Thursday, 12 March 2020

[Review] Sonic The Hedgehog: Petualangan Si Landak Biru Mencari Tas Cincin Yang Hilang


#Description:
Title: Sonic The Hedgehog (2020)
Casts: Ben Schwartz, Jim Carrey, James Marsden, Tika Sumpter, Natasha Rothwell, Adam Pally, Lee Majdoub, Tom Butler, Frank C. Turner, Melody Nosipho, Donna Jay Fulks
Director: Jeff Fowler
Studio: Paramount Pictures, Sega Sammy Group, Original Films

#Synopsis:
Sonic (Ben Schwartz) lahir dan dibesarkan oleh Longclaw (Donna Jay Fulks) disebuah planet bernama Mobius. Seiring berjalannya waktu, kehidupan di planet tersebut semakin kacau. Hewan landak yang mempunyai kekuatan super diincar oleh para landak lain dan Sonic adalah salah satunya. Tak ingin jatuh ke tangan musuh, Longclaw akhirnya menyuruh Sonic untuk kabur ke planet bumi dengan menggunakan cincin portal. Sonic yang kala itu masih kecil akhirnya selamat dari kejaran para pemburu dan berhasil pindah ke planet bumi.


Beberapa tahun kemudian, Sonic kini tumbuh semakin besar. Selama ia tinggal di planet bumi, ia bersembunyi disebuah gua tersembunyi di pinggiran Amerika. Untuk mencari makan, Sonic mencuri dan mengambil berbagai macam barang bekas untuk menghiasi tempat persembunyiannya. Aksi Sonic tak pernah ketahuan oleh manusia. Namun ada satu orang yang sangat mempercayai keberadaan Sonic yaitu ilmuwan bernama Crazy Carl (Frank C. Turner). Ia pernah melihat secara langsung sosok Sonic saat berhasil melewati jebakan yang ia buat. Namun Carl dianggap gila oleh banyak orang karena tak mungkin ada seekor hewan yang bisa berlari dengan kekuatan ultrasonic melebihi jet tempur.



Rupanya tak hanya Crazy Carl saja yang sangat ingin melihat Sonic, ada ilmuwan lain yang ingin mendapatkan landak berwarna biru itu. Ia adalah Dr. Robotnik (Jim Carrey) yang sedang mengembangkan teknologi canggih demi masa depan. Ia sangat tertarik pada sosok Sonic karena memiliki kekuatan sangat luar biasa dan bisa menjadi sumber energi bari teknologinya kelak. Dengan bantuan asisten dan anak-anak buahnya, Dr. Robotnik kemudian menelusuri jejak yang tertinggal saat Sonic berlarian kabur dari kejaran pasukannya.




Kondisi Sonic yang kini diincar oleh Dr. Robotnik membuat ia harus bersembunyi. Ia kemudian bersembunyi di kediaman seorang polisi bernama Tom (James Marsden) yang akan dipindahtugaskan ke San Fransisco. Pertemuan tak sengaja antara Sonic dan Tom ini membawa mereka ke petualangan luar biasa dalam mencari tas cincin yang jatuh di salah satu gedung pencakar langit di San Fransisco.



#Review:
Film live action adaptasi dari salah satu games Sega legendaris yaitu SONIC THE HEDGEHOG (2020) sempat menghebohkan jagat industri perfilman Hollywood. Pasalnya, film besutan sutradara Jeff Fowler ini langsung menuai hujatan dari para penggemar games Sega dan pecinta film lantaran visual 3D dari karakter SONIC tidak sesuai dengan harapan dan sangat jauh dari versi games nya. Gara-gara hal tersebut, film yang rencananya dirilis di akhir tahun 2019 mundur ke Februari 2020 demi meredam aksi hujatan dan kecaman. Paramount Pictures bahkan menarik seluruh materi promosi mulai dari poster hingga trailer untuk merombak karakter Sonic itu sendiri.
Dua bulan berlalu, akhirnya film SONIC THE HEDGEHOG (2020) tayang di bioskop pada moment Valentine. Reaksi dari para penggemar games dan pecinta film ternyata diluar dugaan. Mayoritas memberikan respon sangat positif, termasuk aku sendiri yang merasa puas dengan film ini.
Untuk segi cerita, ide dan skenario film SONIC THE HEDGEHOG (2020) ini cukup sederhana dan mudah sekali untuk diikuti. Penonton diajak untuk mengikuti perjalanan Sonic yang terpaksa harus bersembunyi ke bumi demi keamanan dirinya. Film ini juga sukses memberikan plot soal pertemanan yang cukup menyentuh antara Sonic dengan Tom. Chemistry yang dibangun oleh mereka begitu mulus tanpa beban. Penonton bisa merasakan kebahagiaan yang dialami Sonic saat satu persatu bucket list nya terpenuhi. Adegan aksi Sonic dengan Mr. Robotnik juga dieksekusi dengan sangat baik dan memukau. Beberapa adegan super slow-mo Sonic saat beraksi sukses memancing tawa penonton dan sedikit mengingatkanku pada Quicksilver dalam saga X-Men maupun MCU. Aksi kejar-kejaran mereka juga dieksekusi sangat seru. Final battle antara keduanya juga tak kalah memukau disaat Sonic akhirnya bisa mengeluarkan kekuatannya demi melindungi teman-temannya.
Overall, SONIC THE HEDGEHOG (2020) adalah film adaptasi dari games Jepang terbaik yang pernah aku tonton. Jangan lupakan middle credit scene yang memunculkan karakter baru. Aku ingin film ini terus berlanjut!


[8/10Bintang]

Tuesday, 10 March 2020

[Review] Richard Jewell: Kisah Petugas Keamanan Yang Dituduh Sebagai Tersangka Pemboman


#Description:
Title: Richard Jewell (2019)
Casts: Paul Walter Hauser, Sam Rockwell, Kathy Bates, Jon Hamm, Olivia Wilde, Charles Green, Mike Pniewski, Ian Gomez, Nina Arianda
Director: Clint Eastwood
Studio: Warner Bros Pictures


#Synopsis:
Seorang petugas clerk supply disebuah kantor firma hukum bernama Richard Jewell (Paul Walter Hauser) memutuskan untuk resign dari kantornya. Ia diterima bekerja sebagai petugas keamanan disebuah kampus di Piedmont College. Setahun kemudian, selama bertugas disana, Richard tidak disukai oleh para mahasiswa karena selalu patroli dan razia jika ada yang melakukan tindakan tak sesuai peraturan. Puncaknya Richard terlibat konflik dengan dua mahasiswa yang sedang pesta minuman alkohol di asrama. Atas kejadian itu, Richard dipanggil oleh pimpinan kampus untuk menjelaskan permasalahannya. Ia kemudian menjelaskan bahwa yang ia lakukan adalah tindakan yang benar. Richard menegur dan merazia minuman alkohol yang sudah jelas dilarang dibawa ke asrama sekolah. Namun pimpinan kampus malah merasa dirugikan atas apa yang dilakukan Richard, ia menganggap Richard terlalu ikut campur dalam urusan pribadi para mahasiswa. Pimpinan kampus pun akhirnya memutuskan memecat Richard.


Richard tinggal bersama dengan ibunya, Bobi Jewell (Kathy Bates). Suatu hari, Richard kedatangan temannya yang menceritakan ia cukup khawatir banyak rekannya sesama petugas keamanan di event Olympic Atlanta 1996 banyak yang dipecat dan ia juga kekurangan banyak orang. Ia pun memberikan tawaran sebagai petugas keamanan pada Richard. Pekerjaan itu pun ia terima dan Richard akan ditempatkan di acara konser yang diadakan di Centennial Park, Atlanta selama dua hari.
Hari pertama, konser musik berjalan lancar. Richard bahkan mengajak ibunya datang ke acara tersebut untuk melihat musisi favoritnya. Selama acara berlangsung, agent FBI yang dipimpin Tom Shaw (Jon Hamm) juga turut menjaga keamanan selama konser digelar.


Di hari kedua, Richard yang sedang tidak fit tetap datang untuk pergi bekerja. Disaat Richard tengah berpatroli menyisir area konser, ia tak sengaja melihat sebuah tas yang tergeletak dibawah kursi tak jauh dari kerumunan penonton. Richard berusaha untuk tetap tenang agar suasana kondusif. Ia kemudian menelepon 911, menjalankan prosedur evakuasi kejadian bom sesuai SOP, berkoordinasi dengan petugas keamanan lain dan juga agent FBI untuk segera mengecek tas tersebut. Setelah mereka cek, rupanya benar, tas tersebut berisi sebuah bom waktu yang akan segera meledak. Richard dan yang lainnya kemudian mengevakuasi dengan cepat para penonton untuk secepatnya menjauh dari lokasi ditemukannya bom. Berkat aksi cepat tanggap Richard, ia berhasil meminimalisir korban jiwa dan korban luka.


Keesokan harinya sosok Richard Jewell ramai diperbincangkan di berbagai media. Mereka menyebut Richard Jewell adalah pahlawan. Sang ibu tentu merasa sangat bangga anaknya itu kini dikenal luas sebagai sosok penyelamat dan pahlawan. Tak cuma itu saja, Richard juga dibanjiri oleh tawaran dari para publisher buku untuk menuliskan kejadian pemboman itu. Karena tak paham mengenai hal seperti itu, ia lalu berkonsultasi pada Watson Bryant (Sam Rockwell) temannya yang bekerja di kantor firma hukum dulunya untuk membantu soal surat kontrak dan perjanjian dengan para publisher buku.

Seiring berjalannya waktu, kasus pemboman Centennial Park ini terus diusut oleh pihak kepolisian dan juga FBI. Yang cukup mengejutkan, agent FBI kini sedang menelusuri Richard Jewell yang kemungkinan juga sebagai pelaku pemboman itu. Referensi agent FBI curiga terhadap Richard Jewell lantaran dua kasus bom yang pernah terjadi di Amerika, pelakunya adalah orang yang pertama kali mengetahui letak bom itu dimana. Agent FBI berspekulasi jika Richard Jewell pun melakukan hal yang sama, ditambah lagi track record Richard Jewell yang pernah dipecat dari Piedmont College serta laporan keluhan dari para warga menjadi acuan kuat bagi mereka.




Awalnya agent FBI sangat merahasiakan soal kasus ini sebelum benar-benar terbukti, tapi ternyata kabar ini kemudian menyebar luas saat salah satu penulis berita kriminal The Atlanta Journal-Constitution yaitu Kathy Scruggs (Olivia Wilde) menyebar luaskan kabar ini melalui surat kabar terbitan kantornya. Richard Jewell yang semula dianggap pahlawan kini berubah menjadi dituduh sebagai dalang bom di konser Atlanta. Kehidupannya kini terus dikejar-kejar para awak media. Tak cuma itu saja, berminggiu-minggu ia terus diperiksa oleh agent FBI, rumahnya digeledah dan dipaksa untuk mengakui bahwa peristiwa bom itu dilakukan olehnya.


Richard yang semakin tersudut kemudian meminta bantuan pada Watson untuk menyelesaikan kasus ini. Watson pun menyetujui menjadi pengacara dari Richard. Ia lalu menganalisa dan memperdalam kasus ini, hingga ia menemukan sebuah bukti yang sangat kuat bahwa Richard bukanlah pelakunya.


#Review:
Film yang berdasarkan kisah nyata dari sebuah kejadian menghebohkan memang mempunyai daya tarik tersendiri bagiku. Pasalnya setelah menyaksikan film tersebut, wawasan dan pengetahuan penonton akan bertambah dan juga langsung browsing mengenai peristiwa dalam film itu.
Akhir tahun 2019 kemarin, Warner Bros Pictures merilis sebuah film yang mengisahkan tentang seorang petugas security yang dituduh sebagai pelaku bom Atlanta di tahun 1996. Film ini berfokus pada karakter Richard Jewell yang difitnah dan dipaksa untuk mengakui perbuatan yang tak ia lakukan. Dari paruh awal film, penonton diajak untuk melihat keseharian sosok Richard Jewell yang selalu menjalankan tugasnya sesuai SOP meskipun orang-orang disekitarnya membenci dirinya. Tak ada yang salah memang pada karakter Richard, tipikal orang yang sangat menghormati aparat dan hukum yang berlaku. Tak salah jika impian Richard ingin menjadi anggota kepolisian. Setiap dialog interogasi yang dilakukan para agent FBI pada Richard menurutku begitu intens dan berpotensi mencelakakan Richard sendiri jika ia salah ucap.


Dugaan agent FBI pada Richard yang berdasarkan pengalaman dua pelaku bom terdahulu yang dijuluki "Superhero Bomb" menurutku cukup janggal dan non-sense. Pasalnya, secara rasional saja jika Richard adalah pelakunya, mustahil dirinya bisa menyimpan bom, lalu pergi ke tempat telepon umum untuk menelepon 911 dan kembali ke kerumunan dalam waktu sangat singkat. Andai saja para agent FBI melakukan hal ini sejak H+1 setelah tragedi bom, mungkin Richard Jewell tidak akan mengalami intimidasi selama 12 minggu lamanya dari para agent FBI maupun awak media.
Untuk jajaran pemain, film RICHARD JEWELL (2019) ini mempunyai deretan casts yang tampil memukau. Paul Walter Hauser sukses menghidupkan sosok Richard Jewell yang konsisten dan apa adanya disepanjang film. Beberapa moment sederhana sebagai pencair suasana sukses dihadirkannya bersama dengan Sam Rockwell dan juga ibunya. Big applause untuk Kathy Bates yang sukses memerankan sosok Bobi Jewell. Moment pidatonya sukses membuatku terharu. Pembelaan yang dilakukan untuk anaknya yang tak bersalah sungguh menjadi moment paling emosional di film ini. Aktris Olivia Wilde yang memerankan reporter Kathy Scruggs pun sukses tampil menyebalkan disepanjang film. Ia menghalalkan segala cara demi karier dan kantor beritanya. Karakter Kathy Srcruggs ini sedikit mengingatkanku pada karakter yang diperankan Acha Septriasa dalam film 99 NAMA CINTA (2019).
Overall, film RICHARD JEWELL (2019) adalah salah satu film terbaik di tahun 2019. Cukup disayangkan film ini batal ditayangkan di bioskop Indonesia.


[9/10Bintang]

Friday, 6 March 2020

[Review] Mekah I'm Coming: Usaha Mendapatkan Restu Dengan Cara Pura-Pura Haji


#Description:
Title: Mekah I'm Coming (2020)
Casts: Rizky Nazar, Michelle Ziudith, Ria Irawan, Dwi Sasono, Jennifer Coppen, Totos Rasiti, Ephy Pae Sekurity, Fanny Fadillah, Rasyid Karim, Yusril Fahriza, Cici Tegal, Elly Sugigi
Director: Jeihan Angga
Studio: Dapur Films, MD Pictures


#Synopsis:
Pak Sholeh (Totos Rasiti) baru saja selesai menunaikan ibadah hajinya. Kepulangannya ke kampung Cempluk, Jawa Tengah disambut meriah dan penuh kebahagiaan oleh para warga disana. Setahun kemudian, anak dari Pak Sholeh yaitu Eni (Michelle Ziudith) direncanakan akan dilamar oleh anak dari boss pemilik tanah yang ditempati oleh rumah Pak Sholeh yang bernama Pietoyo (Dwi Sasono). Perjodohan ini langsung tidak disetujui oleh Eni, karena ia sudah memiliki kekasih bernama Eddy (Rizky Nazar), yang membuka usaha bengkel kendaraan. Pak Sholeh sendiri tidak suka dengan Eddy lantaran hidupnya selalu penuh kesialan dan berantakan.



Menjelang pertemuan antar keluarga, Eni memaksa Eddy untuk datang juga dan meyakinkan bahwa ia layak untuk melamar dan menikahi Eni. Eddy kemudian dengan yakin berjanji akan melaksanakan ibadah haji tahun ini agar bisa direstui oleh Pak Sholeh. Mendengar hal itu membuat keluarga Pietoyo tak sanggup untuk menyaingi Eddy, pasalnya ibadah haji jalur express biayanya sangat besar.



Dengan izin dan restu Bu Ramah (Ria Irawan), Eddy akhirnya menjual motor dan bengkelnya. Setelah semua dana terkumpul, hari dimana Eddy berangkat haji pun tiba. Ia pergi ke Jakarta untuk transit sebelum keesokan harinya terbang ke Mekkah. Di asrama haji itu, Eddy satu kamar dengan Fajrul (Ephy Pae Sekurity), jamaah calon haji yang berasal dari Jayapura. Keesokan harinya, Eddy dan Fajrul mendapat kenyataan pahit bahwa mereka ditipu oleh travel agent. Uang ratusan juta yang mereka setor pada travel agent hilang sudah tak tersisa sedikitpun.




Rupanya warga disekitar hotel tersebut juga sudah banyak menelan banyak korban dari travel agent itu. Mulai dari pemilik warteg (Cici Tegal) yang sampai saat ini ia tak berani pulang kampung, pemilik rumah photo studio, Pak Somad (Fanny Fadillah) hingga pedagang souvenir haji Pak Rojak (Rasyid Karim) yang memiliki anak semata wayang bernama Tuti (Jennifer Coppen).



Untuk sementara waktu, Eddy dan Fajrul memutuskan untuk tinggal bersama dengan Pak Rojak sebelum merencanakan hal lainnya. Disana Eddy ikut membantu Pak Rojak berjualan. Sementara itu, Fajrul bekerja di rumah photo studio milik Pak Somad. Seiring berjalannya waktu, Eddy semakin merasa bersalah karena terus membohongi Eni, ibu dan juga orang-orang dikampungnya. Disatu sisi ia ingin pulang saja ke kampung dan berkata jujur, tapi disisi lainnya Eddy takut dihujat dan dicaci maki oleh warga karena membohongi mereka soal ibadah haji.


#Review:
Salah satu sutradara terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini yaitu Hanung Bramantyo semakin dikenal sebagai sutradara yang selalu memberikan kesempatan bagi para sutradara baru untuk menyajikan film terbarunya, seperti Fajar Nugros, Alm. Iqbal Rais, Hestu Saputra, Faozan Rizal hingga yang terbaru yaitu Jeihan Angga lewat film terbarunya berjudul MEKAH I'M COMING (2020) produksi Dapur Films dan bekerja sama dengan rumah produksi MD Pictures dan juga Hooq Indonesia.


Film MEKAH I'M COMING (2020) yang semula mempunyai judul HAJI HOAX ini mengangkat tema cerita tentang korban penipuan haji dengan konsep komedi ajaib dan super receh. Jeihan Angga sukses menyentil tentang issue kasus penipuan haji yang sempat marak di Indonesia beberapa waktu yang lalu dengan sentuhan komedi lewat setiap para karakternya. Setiap dialog, adegan, gesture hingga kelakuan seluruh pemainnya selalu berhasil memancing tawa penonton. Moment-moment komedi yang bikin geleng kepala sukses membuatku tertawa. Jeihan dan tim penulis naskahnya berhasil merangkai antara plot, komedi dan sentilan kehidupan sosialnya dengan amat baik disini. Jeihan juga tak lupa menyentil fenomena vlogger lewat dua karakter yang ada dalam film ini. Eksekusinya pun sangat bagus dan bisa terkoneksi dengan plot soal penipuan haji.


Selain plot dan kisahnya emang receh, film MEKAH I'M COMING (2020) juga didukung oleh deretan pemain yang sukses tampil all-out dalam melakukan komedi. Dua aktor muda spesialis film-film drama romantis yaitu Rizky Nazar dan Michelle Ziudith sukses disulap menjadi karakter Eddy dan Eni yang super annoying dan sontoloyo. Setiap gesture dan kelakuan mereka tampil selalu lebay in the good way. Adegan berbicara dari hati ke hati antara karakter Eni dan ayahnya berhasil disajikan penuh dengan emosi dan komedi oleh Totos Rasiti dan Michelle Ziudith. Aksen logat jawa medoknya yang dilakukan Rizky dan Michi tak perlu diragukan lagi. Gila! Hahaha.
Jajaran pemeran pendukung film ini juga tak kalah "gila" nya dalam melakukan hal-hal komedi. Totos Rasiti, Alm Ria Irawan, Ephy Sekurity, Rasyid Karim hingga aktris muda Jennifer Coppen sukses mendapatkan karakter yang muncul dan cukup memukau.
Overall, film MEKAH I'M COMING (2020) sangat berhasil menghibur sekaligus menyentil isu sosial soal kasus penipuan calon haji. Film ini juga sedikit memberikan message bahwa korban penipuan calon haji, tak pantas untuk diolok-olok.


[8/10Bintang]

Thursday, 5 March 2020

[Review] Onward: Kisah Dua Elf Yang Mencari Sebuah Keajaiban Untuk Bertemu Dengan Sang Ayah



#Description:
Title: Onward (2020)
Casts: Tom Holland, Chris Pratt, Julia Louis-Dreyfus, John Ratzenberger, Octavia Spencer, Mel Rodriguez, Kyle Bornheimer, Lena Waithe, Ali Wong, Grey Griffin, Tracey Ullman, George Psarras.
Director: Don Scalon
Studio: Walt Disney Pictures, Pixar Animation Studios

#Synopsis:
Dahulu kala, Mushroomtown dikenal sebagai wilayah tempat tinggal para elf, peri dan mahluk-mahluk fantasi lainnya. Para penyihir disana sangat senang belajar untuk bisa mengendalikan kekuatan ajaibnya itu. Namun seiring berjalannya waktu, kemajuan teknologi yang semakin pesat berimbas pada penduduk Mushroomtown yang memilih mengikuti perkembangan zaman ketimbang terus mempelajari ilmu sihir.




Belasan tahun berlalu, Mushroomtown kini berubah menjadi sebuah kota yang modern. Para penduduknya telah berubah dan melupakan segala hal tentang sihir. Namun salah satu penduduk disana yaitu Barley Lightfoot (Chris Pratt) masih mempercayai tentang keajaiban sihir yang dulu sangat melegenda di kotanya. Ia bahkan menentang rencana penghancuran air mancur diatas bukit yang mempunyai sejarah penting bagi kota Mushroomtown.
Rasa percaya Barley akan hal-hal sihir ini berbanding terbalik dengan ibu dan adiknya, Laurel Lightfoot (Julia Louis-DreyFus) dan Ian Lightfoot (Tom Holland). Semenjak kematian sang ayah, Wilden Lightfoot (Kyle Bornheimer), keluarga Lightfoot ini hidup mandiri dan dalam kesehariannya selalu menggunakan teknologi.



Tepat di ulang tahunnya yang ke-16, Ian mendapatkan sebuah kado yang sudah ayahnya persiapkan jauh sebelum Ian lahir. Sang ibu memberikan hadiah itu sesuai wasiat suaminya agar diserahkan pada keduanya disaat Ian sudah menginjak usia 16 tahun. Kado yang diberikan oleh sang ayah rupanya sebuah tongkat kayu sihir beserta Phoenix Diamond berwarna orange dan juga sebuah surat yang ditulis untuk keduanya. Isi surat tersebut berupa tata cara penggunaan tongkat sihir dan sebuah mantra yang bisa menghadirkan siapapun yang telah tiada dalam waktu 24 jam.



Membaca tulisan itu membuat Ian dan Barley sangat senang. Barley kemudian mencoba menggunakan tongkat dan mantra tersebut, namun hasilnya nihil. Ian yang sangat ingin berjumpa dengan ayahnya, lantas ikut mencobanya. Rupanya Ian berhasil. Tongkat sihir itu sukses memunculkan sosok sang ayah, namun ternyata mereka terkejut. Sang ayah muncul hanya setengah badan alias bagian kakinya saja. Barley yakin jika Ian kurang fokus saat membacakan mantranya, sehingga hasilnya tidak seratus persen memunculkan sosok sang ayah. Barley kemudian mempunyai ide untuk mencari Phoenix Diamond yang masih tersembunyi diluar sana. Bersama dengan Ian, keduanya memutuskan untuk berpetualang mencari Phoenix Diamond berdasarkan buku permainan game Legend of Yord, permainan yang terinspirasi dari masa lalu kota Mushroomtown.




Dalam perjalanan mencari Phoenix Diamond, mereka harus berhadapan dengan segerombolan preman elf di jalanan, berurusan dengan kepala polisi Colt Bronco (Mel Rodriguez), bertemu dengan Manticore (Octavia Spencer) mantan warrior Mushroomtown yang kini membuka usaha restoran dan juga harus melintasi sebuah wilayah yang dilarang untuk dilalui. Akankah Ian dan Barley berhasil menemukan Phoenix Diamond dan berjumpa dengan sosok sang ayah meskipun hanya 24 jam saja?


#Review:
Di semester awal tahun 2020 ini, Disney-Pixar meramaikan bioskop-bioskop diseluruh dunia dengan menghadirkan sebuah film animasi baru berjudul ONWARD (2020) yang dirilis dibioskop Indonesia mulai hari Rabu, 4 Maret 2020.
Seperti film-film Disney-Pixar kebanyakan, film ONWARD (2020) kali ini juga menghadirkan kisah original story yang berasal dari pengalaman sang sutradara yaitu Don Scalon saat mendengar rekaman audio dari ayahnya yang telah tiada. Elemen animasi film ini kemudian memberikan cita rasa sedikit berbeda lewat karakternya yang bukan lagi manusia, melainkan para elf atau peri. Disney-Pixar pun dengan cerdik tidak menampilkan image para elf atau peri ini seperti tinkerbell yang sangat princess atau girly, Disney-Pixar menampilkan wilayah tempat tinggal para elf atau peri dengan konsep suburban seperti kehidupan manusia biasanya.


Untuk segi cerita, film ini mengangkat kisah seorang anak yang ingin sekali berjumpa dan quality time dengan sang ayah yang telah tiada. Paruh awal film, penonton diajak untuk mengikuti daily life keluarga Lightfoot. Melihat modernisasi yang terjadi di Mushroomtown dan meninggalkan keajaiban dunia sihir menurutku cukup berhasil menggambarkan keadaan dunia saat ini, yang dimana manusia lebih mengikuti modernisasi dan meninggalkan hal-hal tradisional. Menuju pertengahan film, nyaris film ini hanya sekedar having fun dengan segala karakter elf yang saling bermunculan. Namun sayang, menurutku deretan karakter pendukung ini hanya sekedar numpang lewat saja. Kisah tentang Manticore, Bronco hingga rombongan preman elf juga tidak mendapatkan pengenalan karakter lebih mendalam. Hubungan kakak beradik antara Barley dan Ian untungnya perlahan semakin seru disaat konflik-konflik sederhana dan related dengan siapapun dimunculkan. Menuju babak akhir film, klimaks segala emosi ditumpahkan oleh Don Scalon. Emosi penonton pecah penuh haru disaat klimaks apa yang diinginkan oleh keduanya terwujud. Moment checklist notes "New Me" yang dilakukan Ian berhasil membuatku menitikan air mata secara perlahan.


Untuk segi visual dan musik, film ONWARD (2020) selalu berhasil membangun suasana seru dan mengharukan disepanjang film. Chemistry kakak beradik yang dihadirkan Duo Peter yaitu Peter Quill (Chris Pratt) dan Peter Parker (Tom Holland) selalu berhasil membuat penonton tertawa, bahagia, kesal dan sekaligus mengharukan. Moment komedi "kasura" (only sundanese can understand) yang dihadirkan timingnya pas dan ngena banget! Haha.. Overall, Disney-Pixar movie is never failed! Best animated movie of the year so far.


[9/10Bintang]

Saturday, 29 February 2020

[Review] The Invisible Man: Terror Mematikan Dari Sosok Tak Kasat Mata


#Description:
Title: The Invisible Man (2020)
Casts: Elisabeth Moss, Oliver Jackson-Cohen, Harriet Dyer, Aldies Hodge, Storm Reid, Michael Dorman, Benedict Hardie, Renee Lim, Brian Meegan
Director: Leigh Whannell
Studio: Universal Pictures, BlumHouse Productions


#Synopsis:
Cecilia Kass (Elisabeth Moss) memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan sang suami, Adrian Griffin (Oliver Jackson-Moss). Hidup Cecilia terasa sangat terkekang selama menjalani hubungan dengannya. Adrian tergolong pria yang sangat posesif dan juga obsesif pada istrinya. Ia tak ingin istrinya itu mempunyai hubungan dengan siapapun, termasuk dengan adiknya sendiri yaitu Emily Kass (Harriet Dyer). Adrian sendiri merupakan seorang ilmuwan yang sedang mengembangkan beberapa jenis teknologi optik canggih di rumah mewahnya yang terletak disebuah bukit di pinggir pantai.



Suatu malam, Cecilia berencana melarikan diri dari kediaman suaminya. Ia memberikan obat tidur pada Adrian agar bisa keluar dari rumah itu. Rencana tersebut berhasil. Cecilia sukses keluar dan dijemput oleh adiknya, Emily yang sudah menunggu di jalan raya. Setelah berhasil meloloskan diri, Cecilia tinggal dan bersembunyi di rumah temannya yang berprofesi sebagai polisi bernama James (Aldies Hodge). Selama bersembunyi disana, Cecilia tak pernah sekalipun keluar rumah. Ia takut sang suami masih mencari tahu keberadaannya. Selama berada dirumah James, ia berteman dengan Sydney (Storm Reid), anak dari James yang akan segera melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah.



Suatu hari, Emily datang menjenguk dan membawa kabar bahwa Adrian tewas bunuh diri dirumahnya. Kabar kematian sang suami membuat Cecilia lega dan bisa hidup terbebas dari bayang-bayang sang suami yang posesif. Kabar lainnya juga datang dari Tom Griffin (Michael Dorman), adik dari Adrian yang mengundang Cecilia untuk hadir ke kantornya. Setibanya disana, Tak disangka Adrian mewariskan seluruh hartanya pada Cecilia. Tak hanya itu saja, ribuan dollar pun siap dikirim setiap tahunnya selama empat tahun untuk memenuhi kebutuhan Cecilia.



Cecilia tak menyangka bahwa ia akan mendapat warisan begitu banyak dari Adrian. Ia pun akhrinya menerima dan memanfaatkan harta warisan tersebut untuk membahagiakan James dan juga Sydney. Namun ternyata, beberapa hari setelah menerima warisan itu, Cecilia mulai mengalami hal-hal ganjil. Setiap dirinya sedang seorang diri, ia merasakan seperti ada seseorang yang sedang mengawasinya. Bahkan hari demi hari, Cecilia diserang oleh sesuatu yang tak kasat mata. Perlahan tapi pasti, Cecilia mulai mengamati setiap serangan yang menimpa dirinya. Ia yakin bahwa serangan tersebut datang dari Adrian yang kini tak kasat mata.



Namun sayang, disaat Cecilia meminta pertolongan pada orang-orang terdekatnya, ia malah dianggap gila. Bahkan adiknya sendiri juga kecewa dan sakit hati dengan sebuah email yang dikirim dari email pribadi Cecilia. Waktu pun terus berjalan, satu persatu orang-orang terdekat Cecilia ikut diserang. Bahkan gara-gara serangan tak kasat mata itu, Cecilia harus dijebloskan ke penjara. Mampukah Cecilia menguak siapa sosok tak kasat mata itu?


#Review:
Tahun 2020 sudah berjalan dua bulan, namun film bergenre horror-thriller keluaran Hollywood di awal tahun ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Rasa skeptis terhadap film THE INVISIBLE MAN (2020) yang dirilis akhir februari ini pun muncul. Tapi untungnya, setelah menyaksikan film arahan sutradara Leigh Whannell ini, rasa skeptis akan film sosok tak kasat mata ini sukses dipatahkan. Whannel sukses menggarap dan menulis naskah film THE INVISIBLE MAN (2020) dengan sangat baik dan matang.


Untuk segi cerita, film ini menampilkan sebuah kisah toxic relationship serta sikap posesif dalam sebuah hubungan yang dikemas dengan sentuhan horror, thriller dan juga sedikit sci-fi. Whannell sukses mengemasnya dengan menambahkan serangkaian jumpscare cerdik tanpa mengandalkan penampakan setan seperti film-film horror-thriller kebanyakan. Plot yang dibangun soal karakter Cecilia yang terus diikuti oleh sosok tak kasat mata ini tampil cukup menarik dan sukses memberikan rasa simpati pada penonton terhadapnya. Film yang berdurasi hampir 120 menit ini juga tak lupa memberikan sebuah plot-twist yang menurutku eksekusinya memuaskan. Dari awal hingga akhir film sosok Cecilia begitu konsisten dengan apa yang ia pilih. Namun yang sedikit mengganjal bagiku adalah cerita hubungan antara Cecilia dan Adrian ini tidak terlalu menonjol sebagai pasangan suami istri. Aku merasakan hubungan mereka masih berada di level berpacaran. Disepanjang film juga tidak ada satu hal yang menunjukkan bahwa mereka telah menikah. Selain itu, sosok Adrian pun tidak terlalu dieksplor lebih mendalam.


Untuk jajaran pemain, Elisabeth Moss harus diakui menjadi karakter paling kuat dan memukau disepanjang film. Karakter Cecilia sukses menjadi sosok yang tangguh dan totalitas ketika ingin terbebas dari mantannya. Permainan ekspresi dan gesturenya juga sangat memuaskan. Segi visual dan scoring musik juga sama seperti film-film Whannell lainnya, tampil bagus dan sukses membangun suasana mencekam.
Overall, THE INVISIBLE MAN (2020) menurutku berhasil menyajikan sensasi terror dan horror dengan memadukan kecanggihan teknologi. Yuk nonton di bioskop!


[8.5/10Bintang]