[Review] Kuasa Gelap 2 Perjanjian Darah: Pertarungan Iman Melawan Iblis Rephaim & Menuntaskan Trauma Masa Lalu!

 


#Description:
Title: Kuasa Gelap: Perjanjian Darah - Dominion of Darkness: Rephaim (2026)
Casts: Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Venly Arauna, Febby Febiola, Ferry Salim, Lydia Kandou, Kiki Narendra, Sisca Saras, Keysha Angelica, Faiz Vishal, Abiyyu Barakbah, Pipien Putri, Lea Ciarachel, Astrid Tiar
Director: Rizal Mantovani
Studio: Paragon Pictures, Ideosource


#Synopsis:
Romo Rendra (Lukman Sardi) dan Romo Thomas (Jerome Kurnia) menerima panggilan telepon dari Suster Aloysia (Lydia Kandou) mengenai kasus kesurupan yang dialami seorang pemuda di Desa Banyumukti, Surabaya, Jawa Timur. Setelah mengantongi izin dari Romo Wicaksana (Kiki Narendra) dan pihak keuskupan, keduanya langsung berangkat dari Jakarta. Selama perjalanan, Romo Rendra tampak gelisah karena harus ke Desa Banyumukti yang merupakan kampung halamannya. Ia tumbuh di sana dan tinggal di sebuah panti asuhan sejak kecil hingga remaja. Desa Banyumukti merupakan kawasan pemukiman nelayan di pesisir pantai dan dekat dengan beberapa dermaga. Setelah menempuh perjalanan panjang dan tiba di sana, Romo Rendra dan Romo Thomas disambut hangat oleh Suster Aloysia beserta anak-anak panti asuhan.
Suster Aloysia langsung menceritakan kondisi Daniel (Venly Arauna), putra dari Ibu Linda (Febby Febiola), salah satu jemaat gereja. Sudah beberapa minggu terakhir, Daniel kerap mengalami kerasukan hingga melukai dirinya sendiri. Ibu Linda merupakan istri dari Pak Halim (Ferry Salim), pengusaha tangkapan laut yang meneruskan bisnis keluarga istrinya secara turun-temurun. Pak Halim sendiri merupakan sesama alumni panti asuhan tempat Romo Rendra dibesarkan. Namun, hubungan persahabatan antara Romo Rendra dan Pak Halim telah lama renggang sejak tragedi tenggelamnya sahabat mereka, Bayu (Faiz Vishal) yang terjadi saat Rendra sibuk berkelahi dengan anak-anak lain. Sejak saat itu, Halim memutuskan untuk tidak lagi berteman dan menjauhi Rendra.
Keesokan harinya, Romo Rendra dan Romo Thomas mendatangi rumah Ibu Linda. Di sana, sang ibu menceritakan bahwa putra tunggalnya, Daniel, kerap bertingkah aneh dan melukai dirinya sendiri setiap malam tiba. Pihak keluarga sebenarnya sudah membawa Daniel ke rumah sakit, tetapi dokter menyatakan kesehatan fisik maupun mentalnya dalam kondisi yang baik. Sadar akan kejanggalan pada dirinya, Daniel memilih mengurung diri di rumah. Keputusan ini didukung penuh oleh ibunya serta sang kekasih, Nia (Keysha Angelica), yang setia menemani.
Saat melangkah ke kamar Daniel, Romo Rendra dapat merasakan langsung aura kegelapan dari entitas gaib yang mengikat pemuda itu. Namun, kehadiran kedua pastor tersebut memicu amarah Pak Halim. Ia langsung mengusir Romo Rendra dan Romo Thomas dari rumahnya. Pak Halim menolak keras anggapan mistis dan bersikeras akan membawa Daniel berobat ke luar negeri pekan depan, karena ia yakin jika penanganan medis modern adalah satu-satunya jalan kesembuhan bagi putranya.
Waktu terus berjalan, teror mistis di rumah Ibu Linda semakin meningkat. Setiap tengah malam, suara ganjil dan dentuman misterius bergema dari luar rumah hingga kamar Daniel, merambat menjadi gangguan fisik yang hampir merenggut nyawa mereka berdua. Tak sanggup lagi menanggung ketakutan, Ibu Linda diam-diam memanggil kembali Romo Rendra dan Romo Thomas ketika suaminya sedang bekerja di dermaga. Kedua Pastor itu langsung membagi tugas. Romo Thomas ditugaskan memantau kondisi keluarga Pak Halim secara berkala, sementara Romo Rendra bergerak menyusuri desa, menggali rumor dari warga sekitar, menginterogasi para buruh dermaga, serta menelaah literatur kuno di perpustakaan gereja bersama Suster Aloysia. Dari sana, Romo Rendra mulai mencium aroma kejanggalan di balik kejayaan usaha hasil laut milik keluarga Ibu Linda.
Terjadi sebuah insiden tak terduga ketika Romo Thomas terpaksa bertindak sendirian. Mendapat kabar darurat dari Ibu Linda bahwa Daniel kerasukan dan menyerang dirinya, Romo Thomas nekad menggelar ritual eksorsisme tanpa pendamping. Namun sayang, kekuatan kegelapan yang menguasai Daniel jauh melampaui perkiraannya. Ritual tersebut berubah menjadi mimpi buruk. Kekuatan gaib yang merasuki Daniel semakin tidak terkendali hingga merenggut nyawa Nia di depan mata mereka. Didera rasa bersalah yang mendalam atas kematian Nia, hak Romo Thomas untuk memimpin eksorsisme dibekukan sementara oleh Romo Rendra.
Di tengah duka dan ancaman yang kian nyata, Romo Rendra akhirnya menemukan jawaban kelam di balik penderitaan Daniel. Entitas yang menggerogoti jiwa pemuda itu adalah iblis kuno bernama Rephaim. Daniel bukan sekadar korban kesurupan biasa, ia adalah komoditas dari perjanjian darah di masa lalu. Demi memperoleh kekayaan melimpah dan kejayaan bisnis tak terbatas, Lilianna (Pipien Putri), mendiang neneknya Daniel, telah menumbalkan keturunannya sendiri. Tepat saat Daniel menginjak usia 25 tahun, Rephaim akan datang menagih janji untuk mengambil jiwanya utuh. Kenyataan pahit ini mengejutkan Pak Halim dan Ibu Linda, yang selama ini tidak mengetahui jika seluruh kemewahan hidup mereka dibangun di atas perjanjian darah dengan iblis. Kini, jarum jam menjadi musuh terbesar mereka. Tepat tengah malam nanti, Daniel akan genap berusia 25 tahun. Romo Rendra dan Romo Thomas harus bertaruh nyawa dan iman untuk merebut kembali jiwa Daniel sebelum Rephaim menyeretnya ke neraka untuk selama-lamanya.


#Review:
Sebagai pelopor film horror Indonesia bertema eksorsisme katolik, film KUASA GELAP (2024) produksi Paragon Pictures dan Ideosource sukses mencetak lebih dari 1.4 juta penonton selama penayangan di bioskop. Tak membutuhkan waktu lama, produser Robert Ronny langsung tancap gas menghadirkan sekuelnya yang berjudul KUASA GELAP: PERJANJIAN DARAH (2026). Dengan budget produksi yang lebih besar dari film pertamanya, maka tak heran jika film kedua dari Kuasa Gelap Cinematic Universe ini punya potensi yang menjanjikan.


Untuk segi cerita, film KUASA GELAP 2 (2026) mengambil latar kawasan pesisir Desa Banyumukti, Surabaya yang tidak hanya menjual teror mistis yang mencekam, tetapi juga menggali masa lalu kelam dari karakter Romo Rendra. Penonton diajak untuk flashback masa-masa remaja Rendra saat masih tinggal di panti asuhan yang dikenal punya jiwa pemberani. Keputusan untuk mengeksplor karakter Romo Rendra merupakan langkah yang tepat, karena di film pertamanya sendiri fokus cerita bertumpu pada karakter Romo Thomas. Elemen mistis dan aksi eksorsisme yang disajikan kali ini memang jauh lebih kompleks dan masif dibandingkan film pertamanya. Robert Ronny yang turut bertindak sebagai penulis cerita dan skenario menurutku berhasil meningkatkan aksi eksorsisme ke level yang cukup sulit. Hal tersebut bisa penonton lihat effort dari kedua Pastor yang sudah berkali-kali melakukan pengusiran terhadap karakter Daniel namun tak kunjung mempan. Ide tentang perjanjian darah dengan iblis bernama Rephaim pun eksekusinya tidak terlalu mengecewakan karena tetap dipadukan dengan elemen Katolik yang semakin kuat dan meyakinkan. Ritual eksorsisme yang disajikan tidak lagi sekadar pertarungan mantra, melainkan pertempuran iman yang mempertaruhkan nyawa dan penebusan dosa masa lalu.
Meskipun hadir dengan skala yang lebih masif, film KUASA GELAP 2 (2026) masih menyisakan celah yang sama dengan film pertamanya yaitu aspek dalam penulisan dialog. Sepanjang film, interaksi antar karakter masih terasa kaku, formal, dan terlampau tunduk pada naskah. Kalimat-kalimat yang diucapkan para karakter terdengar seperti kalimat baku yang dibacakan langsung dari lembar skenario, bukannya tutur kata organik yang lahir dari situasi nyata. Interaksi romantisme maupun kepedulian antara karakter Daniel dengan Nia serta keterikatan emosional keduanya sulit menyentuh hati penonton karena dialog yang mereka lontarkan terasa baku. Selain itu, elemen jump scared nya juga belum menampilkan sesuatu yang baru. Adegan horror yang dialami karakter Ibu Linda menurutku terlalu repetitif. Ditambah lagi responnya nyaris sama semua. Visualisasi iblis Rephaim nya pun masih terlihat CGI banget. Padahal saat adegan situasi dan kondisi rumah semakin chaos, visualisasi kekacauan serta akar-akar pohon yang menjalar ke seluruh ruangan sudah sangat bagus.


Untuk jajaran pemain, kembalinya duo Pastor yang diperankan Lukman Sardi dan Jerome Kurnia menjadi tumpuan utama yang menjaga dinamika cerita tetap solid. Chemistry keduanya pun semakin kuat dan aku berharap mereka berdua terus dipasangkan sebagai duo Pastor di Cinematic Universe Kuasa Gelap. Febby Febiola dan Ferry Salim berhasil menampilkan dinamika pasangan suami-istri yang terjebak dilema antara logika, rasa cemas dan mempertahankan sisi realistis dalam menghadapi anaknya. Apresiasi juga harus kita berikan kepada Venly Arauna yang tampil memukau menanggung beban fisik dan emosional sebagai Daniel, korban utama dari ikatan gaib keluarga yang kian tak terkendali. Aksi kerasukan di babak akhir film benar-benar menyeramkan dan jauh lebih bagus dibandingkan aksi kerasukan yang terjadi di film pertama.
Untuk urusan visual, film KUASA GELAP 2 (2026) tampil lebih grande. Dengan budget produksi yang melimpah, Paragon Pictures dan Ideosource sangat leluasa menampilkan latar cerita di kawasan pesisir pantai serta rumah mewah bernuansa China klasik yang otentik. Pengalaman menonton film ini terasa semakin imersif karena tersedia juga dalam format teknologi bioskop modern seperti IMAX, 4DX, dan Magnify 8. Layar raksasa dan ketajaman resolusi IMAX berhasil menampilkan kedalaman detail visual serta audio yang menggelegar di setiap adegan. 
Overall, film KUASA GELAP 2 (2026) merupakan sekuel yang matang karena berhasil menyeimbangkan aksi eksorsisme yang intens dengan pembangunan drama karakter yang kuat. Film ini bukan sekadar pamer teror iblis saja, melainkan sebuah eksplorasi mendalam tentang rasa bersalah, penerimaan masa lalu, dan pertaruhan iman di titik tergelap kehidupan manusia.


[7.5/10Bintang]