Friday, 23 June 2017

[Review] Jailangkung: Terror Boneka Jailangkung Dari Alaskeramat



#Description:
Title: Jailangkung (2017)
Casts: Jefri Nichol, Amanda Rawles, Hannah Al-Rashid, Lukman Sardi, Wulan Guritno, Gabriella Quinlynn, Augie Fantinus, Bhutet Kartaredjasa
Director: Rizal Mantovani, Jose Poernomo
Studio: Screenplay Films & Legacy Pictures


#Synopsis:
Ketiga kakak beradik yaitu Angel (Hannah Al-Rashid), Bella (Amanda Rawles) dan Tasya (Gabriella Quinlynn) dibuat kaget sekaligus bertanya-tanya dengan apa yang menimpa ayah mereka, Ferdi (Lukman Sardi) yang tiba-tiba ditemukan tak sadarkan diri disebuah rumah terpencil yang berada pulau bernama Alaskeramat. Dokter pun tidak bisa memberikan diagnosa apapun terhadap kondisi Ferdi karena tidak ada tanda-tanda penyakit atau gangguan dalam tubuh Ferdi.


Karena tak mendapatkan jawaban memuaskan, Bella kemudian tak sengaja bertemu dengan Rama (Jefri Nichol) teman kampusnya yang tertarik akan peristiwa metafisika atau hal-hal diluar logika manusia. Rama dan Bella memutuskan untuk mencari tahu penyebab ayahnya yang tiba-tiba tak sadarkan diri itu. Tak lupa juga Angel serta Tasya ikut menemani Bella dan Rama pergi ke rumah terpencil di Pulau Alaskeramat itu.
Dengan dibantu oleh Kapten Wardana (Augie Fantinus), mereka terbang ke Pulau Alaskeramat. Tiba disana, mereka menemukan sebuah Boneka Kayu Jailangkung. Rama meyakini penyebab Ferdi tak sadarkan diri itu gara-gara beliau memainkan Boneka Jailangkung untuk berkomunikasi dengan almarhum isterinya, Sarah (Wulan Guritno) yang meninggal usai melahirkan Tasya.



Usai pulang dari Pulau Alaskeramat, terror Boneka Jailangkung terus berlanjut dan kini menimpa Angel, Bella hingga Tasya. Ketiganya terus dihantui oleh arwah-arwah jahat yang ikut terpanggil usai ayah mereka bermain Boneka Jailangkung. Sosok misterius itu bernama Matianak yang ikut terpanggil ketika Ferdi melakukan ritual bermain Boneka Jailangkung. Rama kemudian memutuskan untuk meminta saran dari Eyang (Bhutet Kartaredjasa) bagaimana untuk menghentikan terror Boneka Jailangkung itu. Eyang kemudian memberikan mantra "Datang Gendong.. Pulang Bopong" yang artinya bahwa roh yang telah dipanggil pasti akan datang dan ketika akan memulangkannya kembali harus dengan cara membopongnya.
Bisakah Rama menghentikan terror Boneka Jailangkung dari Alaskeramat yang menimpa keluarga Ferdi?

#Review:
Kesuksesan Film JELANGKUNG (2001) kala itu sepertinya membuat Rumah Produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures tertarik untuk membuat sebuah remake dari Film horror fenomenal itu. Dengan menggelontorkan dana yang konon mencapai 10 Miliar Rupiah, menggaet kembali nama Rizal Mantovani dan Jose Poernomo sebagai sutradara, lalu dibintangi oleh jajaran pemain yang tengah melambung seperti Jefri Nichol dan Amanda Rawles, serta menjanjikan visual horror yang mengesankan dan yang terakhir, duet Rumah Produksi ini sangat optimis merilis Film JAILANGKUNG (2017) ini pada moment Lebaran 2017. Tak heran membuat gue penasaran akan project optimis dari Screenplay Films dan Legacy Pictures ini.
Film JAILANGKUNG (2017) versi terkini harus diakui jauh lebih masif dalam budget produksi. Hal ini sangat terlihat jelas dari atmosfir horror yang gak murahan, setting tempat yang melibatkan banyak lokasi diberbagai daerah di Indonesia, pengambilan gambar serta gerak kamera yang sangat memukau disepanjang film. Rizal Mantovani dan Jose Poernomo melakukan tugasnya dengan amat baik pada bagian-bagian tersebut. Hal tersebut menjadi poin tertinggi untuk film ini.


Namun dibalik itu semua, masih ada beberapa poin yang gue rasa ada kekurangannya. Film JAILANGKUNG (2017) ini sangat mengeksplor chemistry Jefri Nichol dan Amanda Rawles. Keduanya benar-benar dijadikan pusat cerita disepanjang film. Hal tersebut malah menurut gue jadi menutup sisi cerita mistis tentang asal usul Boneka Jailangkung dan penjelasan tentang Mantra "Datang Gendong.. Pulang Bopong.." itu. Karakter lainnya juga (yang jauh lebih meyakinkan seperti karakter Angel yang diperankan Hannah Al-Rashid) jadi ikut tenggelam juga gara-gara over-exposed pada karakter Rama dan Bella. Padahal sepengelihatan gue disepanjang film, chemistry serta akting dari Jefri Nichol dan Amanda Rawles dalam film ini belum sepenuhnya horror dan nanggung. Penggunaan Jefri Nichol dan Amanda Rawles sangat terlihat sebagai penggaet untuk penonton belia usai kemarin keduanya sukses merebut ratusan ribu penonton lewat Film DEAR NATHAN (2017). Part horror Angel yang diperankan oleh Hannah Al-Rashid serta adegan tangga darurat menjadi salah satu part terbaik disini. Rizal Mantovani dan Jose Poernomo mengambil shoot kamera nya begitu apik dan mengesankan. Penggunaan fitur gadget dalam film ini pun cukup berhasil dan efektif masuk ke cerita mewakili bahwa Film JAILANGKUNG (2017) ini memang terjadi pada kehidupan modern.
Gue juga cukup menyayangkan durasi Film JAILANGKUNG (2017) ini cukup singkat sama seperti Film DANUR (2017). Padahal jika dilihat dari plot cerita serta budget produksi yang dikeluarkan, tak ada salahnya jika Film JAILANGKUNG (2017) mempunyai durasi lebih lama pasti semua plot dan subplot diterangkan dengan jelas. Apalagi untuk asal usul Boneka Jailangkung dan Alaskeramat disini kurang dieksplor dengan baik.
Overall, Film JAILANGKUNG (2017) tampil cukup meyakinkan diawal film, meskipun ada sedikit kekurangan dibeberapa bagian. Semoga kedepannya Rizal Mantovani dan Jose Poernomo bisa konsisten dan membuat sebuah Cinematic Universe tentang film-film horror yang mereka akan produksi kedepannya.


Intip Fakta Menarik seputar Film JAILANGKUNG (2017) disini.


[5/10Bintang]

Friday, 9 June 2017

[Review] The Mummy: Aksi Tom Cruise Melawan Monster Mummy



#Description:
Title: The Mummy (2017)
Casts: Tom Cruise, Annabelle Walis, Sofia Boutella, Jake Johnson, Russell Crowe, Courtney D. Vance, Marwan Kenzari, Stephen Thompson
Director: Alex Kurtzman
Studio: Universal Pictures, Perfect World Pictures, Dark Universe


#Synopsis:
Nick Morton (Tom Cruise) seorang tentara yang sedang bertugas di Irak mempunyai pekerjaan sampingan mencari benda-benda kuno untuk dijual dengan harga tinggi. Dibantu oleh temannya Christ Vail (Jake Johnson) untuk mencari sebuah lokasi bernama Haram. Informasi tersebut Nick dapatkan dari peta hasil curian dari seorang arkeolog bernama Jenny Halsey (Annabelle Walis).Ketika dikepung oleh warga sipil akibat ketahuan sedang mencari barang barang kuno, Nick dan Chris berhasil menemukan sebuah gua misterius. Jenny pun lantas turun tangan untuk menelusuri gua tersebut ditemani oleh Nick dan Chris.Ternyata, gua tersebut adalah Gua Haram yang mereka cari selama ini. Disana mereka menemukan banyak patung mesir kuno, perhiasan kuno dan tulisan-tulisan zaman mesir kuno yang tertulis di dinding dan bongkahan batu.Mereka juga tak sengaja menemukan sebongkah peti mati kuno yang telah terkubur dalam air raksa selama ribuan tahun lamanya. Didalam peti itu tersimpan sesosok mayat perempuan bernama Queen Ahmanet (Sofia Boutella) dari zaman mesir kuno. Peti tersebut kemudian diangkat dan akan diteliti lebih lanjut di Eropa.



Seperti mendapat kutukan, perjalanan Nick, Jenny beserta teamnya menuju Eropa berubah menjadi malapetaka. Badai pasir datang tiba-tiba, segerombolan gagak hitam juga menghampiri mereka hingga puncaknya pesawat yang mengangkut mereka kecelakaan sebelum tiba di tujuan. Usai tragedi tersebut, rupanya kutukan itu terus berlanjut. Queen Ahmanet bangkit dari tidur panjangnya untuk membalas dendam rasa sakit hatinya kala itu. Kekuatan Queen Ahmanet akan semakin bertambah kuat jika ia menghisap energi dan roh dari manusia. Ia terus mencari keberadaan pisau keramat serta batu berlian berwarna merah yang berhasil disembunyikan oleh penduduk bumi pada ribuan tahun usai Queen Ahmanet dijadikan mummy.


Bisakah Nick dan Jenny menghentikan sosok Queen Ahmanet? Lalu siapakah Dr.Henry Jekyll (Russell Crowe) yang tiba-tiba hadir dan konon akan membantu Nick dan Jenny melenyapkan sosok Queen Ahmanet?


#Review:
Intense ketegangan dan moment TERBAIK dalam Film Reboot THE MUMMY (2017) ini terletak pada paruh pertama film. Alur cerita nya sukses bikin menarik rasa penasaran penonton ketika asal-usul Queen Ahmanet dimulai serta aksi mendebarkan Nick serta Jenny menelusuri Gua Haram. Puncaknya adalah adegan pesawat itu. Adrenalin terus dipompa dengan adegan action dan semi horror.Namun ketika sosok Queen Ahmanet itu muncul, alur cerita seakan semakin berantakan dan menjadi boomerang tersendiri untuk keseluruhan cerita. Disatu sisi, Queen Ahmanet yg diperankan oleh Sofia Boutella ini tampil cukup mengesankan sebagai sosok villain. Queen Ahmanet yang diperankan oleh Sofia Boutella yang sekilas mirip perpaduan antara Julia Perez dan Ratu Felisha ini tampil dingin, mengerikan dan susah untuk dikalahkan. Namun disisi lainnya, kemunculan Queen Ahmanet di muka bumi yang mencari senjatanya itu malah semakin melar. 
 


Ditambah lagi dengan intense jumpscare yang diumbar terus-menerus mengurangi sisi action yang THE MUMMY (2017) berikan. Makin menuju akhir film, sang sutradara terlihat kebingungan menentukan jalan cerita. Penambahan sosok karakter Dr.Henry Jekyll yang diperankan Russell Crowe semakin memper-sumpek keseluruhan cerita. Sosok Queen Ahmanet beserta anak buahnya juga lama kelamaan tampil malah seperti Zombie bukan seperti Mummy.Untuk penggemar Tom Cruise mungkin film ini tak boleh dilewatkan. Beliau tampil seperti biasanya selalu kharismatik. Ditambah dalam THE MUMMY (2017) ini Tom Cruise memberikan sentuhan sisi humor yang wajar lewat beberapa adegan bareng Jake Johnson dan Annabelle Walis.Sosok Jenny Halsey yang diperankan oleh Annabelle Walis adalah salah satu karakter yang kalo menurut gue adalah karakter paling useless disini. Sosok Jenny hanya tampil sebagai karakter yang (selalu) harus diselamatkan dan dilindungi oleh Nick tanpa melakukan aksi yang mengesankan sama sekali. Beruntung, untuk segi musik scoring serta visual dan CGI, Film THE MUMMY (2017) ini sangat memuaskan. Efeknya nyaris tanpa cela. Apalagi adegan pesawat itu menjadi adegan terbaik dalam film ini.



Sebagai debut untuk memperkenalkan DARK UNIVERSE (semacam Marvel Cinematic Universe namun untuk para monster produksi Universal Pictures) Film THE MUMMY (2017) ini bisa tampil jauh lebih mengesankan jika alur cerita ditangani oleh satu penulis naskah tidak keroyokan sampai enam penulis gini. Semoga di karakter-karakter lain dalam DARK UNIVERSE yang akan difilmkan seperti Dracula, Frankenstein, Invisible Man, Werewolf dan yang lainnya bisa memperbaiki kesalahan yang dilakukan oleh THE MUMMY (2017).



[7.5/10Bintang]

Wednesday, 7 June 2017

Fakta Menarik Seputar Film Jailangkung



Sosok boneka kayu pemanggil roh yang menjadi legenda di Indonesia yaitu Jelangkung sepertinya tidak akan pernah habis untuk dibuatkan cerita filmnya. Film JELANGKUNG (2001) yang merupakan Film Horror Indonesia pertama yang menceritakan boneka Jelangkung ini sukses besar di tangga box office ketika rilis di Bioskop Indonesia. Film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani dan Jose Poernomo itu sukses membangkitkan Film Horror Indonesia ditengah kondisi Industri Film Indonesia sedang lesu. Film yang dibintangi Winky Wiryawan, Melanie Aryanto, Rony Dozer dan Harry Pantja juga menjadi salah satu Film Horror Indonesia Terbaik sepanjang masa. Tak lupa juga Film JELANGKUNG (2001) menghadirkan beberapa hal iconic yang masih terngiang hingga saat ini. Sebut saja tagline "Datang tak dijemput, pulang tak diantar" kemudian lokasi fiktif bernama Angker Batu dan juga sosok hantu Suster Ngesot. Nama Angker Batu dan Suster Ngesot pun dibuatkan film solonya yang sama-sama dirilis pada tahun 2007.


Poster Film Jelangkung (2001)

Kesuksesan Film JELANGKUNG (2001) membuat rumah produksinya yaitu ReXinema Pictures membuatkan sekuelnya berjudul TUSUK JELANGKUNG (2003) yang kali ini disutradarai oleh Dimas Djayadiningrat. Film ini juga mendapat respon positif dan melambungkan nama nama pemainnya seperti Samuel Rizal, Marcella Zalianty, Dinna Olivia dan Thomas Nawilis. Film ini pun berlanjut pada seri ketiga nya berjudul JELANGKUNG 3 (2007). Namun sayang, seri ketiga nya ini tidak mendapat respon positif dari pecinta Film Indonesia. Banyak kritik yang diterima Film JELANGKUNG 3 (2007) lantaran film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko itu tidak ada sangkut pautnya dengan dua series sebelumnya. Film JELANGKUNG (2007) juga merupakan film terakhir yang diproduksi oleh ReXinema Pictures selaku penggagas cerita original Jelangkung.

         


Poster Film Tusuk Jelangkung (2003) dan Jelangkung 3 (2007)

Ditahun 2017 ini duo Rizal Mantovani dan Jose Poernomo kembali berkolaborasi membuat sebuah Film Horror tentang sosok boneka Jelangkung yang kali ini diberi nama Jailangkung. Film ini diproduksi oleh Screenplay Films yang bekerja sama dengan Legacy Pictures. Alasan kedua sutradara spesialis horror tersebut mengganti nama Jelangkung menjadi Jailangkung dikarenakan masalah hak cipta dimana nama Jelangkung masih dipegang oleh ReXinema Pictures dan kisah Jailangkung yang dibuat ini 100% baru dan tidak ada kaitannya dengan Trilogi Jelangkung.

Berikut adalah beberapa fakta menarik seputar Film JAILANGKUNG (2017) yang akan dirilis pada Lebaran 2017:

1. Film JAILANGKUNG (2017) dibintangi oleh sederet aktris dan aktor yang tengah populer saat ini. Sebut saja Jefri Nichol dan Amanda Rawles. Keduanya menjadi bintang utama difilm ini. Sebelumnya, Nichol dan Amanda sukses berkolaborasi dalam Film DEAR NATHAN (2017) yang berhasil meraih ratusan ribu penonton diseluruh bioskop Indonesia. Selain mereka, ada juga Lukman Sardi, Wulan Guritno, Butet Kartaredjasa, Augie Fantinus hingga Hannah Al-Rashid yang ikut memperkuat jajaran pemain Film JAILANGKUNG (2017) ini.

2. Film JAILANGKUNG (2017) ini konon menjadi Film Horror Indonesia Termahal yang dibuat. Screenplay Films dan Legacy Pictures mengklaim total biaya produksi film ini menelan biaya mencapai 10 Miliar Rupiah.

3. Film JAILANGKUNG (2017) ini merupakan film yang tidak ada kaitannya dengan Trilogi Jelangkung. Film ini menceritakan sebuah keluarga yang mencari tahu penyebab sang ayah tiba-tiba jatuh sakit dan koma usai mengunjungi sebuah rumah dipulau terpencil.

4. Film JAILANGKUNG (2017) ini mempunyai tagline baru untuk memanggil roh lewat boneka Jailangkung yaitu "Datang Gendong.. Pulang Bopong"

5. Film JAILANGKUNG (2017) ini menjadi Film Horror pertama yang dibintangi aktor sekelas Piala Citra yaitu Lukman Sardi.

6. Film JAILANGKUNG (2017) mengambil banyak tempat di Indonesia untuk pengambilan gambar. Diantaranya: Ciamis Jawa Barat, Purwekerto, Nusa Tenggara Barat hingga Pulau Dewata Bali.

7. Hannah Al-Rashid harus dilarikan ke rumah sakit ketika proses shooting Film JAILANGKUNG (2017) lantaran kepalanya tertimpa besi usai melakukan adegan pemanggilan roh lewat boneka Jailangkung.

8. Film JAILANGKUNG (2017) menjadi Film Horror Pertama yang "optimis" rilis pada saat moment Lebaran. Film yang dibintangi Amanda Rawles dan Jefri Nichol ini akan bersaing dengan 3 Film Indonesia lainnya yang akan rilis pada moment Lebaran 2017. Sebut saja Film SWEET 20 (2017) produksi Starvision Plus dan CJ Entertainment, Film SURAT KECIL UNTUK TUHAN (2017) produksi Falcon Pictures dan Film INSYAALLAH SAH (2017) produksi MD Pictures.


9. Film JAILANGKUNG (2017) menjadi film yang ditunggu kehadirannya lantaran disutradarai oleh dua spesialis Film Horror Indonesia yang karya nya selalu menjadi iconic yaitu Rizal Mantovani dan Jose Poernomo. Keduanya mempunyai kesamaan ciri khas dalam membuat sebuah Film Horror. Rizal Mantovani sukses menjadikan sosok setan di film horrornya menjadi iconic dan mencuri perhatian. Sebut saja Trilogi Kuntilanak (2006-2008), Mati Suri (2009), Air Terjun Pengantin (2009), Taring (2010), Jenglot (2011) Wewe (2015) dan Demona (2015). Jose Poernomo pun sama, tak hanya membuat setan dalam filmnya menjadi iconic, Jose Poernomo selalu memberikan unsur megah dan mahal ditiap filmnya. Diantaranya: Angkerbatu (2007), Pulau Hantu (2007), Rumah Kentang (2012), Samudera Hotel 308 (2013), KM97 (2013), Oo Nina Bobo (2014), Danau Hitam (2014) dan Tarot (2015).

10. Film JAILANGKUNG (2017) juga mempunyai sebuah tempat fiktif bernama Alaskeramat. Sama seperti Film JELANGKUNG (2001) yang juga mempunyai tempat fiktif bernama Angkerbatu.

11. Amanda Rawles sempat mengalami mimpi buruk beberapa hari usai melakukan adegan bersama Boneka Jailangkung. Tak hanya Amanda saja, Jefri Nichol juga merasakan pernah secara tak sadar dituntun ke kamar mayat di rumah sakit yang dijadikan tempat proses shooting.

12. Beberapa kru Film JAILANGKUNG (2017) sempat mengalami kerasukan dan hal tersebut langsung dirasakan oleh Amanda Rawles serta Jefri Nichol.

13. Hantu anak kecil di rumah sakit dalam Film JAILANGKUNG (2017) itu wujudnya hampir mirip dengan sosok penunggu Rumah Sakit tempat film ini melakukan proses shooting.

14. Rizal Mantovani dan Jose Poernomo melakukan banyak riset untuk cerita Film JAILANGKUNG (2017) ini lewat beberapa literatur kuno, primbon jawa kuno hingga buku Devine Comedy.

15. Mantra baru dalam Film JAILANGKUNG (2017) ini mempunyai makna yang tak kalah menyeramkan dengan Mantra "Datang Tak Dijemput.. Pulang Tak Diantar.." nya Film JELANGKUNG (2001).


Saksikan Film JAILANGKUNG (2017) tayang di seluruh Bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2017.

Monday, 5 June 2017

What If..


Akhir 2016 adalah dimana masa kontrak kerjaku akan segera berakhir dalam beberapa bulan kedepan. Aku sudah memutuskan tahun 2017 adalah tahun dimana aku harus bisa hidup mandiri dan sendiri pergi ke luar Kota Tasikmalaya. Dalam kurun waktu tiga bulan sebelum masa kontrak kerja gue selesai, Aku sering bolak-balik Tasikmalaya-Bandung untuk apply resume sana-sini ditemani oleh beberapa teman (Herryanto, Rikiobet dan Fazri) yang super baik banget mau nganterinku kesana-sini selama di Bandung.
Tapi nasib berkata lain, usai apply resume sana-sini, dalam kurun waktu tiga bulan itu panggilan interview belum juga datang satupun. Aku sedikit pesimis untuk bisa bekerja di Kota Bandung. Aku memutuskan untuk fokus kerja aja dulu deh kala itu di Tasik sampai masa kontrak kerjaku habis.


Alasan ingin hidup mandiri di luar Tasik sebenernya sederhana sih akumah. Ingin ngerasain yang namanya MUDIK. Haha. It's so simple. Ya! Kadang aku ngerasa iri dengki dan mupeng ngeliat teman-temanku yang kini kerja atau kuliah di luar Tasik bisa mudik kalau lagi libur kuliah atau libur kerja. Kusudah bosan 22 tahun hidup dan besar di Tasik, pengen mencoba yang namanya jadi Anak Rantau. Haha. Apalagi tiap liat acara berita-berita di TV menjelang lebaran atau libur nasional, headline nya seputar arus mudik atau arus balik. Aku pengen banget ngerasain yang namanya mudik. Gak peduli dengan kondisi jalanan yang macet berbelas belas jam. Yang penting mudik! Hehe.
Akhirnya, waktu habis masa kontrak kerja pun tiba berbarengan dengan store visit dari Operational Manager dari Jakarta waktu datang. Beberapa teman kerja banyak yang ga "ngeuh" kalau pada hari itu adalah hari terakhir aku kerja di McDonalds. Aku gak nyangka bisa bertahan sampe 4 tahun di restoran cepat saji itu. Banyak banget pengalaman dan kenangan-kenangan yang gak bakal bisa dilupain dengan keluarga McDonalds 146 Tasikmalaya. Semua karyawan disana udah aku anggap sebagai keluarga kedua. Pokoknya 4 tahun bekerja di McDonalds Tasikmalaya adalah salah satu beyond experience dalam hidup. Thanks McDonalds!




My second home.. McDonalds Agung Tasikmalaya

Setelah menyelesaikan kontrak kerja, aku langsung memutuskan pindah ke Bandung. Dengan berbekal sisa gaji terakhir dari McD, aku pergi ke Bandung. Selama di Bandung itu aku cuma bisa numpang nginep di kost-an temen MHT si Dape atau Angga. Aku bolak-balik apply CV dari satu walkin interview ke walkin interview lain, dari pagi sampe malam hari aku jabanin deh kala itu. Jujur.. Dalam hati sih aku sedikit ngeluh dan capek, tiap hari apply sana-sini tapi belum ada hasilnya. Tapi aku harus bisa survive. Usaha dan do'a yang udah dilakukan itu, aku yakin hasilnya gak akan pernah mengkhianati (seperti kata Melodi JKT48 dalam film Viva JKT48).
Ditengah kesibukan statusku kini sebagai pengacara (pengangguran banyak acara), aku sempetin untuk bisa keliling Kota Bandung mencari spot-spot keren dan tempat-tempat hits di Bandung. Aku tidak sendirian, Aku mencoba ngajak temanku di Bandung untuk nemenin jalan-jalan. Salah satunya Andri, Bimo dan beberapa temen lainnya. Aku juga cukup seneng bisa tinggal di Bandung saat ini karena akhirnya aku bisa satu kota lagi dengan temen partner movieku yaitu Tantan. Selama di Tasik dan semenjak dia pergi ke Bandung untuk bekerja, Aku jadi susah nemu lagi temen yang punya selera yang sama. 
Suatu hari, di pertengahan Maret 2017, gue dapat informasi ada walkin interview untuk sebuah brand fashion ternama asal Jepang yaitu UNIQLO di Cihampelas Hotel.


Aku dateng ke lokasi walkin interview kala itu di sore hari alias kloter terakhir. Banyak para jobseeker juga disana yang udah nunggu dari siang hari untuk di interview. 2-3jam kemudian berlalu. Aku akhirnya diinterview juga oleh kakak-kakak Staff Uniqlo. Sesi interviewku berjalan enjoy dan gak nervous sama sekali. Setelah interview selesai, Aku disuruh untuk menunggu sebentar. Padahal banyak yang udah diinterview tuh pada langsung pulang.
Dan ternyataaa.. Aku lolos tahap interview pertama dan langsung masuk ke interview tahap kedua bersama seorang staff Uniqlo yang cantik bernama Mba Putri Retno. Selama proses interview kedua itu, Aku semakin enjoy dan aku yakin bisa lolos kala itu. Mba Putri menjelaskan banyak hal mengenai sistem bekerja di Uniqlo yang rencananya akan dibuka di 23 Paskal pada akhir April 2017. Dan Alhamdulillah.. Aku lolos interview dan bisa masuk tahap orientasi training selama sebulan dari pertengahan Maret s/d H-7 Store Uniqlo resmi dibuka.
Namun, semingguan setelah masuk tahap orientasi & training, Aku malah jatuh sakit. Selama 2 hari Aku bener-bener meriang & kondisi badan drop terbaring lemah di kost-an temen. Aku mencoba untuk tetap masuk kerja, tapi apalah daya, tiba di tempat orientasi & training malah semakin drop. Lalu, esoknya aku memutuskan untuk resign dari Uniqlo. Aku mendingan resign daripada sakit tapi terus bekerja, nanti performa kualitas kerjaku malah jelek kalau terus dipaksain. Terima kasih untuk pengalaman singkatnya Uniqlo! Padahal waktu satu minggu tahap orientasi dan training itu, banyak banget pengalaman seru, tak terduga dan penuh kejutan yang diberikan oleh team Uniqlo.


Sigh.. Aku nganggur lagi. Ditambah sekarang kondisi lagi drop. Selama drop itu aku cuma bisa istirahat gak ada yang ngurusin sama sekali. Temenku, Dape cuma bisa ketemu pas malem aja soalnya dia juga kerja. Aku jadi homesick kala itu. Beloman juga setahun udah gini. Aku kemudian bangkit dan mulai bergerilya lagi cari kerjaan baru. Hahaha
Suatu hari, aku iseng jalan-jalan dipagi hari ke Braga. Sambil ngemil di Alfamart, aku melihat ada walkin interview Bandung Makuta di Cafe Braga Punya Cerita. Tanpa pikir panjang langsung masuk aja ke cafe itu, kebetulan juga isi tasku selalu nyempilin satu CV. Rupanya HRD Bandung Makuta sedang mencari Crew SPG/SPB & Bakery. Dan usai di interview oleh Mbak Isma, Aku akhirnya lolos dan besoknya bisa langsung bekerja.



Kerja dihari pertama di Outlet Bandung Makuta ternyata luar biasa! Kenapa? Aku bisa ngerasain melayani pembeli Bandung Makuta tanpa henti dengan antrian yang membludak. Antusiasme konsumen Bandung Makuta ini ternyata sangat besar. Hingga sempat suatu hari, Outlet Bandung Makuta kewalahan karena jumlah pembeli dan stok kue nya tidak seimbang.
Namun aku tidak bisa bertahan lama bekerja di Bandung Makuta karena alhamdulillah meneriwa tawaran bekerja di Hotel. Itu adalah salah satu mimpiku bisa bekerja di Hotel. Karena ketika SMK, aku ambil jurusan Pariwisata Perhotelan. Jadi, ketika mendapat tawaran bekerja di Hotel, bagian Front Office dan di Bandung juga, aku langsung ambil tawaran itu dan memutuskan untuk resign dari Bandung Makuta. 




Makuta-Makuku Squad

Walaupun belum pernah bertemu dengan ownernya Bandung Makuta yaitu Teh Laudya Cynthia Bella, tapi aku seneng banget pernah menjadi bagian dari keluarga Bandung Makuta. Teteh-teteh, aa-aa management, SPG-SPB dan para Bakery nya pada baik-baik & heboh semua. Sukses terus untuk Bandung Makuta! Bandung Makuta.. Initeh ngangenin!
Selepas bekerja di Bandung Makuta, aku kemudian masuk kerja di sebuah Hotel baru di Kota Bandung. Aku sangat bersyukur akhirnya salah satu impianku bisa bekerja di Hotel terwujud. Awalnya aku belum terbiasa kerja di Hotel lantaran ilmu perhotelanku setelah lulus gak kepake, keburu kerja di McDonalds. Untungnya rekan-rekan kerja di Hotel selalu memberikan ilmunya dan akhirnya hari demi hari terus belajar biar aku bisa. Ada satu hal lagi sih sebetulnya aku belum terbiasa kerja di Hotel tuh, yaitu kerja nya santai banget. Selama empat tahun kemarin kerja di McDonalds gak pernah yang namanya kerja santai duduk duduk haha.
Alhamdulillah minggu pertama, kedua dan seterusnya berjalan lancar. Namun disuatu hari, di pertengahan April 2017, aku mendapat kabar yang cukup mengejutkan. Teman movie-partnerku selama di Tasik, yaitu Tantan Nugraha jatuh sakit dan dirawat di Manila Philipina. Dia menderita sakit paru-paru akut hingga salah satu organ paru-paru nya tidak berfungsi lagi. Aku bener-bener kaget mendapat kabar itu, pertemuan terakhir bertemu dengan dia itu sebelum dia pergi ke Bandung untuk bekerja, kondisi badannya masih sehat walafiat. Tantan mendapat promosi untuk bisa bekerja di cabang perusahaan tempat ia bekerja di Bandung ke Manila Philipina berkat kemampuan english nya yang boleh dibilang sangat expert. Tantan mulai bekerja di Manila Philipina sekitar bulan September 2016 dan selesai pada Maret 2017. Menurut informasi dari ibunya, Tantan harusnya pulang pada awal April 2017, namun ia tidak diizinkan pulang lantaran kondisi nya sedang sakit. Pihak rumah sakit memutuskan untuk membawa Tantan ke rumah sakit disana.
Mendengar kabar Tantan sedang dirawat dan masuk ICU di Manila, teman-temannya di Indonesia tergerak untuk menggalang donasi untuk membantu Tantan dan keluarganya lewat website kitabisa.com. Alhamdulillah usaha teman-temannya Tantan tidak sia-sia. Banyak banget donasi membantu Tantan dan keluarga. Aku yakin dan optimis temenku itu bisa sembuh dan pulang ke Indonesia secepatnya.
Namun disuatu pagi pada 30 April 2017, nada dering ponsel terus berdering membangunkanku dari tidur. Aku yang masih setengah sadar kemudian mengangkat panggilan masuk itu. Dengan suara yang sedikit terisak, aku mendengar suaranya Aditya, teman semasa sekolahnya Tantan. Dia membawa kabar yang bikin aku lemes.
Tantan meninggal dunia pada 29 April 2017 malam waktu Manila.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku hanya bisa diam mendengar kabar itu dari Aditya. Aku cuma menatap langit-langit kosan dengan pikiran kosong dan berharap Aku masih mimpi kala itu.
Tapi ternyata, kabar itu benar adanya, bukan mimpi. Tantan meninggal dunia. Tantan pergi untuk selama-lamanya. Kabar itu bagaikan petir dipagi hari yang tiba-tiba menghancurkan perasaanku, keluarga dan teman-temannya Tantan.


Sebagai teman movie-partner nya dia selama di Tasik dan suka mau nemenin aku kalo pengen liburan ke Bandung, gaku bener-bener ngerasa kehilangan dia. Gak nyangka dia pergi secepat ini. Banyak banget hal yang gak akan dilupakan bareng dia. Bukan cuma aku saja, teman-temannya Tantan pun banyak yang gak percaya Tantan, si jago Bahasa Inggris dan si banyak pengetahuan tentang film pergi ninggalin kita untuk selama-lamanya.

Aku sempet bertanya didalam hati hingga saat ini

"Bagaimana jika saat itu Tantan tidak menerima tawaran bekerja di Manila .."
"Bagaimana jika Tantan sudah saja bekerja di Bandung.."
"Bagaimana jika Tantan saat itu maksain untuk pulang ke Indonesia dan dirawatnya di Indonesia.."
"Bagaimana jika kalau Tantan hari ini masih ada disini, aku pasti seneng dan mau sempetin untuk bertemu lagi dengan dia.."

Pasti jawabannya adalah: Pasti Tantan masih sehat walfiat dan bekerja dengan baik di Bandung.

Tapi takdir Allah SWT punya kehendak lain untuk temanku itu. Allah SWT jauh lebih sayang terhadap Tantan. Dan akhirnya, pada tanggal 4 Mei 2017 jam 23:30 WIB suara sirine ambulance beserta dua mobil pengiring dari DuBes Manila dan KBRI datang. Tantan tiba dirumahnya di Sindangkasih Ciamis. Aku hanya bisa menangis melihat temanku itu tiba ke rumahnya dengan keadaan telah meninggal. Keluarga besar almarhum juga seperti tidak percaya anak kesayangan mereka yang harusnya pulang membawa kabar bahagia malah sebaliknya.
Jujur.. Ini baru pertama kali dalam hidup, kehilangan seorang teman untuk selama-lamanya. Teman yang selalu jadi movie-partner, teman yang selalu seru kalau lagi ngebahas film, teman yang selalu menemani kemanapun kalau lagi boring waktu di Tasik.
Dan tepat postingan ini dibuat di hari ke-30 kepergian Almarhum Tantan Nugraha, aku sengaja menulis postingan ini sebagai sebuah reminder untuk aku, keluarga dan teman-temannya Tantan.

Alfatihah untuk Tantan. Semoga lu bahagia di Surga nya Allah SWT teman. Do'a kita semua disini selalu mengalir buat lu Tantan. Thanks for everything Tan.. We love you and we miss you! 😢