Tuesday, 30 April 2024

[Review] Menjelang Ajal: Akhir Yang Tragis Bagi Pengguna Jin Penglaris Untuk Usaha!



#Description:
Title: Menjelang Ajal (2024)
Casts: Shareefa Daanish, Daffa Wardhana, Caitlin Halderman, Syakeel Fauzi Aisy, Ruth Marini, Michael Olindo, Dewi Pakis, M. N. Qomaruddin, Deni Saputra
Director: Hadrah Daeng Ratu
Studio: Rapi Films, Skymedia, Legacy Pictures, Rhaya Flicks


#Synopsis:
Setelah kematian suaminya, kondisi finansial keluarga Ibu Sekar (Shareefa Daanish) jadi serba kesulitan. Ditambah lagi, ia harus membesarkan ketiga anaknya yaitu Dani (Daffa Wardhana), Ratna (Caitlin Halderman) dan Dodi (Syakeel Fauzi). Untuk biaya sehari-hari dan sekolah ketiga anaknya, Ibu Sekar membuka usaha warung nasi di pasar. Agar usahanya laris dan banyak pembeli, Ibu Sekar terpaksa mengambil jalan pintas dengan mendatangi dukun yaitu Mak Ambar (Dewi Pakis) untuk meminta penglaris usahanya. Dalam waktu singkat, warung nasi Ibu Sekar menjadi laris dan ramai pembeli.


Seiring berjalannya waktu, kondisi ekonomi keluarga Ibu Sekar perlahan mulai membaik. Namun sayang, keinginan Ibu Sekar agar Dani kuliah gagal terwujud karena Dani ingin fokus membuka usaha bengkel kendaraan bersama rekannya. Ibu Sekar semakin kesal dan kecewa dengan keputusan anak pertamanya itu. Ia pun mengusir Dani dari rumah jika tidak mau lagi menuruti perkataannya. Setelah Dani memutuskan pergi dan tinggal di bengkel temannya, Ibu Sekar sangat berharap jika Ratna dan Dodi bisa menjadi anak yang berbakti kepada orangtua dan tidak mencontoh kakaknya itu.
Suatu hari, warung nasi Ibu Sekar mendadak sepi pembeli. Sekalinya ada yang membeli makanan disana, orang tersebut marah karena nasi dan lauk yang ia beli di warung nasi basi dan sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Ibu Rodiah (Ruth Marini) yang bekerja membantu Ibu Sekar di warung pun ikutan heran karena semua lauk dan nasi yang ia masak pada hari itu semuanya sudah matang dan tidak basi. Kejadian tersebut membuat Ibu Sekar khawatir dan yakin ada kaitannya dengan jin yang selama ini menolongnya untuk melariskan usaha warung nasinya itu.


Ibu Sekar kemudian langsung mendatangi Mak Ambar untuk meminta pertolongan, namun sayang saat tiba di rumahnya, Mak Ambar ternyata sudah meninggal. Ibu Sekar panik dan ketakutan karena hanya Mak Ambar lah yang bisa menolongnya dari jin penglaris itu. Sepulang dari rumah Mak Ambar, kondisi kesehatan Ibu Sekar perlahan mulai menurun. Kulit di sekujur tubuhnya mulai memerah. Hal tersebut membuat Ratna dan Dodi khawatir. Keadaan jadi semakin mencekam karena setiap malamnya Ibu Sekar mengalami kerasukan. Bahkan Dodi bisa melihat dengan jelas jika sang ibu sudah dikuasai oleh jin yang selalu mengikutinya.



Melihat kondisi ibunya yang semakin parah, Ratna akhirnya menghubungi Dani untuk segera pulang. Setibanya di rumah, Dani terkejut melihat ibunya yang sudah berbeda drastis. Atas saran dari pemilik bengkel, Dani meminta bantuan pada Ustadz dan jamaahnya untuk menyembuhkan sang ibu. Akankah Ibu Sekar bisa kembali normal seperti sedia kala?


#Review:
Rapi Films semakin produktif menghadirkan film-film horror di bioskop. Yang terbaru, film MENJELANG AJAL (2024) siap tayang di bioskop mulai 30 April mendatang. Film ini merupakan kolaborasi kedua antara Rapi Films dengan Hadrah Daeng Ratu, setelah SIJJIN (2023). Aku berkesempatan hadir pada acara Gala Premiere film MENJELANG AJAL (2024) yang sukses digelar pada Jum'at (26/4) lalu di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Pada kesempatan tersebut, Deni Saputra selaku penulis skenario dan cerita film ini mengungkapkan jika film MENJELANG AJAL (2024) diambil berdasarkan dari kisah nyata yang pernah dialami oleh salah satu kenalannya. Bahkan, Deni Saputra menjadi melihat secara langsung kejadian tersebut sampai kenalannya itu menghembuskan nafas terakhirnya. Yang tak kalah menarik, kembalinya Shareefa Daanish bermain dalam film horror dengan rating 17 tahun keatas menjadi daya tarik tersendiri film ini.


Untuk segi cerita, film MENJELANG AJAL (2024) memang masih menggunakan formula tentang perjanjian dengan setan yang sudah banyak sekali kita temukan di film-film horror. Meskipun demikian, duet Bu Hadrah dengan Kang Deni Saputra kali ini memberikan sentuhan baru karena motif dari plot keluarga Ibu Sekar lebih spesifik yaitu tentang penglaris usaha warung nasi. Selain itu, selain elemen horror, film ini juga memiliki kejutan lain yaitu dengan menghadirkan elemen slasher dan gore yang disimpan di babak akhir cerita. Yang cukup disayangkan bagiku dari film MENJELANG AJAL (2024) ini yaitu alur cerita secara keseluruhan masih mudah ditebak oleh penonton. Jump scared yang dihadirkan juga tidak menawarkan yang baru. Pendalaman karakter dan dinamika cerita yang ada di film ini seharusnya bisa lebih eksploratif lagi, ketimbang memilih main aman. Sepertinya Bu Hadrah masih berada di zona nyamannya untuk urusan hal ini.



Untuk jajaran pemain, penampilan Shareefa Daanish sebagai Ibu Sekar sudah jelas menjadi bintang paling bersinar di film ini. Beliau sukses menghidupkan karakternya dengan maksimal ditambah lagi effort menjadi Ibu Sekar yang kerasukan dengan segala atraksi dan gesture gilanya serta didukung dengan make-up yang benar-benar proper. Moment kerasukan Ibu Sekar dengan menggunakan dialog Bahasa Sunda oleh Shareefa Daanish juga sangat on-point dan tidak maksa. Deni Saputra yang memang Urang Sunda Asli berhasil menuliskan dengan baik dialog-dialog sunda nya di film ini.


Overall, film MENJELANG AJAL (2024) memang tak memberikan hal yang baru untuk film horror Indonesia, namun jika kamu rindu dengan atraksi gila dari Shareefa Daanish ketika kesurupan, film ini tak boleh dilewatkan!


[7.5/10Bintang]

Sunday, 28 April 2024

[Review] The Architecture of Love: Drama Romantis Seorang Penulis Novel Ketika Di New York



#Description:
Title: The Architecture of Love (2024)
Casts: Putri Marino, Nicholas Saputra, Jerome Kurnia, Jihane Almira, Omar Daniel, Arifin Putra, Agla Artalidia, Refal Hady, Lidya Kandou, Willem Bevers, Jeremie J. Tobing, Imelda Therinne
Director: Teddy Soeeriatmadja
Studio: Starvision Plus


#Synopsis:
Raia Risjad (Putri Marino) merupakan penulis novel sukses yang memiliki banyak penggemar dan pembaca setia. Selain karier nya sebagai penulis yang cemerlang, kehidupan Raia terasa semakin sempurna karena memiliki suami yang tampan dan selalu mendukungnya yaitu Alam (Arifin Putra).
Salah satu novel best seller karya Raia yang berjudul "Rindu" diadaptasi menjadi film layar lebar. Raia cukup disibukkan selama proses pembuatan film sampai menuju acara Gala Premiere dan promosi menjelang perilisan film. Belum lagi Raia selalu ditagih oleh publisher film, Mutia (Imelda Therinne) untuk segera menulis novel baru. Disaat acara pemutaran perdana filmnya, Raia harus menerima kenyataan pahit ketika memergoki suaminya berselingkuh di rumah mereka sendiri.


Kejadian tersebut membuat Raia sakit hati. Tanpa harus berpikir panjang, Raia memutuskan bercerai dengan Alam dan menghilang untuk sementara waktu. Raia pergi dari Indonesia dan terbang ke New York, Amerika Serikat. Disana, ia bertemu dengan sahabatnya yaitu Erin (Jihane Almira) dan turut berkenalan juga dengan warga Indonesia yang ada disana yaitu Aga (Jerome Kurnia) dan Diaz (Omar Daniel).


Suatu malam, Erin mengajak Raia untuk menghadiri acara pentas musik perpaduan Jaz dan Gamelan Jawa yang diselenggarakan oleh Diaz. Erin ingin Raia untuk bisa move-on dari sakit hatinya dan berbaur dengan beberapa tamu undangan disana. Di acara tersebut Raia tak sengaja bertemu dan berkenalan dengan seorang pria bernama River Jusuf (Nicholas Saputra) yang sedang menggambar. Pertemuan tersebut membuat Raia langsung tertarik pada pandangan pertama terhadap River. Namun Raia memutuskan untuk merahasiakan hal tersebut kepada Erin karena temannya itu sudah mempunyai rencana lain yaitu menjodohkan Raia dengan Aga.



Selama tinggal di New York, Raia bekerja sebagai penjaga toko buku. Disela-sela kesibukannya itu, Raia berusaha untuk menulis novel lagi, namun ia selalu buntu dan kesulitan untuk menemukan ide baru. Ketika sedang menikmati waktu pagi di taman, Raia tak sengaja kembali bertemu dengan River. Mereka pun bercengkrama satu sama lain sambil berjalan menuju coffee shop favorit River. Saat menikmati kopi berdua, Raia didatangi dua orang Indonesia yang menggemari novelnya untuk berfoto. River terkejut setelah mengetahui jika Raia adalah penulis novel populer di Indonesia. Usai menikmati kopi di pagi hari, River kemudian mengajak Raia jalan-jalan ke setiap sudut kota New York sambil menjelaskan beberapa bangunan ikonik yang ada disana. Sejak saat itu, Raia akhirnya mengetahui jika River adalah seorang arsitek dari Indonesia yang menetap di New York.
Waktu terus berlalu, Erin semakin intens membuat banyak rencana agar Raia dan Aga bisa dekat. Namun sayang, Raia sudah mantap lebih menyukai River ketimbang Aga. Demi sahabatnya, Raia pun berusaha untuk tetap bisa berteman baik dengan Aga.



Kehidupan Raia perlahan mulai berwarna dan merasakan kembali jatuh cinta ketika ia dekat dengan River. Namun suatu ketika, Raia dibuat heran dengan sikap River yang selalu menghilang tanpa penjelasan saat mereka sedang menikmati waktu bersama. Puncak kekesalan Raia terjadi ketika ia diajak Erin dan Diaz untuk mengunjungi rumah Aga. Raia bertemu dengan River yang ternyata kakak kandung dari Aga. Tak disangka, sikap River malah seolah tidak mengenal Raia dihadapan Erin, Aga dan juga Diaz.


Setelah pertemuan itu, Raia semakin heran dengan sikap River yang tiba-tiba memarahi dirinya ketika berada di mobil dan melarang Raia untuk memanggil River dengan sebutan Bapak Sungai.
Apa yang sebenarnya terjadi pada River?


#Review:
Rumah produksi Starvision Plus kembali menghadirkan film drama terbaru yang diadaptasi dari novel best seller karya Ika Natassa berjudul THE ARCHITECTURE OF LOVE (2024), setelah sebelumnya sukses dengan film CRITICAL ELEVEN (2017). Dengan menggandeng Teddy Soeriaatmadja sebagai sutradara dan Alim Sudio sebagai penulis skenario, film TAOL (2024) menghadirkan cerita cinta seorang novelist populer Indonesia yang healing ke New York.


Aku berkesempatan hadir pada acara Gala Premiere film TAOL (2024) yang sukses digelar pada Kamis (25/4) lalu di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Pada kesempatan tersebut, pemeran utama film TAOL (2024) yaitu Putri Marino mengungkapkan jika ia sangat senang dan terasa mimpi menjadi kenyataan ketika diberikan kepercayaan untuk perankan karakter Raia, karena kala itu ketika dirinya selesai membaca novelnya, Putri Marino sempat berharap jika suatu saat novel ini difilmkan, ia ingin sekali memerankan Raia Risjad. Hal menarik lainnya, Putri Marino dan Agla Artalidia kompak tak menyangka bisa satu project dan mendapatkan peran yang bisa selalu berdekatan dengan idola mereka yaitu Nicholas Saputra.



Untuk segi cerita, film TAOL (2024) menyoroti drama percintaan dua karakter yang masing-masing memiliki masa lalu kurang mengenakan. Keduanya berusaha untuk move-on dengan cara pergi dari Indonesia dan tinggal di New York. Harus diakui, film TAOL (2024) ini menjadi film yang eksekusinya paling ringan dibandingkan film-film adaptasi novel Ika Natassa sebelumnya. Drama romantis dengan selipan komedi-komedi sederhana cukup berhasil memancing senyum dana tawa gemas dari para penonton. Tingkat kelucuan dan memancing rasa penasaran penonton semakin naik saat Raia harus bisa membagi waktu untuk River dan juga Aga. Aku sebagai penonton yang sama sekali tidak membaca novelnya cukup terkejut saat mengetahui jika River dan Aga adalah kakak beradik wkwkw.
Kolaborasi Alim Sudio dan Ika Natassa tentunya dalam menulis cerita TAOL versi film layar lebar ini memang tidak dibuat complicated. Dari awal sampai ending, semuanya bisa diprediksi dengan mudah oleh penonton. Meskipun demikian, dinamika dan perjalanan asmara Raia dan River tetap memberikan mereka pembelajaran sekaligus memulihkan dari trauma di masa lalu.
Untuk jajaran pemain, duet Putri Marino dan Nicholas Saputra ternyata memuaskan! Karakter Raia dan River bisa dihidupkan dengan baik oleh mereka berdua. Putri Marino berhasil menjadi Raia yang tak jaim dan selalu ekspresif jika berhadapan dengan pria yang ia sukai. Nicholas Saputra pun berhasil menjadi River yang awalnya terasa so' misterius tapi ternyata di masa lalunya manja banget. Gemesin! Hahaha. Penampilan Jerome Kurnia pun tak kalah bagusnya. Pesona dan charming nya Aga terpancar kuat disepanjang film. Jihane Almira surprisingly bisa tampil riweuh sebagai Erin, sahabat yang selalu ada untuk Raia. Kehadiran Omar Daniel yang perankan Diaz awalnya terasa tidak terlalu berpengaruh, tapi ternyata Alim Sudio memberikan kejutan di menit-menit terakhir film hahaha. Kejutan terakhir tentunya datang dari Refal Hady yang menandakan film TAOL (2024) masih satu universe dengan film CRITICAL ELEVEN (2017).


Untuk segi visual, treatment Teddy Soeriaatmadja dalam menampilkan keindahan New York terlihat sangat proper dan bukan shooting yang sembunyi-sembunyi. Penonton seperti diajak ikut jalan-jalan bersama Raia dan River menelusuri setiap tempat di New York, lalu dijelaskan dengan baik oleh tour guide yaitu River. Pemilihan lagu dan scoring musik yang mengiringi film TAOL (2024) juga bagus-bagus. Lagu Here We Go Again nya Ardhito Pramono dan Fallin' For You milik Pepita Salim sangat masuk dengan vibes film ini.
Overall, film THE ARCHITECTURE OF LOVE (2024) berhasil hadir sebagai film drama romantis ringan dan mungkin saja tidak akan bosan jika ditonton berkali-kali berkat penampilan kuat dari duet Putri Marino dengan Nicholas Saputra.


[8/10Bintang]

Saturday, 27 April 2024

[Review] The Fall Guy: Cerita Aksi Dari Stuntman Yang Terjebak Di Situasi Tak Terduga!


 

#Description:
Title: The Fall Guy (2024)
Casts: Ryan Gosling, Emily Blunt, Aaron Taylor-Johnson, Hannah Waddingham, Winston Duke, Stephanie Hsu, Teresa Palmer, Lee Majors, David Collins, Zara Michales, Daniel Nelson, Matuse Paz
Director: David Leitch
Studio: 87 North Productions, Entertainment 360, Universal Pictures


#Synopsis:
Colt Seavers (Ryan Gosling) dikenal sebagai pemeran pengganti atau stuntman untuk aktor yang sedang naik daun yaitu Tom Ryder (Aaron Taylor-Johnson). Hampir di setiap film action yang dibintangi Ryder selalu memakai Colt untuk adegan-adegan berbahaya. Hal tersebut membuat mereka berdua menjadi akrab satu sama lain. Selama menjadi stuntman, Colt menjalin hubungan asmara dengan operator kamera yaitu Jody Moreno (Emily Blunt).



Suatu hari, Colt mengalami kecelakaan saat melakukan adegan terjatuh dari ketinggian untuk syuting adegan berbahaya yang harus dilakukan Ryder. Hal tersebut menyebabkan Colt mengalami cidera punggung yang parah dan segera dilarikan ke rumah sakit. Colt memilih untuk menyalahkan diri sendirinya dan menganggap dirinya teledor ketimbang harus menyalahkan Ryder, tim produksi film ataupun kekasihnya, Jody. Colt kemudian mengambil keputusan untuk pensiun sebagai stuntman dan menghilang sejenak dari dunia produksi film layar lebar, termasuk mengakhiri hubungannya dengan Jody. Selama proses pemulihan kondisi tubuhnya, Colt bekerja sebagai valet di sebuah restoran Meksiko.


Setahun pensiun sebagai stuntman, tiba-tiba Colt mendapat panggilan dari produser yaitu Gail Meyer (Hannah Waddingham) untuk bergabung dengan project film terbaru dari Tom Ryder yang akan segera diproduksi berjudul Metalstorm. Film tersebut merupakan debut dari Jody Moreno sebagai sutradara film layar lebar. Colt pun bersedia untuk kembali menjadi stuntman dari Ryder asalkan Gail tidak memberitahukan keberadaan dirinya pada Jody saat berada di lokasi shooting.



Tiba di Australia, Colt bertemu kembali dengan para kru film yang sudah dikenalnya. Colt yang berusaha untuk bersembunyi sebagai stuntman, akhirnya ketahuan juga oleh Jody. Untuk membalaskan rasa kesalnya karena berpisah secara mendadak, Jody memberikan pelajaran pada Colt dengan melakukan retake beberapa adegan berbahaya sampai Colt meminta maaf atas perbuatannya. Setelah selesai proses shooting adegan di pinggir pantai, malam harinya Colt diminta oleh Gail untuk mengamankan Ryder yang sedang berpesta dan terlihat berkelahi di hotelnya. Tiba disana, Colt tidak menemukan Ryder dan kondisi kamar hotelnya berantakan. Colt dibuat terkejut saat ia menemukan jasad seorang pria penuh dengan es batu di bathtub kamar hotel Ryder.


Proses syuting Metalstorm harus terus berlanjut meskipun Tom Ryder tak tahu keberadaannya dimana. Colt pun terpaksa menggantikan semua adegan yang dilakukan Ryder di film tersebut. Hubungan asmara antara Colt dan Jody pun perlahan mulai membaik. Setelah proses film hampir rampung, Colt diam-diam ingin menyelidiki misteri hilangnya Tom Ryder. Ia kemudian bertemu dengan asisten pribadi dari Ryder dan memberikan sebuah ponsel terkunci yang konon menyimpan informasi tentang keberadaan Ryder. Disaat yang bersamaan, Colt juga harus berurusan dengan beberapa orang jahat yang mengincar ponsel tersebut. Dengan kemampuannya sebagai stuntman, Colt berhasil meloloskan diri dari kejaran para penjahat itu.



Keesokan harinya, Colt berusaha membuka ponsel milik Ryder yang terkunci itu dengan bantuan rekannya, Dan Tucker (Winston Duke). Mereka berdua kemudian kembali masuk ke kamar hotel Ryder untuk mencari informasi terbaru tentang misteri menghilangnya Ryder. Setelah mereka berhasil membuka akses ponsel milik Ryder, Colt dan Tucker terkejut dengan sebuah rekaman video yang menampilkan Ryder berkelahi dengan kondisi mabuk berat. Di video tersebut, Ryder berkelahi dengan seorang pria dan tak sengaja membuatnya jatuh lalu seketika meninggal dunia. Saat mereka berusaha mengungkap kejadian tersebut, Colt malah dinyatakan sebagai pelaku pembunuhan dari pria yang ternyata adalah stuntman langganan dari Ryder sebelum Colt. Apa yang sebenarnya terjadi?


#Review:
Sutradara David Leitch yang semakin dikenal sebagai sutradara film-film Hollywood action populer seperti ATOMIC BLONDE (2017), DEADPOOL 2 (2018), FF: HOBBS & SHAW (2019) dan BULLET TRAIN (2022), kembali hadir memeriahkan tahun 2024 dengan merilis film action terbaru berjudul THE FALL GUY (2024). Menariknya, film ini masuk daftar film Hollywood yang paling diantisipasi di tahun ini karena mengangkat cerita tentang profesi stuntman dalam sebuah project film layar lebar. Film THE FALL GUY (2024) ternyata diadaptasi dari serial televisi berjudul sama yang populer di Amerika Serikat di tahun 80an. Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup spesial karena film ini sudah tayang sejak 24 April yang lalu dan seminggu lebih cepat dibandingkan di Amerika Serikat yang baru tayang 4 Mei mendatang.


Untuk segi cerita, David Leitch dan penulis skenario Drew Pearce menghadirkan plot tentang perjalanan seorang stuntman yang terjebak dalam situasi tak terduga dalam sebuah project film layar lebar. Awalnya aku sempat menduga, plot film ini akan berakhir cheesy karena misteri hilangnya karakter Tom Ryder berkaitan dengan para penjahat, mafia atau gembong narkoba. Tapi ternyata, plot yang dihadirkan jauh dari kata mainstream. Selain sebagai surat cinta sekaligus penghormatan untuk para stuntperson di industri perfilman, THE FALL GUY (2024) memiliki narasi yang kaya akan kejutan melalui jokes metafora dunia perfilman hingga sekuens adegan aksi yang mayoritas dilakukan secara praktikal. Bagi kamu penggemar film-film action Hollywood pasti akan mudah tertawa saat banyak dialog membawa referensi film dan karakter ikonik di industri perfilman Hollywood. Kejutan berlapis terus dihadirkan saat film THE FALL GUY (2024) memasuki babak pertengahan hingga akhir film. Plot twist berlapis pun berhasil disimpan dengan rapi, sehingga sulit untuk ditebak oleh penonton. Lebih lanjut, duo Leitch dan Drew berhasil menyeimbangkan porsi antara action, komedi dan romantis dalam plot film ini. Yang tak kalah menarik, penonton juga bisa merasakan kritik menohok dari sutradara dan penulis skenario terhadap profesi stuntperson yang selama ini selalu dianggap sebelah mata oleh industri perfilman Hollywood. Bahkan dalam salah satu dialog, film ini juga menyindir The Academy yang tidak pernah memberikan apresiasi dan pengakuan secara luas terhadap jasa stuntperson.
Untuk jajaran pemain, kombinasi Ryan Gosling dan Emily Blunt di film THE FALL GUY (2024) ini merupakan keputusan yang sangat bagus. Penampilan mereka berdua sukses membuatku terpukau. Ryan Gosling bertransformasi dari sosok Ken Barbie menjadi Colt Seavers yang tangguh dan selalu berani melakukan banyak adegan berbahaya, meskipun mengancam nyawanya. Chemistry yang ia bangun dengan Emily Blunt dan para pemain lain juga terasa banget having fun nya. Penampilan Emily Blunt sebagai sutradara yang debut menggarap film layar lebar juga auranya sangat meyakinkan. Penampilan karakter pendukung lainnya yang diperankan oleh Aaron Taylor-Johnson, Winston Duke, Hannah Waddingham dan lain-lain juga memuaskan.
Untuk urusan visual, film THE FALL GUY (2024) berhasil menyajikan gambar spektakuler seluruh adegan aksinya disepanjang durasi film. Bahkan saat proses produksi film fiktif METALSTORM yang ada di film ini terlihat sangat meyakinkan. Pokoknya sampai film ini selesai, referensi dan metafora yang dihadirkan semakin kaya! Big applause juga untuk sekuens action di fiilm THE FALL GUY (2024) ini yang ternyata mayoritas dilakukan secara praktikal tanpa bantuan CGI. Hal tersebut bisa penonton lihat secara langsung saat beberapa footage ditampilkan di credit scene. Gila banget!
Overall, film THE FALL GUY (2024) menjadi film action Hollywood terbaik versiku sejauh ini di tahun 2024. Puas banget nonton di bioskop!


[9.5/10Bintang]

Tuesday, 23 April 2024

[Review] Badarawuhi Di Desa Penari: Kutukan Mistis Dari Penguasa Alam Gaib Di Desa Penari



#Description:
Title: Badarawuhi Di Desa Penari (2024)
Casts: Aulia Sarah, Maudy Effrosina, Jourdy Pranata, Ardit Erwandha, Moh. Iqbal Sulaiman, Claresta Taufan, Aming Sugandhi, Dinda Kanyadewi, Pipien Putri, Zainal Abidin Zetta, Maryam Supraba, Pipien Putri, Baiq Vania, Baiq Nathania, Princeza Leticia
Director: Kimo Stamboel
Studio: MD Pictures, Lionsgate


#Synopsis:
Mila (Maudy Effrosina) semakin khawatir dengan kondisi sang Ibu yaitu Inggri (Maryam Supraba) yang mengalami sakit aneh. Sudah berkali-kali mendapat perawatan dari rumah sakit dan dokter namun hasilnya tak ada perubahan. Keluarga pun mencoba pengobatan alternatif dengan bantuan orang pintar dan memberi petunjuk tentang kesembuhan untuk Ibu Inggri dengan cara mengembalikan benda berupa gelang mistis ke sebuah desa paling timur di Pulau Jawa yang telah diambil oleh Ibu Inggri di masa lalu. Orang pintar tersebut kemudian memberikan petunjuk keberadaan desa dan meyakini jika gelang mistis itu dikembalikan ke tempatnya, Ibu Inggri akan sembuh dari penyakit anehnya.


Demi kesembuhan sang ibu, Mila pun berangkat dari Surabaya ke Banyuwangi ditemani sepupunya, Yuda (Jourdy Pranata) dan Arya (Ardit Erwandha). Setelah menempuh perjalanan darat yang cukup panjang, mereka bertiga tiba di terminal Banyuwangi dan segera menemui teman dari Arya yaitu Jito (Moh. Iqbal Sulaiman) yang mengetahui desa dan daerah disana. Dengan petunjuk berupa gambar gapura, tempat pemandian serta sosok penari yang dilukis oleh orang pintar di rumah Mila, Jito yakin jika desa yang dicari Mila adalah Desa Penari yang ada di tengah hutan. Mereka berempat langsung melanjutkan perjalanan dari terminal ke Desa Penari dengan menumpang mobil pengangkut sayur dan buah-buahan milik warga.
Perjalanan mereka bertiga ke Desa Penari harus dilanjutkan dengan berjalan melewati jembatan penghubung dan menelusuri hutan. Setibanya disana, Yuda berusaha untuk mencari informasi dari warga setempat namun hasilnya nihil karena pimpinan desa yaitu Mbah Putri (Pipien Putri) sudah wafat dan mereka harus menunggu rekan dari Mbah Putri yaitu Mbah Buyut (Zainal Abidin Zetta) yang sedang berada di luar desa. Sambil menunggu kepulangan Mbah Buyut, Yuda meminta izin untuk menginap dan menitipkan Mila pada salah satu rumah milik warga yaitu Ratih (Claresta Taufan).


Saat malam hari, Mila susah untuk tidur. Ia kemudian terbangun untuk mengambil air minum di dapur. Ketika berjalan di dalam rumah, Mila tak sengaja melihat pintu kamar ibunya Mila yaitu Jiyanti (Dinda Kanyadewi) terbuka. Mila terkejut melihat kondisi ibunya Mila yang penyakitnya sama persis dengan apa yang dialami oleh ibunya di rumah. Tak hanya itu saja, Mila juga melihat sesosok perempuan misterius dengan riasan lengkap seperti penari yang memperingatkan dirinya untuk segera mengembalikan gelang mistis pada dirinya.
Waktu terus berlalu, serangkaian kejadian aneh dan mistis perlahan menghampiri Mila. Salah satunya ketika Mila dan Ratih sedang mandi di tempat pemandian umum di hutan. Mila melihat ratusan ular di kolam pemandian dan kembali melihat sosok perempuan misterius yang sama ketika di kamar ibunya Ratih. Malam harinya, Ratih mengajak Mila untuk segera mengembalikan gelang mistis yang ia miliki dengan mengunjungi Tapak Tilas, batas Desa Penari dengan wilayah gaib di tengah hutan. Setibanya di Tapak Tilas, Mila dan Ratih bertemu dengan Badarawuhi (Aulia Sarah) bersama para Dawuh yang sedang menghibur penghuni desa gaib. Badarawuhi senang akhirnya Mila dan Ratih datang menemui dirinya dengan membawa gelang mistis bernama Kawaturih. Badarawuhi menggoda mereka berdua untuk tetap tinggal di Tapak Tilas dan berjanji akan memberi kesembuhan untuk Ibu dari Mila maupun Ratih. Namun mereka memutuskan pergi dari Tapak Tilas setelah mengembalikan gelang Kawaturih tersebut.



Keadaan desa jadi kacau balau setelah Ibu Jayanti kerasukan dan melukai dirinya sendiri. Ratih panik dan histeris melihat kondisi ibunya yang semakin parah. Selain itu, ladang jagung tiba-tiba gagal panen dan semua hewan ternak milik warga mendadak mati. Warga yakin jika hal tersebut akibat amarah dari Badarawuhi yang akhirnya mengetahui rahasia yang selama ini disembunyikan oleh Mbah Buyut, keluarga Mbah Putri, Ratih dan juga Mila. Warga desa dan Mbah Buyut terpaksa melakukan kembali ritual persembahan Dawuh yang baru untuk Badarawuhi dengan melibatkan para gadis desa termasuk Ratih dan juga Mila. Tujuan dari ritual tersebut demi keselamatan warga Desa Penari agar tidak lagi diganggu oleh Badarawuhi beserta pengikutnya. Meskipun mendapat larangan dari Yuda, Mila tetap mengikuti ritual tersebut dengan alasan demi ibunya sembuh.


Para gadis desa termasuk Mila dan Ratih melakukan serangkaian ritual untuk masuk ke Tapak Tilas dan bertemu dengan Badarawuhi. Meskipun Mila tidak bisa menari, tiba-tiba saja ia dan yang lainnya menari dengan luwes diiringi musik gamelan. Mereka menari dengan kondisi tak sadarkan diri karena jiwa para gadis ini sedang berada di alam Angkara Murka dan berhadapan langsung dengan Badarawuhi. Satu persatu gadis jatuh tak sadarkan diri dan tinggal tersisa Mila dan juga Ratih yang masih menari. Mbah Buyut dan sesepuh desa terkejut karena baru pertama kali ritual persembahan Dawuh menyisakan dua orang.


Sementara itu, arwah Mila berusaha melarikan diri dari alam Angkara Murka dan menolak semua penawaran yang diberikan oleh Badarawuhi, meskipun penawaran tersebut menjanjikan Mila bisa bertemu dan hidup bahagia bersama ibunya. Bersama para Dawuh nya, Badarawuhi terus berusaha menahan arwah Mila di Angkara Murka agar menjadi Dawuh seutuhnya disana. Akankah Mila berhasil menyelamatkan dirinya dari incaran Badarawuhi?


#Review:
Kemunculan kelanjutan cerita dari film Box Office Hit yaitu KKN DI DESA PENARI (2022) memang sudah diprediksi dari jauh hari, mengingat film tersebut sukses menyabet gelar Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa dengan raihan 10 juta lebih penonton selama penayangan di bioskop. MD Pictures menghadirkan prekuel KKN DI DESA PENARI (2022) lewat film BADARAWUHI DI DESA PENARI (2024) dengan treatment yang lebih spesial untuk memeriahkan libur Lebaran Idul Fitri tahun ini.


Untuk segi cerita, prekuelnya ini masih dipegang oleh Lele Laila sebagai penulis naskah dengan cerita berdasarkan dari akun SimpleMan. Harus diakui, plot yang mereka tulis kali ini tidak berbeda jauh dengan film KKN DI DESA PENARI (2022). Narasi yang dibangun juga masih serupa tapi tak sama dengan film sebelumnya. Meskipun demikian, cerita BADARAWUHI (2024) disini lebih tertata dengan rapi dan setiap adegannya saling berkaitan satu sama lain. Semua misteri yang ada di Desa Penari kali ini juga terjawab dengan tuntas dan lebih clear tanpa harus menggantung yang menimbulkan banyak tanya penonton. Perubahan sutradara dari Awi Suryadi ke Kimo Stamboel memberikan dampak yang cukup signifikan. Hal tersebut bisa penonton rasakan dari segi teknis yang lebih mumpuni, artistik lebih niat serta pengadeganan setiap scene nya lebih eksploratif.


Nonton #Badarawuhi di hari terakhir penayangan di teater IMAX.
Showtime terakhir dan sendirian pula yang nonton. Mantap!
Terasa seperti booking 1 studio IMAX Cinema XXI Mall Kelapa Gading.

Untuk jajaran pemain, penampilan Aulia Sarah sebagai Badarawuhi mengalami peningkatan dibandingkan debutnya di film KKN DI DESA PENARI (2022). Aura mistis, manipulatif dan intimidatif nya terpancar kuat tanpa harus tampil berwajah seram. Penampilan Maudy Effrosina dan Claresta Taufan juga tidaklah buruk. Keduanya berhasil menghidupkan karakter Mila dan Ratih, khususnya saat mereka beradegan menari non stop, gerakannya sangat luwes dan penuh aura mistis. Cukup disayangkan, penampilan supporting characters yang diperankan Jourdy Pranata, Ardit Erwandha dan Moh. Iqbal Sulaiman hanya sebatas pelengkap saja tanpa mendapatkan eksplorasi lebih jauh. Penampilan yang tak kalah mencuri perhatian datang dari Zainal Abidin Zetta dan Dinda Kanyadewi. Tim efek visual dan wardrobe berhasil "mempermuda" sosok Mbah Buyut yang looknya tidak terlalu jauh dari versi di film KKN DI DESA PENARI (2022). Kimo Stamboel sukses "menyiksa" "Mischa" Dinda Kanyadewi dengan luka-luka disekujur tubuhnya yang membuatku misuh-misuh disepanjang film.


Untuk segi visual, film BADARAWUHI DI DESA PENARI (2024) sudah jelas memberikan pengalaman menonton di IMAX yang sangat memuaskan. Hampir 80% menggunakan aspect ratio fullest IMAX sehingga adegan-adegan apik di film ini lebih besar, jelas dan tidak sekedar gimmick saja. Big applause untuk bagian produksi artistik dan teknis film yang sudah memberikan peningkatan besar dibandingkan film pertamanya. MD Pictures kali ini lebih jor-joran dalam menciptakan Desa Penari. Aku sangat terpukau dengan final act film BADARAWUHI DI DESA PENARI (2024) koreografi dan pengambilan angle kameranya yang sangat apik. Sekilas rada mirip dengan adegan iconic dari film SUSPIRIA (2018) nya Dakota Johnson namun ini versi lokal dan lebih Indonesia.
Overall, film BADARAWUHI DI DESA PENARI (2024) mengalami eskalasi cukup signifikan dari film pertamanya, meskipun lagi dan lagi filmnya tidak mengambil langkah untuk menceritakan asal-usul dari Badarawuhi itu sendiri. Aku sih yakin MD Pictures dan SimpleMan punya rencana panjang dan suatu saat akan hadir film origin dari Badarawuhi di masa yang akan datang.


[7.5/10Bintang]

Wednesday, 17 April 2024

[Review] Late Night With The Devil: Ketika Acara Talkshow Menampilkan Kerasukan Secara Live!



#Description:
Title: Late Night With The Devil (2024)
Casts: David Dastmalchian, Laura Gordon, Ian Bliss, Fayssal Bazzi, Ingrid Torelli, Rhys Auteri, Georgina Haig, Josh Quong Tart, Steve Mouzakis, Paula Arundell, Christopher Kirby, John O'May
Director: Colin & Cameron Cairnes
Studio: Image Nation Abu Dhabi, Vicsreen, Umbrella Entertainment, IFC Films, Shudder


#Synopsis:
Krisis ekonomi yang menimbulkan kekacauan di Amerika Serikat turut berimbas pada acara televisi. Tak sedikit program televisi lebih fokus menampilkan berita-berita terkini seputar kekacuan yang terjadi di Amerika Serikat untuk para penonton televisi. Ditengah situasi yang semakin memanas, salah satu stasiun televisi yaitu UBC TV menghadirkan program talkshow terbaru berjudul Night Owls With Jack Delroy. Program talkshow tersebut menampilkan bincang-bincang santai bersama para bintang tamu dengan dipandu oleh presenter Jack Delroy (David Dastmalchian) beserta iringan home band yang dikomandoi oleh Gus McConnell (Rhys Auteri).


Tak disangka, program talkshow Night Owls With Jack Delroy perlahan mulai banyak peminatnya. Rating televisi pun terus meroket dan puncaknya, popularitas program talkshow tersebut berhasil mengalahkan program sejenis yaitu Tonight Show Starring Johnny Carsons. Kesuksesan program Night Owls membuat nama Jack Delroy semakin populer dan pendapatannya pun meningkat drastis. Tak hanya itu saja, Jack Delroy pun menikah dengan seorang aktris cantik bernama Madeleine Piper (Georgina Haig). Keduanya pun diidolakan banyak orang dan sering disebut sebagai pasangan selebriti paling romantis di Amerika Serikat.
Setelah berjalan enam musim, rating program talkshow Night Owls mulai menurun. Produser dan tim kreatif berusaha untuk mengembalikan kejayaan program mereka dengan melakukan banyak cara, termasuk melakukan settingan drama dan konflik secara live di televisi. Sudah banyak cara dilakukan oleh tim produksi talkshow Night Owls namun rating mereka masih jauh dari apa yang diharapkan. Jack Delroy kemudian menghadirkan bintang tamu yang tak lain adalah istrinya sendiri, Madeleine yang sedang mengidap kanker paru-paru stadium akhir. Episode tersebut sukses mencetak rating tinggi, meskipun tak beberapa lama kemudian, Madeleine akhirnya meninggal dunia.
Kepergian Madeleine membuat Jack Delroy dirundung duka yang sangat mendalam. Ia memutuskan rehat selama satu tahun dari panggung hiburan. Berbagai spekulasi dan gosip bermunculan di media massa. Tak sedikit yang menduga jika Jack Delroy kini sudah bangkrut, tak laku lagi sebagai presenter dan mengasingkan diri dengan cara bergabung dalam sebuah komunitas khusus para pengusaha dan orang kaya bernama "The Grove" yang sering berliburan camping di tengah hutan.
Satu tahun berlalu, UBC TV memberikan kabar jika program talkshow Night Owls akan kembali hadir bersama dengan Jack Delroy. Come back program talkshow Night Owls yang bertepatan dengan moment Halloween. Episode edisi Halloween yang disiarkan secara live kali ini mengangkat tema tentang kultus dan paranormal dengan menghadirkan empat bintang tamu, yaitu Christou (Fayssal Bazzi), seorang paranormal yang mengaku memiliki indera keenam dan bisa berkomunikasi dengan makhluk gaib. Kemudian Carmichael Haig (Ian Bliss), seorang pesulap yang sangat skeptis dengan hal-hal mistis. Dan yang terakhir yaitu Parapsikolog sekaligus penulis buku Dr. June Ross-Mitchell (Laura Gordon).


Segmen pertama program talkshow Night Owls berbincang-bincang dengan Christou yang konon bisa berbicara dan berinteraksi dengan makhluk gaib. Ia kemudian menunjukkan kemampuannya dengan melakukan pengetesan secara acak dengan melibatkan penonton. Aksi Christou tersebut kemudian dianggap palsu oleh Haig dengan alasan tebakan Christou hanya mengarang saja. Tak terima diremehkan oleh orang lain, Christou dendam kemudian kerasukan sosok misterius yang bernama Minnie. Kejadian tersebut diluar kendali dari program Night Owls, hingga akhirnya Christou muntah mengeluarkan cairan berwarna hitam sangat banyak sampai tak sadarkan diri. Ditengah jeda iklan, situasi studio semakin mencekam. Christou terus muntah dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Masuk ke segmen dua, Jack membuka acara dengan permintaan maaf atas apa yang terjadi di segmen pertama kepada penonton di studio dan juga di rumah. Bintang tamu selanjutnya yaitu Dr. June yang akan menceritakan tentang bukunya yang berjudul 'Conversations with the Devil'. Dr. June tidak sendirian, ia turut mengajak seorang remaja perempuan bernama Lily (Ingrid Torelli) yang merupakan sumber tulisan di bukunya.
Dr. June kemudian menceritakan tentang pertemuan pertamanya dengan Lily. Kala itu, Lily adalah satu-satunya korban yang selamat dari insiden kebakaran sebuah rumah yang diduga sebagai tempat praktek ritual dari sekte sesat yang mengabdi pada iblis bernama Abraxas. Kebakaran tersebut sengaja dilakukan oleh para anggota sekte karena mereka sudah dikepung oleh FBI untuk ditangkap dengan tuduhan telah membunuh belasan remaja berkedok ritual tumbal kepada Abraxas. Dr. June awalnya curiga pasti ada alasan tersembunyi dibalik hanya Lily saja yang diselamatkan. Namun setelah ia merawat dan mengadopsi Lily, semua dugaan tersebut tidak terbukti. Lily hanya sesekali sering berhalusinasi dengan teman imajinasinya yang diberi nama Mr. Wriggles. Dr. June pun selalu berusaha agar Lily bisa mengendalikan dirinya dan tidak mudah dikuasai oleh teman imajinasinya itu.
Demi mendapatkan atensi besar dan rating tinggi dari penonton, Jack Delroy kemudian meminta Lily untuk kerasukan dan berbicara lagi dengan teman imajinasinya itu secara live di televisi untuk membuktikan jika apa yang mereka lakukan itu asli. Mendengar permintaan tersebut membuat Dr. June marah, karena beresiko tinggi bagi Lily dan orang-orang disekitarnya. Namun karena desakan dari penonton di studio dan juga Jack, Dr. June pun bersedia mendampingi Lily asalkan sesuai dengan batas yang telah ia tentukan. Saat jeda iklan, Jack terkejut saat mendengar kabar dari produsernya jika Christou meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Jack kemudian meminta untuk merahasiakan kabar tersebut dari siapapun sampai acara selesai agar tidak menimbulkan kepanikan dari penonton dan orang-orang yang terlibat dalam program Night Owls.


Segment Lily kerasukan Mr. Wriggles dengan diikat pada kursi dan ditemani Dr. June pun dimulai. Tak membutuhkan waktu yang lama, Lily berhasil kerasukan. Suaranya berubah menjadi berat. Kedua mata dan kulit di wajahnya pun ikut berubah sehingga membuat penonton yang ada di studio ketakutan. Lily terus berbicara kotor dan mengatakan hal-hal jelek tentang Jack dan juga Dr. June. Lily mencoba melepaskan diri dari ikatannya namun tak berhasil. Ia kemudian menggunakan kekuatan telekinesis nya dan kursi yang diduduki tiba-tiba terbang lalu terjatuh disertai listrik di dalam studio mengalami gangguan.
Situasi siaran live program talkshow Night Owls With Jack Delroy menjadi mencekam dan diluar kendali setelah Lily mengalami kerasukan. Disaat Jack berusaha mengendalikan programnya, ia menemukan sebuah fakta tak terduga tentang apa yang sedang ia alami dan berkaitan dengan masa lalunya, termasuk dengan kematian istrinya, Madeleine.


#Review:
Film horror LATE NIGHT WITH THE DEVIL (2024) sukses mencuri perhatian saat tayang perdana di Midnights SXSW 2023 lalu. Menariknya, penulis novel populer Stephen King dibuat terkagum-kagum dengan film yang dibintangi David Dastmalchian ini. Setahun berlalu, film LATE NIGHT WITH THE DEVIL (2024) akhirnya tayang reguler di bioskop Amerika Serikat pada bulan Maret lalu dan di Australia awal April kemarin.


Untuk segi cerita, film ini memang sangat menarik karena menggunakan konsep seperti menonton acara siaran langsung Talkshow di televisi dengan mengambil latar waktu akhir tahun 70an. Sejak menit pertama dimulai, penonton bakal mudah terkoneksi dengan openingnya yang menceritakan secara singkat perjalanan karier dari host fenomenal Jack Delroy. Film ini berhasil mengangkat cerita tentang proses dibalik pembuatan acara talkshow yang awalnya sangat sukses dan mendapatkan rating tinggi, namun seiring perkembangan zaman, acara talkshow tersebut jadi kurang laku karena kalah bersaing dengan program lain. Cairnes Brothers yang menjadi sutradara film ini juga turut menyentil issue tentang cara-cara curang para produser, kreatif dan host nya sendiri dengan menghadirkan gimmick demi mendapatkan atensi besar dari penonton televisi di Amerika Serikat kala itu. Hal tersebut masih bisa related dengan berbagai konten baik itu di televisi maupun sosial media yang selalu ada 'settingan' demi mendapatkan popularitas.
Untuk elemen horrornya, film LATE NIGHT WITH THE DEVIL (2024) mencoba untuk anti mainstream dengan menampilkannya secara live di acara talkshow! Plot semakin menarik perhatian saat acara yang dipandu Jack Delroy tersebut mengundang seorang pesulap yang tidak mempercayai hal-hal mistis. Moment saat kerasukan kemudian dibantah dengan adanya metode hipnotis dan diakhiri dengan klimaks adegan penuh darah di studio sukses membuatku terdiam sekaligus terkejut. Namun yang menurutku agak ganggu dari film ini adalah plot twist yang disimpan di paling ujung cerita, meskipun praktek tersebut mungkin saja pernah ada atau sering terjadi di Hollywood tapi tidak terlalu dibuat nge-twist lagi sih. Cukup fokus pada cerita Lily saja juga sudah sangat cukup.


Untuk jajaran pemain, penampilan David Dastmalchian surprisingly is good. Aura presenter nya terpancar kuat dan bisa membawakan Night Owls dengan sangat baik. Penampilan Laura Gordon dan Ingrid Torelli pun sangat meyakinkan menjadi Dr. June dan Lily. Para pemain pendukung lainnya juga tak mengecewakan. Paranormal Christou singkat tapi memorable, Gus yang bisa membawa suasana riang namun hati dan pikirannya tidak tenang serta Carmichael yang selalu skeptis namun ujung-ujungnya.... Hahaha.
Untuk segi visual, LATE NIGHT WITH THE DEVIL (2024) berhasil membawa penonton seperti menonton acara televisi tahun 70an. Artistiknya jempolan dan sangat proper. Terlepas dari pro kontra soal penggunaan AI Generated di beberapa adegan, dari pengamatanku sih hasilnya tidak terlalu menonjol, bahkan aku juga tidak sadar mana yang pakai AI mana yang bukan. Hehehe.
Overall, film LATE NIGHT WITH THE DEVIL (2024) masuk salah satu film horror Hollywood yang unik sekaligus memuaskan untukku. Visual retro nya cakep banget!


[8/10Bintang]

Tuesday, 16 April 2024

[Review] Dua Hati Biru: Akhirnya! Drama Rumah Tangga Bima & Dara Berlanjut!


#Description:
Title: Dua Hati Biru (2024)
Casts: Angga Yunanda, Aisha Nurra Datau, Farrell Rafisqy, Cut Mini, Arswendy Beningswara, Lulu Tobing, Maisha Kanna, Keanu Angelo, Rachel Amanda, Shakira Jasmine, Tenno Ali, Rini Setyowati
Director: Gina S. Noer, Dinna Jasanti
Studio: Starvision Plus, Wahana Kreator


#Synopsis:
Setelah empat tahun mengejar cita-cita dan pendidikan di Korea Selatan, Dara (Aisha Nurra Datau) akhirnya pulang ke Indonesia dan memutuskan tinggal bersama dengan keluarga kecilnya, Bima (Angga Yunanda) serta anak semata wayang mereka yaitu Adam (Farrell Rafisqy). Pulangnya Dara ke rumah disambut begitu hangat oleh kedua orangtua Bima yaitu Ibu Yuni (Cut Mini) dan Pak Rudy (Arswendy Beningswara). Mereka bahkan menyewa orkes ondel-ondel untuk memeriahkan mengiringi kedatangan Dara menuju rumah.



Empat tahun tak pernah melihat secara langsung sosok ibunya membuat Adam kebingungan. Ia merasa asing melihat ibunya ada di rumah, karena selama ini Dara dan Adam hanya berkomunikasi melalui video call dari ponsel saja. Setiap harinya Dara berusaha untuk menjalin kedekatan dengan anaknya itu, namun sayang, Adam selalu saja menghindar. Adam justru lebih dekat dengan Bima, nenek dan kakeknya ketimbang ibunya sendiri. Hal tersebut membuat Dara merasa semakin bersalah karena tak pernah hadir secara langsung menemani tumbuh kembang sang anak sehingga anaknya merasa asing kepada ibu kandungnya sendiri. Dara kemudian mencoba berkonsultasi kepada psikolog anak, Ibu Inti (Putri Ayudya) perihal mendekatkan kembali Adam dengan dirinya.



Seiring berjalannya waktu, Dara yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga seutuhnya dan mengurus Adam mulai kewalahan ketika mengurus Adam sendiran. Ditambah lagi Ibu Yuni selalu ikut campur karena sudah membesarkan Adam selama ditinggal ibunya ke Korea Selatan. Dara kemudian menyadari jika selama ini keluarga Bima terlalu memanjakan Adam. Ia pun meminta kepada Bima untuk bisa hidup mandiri dengan cara tidak tinggal satu rumah dengan orangtua Bima.


Dara ingin hidup dan membesarkan Adam tanpa harus ikut campur kedua orangtua mereka. Dara juga siap membantu Bima untuk membayar uang sewa rumah kontrakan dari hasil tabungannya selama bekerja di Korea Selatan. Bima yang bekerja sebagai penjaga arena bermain anak-anak di mall akhirnya menyetujui saran istrinya dan berjanji akan segera mengembalikan semua uang yang terpakai milik Dara.



Dengan bantuan dari teman sekaligus tetangga Bima yaitu Iki (Keanu Angelo), mereka menyewa sebuah rumah sederhana dengan biaya sewa yang murah. Setelah tidak tinggal satu atap dengan orangtua, Bima dan Dara harus menjadi orangtua yang bertanggung jawab dengan segala keputusan yang mereka ambil. Untuk menambah penghasilan suaminya, Dara mengambil tawaran pekerjaan dari sahabatnya, Vini (Shakira Jasmine) yang kini bekerja di perusahaan skincare. Di sisi lain, Bima semakin tidak nyaman bekerja di arena bermain anak karena gajinya selalu telat dan pemiliknya selalu marah jika Bima membawa Adam sambil bekerja.



Masalah rumah tangga silih berganti mengahampiri keluarga Bima dan Dara. Mereka harus menghadapi perceraian orang tua Dara yaitu Ibu Rika (Lulu Tobing) dan Pak David (Dwi Sasono), miskomunikasi tentang parenting, tawaran pekerjaan kembali ke Korea Selatan hingga perasaan harga diri Bima yang merasa diinjak-injak karena gagal menjadi suami sekaligus ayah ideal bagi keluarga kecilnya. Mampukah Bima dan Dara mempertahankan rumah tangga mereka?


#Review:
Empat tahun lalu, salah satu penulis skenario perempuan terbaik Indonesia yaitu Gina S. Noer debut menyutradarai film layar lebar berjudul DUA GARIS BIRU (2019). Tak disangka, respon dari para penonton dan pecinta film Indonesia sangat positif terhadap film tersebut. Selain kualitas cerita filmnya yang memuaskan, film DUA GARIS BIRU (2019) berhasil meraih banyak penghargaan dari berbagai festival film dan mencetak box office dengan lebih dari 2.5 juta penonton selama penayangan di bioskop. Kesuksesan film ini menghantarkan dua pemain utamanya yaitu Angga Yunanda dan Adhisty Zara ke puncak kesuksesan sebagai aktor muda pendatang paling bersinar di Indonesia saat itu.


Setelah penantian cukup panjang selama lima tahun, akhirnya Gina S. Noer bersama dengan Dinna Jasanti berkolaborasi menghadirkan sekuel film DUA GARIS BIRU (2019) yang berjudul DUA HATI BIRU (2024). Aku berkesempatan hadir pada acara pemutaran perdana atau gala premiere film DUA HATI BIRU (2024) yang sukses digelar Kamis, 4 April lalu di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan.
Saat sesi press conference, produser Starvision Plus yaitu Chand Parwez Servia mengungkapkan, film DUA HATI BIRU (2024) memang sengaja dirilis satu minggu setelah libur Lebaran Idul Fitri. Alasannya karena moment untuk bersama dan berkumpul dengan keluarga untuk menonton film bertema keluarga masih bisa dilakukan kapan saja dan tidak harus saat libur Lebaran Idul Fitri. Pak Parwez berharap sekuel film DUA GARIS BIRU (2019) ini bisa kembali diterima dengan baik oleh para penonton.



Untuk segi cerita, keputusan Gina S. Noer untuk melanjutkan cerita rumah tangga pasangan muda Bima dan Dara merupakan keputusan yang sangat tepat, mengingat tak sedikit penonton (termasuk aku) yang ingin sekali melihat kelanjutan kisah mereka berdua di film layar lebar. Di sekuelnya kali ini, tantangan yang harus dilalui Bima dan Dara semakin kompleks, mulai dari kehadiran buah hati, ikut campurnya mertua dalam mengurus anak, perceraian orangtua, permasalahan ekonomi, karier, pendidikan, cita-cita, ego dan komunikasi antar pasangan suami istri semuanya lengkap tersaji disini. Meskipun issue yang diangkat terlihat melimpah ruah, namun tak usah khawatir, Gina S. Noer berhasil menggabungkan semua konflik tersebut dengan sangat baik.
Proses pendewasaan dari Bima, Dara dan juga Adam terbentuk dengan sendirinya setelah mereka bertiga melalui banyak kejadian di sepanjang durasi film. Penonton seperti diajak kembali untuk masuk ke dalam kehidupan keluarga kecil Bima dan Dara. Setiap dialog, gesture dan suasana keluarga mereka begitu dekat dengan keseharian kita. Semua konflik dan subplot yang tercipta di pertengahan film, berakhir dengan bahagia karena penyelesaiannya merupakan proses pendewasaan bagi Bima dan juga Dara. Tak lupa juga Gina S. Noer dan Dinna Jasanti selalu mengikuti trend yang sedang happening. Seperti saat ini, booming dagang online dengan mengandalkan gimmick dan jargon di sosial media.

 

Untuk jajaran pemain, keputusan Starvision Plus dan Wahana Kreator yang mengganti posisi Adhisty Zara dengan Nurra Datau tidak sepenuhnya mengecewakan. Di tangan Nurra Datau, karakter Dara mengalami upgrade yang sangat signifikan. Penampilan akting mulai dari gesture, ekspresi, tatapan mata, gesture hingga range emosinya sangat berkarakter dan lebih hidup. Chemistry yang dibangun bersama Angga Yunanda dan Farrell Rafisqy pun terasa lebih heartwarming, seolah mereka bertiga memang ibu, ayah dan anak betulan. Dara versi remaja sudah berhasil dideliver dengan baik oleh Zara dan untuk Dara versi ibu muda juga sukses direpresentasikan oleh Nurra. Penampilan Angga Yunanda yang kembali memerankan Bima pun mengalami upgrade dan semakin dewasa dari film pertamanya. Tak heran jika karakter Bima merupakan peran terbaik yang dimainkan oleh Angga Yunanda di sepanjang filmografi nya dia sebagai seorang aktor. Yang paling bersinar dari film DUA HATI BIRU (2024) tentunya pemeran Adam yang dimainkan dengan sangat luar biasa oleh aktor cilik pendatang baru yaitu Farrell Rafisqy. Hampir di setiap adegan kemunculan Adam selalu mencuri perhatian dengan kegemasan dan kepolosannya sebagai anak kecil. Tak disangka juga, duo Gina dan Dinna turut menampilkan point of view cerita dari Adam ketika mengeksplor dunianya dan juga dalam menghadapi konflik kedua orangtuanya. Penampilan para pemeran pendukung lainnya mulai dari Cut Mini, Arswendy Beningswara, Lulu Tobing, Maisha Kanna hingga selebgram Keanu Angelo pun semakin melengkapi kehangatan film ini. Film DUA HATI BIRU (2024) kembali mempertahankan pencapaian film pertamanya yaitu memiliki ensemble casts yang sangat solid dan saling melengkapi satu sama lain.


Untuk segi audio dan visual, film DUA HATI BIRU (2024) masih konsisten dengan gaya khas dari Gina S. Noer nya yang semi-semi arthouse namun tetap membumi sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan penonton. Aku sangat suka dengan konsistensi tata artistik dan set lokasi film ini yang tetap mempertahankan apa yang ada di film pertamanya. Rumah dan suasana keluarga Bima dan juga Dara masih sama seperti film pertamanya.Dijamin bakal terasa semakin magis jika kamu menonton lagi film DUA GARIS BIRU (2019) kemudian dilanjutkan nonton film DUA HATI BIRU (2024) di bioskop.
Overall, film DUA HATI BIRU (2024) berhasil membuktikan jika sekuel film tuh bisa tampil tetap memuaskan dan mengalami upgrade yang semakin baik dari film pertamanya. Jika kamu penggemar film-film Gina S. Noer, ada easter egg dari salah satu filmnya muncul di film ini loh! Bikin histeris dan manis banget! Ikhlas banget jika Starvision Plus dan Wahana Kreator terus mengekspansi cerita DGB menjadi sebuah jagat sinema di masa yang akan datang dengan menonjolkan drama tentang keluarga. One of the best Indonesia movie of the year so far.


[9.5/10Bintang]