkan memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri. Selain itu, Taylor Swift juga memiliki banyak kostum dan properti luar biasa untuk setiap Era yang dibawakannya. Salah satu kostum yang paling membuatku terpana yaitu saat Folklore Era dan Evermore Era. Unsur magis dan hutan belantara nya dapet banget! Ditambah lagi properti kabin rumah iconic dari dua Era tersebut membuat penampilan Taylor Swift semakin paripurna.


Aku sangat takjub dengan musikalitas dari Taylor Swift yang dimana pada setiap lagu di albumnya itu memiliki lirik yang bagus, puitis dan sangat menyatu dengan aransemennya. Bahkan tak sedikit para Swifties yang baru mengetahui vocabulary dan grammar baru dari lagu-lagu yang ditulis oleh Taylor Swift.
Durasi 2 jam 50 menit, film 'Taylor Swift: The Eras Tour' menurutku masih ada sedikit kekurangannya yaitu, beberapa lagu ternyata ditayangkan di versi filmnya. Lagu tersebut yaitu 'The Archer', 'Cardigan', Wildest Dreams' dan 'Long Live'. Oh iya satu lagi deh, durasi filmnya kalau bisa lebih dari tiga jam saja agar semua lagu Taylor Swift bisa ditampilkan hahaha. Berharap banget lagu 'Sparks Fly', 'White Horse', 'Back To December', 'Exile', 'The Way I Loved You', 'Did I Something Bad', 'Hits Different' dan masih banyaaaaaakkkkk lagi lagu-lagu Taylor Swift lainnya yang ingin aku saksikan secara live! huhuhu..

Wednesday, 8 November 2023

[Review] Sijjin: Kisah Cinta Ditolak Dukun Bertindak Yang Mengerikan!



#Description:
Title: Sijjin (2023)
Casts: Anggika Bolsterli, Ibrahim Risyad, Niken Anjani, Messi Gusti, Delia Husein, Elly D. Luthan, Oce Permatasari, M. N. Qomarrudin, Dewi Pakis, Deni Saputra, Bimo Satrio
Director: Hadrah Daeng Ratu
Studio: Rapi Films, Legacy Pictures, Skymedia


#Synopsis:
Irma (Anggika Bolsterli) masih belum bisa menerima kenyataan jika orang yang ia sangat cintai yaitu sepupunya sendiri, Galang (Ibrahim Risyad) sudah menikah dengan Nissa (Niken Anjani) dan memiliki seorang anak gadis beranjak remaja bernama Sofia (Messi Gusti). Hampir setiap saat Irma mencari kesempatan datang ke rumah sepupunya itu dengan berbagai alasan agar bisa bertemu dengan Galang. Selain itu, Irma juga selalu berbuat baik kepada Sofia dan juga Nissa supaya tidak menimbulkan kecurigaan.
Seiring berjalannya waktu, Galang semakin risih kepada Irma yang terus berusaha mendekatinya. Galang pun meminta Irma segera sadar jika hubungan mereka berdua telah berakhir lama. Selain itu, ia juga memaksa Irma untuk menjauhi dan tidak lagi mengganggu keluarganya. Meskipun sudah ditolak habis-habisan oleh Galang, tak membuat Irma jera. Ia makin terobsesi dan ingin dinikahi oleh sepupunya itu. Berbagai cara dilakukan oleh Irma agar bisa menaklukan hati Galang. Salah satunya dengan memanfaatkan kondisi kehamilannya yang meminta Galang untuk bertanggung jawab. Namun sayang, Galang tidak luluh dengan apa yang diucapkan Irma, karena ia tidak merasa menghamili sepupunya itu. Galang kemudian memberikan uang dan meminta Irma untuk segera pergi menjauhi setelah selesai dirawat di rumah sakit.
Kesabaran Irma pun ada batasnya. Setelah semua upaya yang dilakukan gagal, Irma pun akhirnya mengambil jalan pintas dengan nekat mendatangi dukun yaitu Pak Ikhsan (MN Qomarrudin). Dengan ditemani oleh adiknya, Wulan (Delia Husein), Irma meminta bantuan pada Pak Ikhsan agar bisa mendapatkan cinta dan menjadi perempuan satu-satunya di hidup Galang. Sebelum mengiyakan permintaan Irma, Pak Ikhsan memperingatkan jika pengiriman santet memiliki resiko yang besar. Namun Irma tetap bersedia melakukan hal tersebut tanpa memperdulikan nasib Nissa dan juga anaknya, Sofia.
Wulan pun berusaha menghentikan rencana kakaknya itu. Namun sayang, Irma tetap ngotot ingin melanjutkan ritual dengan Pak Ikhsan. Irma kemudian datang ke rumah Galang untuk mengambil beberapa benda sesuai permintaan Pak Ikhsan. Setelah berhasil mendapatkan apa yang diminta, Pak Ikhsan melakukan ritual yang bersekutu dengan iblis jahat. Santet tersebut dikirimkan selama lima hari berturut-turut kepada Nissa dan pada hari terakhir, Nissa akan tewas secara mengenaskan.
Hari demi hari terus berlalu. Nissa mulai merasakan ada yang tak beres di rumahnya. Hampir setiap hari ia mengalami gangguan mistis dan melihat penampakan mengerikan. Namun anehnya, bukan Nissa saja yang merasakan hal tersebut. Ibu kandungnya yang sedang sakit yaitu Ibu Teti (Elly D. Luthan) dan juga Galang mulai mengalami hal serupa. Memasuki hari terakhir kiriman santet, keadaan semakin kacau. Nissa mengalami kerasukan dan orang-orang disekitarnya pun diterror oleh sosok gaib yang mengancam nyawa mereka semua. Apa yang sebenarnya terjadi pada Nissa, Galang dan juga Irma?


#Review:
Rumah produksi Rapi Films menghadirkan film horror terbarunya yang kali ini remake resmi dari film horror Box Office asal Turki berjudul SICCIN (2014). Film versi Indonesia nya ini memiliki judul SIJJIN (2023) dan disutradarai oleh kreator film JAGA POCONG (2018) dan MAKMUM (2019) yaitu Hadrah Daeng Ratu.


Aku berkesempatan hadir pada acara pemutaran perdana film SIJJIN (2018) yang sukses digelar pada Senin (7/11) lalu di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Pada kesempatan tersebut, Produser dari Rapi Films dan penulis naskah Lele Laila mengungkapkan rasa senang sekaligus bahagia karena proses untuk mendapatkan lisensi remake dari kreator film SICCIN di Turki cukup mudah hanya dengan satu syarat yaitu tidak mengubah plot secara drastis dari versi aslinya. Yang tak kalah menarik, Non Hadrah memberikan apresiasi kepada para aktor yang terlibat di film ini karena bersedia melakukan adegan-adegan cukup berbahaya tanpa bantuan pemeran pengganti. Ia sangat senang saat melihat totalitas dari Anggika Bolsterli, Niken Anjani, Delia Husein dan Ibrahim Risyad yang berani mengambil adegan-adegan ekstrim dalam sebuah film horror.


Untuk segi cerita, film SIJJIN (2023) menarasikan tentang kalimat populer 'Cinta Ditolak, Dukun Bertindak' dengan balutan horror dan juga adegan-adegan yang cukup sadis. Sebagai penonton yang belum sempat menonton versi Turki nya, plot dari film SIJJIN (2023) disini terasa otentik berkat pendalaman karakternya cukup jelas dan juga complicated. Bisa-bisanya naksir dan cinta mati kepada sepupu sendiri. Motivasi dari karakter Irma disini terasa kuat meskipun pada kenyataannya dia itu sudah melakukan kesalahan fatal. Plot twist yang dihadirkan Lele Laila dan Hadrah Daeng Ratu pun tidak terlalu istimewa karena sudah bisa ditebak dengan mudah gara-gara satu adegan di awal film hahaha. Yang cukup disayangkan dari film SIJJIN (2023) menurutku yaitu background cerita asmara Irma dan Galang tidak dijelaskan dengan baik, padahal jika sedikit dieksplor bisa tampil lebih emosional untuk mendukung salah satu pihak. Selain itu, moment terror santet selama lima hari yang dialami oleh keluarga Galang pun eksekusinya masih kurang mencekam. Serangkaian adegan sadisnya sih sudah oke, namun entah kenapa suasana terror dan atmosfer untuk menimbulkan suasana seramnya masih kurang banget. Padahal moment lima hari tersebut bisa menjadi lahan sempurna untuk menciptakan kengerian sebuah film horror bertema santet. Adegan pamungkas yang melibatkan Ustadz disini pun eksekusinya kurang eksploratif, malah masih jauh lebih bagus QODRAT (2023) kemana-mana.
Untuk jajaran pemain, Anggika Bolsterli emang tak main-main dalam urusan kualitas akting. Kesan ganjen dan nakalnya terpancar kuat lewat gesturenya. Debut Niken Anjani dalam film bergenre horror pun tidak terlalu mengecewakan. Ada satu adegan yang dilakukan karakter Nissa sukses bikin enek penonton! Penampilan Ibrahim Risyad disini cukup pas meskipun masih bisa ditingkatkan lebih baik lagi karena di film SIJJIN (2023) ini dirinya mendapat screentime cukup banyak.
Untuk segi audio dan visual, film SIJJIN (2023) masih setia mengikuti trademark film-film horror Indonesia yang serba maksimal. Produksi Rapi Films untuk genre horror emang tidak perlu diragukan lagi sih. Overall, film SIJJIN (2023) tampil cukup memuaskan dan menjadi horror terbaik dari Non Hadrah sejauh ini.


[7.5/10Bintang]

Thursday, 2 November 2023

[Review] Love Reset - 30 Days: Drama Pasutri Jelang Cerai Malah Hilang Ingatan!



#Description:
Title: Love Reset (2023)
Casts: Kang Ha-Neul, Jung So-Min, Kim Sun-Young, Hwang Se-In, Lim Chul-Hyung, Yoon Kyung-Ho, Jo Min-Soo, Uhm Ji-Yoon, Song Hae-Na
Director: Nam Dae-Jung
Studio: Woolim Films, TH Story, CBI Pictures


#Synopsis:
Hong Na-Ra (Jung So-Min) nekat pergi meninggalkan acara pernikahannya dan memilih untuk kembali menjalin hubungan dengan sang mantan yaitu No Jeong-Yeol (Kang Ha-Neul). Kedua orang tua mereka pun tak bisa menghentikan hubungan Na-Ra dan Jeong-Yeol karena masih saling mencintai satu sama lain. Mereka pun sepakat untuk segera menikah dan tinggal bersama di apartment pemberian dari orang tua Na-Ra.
Beberapa tahun kemudian, hubungan Na-Ra dan Jeong-Yeol semakin mengkhawatirkan. Keduanya sering bertengkar. Semua keburukan dari mereka berdua kini tak bisa dihindari lagi. Na-Ra yang berprofesi sebagai produser film dianggap jorok dan berselingkuh dengan sutradara di lokasi syuting. Sementara itu, Jeong-Yeol yang bekerja sebagai seorang pengacara hukum dianggap tidak becus sebagai suami oleh sang istri. Ditambah lagi, Jeong-Yeol berasal dari keluarga sederhana yang serba menghemat, dibandingkan dengan Na-Ra yang berasal dari keluarga kaya raya. Karena tidak menemukan titik damai, Na-Ra dan Jeong-Yeol akhirnya sepakat untuk bercerai. Namun sayang, setelah melewati proses mediasi, keduanya tidak bisa langsung masuk ke persidangan cerai. Mereka harus menunggu selama 30 hari kedepan.
Dalam perjalanan pulang dari pengadilan, mobil yang kendarai Na-Ra dan Jeong-Yeol mengalami kecelakaan. Mobil mereka ditabrak oleh truk saat melintas di jalan raya. Beruntung, kejadian tersebut tak merenggut nyawa Na-Ra dan Jeong-Yeol. Setelah tersadar dari perawatan rumah sakit, mereka terkejut karena tidak bisa mengingat apapun. Dokter menyatakan jika Na-Ra dan Jeong-Yeol mengalami amnesia. Untuk memulihkan kembali ingatan mereka, keduanya disarankan untuk tinggal bersama sebagai suami istri. Na-Ra dan Jeong-Yeol merasa sungkan karena tidak mengenal satu sama lain. Kedua pihak keluarga awalnya tidak setuju dengan saran dokter tersebut karena Na-Ra dan Jeong-Yeol sedang dalam proses perceraian. Mereka khawatir jika tinggal bersama dalam kondisi amnesia akan menimbulkan perasaan baru dan perceraian pun dibatalkan. Pihak keluarga Na-Ra kemudian meminta anak kedua mereka yaitu Hong Na-Mi (Hwang Se-In) untuk mengawasi sang kakak dan suaminya selama tinggal bersama di apartment.
Selama tinggal bersama, Na-Ra dan Jeong-Yeol berubah menjadi sosok yang jauh lebih baik. Meskipun mereka sama sekali tidak bisa mengingat pernah saling membenci satu sama lain, namun kebersamaan yang terjalin kali ini terasa lebih dewasa dan tidak ada pertengkaran. Melihat sang kakak yang kembali akur dengan suaminya membuat Na-Mi khawatir. Namun hal berbeda diperlihatkan oleh teman-teman Na-Ra maupun Jeong-Yeol. Mereka sangat senang melihat pasangan suami istri itu kembali akur meskipun harus mengalami amnesia terlebih dahulu. Bagaimanakah nasib rumah tangga Na-Ra dan Jeong-Yeol selanjutnya?


#Review:
Industri sinema Korea Selatan selalu menghadirkan ide dan cerita yang luar biasa. Salah satunya yang terbaru yaitu film LOVE RESET: 30 DAYS (2023) yang dirilis di bioskop Indonesia mulai awal November kemarin. Dari trailer yang dirilis, sebetulnya film ini tidaklah memiliki sesuatu yang baru. Ceritanya pun simple tentang drama pasangan suami istri yang sudah tidak menemukan kecocokan satu sama lain dan memutuskan untuk bercerai. Namun sineas Korea Selatan selalu ada aja celah untuk mengeksplorasi cerita-cerita sederhana menjadi sebuah plot film yang bagus, menghibur dan tak lupa juga menitikan air mata!


Jika selama ini sinema Korea Selatan bergenre drama selalu penuh dengan hal-hal manis, lucu, romantis dan bikin baper, di film LOVE RESET (2023) kali ini, semua formula klasik tersebut didobrak oleh pasangan karakter Na-Ra dan Jeong-Yeol. Love hate relationship mereka jempolan selalu berhasil membuat penonton tertawa. Yang lebih menarik lagi, background story dari kedua karakter dan keluarganya semakin memperkaya plot film LOVE RESET (2023).


Semua permasalahan serta konflik yang terjadi diantara kedua belah pihak keluarga sangat menghibur dan bisa related dengan kehidupan sehari-hari penonton yang sudah menjalin rumah tangga. Awalnya aku sempat khawatir saat plot cerita memasuki kedua karakter hilang ingatan. Tapi ternyata, sang sutradara dan tim penulis naskah sukses mengemasnya dengan memuaskan. Moment selama 30 hari tersebut menjadi senjata ampuh untuk memainkan emosi penonton. Semua perasaan campur aduk jadi satu. Top!
Overall, film LOVE RESET (2023) auto salah satu film Korea Selatan yang memuaskan dan pasti gak bakal bosen untuk ditonton berulang-ulang! Terima kasih CBI Pictures sudah bersedia membawa film ini ke Indonesia!


[8.5/10Bintang]