Monday, 10 July 2017

[Review] Center of My World: Dongeng Seorang Remaja Dengan Orang-OrangDisekitarnya



#Description:
Title: Center Of My World (Die Mitte Der Welt) (2017)
Casts: Louis Hoffman, Jannik Schumann, Sabine Timoteo, Ada Philine Stappenbeck, Inka Frederich, Nina Proll, Svenja Jung, Sascha Alexander Gersak
Director: Jakob M. Erwa
Studio: Prisma Films, Universum Films


#Synopsis: 
Phil (Louis Hoffman) akhirnya pulang ke Jerman, kampung halamannya usai mengikuti Summer Camp. Phil sekarang tinggal bersama ibunya yaitu Glass (Sabine Timoteo) yang seorang single-parent beserta sang kakak perempuannya yaitu Dianne (Ada Philine Stappenbeck) disebuah rumah dipinggiran Jerman.
Phil masih dibuat tanda tanya dengan sikap Dianne yang masih saja pendiam dan tertutup, bahkan dengan ibunya sekalipun. Hal itu berbanding terbalik dengan sang ibu yang selalu ceria dan open kepada kedua anaknya itu. Sang ibu menduga Dianne menjadi pendiam dan tertutup itu lantaran kedua anaknya tak pernah mengetahui sosok ayah kandung mereka. Glass sangat menutup rapat cerita suaminya itu terhadap kedua anaknya.
Tak mau terus larut dalam rasa kegelisahan, Phil memutuskan untuk bertemu dengan sahabat terbaiknya yaitu Kat (Svenja Jung). Keduanya sudah begitu dekat satu sama lain dan tidak ada main rahasia diantara mereka berdua. Termasuk soal Phil yang merupakan seorang gay. Kat tetap menerima Phil sebagai sahabat terbaiknya.
Usai libur musim panas, Phil dan Kat kembali menjadi siswa di sekolah dan kelas yang sama di pinggiran Jerman. Kebetulan di kelas mereka kedatangan murid baru bernama Nicholas (Jannik Schumann) remaja pria tampan, atletis dan mempunyai hobi olahraga lari. Phil langsung tertarik oleh pesona Nicholas, begitu juga dengan Kat. Bahkan Phil sampai berimajinasi yakin bisa menjalin hubungan dengan Nicholas. Diam-diam Phil selalu memperhatikan aktifitas Nicholas ketika sedang berolahraga. Bak gayung bersambut, Nicholas memberikan respon pada Phil. Hingga keduanya menjadi intim dekat kemudian menjalin hubungan. Kat pun merasa bahagia melihat sahabatnya itu kini berbahagia.
Disatu sisi, kondisi keluarga Phil semakin penuh teka-teki. Dianne terus berusaha mencari informasi seputar ayah kandungnya. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi sang ibu yang kini sedang berbunga-bunga karena kembali menjalin hubungan dengan seorang pria.
Teka-teki pun satu persatu mulai terpecahkan oleh Phil dan Dianne. Hal itu juga berbarengan dengan kondisi Nicholas yang malah semakin menghindari Phil.


#Review:
Keterbatasan Film-Film Eropa untuk bisa tayang secara Internasional memang patut disayangkan. Padahal banyak banget list film dari Benua Eropa yang secara teknis, cerita dan keseluruhan film itu pada bagus-bagus. Salah satu alternatif untuk bisa menyaksikan Film-Film Eropa bisa ditemui lewat beberapa screening di ajang EUROPE ON SCREEN yang rutin digelar setiap tahunnya oleh duta besar negara-negera Eropa di Indonesia.
Film CENTER OF MY WORLD (2016) merupakan salah satu film asal Eropa yang diadaptasi dari Novel berjudul DIE MITTE DER WELT karya Andreas Steinhöfel yang dirilis pada Agustus 2000. Novel tersebut cukup sukses menyita perhatian para pecinta buku lantaran mengambil tema cerita orientasi seksual yang kala itu masih menjadi minoritas.
Sutradara asal Austria, Jakob M. Erwa memvisualkan novel ini dengan tone serasa dongeng. Khas film-film Eropa kebanyakan. Disini pun tidak dijelaskan dengan detail tentang set lokasi film. Cukup bermodalkan sebuah rumah dipinggiran kota dengan pepohonan yang rindang mengelilingi rumah beserta lingkungan sekitarnya menjadi semakin terlihat seperti dongeng.
Film ini mempunyai dua subplot utama yakni tentang perjalanan asmara antara Phil dan Nicholas serta kehidupan keluarga Phil beserta ibu dan adiknya. Plot tentang asmara Phil dan Nicholas digambarkan dengan tone yang cerah serta semangat remaja anak baru gede yang penuh semangat, menggebu dan penuh dengan imajinasi. Meskipun ada beberapa adegan ketika Phil sedang bahagia, eksekusinya terlalu "lebay" tapi hal itu langsung gue sedikit dimaklumi, lantaran ekspresi kebahagiaan dan fantasi ketika masa-masa remaja memang besar. Di plot ini juga sang sutradara memberikan sisi mengharukan mengenai akhir perjalanan hubungan Phil dan Nicholas.
Untuk sisi plot tentang keluarga Phil, sang ibu yang diperankan Sabine Timoteo memberikan performa apiknya sebagai seorang single parent sekaligus harus berusaha menyimpan rapat rahasia tentang suaminya. Sang sutradara disini memberikan tone yang sedikit gelap dan penuh misteri lewat teka-teki flashback yang dilakukan oleh Phil dan Dianne. Disini kita diajak untuk berfokus ketika plot yang dihadirkan muncul dengan alur maju-mundur.
Jajaran pemain juga memberikan performa oke. Louis Hoffman dan Jannik Schumann tidak canggung dalam melakoni peran sebagai Phil dan Nicholas. Gesture nya terlihat begitu real. Meskipun harus berakhir dengan sad-ending. Ditambah dengan twist yang dihadirkan diakhir film untuk kedua plot cerita tersebut. Overall, gue jauh lebih suka jika film ini lebih mengeksplor tentang sosok Phil, Nicholas dan Kat ketimbang harus dicampur adukkan dengan cerita tentang keluarga Phil.


[7/10Bintang]

Friday, 7 July 2017

Fakta Menarik Seputar Film Ayat-Ayat Cinta 2 (2017)


Mega Box Office Film Indonesia Tahun 2008 yaitu AYAT-AYAT CINTA (2008) menjadi fenomena tersendiri di Industri Film Indonesia kala itu. Film arahan Hanung Bramantyo itu sukses menjadi salah satu Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa dengan raihan 3.600.000 penonton lebih diseluruh Indonesia. Berbagai penghargaan pun diraih oleh Film yang diadaptasi dari Novel Mega Best Seller karya Habbiburrahman El-Shirazy ini. Puncaknya, Film AYAT-AYAT CINTA (2008) menjadi Film Terpuji di ajang Festival Film Bandung 2008.
Film AYAT-AYAT CINTA (2008) juga menjadi satu-satunya Film Indonesia yang "bocor" ke jalur bajakan pada saat film tersebut sedang tayang di Bioskop. Kualitas film yang bocor tersebut masih "mentah" karena belum masuk tahap final editing. Konon, bocornya Film AYAT-AYAT CINTA (2008) ke jalur bajakan itu diduga karena salah satu roll file film dinyatakan hilang ketika proses shooting selesai.
Namun untungnya Rumah Produksi MD Pictures milik Manoj Punjabi langsung melakukan tindakan gerak cepat. Bekerjasama dengan pihak kepolisian, MD Pictures merazia dan menutup berbagai toko DVD-VCD Bajakan dibeberapa wilayah di Indonesia. Bahkan jika ada yang kedapatan dengan sengaja menjual/membeli kepingan DVD-VCD Bajakan Film AYAT-AYAT CINTA (2008) akan langsung diberi tindakan hukum.

Usai euforia Film AYAT-AYAT CINTA (2008), fenomena Novel bernuansa religi menjadi trend diadaptasi ke Layar Lebar. Karya-karya Habiburrahman El-Shirazy lainnya juga ikut diangkat menjadi Film Bioskop. Diantaranya Film KETIKA CINTA BERTASBIH 1 & 2 (2009) kemudian disusul Film DALAM MIHRAB CINTA (2010) dan CINTA SUCI ZAHRANA (2012).

Tahun 2015, secara resmi penulis Habibburrahman El-Shirazy merilis sekuel novel pertamanya berjudul AYAT-AYAT CINTA 2. 
Berikut adalah sinopsis Novel AYAT-AYAT CINTA 2:
Fahri Abdullah, lelaki sholeh asal Indonesia itu kini tinggal di Edinburgh, Skotlandia, dan menjadi staf pengajar (dosen) di University of Edinburgh dalam bidang ilmu Filologi. Ia menjadi salah satu doktor termuda yang dikagumi karena kecerdasannya. Ia tinggal di rumahnya di kawasan Stoneyhill Grove bersama Paman Hulusi yang selalu setia menemaninya sebagai sahabat, supir, dan membantu menyiapkan urusan dapur di rumah Fahri.


Tinggal di negeri asing sebagai muslim dan minoritas, tak membuat Fahri lemah atau kehilangan percaya diri. Ia senantiasa tampil cemerlang, tegas terhadap hel-hal yang sifatnya batil, namun lembut kepada tetangga dan orang lain. Ia selalu berupaya membantu dan meringankan beban para tetangga yang memerlukan bantuan meski mereka semuanya non-muslim, termasuk Jason dan Keira yang terang-terangan memusuhi dan menganggapnya teroris. Ia bahkan membantu Sabina, pengemis buruk rupa dan bersuara serak yang kerap meminta-minta di masjid tempat Fahri sering shalat.
Kebaikan Fahri tak hanya mengundang kekaguman, tapi juga kebencian dari sekelompok ekstrimis Israel pimpinan Baruch yang memiliki pengaruh besar hingga Fahri terancam dipecat dari tempatnya mengajar. Bahkan ia harus bertaruh nyawa ketika Baruch hampir membunuhnya.


Kehidupan Fahri pun tak lepas dari kisah asmara. Pilunya, Fahri kehilangan Aisha tanpa jejak sejak bertahun-tahun lalu ketika Aisha pergi ke Palestina. Hulya, sepupu Aisha, diam-diam telah jatuh cinta kepada Fahri. Adapula tawaran dari sang guru untuk menikahi keponakannya, juga dari seorang kenalan. Fahri nelangsa, sanggupkah ia menikahi wanita lain jika dalam hatinya hanya ada nama Aisha?


Menyimak sinopsis diatas, sosok Fahri di sekuelnya ini diceritakan sudah wisuda dari Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir. Kini ia menjadi salah satu staff pengajar di Universitas terkemuka di daratan Eropa.

Banyak karakter baru yang bermunculan dalam Novel AYAT-AYAT CINTA 2 ini. Namun sayangnya, karakter iconic dari prekuel pertamanya seperti Maria, Noura dan yang lainnya tidak akan terlibat dalam sekuel ini. Bahkan Aisha sendiri yang merupakan istri dari Fahri ini diceritakan pergi dan hilang ke Palestina.

Di bulan Maret 2017, Rumah Produksi MD Pictures menggelar konferensi pers perihal proses pembuatan Film AYAT-AYAT CINTA 2 yang direncanakan tayang di Bioskop pada akhir 2017 mendatang. 


Dalam konferensi pers perdana itu, Manoj Punjabi mengkonfirmasi bahwa Fedi Nuril akan kembali memerankan sosok Fahri. Tak hanya itu saja, beliau juga memberi kejutan yakni untuk kursi sutradara, Film AYAT-AYAT CINTA 2 (2017) ini tidak lagi dipegang oleh Hanung Bramantyo, posisi Hanung digantikan oleh Guntur Soeharjanto. Beberapa tahun kebelakang, Guntur tergolong sutradara yang rajin menghasilkan Film Indonesia Adaptasi Novel bertema Religi dan sukses mencuri perhatian pecinta Film Indonesia. Diantaranya: Trilogi 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA (2012-2013), ASSALAMUALAIKUM BEIJING (2014) dan yang paling terbaru adalah JILBAB TRAVELER (2016).


Pada konferensi pers kedua yang berlangsung pada bulan Mei 2017, Manoj Punjabi kemudian memperkenalkan pemain terbaru untuk Film AYAT-AYAT CINTA 2 (2017). Ia adalah Chelsea Islan. Dalam filmnya nanti, Chelsea Islan akan memerankan sosok Keira.


Tepat hari ini, Jum'at 7 Juli 2017 Rumah Produksi MD Pictures akan melangsungkan konferensi pers ketiganya. Kali ini Manoj Punjabi akan mempublikasikan beberapa pemain terbaru setelah Fedi Nuril dan Chelsea Islan. Banyak yang berspekulasi pemain berikutnya yang akan terlibat dalam sekuel AYAT-AYAT CINTA (2008) ini adalah Tatjana Saphira yang sukses bermain dengan apik dalam Film SWEET 20 (2017).


Tak hanya itu saja, Manoj Punjabi, Guntur Soeharjanto dan Habibburrahman El-Shirazy juga akan meluncurkan Teaser Poster Perdana Film AYAT-AYAT CINTA 2 (2017). Cek official twitter Film AYAT-AYAT CINTA 2 (2017) untuk perkembangan terbarunya.

Dan secara resmi, Fedi Nuril, Chelsea Islan, Tatjana Saphira & Dewi Sandra akan beradu akting dalam Film AYAT-AYAT CINTA 2 (2017). Film yang direncanakan akan memulai proses shooting pada beberapa bulan kedepan ini akan mengambil lokasi di beberapa daratan Eropa.



Wednesday, 5 July 2017

[Review] Spider-Man Homecoming: Aksi Peter Parker Sebagai Spider-Man Di Usia Remaja



#Description:
Title: Spider-Man: Homecoming (2017)
Casts: Tom Holland, Robert Downey Jr, Michael Keaton, Marisa Tomei, Zendaya, Jon Pavreau, Gwyneth Paltrow, Jacob Batalon, Donald Glover, Laura Harrier, Tony Revolori, Tyne Daly, Zendaya
Director: Jon Watts
Studio: Marvel Studios, Columbia Pictures, Sony Pictures


#Synopsis:
Usai Civil War, Peter Parker / Spider-Man (Tom Holland) kembali menjadi seorang siswa SMA pada umumnya. Peter sangat menantikan panggilan berikutnya dari Tony Stark / Iron Man (Robert Downey Jr) untuk kembali beraksi bersama The Avengers. Tapi sayang, berbulan-bulan Stark tak pernah mengontak Peter. Stark hanya mengutus Happy Hogan (Jon Pavreau) untuk memantau aktivitas Peter.


Dengan inisiatif sendiri, diluar perintah Stark, Peter memutuskan untuk "unjuk gigi" dengan kostum Spider-Man nya, membantu orang-orang disekitarnya. Namun sayang, keputusan yang diambil Peter itu tak berjalan mulus. Peter belum sepenuhnya bisa mengendalikan kostum Spider-Man yang diberikan Stark. Banyak kekacuan dan keributan terjadi. Tak hanya itu saja, aksi "unjuk gigi" nya itu membuat aktifitas akademik disekolahnya menjadi menurun dan itu membuat sang bibi bernama May Parker (Marissa Tomei) menaruh kecurigaan terhadap keponakannya. Peter juga harus dihadapkan dengan krisis percaya diri ketika berhadapan dengan Liz (Laura Harrier). Ia merasa tak pantas jika memiliki kekasih seperti Liz. Namun dengan dorongan sahabatnya, Ned (Jacob Batalon) Peter berusaha menaikkan rasa percaya diri usai menjadi seorang Spider-Man.
Persoalan pun semakin membesar ketika Peter harus berhadapan dengan Adrian Toomes (Michael Keaton), seorang mekanik yang bekerja sebagai "pembersih" sisa-sisa puing bangunan dan senjata bekas peperangan The Avengers kala itu. Toomes rupanya mempunyai pekerjaan "tersembunyi" yang siap menghancurkan apapun dengan senjata temuannya yang memiliki kekuatan yang berasal dari batuan Chitauri.


#Review:
15 Tahun. 6 Judul Film. 3 Aktor Berbeda dan 2 Reboot. Rasanya franchise Spider-Man ini menjadi film superhero yang tidak pernah berakhir. Spider-Man versi Sam Raimi yang dibintangi Tobey Maguire ini kala itu yang menghasilkan 3 judul yaitu SPIDER-MAN (2002), SPIDER-MAN 2 (2004) dan SPIDER-MAN 3 (2007) sukses menjadi salah satu Film Superhero Marvel yang banyak menuai respon positif. Usai Spider-Man versi Sam Raimi berakhir, kemudian muncul reboot pertama yang disutradarai oleh Marc Webb berjudul THE AMAZING SPIDER-MAN (2012) dan THE AMAZING SPIDER-MAN 2 (2014). Reboot yang dilakukan Sony Pictures ini banyak menuai pro-kontra lantaran sosok Spider-Man ini masih belum bergabung juga ke The Avengers dalam Marvel Cinematic Universe. Banyak beropini Spider-Man versi Andrew Garfield menjadi yang paling ideal dibandingkan versi Tobey Maguire. Namun sayang, nasib Spider-Man arahan Marc Webb ini harus berhenti di judul kedua. Kisah Spider-Man yang dimainkan oleh Andrew Garfield, Emma Stone dan Dane DeHaan berakhir dengan kisah yang menggantung dan takkan mungkin berlanjut.


Kabar reboot kedua kalinya untuk Spider-Man kemudian muncul. Reboot kali ini cukup sukses membuat para fanboy fangirl MCU (termasuk gue) sangat excited dimana AKHIRNYA Spider-Man sesuai dengan judulnya "Homecoming" yaitu kembali ke tangan Marvel Studios dan RESMI menjadi bagian dari Team The Avengers. Impian para fans MCU akhirnya terwujud setelah 15 tahun dari Spider-Man pertama pada tahun 2002 lalu.
Keputusan me-reboot kembali Spider-Man dan kemudian bergabung menjadi Team The Avengers merupakan keputusan yang sangat tepat! Sutradara Jon Watts sukses menceritakan (kembali) dari awal sosok Spider-Man yang memiliki perbedaan dengan versi Sam Raimi & Marc Webb. Disini, Watts menceritakan sosok Peter Parker ketika duduk dibangku sekolah. Maka tak heran, sepanjang film, banyak bercerita tentang kegiatan Peter Parker sekolah SMA. Jangan khawatir kok, porsi Iron Man / Tony Stark yang sangat gencar hadir dalam film serta posternya dalam keseluruhan film tidak terlalu mendominasi kok! Justru disini karakter Spider-Man dan Vulture diceritakan dengan apik dan mengesankan. Porsi cerita antara sosok superhero dan villain begitu seimbang. Motif villain juga diceritakan dengan sangat logis. Gue paling suka dengan kisah penceritaan sosok Vulture. Selain pembawaannya terlihat strong dan menyeramkan tapi ditampilkan juga sisi hero bagi keluarganya.
Sosok Peter Parker yang diceritakan dalam versi SPIDER-MAN: HOMECOMING (2017) ini ternyata sangat pas diperankan oleh Tom Holland. Ia sukses memerankan sosok Peter Parker remaja ABG yang masih ceroboh dan gegabah dalam menggunakan kekuatan Spider-Man. Hal terbaik berikutnya dalam sisi penceritaan SPIDER-MAN: HOMECOMING (2017) adalah kekuatan Spider-Man dihadirkan berkat kostum yang diberikan oleh Tony Stark. Kostum Spider-Man ini jauh lebih canggih dan hi-tech dibandingkan kostum Spider-Man versi Sam Raimi & Marc Webb.


Twist yang dihadirkan film ini sebetulnya sederhana banget hampir malah mirip sinetron tapi gue dibuat kaget setengah mati. Gesture perubahan ekspresi Peter Parker ketika twist dihadirkan begitu kuat terasa. Apalagi adegan dialog antara Peter Parker dengan Adrian Toomes dalam mobil adalah adegan yang paling mengesankan buat gue.
Beberapa easter-egg juga dihadirkan oleh SPIDER-MAN: HOMECOMING (2017) termasuk beberapa adegan homage khas Film Spider-Man versi Sam Raimi & Marc Webb yang dihadirkan disini terlihat bahwa sang sutradara begitu menghormati Film Spider-Man sebelumnya.
Jajaran pemain pun memberikan performa apiknya. Pokoknya Trailer dan Poster Film SPIDER-MAN: HOMECOMING (2017) ini sangat nipu! Haha. Big applause untuk Michael Keaton yang memerankan sosok Vulture. Aura jahatnya sangat terpancar meskipun tidak memakai kostum Vulture. Gue langsung merasa kasihan sama Spider-Man karena villainnya terlalu nyeremin untuk ukuran superhero yang statusnya masih magang :((


Karakter Bibi May yang diperankan Marissa Tomei sukses menjadi penyegar dalam film ini karena sebelum-sebelumnya, Bibi May selalu diceritakan sudah lanjut usia haha. Sosok Zendaya yang sering ikut digencarkan di promosi film, di filmnya malah dapet karakter yang useless kalau menurut gue haha. Tapi ketika paruh akhir film, gue yakin dia bakal dapet peran yang penting di sekuel berikutnya (jika dibuat) karena karakter yang dimainkan mempunyai nama lengkap....
Jangan keluar bioskop dulu ya karena SPIDER-MAN: HOMECOMING (2017) mempunyai 2 Post Credit Scene. dan gue cukup nyesek salah satu post credit scene itu gue terlewat karena si bioskop main matiin aja filmnya. Padahal credit title juga belum kelar. :((
Overall, SPIDER-MAN: HOMECOMING (2017) sangat memuaskan! One of the Best Superhero Movie of The Year after LOGAN (2017) & WONDER WOMAN (2017)!


[9.5/10Bintang]

Tuesday, 4 July 2017

[Review] Kidnap: Pengorbanan & Aksi Ibu Menyelamatkan Anaknya Dari Penculikan



#Description:
Title: Kidnap (2017)
Casts: Halle Berry, Sage Correa, Christopher Berry, Dana Gourrier, Lew Temple, Chris McGin
Director: Luis Prieto
Studio: Relativity Media, Lotus Entertainment, 606 Films


#Synopsis:
Karla (Halle Berry) seorang ibu yang bekerja sebagai waitress disebuah restaurant tengah dilanda kegelisahan menuju sidang perceraian dengan suaminya. Penyebab ia gelisah lantaran hak asuh anaknya yaitu Frankie (Sage Correa) akan jatuh ke tangan sang suami yang kehidupannya jauh lebih mapan dan sejahtera dibandingkan dengan dirinya.


Kegelisan dan kekhawatiran Karla semakin tak terkendali usai Frankie hilang ketika mereka berdua sedang berada di wahana taman bermain. Beruntung, Karla memergoki seorang wanita (Chris McGin) yang tengah menyeret Frankie masuk kedalam sebuah mobil.
Karla histeris lalu mengejar sekuat tenaga mobil yang menculik anak kesayangannya itu. Sang penculik terus melaju kencang membawa jauh Frankie dari ibunya. Namun Karla tak pernah menyerah, ia terus mengejar mobil itu agar bisa menyelamatkan anaknya meskipun ia harus mempertaruhkan nyawanya.


#Review:
Harus diakui, Performa Halle Berry dalam film ini menjadi yang paling bersinar dibandingkan dengan yang lainnya. Halle Berry sukses memerankan seorang ibu yang berjuang mati-matian menyelamatkan anaknya dari tangan sang penculik. Ekspresi histeris, tak kenal lelah dan rela berkorban demi orang yang ia sayang sangat meyakinkan disini.Kali kedua gue dibuat takjub oleh aksi Halle Berry usai beliau bermain dalam film yang sejenis berjudul THE CALL (2013).


Meskipun terdapat kemiripan antara KIDNAP (2017) dan THE CALL (2013), yaitu tentang sindikat penculikan, di Film KIDNAP (2017) ini kita diajak untuk mengikuti karakter Karla dengan segala kepanikannya untuk menyelamatkan anaknya. Berbeda dengan THE CALL (2013) yang jauh lebih terkendali.
Paruh pertama film, KIDNAP (2017) memberikan sensasi memacu adrenalin lewat adegan kejar-kejaran mobil disepanjang jalan. Awalnya cukup menyenangkan tapi karena porsinya terlalu banyak, sedikit membuat gue capek dan boring karena ga kelar-kelar.
Beruntung di 40menitan berikutnya, intense memacu adrenalin nya semakin "menyenangkan". Aksi Karla dalam melawan para penculik anaknya ini sungguh memuaskan dan bikin geregetan. Endingnya pun berakhir dengan meninggalkan hal yang cukup berkesan. Good!


[8/10Bintang]

[Review] Sweet 20: Seorang Nenek Yang Kembali Menjadi Berusia Muda



#Description:
Title: Sweet 20 (2017)
Casts: Tatjana Saphira, Niniek L. Kariem, Morgan Oey, Kevin Julio, Slamet Rahardjo, Widyawati, Lukman Sardi, Cut Mini, Alexa Key, Tika Panggabean, Tommy Limm, Ardit Erwandha
Director: Ody C. Harahap
Studio: Starvision Plus & CJ Entertainment


#Synopsis:
Bercerita tentang seorang nenek lanjut usia bernama Fatmawati (Niniek L. Kariem). Ia kini tinggal bersama keluarga dari anak semata wayangnya bernama Aditya (Lukman Sardi) yang berprofesi sebagai dosen. Kehadiran Fatmawati diantara keluarga Aditya membuat sang istri, Salma (Cut Mini) dan Luna (Alexa Key) harus extra sabar menghadapi kebawelannya. Suatu hari, Fatmawati tak sengaja mendengar obrolan antara Aditya dan Salma yang berencana memindahkan Fatmawati ke Panti Jompo. Mendengar hal itu, Fatmawati merasa sakit hati akan sikap dan rencana yang akan dilakukan oleh anak kesayangannya itu. Ia memutuskan untuk pergi dari rumah itu.


Ditengah rasa sedihnya dan tak tau arah, Fatmawati menemukan sebuah tempat Foto Studio bernama "Forever Young". Ia lalu masuk dan melakukan sesi pemotretan yang rencananya untuk foto pemakamannya kelak. Usai sesi pemotretan, Fatmawati bertransformasi hingga 50 tahun lebih muda dari usianya. Fatmawati dibuat kaget setengah mati melihat dirinya yang kini berusia 20 tahun.


Untuk menghindari kecurigaan, Fatmawati memutuskan untuk mengganti identitasnya menjadi Mieke (Tatjana Saphira). Karena Fatmawati sangat mengidolakan sosok artis Mieke Wijaya. Fatmawati muda berusaha mewujudkan mimpi-mimpinya yang tak bisa ia wujudkan ketika ia masih muda dulu.
Kecantikan dan keunikan Fatma yang kini bernama Mieke membuat 3 pria dibuat jatuh hati. Hamzah (Slamet Rahardjo) pemilik tempat tinggal sementara Mieke, lalu Juna (Kevin Julio) seorang musisi yang sekaligus cucu laki-lakinya dan Allan (Morgan Oey) seorang produser tv musik.


#Review:
Film SWEET 20 (2017) ini merupakan sebuah Remake Resmi dari Film asal Korea Selatan berjudul MISS GRANNY (2014). Saking bagus dan lucunya, beberapa negara pun ikut me-remake film tersebut. Diantaranya adalah China dengan judul 20 ONCE AGAIN (2015), kemudian Vietnam dengan judul sama, SWEET 20 (2015), lalu Jepang dengan judul SUSPICIOUS GIRL (2016) dan menyusul negara-negara lainnya (Vietnam, Thailand, Spanyol dan Philipina) yang akan ikut me-remake film ini.
Indonesia pun tak ketinggalan ingin me-remake film ini. Starvision Plus secara eksklusif mendapat lisensi dari CJ Entertainment untuk membuat kembali Miss Granny versi Indonesia. Mendengar kata "Remake" gue sedikit pesimis lantaran hasilnya pasti hanya copy-paste semata dari versi aslinya. Ditambah lagi kekecewaan gue terhadap remake I FINE.. THANKYOU.. LOVE YOU (2014) berjudul LOVE YOU.. LOVE YOU NOT (2016) yang dibintangi Chelsea Islan dan Hamish Daud lalu yang membuat gue meragukan Film SWEET 20 (2017) ini.


Tapi rasa ragu, pesimis dan pasang ekspektasi rendah gue terhadap film ini dibuang jauh-jauh usai menyaksikan filmnya. Filmnya jauh lebih baik daripada remake LOVE YOU.. LOVE YOU NOT (2016) itu. Meskipun jelas terdapat kemiripan plot cerita, tapi Film SWEET 20 (2017) yang ditulis oleh Upi (My Stupid Boss) ini mempunyai sisi kreatif yang harus diacungi jempol. Upi dan Ody C. Harahap memberikan unsur kearifan lokal dalam cerita, bahan komedi dan gaya bahasanya.
Dirilis pada saat Libur Lebaran, Film SWEET 20 (2017) juga tak lupa menyertakan adegan suasana lebaran. Ini yang menjadi terasa begitu "Lebaran Banget" ketika nonton film ini di bioskop. Tak hanya itu saja, bahan komedi tentang sinetron stripping dalam film ini sangatlah sukses mengocok perut. Inilah bentuk kreatifitas seorang Upi dan Ody C. Harahap (Kapan Kawin?) dalam menghadirkan cerita seru untuk film SWEET 20 (2017). Keunikan lainnya dari Film SWEET 20 (2017) ini terletak pada adu chemistry antara Tatjana Saphira dengan para pemain seniornya. Tatjana tak terlihat sama sekali canggung harus berantem dengan artis sekaliber Slamet Rahardjo, Tika Panggabean hingga Widyawati! Haha. Sisi drama nya cukup sukses membuat bioskop kala itu mengharu biru dan diakhiri dengan cerita yang begitu SWEET!


Jajaran pemain pun tak kalah memukaunya. Tatjana Saphira selaku main-cast dalam film ini sangat sukses memerankan sosok Fatma muda. Gesture serta sisi komedi dalam dirinya ternyata sangat LUCU & EDAN! Chemistry yang ia lakukan bersama Niniek L. Kariem begitu klop dan terasa seperti nyata bahwa Niniek L. Kariem beneran berubah jadi Tatjana Saphira. Gue yakin di berbagai ajang penghargaan film nasional untuk tahun ini, Tatjana Saphira bisa masuk kandidat terkuat untuk Aktris Utama Terbaik. Pemain lainnya pun memberikan performa tak mengecewakan. Kevin Julio dan Morgan Oey sukses jadi pemanis cerita yang pas untuk bagian love-crush nya. Pemain senior dalam film ini juga sukses memerankan perannya masing-masing dengan apik. Kapanlagi bisa melihat sosok Widyawati ganjen Haha..
Poin yang sedikit disayangkan dalam film ini mungkin lipsync yang dilakukan oleh Tatjana Saphira terlalu terlihat banget. Andai bisa lebih diperhalus, pasti jauh lebih memukau.
Overall, Film SWEET 20 (2017) memuaskan! Sebuah Remake Film yang sangat wajib diapresiasi!


[9/10Bintang]