Saturday, 13 December 2025

[Review] Sentimental Value: Cerita Sutradara Senior Yang Berusaha Kembali Dekat Dengan Kedua Anaknya!



#Description:
Title: Sentimental Value - Affeksjonsverdi (2025)
Casts: Renate Reinsve, Stellan Skarsgard, Inga Ibsdotter Lilleaas, Elle Fanning, Anders Danielsen Lie, Jesper Christensen, Lena Endre, Andreas Stoltenberg Granerud, Øyvind Hesjedal Loven, Cory Michael Smith, Catherine Cohen, Ida Marianne Vassbotn Klasson
Director: Joachim Trier
Studio: Mer Film, Eye Eye Pictures, NEON, Nordisk Film, Mubi


#Synopsis:
Setelah kedua orangtuanya bercerai, Nora (Renate Reinsve) dan kakaknya, Agnes (Inga Ibsdotter) menjalani hidup bersama dengan sang ibu, Sissel (Ida Marianne). Sementara itu, ayah mereka yaitu Gustav Borg (Stellan Skarsgard) pergi dari Norwegia untuk fokus pada kariernya sebagai seorang sutradara. Nora dan Agnes dibesarkan tanpa kehadiran sang ayah di masa pertumbuhan mereka. Di usia dewasa, Agnes menikah dengan Evan (Andreas Stoltenberg) dan dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Erik (Oyvind Hesjedal). Di sisi lain, Nora dikenal sebagai aktris teater yang namanya dikenal luas di Norwegia.
Suatu hari, Ibu Sissel yang menempati rumah peninggalan dan warisan dari keluarga Gustav meninggal. Ditengah duka yang menyelimuti Nora, Agnes dan kerabat, Gustav tiba-tiba datang ke rumah tanpa memberitahukan keluarga. Kehadiran sang ayah membuat Nora dan Agnes terkejut. Mereka memendam rasa benci terhadap sang ayah karena ketidakhadirannya di hidup mereka selama ini. Gustav pun berusaha meminta maaf dan ingin berdamai dengan kedua anaknya, namun sayang respon dari Nora maupun Agnes tidak sesuai dengan harapan. Komunikasi mereka sangat buruk karena Gustav yang sudah tua kesulitan mengontrol emosi dan masih saja kecanduan minuman alkohol. Di sisi lain, Gustav justru mudah dekat dan akrab dengan cucunya, Erik.
Waktu terus berjalan. Karier Gustav sebagai sutradara semakin menurun karena kesulitan mendapat pendanaan untuk beberapa project filmnya. Setelah kematian mantan istrinya, Gustav tertarik untuk menggarap project film dengan skenario yang berdasarkan dari perjalanan hidup mendiang ibunya, anggota gerakan perlawanan Norwegia di era Nazi. Saat itu, Gustav menjadi saksi ibunya meninggal karena gantung diri saat ia masih berusia tujuh tahun. Untuk menjaga keontetikan, Gustav berencana menggunakan rumah asli mereka sebagai lokasi syuting dan meminta Nora untuk memerankan karakter sang nenek di film terbaru ayahnya itu. Namun sayang, Nora menolak tawaran tersebut karena Gustav sendiri selama ini tidak pernah menonton sampai selesai pertunjukan teater yang dibintangi Nora.
Suatu hari, salah satu film pendek karya Gustav diputar di festival film yang diselenggarakan di Nowergia. Usai pemutaran film, Gustav diundang untuk dinner oleh aktris cantik asal Amerika Serikat yaitu Rachel Kamp (Elle Fanning) yang sangat terpukau dengan film karya Gustav tersebut. Setelah selesai dinner, mereka berdua menghabiskan waktu bersama di pinggir pantai dengan ditemani kedua manager Rachel. Karena merasa cocok, Gustav pun menawarkan Rachel untuk membintangi film terbarunya yang berdasarkan cerita personal tentang mendiang ibunya. Rachel tentu tidak menolak tawaran tersebut dan bersedia membintangi film karya Gustav. Dengan menggandeng aktris populer asal Amerika Serikat, Gustav berhasil meyakinkan Netflix untuk mendanai project film tersebut. Saat proses reading skenario, Rachel sangat terpesona dengan cerita yang ditulis Gustav. Untuk mendalami perannya lebih maksimal, Rachel diajak ke rumah Gustav yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi syuting.
Seiring berjalannya waktu, Nora dan Agnes merasa jika perlakuan Gustav dan empati terhadap Rachel yang akan memerankan mendiang nenek mereka terlalu besar dibandingkan perhatian Gustav kepada kedua anak kandungnya sendiri. Masalah lain kembali muncul disaat Gustav berencana mengajak Erik untuk membintangi filmnya tanpa meminta izin terlebih dahulu pada Agnes dan Evan. Hal tersebut langsung mengingatkan Agnes saat ia masih kecil yang terlibat dalam film ayahnya sebagai alasan untuk bisa tetap dekat dengan sanga anak. Agnes sadar, jika hal tersebut tidak dapat menggantikan kegagalan Gustav sebagai ayah yang meluangkan waktu untuk keluarga dan anaknya. Sementara itu, Gustav pun akhirnya mengungkapkan kekesalannya pada Nora yang selama ini anaknya itu terlalu lama memendam amarah hingga salah langkah dalam menjalani hubungan asmara dengan rekan satu teaternya yang sudah memiliki istri.
Di sisi lain, Rachel pun mulai menyadari jika karakter yang akan ia mainkan di filmnya Gustav merupakan anaknya sendiri yaitu Nora. Karena obsesi besar Gustav terhadap anaknya masih sangat tinggi serta kehadirannya terasa membatasi sisi kreatif dari Gustav, Rachel pun memutuskan mundur dari project film tersebut. Sementara itu, Agnes diam-diam membaca draft skenario film ayahnya. Meskipun cerita yang ditulis berdasarkan mendiang neneknya, namun Agnes dapat merasakan adanya penyesalan yang tulus atas buruknya hubungan antara ayah dengan anak yaitu Gustav dengan Nora dan juga dirinya. Bagaimana nasib selanjutnya dari film dan cerita antara Gustav dengan kedua anaknya?


#Review:
Setelah sukses dengan film THE WORST PERSON IN THE WORLD (2021), kolaborasi antara Joachim Trier dan Eskil Vogt sebagai sutradara dan penulis skenario kembali hadir di tahun ini lewat film berjudul SENTIMENTAL VALUE (2025). Menariknya, film ini berhasil memenangkan penghargaan bergengsi yaitu Grand Prix di Cannes International Film Festival yang ke-78 pada bulan Mei kemarin.


Untuk segi cerita, film ini mengeksplorasi hubungan antara ayah dengan kedua anaknya yang sudah lama renggang. Di balik itu, tersimpan juga beberapa dinamika konflik cukup kompleks di dalam diri sang ayah dan kedua anak perempuannya, lalu turut membahas perihal warisan berupa trauma antar generasi yang secara tidak langsung turun temurun terhadap keluarga Gustav. Lewat karakter Gustav, seorang anak yang mengalami trauma atas meninggalnya sang ibu dengan cara yang tragis. Hal tersebut rupanya menorehkan luka mendalam pada Gustav sampai ia dewasa, dan puncaknya Gustav gagal menjadi seorang ayah yang baik untuk Nora dan Agnes. Masing-masing dari mereka memiliki luka yang berasa masa lalu yang sulit rasanya untuk disembuhkan. Hingga pada satu titik, Trier dan Vogt menyembuhkan luka mereka dengan cara yang cukup powerful. Gustav mengungkapkan kepedulian yang selama ini pada kedua anaknya melalui cerita dalam skenario yang ia tulis, Nora terjebak pada affair dengan suami orang lain serta mengidap demam panggung yang tak kunjung sembuh, dan Agnes di sini hadir sebagai jembatan antara adik dan ayahnya lewat sisi akademis sehingga usai ia memahami "penyakit" turun temurun di keluarganya, menimbulkan rasa empati pada Gustav dan juga Nora.
Metode rekonsiliasi yang dilakukan Gustav lewat project film dan skenario tentang masa lalu mendiang ibunya merupakan ide cerdas, karena baginya film atau seni adalah satu-satunya cara yang ia pahami untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Pada akhirnya, seni jugalah yang mampu mengungkap kebenaran emosional yang terlalu menyakitkan untuk dibicarakan secara langsung.
Untuk jajaran pemain, sudah jelas aktris kesayangan Trier yaitu Renate Reinsve tampil gemilang memerankan karakter Nora. Dinamika emosinya saat berada di lingkungan keluarga dan berakting sebagai aktris panggung teater sangat believable. Aktor Stellan Skarsgard, Inga Ibsdotter Lilleaas dan Elle Fanning juga tampil saling melengkapi dalam memberikan taste yang mendalam di keluarga Gustav.
Overall, film SENTIMENTAL VALUE (2025) mungkin akan sedikit sulit dicerna jika untuk penonton general. Namun di sisi lain, Joachim Trier sekali lagi berhasil mengeksplorasi sisi emosional manusia secara subtil sekaligus mengesankan.

[8/10Bintang]

0 comments:

Post a Comment