Friday, 25 August 2023

[Review] Talk To Me: Bersenang-Senang Dengan Cara Ritual Memanggil Arwah!



#Description:
Title: Talk To Me (2023)
Casts: Sophie Wilde, Alexandra Jensen, Joe Bird, Miranda Otto, Otis Dhanji, Zoe Terakes, Chris Alosio, Alexandria Steffensen, Marcus Johnson, Ari McCarthy, Sunny Johnson
Director: Danny Philippou, Michael Philippou
Studio: Screen Australia, South Australian Film, Causeway Films, A24


#Synopsis: 
Hubungan Mia (Sophie Wilde) dengan ayahnya, Max (Marcus Johnson) semakin renggang setelah kematian tragis sang ibu, Rhea (Alexandria Steffensen) yang sudah terjadi dua tahun lalu. Mia pun lebih sering tinggal di rumah sahabat kecilnya yaitu Jade (Alexandra Jensen) ketimbang harus bertemu dengan ayahnya. Kehadiran Mia membuat ibu dari Jade yaitu Sue (Miranda Otto) merasa senang dan tak merasa keberatan karena Mia sudah sering membantu Jade dan juga adiknya, Riley (Joe Bird).
Suatu malam, Mia, Jade dan Riley izin keluar rumah untuk menghadiri acara di rumah teman sekelas mereka yaitu Hayley (Zoe Terakes). Bersama dengan teman-teman lainnya mereka berpesta dengan cara tak biasa. Joss (Chris Alosio) membawa sebuah benda berbentuk tangan yang konon bisa melakukan ritual pemanggilan arwah dengan cara memegang tangan tersebut sambil mengucapkan 'bicaralah padaku'. Setelah itu, arwah yang datang langsung merasuki tubuh jika mengucapkan 'aku mengizinkanmu masuk'. Joss mengatakan ritual tersebut harus dilakukan selama 90 detik saja, jika melebihi batas yang ditentukan maka arwah tersebut akan menetap selamanya dalam tubuh. Untuk meningkatkan keseruan, mereka sering merekam hal tersebut dan diunggah ke sosial media. Konten video kerasukan yang diunggah Hayley dan Joss ini selalu menjadi Trending Topic di kalangan anak-anak muda disana.
Mia pun memberanikan diri untuk mencoba permainan tersebut. Saat mengucapkan 'bicaralah padaku' ia dibuat terkejut karena bisa melihat arwah didepan matanya. Awalnya Mia ketakutan, namun karena makin penasaran, ia melanjutkan permainan dengan mengucapkan 'aku mengizinkanmu masuk'. Seketika Mia langsung kerasukan arwah yang ada didepannya. Setelah selesai, Mia merasakan kesenangan luar biasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
Keesokan harinya, Mia dan Jade berencana melakukan permainan itu lagi di rumah mereka setelah sang ibu berangkat kerja. Waktu malam pun tiba. Hayley, Joss, Daniel (Otis Dhanji) dan teman-teman lainnya tiba di rumah Jade. Tanpa berlama-lama lagi, mereka langsung melakukan permainan secara bergiliran. Suasana rumah yang harusnya nampak seram, tiba-tiba penuh kegembiraan karena saat mereka kerasukan sering bertingkah aneh dan membuat yang lain tertawa. Melihat keseruan yang terjadi membuat Riley tertarik ingin mencoba permainan tersebut. Namun sayang, Jade melarangnya dengan alasan Riley masih dibawah 17 tahun. Ia pun memutuskan pergi meninggalkan teman-temannya dan meminta Riley untuk pergi juga. Selain Jade, Joss dan Hayley pun sepakat tidak mengizinkan Riley untuk mencoba permainan karena beresiko tinggi. Tapi Mia malah sebaliknya, ia malah mengizinkan Riley untuk mencobanya namun dengan batas waktu hanya 50 detik saja. Setelah memulai permainan, nampaknya Riley dirasuki oleh arwah mendiang ibunya Mia dan berusaha berkomunikasi dengan Mia. Joss dan Hayley berusaha untuk menghentikan permainan tersebut karena sudah melewati batas waktu, Namun Mia menahannya karena ingin terus berbicara dengan arwah sang ibu. Tiba-tiba Riley tak sadarkan diri dan langsung melukai dirinya sendiri secara berulang kali. Kejadian tak terduga itu membuat Jade dan Sue kecewa sekaligus marah terhadap Mia. Riley kini tak sadarkan diri dengan luka parah di bagian muka dan harus dirawat intensif di rumah sakit.
Setelah kejadian yang menimpa Riley, Mia kini dihantui rasa bersalah. Untuk menebus kesalahannya, Mia terpaksa melakukan permainan 'bicaralah padaku' lagi agar bisa berkomunikasi lagi dengan ibunya. Setelah berhasil, sang ibu meminta Mia untuk segera menolong Riley sebelum semuanya terlambat. Akankah Mia berhasil menyelamatkan Riley meskipun orang-orang disekitarnya menolak kehadiran Mia?


#Review:
Summer Movies tahun ini, Hollywood digemparkan dengan sebuah film horror asal Australia berjudul TALK TO ME (2023) yang dianggap sebagai film horror bioskop paling menyeramkan untuk tahun ini. Popularitas film ini semakin melesat setelah Rotten Tomatoes memberikan Fresh Certified 95% dan terus mendapat ulasan positif dari para pecinta film. Setelah penantian cukup panjang, akhirnya film TALK TO ME (2023) resmi tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 23 Agustus 2023. 


Untuk segi cerita dan premis yang dihadirkan, film TALK TO ME (2023) tidaklah memberikan sesuatu yang baru. Formula basi tentang sekumpulan remaja yang iseng melakukan permainan ritual pemanggilan arwah, lalu kerasukan dan mengancam nyawa mereka sudah banyak kita temui dalam film-film horror. Sebut saja, Ouija, Jelangkung, Bloody Mary dan masih banyak lagi. Tapi siapa sangka, dibalik formula basi tersebut, film TALK TO ME (2023) berhasil mengeluarkan sisi lain yang segar dan beda dari yang lainnya. Sejak menit pertama bergulir saja, penonton langsung disuguhkan dengan sebuah adegan singkat namun bikin traumatis. Plot berikutnya pun demikian, saat menceritakan kejadian yang dialami oleh karakter Mia dan teman-temannya, suasana permainan 'Talk To Me' dibuat sangat intens dan juga bikin merinding. Apalagi disaat mereka mengalami kerasukan. Sumpah ya mulai dari gesture, gaya bicara, tatapan matanya mereka benar-benar mengerikan! Salah satu adegan favoritku di film ini saat karakter Riley mengalami kerasukan. Gila sih, pengambilan gambar nya emang harus sedekat itu ya? Benar-benar nyata dan bikin ngilu banget! Hal yang menonjol selanjutnya dari film ini terasa dari sisi depresif yang dihadirkan lewat karakter Mia. Penonton bisa dengan mudah meraskan rasa bersalah dan juga depresi dari Mia yang bertubi-tubi mengalami kejadian misterius setelah melakukan permainan 'Talk To Me'. Konflik penyelesaian disini pun cukup memuaskan dan memilih main aman, padahal sebenarnya masih bisa dibuat lebih kompleks lagi loh.
Untuk jajaran pemain, penampilan para aktor muda asal Australia ini emang berhasil bikin penonton kesal dengan segala kelakuan mereka. Khususnya bagi Sophie Wilde pemeran Mia yang menjadi paling kuat dan menonjol dalam film ini.
Pengalaman sinematik dari film TALK TO ME (2023) memang harus ditonton di bioskop sih. Sound design, tata suara dan scoring musiknya benar-benar Disturbing banget. Bahkan baru pertama kali nih di tahun ini aku ngerasain bagian sound dalam film horror terasa berada di level maksimal. Yang patut diapresiasi selanjutnya yaitu mayoritas adegan berbahaya di film ini ternyata menggunakan teknik praktikal dan tidak mengandalkan bantuan visual efek ataupun CGI. Namun ada satu hal yang cukup mengganggu. Ini sih bukan berasal dari filmnya, melainkan penggunaan Subtitle Bahasa Indonesia nya ada di beberapa bagian tidak tersinkronisasi dengan pas. Ada yang muncul terlalu cepat dan juga lambat. Tumben banget. Dear Cinema XXI coba deh Resync Subtitle nya lagi.
Overall, memang sangat cocok film TALK TO ME (2023) dinobatkan sebagai film horror terbaik di tahun ini. Premis basi namun bisa menghadirkan sesuatu yang fresh dan belum ada dalam film-film horror sebelumnya. Aku sangat yakin kedepannya permainan 'Talk To Me' bakal menjadi ikonik seperti halnya Jelangkung, Ouija dan Bloody Mary!


[9/10Bintang]

Tuesday, 15 August 2023

[Review] The Moon: Kisah Survival Astronot Korea Selatan Yang Terdampar Di Bulan



#Description:
Title: The Moon (2023)
Casts: Sul Kyung-Gu, Doh Kyung-Soo, Kim Hee-Ae, Jo Han-Chul, Park Byung-Eun, Choi Byung-Mo
Director: Kim Yong-Hwa
Studio: Vlad Studio, CJ ENM Studios, CBI Pictures


#Synopsis:
Tahun 2024, Korea Selatan mengirimkan tiga astronot untuk pertama kalinya ke bulan. Segala persiapan dan latihan telah dilakukan oleh Korea Aeronautics Space Center (KASC) agar misi pertama ini bisa berjalan dengan lancar. Namun takdir berkata lain, di tengah peluncuran, pesawat yang digunakan oleh tiga astronot itu meledak setelah lepas landas dari bumi. Atas kejadian tersebut, Korea Selatan mendapat peringatan keras dari NASA agar menunda semua rencana eksplorasi bulan dan luar angkasa sampai benar-benar matang.
Lima tahun berlalu, Korea Selatan kembali lagi melakukan peluncuran kedua mereka ke bulan dengan tiga astronot baru yaitu Lee Sang-Won (Kim Rae-Won), Choo Yoon-Jong (Lee Yi-Kung) dan Hwang Sun-Woo (Doh Kyung-Soo). Ketiganya sudah mendapatkan pelatihan lebih intens sebelum lepas landas menuju bulan. Persiapan yang dilakukan KASC kali ini semakin matang demi tragedi lima tahun lalu tidak terulang lagi.


Hari yang dinanti pun tiba. Ketiga astronot dan pesawat luar angkasa siap lepas landas. Beruntung, semuanya berjalan dengan lancar. Pesawat milik KASC berhasil mengorbit di luar angkasa dan bersiap untuk menuju bulan. Dalam perjalanan menuju bulan, mereka sempat kehilangan kontak dengan bumi karena terkena badai matahari yang menyebabkan terganggunya gelombang satelit. Beberapa panel bagian pesawat pun terkena dampak dan harus segera diperbaiki secara manual oleh awak pesawat. Disaat Lee Sang-Wong dan Choo Yoon-Jong memperbaiki kerusakan panel di badan pesawat, mereka mendeteksi adanya kebocoran bahan bakar dan menyebabkan ledakan. Kejadian tersebut membuat mereka berdua harus melepaskan diri dari pesawat agar keadaan tidak semakin buruk. Hwang Sun-Woo yang menjadi satu-satunya yang tersisa di dalam pesawat harus ikhlas merelakan kepergian kedua temannya dan berjuang untuk segera meminta bantuan ke bumi untuk proses evakuasi secepatnya.
Setelah komunikasi dengan bumi tersambung, tim KASC yang ada di bumi mengarahkan Hwang Sun-Woo untuk segera mengambil alih pesawat dan meninggalkan orbit bulan. Namun rupanya, Hwang Sun-Woo ingin tetap melanjutkan misi untuk mendarat di bulan demi mewujudkan impian kedua rekannya dan menjadi sejarah bagi Korea Selatan. Atas dasar tersebut, tim KASC pun langsung kembali ke rencana semula dan memandu astronotnya itu untuk bisa segera mendarat di bulan.


Setelah menempuh waktu yang cukup panjang, akhirnya Hwang Sun-Woo berhasil menginjakan kaki di bulan. Dengan menggunakan kendaraan dan Drone yang telah tersedia, ia siap mengeksplor dan mengambil beberapa Sample material dari bulan untuk dibawa ke bumi. Setelah berhasil menjalankan misinya dan kembali menuju pesawat, Hwang Sun-Woo harus menghadapi hujan meteor yang tiba-tiba menghantam permukaan bulan. Ia berusaha sekuat tenaga menyelamatkan diri dan segera pergi meninggalkan bulan. Namun usahanya itu sia-sia, Hwang Sun-Woo beserta pesawat kecilnya terhempas ke bagian paling jauh dari Bulan.


Hal tersebut membuat tim KASC dan warga Korea Selatan panik setengah mati. Mereka pun meminta bantuan pada mantan Flight Director KASC yaitu Kim Jae-Guk (Sol Kyung-Gu) yang memahami pengoperasian manual pesawat luar angkasa yang sedang digunakan oleh Hwang Sun-Woo di bulan. Selain itu, Kim Jae-Guk juga diam-diam menghubungi mantan rekannya yaitu Yoon Moon-Young (Kim Hee-Ae) yang kini menjabat sebagai direktur di NASA untuk meminta bantuan agar bisa mengakses jalur komunikasi ke pesawat Hwang Sun-Woo. Akankah astronot pertama asal Korea Selatan ini berhasil kembali ke bumi? Atau malah selamanya terjebak di bulan?


#Review:
Industri perfilman Korea Selatan memang semakin menunjukkan peningkatan yang sangat pesat dalam segi kualitasnya, baik itu dari segi penceritaan maupun visual yang dihadirkan. Hal tersebut bisa penonton rasakan lewat film Sci-Fi terbaru mereka yang berjudul THE MOON (2023). Dari trailer yang dirilis, film ini sudah menyita perhatian penonton karena premis yang diusung terasa sangat ambisius. Ditambah lagi, terdapat daya tarik lainnya yaitu memasang nama Doh Kyung-So, salah satu member Grup K-Pop EXO menjadi pemeran utama serta dua aktor senior yang sudah menjadi Legend di Korea Selatan yaitu Sol Kyung-Gu dan Kim Hee-Ae.


Untuk segi cerita, film THE MOON (2023) mengisahkan tentang aksi Survival seorang astronot saat terdampar di bulan. Serangkaian kejadian menegangkan berhasil diciptakan dengan sempurna saat tiga astronot sedang berada di luar angkasa. Tahapan kekacauan yang terjadi dibangun secara perlahan sehingga membuat penonton ikut terbawa suasana dan panik akan nasib dari ketiga astronot tersebut. Intens ketegangan yang memacu adrenaline saat adegan di luar angkasa dan bulan berhasil dilakukan dengan sempurna oleh film ini. Aku sangat takjub dan dibuat Speechless saat melihat visualisasi, design produksi dan tata teknis adegan Hwang Sun-Woo di bulan. Gila dan detail banget! Pada bagian ini langsung mengingatkanku akan film-film Sci-Fi Space nya Hollywood loh seperti GRAVITY (2013), THE MARTIAN (2015) dan FIRST MAN (2018). Harus diakui, kualitas industri perfilman Korea Selatan sudah satu level dengan Hollywood. Yang tak kalah bagusnya juga datang dari departemen musik dan scoring yang selalu tepat sasaran dalam menempatkan musik pada setiap adegan memacu adrenaline hingg adegan yang menguras emosi penonton. Benar-benar paket lengkap!


The Moon di Starium CGV Cinemas 100% Fullest Screen!

Untuk jajaran pemain, penampilan Doh Kyung-So sebagai karakter utama di film ini ternyata memuaskan! Range emosi karakter Hwang Sun-Woo bisa tersampaikan pada penonton sehingga bisa dengan mudah merasakan simpati kepadanya. Ekspresi ketakutan, kesedihan dan berjuang untuk Survive di daratan bulan seorang diri hingga melewati banyak sekali tantangan agar bisa kembali ke bumi bikin penonton ikutan khawatir melihatnya. Dua aktor Legend Korea Selatan yaitu Sol Kyung-Gu dan Ibu Dokter 'Ji Sun-Woo' yaitu Kim Hee-Ae berhasil membawakan karakter mereka dengan maksimal. Elemen dramatisnya bisa dilahap dengan mudah oleh keduanya. Meskipun kehadiran mereka berdua terasa sekali sebagai subplot untuk memperpanjang durasi dan memperkaya konflik dalam film ini.


Ciri khas film-film Korea Selatan memang tidak bisa lepas dari hadirnya elemen drama dalam setiap genre apapun. Kolaborasi Sci-Fi dan Drama di film THE MOON (2023) ini menurutku salah satu yang bagus dan memuaskan. Mungkin kekurangannya ada di sisi development story beberapa tokoh di KASC dan juga tim NASA yang dipimpin Yoon Moon-Young menurutku terlalu dibuat heroik, meskipun di akhir cerita terasa menyentil tentang kekuasaan Amerika Serikat khususnya di bidang antariksa.
Overall, film THE MOON (2023) Easily one of the best Korean Movie i've ever seen. Almost perfect Sci-Fi Space!


[9/10Bintang]

Saturday, 12 August 2023

[Review] Red, White & Royal Blue: Awal Mula Kisah Cinta Anak Presiden Amerika Serikat Dengan Pangeran Inggris



#Description:
Title: Red, White & Royal Blue (2023)
Casts: Taylor Zakhar Perez, Nicholas Galitzine, Uma Thurman, Rachel Hilson, Stephen Fry, Sarah Shahi, Ellie Bamber, Malcolm Atobrah, Clifton Collins Jr, Annesh Sheth, Thomas Flynn
Director: Matthew Lopez
Studio: Amazon Studios, Berlanti Schechter Films, Amazon Prime Video


#Synopsis: 
Kerajaan Inggris menggelar Royal Wedding untuk pernikahan Prince Phillip (Thimas Flynn). Seluruh petinggi dan orang-orang penting yang ada di dunia diundang ke acara Royal Wedding tersebut. Tidak terkecuali, Alex Claremont-Diaz (Taylor Zakhar Perez) anak dari Presiden perempuan pertama di Amerika Serikat yang diminta untuk mewakili sang ibu yang tidak bisa hadir ke acara tersebut. Alex tak sendirian, ia ditemani sahabatnya yaitu Nora (Rachel Hilson) yang merupakan anak dari Wakil Presiden sang ibu.
Pesta Royal Wedding berjalan lancar, seluruh anggota keluarga kerajaan dan tamu undangan terlihat senang dan bahagia atas pernikahan Prince Phillip dan Lady Martha disana. Namun kemewahan khas Kerajaan Inggris tersebut membuat Alex terasa tidak nyaman karena terasa sangat kaku dan juga serba serius. Saat sesi tamu undangan berjabat tangan dengan keluarga kerajaan, Alex bertemu kembali dengan adik dari Prince Phillip yaitu Prince Henry (Nicholas Galitzine) beserta dengan adik perempuannya, Princess Beatrice (Ellie Bamber). Nora dan Beatrice sama-sama saling mengagumi Henry dan juga Alex. Namun berbanding terbalik dengan mereka berdua. Keduanya saling membenci karena memiliki sifat yang sama-sama menyebalkan.
Kejadian memalukan terjadi saat menjelang proses pemotongan kue pernikahan. Alex yang sedikit mabuk membuat Henry kesal dan terjadi pertengkaran. Hal tersebut membuat keduanya tak sengaja mendorong kue pernikahan dan mereka pun tertimpa reruntuhan kue. Kejadian itu menjadi viral dan trending topic baik di televisi maupun sosial media.
Kekacauan saat pesta Royal Wedding itu membuat ibu dari Alex yang merupakan Presiden Amerika Serikat, Ellen Claremont (Uma Thurman) harus segera menyampaikan permintaan maaf dan memaksa Alex terbang kembali ke Inggris untuk meminta maaf pada kerajaan Inggris. Ellen beserta timnya yang dipimpin oleh Zahra (Sarah Shahi) memaksa Alex agar menampilkan keakraban dengan Henry agar hubungan antara Amerika Serikat dan Inggris tetap baik.
Setibanya di Inggris, Alex langsung mendatangi kerajaan Inggris dan meminta maaf secara tulus kepada Henry. Selain itu, mereka pun diminta oleh kedua belah pihak keluarga untuk mengeluarkan Statement ke media jika hubungan pertemanan Alex dan juga Henry kini semakin membaik. Serangkaian kegiatan wawancara, mengunjungi rumah sakit dan menghibur anak-anak yang dirawat disana dilakukan oleh keduanya demi menampilkan citra yang baik terhadap warga Inggris dan juga Amerika Serikat. Setelah permasalahan tentang insiden kue terjatuh selesai, Alex mengundang Henry untuk datang ke acara perayaan tahun baru di New York bersama dengan teman-temannya disana.
Alex kembali ke Amerika Serikat dan menjalankan tugasnya membantu sang ibu untuk mencalonkan kembali sebagai Presiden pada pemilihan selanjutnya. Sementara itu, Henry kembali menjalani aktivitas nya sebagai Pangeran di kerajaan Inggris. Seiring berjalannya waktu, Alex dan Henry jadi sering mengobrol satu sama lain melalui telepon dan juga Chat. Mereka saling mengejek dan diam-diam saling memperhatikan juga.
Acara perayaan tahun baru pun digelar cukup meriah oleh Alex beserta teman-temannya. Tak disangka Henry ternyata datang bersama dengan asistennya yang diam-diam menyukai Nora. Alex sangat bahagia saat melihat Henry kini ada didepan matanya. Mereka pun menghabiskan waktu sambil menikmati pesta dan menari bersama para tamu undangan lain. Pesta semakin meriah setelah terompet tahun baru ditiup bersama dengan iringan musik. Henry memutuskan keluar dari pesta dan berdiam diluar. Tak lama kemudian, Alex keluar dan mencari keberadaan Henry. Kejadian tak terduga menimpa keduanya. Henry mencium bibir Alex dan memberikan tanda jika ia menyukainya. Hal tersebut tentunya membuat Alex terkejut.
Alex dan Henry kembali dipertemukan saat perwakilan dari kerajaan Inggris mengunjungi Amerika Serikat. Hubungan Alex dan Henry semakin dekat satu sama lain. Mereka pun sepakat untuk menyembunyikan hubungan mereka demi menjaga citra mereka sebagai orang penting di Amerika Serikat dan juga Inggris. Waktu terus berlalu, Alex kembali disibukkan dengan rencana kampanye untuk sang ibu yang kali ini akan digelar di wilayah Texas. Bersama dengan timnya, Alex membangun citra positif dirinya dengan terjun langsung ikut berbaur dan membantu para warga di Texas. Hal tersebut sukses merebut perhatian para warga dan sepenuhnya siap mendukung Ellen untuk kembali menjadi Presiden di periode selanjutnya.
Disisi lain, Alex dan Henry yang semakin intens berkomunikasi via email, telepon dan chat akhirnya menyempatkan untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama di hotel. Alex dan Henry akhirnya sepakat untuk melela atau Coming Out tentang hubungan mereka kepada Ellen dan untungnya sang ibu sangat menghargai apa yang dipilih oleh sang anak. Alex semakin lega dan berencana untuk segera Coming Out juga kepada ayahnya dengan mengajak Henry, Nora dan kekasihnya berliburan di kediaman sang ayah.
Selama menghabiskan liburan bersama disana, Alex dan Henry terlihat sangat bahagia dan saling melengkapi satu sama lain. Namun sayang, perasaan khawatir dan takut kembali menghantui Henry. Ia tidak yakin jika hubungannya dengan Alex bisa diterima oleh semua orang karena kerajaan Inggris melarang tentang orientasi seksual yang menyimpang. Karena takut perasaan cintanya semakin mendalam, Henry memutuskan pergi dan meninggalkan Alex tanpa memberikan penjelasan sama sekali.
Keadaan semakin tak terkendali disaat isi email dan percakapan antara Alex dan Henry tersebar luas di internet. Hal tersebut langsung berdampak terhadap suara yang akan diraih oleh Ellen saat pemilu yang tinggal menghitung hari. Selain itu, pihak kerajaan Inggris pun harus segera melakukan tindakan agar Prince Henry tidak menjadi sorotan bagi media dan juga berita. Bagaimanakah akhir cerita cinta Alex dengan Prince Henry?


#Review:
Amazon Prime Video baru saja merilis film terbarunya berjudul RED, WHITE & ROYAL BLUE (2023) yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Casey McQuinston. Novel ini sendiri sudah mencuri perhatian para pecinta buku di Amerika Serikat karena premis yang dihadirkan terbilang "mustahil" karena menghadirkan kisah cinta anak laki-laki dari presiden Amerika Serikat dengan pangeran dari kerajaan Inggris. Meskipun demikian, novel ini berhasil mendapatkan dua piala di ajang Goodreads Choice Awards pada tahun 2019 lalu dan mendapatkan predikat Best Seller disana.


Untuk segi cerita, film RED, WHITE & ROYAL BLUE (2023) terbilang cukup berani sih karena menghadirkan cerita fiksi tentang kisah cinta dua pria yang berasal dari sosok penting dari Amerika Serikat dan juga Inggris. Mungkin untuk di budaya barat, hal ini tentunya tidak akan menjadi masalah yang besar mengingat disana kampanye keseteraan Gender dan LGBTQ selalu digencarkan. Terlepas dari premisnya yang cukup berani, plot cerita film ini dikemas dengan ringan dan juga Predictable. Sutradara Matthew Lopez yang sekaligus menggarap naskah skenarionya mengisahkan dua kehidupan dari Alex dan juga Henry terasa berimbang satu sama lain. Penonton bisa melihat kesibukan mereka masing-masing seperti kegiatan kampanye yang terasa sangat nyata, kemudian Daily Life pangeran Henry di kerajaan Inggris pun cukup pas dan tidak berlebihan. Seperti yang sudah aku sebutkan tadi, plot film RED, WHITE & ROYAL BLUE (2023) ini memang sangat Predictable. Serangkaian dialog pun masih terasa Cheesy dan Wattpad banget. Cerita yang bermula dari benci kemudian jadi cinta, lalu konflik personal tentang orientasi seksual, serangkaian konflik tentang dunia politik yang dimana proses penyelesaiannya terasa mudah dan menurutku terlalu serba cepat. Untungnya, eksplorasi hubungan asmara Alex dengan Henry tampil memuaskan. Keduanya memang terlihat seperti saling jatuh cinta satu sama lain. Aku suka dengan development character mereka yang keduanya dibuat Straight, bahkan saat keduanya mengalami patah hati, terlihat tetap Charming dan tidak menye-menye.


Untuk jajaran pemain, sudah sangat jelas penampilan duo Taylor Zakhar Perez dan Nicholas Galitzine menjadi yang paling Outstanding di film ini. Mereka berdua berhasil membangun chemistry meyakinkan sebagai pasangan yang saling jatuh cinta dengan daya tarik mereka masing-masing. Penampilan Uma Thurman sebagai Presiden perempuan pertama di Amerika Serikat pun patut diapresiasi karena mainnya bagus dan meyakinkan banget. Selain dari mereka bertiga, penampilan Supporting Casts lainnya terasa tidak spesial karena kapasitasnya sangat terbatas.
Untuk segi visual, film RED, WHITE & ROYAL BLUE (2023) memang terasa khas film-film yang khusus untuk tayang di Platform Streaming. Visual efek di beberapa bagian masih terlihat kasar dan tidak meyakinkan. Iringan musik yang ada dalam film ini juga tidak terlalu mengesankan. Vibes modern dan klasik khas kerajaan Inggris masih bisa penonton rasakan.
Overall, film RED, WHITE & ROYAL BLUE (2023) tampil cukup menghibur berkat chemistry apik dari dua pemain utamanya yang dipastikan akan menjadi Gay Couple Idol baru untuk para penggemar film bertema LGBTQ.


[7.5/10Bintang]

Friday, 11 August 2023

[Review] No Hard Feelings: Kisah Cinta Tak Biasa Antara Perempuan 30an Dengan Remaja Pendiam



#Description:
Title: No Hard Feelings (2023)
Casts: Jennifer Lawrence, Andrew Barth Feldman, Laura Benanti, Matthew Broderick, Natalie Morales, Scott MacArthur, Ebon Moss-Bachrach, Kyle Mooney, Hasan Minhaj, Jordan Mendoza
Director: Gene Stupnitsky
Studio: Columbia Pictures, Excellent Cadaver, Sony Pictures


#Synopsis:
Seorang wanita paruh baya bernama Maddie (Jennifer Lawrence) harus memutar otak demi mempertahankan rumah warisan mendiang ibunya dan juga mobil kesayangannya yang terancam disita karena menunggak pajak. Maddie yang pernah menjalani hubungan asmara dengan petugas petugas derek mobil yaitu Gary (Ebon Moss-Bachrach) berharap untuk tidak menyita mobilnya, karena mobil tersebut ia gunakan sebagai transportasi online. Namun Gary tak mau lagi memberikan perasaan lebih pada mantannya itu mengingat mereka berdua sudah putus.
Setelah mobilnya disita, Maddie terpaksa menggunakan lagi sepatu roda untuk bekerja di Bar pinggir pantai demi mendapatkan uang. Saat sedang senggang dan bermain di pantai, Maddie tak sengaja melihat iklan lowongan pekerjaan tak biasa di internet. Iklan tersebut menawarkan upah berupa sebuah mobil tua dengan syarat mengencani seorang remaja berusia 19 tahun. Meskipun usia Maddie saat ini sudah 32 tahun, ia nekat melamar pekerjaan tersebut dan langsung mendatangi rumah yang memasang iklan.
Dengan mengenakan pakaian yang seksi dan menggoda, Maddie tiba di rumah mewah milik pasangan Alison (Laura Berlanti) dan Laird (Matthew Broderick). Ia berusaha sangat maksimal dan siap mengencani anak mereka yang bernama Percy (Alex Barth Feldman) apapun caranya. Untuk menjalankan misinya itu, kedua orang tua Percy meminta Maddie untuk bisa berkenalan secara organik dengan menemui langsung Percy yang sedang magang bekerja di Pet Shop.
Dengan dandanan yang sangat menggoda, Maddie langsung mendatangi tempat kerja Percy dan langsung mengajaknya untuk berkencan. Kehadiran wanita seksi dihadapannya membuat Percy terkejut dan juga takut. Ia malah menganggap Maddie adalah penculik yang berusaha menculik dirinya. Setelah kesalahpahaman yang terjadi, Percy pun akhirnya meminta maaf pada Maddie dan berjanji akan mengajaknya untuk berkencan di esok hari.
Keesokan harinya, Maddie mengajak Percy untuk menghabiskan waktu malam di bar. Karena Percy merasa tidak cocok untuk minum-minum alkohol, mereka pun berjalan-jalan di pantai dan kemudian berenang telanjang disana. Semua rencana godaan yang dilakukan Maddie jadi berantakan setelah mereka berdua harus berurusan dengan para pemabuk yang mencoba mencuri pakaian mereka. Setelah itu, Maddie mengajak Percy ke rumahnya untuk melakukan hubungan seksual. Namun lagi dan lagi rencana tersebut gagal karena Percy mengalami serangan panik yang menyebabkan kulitnya memerah. Percy pun meminta maaf dan meminta untuk saling mengenal satu sama lain terlebih dahulu.
Waktu terus bergulir, Maddie dan Percy jadi sering menghabiskan waktu bersama. Komunikasi keduanya pun kini semakin intens dan nyambung. Kebersamaan yang terjalin diantara mereka membuat Percy merasakan cinta terhadap Maddie. Meskipun Percy masih berusia remaja, ternyata Maddie bisa mendapatkan pandangan baru tentang hubungan asmara dan juga kehidupan. yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Karena hubungannya semakin membaik, Percy memutuskan untuk tidak jadi mengambil kuliah di luar kota. Ia ingin kuliah di kampus yang masih satu wilayah dengan rumahnya agar tetap bisa dekat dengan Maddie. Hal tersebut membuat kedua orangtuanya terkejut, karena hal tersebut tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun. Mereka kemudian memaksa Maddie untuk membujuk Percy agar tetap kuliah di luar kota. Namun sayang, semua perjanjian antara kedua orangtua Percy dan Maddie akhirnya diketahui oleh Percy. Akankah hubungan keduanya bisa berakhir bahagia?


#Review:
Rumah produksi Sony Pictures pada bulan Juni lalu merilis film drama komedi terbaru yang berjudul NO HARD FEELINGS (2023) karya sutradara Gene Stupnitsky, kreator film komedi dewasa GOOD BOYS (2019). Dengan memasang nama aktris peraih Piala Oscars, Jennifer Lawrence sebagai pemain utama, tentunya menjadi daya tarik bagi penonton untuk segera menyaksikan film ini.


Untuk segi cerita, film NO HARD FEELINGS (2023) memiliki premis yang terbilang unik sekaligus sensitif karena menampilkan usaha seorang wanita usia 32 tahun mendapatkan perhatian dari seorang remaja yang masih berusia 19 tahun. Meskipun terasa berada di jurang pro kontra, namun untungnya plot keseluruhan film ini tidak terlalu menjurus terhadap fenomena Child Grooming. Pada paruh awal film, penonton langsung dibuat terkejut dengan kegilaan seorang Jennifer Lawrence memerankan karakter Maddie yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan uang. Aksinya saat 'dibayar' untuk menggoda karakter Percy benar-benar lepas kendali dan nakal banget wkwkwk. Dari dialog, gesture tubuh hingga tatapan yang ditampilkan J-Law sungguh menggoda iman siapapun yang melihatnya. Meskipun terkesan sangat panas, namun sang sutradara tetap menampilkan sisi lain dari karakter Maddie lewat perjalanan hidupnya saat bertemu dengan karakter Percy. Chemistry yang terjalin diantara keduanya memang lebih cocok ibu dan anak sih ketimbang pacaran hahaha. Aura keibuan dari J-Law memang tak bisa dipungkiri, sudah sangat terpancar kuat. Serangkaian adegan "intim' antara mereka berdua pun dieksekusi dengan penuh canda tawa. Adegan Skinny Dipping di pantai saat malam hari, benar-benar bikin geleng kepala dan tertawa kencang. Bisa-bisanya Maddie dan Percy melakukan adegan tak terduga itu wkwkwk.
Beruntung, saat menuju akhir film, penonton diberikan penyelesaian konflik yang tidak Cheesy. Eksekusinya terasa semakin matang persis seperti perubahan sikap maupun pola pikir dari Maddie dan juga Percy. Sukses lah mendefinisikan makna Friends with Benefit yang baik disini.
Untuk jajaran pemain, sudah jelas J-Law menjadi bintang paling bersinar dan juga gila di film NO HARD FEELINGS (2023) ini. Yang tak disangka justru penampilan Andrew Barth Feldman. Ia mampu mengimbangi kegilaan J-Law dengan sangat baik. Ekspresi takjub, kikuk, Insecure dan keluguannya terpancar kuat disepanjang durasi film.
Overall, film HARD NO FEELINGS (2023) berhasil menyajikan sebuah drama romantis komedi di tahun ini yang penuh gairah dan juga memancing banyak tawa penonton. J-Law gilingan! Hahaha


[7.5/10Bintang]

Thursday, 10 August 2023

[Review] Cobweb: Mengungkap Misteri Suara Aneh Dari Balik Dinding Kamar



#Description:
Title: Cobweb (2023)
Casts: Lizzy Caplan, Antony Starr, Woody Norman, Cleopatra Coleman, Luke Busey, Aleksandra Dragova
Director: Samuel Bodin
Studio: Lionsgate, Vertigo Entertainment, Point Grey Pictures


#Synopsis:
Peter (Woody Norman) dikenal sebagai siswa yang pendiam dan tidak memiliki teman dekat di sekolah. Selain itu, Peter juga sering dijahili oleh para siswa nakal di kelasnya. Sepulang sekolah, Peter selalu langsung pulang ke rumah dan menghabiskan waktu di rumah bersama dengan kedua orangtuanya yaitu Carol (Lizzy Caplan) dan Mark (Antony Starr).
Saat tengah malam, Peter selalu terbangun dari tidurnya karena mendengar suara berisik yang berasal dari dinding kamar. Peter yang ketakutan langsung berlari ke kamar ibu dan ayahnya. Setelah dicek dan tidak ada suara-suara aneh, sang ibu sangat yakin jika hal tersebut hanya sebatas imajinasi berlebihan saja dari anaknya. Namun seiring berjalannya waktu, suara misterius tersebut mulai memanggil nama Peter dan berusaha untuk berkomunikasi dengannya. Setelah sering berinteraksi, Peter akhirnya mengetahui jika sumber suara misterius yang ada di dinding kamarnya itu berasal dari sosok perempuan bernama Sarah (Aleksandra Dragova). Ia mengaku kepada Peter jika dirinya terperangkap di dalam dinding rumah secara sengaja oleh orangtua Peter. Mendengar hal tersebut membuat Peter terkejut karena ibu dan ayahnya selalu bersikap baik terhadap dirinya. Setelah mengetahui sosok misterius bernama Sarah itulah, kehidupan Peter mulai merasa terganggu karena sering mendapat terror dan juga bisikan-bisikan mistis dalam dirinya.
Suatu hari, guru pengganti di kelas yaitu Devine (Cleopatra Coleman) memberikan tugas menggambar yang bertepatan dengan perayaan hari Halloween. Disaat siswa lain menggambar monster dan hal-hal menyeramkan, Peter malah menggambar dengan tulisan meminta pertolongan. Hal tersebut membuat Devine merasa khawatir dengan kondisi Peter yang selama ini dikenal sebagai siswa pendiam dan tidak pernah bersosialisasi.
Waktu terus berjalan dan perayaan hari Halloween semakin dekat. Peter meminta izin pada kedua orangtuanya untuk mengikuti kegiatan Trick or Treat bersama dengan anak-anak lainnya. Namun sayang, ibu dan ayahnya tidak mengizinkan Peter untuk mengikuti kegiatan tersebut karena mereka saat Peter masih bayi, sempat tersiar kabar di komplek mereka jika ada anak perempuan yang hilang di rumah kosong saat melakukan kegiatan Trick or Treat.
Sosok misterius di dinding kamar yang bernama Sarah terus berusaha mengganggu Peter dengan memberikan banyak saran agar Peter bisa berani melawan segala tindak kekerasan yang dilakukan oleh teman sekelasnya. Peter pun berhasil dikendalikan oleh amarahnya dan menyebabkan salah satu anak yang sering mengganggunya terjatuh dari tangga. Kejadian itu membuat Peter harus menerima hukuman dari kedua orangtuanya dengan cara dikurung di ruang bawah tanah rumah mereka. Selama berada disana, Peter kembali berkomunikasi dengan Sarah dan mendapatkan fakta jika Sarah adalah kakak perempuannya yang selama ini dikurung oleh orangtua mereka karena tidak menginginkan kehadirannya. Sarah meyakinkan Peter jika kedua orangtua mereka akan segera memperlakukan Peter sama seperti dirinya. Mendengar hal tersebut, Peter terpaksa mengikuti sebuah saran berbahaya dari Sarah.
Keadaan semakin kacau setelah empat orang misterius yang berdandan kostum Halloween mendatangi rumah untuk melancarkan balas dendam terhadap Peter karena telah mencelakai siswa di sekolah. Peter harus berusaha melindungi dirinya dan juga mengetahui motif sesungguhnya dari sosok misterius yang bernama Sarah itu.


#Review:
Memasuki pertengahan tahun 2023, jumlah film horror Hollywood yang tayang di bioskop Indonesia masih bisa dihitung dengan jari. Setelah film EVIL DEAD RISE (2023) dan INSIDIOUS THE RED DOOR (2023) yang cukup berhasil mencuri perhatianku, kali ini film horror baru datang dari rumah produksi Vertigo Entertainment dan Lionsgate yang berjudul COBWEB (2023). Film ini sudah tayang secara terbatas di bioskop Amerika Serikat dan Eropa sejak bulan Juli lalu, namun di Indonesia sendiri baru saja tayang pada Rabu, 9 Agustus 2023.


Dari materi poster, judul hingga premis yang dihadirkan, film COBWEB (2023) ini terlihat seperti film-film horror yang kurang menjanjikan. Cerita berawal dari formula standar khas film-film horror tentang seorang anak kecil yang sering mendapat gangguan suara dari tembok di kamarnya. Karakter pendiam, sosok orang tua yang overprotective kemudian sering dibully di sekolah tentunya sudah terlalu sering kita temukan dalam film-film horror. Paruh pertama film, misteri dan teka-teki yang menghantui karakter Peter berjalan dengan pace yang cukup lambat. Meskipun demikian, alur cerita tetap berhasil membuat penonton penasaran dan bertanya-tanya tentang sosok antagonis yang ada dalam film ini. Pendalaman karakter keluarga Peter di film ini terasa cukup meyakinkan dan menimbulkan kecurigan dari penonton. Disaat satu persatu misteri terkuak, barulah sang sutradara langsung ngegas memberikan kejutan apik yang intensitasnya terus meningkat sampai film selesai.
Samuel Bodin langsung menyajikan kombinasi horror seperti Monster, Home Invasion dan Slasher yang dieksekusi secara berbarengan dan membuatku histeris ketakutan melihatnya. Semua kejutan yang ada dalam film ini terasa seperti memadukan antara film SMILE (2022) dan BARBARIAN (2022). Treatment suasana perayaan Halloween yang menjadi set waktu film ini juga semakin meningkatkan aura seram disepanjang film.
Untuk jajaran pemain, Lizzy Caplan dan Antony Starr tampil apik sebagai orangtua yang over protective sekaligus menyimpan rahasia terhadap anaknya. Ada satu adegan menyebalkan dari mereka berdua yang sukses membuatku terkejut dari kursi saat menonton. Gokil! Visual sosok misterius yang bernama Sarah juga emang beneran nyeremin sih. Apalagi saat adegan Home Invasion. Sat set dan bikin merinding!
Overall, film COBWEB (2023) tampil memuaskan sebagai sajian horror yang efektif dengan alur cerita serta Jump Scared nya yang tepat sasaran. One of my favourite horror of the year so far.


[8.5/10Bintang]

Thursday, 3 August 2023

[Review] Suzzanna Malam Jum'at Kliwon: Balas Dendam Sundel Bolong Yang Mencari Anaknya



#Description:
Title: Suzzanna: Malam Jumat Kliwon (2023)
Casts: Luna Maya, Achmad Megantara, Tio Pakusadewo, Sally Marcelina, Taskya Namya, Opie Kumis, Adi Bing Slamet, Ence Bagus, Baron Hermanto, Yurike Prastika
Director: Guntur Soeharjanto
Studio: Soraya Intercine Films


#Synopsis:
Suzzanna (Luna Maya) dan Surya (Megantara) merupakan sepasang kekasih yang sudah memiliki rencana untuk segera menikah. Untuk mengumpulkan mahar pernikahan, Surya sering mengikuti kompetisi gulat lumpur yang rutin diselenggarakan di desa mereka. Namun sayang, hubungan Suzzanna dan Surya terpaksa harus berakhir usai Suzzanna bersedia menjadi istri kedua bagi Raden Aryo (Tio Pakusadewo) demi melunasi hutang ayahnya.


Acara pernikahan Raden Aryo dan Suzzanna diselenggarakan dengan meriah. Istri pertama Raden Aryo yaitu Minati (Sally Marcelina) hanya bisa menahan amarah melihat suaminya itu menikah lagi dengan gadis muda. Minati pun harus bisa berlapang dada karena dirinya tidak bisa memberikan keturunan pada Raden Aryo. Sang suami pun berjanji, ia hanya ingin memiliki anak saja dan tidak mencintai Suzzanna.
Namun sebagai seorang perempuan dan juga istri yang sudah lama berumah tangga, Minati tetap tidak bisa menerima kehadiran Suzzanna di rumahnya. Karena terus terbakar cemburu, Minati diam-diam menemui dukun untuk mengirimkan santet pada Suzzanna.
Suzzanna yang berusaha menjadi istri yang baik di keluarga Raden Aryo perlahan mulai merasakan keanehan dalam dirinya. Ia sering sakit-sakitan dan sesekali muntah mengeluarkan benda-benda asing dari dalam tubuhnya. Suzzanna merasa khawatir akan keselamatan dirinya dan mencoba meminta pertolongan pada Surya saat ia dan asisten rumah tangganya, yaitu Ratih (Taskya Namya) berbelanja ke pasar. Surya yang awalnya tak mau lagi bertemu dengan Suzzanna, merasa sedih saat melihat kekasihnya itu ketakutan. 


Sementara itu, Minati makin kesal melihat Suzzanna yang masih sehat dan kini tengah hamil. Ia kemudian meminta pada dukun untuk memberikan santet yang bisa membunuh Suzzanna. Setelah Minati memenuhi persyaratan yang diberikan, dukun langsung melakukan ritual ilmu hitam dan mengirimkan lagi santet yang lebih kuat kepada Suzzanna. Tak membutuhkan waktu lama, Suzzanna langsung mengalami ketuban pecah dan akan segera melahirkan bayinya. Disaat proses persalinan, ia mengalami kejadian mengerikan. Perutnya terus bergerak dan rasa sakit yang luar biasa. Selain itu, perut hamil Suzzanna tiba-tiba berpindah ke punggung. Ratih dan bidan desa yang menangani proses persalinan dibuat ketakutan hingga jatuh pingsan. Suzzanna pun seketika meninggal setelah jabang bayi keluar dari punggungnya.
Minati meminta Raden Aryo untuk merahasiakan semua yang terjadi dan harus segera menguburkan jasad Suzzanna agar tidak diketahui oleh para warga.



Keesokan harinya, Surya yang berniat memberikan Al-Qur'an dan Tasbih pada Suzzanna terkejut saat Ratih mengatakan jika kekasihnya itu kini sudah tiada. Surya langsung bergegas pergi ke tempat jasad Suzzanna dikubur. Karena rasa cinta yang luar biasa dan ingin melihat untuk yang terakhir kalinya, Surya nekat membongkar kuburan dan membawa jasad kekasihnya itu. Disaat Surya sedang beristirahat, ia mendengar bisikan gaib dari iblis yang bisa membangkitkan kembali Suzzanna. Tanpa pikir panjang, Surya melakukan perjanjian dengan iblis dan Suzzanna pun kembali hidup, meskipun kondisi punggungnya rusak parah. Mendengar kejadian yang dialami oleh dirinya saat melahirkan membuat Suzzanna sangat sedih. Ia meminta bantuan pada Surya untuk membawa anaknya dari keluarga Raden Aryo karena khawatir dengan keselamantan sang anak jika tinggal disana.



Bangkitnya Suzzanna dari kematian mulai diketahui oleh para warga desa, termasuk orang-orang yang bekerja di rumah Raden Aryo. Rencana yang sedang dilakukan Surya dan Suzzanna menemukan kendala karena dukun sakti yang menyantet Suzzanna memberikan pelindung pada rumah Raden Aryo. Surya pun meminta bantuan pada Ratih untuk mencari tahu keberadaan dukun sakti itu. Akankah Suzzanna berhasil mendapatkan anaknya?


#Review:
Soraya Films kembali 'bangkit' dari istirahatnya setelah tiga tahun terakhir absen merilis film di bioskop. Film kedua dari Suzzanna yang berjudul SUZZANNA: MALAM JUMAT KLIWON (2023) siap menghantui seluruh bioskop Indonesia mulai 3 Agustus 2023. Sutradara Guntur Soeharjanto yang sebelumnya dikenal dengan film-film bertema drama kini dipercaya oleh Soraya Films untuk menggarap film terbaru Suzzanna, usai sukses mencetak Box Office lewat film horror LAMPOR (2019) dan MAKMUM 2 (2021).


Untuk segi cerita, film SUZZANNA: MALAM JUMAT KLIWON (2023) ini tak hanya berfokus pada elemen horror saja. Guntur Soeharjanto dan tim penulis naskah turut menghadirkan drama percintaan, pengorbanan, adegan aksi hingga komedi disepanjang durasi film. Paruh pertama film dibuka dengan kisah romantis Suzzanna dan Surya dengan iringan musik romantis dari Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Jujur, pada bagian ini antara plot cerita dan Soundtrack terasa tidak nyambung karena tone musik dan lirik yang dibawakan Melly Goeslaw terlalu modern.
Sumber konflik kemudian muncul dari utang ayah Suzzanna yang menyebabkan hubungan Suzzanna dan Surya harus berakhir. Untuk urusan drama, Guntur Soeharjanto memang lihai dalam hal ini. Selain drama percintaan Suzzanna dengan Surya, penonton juga bisa merasakan drama rumah tangga keluarga Raden Aryo serta perjuangan Suzzanna untuk menemukan anaknya. Yang sedikit mengganjal bagiku adalah minimnya pendalaman karakter di film ini. Penonton tidak bisa memberikan rasa empati dan peduli terhadap Suzzanna maupun yang lainnya. Padahal potensi Suzzanna, Surya hingga Ratih lumayan besar loh menarik rasa peduli dari penonton.
Untuk urusan horror, Soraya Films nampaknya masih setia untuk menghormati film-film Suzzanna terdahulu dengan menonjolkan praktikalnya ketimbang menggunakan CGI atau visual efek. Adegan persalinan, Suzzanna gentayangan, punggung Sundel Bolong dan adegan Final Act saat Suzzanna balas dendam terhadap Minta dieksekusi dengan sangat memukau. Aksi balas dendam yang dilakukan Suzzanna ini sedikit mengingatkanku akan formula balas dendam yang ada di film SI MANIS JEMBATAN ANCOL (2019).




Meskipun memiliki plot drama serta adegan-adegan mistis yang asik, film ini masih memiliki beberapa kekurangan yang menurutku terlalu menonjol. Salah satunya yaitu adegan komedi yang melibatkan Opie Kumis, Adi Bing Slamet dan Ence Bagus. Durasinya terlalu panjang dan terasa kurang nyambung karena gaya komedi mereka betawi banget, padahal cerita film Suzzanna kali ini ada di Jawa Timuran. Jika porsi komedi film ini dipotong pun tidak berpengaruh besar terhadap plot utama dan bisa mempersingkat durasi yang terlalu melar. Yang kurang sreg selanjutnya yaitu penggunaan musik jedag-jedug saat adegan pesta di desa. Sumpah itu musik terlalu modern dan TikTok banget, sama sekali tidak masuk dengan tone film yang bersetting waktu di tahun 80an.




Untuk jajaran pemain, kualitas akting para pemainnya berada di level yang tidak mengecewakan. Luna Maya kembali hadir sebagai Suzzanna dengan aura mistis serta lengkingan tertawanya tampil penuh totalitas. Aura mistis nya terpancar kuat saat dirinya menjadi Sundel Bolong. Chemistry nya dengan Megantara pun tidaklah buruk. Penampilan Megantara pun kini mendapat eksplorasi akting yang lebih besar ketimbang film-film yang pernah dibintanginya. Di film ini juga ia dituntut untuk melakukan banyak sekali adegan aksi dan hasilnya pun bagus. Penampilan Taskya Namya dan Tio Pakusadewo juga tidak mengecewakan. Yang patut diaprsesiasi selanjutnya yaitu penampilan aktris senior Sally Marcellina. Aura antagonis, konyol, ketakutan dan amarahnya benar-benar bisa tercipta dengan baik. Aku kira ia akan main aman saja, tapi Guntur Soeharjanto memberikan 'siksaan' juga terhadap karakter Minati di adegan Final.
Overall, film SUZZANNA: MALAM JUMAT KLIWON (2023) sukses menyajikan kisah tentang Sundel Bolong dengan sentuhan baru namun tetap memberikan ciri khas film-film Suzzanna di masa lalu. You did it again Luna!


[8/10Bintang]