Thursday, 24 July 2025

[Review] The Fantastic Four First Steps: Keunikan The First Marvel Family di MCU Ketika Harus Menghadapi Galactus!

 


#Description:
Title: The Fantastic Four: First Steps (2025)
Casts: Pedro Pascal, Vanessa Kirby, Joseph Quinn, Ebon Moss-Bachrach, Ralph Ineson, Julia Garner, Matthew Wood, Ada Scott, Paul Walter Hauser, Natasha Lyonne, Sarah Niles, Mark Gatiss
Director: Matt Shakman
Studio: Marvel Studios


#Synopsis:
Empat astronot dari Earth-828 yaitu pasutri Reed Richards (Pedro Pascal) dan Sue Storm (Vanessa Kirby), lalu Ben Grimm (Ebon Moss-Bachrach) dan Johnny Storm (Josep Quinn) menjalankan program menjelajah luar angkasa dengan menggunakan pesawat Excelsior. Dalam perjalanannya itu, mereka tak sengaja terkena paparan sinar kosmik. Kejadian tersebut membuat mereka berempat jadi punya kemampuan super. Saat kembali ke bumi, Reed yang seorang ilmuwan kini punya kemampuan elastisitas pada tubuhnya. Sue punya kemampuan invisible dan menciptakan medan gaya. Ben yang tubuhnya bertransformasi menjadi batu dan punya kekuatan fisik luar biasa. Sementara itu, Johnny memiliki kemampuan berubah wujud menjadi api dan terbang dengan kecepatan tinggi. Dengan kemampuan luar biasanya itu, mereka berempat memutuskan membentuk grup super bernama Fantastic Four.
 

 
Empat tahun berlalu, Fantastic Four jadi grup pahlawan yang melindungi Earth-828 dari segala bahaya. Berbagai aksi kejahatan dan hal-hal yang berpotensi mengancam keselamatan penduduk bumi berhasil ditangani dengan baik oleh mereka berempat. Reed dan Ben semakin dikenal sebagai duo ilmuwan yang makin disegani oleh banyak orang. Sue mendirikan organisasi Future Foundation yang fokusnya mempersiapkan masa depan manusia melalui berbagai inovasi dan pendidikan. Sementara itu, Johnny mendapat popularitas dan diidolakan banyak orang karena paras tampan serta usianya lebih muda dari Reed, Sue dan Ben.
Sejak memiliki kekuatan super, Reed dan Sue merasa khawatir jika harus memiliki seorang anak. Rasa khawatir yang terus menghantui mereka dalam beberapa tahun terakhir akhirnya berbuah manis, ketika Sue memperlihatkan hasil positif dari test kehamilannya. Reed sangat senang dan tak menyangka akhirnya ia akan menjadi seorang ayah. Selama masa hamil, Reed sangat protektif pada Sue dan rutin memeriksa kondisi calon anak mereka. Kebahagiaan pun turut dirasakan oleh Ben dan Johnny yang nantinya mereka akan menjadi paman untuk anak pertama dari Reed dan Sue.
 
 
 
Waktu terus berlalu. Ditengah kondisi kehamilan Sue yang semakin membesar, Earth-828 tiba-tiba kedatangan benda asing yang melayang dari langit. Sosok perempuan berwarna serba perak dan metal tersebut dipanggil Silver Surfer (Julia Garner) dan memberi pengumuman bahwa planet Earth-828 telah ditandai untuk dihancurkan oleh makhluk kosmik pemakan planet bernama Galactus (Ralph Ineson). Kabar tersebut langsung menimbulkan kepanikan dari para penduduk Earth-828. Tak tinggal diam, tim Fantastic Four bergegas melacak sosok Silver Surfer dan Galactus yang selama ini tidak pernah terdeteksi keberadaannya oleh siapapun. Saat mempelajari dua makhluk misterius tersebut, Reed menemukan anomali terkait hilangnya beberapa planet yang sudah dihancurkan dan dimakan oleh Galactus. Anomali tersebut menjadi ide baginya untuk menyusun rencana bernegosiasi dengan Galactus agar tidak "memakan" Earth-828.
 
 
 
 
 
Setelah berhasil menemukan satu titik koordinat sistem bintang yang sangat jauh, tim Fantastic Four berangkat menuju kesana dengan menggunakan pesawat Excelsior dengan tenaga tambahan dari teknologi canggih FTL. Setibanya disana, mereka disambut oleh Silver Surfer dan langsung diarahkan untuk bertemu dengan Galactus. Reed, Sue, Ben dan Johnny dibuat terkejut saat pertama kali melihat sosok Galactus ternyata sangatlah besar. Galactus menawarkan pilihan ia tidak akan memakan Earth-828 asalkan bayi yang ada dalam kandungan Sue diserahkan kepadanya. Menurut Galactus, bayi tersebut memiliki kekuatan besar dan bisa menghentikan "rasa lapar" untuk "memakan" planet-planet selanjutnya. Keinginan Galactus tersebut tentunya ditolak oleh Reed dan Sue. Mereka berempat kemudian berusaha kabur dari sarang Galactus dan segera pulang ke bumi. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Silver Surfer berusaha menangkap tim Fantastic Four. Disaat yang bersamaan, Sue mengalami kontraksi hebat. Tak lama setelah itu, Sue melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Franklin Richards (Ada Scott) dan pesawat mereka berhasil keluar dari sistem bintang tempat keberadaan Galactus.
Setibanya di bumi, tim Fantastic Four disambut penuh suka cita dan bahagia ketika melihat Sue menggendong seorang bayi laki-laki. Kedatangan tim Fantastic Four beserta anggota barunya itu menjadi perbincangan sekaligus harapan bagi penduduk Earth-828. Namun sayang, kabar yang dibawa tim Fantastic Four ternyata tak sesuai dengan harapan. Reed berkata jujur jika mereka gagal mengalahkan Galactus dan tidak bisa memastikan keselamatan Earth-828. Hal tersebut membuat penduduk Earth-828 jadi membenci tim Fantastic Four karena tidak mengiyakan penawaran Galactus untuk menukarkan bayi mereka dengan keselamatan Earth-828. Meskipun penuh keraguan, Sue berjanji ia dan timnya akan melakukan apapun yang diperlukan agar bisa mengalahkan Galactus.
  
 
 
 
Seiring berjalannya waktu, pesawat raksasa milik Galactus semakin mendekati tata surya dan Earth-828. Reed dan Ben menyusun rencana untuk membuat alat teleportasi skala besar yang nantinya digunakan untuk memindahkan bumi menjauh dari jangkauan Galactus. Meskipun rencana teleportasi tersebut berdasarkan dari eksperimen semata, Reed berharap semuanya bisa terwujud dan Galactus gagal "memakan" Earth-828. Apakah Galactus berhasil tiba di Earth-828? Akankah tim Fantastic Four berhasil dengan semua rencananya?


#Review:
Fase 6 Multiverse Saga Marvel Cinematic Universe resmi dimulai dengan perilisan film THE FANTASTIC FOUR: FIRST STEPS (2025) di bioskop Indonesia mulai Rabu, 23 Juli 2025. Film ini menjadi film reboot kedua bagi grup pahlawan super Fantastic Four karya Stan Lee dan Jack Kirby setelah film terakhir produksi 20th Century Fox yang dirilis tahun 2015. Sayang, film tersebut mendapat respon sangat buruk dan gagal mencetak box office hit ketika penayangan di bioskop. Di reboot keduanya ini, hak cipta Fantastic Four akhirnya kembali ke tangan Marvel Studios setelah Disney mengakuisisi 20th Century Fox di tahun 2017.
 

Untuk segi cerita, film FANTASTIC FOUR (2025) versi baru kali ini memang terasa berbeda dibandingkan dengan empat film yang sudah dirilis. Kisah the first Marvel family ini langsung bersetting empat tahun setelah terpapar sinar kosmik yang menyebabkan mereka punya kekuatan super. Keputusan tersebut menurutku cukup tepat, karena penonton pasti sudah bosan jika harus mengulang lagi origin story dari Fantastic Four yang sudah dilakukan film-film sebelumnya. Untuk menggaet fans baru, Marvel Studios tetap menampilkan sedikit rewind tentang awal mula tim Fantastic Four dan perjalanan empat tahun sebelumnya melalui klip-klip seperti sketsa. Setelah itu, plot berjalan melihat daily activity tim Fantastic Four di Earth-828 yang bernuansa retro-futuristik. Jika penonton mengharapkan banyaknya sekuens action bombastis khas Marvel Studios di film ini, maka dipastikan akan merasa sedikit kecewa karena fokus utama film Fantastic Four bukanlah full action, melainkan pengenalan masing-masing karakter dan build up family chemistry dari tim Fantastic Four itu sendiri. Meskipun adegan pertarungan tim Fantastic Four di film ini bisa dihitung dengan jari, penonton tetap bisa merasakan keseruan khas film superhero terutama saat mereka mendatangi Galactus dan dikejar-kejar Silver Surfer. Sementara itu, konflik utama film FANTASTIC FOUR (2025) yang dimunculkan menurutku terlalu main aman dan sederhana banget. Plot fan theory serta rumor-rumor yang beredar selama ini jauh lebih menggila ketimbang plot main aman yang dipilih oleh sang sutradara dan kuartet penulis cerita. Aku masih tidak menyangka, pemicu konflik Fantastic Four dan Galactus hanya tawar menawar dan rebutan bayi semata. Kehadiran Silver Surfer yang kali ini versi perempuan sebetulnya punya background story cukup tragis karena ia rela mengabdi jadi "budak" Galactus demi keselamatan planet Zenn-La yang dihuni Shalla-Bal. Subplot usaha Johnny Storm membujuk Shalla-Bal cukup menarik meskipun kapasitasnya terbatas dan endingnya pun jadi predictable saat Fantastic Four kewalahan menghadapi Galactus yang tiba di planet Earth-828.
 

Untuk jajaran pemain, penampilan casts baru FANTASTIC FOUR (2025) tampil fresh dan punya perbedaan tersendiri dengan versi terdahulu. Pedro Pascal yang sedang naik daun surprisingly fit-in sebagai Richard Reed. Aura ilmuwan pintar dan wibawanya terpancar kuat disepanjang film. Vanessa Kirby pun yang selama ini identik dengan peran antagonis, tampil lovable sebagai new mother Sue Storm. Kehadiran Ben Grimm yang diperankan Ebon Moss-Bachrach sekilas mengingatkan akan Hulk nya Bruce Banner, namun The Thing ini menurutku jauh lebih mature dan dewasa. Selanjutnya, performa Joseph Quinn sebagai Human Torch juga tak kalah mencuri perhatian. Usia yang lebih muda dan sikap enjoy nya mudah disukai oleh para penonton. Semoga di upcoming movie nanti, porsi Galactus dan Shalla-Bal bisa lebih banyak dieskplor lagi, karena dua karakter antagonis ini sangat potensial untuk dikulik lebih bombastis.


Nonton THE FANTASTIC FOUR: FIRST STEPS (2025) di IMAX experience nya fullest dari awal sampai akhir! Mid credit scene wow! End credit scene gak penting wkwk!

Untuk segi visual, film FANTASTIC FOUR (2025) memanjakan penonton dengan vibes retro futuristic di Earth-828. Scoring yang mengiringi setiap adegan juga terasa klasik tapi punya unsur modernnya yang sekilas mengingatkan penonton akan tone dari serial WANDAVISION (2021) yang sama-sama disutradarai oleh Matt Shakman. Namun sayang, di beberapa bagian terutama saat Reed Richards fighting dan mengeluarkan kemampuan elastisitasnya masih kurang mulus. Lalu kehadiran bayi Franklin pun di beberapa angle, kentara banget CGI nya. Jika harus dibandingkan dengan film superhero sebelah yang dirilis awal Juli kemarin, menurutku terasa jomplang sih. Meskipun ada beberapa kekurangan, film FANTASTIC FOUR (2025) kali ini sangat berhasil memvisualisasikan sosok Galactus yang fit-in banget dengan screen IMAX. Gilaaa! Cuma yang agak sedikit aneh, saat ia menginjakkan kaki di Earth-828 kok jadi seukuran Godzilla ya? Masa menyusut hahaha.
Overall, sebagai langkah pertama Fantastic Four di jagat MCU, film ini cukup berhasil memperkenalkan the first Marvel family tanpa harus mengulang cerita dari awal, meskipun bagian actionnya masih bisa diperbanyak lagi!
 
 
[8/10Bintang] 

Wednesday, 23 July 2025

[Review] Materialists: Mengikuti Cerita Asmara Yang Kompleks Dari Agen Mak Comblang Cantik!

 


#Description:
Title: Materialists (2025)
Casts: Dakota Johnson, Chris Evans, Pedro Pascal, Zoe Winters, Marin Ireland, Dasha Nekrasova, Louisa Jacobson, Sawyer Spielberg, Eddie Cahill, Joseph Lee, John Magaro
Director: Celine Song
Studio: 2AM, Killer Films, A24, Sony Pictures Releasing, Stage 6 Films


#Synopsis:
Lucy Mason (Dakota Johnson), dikenal sebagai agen matchmaker atau mak comblang dari perusahaan cari jodoh bernama Adore yang sukses menjodohkan banyak perempuan elite di Manhattan. Selama bekerja sebagai agen mak comblang, sembilan pasangan yang ia jodohkan sudah resmi bertunangan dan bahkan ada yang menikah juga. Hal tersebut membuatnya mendapat apresiasi dari agen lain termasuk leadernya, Violet (Marin Ireland).


Berbeda dengan kariernya sebagai agen mak comblang yang sukses, urusan asmara Lucy tidaklah mulus. Sudah lama dirinya single dan mendeklarasikan dua prinsip dalam hidupnya yaitu akan tetap sendiri dalam keabadian atau menikah dengan pria yang harus kaya raya. Prinsip tersebut dipegang erat oleh Lucy karena ia merasa frustasi ketika harus menghadapi standar client nya yang semakin tidak realistis ketika ingin dijodohkan. Salah satu klien yang menguji kesabaran Lucy yaitu Sophie (Zoe Winters), wanita paruh baya yang memiliki banyak kriteria dan tak ingin menurunkan standar pria untuk diajaknya berkencan.



Suatu malam, Lucy menghadiri pesta pernikahan client mak comblang nya dan tak sengaja berkenalan dengan seorang pria mapan bernama Harry Castillo (Pedro Pascal) yang merupakan kakak kandung dari mempelai pria yang menikah. Dia langsung menunjukkan ketertarikannya pada Lucy namun Lucy menolaknya dan merekomendasikan Harry menjadi client dari Adore. Saat mereka berdua menunggu hidangan makan malam, Lucy bertemu lagi dengan mantan pacarnya yaitu John Finch (Chris Evans) yang bekerja sebagai waiter di restoran. Setelah pesta selesai, Lucy dan John janjian untuk bertemu lagi. Dalam perjalanan pulang, mereka berdua mengenang masa-masa muda ketika masih berpacaran. Hubungan Lucy dan John terpaksa harus berakhir karena kesulitan finansial yang kala itu harus dihadapi oleh mereka.


Waktu terus berjalan. Harry semakin gigih untuk mendapatkan hati Lucy. Ia rutin mengajak Lucy untuk makan malam bersama di restoran-restoran mewah dan menghabiskan hari-hari di penthouse milik Harry. Awalnya Lucy ragu dengan segala usaha yang dilakukan Harry karena ia merasa tidak pantas bersanding dengan sosok pria mapan dan kaya raya seperti Harry. Namun Harry meyakinkan Lucy jika dirinya sangat tulus mencintai Lucy. Sejak resmi menjalin hubungan asmara, kehidupan Lucy perlahan mulai membaik. Semangatnya dalam bekerja pun semakin meningkat, termasuk menemukan calon jodoh baru bernama Mark (John Magaro) untuk Sophie yang sudah sangat sesuai dengan kriteria client nya itu.
Setelah beberapa hari, Lucy menghubungi Sophie untuk menanyakan tentang kencan yang sudah dilakukan bersama Mark. Namun sayang, Sophie tak bisa lagi dihubungi. Berbanding terbalik dengan Mark yang mengabarkan pada Lucy jika ia sangat senang dan bahagia usai kencan pertama dengan Sophie. Mark juga meminta bantuan pada Lucy untuk mengatur kencan kedua bersama Sophie. Mendengar hal tersebut tentu membuat Lucy bahagia. Namun kebahagiaan itu seketika berubah saat Lucy tiba di kantor dan mendapat kabar dari Violet jika Sophie mengalami pelecehan oleh Mark saat kencan pertama. Kejadian tersebut membuat Sophie sangat marah dan melayangkan gugatan terhadap Adore. Violet berusaha menenangkan Lucy agar tidak terus menyalahkan dirinya, karena gugatan yang dilayangkan bukan untuk Lucy. Violet berjanji ia dan tim pengacara akan menangani kasus tersebut tanpa melibatkan Lucy. Karena merasa tidak enak hati, Lucy diam-diam mencari keberadaan Sophie untuk berbicara dan meminta maaf secara langsung. Saat mereka akhirnya bertemu, Sophie menolak permintaan maaf Lucy atas semua yang sudah terjadi. Sophie menganggap Lucy selama ini hanya melepaskan client-client mak comblang nya kepada pria manapun tanpa memperdulikan konsekuensi sama sekali.


Di sisi lain, Harry merasa khawatir melihat Lucy yang nampak selalu gelisah ketika bekerja. Harry kemudian berinisiatif mengajak Lucy untuk liburan ke Islandia, negara yang selama ini diimpikan oleh Lucy. Harry berharap dengan liburannya itu bisa melepas segala kepenatan dan permasalahan Lucy. Satu hari menjelang keberangkatan, Lucy menemukan fakta tentang operasi pemanjangan tulang kering yang dilakukan oleh Harry. Hal tersebut terpaksa Harry lakukan bersama dengan adiknya untuk hidup mereka lebih baik. Keputusan operasi tersebut terbukti benar. Harry dan adiknya jadi lebih percaya diri karena sudah memenuhi salah satu standar dan kriteria untuk wanita. Kejadian tersebut menyadarkan Harry dan juga Lucy jika hubungan mereka berdua hanyalah saling memenuhi kriteria masing-masing semata yang sebenarnya tidak saling mencintai. Bagaimana nasib hubungan Lucy, Harry dan John selanjutnya?


#Review:
Sukses besar dengan debut film panjangnya yaitu PAST LIVES (2024), sutradara Celine Song kembali hadir dengan film layar lebar keduanya di tahun ini berjudul MATERIALISTS (2025). Dibintangi tiga nama aktor besar di Hollywood yaitu Dakota Johnson, Chris Evans dan Pedro Pascal, membuat film MATERIALISTS (2025) cukup dinantikan kehadirannya. Ditambah lagi, rumah produksi A24 dan Sony Pictures Releasing menjadi distributor untuk diedarkan di New York dan internasional.


Untuk segi cerita, Celine Song yang kembali merangkap menjadi penulis film ini menghadirkan plot drama percintaan yang berfokus pada keintiman suatu hubungan asmara di era modern seperti saat ini. Seperti yang sudah ia lakukan dengan sangat luar biasa di film PAST LIVES (2024), plot film MATERIALISTS (2025) pun berjalan let it flow yang dipenuhi dialog-dialog natural namun selalu menohok hati penonton. Dinamika narasi yang berganti-ganti saat menyoroti karakter Lucy sedang berhadapan dengan perjodohan client nya, kemudian berbanding terbalik saat narasi cerita mengisahkan kehidupan Lucy yang cukup kompleks ketika dihadapkan dengan dua pria. Development character dari Lucy juga dibuat sangat realistis tentang memegang prinsip jika cinta tidak bisa memberinya makan dan hidup. Di sisi lain, Celine Song juga sedikit menyentil tentang fenomena kriteria dan standar manusia yang ingin mendapat pasangan tuh makin kesini makin tidak realistis. Ujung-ujungnya, akhir cerita cinta Lucy dan Harry cukup efektif memberikan sensasi tamparan pada penonton tentang hubungan asmara mereka. Yang tak kalah menarik, sang sutradara juga mengembangkan plot tentang relationship dengan mantan dengan cara sederhana namun tetap elegan dan juga manis. Moment Lucy dan John naik mobil bareng lalu mengingat saat mereka masih muda yang diperkuat dengan dialog-dialog simple namun menohok sukses membuatku senyam-senyum getir melihatnya. Kemunculan subplot karakter Sophie yang apes dalam berkencan jadi warna baru yang kembali menyentil perihal tujuan utama punya pasangan demi mengejar status sosial. Subplot tersebut surprisingly memperkuat lapisan emosi dari Lucy, Sophie dan juga John ketika memasuki babak akhir film.


Untuk jajaran pemain, tiga nama besar yaitu Cassandra Webb, Steve Rogers dan Reed Richards Dakota Johnson, Chris Evans dan Pedro Pascal tampil effortless dalam menghidupkan masing karakter-karakter dan drama cinta segitiga diantara mereka. Dakota semakin berhasil menunjukkan peningkatan kualitas aktingnya di sini. Dinamika emosi yang rentan dan kompleks tersampaikan dengan baik pada penonton. Chris Evans pun demikian. Ia berhasil membawakan karakter John yang idealis, mature dan penuh cinta. Selanjutnya, Pedro Pascal sangat cocok dan fit-in sebagai pria dewasa impian yang punya kharismatik, tenang dan penuh perhatian pada pasangannya.
Untuk urusan visual, Celine Song beserta tim sinematografi, artistik, production design, wardrobe berhasil menyajikan keindahan yang sederhana di setiap adegan dalam film. Vibes nya modern dreamy gitu, bikin betah nontonnya! Oh iya, entah cuma aku saja yang merasakan, beberapa blocking dan angle pengambilan gambar ada yang beberapa mengingatkanku akan film PAST LIVES (2023) haha. Overall, film MATERIALISTS (2025) berhasil menyampaikan value tentang cinta, harta dan realita yang dibuat realistis sekaligus getir! Celine Song, you did it again!


[8.5/10Bintang]

Tuesday, 22 July 2025

[Review] Kitab Sijjin & Illiyin: Cerita Santet Satu Keluarga Yang Mengerikan & Bikin Ngilu!




#Description:
Title: Kitab Sijjin & Illiyin (2025)
Casts: Yunita Siregar, Dinda Kanyadewi, Tarra Budiman, Djenar Maesa Ayu, Kawai Labiba, Sulthan Hamonangan, David Chalik, Septian Dwicahyo, Banon Gautama, Eduwart Manalu, Nelly Sukma
Director: Hadrah Daeng Ratu
Studio: Rapi Films, Sky Media, Rhaya Flicks, Legacy Pictures, Narasi Semesta


#Synopsis:
Usai kematian kedua orangtuanya dengan cara yang tragis, Yuli (Yunita Siregar) dibesarkan dan tinggal dengan keluarga Ibu Ambar (Djenar Maesa Ayu) yang merupakan ibu tirinya. Selama tinggal di sana, Yuli sering diperlakukan jahat oleh Ibu Ambar dan anaknya, Laras (Dinda Kanyadewi). Keduanya kerap kali melakukan kekerasan fisik dan memaki Yuli sebagai anak hasil perselingkuhan yang tak berguna dan jadi beban keluarga saja, disaat Yuli tak sengaja melakukan kesalahan atau telat melakukan perintah mereka berdua.
Suatu malam, kondisi kesehatan Ibu Ambar terus menurun. Ketika Yuli akan mengganti pakaian ibu tirinya itu di kamar, Ibu Ambar terbangun dan mengatakan sebuah rahasia tentang penyebab kematian kedua orangtua Yuli yang ternyata terkena santet kiriman dirinya. Tak lama setelah itu, Ibu Ambar kejang-kejang, mulutnya mengeluarkan darah dan akhirnya meninggal dunia. Kematian Ibu Ambar membuat Laras beserta suami dan kedua anaknya yaitu, Rudi (Tarra Budiman), Tika (Kawai Labiba) dan Dian (Sulthan Hamonangan) sedih. Mereka tak menyangka jika Ibu Ambar yang sudah lama sakit itu meninggal dengan cara yang tak wajar.
Setelah proses pemakaman, Yuli bergegas pergi menuju toko kelontong milik Laras untuk menemui penjaga tokonya yaitu Yono (Banon Gautama). Ia meminta Yono mengantarnya ke Dukun Mbah Pana (Septian Dwi Cahyo). Tiba di sana, Yuli rupanya ingin balas dendam dan membuat seluruh keluarga Laras meninggal lantaran sakit hati dengan semua perlakuan Laras dan juga mendiang Ibu Ambar. Tak hanya itu saja, Yuli juga tak menyangka jika kematian orangtuanya saat ia masih kecil disebabkan oleh kiriman santet dari Ibu Ambar. Atas dasar itu, Yuli bersedia melakukan ritual sesuai perintah Mbah Pana meskipun memiliki resiko besar dan mengancam keselamatannya. Untuk mengirim santet mematikan tersebut harus menggunakan medium jenazah yang baru dikubur sebelum 40 hari. Yuli langsung terpikir untuk memakai jenazah Ibu Ambar karena masih baru dikubur dan masih satu ikatan keluarga dengan Laras. Yuli kemudian pergi ke makam untuk menggali kuburan dan membawa jasad ibu tirinya itu dengan dibantu Yono. Setelah itu, Yuli langsung melakukan serangkaian ritual santet yang dipandu oleh Mbah Pana. Sasaran pertama yaitu Tika, anak pertama dari Laras dan Rudi. Tanpa menunggu waktu lama, Tika langsung merasakan kejadian mistis setelah ia sholat. Foto keluarga yang ada di ruang tengah rumah tiba-tiba terjatuh dan pecah. Selain itu, Tika juga mendengar dan melihat penampakan mengerikan sang nenek di kamar. Sejak kejadian itu, Tika berusaha meminta petunjuk dan bantuan pada gurunya di madrasah yaitu Abuyya (David Chalik). Tika pun selalu bertawakal dan memperkuat imannya agar dirinya terhindar dari gangguan-gangguan mistis.
Usai kepergian neneknya, Dian yang sangat percaya dengan hal-hal mistis, mencoba melakukan komunikasi dengan sang nenek dengan menggunakan papan oujia. Dian percaya jika arwah dari orang yang sudah meninggal akan tetap berada disekitar sebelum 40 hari. Tak lama, papan ouija tersebut bergerak dan memberi tanda jika Dian sedang berbicara dengan sang nenek. Rupanya, sosok yang berkomunikasi dengan Dian itu bukanlah neneknya, seketika tubuh Dian kerasukan dan menyerang dirinya hingga tewas dengan cara yang mengenaskan.
Laras, Rudi dan Tika dibuat histeris karena kehilangan Dian. Tika semakin yakin jika keluarga mereka sedang dalam bahaya dari kekuatan mistis. Ditengah situasi duka, Yuli menyusun rencana untuk menghancurkan rumah tangga Laras dengan Rudi. Yuli berharap, Rudi segera menceraikan Laras dan menikah dengannya. Namun sayang, rencana tersebut gagal dan menyebabkan Yuli marah besar kepada Rudi. Target santet berikutnya yaitu Rudi dan berhasil membunuhnya dalam waktu singkat.
Yang tersisa kini tinggal Laras dan Tika. Yuli harus segera menyelesaikan ritual santet tersebut sebelum jasad yang digunakan sebagai perantara semakin membusuk. Jika tidak berhasil, nyawa Yuli menjadi taruhannya.


#Review:
Rumah produksi Rapi Films kembali menghadirkan film horror terbarunya yang berjudul KITAB SIJJIN & ILLIYIN (2025) di bioskop mulai 17 Juli 2025. Film ini menjadi kolaborasi keempat dari sutradara dan penulis perempuan Indonesia yaitu Hadrah Daeng Ratu dan Lele Laila, setelah tahun lalu sukses mencuri perhatian lewat film PEMANDI JENAZAH (2024) yang dibintangi Aghniny Haque.


Untuk segi cerita, film KITAB SIJJIN & ILLIYIN (2025) ini tidak lagi mengadaptasi secara resmi dari franchise film SICCIN asal Turki. Rapi Films hanya mengadaptasi film SICCIN pertama di film SIJJIN (2023) saja. Lisensi untuk adaptasi film SICCIN selanjutnya tak lagi dipegang oleh Rapi Films. Otomatis, film KITAB SIJJIN (2025) bukan lagi adaptasi resmi dari franchise film tersebut.
Secara premis, KITAB SIJJIN (2025) memang masih serupa namun tak sama dengan premis dari franchise Sijjin yaitu tentang perdukunan dan persantetan. Penulis Lele Laila mengembangkan plot film ini lewat drama seorang anak yang diperlakukan tidak adil oleh ibu tiri beserta anaknya. Sekilas, pendekatan cerita tersebut terasa seperti cerita klasik Cinderella. Hahaha. Meskipun demikian, kreativitas Lele Laila dan Bu Hadrah terlihat saat menggabungkan cerita klasik Cinderella tersebut dengan elemen horror tentang santet yang mengincar satu keluarga. Tak hanya itu saja, pengembangan cerita film KITAB SIJJIN (2025) juga terasa kompleks mengeksplor cerita antara si baik dengan si jahat. Step by step yang dilakukan karakter Yuli untuk menyantet keluarga tirinya itu tampil sangat jelas dan mengerikan. Moment Yuli "menjahit" kulit jenazah selalu disorot secara close up dan sukses membuatku misuh-misuh! Namun sayang, saat eksekusi kematian dari para karakter, terlalu banyak hal yang kurang rasional. Salah satunya yaitu penggunaan CGI serangga yang menyerang para korban. Terlalu kebanyakan. Padahal sebelumnya, duo Bu Hadrah dan Lele Laila sudah sangat baik dan kreatif menampilkan sederet kematian di film PEMANDI JENAZAH (2024) maupun SIJJIN (2023) ketimbang penggunaan CGI serangga yang repetitif. Eksplorasi cerita selanjutnya datang dari sisi protagonis yaitu Tika yang diperankan Kawai Labiba. Unsur religi islam yang menjadi kekuatan bagi Tika agar terhindar dari serangan santet tampil bagus dan tidak berlebihan.  Meskipun terror gaib ketika sedang sholat sudah sangat membosankan, untungnya usaha dan konsistensi Tika untuk tetap istiqomah, berpegang teguh pada keimanan serta diarahkan oleh Abuyya jadi daya tarik tersendiri di sini.


Untuk jajaran pemain, debut Yunita Siregar di genre film horror tampil tak terlalu mengecewakan. Meskipun di beberapa part, khususnya di bagian awal film karakter dari Yuli hampir serupa tapi tak sama dengan karakter Kaluna yang ada di film HOME SWEET LOAN (2024) hahaha. Aura protagonis dari Yunita Siregar masih sangat mencolok, bahkan saat adegan jadi jahat pun, aku masih saja belum rela ia melakukan kejahatan-kejahatan di film ini. wkwk peace!
Penampilan yang justru mencuri perhatian datang dari Kawai Labiba dan juga Dinda Kanyadewi. Dinamika hubungan anak dengan ibu diantara mereka yang memiliki perbedaan pandangan jadi kelebihan tersendiri dari film ini. Kawai berhasil menampilkan kualitas akting yang semakin meningkat dengan ekspresi serta keimanannya dalam melawan kekuatan gaib. Dinda Kanyadewi sukses menampilkan adegan kesurupan yang melampaui ekspektasi. Intensitas ketegangan dan kengerian adegan final yang dilakukan Dinda Kanyadewi sangat memukau!
Untuk urusan visual, Rapi Films terlihat sangat leluasa memberikan budget produksi yang tinggi untuk film KITAB SIJJIN (2025). Selain efek CGI yang makin smooth, bagian sinematografi, artistik, prostetik, sound, scoring dan visual gambar yang disajikan berada di level yang memuaskan. Overall, film KITAB SIJJIN & ILLIYIN (2025) boleh banget dibilang sebagai salah satu film horror terbaik yang pernah digarap dan ditulis oleh duo Hadrah Daeng Ratu dan juga Lele Laila.


[7.5/10Bintang]

Monday, 14 July 2025

[Review] Pentas Pertunjukan Musikal Keluarga Cemara: Eskalasi Luar Biasa Dari Versi Film Maupun Serialnya!

 



#Description:
Title: Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara (2025)
Casts: Taufan Purbo, Galabby Tahira, Aisyah Fadhila, Fazka Banahan, Simhala Avadana, Andrea Miranda, Amira Karin, Quinn Salman, Sita Nursanti, Mang Saswi, Ghatfaan Rifqi, Ben Prihadi, Amanda Elma, Kalya Islamadina, Christoffer Nelwan, Louise Monique, Astryovie, Venytha Yoshiantini, Putri Indam Kamila, Clarissa Theophilia, Made Aurellia, Dianya Nareswari, Aldafi Adnan, Ricky Alvano, Jeremiah Purwoto, Kezia Haniel, Ayasha Davierra, Naela Vangeline, Shanna Miaziza, Clive Marshall, Nathanael Yavin, Mumu Harmoun, Barly Armandita, Fadli Hafizan, Ery Christian
Director: Pasha Prakasa
Studio: Visinema Studios, Indonesia Kaya, Ciputra World Artpreneur


#Review:
Libur sekolah tahun ini, Visinema Studios dan Indonesia Kaya kembali menghadirkan pertunjukan panggung MUSIKAL KELUARGA CEMARA (2025). Pentas teater musikal yang diadaptasi dari film dan serial legendaris KELUARGA CEMARA (2018) ini pertama kali digelar di tahun 2024 lalu dan sukses mencuri perhatian para pecinta film maupun penikmat pentas teater Indonesia.



Di tahun keduanya ini, MUSIKAL KELUARGA CEMARA (2025) menghadirkan sesuatu yang baru yaitu album kompilasi berjudul Lagu-Lagu Cemara (OST. Musikal Keluarga Cemara). Album ini berisikan 7 lagu original dari MUSIKAL KELUARGA CEMARA yang tahun lalu sukses menyabet Album Musikal Terbaik Anugerah Musik Indonesia 2024. Ketujuh lagu tersebut dinyanyikan ulang dengan aransemen baru oleh tujuh musisi Indonesia yaitu:

1. Waktunya Membuktikan - JKT48
2. Opak Party - RAPOT
3. Rencana Bukan Bencana - Ruth Sahanaya
4. Bahagia YHA! - GAC (Gamaliel Audrey Cantika)
5. Indah Apa Adanya - Feby Putri
6. Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya - Vidi Aldiano
7. Seperti Cemara - The Lantis




Pertunjukan panggung MUSIKAL KELUARGA CEMARA digelar selama 24 hari non stop mulai 20 Juni - 13 Juli 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan. Setiap harinya, tampil 2x pentas pada pukul 14:00 dan 19:00 WIB. Aku berkesempatan menonton MUSIKAL KELUARGA CEMARA di tahun ini sebanyak dua kali pada tanggal 21 Juni dan 28 Juni 2025 kemarin. For the first time masuk ke Ciputra Artpreneur dan seketika langsung takjub melihat isi didalamnya. Berada di lantai 11 Lotte Shopping Avenue, Kuningan Jakarta Selatan, area lobby Ciputra Artpreneur dihiasi backdrop dan banner MUSIKAL KELUARGA CEMARA untuk berfoto, meskipun untuk pencahayaan di dekat backdrop kurang terang benderang hahaa.
Setelah proses checking dan scan ticket, penonton teater musikal naik ke atas dengan eskalator yang bagian atasnya dihiasi ornamen cantik lampu-lampu kerlap-kerlip berwarna putih dengan aksesoris awan, pohon cemara, awan dan bintang-bintang kecil. Setibanya di area lobby teater, tersedia berbagai instalasi dari product sponsor, photobooth, proyektor animasi dan berbagai merchandise menarik edisi spesial MUSIKAL KELUARGA CEMARA tahun 2025. Suasana lobby teater nya sangat nyaman. AC super dingin, tersedia toilet yang sangat bersih dan mushola yang luas. Sebelum masuk ke teater Ciputra Artpreneur, panitia menjelaskan informasi perihal aturan selama pertunjukan penonton harus masuk tepat waktu dan jika datang terlambat, maka bisa masuk saat sesi break intermission di pertengahan pentas.
Saat masuk ke teater utama Ciputra Artpreneur, aku sangat takjub melihat interior teater nya yang sangat megah, modern dan semi futuristik. Stage teater MUSIKAL KELUARGA CEMARA (2025) juga dihiasi ornamen sangat cantik. Pertunjukan dimulai tepat pukul 19:30 WIB dengan tirai penutup stage teater dibuka.


- Bagian pertama dibuka dengan cerita Abah dan rekan kerjanya yang sedang membangun proyek apartemen. Namun selama proses pembangunan tersebut diwarnai demonstrasi dari mahasiswa. Meskipun mengalami ujian, Abah dan rekannya tetap berhasil mewujudkan mimpi mereka. Selain itu, Abah juga pertama kali bertemu dengan Emak yang menjadi tim paramedis. Pertemuan tersebut menumbuhkan rasa cinta diantara keduanya. Abah kemudian melamar Emak, lalu menikah dan hidup bahagia membangun rumah tangga.
- Bagian kedua, Abah dan Emak kehadiran dua anak perempuan cantik yaitu Euis dan Ara. Saat itu, Emak sedang mempersiapkan pesta ulang tahun untuk Euis dengan mengundang teman-teman Euis yang tergabung dalam grup dance sekolah beserta rekan-rekan arisannya. Namun sayang, Abah tidak bisa menemani pesta ulang tahun Euis karena urusan pekerjaan. Euis sedih karena untuk yang kesekian kalinya hari ulang tahun, Abah tak pernah hadir. Disaat merayakan pesta dan suka cita, rumah Abah, Emak, Euis dan Ara didatangi pihak yang akan menyita dan menyegel seluruh harta termasuk rumah mereka. Dalam sekejap, Abah, Emak, Euis dan Ara kehilangan semua harta dan harus segera meninggalkan rumah secepatnya.
- Bagian ketiga, keluarga Abah memutuskan tinggal sementara di rumah peninggalan orangtuanya yang ada di Desa Cinangneng. Disana, keluarga Abah disambut hangat oleh warga desa. Euis masih sedih, kecewa dan belum bisa menerima ia harus pergi dari kota meninggalkan sekolah dan juga teman-temannya yang akan ikut kompetisi dance. Namun Ara berbanding terbalik. Ia senang tinggal di rumah barunya karena sejuk, asri dan punya banyak pohon cemara di belakan rumah.
- Bagian keempat, Abah kemudian mencari kerja di Desa Cinangneng agar tetap bisa menafkahi keluarganya. Abah lalu bertemu dengan bapak-bapak warga yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ikut bekerja di sana. Sementara itu, Emak juga berinisiatif ingin membuka usaha agar bisa membantu finansial keluarga. Atas saran dari ibu-ibu warga Desa Cinangneng, Emak akhirnya memilih usaha berjualan opak dan dibantu dijual oleh Euis di sekolah.
- Bagian kelima, Euis jadi siswa baru dan bertemu dengan teman sekelasnya yang lucu dan selalu membuatnya tertawa. Suatu ketika, Euis memilih bolos sekolah dan pergi ke kota untuk bertemu dengan gengnya akan mengikuti kompetisi dance. Setibanya di kota, Euis menelan kekecewaan karena gengnya sudah menemukan pengganti Euis. Sepulang dari kota, Euis dimarahi oleh Abah. Hal tersebut membuat Euis sangat sedih dan tak tahu harus berbuat apa. Sementara itu, Emak mengabari jika ia sedang hamil. Hal tersebut membuat Abah terkejut karena Ara lah yang selama ini selalu memanjatkan doa agar punya adik.
- Bagian keenam, Abah memutuskan untuk bekerja lebih keras lagi demi kehadiran calon anak ketiganya itu. Saking semangatnya, Abah justru mengalami kecelakaan kerja dan membuat kakinya terkilir. Cobaan keluarga Abah dan Emak terasa sangat berat. Euis masih belum menerima mereka kondisi keluarga saat ini, Emak hamil dan Abah harus istirahat karena kecelakaan. Seiring berjalannya waktu, Euis menemukan arti persahabatan yang tulus dari teman-teman sekelasnya. Mereka bahkan membantu Euis menjual opak di sekolah dan merayu guru mereka untuk borong jualannya Euis.
- Bagian ketujuh, setelah pulih dari sakitnya, Abah memutuskan untuk menjual rumah peninggalan orangtua agar bisa kembali ke kota. Namun Emak khawatir jika mereka pindah lagi, pasti tidak akan disukai Euis dan juga Ara. Kekhawatiran Emak terbukti benar. Euis dan Ara tidak ingin pindah lagi. Mereka sudah menemukan kenyamanan tinggal di rumah dan Desa Cinangneng.
- Bagian kedelapan, Abah akhirnya membatalkan rencana jual rumah. Mereka tetap tinggal di rumah. Satu tahun berlalu, menjelang ulang tahun Euis, Abah, Emak dan Ara berencana merayakan ulang tahun Euis dengan mengundang para tetangga. Saat menunggu Euis pulang ke rumah, Emak mengalami kontraksi dan pecah ketuban. Ibu-ibu langsung sigap membantu proses persalinan Emak meskipun dilakukan di rumah. Proses persalinan Emak berhasil dan melahirkan bayi perempuan cantik yang diberi nama Agil.
- Bagian kesembilan. Abah, Emak, Euis, Ara dan Agil akhirnya hidup bahagia penuh suka cita di rumah bersama dengan warga Desa Cinangneng. Untuk merayakan ulang tahun dan kehadiran Agil, Abah dan Ara menggelar pertunjukan teatrikal Seperti Cemara yang sukses menghibur semuanya.



Dengan durasi lebih dari tiga jam, penonton dibuat takjub melihat pertunjukan panggung MUSIKAL KELUARGA CEMARA (2025). Plot cerita yang dihadirkan kali ini mengalami sedikit modifikasi dari versi filmnya yang dibintangi Ringgo Agus dan Nirina Zubir. Yang membuatku terharu, elemen musikal yang disajikan musikal kali ini benar-benar luar biasa. lagu-lagu baru yang ditulis oleh Ifa Fachir dan Simhala Avadana sangat indah dan mewakili setiap adegan-adegan dalam pertunjukan musikalnya. Setiap karakter dan geng yang ada di pertunjukan musikal mendapat jatah lagu yang ear catching banget. Tak heran jika Album Original Soundtrack Musikal Keluarga Cemara ini berhasil memenangkan kategori Album Musikal Terbaik di Anugerah Musik Indonesia tahun lalu, karena semua tracklist nya candu banget!
Selain elemen musikalnya yang on fire, ensemble casts yang bermain di pertunjukan panggung MUSIKAL KELUARGA CEMARA (2025) semuanya tampil mencuri perhatian! Jika di versi filmnya hanya berfokus pada keluarga Abah, di versi musikalnya ini plot berkembang dengan kehadiran para warga Desa Cinangneng yang sangat heboh, meriah dan juga lucu! Surprisingly, sutradara dan tim penulis cerita berhasil menyajikan bodor-bodor dengan Bahasa Sunda yang tepat sasaran. Pelafalan tiap suku kata, referensi budaya Sunda dan hal-hal yang sedang viral saat ini seperti Barak Kang Dedi dan joget Velocity sukses menjadi sajian yang sangat bagus sekaligus menghibur! Selain elemen jokes nyunda nya yang memukau, elemen drama keluarga Abah dan Emak pun tampil penuh haru biru sama seperti versi filmnya. Bahkan eskalasi emosionalnya jauh lebih deep berkat tambahan lirik-lirik lagu dari Abah, Emak, Euis dan juga Ara. Salah satu adegan paling memorable yang sampai aku menangis yaitu ketika adegan Abah dan Euis berdamai sambil menyanyikan lagu Pelukku Sementara, Hatiku Selamanya. Suasana hening, AC super dingin, lagu indah, chemistry dua pemeran luar biasa sukses bikin mataku banjir! Nangis banget! So magical!
Overall, Pertunjukan Panggung MUSIKAL KELUARGA CEMARA (2025) jadi salah satu pentas teater paling mengesankan dan terbaik versiku sejauh ini. Semua elemen mulai dari directing, elemen musikal, kualitas akting serta vokal dari ensemble casts, stage act, wardrobe, properti di panggung, konsep, scoring, lirik lagu dan semua tim yang terlibat pokoknya kalian semua sempurna!


[10/10Bintang]

Friday, 11 July 2025

[Review] Sore Istri Dari Masa Depan: Perjuangan Magis Seorang Istri Untuk Mengubah Masa Lalu Sang Suami!



#Description:
Title: Sore: Istri Dari Masa Depan (2025)
Casts: Sheila Dara, Dion Wiyoko, Goran Bogdan, Lara Nekic, Livio Badurina, Borko Peric, Maya Hasan, Mathias Muchus, Vanda Winter, Sandra Lonlaric, Slavica Knezevic
Director: Yandy Laurens
Studio: Cerita Films, Slingshot Pictures, Imajinari, Miles Films, Jagartha, Trinity, Studio Artemis


#Synopsis:
Jonathan (Dion Wiyoko) adalah seorang fotografer asal Indonesia yang memutuskan menetap dan mengasingkan diri di Kroasia. Selama tinggal di sana, Jonathan menghabiskan waktunya mengeksplor dan memotret ke banyak tempat. Suatu hari, Jonathan pergi ke Finlandia untuk memotret keindahan alam dengan tema perubahan iklim dengan harapan hasil fotonya itu dapat diterima oleh calon investor pameran fotografi.



Namun sayang, semua hasil fotografi Jonathan bertema perubahan iklim tersebut diragukan oleh agennya yaitu Carlo (Goran Bogdan). Menurut Carlo yang berprofesi sebagai aktor teater, sudah terlalu banyak fotografer dan pameran fotografi yang mengangkat tema perubahan iklim. Carlo pesimis jika Jonathan melampirkan tema yang sama pasti akan ditolak oleh calon investor. Jonathan pun kemudian merenung dan tak tahu harus menawarkan hasil fotografinya yang mana jika ingin diterima oleh investor.


Keesokan harinya saat terbangun dari tidur, Jonathan dikejutkan dengan kemunculan seorang perempuan cantik tepat disampingnya. Perempuan tersebut bernama Sore (Sheila Dara) dan mengaku sebagai istri dari Jonathan dari masa depan. Karena tidak masuk akal, Jonathan yakin jika kemunculan perempuan di rumahnya itu ulah Carlo. Namun sayang, Carlo membantah tuduhan tersebut karena ia sedang sibuk latihan untuk pentas teater dan tidak ada waktu untuk iseng kepada Jonathan. Mendengar bantahan tersebut membuat Jonathan kesal, ia lalu bergegas siap-siap dan pergi dari rumah karena sudah telat untuk bertemu pacarnya, Elsa (Lara Nekic) yang sudah menunggu di restoran.


Setibanya di restoran, Elsa menjelaskan jika orangtuanya sudah memberikan lampu hijau untuk membuka restoran di Madrid dan mengizinkan Jonathan untuk menjadi pendampingnya. Kabar tersebut justru membuat Jonathan bingung. Ia belum sepenuhnya yakin untuk pergi dan hidup bersama dengan Elsa. Tak lama setelah itu, Sore tiba-tiba datang dan duduk satu meja bersama Jonathan dan Elsa. Tanpa basa-basi, Sore memperkenalkan diri sebagai istri dari Jonathan pada Elsa. Hal tersebut membuat mereka berdua terkejut. Elsa merasa dibohongi karena selama ini Jonathan mengaku masih lajang dan belum menikah. Karena Sore tampak meyakinkan dan mengetahui semua kebiasaan dari Jonathan, Elsa pun marah dan meninggalkan mereka berdua.


Sejak saat itu, Sore terus berusaha ingin tinggal dan bersama dengan Jonathan, meskipun Jonathan masih belum bisa menerima kehadiran Sore yang mengaku dari masa depan. Sore kemudian menjelaskan alasan dirinya kembali ke masa lalu yaitu ingin mengubah sang suami menjadi lebih baik dan juga lebih sehat. Setiap harinya, Sore mulai menerapkan pola hidup lebih baik kepada Jonathan dengan banyak cara, mulai dari mengurangi begadang, olahraga di pagi hari, makan makanan sehat, membuang semua rokok dan alkohol. Untuk meyakinkan dirinya memang benar dari masa depan, Sore mengusulkan Jonathan untuk mengirimkan hasil fotografinya saat berada di Tibet ke calon investor agar diterima. Dan ternyata, pilihan dari Sore itu terbukti benar. Calon investor sangat menyukai hasil fotografi Jonathan di Tibet dan bersedia untuk digelar di pameran fotografi. Sejak saat itu, hubungan Jonathan dengan Sore semakin membaik dan juga dekat. Sore pun kini meminta pada Jonathan agar mengikuti semua yang ia ucapkan agar hidup Jonathan bisa terus lebih baik kedepannya.



Seiring berjalannya waktu, kehidupan Jonathan memang jadi lebih baik semenjak kehadiran Sore. Namun suatu ketika, Sore kecewa saat memergoki Jonathan yang diam-diam kembali merokok. Semua upaya yang selama ini dilakukan agar Jonathan bisa lebih baik jadi sia-sia. Sore pun akhirnya mengungkapkan alasan sesungguhnya menemui Jonathan dari masa depan. Sore ingin mengubah hidup Jonathan lebih baik agar suaminya itu bisa hidup lebih lama, karena 8 tahun dari sekarang, Jonathan meninggal akibat serangan jantung. Usai berkata jujur, tiba-tiba kondisi kesehatan Sore menurun dan jatuh tak sadarkan diri.


Keesokan harinya, Sore terbangun dan mengulang kembali semua kejadian dari awal saat pertama kali berada di kamar Jonathan. Karena tak ingin mengulangi kesalahan yang sama, Sore terus berusaha melakukan hal terbaik untuk suaminya itu. Namun sayang, lagi dan lagi ia harus kembali ke awal karena semua usaha yang ia lakukan tak sepenuhnya mengubah hidup Jonathan. Sore kemudian mencoba untuk mengubah alur perjalanan hidup sang suami dengan cara membiarkan sang suami menjalani hidup tanpa kehadirannya dari masa depan. Sementara itu, Sore yang masih berada di masa lalu, memutuskan turut menjalani hidup juga tanpa bertemu Jonathan dan bekerja di butik gaun pernikahan milik Marko (Livio Badurina). Ketika waktu terus berjalan, misteri tentang waktu, duka, luka masa lalu dan kematian yang selama ini mengiringi Sore dan juga Jonathan perlahan mulai menemukan titik terang yang tak pernah disangka sebelumnya.


#Review:
8 tahun yang lalu tepatnya pada Februari 2017, product Tropicana Slim merilis web series yang berjudul SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN. Serial berjumlah 9 episode tersebut jadi trending topic di YouTube dan juga sosial media di setiap minggunya. Berdasarkan pemantauan dari YouTube, per tanggal 10 Juli 2025, serial SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN ini sudah ditonton lebih dari 20 juta kali penayangan. Bahkan, serial ini juga dinobatkan sebagai salah satu webseries Indonesia terbaik yang ada di YouTube oleh banyak orang.


8 tahun kemudian, Yandy Laurens mempersembahkan versi layar lebar dari SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN (2025) yang merupakan pengembangan segala aspek dari versi serialnya. Di versi filmnya, karakter Jonathan masih dibintangi Dion Wiyoko, namun kali ini hadir Sheila Dara sebagai lawan mainnya menggantikan Tika Bravani. Keduanya sudah sering dipasangkan dalam berbagai judul film layar lebar maupun serial dalam beberapa tahun terakhir. Untuk segi cerita, SORE (2025) versi film masih menampilkan beberapa plot yang serupa dengan versi serialnya. Jadi, untuk penonton yang belum sempat menonton serialnya pun tidak akan menjadi masalah, karena di versi filmnya punya elemen-elemen ikonik dari serialnya juga kok. Plot SORE (2025) versi film terbagi menjadi tiga babak dengan judul penamaan Jonathan, Sore dan Waktu. 


Sejak film dimulai, penonton langsung disuguhkan latar visual hamparan lautan yang membeku diiringi kapal pemecah es dengan sound yang sangat menggelegar. Dibalik keindahan alam pemandangan serba es yang dingin itu, terasa seperti refleksi akan kondisi dari karakter Jonathan yang terasing, hampa dan hidup dengan kesendirian. Plot semakin menarik saat karakter Sore muncul di kehidupan Jonathan. Elemen fantasy tentang time travel yang dihadirkan dari serial maupun film SORE (2025) tampil sangat sederhana tanpa harus mengandalkan efek visual bombastis seperti mesin waktu, portal Doctor Strange atau CGI blockbuster khas Hollywood. Yandy Laurens melakukan pendekatan lebih misterius dan magis untuk karakter Sore namun tetap memancarkan perasaan cinta yang luar biasa terhadap suaminya itu. Tiga babak cerita dengan menghadirkan tiga point of view berbeda semakin melengkapi betapa indah sekaligus magisnya dari cerita film SORE (2025). Makna tentang takdir, masa lalu, duka hingga kematian bisa tersampaikan dengan klimaks tak terduga di penghujung film. Visual science fiction tentang cahaya solar flare, aurora dan zona waktu yang dipadukan dengan kisah cinta Sore dan Jonathan sangatlah cantik sekaligus mind blowing! Babak akhir dari film SORE (2025) benar-benar pembaharuan dan eskalasi luar biasa yang tidak akan penonton temukan di versi serialnya. Sungguh pengalaman sinematik paling "gila" untuk ukuran film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.



Untuk jajaran pemain, meskipun terkesan Dion-Sheila lagi Dion-Sheila lagi, tapi tak membuatku dan penonton lain bosan. Sutradara Yandy Laurens paham betul chemistry mereka berdua untuk dijadikan pasangan dalam film maupun serial memang sudah jadi jaminan dan nge-blend banget. Dion Wiyoko tampil solid saat menghidupkan karakter Jonathan yang merasa sendiri, terasing dan memendam luka masa lalu yang tak kunjung sembuh. Big applause selanjutnya tentu harus diberikan pada Sheila Dara yang semakin menunjukkan kualitasnya dalam berakting ketika memerankan karakter ikonik Sore. Sheila Dara berhasil mengartikan jatuh cinta ugal-ugalan untuk Jonathan tanpa harus caper atau lebay. Lewat gesture, dialog dan tatapan mata terpancar emosi serta perasaan sayang yang amat besar antara karakter Sore dan juga Jonathan. Jajaran pemain bule yang direkrut untuk main film SORE (2025) juga surprisingly mencuri perhatian, terkhusus Goran Bogdan dan Livio Badurina yang sekilas mirip Loki. Hahaha! Keduanya berhasil menemani karakter Jonathan dan Sore dengan sangat baik. Setelah ditelusuri, keduanya merupakan aktor profesional di Kroasia. Bahkan Goran Bogdan sendiri pernah membintangi film pendek yang berhasil masuk nominasi Best Live Action Short Film Academy Awards 2025 kemarin. Sementara itu, Livio Badurina merupakan aktor film, teater dari Zagreb Kroasia yang sudah eksis sejak akhir tahun 90an. 


Untuk urusan visual dan audio maupun sound, Yandy Laurens beserta pengarah artistik, sinematografi, DOP, departemen musik, scoring dan seluruh tim yang terlibat dalam proses pembuatan film SORE (2025) berhasil menyuguhkan visual indah yang menenangkan sekaligus magical. Ditambah lagi lantunan scoring musik dengan sound menggelegar semakin menciptakan sensasi luar biasa selama durasi film. Pemilihan lagu-lagu yang menemani perjalanan Sore dan Jonathan juga semakin melengkapi betapa masterpiece nya film teranyar dari Yandy Laurens ini.

Soundtrack Film SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN (2025):
1. I'll Find You - Kunto Aji
2. Forget Jakarta - Adhitia Sofyan
3. Pancarona - Barasuara
4. Gaze - Adhitia Sofyan
5. Terbuang Dalam Waktu - Barasuara
6. Hingga Ujung Waktu - Sheila On 7

Overall, film SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN (2025) menyajikan drama romansa fantasy yang eksekusinya sungguh luar biasa untuk ukuran film Indonesia. Trust me, film ini pasti akan menjadi spotlight di berbagai penghargaan insan perfilman, sama seperti film JESEDEF (2023) yang sama-sama disutradarai oleh Yandy Laurens. Amazing!


[10/10Bintang]

Thursday, 10 July 2025

[Review] Superman: Pondasi Awal Untuk DC Studios Era Baru Yang Memukau!



#Description:
Title: Superman (2025)
Casts: David Corenswet. Rachel Brosnahan, Nicholas Hoult, Edi Gathegi, Nathan Fillion, Isabela Merced, Anthony Carrigan, Wendell Pierce, Skyler Gisondo, Beck Bennett, Sara Sampaio, Zlatko Buric, Mikaela Hoover, Pruitt Taylor, Neva Howell, Frank Grillo, Maria Gabriela, Sean Gunn, Bradley Cooper, Angela Sarafyan
Director: James Gunn
Studio: DC Studios, Troll Court Entertainment, The Safran Company, Warner Bros Pictures


#Synopsis:
30 tahun yang lalu, Kal-El dikirim ke planet bumi oleh kedua orangtuanya, Jor-El (Bradley Cooper) dan Lara (Angela Sarafyan) agar selamat dari kehancuran planet mereka yaitu Krypton. Setibanya di bumi, bayi Kal-El ditemukan oleh pasutri Jonathan (Pruitt Taylor) dan Martha Kent (Neva Howell) lalu dibesarkan oleh mereka dan diberi nama Clark Kent (David Corenswet).


Selama tinggal di bumi, Clark Kent terinspirasi untuk menjadi orang baik dan melindungi manusia dengan kekuatan metahuman nya yang berasal dari sinar matahari, sesuai dengan pesan mendiang kedua orangtuanya yang menginginkan Kal-El menjadi pahlawan dimanapun ia berada. Beranjak dewasa, Clark Kent memulai debutnya sebagai Superman di bumi. Di sisi lain, ia juga bekerja sebagai jurnalis di The Daily Planet dan bertemu rekan-rekan kerjanya yaitu Lois Lane (Rachel Brosnahan), Jimmy Olsen (Skyler Gisondo), Perry White (Wendell Pierce), Cat Grant (Mikaela Hoover) dan Ron (Christopher McDonald). Sejak bekerja di The Daily Planet, Clark mulai menjalani hubungan asmara dengan Lois yang akhirnya mengetahui jika Clark Kent adalah sosok Superman yang selalu melindungi kota Metropolis.



Suatu hari, Superman berusaha menghentikan aksi invasi negara Boravia ke wilayah tetangga yaitu Jarhanpur. Hal tersebut membuat pimpinan organisasi pemerintah A.R.G.U.S yaitu Rick Flag (Frank Grillo) khawatir bisa menimbulkan perpecahan yang semakin membesar. Sementara itu, presiden Boravia yaitu Vasil Ghurkos (Zlatko Buric) mendapat dukungan dari perusahaan bioteknologi dan senjata yaitu LuthorCorp milik miliarder Lex Luthor (Nicholas Hoult). Untuk melancarkan Boravia menguasai wilayah Jarhanpur, Lex Luthor menawarkan bantuan jika ia punya pasukan yang mampu mengalahkan Superman. Setelah menjalani kesepakatan, Lex Luthor langsung mengirimkan Hammer The Ultraman dan The Engineer (Maria Gabriela) untuk menyerang Superman yang sedang melindungi warga Jarhanpur dari serangan militer Boravia. Dengan mengkloning DNA dari Superman, Lex Luthor berhasil menciptakan Ultraman yang memiliki kekuatan sama persis dengan Superman. Serangan yang dilakukan Ultraman dan Engineer tersebut berhasil melumpuhkan Superman.


Dengan bantuan Krypto, anjing kesayangannya, Superman langsung dibawa menuju markas rahasianya yaitu Fortress of Solitude yang berada di Antartika untuk dirawat. Dengan bantuan paparan sinar matahari, Superman kembali pulih dan langsung melanjutkan misinya untuk melindungi Jarhanpur dari Boravia. Di sisi lain, Pasukan dari Lex Luthor mengalihkan perhatian Superman dan rekan-rekan lainnya yaitu Mr. Terrific (Edi Gathegi), Green Lantern (Nathan Fillion) dan Hawkgirl (Isabela Merced) dengan cara melepas monster kaiju di tengah kota Metropolis. Sementara itu, Hammer dan Engineer diam-diam pergi menuju markas Fortress of Solitude untuk mengambil data serta informasi penting tentang masa lalu dari Superman, salah satunya yaitu rekaman terakhir dari orang tua Superman yang rusak.



Rekaman tersebut kemudian diduplikasi dan diperbaiki oleh Engineer hingga menciptakan rekaman utuh yang isinya meminta Superman untuk menguasai planet bumi karena manusianya dianggap lemah dan tidak memiliki kekuatan apapun seperti para Kryptonian di planet mereka. Rekaman tersebut kemudian disebar oleh Lex Luthor agar reputasi Superman sebagai pahlawan bagi manusia jadi hancur. Opini publik pun berbalik melawan Superman yang dianggap sebagai ancaman. Superman secara sukarela menyerahkan diri kepada pemerintah untuk diinterogasi. Namun karena memiliki kekuatan super, pemerintah menyerahkan Superman pada Luthor dan ditahan di pocket universe, sebuah dimensi tahanan buatan yang diciptakan oleh Lex Luthor untuk menahan berbagai orang yang ia anggap sebagai musuh. Selama berada di pocket universe, kondisi Superman terus melemah karena terpapar radiasi dari Kryptonite yang berasal dari tubuh Metamorpho (Anthony Carrigan) atas perintah dari Lex Luthor.


Mr. Terrific dan Lois kemudian berusaha melacak keberadaan Superman yang mendadak hilang. Keduanya terkejut saat mengetahui Lex Luthor menciptakan portal menuju pocket universe yang sangat berbahaya karena serupa dengan black hole. Mr. Terrific kemudian berusaha meretas akses agar portal menuju pocket universe dapat terbuka dan mengeluarkan Superman dari sana. Namun sayang, hal tersebut sangat berbahaya karena berpotensi dapat membuka black hole yang mengancam planet bumi. Sementara itu, Green Lantern dan Hawkgirl berusaha menghentikan invasi serangan Boravia dan melindungi seluruh warga Jarhanpur ketika Superman masih terjebak di pocket universe.


Disaat Metamorph, Superman dan Krypto mencari cara agar bisa segera keluar dari pocket universe, black hole ternyata semakin membesar lantaran Mr. Terrific kesulitan untuk menutup aksesnya. Black hole semakin meluas hingga menuju Metropolis. Karena sangat terobsesi ingin melenyapkan Superman dari bumi, Lex Luthor membiarkan black hole tersebut semakin membesar agar Superman dan yang lainnya lenyap dari bumi. Bagaimana nasib selanjutnya dari Superman, Mr. Terrific, Green Lantern, Hawkgirl dan Metamorph?


#Review:
Setelah merger antara Discovery dan Warner Media di tahun 2022 lalu, DC Studios akhirnya resmi melakukan soft reboot untuk DC Extended Universe yang sudah eksis sejak 12 tahun lalu. Perombakan besar-besaran dilakukan oleh Warner Bros untuk DCEU era baru dengan menggandeng sutradara James Gunn sebagai co-CEO DC Studios bersama dengan Peter Safran.


Untuk segi cerita, sutradara James Gunn menghadirkan cerita SUPERMAN (2025) tidak dimulai dari 0 lagi seperti film-film Superman atau superhero origin pada umumnya. Bahkan yang tak biasa, adegan pembuka film SUPERMAN (2025) langsung disuguhkan moment kekalahan sosok Superman. Keputusan tersebut menurutku cukup tepat, mengingat plot origin tentang Superman sudah banyak difilmkan oleh DC sejak tahun 1948 sampai yang terakhir di tahun 2016 lalu. Menariknya lagi, tone cerita yang dibawa James Gunn kali ini terasa lebih bright, fun dan entertaining. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan tone cerita DCEU era Zack Snyder yang dark dan kelam. Dari segi bisnis tentu refreshment tersebut memang harus dilakukan agar soft reboot DCEU bisa lebih menguntungkan dan diterima oleh penonton secara luas, sama seperti franchise tetangga yaitu Marvel Studios yang sudah lebih jauh berada di depan.


Nonton SUPERMAN (2025) di Screen X CGV Cinemas Grand Indonesia pengalaman yang seru! Layar 270 derajat nya bikin takjub!

Yang aku suka selanjutnya, subplot cerita film SUPERMAN (2025) menghadirkan konflik politik dua negara yang memperebutkan satu wilayah. Keterlibatan negara super power beserta rencana-rencana jahat yang gila-gila akan kekuasaan terasa seperti refleksi dari keadaan di kehidupan nyata dan kondisi dunia saat saat ini. Invasi Boravia terhadap Jarhanpur sudah pasti akan mengingat penonton akan perang genosida tak kunjung usai yang dilakukan Israel terhadap Palestina serta konflik peperangan lainnya seperti di Ukraina dan juga Iran. Keputusan yang dilakukan James Gunn ini menurutku cukup berani dan bisa saja menimbulkan perdebatan di belahan bumi sisi barat. Meskipun demikian, dibalik plot seputar konflik politik tersebut menjadikan sosok Superman sebagai simbol harapan bagi orang-orang yang dizholimi oleh kejahatan. Hal ini bisa penonton lihat ketika Superman yang bukanlah manusia ternyata punya hati dan tujuan yang sangat mulia ketimbang manusia-manusia di bumi. Bisa kita lihat saat cerita menyentil fenomena sosial tentang berita hoax, fitnah, serangan cyberbullying dan rekayasa suara untuk menjatuhkan reputasi Superman. Selanjutnya, seperti film-film yang digarap dan ditulis James Gunn sebelumnya, di film SUPERMAN (2025) ini juga menghadirkan banyak sekali karakter-karakter pendukung baru yang surprisingly cukup mencuri perhatian, ikonik dan saling melengkapi satu sama lain, meskipun kapasitas para karakter pendukung tersebut hanya sebatas pelengkap saja tanpa mendapat pendalaman cerita maupun karakter. Meskipun demikian, hadirnya Green Lantern, Mr. Terrifier, Hawkgirl, Metamorph dan yang lainnya tetap mengesankan bagiku. Plot drama hubungan asmara antara Superman dengan Lois Lane juga porsinya tidak berlebihan. Tektokan adu argumen dan opini tentang invasi Boravia yang mereka lakukan sukses membuatku terpukau. Intens kedekatan mereka pun lebih ke mature ketimbang remaja. Dari sisi antagonis, James Gunn menampilkan karakter Lex Luthor dengan pendekatan yang sangat ambisius dengan segala kejeniusannya ia rela melakukan apa saja demi semuanya berjalan sesuai rencana.
Untuk jajaran pemain, penampilan David Corenswet yang awalnya banyak mendapat keraguan dari para fans Superman, surprisingly tampil penuh dengan kharisma yang mempesona. Aura wibawa dan superhero baik-baiknya terpancar kuat. Sisi kemanusiaannya pun terasa believable dan menjadikan sosok Superman memang sangat layak menjadi panutan, pahlawan dan juga harapan bagi warga. Penampilan Rachel Brosnahan pun mencuri perhatian berkat chemistry manisnya bersama dengan Superman. Ia pun tidak dibuat annoying dan beban, justru helpful serta punya inisiatif tinggi dalam setiap tindakannya. Cantik banget! Applause berikutnya harus diberikan kepada Nicholas Hoult yang menurutku sangat luar biasa dalam menghidupkan karakter Lex Luthor. Aura ambisius dan benci terhadap Superman benar-benar tersampaikan dengan maksimal pada penonton. Namun menariknya disini, James Gunn menampilkan sisi lain dari Lex Luthor yang punya sikap lucu saat ia sudah benci terhadap sesuatu pasti akan menghilangkannya sampai tidak bisa dilihat lagi, lalu dikoleksi di pocket universe. Kesel banget haha.
Untuk urusan visual, film SUPERMAN (2025) tentunya berada di level yang memuaskan. Dengan menggunakan IMAX Film Cameras, James Gunn lagi dan lagi berhasil menangkap keindahan visual Antartika dan adegan-adegan disaster dengan skala massive yang memukau serta fullest! Adegan di pocket universe dan black hole seketika mengingatkanku akan visual dahsyat dari film INTERSTELLAR (2014) nya Christopher Nolan loh. Hahaha. Scoring dan musik juga selalu menjadi point penting di film karya James Gunn. Kurasi musik serta iringan scoringnya benar-benar spektakuler! Sama-sama memukau seperti trilogy ikonik milik James Gunn yaitu GUARDIANS OF THE GALAXY (2024).
Overall, film SUPERMAN (2025) versi terbaru kali ini menurutku berhasil mengawali permulaan DC Studios era baru yang lebih bright, fun dan no more gelap-gelapan lagi! In James Gunn we trust!


[9.5/10Bintang]