Sunday, 25 August 2024

[Review] Kaka Boss: Usaha Mantan Debt Collector Menjadi Seorang Penyanyi Demi Anaknya!



#Description:
Title: Kaka Boss (2024)
Casts: Alfridus Godfred, Glory Hillary, Ernest Prakasa, Mamat Alkatiri, Abdur Rasyad, Nowela Elizabeth, Putri Nere, Priska Baru Segu, Elsa Japasal, Aurel Mayori, Bima Azriel, Reinold Lawalata, Chun Funky Papua, Ge Pamungkas, Teddy Adhitya, Kristo Immanuel
Director: Arie Kriting
Studio: Imajinari Pictures


#Synopsis:
Ferdinand Omakare (Alfridus Godfred) dikenal sebagai pemilik perusahaan penyedia jasa keamanan resmi dan sudah memiliki banyak client. Perusahaan tersebut ia bangun penuh dengan jerih payah bersama dengan kerabatnya yaitu Reggae (Mamat Alkatiri) dan Gofur (Abdur Rasyad). Ketiganya yang berasal dari wilayah Indonesia bagian timur menjadi nilai tambah tersendiri karena memiliki perawakan besar dan bermuka sangar. Tak heran jika Ferdinand yang lebih sering dipanggil Kaka Boss tersebut menjadi sosok yang paling ditakuti oleh orang-orang yang berurusan dengannya.


Saat ini, Kaka Boss hidup bahagia bersama sang istri, Martha (Putri Nere), anak perempuan kesayangannya, Angel (Glory Hillary) dan adik perempuannya, Nora (Priska Baru Segu). Namun dibalik kesuksesannya sebagai pemilik perusahaan jasa keamanan, Kaka Boss merasa belum bisa membahagiakan Angel, lantaran Angel sangat tidak menyukai pekerjaan ayahnya yang sering disebut sebagai preman. Bahkan, Angel tak mau lagi melihat sang ayah menampakan diri di sekolah usai insiden yang membuat Angel malu dihadapan teman-teman sekolahnya.


Suatu hari, sekolah akan mengadakan kegiatan penggalangan dana pendidikan dalam waktu dua bulan kedepan. Setiap siswa diminta untuk ikut serta dan memperbolehkan orang tua untuk hadir. Angel meminta sang ibu untuk menemaninya, namun Martha terlihat enggan untuk datang ke acara sekolah karena malas berhadapan dengan orang tua murid lainnya yang selalu bergosip. Kaka Boss tentunya sangat siap ingin menemani Angel ke acara tersebut. Namun sayang, Angel tidak mau ayahnya itu datang ke sekolah gara-gara sering disebut sebagai preman oleh banyak orang. Ditambah lagi, Kaka Boss sempat viral di sosial media gara-gara potongan video yang menampilkan dirinya terlihat memancing keributan dengan warga desa.


Sambil bersedih, Angel meminta ayahnya untuk berhenti bekerja sebagai preman dan mencari pekerjaan lain yang bisa membuatnya bangga. Sejak saat itu, Kaka Boss overthinking atas ucapan Angel. Martha pun memberikan saran pada suaminya untuk mencari pekerjaan baru atau mengejar cita-cita yang selama ini belum pernah diraih. Atas saran dari sang istri, Kaka Boss langsung terpikirkan ingin mewujudkan cita-cita saat ia masih kecil yaitu menjadi seorang penyanyi. Kaka Boss kemudian mengajak Reggae dan Gofur untuk mendatangi label musik yang dahulu sempat berurusan dengan perusahaan mereka.



Kedatangan Kaka Boss bersama rekan-rekannya ke studio musik membuat sang produser, Alan (Ernest Prakasa) terkejut. Dengan didampingi penyanyi yang sedang rekaman yaitu Nowela (Nowela Mikhelia) dan komposer musik, Teddy (Teddy Adhitya) mereka bertiga tak menyangka jika kedatangan Kaka Boss kesana bukan untuk menagih hutang, melainkan ingin menjadi seorang penyanyi. Alan yang sudah kenal dan sangat paham dengan sikap Kaka Boss yang tidak bisa mendapat penolakan tersebut terpaksa mengiyakan keinginan Kaka Boss menjadi penyanyi.




Saat take vokal pertama kali bersama dengan Nowela dan Teddy, keduanya langsung menyerah karena suara Kaka Boss jelek dan tidak cocok untuk menjadi penyanyi. Nowela, Teddy dan juga Alan terpaksa berbohong jika suara Kaka Boss itu bagus. Mereka takut jika berkata jujur pasti akan menimbulkan masalah baru serta mengancam dapur rekaman mereka juga. Setelah mendapat pujian dari Alan, Nowela dan Teddy, Kaka Boss pun makin percaya diri dan berjanji akan menampilkan kemampuan menyanyinya di acara sekolah sang anak.


Seiring berjalannya waktu, Alan, Nowela dan Teddy terus memutar otak serta mencari jalan keluar agar Kaka Boss bisa menjadi seorang penyanyi yang memiliki suara bagus serta lagu. Selain itu, mereka juga harus menyembunyikan rahasia tentang kejelekan suara Kaka Boss terhadap keluarganya. Bagaimana nasib selanjutnya dari Kaka Boss, Alan, Nowela dan Teddy?


#Review:
Memasuki pertengahan tahun 2024, rumah produksi Imajinari Pictures kembali hadir dengan project film drama komedi original terbarunya yang berjudul KAKA BOSS (2024). Film ini menjadi debut bagi komika Arie Kriting sebagai sutradara film layar lebar. Aku berkesempatan hadir pada acara pemutaran perdana film KAKA BOSS (2024) yang sukses digelar Kamis, 22 Agustus 2024 kemarin di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Suasana area lobby luar dan bagian dalam bioskop sangat ramai dengan berbagai backdrop banner, ring tinju, ruang siaran dan bilik telepon. Menariknya lagi, saat malam hari menjelang showtime dimulai, para pemain dan tim produksi film melakukan tarian flashmob yang heboh dengan diiringi lagu-lagu khas dari Indonesia wilayah timur.


Untuk segi cerita, Arie Kriting yang merangkap menjadi sutradara dan juga penulis untuk film KAKA BOSS (2024) ini menyajikan representasi budaya Indonesia bagian timur dengan treatment yang menghibur dan juga punya value luar biasa. Kegelisahan Arie Kriting perihal orang-orang Indonesia bagian timur yang selalu identik dengan serba kekurangan, tidak menarik dan menjual kesedihan dalam setiap project apapun di dunia entertainment akhirnya ia dobrak lewat debut filmnya ini. Eksplorasi sang sutradara dalam membangun narasi cerita dan hiburan di film KAKA BOSS (2024) tampil maksimal. Untuk sisi entertaining nya saja, Arie Kriting berhasil mengkombinasikan antara seni vokal dan seni tari di film ini. Siapa sangka coba, sosok Arie Kriting yang selama ini dikenal sebagai komika dan juga aktor punya respect serta kepedulian yang sangat besar terhadap budaya dan kesenian dari timur Indonesia. Lihat saja adegan pembuka dan penutup dari film ini, representasi budaya dan musik nya bisa membuat penonton takjub sekaligus terharu!


Selain menjadi representasi budaya, film KAKA BOSS (2024) juga memiliki GONG MOMENTS lainnya yang dihadirkan lewat keluarga Kaka Boss. Tak disangka pula, Arie Kriting berhasil menciptakan cerita sangat personal tentang hubungan antara ayah dengan anak di film ini. Build up cerita Kaka Boss dengan Angel bisa-bisanya membuatku terharu sampai menangis di hampir semua moment yang mereka ciptakan. Love hate relationship ayah dan anak memang kerap terjadi dan dialami oleh semua keluarga dimanapun. Sosok seorang ayah pasti akan rela melakukan apa saja agar sang anak bisa terlihat bahagia. Begitu juga dengan sang anak, meskipun ia kesal dan benci dengan pekerjaan yang dilakukan sang ayah, namun sosok ayah tetap menjadi orang yang paling menyayanginya sampai kapanpun. Dahsyatnya narasi tentang relationship ayah dengan anak yang ditulis oleh Arie Kriting berhasil diseimbangkan dengan baik lewat karakter sang ibu. Tektokan dialog keluarga Kaka Boss begitu mengalir seperti keluarga sungguhan. Manis banget asli!


Selain menampilkan kombinasi representasi budaya timur Indonesia dan drama hubungan keluarga, Arie Kriting juga membuktikan jika talenta-talenta aktor asal timur Indonesia yang selama ini jarang sekali mendapat highlight, ternyata bisa tampil gemilang menjadi seorang aktor berkualitas. Hal tersebut dibuktikan oleh pemeran Kaka Boss yaitu Alfridus Godfred. Meskipun selama belasan tahun terakhir ia hanya bermain sebagai figuran atau sosok antagonis dengan minim sekali mendapatkan dialog, namun kali ini Arie Kriting memberikan lead actor kepada Pak Godfred dan ternyata hasilnya sangat memukau! Sosok Kaka Boss dengan tampilan yang sangat sangar tersebut memiliki sisi lain yang selama ini jarang terekspos oleh orang-orang. Arie Kriting memberikan build up character orang Indonesia timur di film ini tak selamanya menyeramkan, kejam ataupun menyedihkan. Tapi orang Indonesia timur juga bisa tampil gemilang, bahagia dan mengedepankan sopan santun sama seperti warga Indonesia lainnya. Chemistry Pak Godfred dengan pemeran Angel yaitu Glory Hillary pun tak disangka sudah seperti ayah dan anak sungguhan. Aku yakin banget, setelah membintangi film KAKA BOSS (2024) ini, jalan di industri hiburan Indonesia akan terbuka lebar untuk Pak Godfred, Glory Hillary dan juga Ibu Putri Nere. Penampilan karakter pendukung lainnya juga tak kalah menghibur. Kuartet orang musik yang diperankan Ernest Prakasa, Nowela, Teddy Adhitya dan Ge Pamungkas juga sukses mengocok perut penonton dengan segala rencana mereka. Dinamika berakting dan ketakutan mereka terpancar kuat saat bertemu Kaka Boss! Hahaha.
Overall, Imajinari did it again dalam menyajikan film dengan ide original nya! Konsisten menghibur namun punya nilai value luar biasa di hampir semua aspek ceritanya. Sangat berharap film KAKA BOSS (2024) bisa ngegas dan ugal-ugalan juga seperti kesuksesan film AGAK LAEN (2024) di bioskop!


[9/10Bintang]

Saturday, 24 August 2024

[Review] Thaghut: Cerita Tentang Padepokan Sesat Yang Melenceng Dari Ajaran Agama!




#Description:
Title: Thaghut (2024)
Casts: Yasmin Napper, Arbani Yasiz, Ria Ricis, Hana Saraswati, Keanu Azka, Dennis Adhiswara, Whani Darmawan
Director: Bobby Prasetyo
Studio: Leo Pictures, Legacy Pictures, A&Z Films, Layana Pictures, 786 Pictures


#Synopsis:
Abah Mulya (Whani Darmawan) dikenal sebagai sosok yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Hampir setiap hari kediamannya selalu dipenuhi para tamu yang ingin sembuh dari sakitnya. Popularitas Abah Mulya semakin meningkat setelah rutin masuk berita di koran dan juga televisi. Tak heran jika warga di kampung halamannya sangat menghormati Abah Mulya. Semua kebutuhan dan jadwal praktek dari Abah Mulya dikelola oleh asistennya yaitu Lingga (Dennis Adhiswara).


Selain dikenal sebagai sosok yang mempunyai kekuatan sakti, Abah Mulya juga dikenal sebagai seorang suami dan ayah yang selalu memenuhi semua kebutuhan keluarganya. Abah Mulya kini tinggal bersama istri ketiganya, Ajeng (Hana Saraswati) yang sedang mengandung anak pertama mereka. Abah Mulya dan Ajeng juga merawat seorang anak laki-laki yaitu Rahmat (Keanu Azka) dari pernikahan sebelumnya.
Suatu malam, warga desa digemparkan dengan penemuan jasad di ladang jagung dengan keadaan yang mengenaskan. Setelah ditelusuri, jasad tersebut merupakan Abah Mulya. Sontak, hal tersebut menjadi kabar duka bagi para pengikut Abah Mulya yang ada di desa.


Kematian Abah Mulya juga menjadi berita nasional dan sampai ke pondok pesantren yang menjadi tempat tinggal dari mendiang istri pertama Abah Mulya. Di pesantren tersebut terdapat anak perempuan dari Abah Mulya yaitu Ainun (Yasmin Napper) yang selama ini tidak mengetahui jika mendiang ibunya adalah istri dari Abah Mulya. Ainun kemudian meminta izin pergi ke rumah Abah Mulya untuk melayat sang ayah sebelum dimakamkan. Setelah mendapat izin, Ainun pergi ke desa tempat tinggal ayahnya dengan ditemani dua sahabatnya yaitu Bagas (Arbani Yasiz) dan Rini (Ria Ricis). Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, Ainun, Bagas dan Rini tiba di kediaman Abah Mulya. Ainun sangat sedih karena selama ini sosok ayahnya itu dirahasiakan oleh pihak pondok pesantren atas permintaan dan wasiat mendiang ibunya. Sambil menunggu prosesi pemakaman, ketiganya diizinkan tinggal di rumah Abah Mulya bersama dengan Ajeng dan Rahmat.


Seiring berjalannya waktu, Ainun, Bagas dan Rini merasakan banyak hal aneh di desa. Mereka tak pernah mendengar suara adzan ketika memasuki waktu sholat. Selain itu, warga desa pun melarang siapapun untuk mengumandangkan adzan dan menggelar sholat berjamaah di masjid desa. Disaat yang bersamaan, Lingga dan para pengikut Abah Mulya lainnya meyakini jika kehadiran Ainun merupakan pertanda sebagai penerus kesaktian sang ayah.


Selama tinggal di desa, Ainun sering mengalami hal-hal mistis hingga tak sadarkan diri. Bagas dan Rini yakin jika hal tersebut merupakan praktek musyrik yang dilakukan oleh para pengikut Abah Mulya. Saat Bagas dan Rini menelusuri berbagai petunjuk untuk membuktikan dugaan mereka, Ainun mengalami kesurupan dan mengancam nyawa mereka serta orang-orang disekitar. Apa yang sebenarnya terjadi terhadap Ainun?


#Review:
Rumah produksi Leo Pictures kembali hadir memeriahkan industri perfilman Indonesia dengan merilis film horror terbaru berjudul THAGHUT (2024). Seperti yang kita ketahui sebelumnya, film yang semula berjudul KIBLAT ini mendapat kritikan dari netizen di sosial media lantaran trailer dan poster yang dirilis pada bulan Maret 2024 lalu, menampilkan adegan kesurupan dengan salah satu gerakan sholat yang terbalik. Alhasil, Lembaga Sensor Film tidak meluluskan sensor. Selain itu, pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga ikut turun tangan memberikan teguran dan mendesak agar pihak rumah produksi segera mengganti judul film, termasuk menghapus semua adegan yang dianggap melecehkan gerakan sholat tersebut.


Leo Pictures langsung mengambil langkah tepat untuk segera berbenah. Judul baru yang terpilih yaitu THAGHUT (2024), yang dalam istilah agama Islam artinya melanggar dan melampaui batas dari ajaran-ajaran agama atau hal-hal ketuhanan. Aku berkesempatan hadir pada pemutaran perdana film THAGHUT (2024) yang sukses digelar di Cinema XXI Epicentrum pada Kamis, 15 Agustus 2024 lalu. Pada kesempatan tersebut, Agung Saputra selaku produser dari Leo Pictures mengungkapkan rasa syukur, akhirnya film THAGHUT (2024) bisa tayang di bioskop setelah sempat ada permasalahan terkait judul. Sebagai itikad baik, pihak dari Leo Pictures melakukan konsultasi dan juga diskusi secara intens dengan berbagai pihak termasuk dari MUI untuk mengambil keputusan terbaik. Agung Saputra menambahkan, film THAGHUT (2024) sama sekali tidak ada niatan untuk mencoreng atau merusak salah satu bagian penting dari agama Islam. Lewat film ini, Leo Pictures justru ingin memberikan pesan moral tentang betapa pentingnya keimanan dan agama bagi umat manusia.


Sutradara Bobby Prasetyo dan penulis Lele Leila yang dipercaya untuk menggarap cerita film THAGHUT (2024) ini tentunya seperti mendapat tuntutan berat agar bisa menghadirkan cerita horror yang tidak copy paste dari film-film horror kebanyakan. Tantangan tersebut menurutku berhasil dicapai oleh mereka berdua di film ini. Premis dan plot film THAGHUT (2024) mengangkat fenomena sosok pimpinan padepokan dengan kemampuannya yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Namun dibalik itu semua, sosok pimpinan sakti tersebut menyebarkan ajaran sesat dan semua warga terkena imbasnya menjadi jauh dari agama. Ide cerita inilah yang membuat film THAGHUT (2024) menjadi sangat menarik untuk diikuti. Eksplorasi cerita kemudian berlanjut lewat para karakter yang hadir di film ini. Sosok Abah Mulya dan Lingga memiliki motivasi yang kuat terhadap Ainun. Kehadiran karakter pendukung pun yang awalnya terlihat sekedar numpang lewat saja tapi ternyata memiliki peran cukup penting, khususnya saat film memasuki babak pertengahan dan akhir. Plot twist yang dihadirkan pun terbilang cukup berhasil memberikan efek kejut kepada penonton.


Untuk urusan elemen horror dan jump scared, film THAGHUT (2024) masih bermain aman dan tidak ada yang melecehkan ajaran agama Islam maupun gerakan sholat. Justru di film ini, ibadah Sholat dan kumandang Adzan menjadi kekuatan tersendiri untuk menyelesaikan konflik cerita yang terjadi. Puncak jump scared paling memuaskan dari film ini terdapat saat memasuki babak akhir film. Adegan di basement rumah, ladang jagung dan moment kesurupan karakter Ainun tampil intens banget! Yang lebih gokilnya lagi, terdapat satu adegan dari Ria Ricis dengan menggunakan teknik handheld camera berhasil dieksekusi dengan maksimal! Adegan tersebut meningkatkan atmosfer kengerian film ini. 



Untuk jajaran pemain, Leo Pictures menampilkan wajah-wajah baru untuk genre film horror Indonesia. Penampilan Yasmin Napper sebagai Ainun dengan segala emosi serta ekspresi kerasukannya terasa sangat menyeramkan. Debut penampilan Arbani Yasiz di film horror pun tak kalah memukau. Pesona ustadz muda dan good boy nya yang selama ini melekat kepada Arbani terpancar kuat dari karakter Bagas. Come back Ria Ricis main film layar lebar juga patut diapresiasi. Ia selalu konsisten menjadi tokoh pencair suasana ketika situasi sedang menegangkan. Perannya kali ini pun tidak dibuat cringe berlebihan. Kemampuan akting Ria Ricis terasa maksimal saat adegan dirinya berusaha bicara dengan karakter Ainun yang sedang kerasukan. Jajaran pemain pendukung mulai dari Whani Dharmawan, Dennis Adhiswara, Hanna Saraswati dan Keanu Azka juga tampil maksimal di film ini meskipun secara keseluruhan, beberapa dialog yang dilontarkan mereka masih baku dan juga kaku sehingga agak sedikit mengganjal untuk sebagian penonton.
Untuk urusan visual, film THAGHUT (2024) punya kualitas jempolan yang dipersiapkan dengan sangat matang. Tata artistik, design produksi, wardrobe, sinematografi dan scoring musiknya terlihat mahal dan niat banget. Upgrade kualitas yang signifikan dari Leo Pictures serta Bobby Prasetyo sebagai sutradara muda di industri perfilman tanah air. Good job!


[8.5/10Bintang]

Friday, 23 August 2024

[Review] Oddity: Mengungkap Misteri Kematian Saudara Kembaran!



#Description:
Title: Oddity (2024)
Casts: Carolyn Bracken, Gwilym Lee, Jonathan French, Steve Wall, Joe Rooney, Tadgh Murphy, Caroline Menton, Ivan de Wergifosse, Shane Whisker
Director: Damian Mc Carthy
Studio: Keeper Pictures, Shudder, Wildcard Distribution


#Synopsis:
Sambil menunggu suaminya pulang dari rumah sakit, Dani (Carolyn Bracken) memasang tenda untuk berkemah di rumah yang baru mereka beli. Rumah yang berbentuk seperti kastil tersebut terbilang besar bagi mereka berdua. Saat malam hari, Dani keluar dari rumah untuk mencari barang yang tertinggal di mobilnya. Ketika kembali ke dalam rumah, Dani mendengar suara langkah kaki mendekati pintu rumah. Saat jendela pintu dibuka, muncul seorang pria berambut panjang yang meminta Dani untuk segera pergi dari rumah. Dani tentunya tidak mengikuti perintah pria tersebut dan memilih menunggu suaminya pulang. Pria itu kemudian meminta masuk ke dalam rumah karena ia melihat secara langsung sosok misterius masuk ke dalam rumah tanpa sepengetahuan Dani ketika tadi keluar rumah.


Hal tersebut membuat Dani panik. Ia kemudian menanyakan identitas pria yang ada di luar rumahnya itu. Si pria bernama Olin (Tadgh Murphy) dan mengaku sebagai pasien dari rumah sakit tempat suaminya Dani yaitu Dr. Ted Timmis (Gwilym Lee). Dani mengambil langkah untuk tetap di dalam rumah tanpa mengizinkan Olin masuk ke rumahnya. Dani meminta Olin segera kembali saja ke rumah sakit sebelum ia laporkan kepada suaminya.
Keesokan harinya, Olin ditemukan tewas di kamar rumah sakit dengan cara yang tragis. Olin Boole pun resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Dani karena terbukti sempat berada di lokasi kejadian dan di malam yang sama saat jasad Dani ditemukan bersimbah darah di dalam tenda.
Satu tahun berlalu, Dr. Ted mengunjungi saudara kembar dari mendiang istrinya yaitu Darcy (Caroline Bracken) yang merupakan kolektor benda-benda antik di rumahnya. Dr. Ted membawa sebuah benda berupa kontak lensa dari jasad Olin Boole untuk diberikan pada Darcy. Dr. Ted yang tidak mempercayai hal-hal supranatural yakin jika Darcy lebih membutuhkan benda tersebut, meskipun memiliki keterbatasan pengelihatan, Darcy diberi kelebihan pada indera keenamnya.


Beberapa hari kemudian, Darcy tiba-tiba saja datang ke rumah Dr. Ted sambil membawa satu kotak berukuran besar yang isinya manequinn kayu pemberian dari mendiang ibunya. Di rumah tersebut Darcy disambut oleh kekasih baru dari Dr. Ted yaitu Yana (Caroline Menton). Kedatangan Darcy membuat Yana terkejut karena Dr. Ted tak memberitahunya sama sekali. Darcy meminta izin untuk tinggal sementara di rumah mereka. Dr. Ted yang akan berangkat kerja malam hari terpaksa mengizinkan Darcy dan meminta Yana untuk menemaninya.
Setelah Dr. Ted pergi dari rumah, Yana berencana untuk ikut keluar juga dengan alasan ada acara dengan teman-temannya. Namun sayang, ia tak dapat menemukan kunci mobilnya. Yana pun terpaksa tidak jadi keluar dari rumah. Disaat yang bersamaan, Yana terkejut saat melihat manequinn kayu yang dibawa Darcy tiba-tiba sudah duduk di kursi meja makan. Mau tak mau Yana pun akhirnya berbincang dengan Darcy. Selama mereka mengobrol, Darcy menanyakan tentang hubungan Yana dengan Dr. Ted. Selain itu, ia juga menceritakan masa lalu dari Dani dan juga Dr. Ted. Waktu menunjukkan tengah malam. Yana yang memutuskan tidur lebih dahulu, diam-diam keluar dari kamarnya dan mendekati manequinn kayu tadi. Yana melihat Darcy sedang terlelap tidur di kursi ruang tamu. Saat melihat lebih dekat manequinn kayu tersebut, Yana menemukan dua foto, gulungan rambut dan vial darah di dalam isi kepala manequinn. Setelah itu, Yana kembali masuk ke kamarnya setelah Darcy terbangun dan memarahinya.


Malam semakin larut, Yana tak bisa lagi tidur dengan nyenyak. Ia kemudian mengambil sebuah kamera DSLR milik Dani yang ditemukan di gudang rumah. Saat Yana memutar video yang dibuat Dani dan Dr. Ted, ia terkejut karena melihat penampakan misterius dari rekaman. Tak hanya itu saja, Yana juga melihat arwah Dani di kamarnya yang meminta untuk segera pergi. Yana histeris ketakutan dan berlari ke bawah. Ia melihat Darcy sedang duduk di satu meja yang sama dengan manequinn kayu. Yana akhirnya menemukan kunci mobilnya dan langsung pergi dari rumah.
Tak lama setelah itu, Dr. Ted pulang dari rumah sakit. Saat ia masuk ke dalam rumah, kondisinya gelap gulita. Dr. Ted kemudian melihat Darcy yang sedang duduk di lantai atas. Darcy akhirnya berhasil mengungkap misteri kematian saudaranya yang selama ini tersembunyi serta memiliki keterkaitan dengan rumah sakit tempat Dr. Ted bekerja.


#Review:
Film horror asal Irlandia kembali mencuri perhatian para pecinta film secara global. Kali ini datang dari film ODDITY (2024) karya kedua dari sutradara Damian Mc Carthy, setelah debutnya di film CAVEAT (2020) yang sempat mengejutkan para penonton di era Pandemi CoVid-19 lalu.


Untuk segi cerita, film ODDITY (2024) menampilkan teka-teki misterius tentang kematian tragis seorang istri dari dokter yang tinggal di rumah bagaikan istana. Harus diakui, atmosfer horror berhasil diciptakan dengan maksimal oleh sang sutradara sejak menit pertama dimulai. Suasana rumah bak istana berbentuk segi empat dengan area lapang yang lega ditengahnya ini dan kemudian suasana serba hening menjadi terror mencekam yang efektif untuk penonton. Teka-teki misteri dan plot twist yang harus dipecahkan pun dibuat lebih ringan dan tidak seribet film horror LONGLEGS (2024). Kesamaan dari kedua film ini yaitu sama-sama memiliki karakter yang minimalis, sehingga development dari masing-masing karakter terasa lebih maksimal. Meskipun demikian, motivasi dan narasi film ODDITY (2024) terlalu bermain aman. Damian Mc Carthy menyelipkan issue tentang drama rumah tangga yang menurutku serba nanggung. Andai saja di beberapa bagian dibuat dramatis, seperti menampilkan adegan masa lalu dari Dani yang sangat bucin terhadap suaminya pasti impact terhadap ending cerita dari saudara kembarnya, Darcy pun bisa lebih emosional lagi. Hubungan batin yang terjalin antara karakter Dani dan Darcy menjadi daya tarik tersendiri di film ini. Meskipun keduanya sudah berbeda alam, ternyata masih bisa saling terkoneksi satu sama lain, asalkan salah satu dari mereka memiliki indera keenam. Hahaha. Yang sedikit disayangkan yaitu mannequin kayu di film ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal oleh sang sutradara. Background story dari mannequin tersebut juga penuh dengan tanda tanya. Padahal kemunculan perdana di awal-awal film sudah intimidatif banget loh. Ditambah lagi bentukan mukanya yang sangar dan sangat menyeramkan.


Untuk jajaran pemain, penampilan Carolyn Bracken yang ternyata memerankan Dani dan Darcy sekaligus sukses membuatku pangling. Transformasi perubahan fisik dan sifatnya beneran beda banget. Saat ia memerankan Darcy, aku langsung teringat dengan aktris Michelle Williams di film THE FABELMANS (2022) hahaha. Penampilan Dr. Ted yang diperankan Gwilym Lee juga kalem-kalem tapi menyimpan rahasia tak terduga yang menjadi plot twist di film ini. Yang cukup mencuri perhatian datang dari Caroline Menton pemeran Yana. Meskipun terlihat menyebalkan, aura so asik dan rasa kepo disepanjang filmnya terdeliver dengan sempurna ke penonton. Hahaha.
Overall, film ODDITY (2024) tampil cukup memuaskan berkat atmosfer horror yang konsisten mencekam serta pengembangan cerita yang tak disangka mengarah pada drama rumah tangga.


[8/10Bintang]

Sunday, 18 August 2024

[Review] Kang Mak From Pee Mak: Remake Yang Tetap Lucu & Menghibur Dari Versi Aslinya!

 


#Description:
Title: Kang Mak From Pee Mak (2024)
Casts: Vino G. Bastian, Marsha Timothy, Indra Jegel, Rigen Rakelna, Tora Sudiro, Indro Warkop, Andre Taulany, Aming, TJ Ruth, Tarzan, Ananta Rispo, Jirayut Alfisan
Director: Herwin Novianto
Studio: Falcon Pictures


#Synopsis:
Demi kemerdekaan bangsa, Makmur (Vino G. Bastian) terpaksa meninggalkan sang istri, Sari (Marsha Timothy) yang sedang hamil tua untuk berperang. Makmur tak sendirian, ia satu grup bersama dengan Fajrul (Indra Jegel), Solah (Rigen Rakelna), Jaka (Tora Sudiro) dan Supra (Indro Warkop). Selama berada di medan perang, lima tentara ini berjuang untuk kemerdekaan bangsa dan juga bertahan hidup agar tidak menjadi korban. Mereka berlima menyusn strategi untuk saling melindungi satu sama lain sambil menyerang para musuh. Usaha mereka tak sia-sia. Makmur dan keempat rekannya berhasil mengalahkan musuh dan selamat dari peperangan tersebut.
Setelah menyelesaikan perang, Makmur, Fajrul, Solah, Jaka dan Supra berencana pulang ke kampung halaman mereka masing-masing dengan menggunakan perahu. Makmur yang rumahnya terdekat dari lokasi perang tak sabar untuk segera bertemu dengan Sari. Makmur juga mempersilahkan keempat rekannya untuk berkunjung sebentar ke rumahnya dan menikmati hidangan yang nanti disiapkan Sari. Saat mereka masuk ke wilayah kampungnya Makmur, situasi terlihat sepi dan tak banyak aktivitas warga. Setibanya di rumah, Makmur disambut dengan hangat oleh Sari yang sudah melahirkan anak mereka yang berjenis kelamin laki-laki. Makmur sangat senang akhirnya ia bisa berkumpul dengan Sari dan anak pertama mereka. Sari pun langsung bergegas mempersiapkan masakan untuk sang suami dan rekan-rekannya.
Setelah itu, Fajrul, Solah, Jaka dan Supra dipersilahkan untuk menginap di sebrang rumah sampai besok sambil menunggu perahu datang ke dekat rumah Makmur. Ketika tengah malam, mereka berempat mengalami mimpi buruk dan melihat sosok misterius berwujud perempuan. Pagi harinya, Makmur mengajak teman-temannya untuk belanja ke pasar. Saat mereka tiba disana, para warga dibuat ketakutan saat melihat Makmur. Mereka yakin jika Makmur belum menyadari tentang kondisi sebenarnya Sari yang ternyata sudah meninggal. Mendengar hal tersebut membuat Fajrul, Solah, Jaka dan Supra terkejut. Untuk membuktikannya, mereka harus melihat Sari lewat selangkangan. Jika Sari terlihat pucat dan tidak menapak, tandanya arwah Sari lah yang ada di rumah Makmur.
Seiring berjalannya waktu, Sari berusaha untuk berkata jujur akan kematiannya. Namun disisi lain, Makmur sangat yakin jika Sari masih hidup dan tidak mempercayai omongan warga. Makmur berusaha menjadi suami dan ayah yang baik bagi istri dan anaknya. Fajrul, Solah, Jaka dan Supra semakin khawatir dengan nasib Makmur. Mereka kemudian menyusun rencana untuk membuktikan jika Sari sudah berubah wujud menjadi arwah gentayangan dengan bantuan dua dukun bersaudara yaitu Mak Supi (TJ Ruth) dan Kang Put (Andre Taulany). Akankah Makmur menerima kenyataan pahit tersebut?


#Review:
Rumah produksi Falcon Pictures kembali hadir dengan film remake terbaru mereka yang berasal dari film horror komedi box office Thailand PEE MAK (2013) berjudul KANG MAK (2024). Sutradara Herwin Novianto dan penulis naskah Alim Sudio terpilih untuk berkolaborasi menggarap PEE MAK (2013) versi Indonesia.


Secara garis besar memang tidak ada perubahan drastis yang dilakukan oleh Alim Sudio pada plot dan skenario film KANG MAK (2024). Meskipun demikian, Alim Sudio dan Herwin Novianto memberikan sentuhan culture Indonesia di beberapa bagian. Salah satunya yaitu budaya Sunda yang menjadikan Makmur punya sebutan Kang Mak, sehingga masih mirip dengan versi Thailand nya, Pee Mak. Tektokan jokes, serta dialog-dialog yang dilontarkan antara Indra Jegel dengan Rigen Rakelna selalu sukses menciptakan suasana lucu disepanjang film. Chemistry keduanya yang sudah sering terlibat dalam berbagai program dan project film bersama memang tak perlu diragukan lagi. Jegel dan Rigen bisa dibilang sebagai salah dua komedian Indonesia paling lucu di era modern saat ini. Kehadiran para komedian senior seperti Indro Warkop, Tora Sudiro, TJ Ruth dan Andre Taulany cukup menghibur meskipun sesekali jokes mereka ada yang hit and miss. Salah satu jokes yang menurutku kriiikkk banget yaitu tukang paket. Cukup disayangkan sih karena jika mengikuti logika dan pikiran rasional, setting waktu film KANG MAK (2024) ini kan jaman baheula di era kemerdekaan, kok tiba-tiba terpikirkan muncul tukang paket?? Hahaha. Untuk urusan drama, duet maut pasutri Vino G. Bastian dan Marsha Timothy memang tak perlu diragukan lagi penampilan mereka. Definisi mencintai pasangan apa adanya dan sampai maut memisahkan bisa penonton rasakan di film ini. Scene di pasar malam sangat manis!


Untuk urusan visual dan set design produksi, Falcon Pictures berhasil menciptakan suasana perang dan perkampungan pinggir sungai yang memuaskan. Tone warna film KANG MAK (2024) juga dibuat lebih cerah ketimbang versi Thailand yang lebih menonjolkan suasana suram. Wardrobe untuk Marsha Timothy yang menjadi setan pun masih terlihat cantik dan memang sayang juga jika kecantikannya harus ditutupi oleh make-up seram hehehe.
Overall, film KANG MAK FROM PEE MAK (2024) menjadi sajian remake yang memuaskan dari Falcon Pictures. Congratulations atas pencapaian lebih dari satu juta penontonnya!


[7.5/10Bintang]

Saturday, 17 August 2024

[Review] Dosen Ghaib: Cerita Empat Mahasiswa Yang Harus Berhadapan Dengan Hantu Dosen!




#Description:
Title: Dosen Ghaib: Sudah Malam Atau Sudah Tahu (2024)
Casts: Egy Fedly, Ersya Aurelia, Endy Arfian, Rayn Wijaya, Annette Edoarda, Makayla Rose, Anyun Cadel, Oce Permatasari, Shan Riyadi, Ruth Marini
Director: Guntur Soeharjanto
Studio: Dee Company


#Synopsis:
Empat mahasiswa yaitu Amelia (Ersya Aurelia), Fattah (Endy Arfian), Emir (Rayn Wijaya) dan Maya (Annette Edoarda) dinyatakan tidak lulus ujian akhir semester. Mereka diharuskan untuk mengulang satu semester pendek pada mata kuliah Psikologi yang dibimbing oleh dosen mereka yaitu Pak Bakti (Egy Fedly). Di kalangan mahasiswa kampus, sosok Pak Bakti memang dikenal sebagai 'Dosen Killer' yang sangat menjunjung tinggi kedisiplinan dan selalu bersikap tegas kepada mahasiswa. Selain itu, Pak Bakti juga jarang sekali berinteraksi dengan para mahasiswa dan dosen meskipun sedang berada diluar jam kuliah.
Setelah pengumuman nilai ujian akhir semester keluar, Amelia, Fattah, Emir dan Maya diharuskan datang ke kampus untuk menghadap Pak Bakti di ruangannya. Tiba disana, Pak Bakti langsung mengungkapkan rasa kecewa nya terhadap mereka berempat Sebagai dosen, Pak Bakti merasa gagal saat mengetahui ada anak didiknya yang tidak sesuai apa yang diharapkan. Untuk mengejar ketertinggalan, Pak Bakti mewajibkan Amelia, Fattah, Emir dan Maya untuk mengikuti semester pendek selama masa libur kuliah yang dibimbing secara langsung olehnya. Pak Bakti kemudian memberikan jadwal kuliah mulai esok hari di jam 19:00 - 21:00 malam.
Keesokan harinya, Amelia, Fattah, Emir dan Maya tiba di kampus satu jam sebelum jadwal kuliah dengan Pak Bakti. Fattah dan Maya merasa takut melihat kampus mereka saat malam hari ternyata yang sangat sepi. Mereka berempat kemudian bergegas pergi menuju ruang kelas untuk menunggu kehadiran Pak Bakti. Sudah satu jam mereka berada di kelas namun Pak Bakti tak kunjung datang. Amelia merasa aneh karena selama ia kuliah, Pak Bakti selalu tepat waktu dan tak pernah telat datang ke kampus. Saat Emir dan Maya memutuskan untuk pulang, terdengar suara ketukan tongkat alat bantu jalan dan langkah kaki dari koridor kampus. Akhirnya Pak Bakti datang dan langsung masuk ke kelas.
Saat Pak Bakti sedang menulis di papan tulis, Maya mendapat notifikasi chat dari grup kampus yang menginformasikan tentang kabar duka atas meninggalnya Pak Bakti karena kecelakaan tabrak lari. Seketika Maya dan yang lainnya panik. Fattah kemudian mengecek bayangan Pak Bakti melalui cermin dan ternyata benar, sosok Pak Bakti yang ada di hadapan mereka ternyata kakinya melayang dan tidak menapak ke lantai. Mereka berempat kemudian membereskan buku dan bergegas untuk keluar kelas secepat mungkin. Sosok Pak Bakti yang ada di kelas kemudian berteriak kepada mereka berempat untuk tetap berada di kelas sampai selesai.
Untuk memastikan kabar tentang kematian Pak Bakti, mereka langsung pergi menuju ke kediaman Pak Bakti. Dan benar saja, terlihat beberapa mahasiswa dan dosen yang sedang mengadakan tahlilan untuk almarhum Pak Bakti. Keesokan harinya, jadwal semester pendek Amelia, Fattah, Emir dan Maya dengan Pak Bakti digantikan oleh Ibu Gita (Oce Permatasari). Sejak saat itu, serangkaian kejadian aneh perlahan mengganggu mereka berempat. Maya yang mudah panik dan depresi sering kali mendengar suara amarah dari Pak Bakti ketika berada di rumahnya. Hal serupa dialami oleh Fattah, Emir dan juga Amelia. Mereka sering mendapat penampakan sosok misterius berwujud Pak Bakti dengan ukuran yang sangat besar.
Amelia yang sempat mengenal dekat sosok Pak Bakti ketika awal masuk kuliah berinisiatif untuk mencari tahu penyebab serta alasan arwah Pak Bakti bergentayangan menghantui mereka berempat. Namun sayang, usaha Amelia tersebut sempat mengalami kendala karena Pak Bakti memutuskan hidup menyendiri setelah kematian sang istri dan anaknya, Nissa (Makayla Rose).
Satu persatu fakta tentang Pak Bakti mulai terkuak. Disaat yang bersamaan, Amelia, Fattah, Emir dan Maya terus mengalami gangguan mistis dari sosok misterius berwujud Pak Bakti. Fattah dan Maya yakin jika mereka berempat sudah terkena kutukan Dosen Killer mereka yang ingin menyelesaikan tugas terakhirnya sebelum Pak Bakti meninggal karena kecelakaan.


#Review:
Rumah produksi Dee Company kembali hadir memeriahkan bioskop di bulan Agustus ini dengan film horror berjudul DOSEN GHAIB (2024). Film ini diadaptasi dari cerita viral di tahun 2016 lalu yang konon berasal dari kampus Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Cerita tersebut diperkuat dengan adanya foto serta screenshoot percakapan grup WhatsApp dari para mahasiswa tentang penampakan dosen gaib ketika mereka sedang belajar di kampus saat malam hari.


Sutradara Guntur Soeharjanto dan Evelyn Afnilia selaku penulis skenario film DOSEN GHAIB (2024) mengambil langkah kreatif dengan cara menghadirkan background story dari karakter Pak Bakti yang tidak ada di versi cerita viral. Harus diakui, eksekusi cerita di paruh awal film tampil cukup baik dan punya potensi menarik menjadi sajian horror psikologis dengan latar dunia pendidikan. Namun sayang, saat memasuki babak kedua dan akhir film, Evelyn malah terjebak pada formula horror mainstream dengan menambahkan elemen berdarah-darah di filmnya. Ditambah lagi, jump scared yang dihadirkan pun hampir semuanya tidak ada yang memorable. Signature dari Dee Company yang selalu memunculkan hembusan angin kencang, hujan dan petir menggelegar selalu konsisten menghiasi film-film horrornya. Andai saja film ini lebih beforkus pada penekanan psikologis terhadap seluruh karakternya tanpa perlu sosok Pak Bakti dijadikan arwah gentayangan pasti akan lebih menarik lagi. Terlepas dari segala kekurangan yang menonjol, film DOSEN GHAIB (2024) berhasil mendobrak pakem sosok setan di film Indonesia mayoritas berasal dari karakter perempuan. Visualisasi dari Pak Bakti yang dimainkan dengan apik oleh Egy Fedly bisa menjadi icon baru untuk karakter setan di perfilman horror Indonesia. Dengan suara ketukan tongkatnya ketika berjalan dan tiba-tiba berubah wujud menjadi tinggi besar cukup berhasil membuatku takjub melihatnya.


Untuk jajaran pemain, chemistry persahabatan keempat karakter yang ada di film ini terasa kurang eksplorasi. Mereka hanya terlihat sebatas teman di kampus saja, tanpa terlihat bonding yang kuat sebagai bestie satu sama lain.
Overall, film DOSEN GHAIB (2024) memang masih jauh dari apa yang diharapkan. Guntur Soeharjanto terlalu bermain aman dengan menonjolkan horror dan jump scared nya saja ketimbang mengembangkan plot menjadi lebih kompleks.


[6.5/10Bintang]

Thursday, 15 August 2024

[Review] Alien Romulus: Aksi Survival Horror Dari Terror Xenomorph Di Stasiun Luar Angkasa!



#Description:
Title: Alien Romulus (2024)
Casts: Cailee Spaeny, David Jonsson, Archie Renaux, Isabela Merced, Spike Fearn, Aileen Wu, Ian Holm, Trevor Newlin
Director: Fede Alvarez
Studio: 20th Century Studios, Scott Free Productions


#Synopsis:
Tahun 2142, umat manusia sudah tidak lagi tinggal di bumi. Sebagian besar sudah pindah ke planet lain dan membentuk peradaban baru. Sebuah planet yang menyerupai planet Saturnus, bernama Jackson dihuni oleh peradaban manusia yang diatur oleh Weyland-Yutani Corp. Setiap orang yang tinggal di planet tersebut dibagi menjadi beberapa bagian dalam berbagai bidang pekerjaan. Untuk bertahan hidup, orang-orang disana diharuskan mengabdi seumur hidup kepada perusahaan. Karena tak ingin selamanya menjadi budak bagi perusahaan, empat pemuda disana yaitu Tyler (Archie Renaux), Kay (Isabela Merced), Bjorn (Spike Fearn) dan Navarro (Aileen Wu) berencana kabur ke Planet Tyvaga yang konon memiliki kehidupan lebih baik dibandingkan planet yang mereka huni saat ini.


Untuk menuju Planet Tyvaga, Tyler dan ketiga rekannya menyusun rencana untuk masuk ke sebuah stasiun luar angkasa yang sedang mengorbit dekat dengan atmosfer planet mereka. Stasiun tersebut terdeteksi bernama Romulus Remus yang tak berawak alias kosong. Tyler dan Navarro yakin jika disana terdapat beberapa space capsule yang nantinya bisa digunakan untuk pergi ke Planet Tyvaga.
Agar rencana kabur mereka berjalan dengan mulus, Tyler mengajak mantannya yaitu Rain (Cailee Spaeny) yang memiliki asisten Robot Sintetis berwujud manusia bernama Andy (David Jonsson). Mereka berharap keduanya bisa ikut bergabung karena Andy bisa berguna untuk membuka akses masuk ke stasiun luar angkasa tersebut. Awalnya Rain menolak bergabung dengan Tyler karena hanya memanfaatkan Andy saja, namun Andy berjanji akan melindungi Rain selama menjalankan rencana dari Tyler dan ketiga rekannya itu.
Setelah berbagai persiapan telah dilakukan, Tyler, Rain, Andy, Kay, Bjorn dan Navarro pun terbang menuju stasiun pesawat luar angkasa. Tiba disana, Tyler, Bjorn dan Andy menelusuri setiap area stasiun luar angkasa tersebut untuk mencari space capsule dan juga bahan bakar yang bisa digunakan kabur menuju Planet Tyvaga.


Tak membutuhkan waktu lama, Tyler berhasil menemukan ruangan bahan bakar stasiun yang digenangi air. Dengan menggunakan kemampuan teknologi dari Andy, mereka membuka akses masuk ke ruangan tersebut. Saat Bjorn berusaha mengeluarkan tabung bahan bakar dari tempatnya, alarm peringatan berbunyi dan membuat mereka terjebak disana. Kepanikan melanda Tyler dan juga Bjorn yang berusaha memadamkan alarm tersebut. Disaat yang bersamaan pula, temperature di stasiun luar angkasa mulai meningkat. Rain dan Navarro langsung keluar dari kapal untuk menyelamatkan mereka bertiga. Saat menuju ruangan bahan bakar, Rain dan Navarro menemukan bangkai Robot Sintetis dan mengambil chip di bagian kepalanya. Rain pun memberikan chip yang ia ambil jasad Robot Sintetis tadi dan meminta Tyler untuk memasangkannya pada tubuh Andy agar mereka bisa membuka akses pintu yang terkunci. Saat Andy sedang proses rebooting, Tyler dan Bjorn melihat gerakan aneh yang ada di bawah air. Seketika Bjorn diserang oleh makhluk misterius. Setelah selesai rebooting, Andy langsung berlari menuju pintu untuk menyelamatkan Tyler dan juga Bjorn.



Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Makhluk misterius tersebut merupakan fase kedua dari metaformosis Xenomorph yang disebut Facehugger. Ratusan Facehugger yang dibekukan untuk kepentingan penelitian di stasiun luar angkasa Romulus Remus tersebut rupanya mencair akibat temperature suhu yang terus meningkat. Facehugger berhasil menyerang Navarro dan membuatnya tak sadarkan diri. Tyler dan Bjorn berusaha melepaskan Facehugger, namun malah makin menjerat lehernya Navarro. Andy yang masih menggunakan chip dari jasad Robot Sintetis tadi akhirnya mengetahui jika Facehugger sedang melakukan transfer embrio ke dalam tubuh Navarro yang nantinya akan muncul Chestburster kecil dan berevolusi dengan cepat menjadi sosok Alien mengerikan bernama Xenomorph.


Tyler, Rain, Andy, Bjorn dan Kay berusaha mencari jalan keluar untuk segera pergi dari sana. Disaat yang bersamaan, mereka harus menghadapi ratusan Facehugger dan juga Xenomorph yang sudah berkembang biak dengan pesat. Akankah mereka berempat berhasil menyelamatkan diri dari sarang Alien berbahaya tersebut?


#Review:
Setelah tujuh tahun penantian, akhirnya film terbaru dari Universe Alien berjudul ALIEN: ROMULUS (2024) tayang di bioskop Indonesia mulai 14 Agustus kemarin. Film ini menjadi film pertama dari Universe Alien setelah 20th Century Fox resmi diakuisisi oleh Disney menjadi 20th Century Studios pada tahun 2019 lalu.


Untuk segi cerita, film ALIEN: ROMULUS (2024) mengambil keputusan sebagai standalone sekuel dari dua film ALIEN yang dirilis tahun 1979 dan 1986 silam. Meskipun demikian, penonton tidak perlu-perlu banget untuk menonton film-film dari Universe Alien sebelumnya karena plot yang dihadirkan memang berdiri sendiri dan mudah dipahami oleh siapapun yang pertama kali menonton film ini di bioskop. Sutradara Fede Alvarez menyajikan plot ALIEN: ROMULUS (2024) dengan menggabungkan antara adventure, survival, sci-fi dan horror yang terjadi di luar angkasa. Kombinasi tersebut surprisingly menjadi tontonan yang memuaskan bagiku. Intensitas ketegangan yang mencekam sudah dibentuk dengan maksimal saat rombongan pemuda ini masuk ke stasiun luar angkasa terbengkalai. Elemen horror dan thriller nya seketika langsung menghentak penonton saat mereka harus berhadapan dengan gerombolan Facehugger. Signature horror dari Fede Alvarez yang sukses dilakukan di film EVIL DEAD (2013) dan DON'T BREATH (2016) terulang lagi di film ini. Moment-moment hening tanpa suara, serangkaian jump scared yang unpredictable dan body horror berdarah-darah dieksekusi dengan sangat maksimal. Yang tak kalah menarik, moment-moment survival dari semua karakter selalu berhasil memberi efek mendebarkan kepada penonton. Kapan lagi coba nonton film di bioskop dengan suasana yang tidak tenang dari awal sampai film selesai. Development dan pengembangan masing-masing karakter pun berjalan mulus sehingga bisa saling melengkapi satu sama lain. Namun dari keenam karakter ini, aku takjub dengan penampilan David Jonsson sebagai Robot Sintetis. Chemistry yang ia build up dengan Cailee Spaeny benar-benar saling melindungi satu sama lain. Transisi perubahan sikap setelah ganti chip juga terasa Robot Sintetis banget.


Meskipun mengklaim sebagai standalone sekuel, film ALIEN: ROMULUS (2024) tetap menghadirkan tribute apik kepada film-film ALIEN lawas maupun dua film Alien di era tahun 2010an yaitu PROMETHEUS (2012) dan ALIEN: COVENANT (2017). Hal tersebut bisa dirasakan dengan sederet easter egg tentang Weyland-Yutani Corp, metamorfosis Xenomorph dan beberapa adegan memorable dari film-film ALIEN terdahulu juga direka ulang oleh film ini.


Nonton Alien Romulus (2024) di IMAX sangat worth it! Aspect ratio nya fullest dari awal sampai akhir film. Survival nya makin mengerikan!

Untuk urusan visual dan audio, sudah jelas jaminan kualitas memuaskan berhasil diraih oleh film ALIEN: ROMULUS (2024). Aku awalnya mengira jika rombongan Facehugger dan Xenomorph di film ini adalah CGI, ternyata tim produksi film memilih untuk menggunakan practical dengan mendesign secara nyata dari Facehugger dan juga Xenomorph. Penampakan tiga Alien yang ada di film ini benar-benar menjadi mimpi buruk bagi siapapun yang menontonnya, Ngeri! Yang bikin takjub selanjutnya yaitu visualisasi luar angkasa nya sangat megah khas film-film dari Universe Alien. Iringan scoring musiknya juga juara banget bikin betah menonton film ini di bioskop.
Overall, film ALIEN: ROMULUS (2024) sudah jelas jadi salah satu film Hollywood terbaik di tahun ini. Fede Alvarez kembali membuktikan diri sebagai sineas horror yang mampu menciptakan kengerian dalam segala situasi, termasuk di luar angkasa sekalipun. Keren!


[9/10Bintang]

Wednesday, 14 August 2024

[Review] MaXXXine: Mengikuti Perjalanan Karier Mantan Pornstar Di Hollywood!




#Description:
Title: MaXXXine (2024)
Casts: Mia Goth, Elizabeth Debicki, Moses Sumney, Michelle Monaghan, Bobby Cannavale, Halsey, Lily Collins, Giancarlo Esposito, Kevin Bacon, Simon Prast, Chloe Farnworth, Deborah Geffner
Director: Ti West
Studio: A24, Motel Mojave, Access Entertainment


#Synopsis:
Tahun 1985, Maxine Minx (Mia Goth) memutuskan pensiun sebagai bintang film porno dan merintis karier sebagai aktris di Hollywood. Maxine mengikuti audisi untuk project sekuel film horror The Puritan II yang disutradarai oleh Elizabeth Bender (Elizabeth Debicki). Berkat ciri khasnya yang unik, Maxine mendapat atensi tersendiri dari sang sutradara dan juga tim casting.


Sambil menunggu hasil casting, Maxine tinggal bersama teman-temannya yang juga merintis karier di Hollywood. Mereka adalah Amber James (Chloe Farnworth) dan Tabby Martin (Halsey). Sambil mengisi waktu luang, Maxine bekerja sebagai penari striptease di bar serta menjalin persahabatan dengan Leon (Moses Sumney) yang bekerja di toko kaset dan video.
Ditengah hiruk pikuk dan gemerlapnya Hollywood, muncul berita tentang kasus pembunuhan berantai terhadap para wanita saat malam hari. Pihak kepolisian cukup kesulitan menangkap pelaku karena tak menemukan bukti dan juga jejak yang ditinggalkan di lokasi kejadian. Warga di Hollywood menyebut pelaku sebagai Night Stalker karena sering membuntuti wanita yang berjalan sendiri di malam hari.
Suatu malam, Maxine yang baru saja selesai bekerja di bar merasa diikuti oleh orang asing. Saat melewati tempat sepi, orang tersebut merupakan Night Stalker dengan membawa sebuah pisau dan berusaha menyerang Maxine. Namun kali ini Night Stalker salah memilih korban. Maxine berhasil melawannya dan melukai cukup parah si penguntit tersebut.



Keesokan harinya, Maxine dan Leon menemukan kaset rekaman video porno milik dirinya yang enam tahun lalu diproduksi bersama keenam temannya. Maxine dibuat heran karena ia sangat yakin sudah memusnahkan semua kaset rekaman tersebut sebelum meniti karier di Hollywood. Disaat Maxine berusaha hidup tenang, permasalahan kembali muncul. Amber dan Tabby tiba-tiba ditemukan tewas di pinggir danau. Di tubuh mereka terdapat sebuah simbol satanic yang mencurigakan. Maxine pun dimintai keterangan dari pihak kepolisian, karena teman dari dua korban tersebut.
Sejak saat itu, Maxine masih harus berurusan dengan banyak hal. Ia diminta untuk bertemu dengan seorang detektif swasta bernama John Labat (Kevin Bacon). Sang detektif meminta bantuan pada Maxine agar bersedia mengungkap kasus pembunuhan kedua temannya dengan cara mendatangi sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir yang dikunjungi para korban. Di sisi lain, pihak kepolisian yang diwakili oleh Williams (Michelle Monaghan) dan Torres (Bobby Cannavale) pun ikut serta menelusuri tentang kasus pembunuhan berantai ini meskipun Maxine selalu menolak untuk memberikan pernyataan kepada pihak polisi.


Waktu terus berlalu. Disaat Maxine akhirnya berhasil mendapat peran di film The Puritan II, ia harus kehilangan sahabatnya, Leon yang ternyata dibunuh oleh Night Stalker. Maxine masih bertekad untuk mengungkap kasus kematian para sahabatnya tanpa perlu bantuan pihak kepolisian maupun detektif swasta yang terus menghubunginya. Maxine hanya percaya kepada managernya yaitu Teddy Knight (Giancarlo Esposito) yang selama ini telah berjasa terhadap kariernya. Karena kesal terus dibuntuti oleh John, Maxine pun memberikan peringatan dan melukai John dengan cukup sadis.
Keesokan harinya saat menjalani proses pengambilan film The Puritan II, Maxine bertemu dengan aktris film pertamanya yaitu Molly Bennett (Lily Collins). Usai syuting, Molly mengatakan jika dirinya akan pergi ke pesta di Hollywood Hills, tempat yang sama dikunjungi Amber dan Tabby sebelum mereka ditemukan tewas. Karena curiga, Maxine pun langsung menyusun rencana dengan Teddy untuk menemukan alamat lengkap Hollywood Hills. Keduanya menjebak John yang diduga ada kaitannya dengan tempat tersebut.


Setelah berhasil mendapatkan alamat, Maxine bergegas pergi menuju kesana dan diikuti oleh pihak kepolisian yaitu Williams dan Torres. Tiba disana, Maxine menemukan sebuah fakta tak terduga tentang kematian para wanita di Hollywood yang ternyata berkaitan dengan sosok di masa lalu Maxine.


#Review:
Rumah produksi A24 akhirnya merilis film pamungkas untuk trilogy film X (2022) berjudul MaXXXine (2024). Jika di film PEARL (2022) cerita berfokus pada masa muda si nenek biadab di film X (2022), maka di film MaXXXine (2024) ini, plot kembali melanjutkan dari film X (2022) khususnya nasib dari Maxine Minx setelah selamat dari tragedi mengerikan di lokasi peternakan.


Untuk segi cerita, film MaXXXine (2024) bergerak linear dan terasa melakukan ekspansi yang lebih besar lagi dibandingkan film pertamanya. Ti West selaku sutradara sekaligus penulis cerita menambahkan plot reka ulang tentang kasus pembunuhan berantai di Hollywood yang sempat heboh di tahun 1984 - 1985. Tak hanya itu saja, Ti West juga turut menyentil perilaku kultus yang menganggap Hollywood bisa merusak para wanita dan manusia. Disatu sisi, eksplorasi cerita yang dilakukan film ini tidaklah salah. Namun disisi lain, hal tersebut jadi menghilangkan signature dari trilogy film X itu sendiri yang dikenal dengan elemen horror, slasher dan gore nya. Film MaXXXine (2024) jadi beda sendiri dibandingkan dua film sebelumnya yang masih menonjolkan ketiga elemen tersebut. Perpindahan elemen cerita yang menjadi semi biografi dari Maxine Minx dengan unsur thriller, kriminal dan kultus ini untungnya masih bisa divisualisasikan dengan baik berkat set produksinya yang memuaskan.
Suasana Hollywood di era tahun 80an bisa dirasakan dengan maksimal di sepanjang film. Sinematografi nya juga beneran vintage, serasa nonton film Hollywood jadul sungguhan. Selain itu, wardrobe dan gaya rambut para pemain juga sangat mencuri perhatian. Semua unsur jadul tersebut berhasil disampaikan dengan maksimal berkat penampilan akting gemilang dari Mia Goth. Transformasi dan perubahan emosi nya bisa terdeliver dengan maksimal. Jajaran pemain pendukung juga tampil tidak terlalu mengecewakan meskipun sayang hampir semuanya punya jatah screentime yang sangat terbatas.
Overall, film MaXXXine (2024) berhasil memperlihatkan akhir cerita dari perjalanan karier karakter Maxine Minx di Hollywood meskipun harus mengalami perubahan elemen cerita yang lumayan drastis dibandingkan dua film sebelumnya.


[7/10Bintang]