Wednesday, 27 September 2023

[Review] Petualangan Sherina 2: Magisnya Nostalgia Bersama Setelah 23 Tahun Berpisah!

 


#Description:
Title: Petualangan Sherina 2 (2023)
Casts: Sherina Munaf, Derby Romero, Isyana Sarasvati, Randy Danistha, Kelly Tandiono, Ardit Erwandha, Quinn Salman, Uci Nurul, Mathias Muchus, Chandra Satria, Novi Rahmat, Bima Zeno
Director: Riri Riza
Studio: Miles Films, Base Entertainment


#Synopsis:
Sherina (Sherina Munaf) kini sudah dewasa dan dikenal sebagai seorang Jurnalis handal dari Nex TV. Setiap ada acara penting, Sherina sering ditugaskan untuk meliput kegiatan tersebut dengan ditemani Cameraman bernama Aryo (Ardit Erwandha). Berkat pengetahuan dan pendalaman riset dalam meliput sebuah berita, Sherina mendapat tugas eksklusif untuk meliput acara ekonomi global yang diselenggarakan di kota Davos, Swiss. Hal tersebut tentunya membuat Sherina senang. Ia pun langsung mempersiapkan semua materi peliputan dengan bantuan Aryo dari jauh-jauh hari.


Namun sayang, impian keduanya untuk meliput ke kota Davos dan merasakan salju di Swiss tak jadi kenyataan. Posisi Sherina tiba-tiba saja diganti oleh Jurnalis lain. Sebagai gantinya, Sherina dan Aryo ditugaskan untuk meliput kegiatan konservatif sebuah lembaga yang melindungi hewan Orang Utan di Kalimantan. Hal tersebut membuat Sherina kecewa dan juga sedih, karena semua persiapan dan pendalaman riset yang telah dilakukan selama ini berakhir sia-sia. Ia pun merasa berat untuk menjalankan tugas ke Kalimantan. Namun pada akhirnya, Sherina dan Aryo tetap pergi ke Kalimantan untuk meliput kegiatan tersebut, meskipun sepanjang perjalanan rasa kesal itu masih menyelimuti mereka.


Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, Sherina dan Aryo akhirnya tiba di Kalimantan. Mereka langsung menuju pusat konservatif Orang Utan yang dikelola oleh lembaga OUKAL (Orang Utan Kalimantan). Sesampainya disana, Sherina terkejut saat mengetahui pengelola lembaga OUKAL adalah sahabat semasa kecilnya yaitu Sadam (Derby Romero). Pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah membuat keduanya salah tingkah. Selama di Kalimantan, Sherina dan Aryo meliput kegiatan Sadam beserta timnya yang akan melepaskan beberapa Orang Utan ke habitat aslinya setelah dibesarkan oleh lembaga OUKAL. Selama proses peliputan, Sherina mendapat banyak sekali pengetahuan baru tentang satwa-satwa yang hidup di hutan Kalimantan. Berkat Sadam juga, Sherina bisa terjun langsung melihat sekolah Orang Utan dan ikut merawat mereka.


Setelah selesai meliput semua kegiatan, Sherina dan Aryo berencana langsung kembali ke Jakarta. Saat mereka sedang persiapan pulang, Sherina mendapat kabar tentang penemuan induk Orang Utan di tengah hutan yang pingsan terkena bius setrta anaknya hilang. Sadam langsung berkoordinasi dengan timnya untuk segera menemukan anak Orang Utan tersebut sebelum induknya tersadar dan mengamuk. Sherina tak tinggal diam, ia langsung berinisiatif ikut proses pencarian dengan mengikuti seorang gadis cilik bernama Sindai (Quinn Salman) yang memberikan petunjuk jika ada oknum pemburu satwa sedang beraksi di tengah hutan.


Keadaan semakin kacau saat Sherina melihat langsung para pemburu satwa yang menangkap anak Orang Utan tersebut untuk dikirimkan ke Ibukota. Ia pun memutuskan untuk tetap di Kalimantan dan ingin mengusut tuntas kejahatan tersebut bersama dengan Sadam, meskipun keduanya harus berurusan dengan orang-orang berbahaya. Akankah petualangan Sherina dan Sadam kali ini kembali berhasil?


#Review:
Film PETUALANGAN SHERINA (2000) merupakan salah satu pelopor bangkitnya industri perfilman Indonesia setelah sempat "mati suri" di era akhir 90an. Popularitas film PETUALANGAN SHERINA (2000) terasa abadi karena sampai saat ini, kisah Sherina dan Sadam selalu turun temurun diceritakan pada setiap generasi keluarga di Indonesia. Berkat film ini juga, nama Sherina Munaf dan Derby Romero menjadi bintang cilik baru yang diidolakan banyak anak-anak serta keluarga se-Indonesia raya.


Aku berkesempatan hadir pada acara Press Conference dan Gala Premiere film PETUALANGAN SHERINA 2 (2023) yang sukses digelar pada Senin (25/9) lalu di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Sejak pagi hari, seluruh area bioskop sudah dihiasi oleh gelaran Red Carpet, Banner Film, Lightning, Stage dan Booth Sponsor yang mengisi area Outdoor bioskop. Rekan-rekan media dan tamu undangan yang hadir terus berdatangan memadati seluruh area untuk menukarkan undangan dan tiket nonton.


Pada sesi Press Conference, Produser Mira Lesmana mengungkapkan jika Project sekuel film PETUALANGAN SHERINA 2 (2023) ini sudah direncanakan sejak akhir tahun 2019 dan dijadwalkan untuk tayang di bioskop pada tahun 2020 lalu. Namun karena Pandemi CoVid-19 melanda Indonesia dan juga dunia, rencana tersebut terpaksa ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Tiga tahun berlalu dan Pandemi mulai melandai, Miles Films dan Base Entertainment akhirnya resmi memulai proses produksi film dan siap tayang serentak di bioskop Indonesia mulai Kamis, 28 September 2023.



Untuk segi cerita, film PETUALANGAN SHERINA 2 (2023) hadir dengan premis serta plot yang cukup mirip dengan film pertamanya. Namun yang lebih menarik, konflik yang dihadirkan di sekuelnya ini turut bertumbuh dewasa dan masih Enjoyable untuk diikuti oleh semua kalangan. Riri Riza, Sherina Munaf, Mira Lesmana bersama tim penulis naskah menunjukkan kecerdikannya dengan menghadirkan hal-hal baru seperti proses pendewasaan dari Sherina dan Sadam, sentilan nepotisme di dunia pekerjaan, komedi romantis tentang hubungan Friendzone, hingga issue tentang perburuan satwa untuk kepentingan pribadi berhasil dikombinasikan menjadi sebuah cerita yang apik. Hal menarik lainnya dari film ini yaitu sensai nostalgia dan Fan Service bagi penggemar berat film PETUALANGAN SHERINA (2000). Riri Riza sangat memperhatikan semua detail dan aspek dari hal-hal ikonik untuk dimunculkan kembali dalam plot sekuelnya ini. Sebagai penonton yang tumbuh kembang bersama dengan film PETUALANGAN SHERINA (2000), Aku tidak mau menyebutkan hal-hal tersebut karena pasti lebih asyik nonton langsung saja ya di bioskop!
Untuk segi visual dan audio, sudah jelas film PETUALANGAN SHERINA 2 (2023) memberikan pengalaman yang luar biasa. Scoring musik, aransemen, 7 lagu baru yang dinyanyikan oleh Sherina Munaf dan Derby Romero sangat menyatu dengan seluruh adegan yang ditampilkan. Teknologi Dolby Atmos yang digunakan semakin menambah kedahsyatan musik dari film ini. Rasa bahagia, haru, senang hingga meneteskan air mata berkali-kali aku rasakan disepanjang durasi film. SANGAT MAGIS!



Untuk jajaran pemain, reuni Sherina Munaf dan Derby Romero kali ini terasa semakin Effortless untuk menghadirkan chemistry persahabatan yang sudah terjalin begitu lama. Tak lupa juga, Riri Riza sedikit memberikan sentuhan romansa serba canggung diantara mereka, hal tersebut menurutku memang harus ada, karena banyak penggemar film pertamanya (termasuk aku) yang berharap jika Sherina dan Sadam punya hubungan lebih dari teman hahaha. Penampilan Scene Stealer di film PETUALANGAN SHERINA 2 (2023) jatuh kepada Isyana Sarasvati dan Chandra Satria. Keduanya berhasil menghidupkan duo Syailendra dengan Style yang lebih gila-gilaan dan mampu setara dengan Kertarajasa yang ikonis itu. Lagu Hadiah Istimewa yang mereka bawakan benar-benar diluar ekspektasi. OUTSTANDING!
Penampilan Ardit Erwandha juga sukses menjadi "obat nyamuk" yang benar-benar mewakili perasaan penonton hahaha. Quinn Salman sebagai Sindai pun tampil pas meskipun jatah dialognya sangat terbatas. Randy Danistha beserta Gengnya yang menjadi penjahat pun berhasil bikin tertawa penonton, sama seperti geng penjahat di film pertamanya. 
Overall, film PETUALANGAN SHERINA 2 (2023) menjadi film Indonesia terfavorit di tahun ini versiku. Semua aspek yang ada dalam film ini sudah berada di level WELL CRAFTED! PENGEN NONTON LAGI! BISMILLAH JUTAAN PENONTON!

Album dan lirik lagu Original Soundtrack Film PETUALANGAN SHERINA 2 (2023) bisa klik disini


[10/10Bintang]

Tuesday, 26 September 2023

[Review] Di Ambang Kematian: Kisah Tragis Keluarga Akibat Pesugihan Kandang Bubrah!




#Description:
Title: Di Ambang Kematian (2023)
Casts: Teuku Rifnu Wikana, Taskya Namya, Wafda Saifan, Kinaryosih, Giulio Parengkuan, Farras Fatik, Raya Adena Syah, Elly D. Lutan
Director: Azhar Kinoi Lubis
Studio: MVP Pictures


#Synopsis:
Tahun 2001, kondisi kesehatan Ibu Suyatno (Kinaryosih) semakin menurun. Sekujur tubuhnya dipenuhi benjolan serta sering mengalami demam tinggi. Yoga (Farras Fatik) dan Nadia (Raya Adena) selalu mengawasi sang ibu disaat sang ayah, Pak Suyatno (Teuku Rifnu Wikana) sedang sibuk bekerja. Suatu sore, Ibu tiba-tiba muntah darah hingga tak sadarkan diri. Yoga sangat kesal dengan sikap ayahnya yang pergi begitu saja usai memberi ibu obat.
Menjelang malam pergantian tahun baru, Ibu terlihat sehat dan menyiapkan makan malam bersama di dapur. Yoga dan Nadia sangat senang akhirnya bisa menikmati lagi masakan sang ibu sambil merayakan tahun baru di rumah. Kehangatan keluarga Pak Suyatno seketika berubah menjadi petaka mengerikan setelah sang ibu tiba-tiba mencelakai dirinya sendiri di dapur. Mereka pun langsung bergegas pergi ke rumah sakit. Namun sayang, dalam perjalanan, sang ibu menghembuskan nafas terakhirnya.
Sepuluh tahun berlalu, Yoga (Wafda Saifan) dan Nadia (Taskya Namya) sudah beranjak dewasa. Pak Suyanto kini disibukkan dengan toko sembakonya yang semakin laris. Rumah yang mereka tempati pun kini sedang di renovasi. Pak Suyatno merasa lega akhirnya apa yang ia impikan selama ini untuk memberikan kehidupan yang layak bagi keluarga sudah bisa terpenuhi. Namun dibalik kehidupan yang serba berkecukupan itu, Yoga tidak bisa hidup dengan tenang. Hampir setiap hari ia selalu bermimpi buruk dan sering melihat hal-hal gaib yang hanya terlihat oleh dirinya saja. Pak Suyanto selalu berusaha untuk membawa Yoga ke dokter namun ditolak. Yoga sangat yakin jika apa yang terjadi pada dirinya itu disebabkan oleh aktivitas tak wajar sang ayah di belakang rumah. Yoga pun akhirnya menceritakan semuanya pada Nadia dan mengajaknya untuk melihat apa yang dilakukan ayah mereka saat malam hari di belakang rumah.
Melihat ayahnya yang melakukan ritual sesat Kandang Bubrah dengan kambing hitam, membuat Nadia sangat marah. Ia dan Yoga pun berusaha menghentikan sang ayah namun semua usaha mereka sia-sia. Yoga semakin sering mendapat gangguan misterius. Pak Suyatno pun mau tak mau tetap menjalankan ritual Kandang Bubrah demi melindungi keluarganya.
Waktu terus bergulir, dampak dari ritual Kandang Bubrah semakin menghantui keluarga Pak Suyatno hingga mengancam nyawa mereka masing-masing. Mampukah Pak Suyatno mengakhiri semua yang telah terjadi?


#Review:
Dua tahun terakhir, industri perfilman Indonesia hampir didominasi oleh film bergenre horror. Bahkan untuk tahun ini saja, film Indonesia terlaris masih dipegang oleh horror. Rumah produksi MVP Pictures kembali menghadirkan film horror terbaru yang kali ini bukan dari Kuntilanak Universe. Film terbarunya ini diadaptasi dari Thread Viral milik akun @JeroPoint yang pertama kali diposting pada April 2022 lalu. Thread tersebut sudah dibaca jutaan kali dan kini sudah tersedia versi novelnya dengan alur cerita luas karena mengambil sudut pandang dari pemilik cerita dan juga sang penulis yaitu, Jeropoint itu sendiri.


Untuk versi layar lebarnya, film DI AMBANG KEMATIAN (2023) disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis serta penulis naskah Erwanto Alphadullah yang keduanya sudah sempat berkolaborasi di dua film MANGKUJIWO (2020). Aku Berkesempatan hadir pada acara pemutaran perdana film DI AMBANG KEMATIAN (2023) yang sukses digelar pada Jum'at, 22 September lalu di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Produser dari MVP Pictures yaitu Amrit Punjabi mengungkapkan, film horror terbarunya ini tidak ingin seperti film-film horror pada umumnya yang mengandalkan Jump Scared dan berakhir sesuai dengan harapan penonton. Erwanto Alphadullah selaku penulis naskah, berusaha untuk tidak melenceng terlalu jauh dari versi novelnya dan selalu intens mengembangkan ide cerita menarik bersama dengan Azhar Kinoi Lubis maupun Jeropoint itu sendiri.


Untuk segi cerita, film DI AMBANG KEMATIAN (2023) menghadirkan tema tentang pesugihan yang sudah banyak sekali dieksplor dalam film-film horror Indonesia belakangan ini. Namun yang menarik disini, tema pesugihan tersebut dikombinasikan dengan drama keluarga yang begitu kuat. Film langsung dibuka dengan kedekatan kakak beradik dari Yoga dan Nadia saat mereka khawatir akan kondisi kesehatan ibunya yang terus memburuk. Saat rahasia dan ritual pesugihan yang selama ini dilakukan oleh karakter Pak Suyatno terkuak, plot tetap fokus terhadap keluarga inti saja dan tidak melebar kemana-mana. Alhasil, terciptalah rasa empati penonton terhadap keluarga Pak Suyatno meskipun mereka harus turun temurun mengalami kesialan akibat pesugihan Kandang Bubrah. Film ini juga terasa semakin realistis saat keluarga Suyatno berusaha melepaskan diri dari jeratan pesugihan dengan tidak melakukan tobat dan berakhir bahagia seperti film-film kebanyakan. Pemilihan ending cerita seperti ini menurutku terasa lebih realistis karena orang-orang yang sudah terjerumus pada suatu dosa besar pasti semakin jauh dari agama. Moment saat keluarga Pak Suyatno yang tersisa kemudian memilih untuk pasrah, sukses membangkitkan rasa sedih para penonton. Visualisasi dari iblis kambing yang disembah oleh Pak Suyatno tampil sangat menyeramkan. Moment siksaan terhadap keluarga Pak Suyatno bikin ngilu! Adegan makan malam terakhir dieksekusi dengan sangat luar biasa mengerikan sekaligus mengharukan! Gila.
Untuk jajaran pemain, penampilan Teuku Rifnu Wikana, Taskya Namya, Wafda Saifan, Kinaryosih, Farras Fatik dan Raya Adena berhasil menjadi sebuah keluarga yang meyakinkan. Bahkan visual dari Yoga Nadia versi kecil dan dewasa terlihat sangat mirip. Kehadiran Giulio Parengkuan juga porsinya tidak berlebihan dan tidak dipaksakan sebagai karakter heroik untuk menyelamatkan keluarga Nadia. Karakter Bastala bisa saja menjadi sudut pandang dari sosok JeroPoint atau bisa juga kedepannya berlanjut pada cerita-cerita lain yang ditulis oleh JeroPoint itu sendiri.
Overall, film DI AMBANG KEMATIAN (2023) tampil cukup mengejutkan dengan menonjolkan drama keluarga yang sangat kuat dengan dibalut horror mengerikan tentang pesugihan. Totally tragic!


[8.5/10Bintang]

Monday, 25 September 2023

Original Motion Picture Soundtrack & Lirik Lagu Petualangan Sherina 2 (Deluxe Version)


Original Motion Picture Soundtrack Petualangan Sherina 2
Published by: Miles Films, Base Entertainment, Trinity Optima Productions
 

Seminggu menjelang film PETUALANGAN SHERINA 2 (2023) tayang di bioskop, Miles Films bersama dengan Base Entertainment dan Trinity Optima Productions merilis Album EP Original Soundtrack Petualangan Sherina 2 serentak di seluruh Platform Streaming musik favorit kamu pada tanggal 21 September 2023. Berikut Tracklist beserta lirik lagu untuk OST Petualangan Sherina 2.

1. Nostalgia Bersama - Sherina Munaf & Derby Romero

Dulu ku punya sahabat
Dia sangat senang berdebat
Dengarlah kawan
Lagaknya kayak jagoan

(Apa salahnya sih senang debat?)

Uh

Dia anak yang berbakat
Tapi seringnya lupa akibat
Karena tahukah kawan
Dia nggak suka aturan

(Nah, kalo aturan kebanyakan, malah menghambat kemajuan)
(Hmm, didebat kan?)

Namun berkat sang jagoan
Ku mengerti rela berkorban
Berawal lawan menjadi kawan
Lalu kutemukan..
Persahabatan

Kita selalu bersama
Dari kecil sampai remaja
T'lah lalui segala masa
walau terasa belum lama

Dulu anak mami
Tak lagi, kini pemberani
Siapa sangka
Berjumpa lagi
Nostalgia bersama

Dulu ku punya sahabat
Suka merasa paling hebat
Tahukah kawan
(Hebat beneran.. kok heran)

Urusan iseng paling niat
(Kalau urusan makan donat)
Makanya jadi sering kualat
(Dia memang paling kuat)
Tetapi dengarlah kawan
Itu yang namanya jagoan
Kita selalu bersama
Dari kecil sampai remaja
T'lah lalui segala masa
walau terasa belum lama

Bersaing, menantang
Esok yang kan yang membentang
Siapa sangka
Berjumpa lagi
Nostalgia bersama

Kita selalu bersama
Harusnya tidak pernah terpisah
Hanya kenangan tersisa
Kemana engkau sobat lama

Kita selalu bersama
Dari kecil sampai remaja
T'lah lalui segala masa
Walau terasa belum lama
Hingga asthma-mu hilang
Tak lagi pernah datang

Siapa sangka
Siapa sangka
Berjumpa lagi
Nostalgia bersama
Nostalgia bersama
 

2. Sayu - Sherina Munaf & Derby Romero

Sayu…
Matamu sayu
Bertemu mataku
Luluhkan hatiku

Sayu…
Tanganmu itu
Serupa tanganku
Memanggil senyumku

Kelak kau akan jumpa teman-teman
Ayun-mengayun di dahan ke dahan
Bersama ibu mulai petualangan
Jaga hutan raya Kalimantan

Sayu…
Tenanglah, Sayu
Ibu di dekatmu
T’rus melindungimu

Kelak kau akan jumpa teman-teman
Lompat menembus cahaya dedaunan

Bersama ibu kau tak sendirian
Jaga hutan raya Kalimantan

Sebelum ucap kata perpisahan
Dengarlah, Sayu, ku titipkan pesan
Alam tersenyum karena kalian
Terima kasih
T’lah jaga hutan raya Kalimantan

Sayu…
Pulanglah, Sayu
Ikutlah ibumu
Rimba menunggumu

Pulanglah, Sayu
Rimba menunggumu


3. Hadiah Istimewa - Isyana Sarasvati & Chandra Satria

Aku paling syantik
Bukan, tentunya paling seksi yakan
Sudah sepantasnya jadi istri Syailendra
Sang predator yang tesohor

Aku punya gengsi
Enggak mau jadi basi
Betapa malunya jika Ratih Syailendra
Kurang glamor, kalah pamor

Kapankah datang hadiah istimewa
Satwa langka yang eksotis
Oh sungguh pantang ku kalah wibawa
Aku harus paling fantastis

Ini masalah reputasi
Dan soal eksistensi
Tak bisa ditoleransi
Agar lampau ekspektasi
Satwa langka itu harus ku koleksi

Kau penuh sensasi
Numero uno inspirasi
Sudah sepantasnya jadi Mrs, Syailendra
Gadis Bogor paling menor

Kau tak perlu sangsi
Mereka semua jadi saksi
Apalah diriku tanpa Ratih Syailendra
Sang meteor, oh mi Amooor
Oh mi amoor
(Apa itu bebeb?)
(Cintaku bebeb, cintaku)

Tunggulah datang hadiah istimewa
Satwa langa yang eksotis
Kau kan dipandang dan menang wibawa
Menjadi yang paling fantastis

Ini masalah reputasi
Dan soal eksistensi
Tak bisa ditoleransi
Agar lampaui ekspektasi

Satwa langka itu harus ku koleksi
Agar lampaui ekspektasi
Satwa langka itu
Demi reputasi dan demi eksistensi

Satwa langka itu
Harus ku koleksi


4. Mengenang Bintang - Sherina Munaf & Derby Romero

Malam ini bintang bintang
Bersinar lebih terang
Berbinar lebih benderang
Mengajak memandang
Masa yang tak terulang
Petualangan tak terbayang

Malam ini bintang bintang
Berkedip lebih riang
Berkelip lebih gemilang
Mengajak memandang
Masa yang tak terulang
Perasaan yang tak hilang

Canopus, Capella, Vega
Menyimpan sejuta cerita

Malam demi malam silih berganti
Namun bintang bintang terus menemani
Hiasi, menanti dan menjadi saksi
Perjalanan kita yang sempat terhenti
Ku berjanji wahai gugusan misteri
Kenangan indah ini akan abadi

S’lama ini bintang bintang
Mencari yang tak hilang

Malam ini bintang bintang / yang tak terbayang akan datang
Menanti yang akan datang
Bersama mengenang
Walau hanya memandang
Walau masa tak terulang
Petualangan / perasaan
Selanjutnya datang

Malam demi malam silih berganti
Namun bintang bintang terus menemani
Hiasi, menanti dan menjadi saksi
Perjalanan kita yang sempat terhenti
Ku berjanji wahai gugusan misteri
Kenangan indah ini akan abadi


5. Terlalu Gegabah - Sherina Munaf (Bonus Track)

Ku terus bertanya
Dan terus curiga
Kini ku tak sangka
Akibatnya menjadi celaka

Tiada habis ku sesali
Yang harusnya kusadari
Ku terbawa emosi
Hingga tak berpikir lagi
Bukan berarti aksi berapi-api
Kan berakhir menjadi baik-baik

Ternyata..
Memaksa kehendak
Bukan selalu langkah yang bijak

Ku tlah sibuk berujar
Sebelum ku mendengar
Kejar yang jauh dariku
Abaikan yang di dekatku
Bukan saatnya ku mencari
Langit yang lebih tinggi
Mengapa baru sekarang ku mengerti?

Tiada habis ku bertanya
Bagaimana sebaiknya
Terlalu berambisikah? percaya dirikah?
Terlalu terlambatkah?
Tuk perbaiki yang telah terjadi
Ku kira ku mengejar yang terbaik?

Ternyata..
Ku tidak selalu benar
Semua yang ku kejar
Perlahan menghindar
Woo..uwooo uoooo…

Ku tlah sibuk berujar
Sebelum ku mendengar
Kejar yang jauh dariku
Abaikan yang di dekatku

Bukan saatnya ku mencari
Langit yang lebih tinggi
Mengapa baru sekarang ku mengerti?
Tak perlu terus gegabah tuk mengerti


6. Lihatlah Lebih Dekat - Yura Yunita

Hatiku sedih hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini

Sahabat yang slalu ada
Dalam suka dan duka
Sahabat yang slalu ada
Dalam suka dan duka
Hu uh uh

Tempat yang nyaman kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap
Pergilah sedih pergilah resah
Jauhkanlah aku dari salah prasangka
Pergilah gundah jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan ku bisa menilai lebih bijaksana

Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat sgalanya lebih dekat

Dan ku akan mengerti
Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat sgalanya lebih dekat
Dan kau akan mengerti


Sherina Munaf masih memiliki dua lagu baru yang belum dirilis di Platform Streaming musik. Dua lagu tersebut hanya dimainkan dalam film PETUALANGAN SHERINA 2 (2023) saja. Jika tidak ada perubahan dua lagu tersebut kabarnya akan dirilis satu hari setelah penayangan filmnya serentak di bioskop.
[Update] Tanggal 29 September 2023, dua lagu baru dari OST PETUALANGAN SHERINA 2 - DELUXE VERSION (2023) telah resmi dirilis di seluruh Platform musik terfavorit kamu. 


7. Menikmati Hariku - Sherina Munaf 

Matahari
Bersinar terang
Seolah
Tersenyum senang
Walau panas
Menyengat
Aku tetap gembira

Daun-daun
Bergerak riang
Seolah
Merasa senang
Semua ikut
Berdendang
Sambut hari yang datang

Selamat pagi
Selamat bekerja
Bersiaplah
Nikmati hari

Jangan lengah
Saat melangkah
Jadilah yang terbaik

Jantung kota
Berdetak kencang
Seolah
Siap menantang

Cepat berlari
Berkejaran
Raih peluang
Dan kesempatan

Betapa bahagianya
Akan ku raih
Betapa senangnya
Betapa bahagianya
T’lah ku kejar
Sampai ujung dunia

Setiap manusia
Pasti punya mimpi mulia
Tak mau hidup sia-sia
Ingin yang terbaik untuknya

Setiap manusia
Pasti pernah bersedia
Demi temukan bahagia
Kan seb’rangi samudera ria

Di atas langit
Masih ada lagi
Langit lebih tinggi

Sesaat lagi…
Oh…
Kan datang hari
Hari ku peluk dunia

Betapa bahagianya
Betapa (Betapa) bahagianya
Akan ku raih (Akan ku raih)
Betapa senangnya

Betapa (Betapa) bahagianya
T’lah ku kejar sampai ujung dunia
Kan datang hari
Ku peluk dunia


8. Hari Kita Berdua - Sherina Munaf

Setiap manusia
Yang mencari bahagia
Mengarungi samudera ria
Temukan yang selalu setia

Di atas langit
Selalu ada lagi
Langit lebih tinggi
Tetapi detik ini
Akan ku hargai
Bersamamu di sini

Tanpa berlari
(Tanpa berlari)
Oooh…
Nikmati hari
Harinya kita berdua
(Harinya kita berdua…)

Betapa bahagianya
Bersama berdua
Betapa senangnya

Betapa bahagianya
Denganmu lagi
Bertualang kembali

Setiap manusia
Yang mencari bahagia
Sebelum ke ujung dunia
Ingat s’lalu yang bersedia

Karena hanya yang berjiwa satria
Hargai karunia

Betapa (betapa)
Bahagianya (bahagianya)
Bersama berdua (bersama berdua)
Betapa senangnya

Betapa (betapa)
Bahagianya (bahagianya)
Denganmu lagi
Bertualang kembali

Betapa (betapa)
Bahagianya (bahagianya)
Bersama berdua (bersama berdua)
Betapa senangnya

Betapa (betapa)
Bahagianya (bahagianya)
Denganmu lagi
Bertualang kembali

Mensyukuri
Hari kita berdua
Oooh…

Yeah!

Tuesday, 19 September 2023

[Review] Kisah Tanah Jawa - Pocong Gundul: Terror Mengerikan Dari Pocong Berbentuk Tak Biasa!



#Description:
Title: Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul (2023)
Casts: Deva Mahenra, Della Dartyan, Iwa K, Nayla Purnama, Joanna Dyah, Muhammad Abe Baasyin, Pritt Timothy, Annisa Hertami, Diajeng Shinta, Aradhana Rahadi, Brilliana Desy
Director: Awi Suryadi
Studio: MD Pictures


#Synopsis:
Hari Kurniawan atau yang lebih akrab dipanggil Hao (Deva Mahenra) memiliki kemampuan Retrokognitif. Yaitu kemampuan untuk mengetahui sebuah kejadian yang terjadi di masa lalu dan dapat direkonstruksi ulang melalui perangkat atau media komunikasi dengan alam gaib. Berkat kemampuannya itu, Hao dan sahabatnya, Rida (Della Dartyan) berhasil menemukan kisah baru dari beberapa sejarah di masa lalu yang belum pernah terungkap. Sejak saat itulah, Hao dan Rida sering menjadi narasumber di acara-acara seminar kampus yang ada di Yogyakarta.


Suatu hari, Hao mendapat permintaan pertolongan dari keluarga Ibu Sujatmiko (Joanna Dyah) yang sudah kehilangan anak gadisnya, Sari (Nayla Purnama) selama dua hari. Ia bingung dan khawatir karena semua orang yang ada di sekolah tidak mengetahui keberadaan Sari. Ibu Sujatmiko berharap Hao bisa menemukan anaknya dengan menggunakan metode Retrokognitif tersebut. Namun ayah dari Sari yaitu Pak Sujatmiko (Muhammad Abe Baasyin) tidak percaya dengan hal-hal tersebut. Ia membujuk sang istri untuk melapor ke pihak kepolisian saja daripada meminta bantuan pada Hao.


Awalnya Hao menolak permintaan Ibu Sujatmiko dengan alasan kemampuan Retrokognitif nya hanya digunakan untuk penelitian sejarah saja. Namun Rida memaksa Hao untuk mencoba membantu keluarga Ibu Sujatmiko, siapa tahu berhasil menemukan keberadaan Sari saat ini. Rida pun yakin kelebihan yang dimiliki Hao tersebut bisa digunakan untuk membantu orang lain, bukan hanya untuk penelitian sejarah saja.


Keesokan harinya, Hao bersama dengan Rida dan kedua orangtua Sari mendatangi sekolah tempat dimana Sari terakhir kali terlihat oleh guru dan teman-temannya. Hao pun langsung menggunakan kemampuan Retrokognitif nya dengan cara memegang salah satu benda yang dimiliki Sari di kelas. Beberapa saat kemudian, Hao berhasil masuk ke dimensi waktu masa lalu dan bisa merasakan kondisi Sari saat sedang berada di kelas. Situasi menjadi penuh ketegangan saat Sari mengalami kejadian mistis. Ia diterror oleh sosok astral berwujud pocong dan akhirnya diseret masuk ke dalam sumur terbengkalai yang ada di belakang sekolah. Hao pun tersadar dan langsung berlari menuju sumur tua tersebut bersama dengan Rida dan kedua orangtua Sari. Apa yang dilakukan Hao itu ternyata membuahkan hasil. Sari berhasil ditemukan dengan kondisi tak sadarkan diri di sumur tersebut. Hao dan Pak Sujatmiko langsung mengevakuasi Sari.


Namun sayang, setelah Hao berhasil menyelamatkan Sari, giliran dirinya yang mulai mengalami serangkaian kejadian mistis. Hampir setiap hari Hao merasakan kehadiran sosok pocong dengan kain kafan bagian atasnya terbuka. Bersama dengan Rida, mereka berusaha menelusuri tentang asal usul dari sosok pocong tersebut. Penelusuran mereka kemudian mengarah pada cerita di masa lalu tepatnya 30 tahun silam. Hao menemukan cerita tentang sosok dukun bernama Walisdi (Iwa K) yang bersekutu dengan Iblis Banaspati untuk mendapatkan ilmu kebal, hidup abadi serta harta melimpah. Sebagai persyaratan, Walisdi harus menyerahkan nyawanya pada iblis Banaspati dan kain kafan yang menutup jasadnya harus terbuka di bagian atas. Untuk mempertahankan ilmu gaib yang dimiliki, Walisdi harus mengambil nyawa setiap 10 tahun sekali dan kali ini ia gagal mendapatkan nyawa Sari setelah diselamatkan oleh Hao. Walisdi pun kini mengincar nyawa Hao sebagai pengganti Sari.
Untuk menghentikan rencana berbahaya Walisdi tersebut, Hao terpaksa melakukan Retrokognitif menuju masa lalu ketika Walisdi masih hidup, meskipun nyawanya kini menjadi taruhan. Akankah Hao berhasil menjalankan misinya?


#Review:
Satu lagi Intellectual Property dari media hiburan diangkat ke layar lebar oleh MD Pictures. Kali ini, cerita tentang kelompok investigasi populer di sosial media yaitu Kisah Tanah Jawa resmi diangkat ke film layar lebar. Untuk babak pertama, MD Pictures menghadirkan versi layar lebar dari KISAH TANAH JAWA: POCONG GUNDUL (2023) dengan disutradarai oleh Awi Suryadi.


Aku berkesempatan hadir ke acara Press Conference dan Gala Premiere film POCONG GUNDUL (2023) di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan pada Rabu, 13 September lalu. Pada kesempatan tersebut banyak sekali hal-hal menarik diungkapkan oleh Produser Manoj Punjabi maupun Sutradara Awi Suryadi. Keduanya kompak dan berharap jika KISAH TANAH JAWA dari Om Hao ini bisa terus berkembang semakin besar di industri perfilman tanah air. Selain itu, Awi Suryadi pun memberikan apresiasi kepada para pemain yang totalitas dalam memerankan karakter dan bersedia melakukan banyak adegan berbahaya tanpa bantuan pemeran pengganti atau Stuntman.



Jika harus dibandingkan dengan dua film horror lebaran produksi MD Pictures kemarin, film POCONG GUNDUL (2023) memiliki alur cerita yang lebih solid dan tertata rapi. Selain itu, Awi Suryadi dan tim peulis naskah film ini juga terasa lebih dinamis dalam mengembangkan cerita dari karakter Hao maupun Walisdi. Sejak awal film, misteri kemunculan Walisdi yang berwujud pocong berkepala tengkorak ini bikin penasaran. Misteri dan teka-teki yang harus dipecahkan oleh Hao dan Rida pun terasa Believable. Yang lebih menarik lagi, film ini tidak mengandalkan Plot Twist untuk memberikan kejutan pada penonton. Awi Suryadi fokus untuk membangun atmosfer mencekam dengan dukungan suasana sekolah dan hutan belantara disertai pohon raksasa betulan. Selain itu, aku suka cara karakter Hao dan Rida menangkal serangan gaib dengan menggunakan cara-cara lokal seperti lingkaran kapur barus, bawang putih hingga keris. Metode Retrokognitif yang dilakukan memang cukup Fresh karena baru hadir dalam film Indonesia. Meskipun pada paruh awal film, adegan konsultasi pasagan Sujatmiko langsung mengingatkanku akan salah satu adegan dari film THE CONJURING (2013) nya James Wan.


Kehadiran Jump Scared si pocong pelontos ini pun berhasil bikin penonton terkaget-kaget karena lumayan hiperaktif menggedor-gedorkan kepalanya ke pintu serta merusak atap mobil. Sumpah ya, adegan pocong Walisdi gedorin kepala ke pintu bikin trauma ih. Meskipun berhasil tampil lebih baik dari film KKN DI DESA PENARI (2022) maupun SEWU DINO (2022), film POCONG GUNDUL (2023) masih ada beberapa kekurangan yang cukup mencolok. Beberapa diantaranya yang aku rasakan ketika adegan-adegan menuju ke Moment Jump Scared. Iya sih bisa bikin greget penonton, tapi reaksi karakter yang malah mendekati sumber menyeramkan inilah yang menjadi tidak Related bagi penonton.



Untuk jajaran pemain, pemilihan Deva Mahenra, Della Dartyan dan Iwa K adalah keputusan terbaik sebagai aktor dalam film POCONG GUNDUL (2023) ini. Deva berhasil menghidupkan karakter Hao dengan ekspresinya yang memukau. Kehadiran Della Dartyan sebagai Rida pun tidak hanya pemanis saja. Ia berhasil menjadi karakter pencair suasana dengan logat medoknya yang kental. Chemistry yang dibangun bersama Deva Mahenra begitu manis dan menggemaskan. Big Applause terakhir aku berikan kepada Rapper Iwa K yang tampil luar biasa sebagai Walisdi. Aura antagonis nya terpancar kuat. Bahkan dari tatapan mata saja, penonton bisa merasakan betapa jahatnya sosok Walisdi ini. Penonton pasti bakal takjub dengan Effort ketiga pemain yang rela dikubur dalam tanah liang lahat asli, hujan-hujanan lalu digantung kesana-kemari. Mereka semua melakukannya sendiri loh. Gokil!
Overall, film KISAH TANAH JAWA: POCONG GUNDUL (2023) berhasil menampilkan sosok Awi Suryadi yang memperbaiki segala kekurangan di film Indonesia terlaris sepanjang masa kemarin. Jagat Sinema KISAH TANAH JAWA resmi dimulai!


[8.5/10Bintang]

Wednesday, 13 September 2023

[Review] A Haunting In Venice: Mengungkap Misteri Kematian Tragis Saat Malam Halloween!



#Synopsis:
Title: A Haunting In Venice (2023)
Casts: Kenneth Branagh, Tina Fey, Kelly Reilly, Kyle Allen, Jamie Dornan, Jude Hill, Camille Cottin, Riccardo Scamarcio, Michelle Yeoh, Emma Laird, Ali Khan, Rowan Robinson, Amir El-Masry
Director: Kenneth Branagh
Studio: 20th Century Studios, TSG Entertainment, Scott Free Productions


#Synopsis:
Hercule Poirot (Kenneth Branagh) memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya sebagai detektif dan tinggal seorang diri di Italia. Kembalinya Poirot ke Italia membuat rekannya yang berprofesi sebagai penulis novel yaitu Ariadne Oliver (Tina Fey) merasa senang karena ia bisa bertemu lagi dengan sumber inspirasi dalam menulis cerita fiksi dalam bukunya itu.
Ditengah menikmati masa-masa istirahatnya, Poirot tetap saja selalu diminta bantuan oleh para warga sekitar yang ingin permasalahan mereka bisa terpecahkan. Namun Poirot menolak semua permintaan tersebut karena ia sudah tidak ingin lagi bekerja sebagai detektif.


Menjelang malam Halloween, Poirot diajak oleh Ariadne untuk menghadiri undangan pesta di rumah Rowena Drake (Kelly Reilly) yang ada di Venesia. Undangan tersebut bukanlah undangan pesta biasa. Usai pesta perayaan Halloween, Rowena menggelar ritual pemanggilan arwah mendiang anaknya yaitu Alicia Drake (Rowan Robinson) yang dibantu oleh seorang cenayang bernama Joyce Reynolds (Michelle Yeoh). Alasan Rowena melakukan hal tersebut karena ia ingin berkomunikasi dengan sang anak dan mengusir arwah-arwah yang konon selama ini bergentayangan di rumah mereka. Acara tersebut turut dihadiri oleh mantan pacar dari Alicia yaitu Maxime Gerrard (Kyle Allen), dokter pribadi keluarga Rowena yaitu Leslie Ferrier (Jamie Dornan) beserta anaknya yang merupakan teman dari Alicia yaitu Leopold Ferrier (Jude Hill), asisten rumah tangga keluarga Rowena, Olga Seminoff (Camille Cottin) dan Vitale Portfoglio (Riccardo Scamarcio), petugas polisi yang pernah menangani kasus kematian Alicia.
Mendengar tentang acara ritual pemanggilan arwah tersebut membuat Poirot kesal karena ia sangat tidak mempercayai hal-hal supranatural. Poirot sangat yakin semua misteri yang ada di dunia ini bisa diungkap dengan cara yang rasional. Ariadne pun menantang Poirot untuk ikut serta dalam acara pemanggilan arwah tersebut agar ia bisa merasakannya secara langsung.


Malam Halloween pun tiba. Rowena mengundang anak-anak sekitar rumahnya dan juga beberapa para biarawati untuk menikmati pesta Halloween dirumahnya. Menjelang tengah malam, pesta pun selesai dan satu persatu tamu pun tiba. Kedatangan Joyce Reynolds membawa suasana mistis di rumah Rowena, ia mengaku bisa merasakan banyak sekali energi negatif disana. Dengan bantuan asistennya, Desdemona Holland (Emma Laird), mereka langsung mempersiapkan segala peralatan untuk ritual pemanggilan arwah. Poirot masih yakin jika apa yang dilakukan Reynolds tersebut hanyalah trik semata. Ia mengamati dengan detail setiap ucapan dan juga gerak-gerik dari Reynolds dan juga Holland. 


Ritual pemanggilan arwah pun dimulai. Reynolds menggunakan mesin tik untuk media berkomunikasi dengan arwah. Kejadian-kejadian aneh perlahan mulai dirasakan oleh orang-orang yang ada disana. Hembusan angin tiba-tiba menyelimuti mereka. Lalu suara-suara aneh terus bermunculan. Hingga puncaknya lampu gantung tiba-tiba terjatuh. Setelah itu, Reynolds mengalami kerasukan dan mengaku jika dirinya adalah Alicia. Dalam keadaan tak sadar, Reynolds berbicara jika Alicia sangat merindukan ibunya. Hal tersebut membuat Rowena sangat sedih dan berharap bisa terus berkomunikasi dengan mendiang anaknya itu.


Namun tak disangka, Poirot berhasil membongkar misteri yang selama ini dilakukan oleh Joyce Reynolds. Trik yang digunakan oleh Reynolds tersebut membuat Rowena semakin bersedih. Namun Reynolds bersama dengan dua asistennya tetap membela diri jika mereka memang bisa melakukan komunikasi dengan arwah. Acara tersebut akhirnya mereka tutup dan kembali ke ruangan masing-masing.
Waktu terus bergulir dan menunjukkan tengah malam. Hujan yang tak kunjung berhenti disertai angin badai membuat orang-orang yang ada dirumah Rowena tidak bisa pulang. Keadaan semakin mengerikan saat salah satu diantara mereka ditemukan tewas secara mengenaskan. Olga sangat yakin jika kematian tersebut merupakan ajang balas dendam dari arwah Alicia yang gentayangan. Tak tinggal diam, Poirot langsung mengunci semua akses rumah untuk menemukan siapa pelaku pembunuhan tersebut. Mampukah Hercule Poirot memecahkan kasus pembunuhan yang diselimuti dengan hal supranatural?


#Review:
Rumah produksi 20th Century Studios kembali menghadirkan kisah petualangan detektif Hercule Poirot lewat film terbaru berjudul A HAUNTING IN VENICE (2023). Film ini masih diadaptasi dari novel fiksi karya penulis legendaris Agatha Christie berjudul HALLOWE'EN PARTY yang dirilis pada tahun 70an. Kenneth Branagh masih setia untuk menyutradarai sekaligus membintangi dari film ini.


Untuk segi cerita, A HAUNTING IN VENICE (2023) memang memberikan hal baru dibandingkan dua film sebelumnya. Branagh dan tim penulis naskah menambahkan elemen supranatural dalam menyampaikan narasi ceritanya. Gaya bercerita dan pendalaman para karakternya pun dibuat agak sedikit berbeda dengan dua film sebelumnya. Sosok detektif Hercule Poirot digambarkan sebagai sosok yang sangat tidak mempercayai hal-hal mistis. Ia meyakini jika orang mati tidak bisa membunuh orang yang masih hidup. Lewat film ini, penonton bisa melihat sisi lain lagi dari Hercule Poirot yang memiliki pemikiran realistis sekalipun kasusnya kali ini bernuansa mistis. Untungnya, penonton masih bisa merasakan sensasi Whodunit untuk menemukan pelaku meskipun kasus kali ini terasa gampang diprediksi ketimbang dua film Hercule Poirot sebelumnya.


Selain elemen mistisnya yang menjadi hal baru, film A HAUNTING IN VENICE (2023) juga memiliki cara pengambilan gambar tak biasa dibandingkan film MURDER ON THE ORIENT EXPRESS (2017) dan DEATH ON THE NILE (2022). Beberapa Angle kamera menggunakan sudut yang tinggi dan juga ekstrim yang membuat penonton serasa ikut merasakan ketidaknyaman di rumah Rowena tersebut. Beberapa adegan Jump Scared juga masih bisa dirasakan penonton meskipun levelnya tidak se-superior film-film horror Hollywood.


Untuk jajaran pemain, entah kenapa film ketiga dari Hercule Poirot ini terasa jauh dari bintang-bintang A-Listed Hollywood. Kehadiran Michelle Yeoh yang saat ini sedang naik daun, benar-benar dimanfaatkan oleh Kenneth Branagh meskipun kapasitas Ibu Yeoh di film ini sangatlah terbatas. Penampilan Tina Fey yang menjadi rekan sekaligus representatif dari sosok Agatha Christie disini tampil pas dan bisa klop dengan Kenneth Branagh. Agak sedikit disayangkan dengan para aktor pendukung lain seperti Jamie Dornan, Jude Hill dan Riccardo Scamarcio yang sangat kurang mendapat jatah eksplorasi cerita.
Overall, film A HAUNTING IN VENICE (2023) memang berhasil menyajikan hal baru di Universe nya Hercule Poirot, meskipun eksekusi Whodunit dan pendalaman masing-masing karakternya tidak terlalu mengesankan setelah selesai menonton filmnya.


[8/10Bintang]

Tuesday, 12 September 2023

[Review] The Nun II: Asal-Usul Valak Yang Sesungguhnya Kini Terkuak Dan Menghantui Sekolah!



#Description:
Title: The Nun II (2023)
Casts: Taissa Farmiga, Bonnie Aarons, Jonas Bloquet, Storm Reid, Anna Popplewell, Katelyn Rose, Suzanne Bertish, David Horovitch, Andrew Morgado, Pascal Aubert
Director: Michael Chavez
Studio: New Line Cinema, Atomic Monster, Warner Bros Pictures


#Synopsis:
Setelah peristiwa yang terjadi di gereja Saint Cartha Rumania, Suster Irene (Taissa Farmiga) yang kini sudah resmi menjadi seorang biarawati memutuskan mengabdikan diri di sebuah gereja terpencil di Italia. Sementara itu, Father Burke (Demian Bichir) kembali ke Vatikan dan Frenchie Maurice (Jonas Bloquet) berkelana keliling Eropa sebagai pekerja lepas dari satu gereja ke gereja lain. Mereka bertiga sepakat untuk melupakan semua kejadian di Saint Cartha dan tidak mau lagi berurusan dengan iblis berwujud biarawati bernama Valak (Bonnie Aarons) yang berhasil mereka kirimkan ke neraka.
Empat tahun berlalu, beberapa gereja yang ada di Eropa mengalami serangkaian terror dan kematian mengerikan dari para pendeta dan juga biarawati. Suster Irene pun mendapat pengelihatan tentang permintaan tolong dari Maurice yang kini entah sedang berada dimana. Keesokan harinya, Suster Irene mendapat panggilan dari Kardinal atau pejabat senior gereja Roma untuk segera menyelidiki dan menghentikan kasus tersebut agar tidak semakin meluas. Suster Irene awalnya cukup ragu untuk menjalankan tugas tersebut lantaran Father Burke kini telah tiada, namun demi keselamatan banyak orang, ia akhirnya bersedia pergi ke Tarascon, Perancis dengan ditemani rekan biarawati lainnya yaitu Suster Debra (Storm Reid).


Setibanya di Tarascon, Suster Irene dan Suster Debra langsung mendatangi gereja yang menjadi tempat kejadian perkara kematian dari Father Noiret (Pascal Aubert). Dengan indera keenamnya, Suster Irene terkejut karena apa yang terjadi di Tarascon tersebut disebabkan oleh kekuatan supranatural dari iblis Valak yang ternyata masih gentayangan di dunia.
Disisi lain, Maurice kini bekerja di sebuah asrama sekolah yang ada di Perancis. Kehadiran Maurice tersebut tentunya sangat membantu sang pemilik asrama yaitu Madame Laurent (Suzanne Bertish) untuk mengurus berbagai keperluan harian asrama bersama dengan seorang guru bernama Kate (Anna Popplewell). Maurice juga dikenal sebagai idola para siswi sekolah, khususnya Sophie (Katelyn Rose) siswi pendiam yang selalu dibully oleh teman-temannya. Sekolah asrama mulai mengalami kejadian aneh. Para siswi sering mendengar suara-suara mengerikan dari lantai atas. Selain itu, Sophie dan guru di sekolah juga terkadang melihat Maurice bertingkah aneh dan berbicara sendirian.


Setelah berhasil mendapatkan kesaksian dari para saksi di gereja Tarascon, Suster Irene dan Suster Debra kemudian mendatangi perpustakaan katolik untuk mengetahui tentang iblis yang sedang mereka hadapi. Dengan bantuan dari pustakawan disana, sosok iblis tersebut merupakan malaikat yang ditolak oleh tuhan dan kemudian memiliki kaitan dengan keturunan Saint Lucy yang sudah tersebar luas di wilayah Eropa. Kematian Father Noiret tersebut merupakan aksi balas dendam dari si iblis yang berusaha mendapatkan Relikui berupa sepasang bola mata yang disembunyikan di sebuah gereja. Terakhir diketahui, gereja yang dimaksud itu kini sudah berganti menjadi asrama sekolah.
Suster Irene dan Suster Debra langsung pergi ke asrama sekolah untuk mendapatkan Relikui tersebut. Setibanya disana, Suster Irene terkejut karena ia bertemu dengan Maurice yang sedang menyelamatkan anak-anak asrama dari serangan iblis. Ia pun terpaksa memberi tahu jika iblis Valak selama ini merasuki tubuh Maurice setelah peristiwa di Saint Cartha. Mendengar apa yang diungkapkan Suster Irene membuat Maurice sangat terpukul. Ia pun tak sadarkan diri dan tubuhnya kini dikendalikan oleh iblis Valak. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Iblis Valak menghidupkan siluman kambing dan mengejar semua orang yang ada di asrama. 


Dengan bantuan Sophie dan Kate, Suster Irene akhirnya berhasil menemukan Relikui sepasang bola mata Saint Lucy yang disembunyikan di Kapel asrama sekolah. Dengan benda tersebut, Suster Irene yakin kali ini bisa menghentikan iblis Valak dan mengirimnya ke neraka untuk selama-lamanya. Akankah Suster Irene kali ini berhasil?


#Review:
Film kesembilan dari The Conjuring Universe yaitu THE NUN 2 (2023) akhirnya dirilis di bioskop Indonesia mulai Rabu, 6 September lalu. Kemunculan sosok iblis berwujud biarawati bernama Valak ini sempat mencuri perhatian lewat film THE CONJURING 2 (2016). Maka tak heran jika New Line Cinema dan Warner Bros Pictures langsung menghadirkan film Stand-Alone dari Valak lewat film THE NUN (2018). Namun sayang, film tersebut mendapat kritik dan respon negatif dari para penonton lantaran plot yang dihadirkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Sosok Valak malah menjadi Side Character dan tidak dieksplor lebih detail lagi. Meskipun demikian, film THE NUN (2018) tetap sukses mencetak Box Office dan menjadi film paling laris dalam THE CONJURING UNIVERSE.


September tahun ini, sekuel THE NUN 2 (2023) hadir dengan sutradara baru yaitu Michael Chavez, yang sebelumnya sukses menggarap THE CURSED OF LA LLORONA (2019) dan THE CONJURING: THE DEVIL MADE ME DO IT (2021). Untuk segi cerita, sekuelnya kali ini masih melanjutkan cerita setelah apa yang terjadi di film pertama. Michael Chavez dan tim penulis naskah dari film ini sudah jelas mereka belajar untuk tidak mengulangi kesalahan dari film pertamanya. Alur cerita yang dihadirkan jauh lebih solid serta setiap karakter mendapat jatah pengembangan Background Story. Lewat film ini, penonton akhirnya bisa mengetahui dengan gamblang tentang masa lalu dari Suster Irene dan juga lawannya yaitu Valak. Seperti yang pernah aku sebutkan pada ulasan film THE NUN (2018), aku merasa kurang sreg dengan horror bertema religi Katolik, karena berasa seperti dongeng. Namun hal tersebut tidak aku rasakan setelah menonton sekuelnya ini. Mitologi tentang Kristen Katolik yang ada dalam film THE NUN 2 (2023) jauh lebih detail. Aku sangat yakin riset yang dilakukan oleh tim penulis naskah ini lebih kompleks dan juga mendalam banget. Bahkan penjelasan tentang perintilan-perintilan khas Kristen Katolik pun dijelaskan dengan baik disini.


Untuk urusan Jump Scared, film THE NUN 2 (2023) pun masih mempertahankan serangkaian adegan bikin kaget penonton dengan iringan musik yang apik. Meskipun demikian, parade Jump Scared dengan tambahan sedikit adegan brutal ini tentunya jauh lebih baik ketimbang film pertamanya. Mungkin yang cukup disayangkan dari film ini adalah kemunculan Valak terlalu dibuat eksis banget tapi ujung-ujungnya jadi tidak terlalu seram karena ekspresi dan gesturenya kaku. Malah yang mencuri perhatian di film ini yaitu karakter Maurice yang diperankan Jonas Bloquet. Penampilan Taissa Farmiga kali ini semakin meyakinkan sebagai seorang biarawati. Aura dan gesturenya sudah menyatu dengan Suster Irene, sama seperti kakaknya, Fera Varmiga yang memerankan Lorraine Warren di film-film THE CONJURING.
Aku masih penasaran dengan nasib Suster Irene, Valak dan juga Maurice selanjutnya. Cara Valak terkoneksi dengan pasangan Ed dan Lorraine Warren pun kini menjadi pertanyaan, karena di film ini memiliki tiga adegan yang menghubungkan pada film THE CONJURING 2 (2016) dan THE CONJURING: THE DEVIL MADE ME DO IT (2021).


[8/10Bintang]

Sunday, 10 September 2023

[Review] Sleep Call: Ketika Bertelepon Larut Malam Menjadi Pelepas Penatnya Hidup



#Description:
Title: Sleep Call (2023)
Casts: Laura Basuki, Bio One, Bront Paralae, Kristo Immanuel, Della Dartyan, Rukman Rosadi, Jenny Zhang, Niken Anjani, Dimas Danang, Benidictus Siregar, Rachel Vennya, Nada Suwandi, Aldo Gudel, Erika Carlina, Dewi Pakis, Tutus Thomson
Director: Fajar Nugros
Studio: IDN Pictures


#Synopsis:
Kerasnya kehidupan di ibukota kini dirasakan oleh Dina (Laura Basuki). Untuk bertahan hidup dan biaya perawatan sang ibu di rumah sakit, Dina terlilit hutang dengan jumlah yang besar. Demi melunasi hutang tersebut, Dina terpaksa bekerja di perusahaan pinjaman online ilegal yang dimiliki oleh Pak Tommy (Bront Paralae).


Setiap harinya, Dina bersama dengan staff lainnya yaitu Bella (Della Dartyan), Budi (Dimas Danang), Nur (Rachel Vennya), Mona (Nada Suwandi) dan Surya (Benidictus Siregar) bekerja untuk mencari peminjam baru dan juga menagih kepada para peminjam yang sudah lama menunggak. Mereka melakukan berbagai macam cara agar para peminjam bisa segera melunasi hutang secepatnya. Beban pekerjaan serta hutangnya yang tak kunjung lunas membuat Dina tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengan orang lain, termasuk dengan atasannya yaitu Bayu (Kristo Immanuel) yang selalu berusaha mendekatinya.


Ditengah rasa kesepian serta beratnya beban kehidupan, Dina menemukan sebuah kenyamanan dari seorang pria bernama Rama (Bio One) yang ia temukan melalui aplikasi kencan. Kedekatan mereka berdua jadi semakin intens karena sering melakukan telepon hingga larut malam. Meskipun hanya melalui telepon dan belum pernah bertemus secara langsung, Dina dan Rama selalu berbagi cerita, keluh kesah tentang kehidupan mereka masing-masing. 



Masalah muncul disaat performa kerja Dina mulai menurun dan gagal mencapai target. Ia pun terpaksa melakukan apapun yang diinginkan oleh Pak Tommy agar tidak dipecat dari perusahaan. Selain itu, Dina juga mendapat kabar mengejutkan tentang kematian dari salah satu peminjamnya bernama Iwan (Rukman Rosadi). Kejadian tersebut membuat Dina terguncang karena secara tidak langsung dirinya lah penyebab orang lain nekat untuk mengakhiri hidupnya. Untuk menenangkan jiwanya, Dina kembali berinteraksi dengan Rama melalui telepon di malam hari. Dina merasa yakin Rama akan selalu melindunginya dan dunia maya adalah tempat yang menenangkan bagi dirinya. Namun sayang, keyakinan Dina tersebut berbanding terbalik dengan yang terjadi di dunia nyata. Satu persatu nyawa melayang dan meninggalkan banyak misteri bagi Dina dan orang-orang disekitarnya.


#Review:
IDN Pictures dan Fajar Nugros kembali hadir lewat film terbaru berjudul SLEEP CALL (2023). Film ini mengusung premis unik serta bergenre thriller psikologis yang cukup jarang diangkat oleh para sineas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Fajar Nugros semakin memantapkan diri untuk keluar dari zona nyamannya sebagai sutradara spesialis film drama komedi romantis. Sebelum film SLEEP CALL (2023), Fajar Nugros cukup berhasil menyajikan film horror INANG (2022) dengan Treatment yang berbeda dari film-film horror kebanyakan.


Untuk segi cerita, film SLEEP CALL (2023) kembali menyuguhkan potret realita kerasnya kehidupan ibukota yang disertai fenomena sosial tentang pinjaman Online (Pinjol), Dating Apps dan kesehatan mental. Alur yang dihadirkan film ini sedikit berbeda dari film-film Fajar Nugros sebelumnya karena menggunakan pola Non-Linear serta mengaburkan antara nyata dengan fiksi.


Pada saat sesi Press Conference, Fajar Nugros secara blak-blakan mengungkapkan ide awal dari film ini berasal dari rasa penasaran dirinya dan juga sang anak tentang alur bisnis Pinjol ilegal. Untuk keperluan riset, keduanya pun sengaja melakukan peminjaman pada Pinjol ilegal dan ingin merasakan secara langsung diterror oleh Debt Collector yang bertindak tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Nah, lewat film ini, penonton bisa dengan mudah merasakan bagaimana situasi seseorang yang terjebak dalam lingkaran setan Pinjol ilegal tersebut. Fajar Nugros dan Husein Atmodjo dengan leluasa memberikan moment-moment komedi kelam yang bikin penonton tertawa miris melihat Dina menghadapi kejamnya kehidupan ibukota. Interaksi dan aktivitas para karyawan di kantor Pinjol ilegal yang ada dalam film SLEEP CALL (2023) ini benar-benar menyentil banget. Special mention untuk karakter Nur yang diperankan oleh Rachel Vennya. Debut aktingnya di film ini berhasil mencuri perhatian dan Effortless banget.


Selain menyentil tentang fenomena Pinjol ilegal, film SLEEP CALL (2023) juga semakin "merakyat" dengan menyajikan plot tentang fenomena Dating Apps dan issue ketimpangan sosial antara si kaya dengan si miskin. Lewat film ini, penonton bisa melihat secara gamblang jika dunia maya itu bisa saja berbanding terbalik dengan apa yang ada di dunia nyata, serta potret miris tentang si miskin menjadi sebuah "hiburan" bagi si kaya. Beberapa fenomena tersebut kemudian dikombinasikan menjadi sebuah sajian Thriller Suspense saat film ini mulai menunjukkan Dina yang sesungguhnya. Fajar Nugros berhasil memberikan kejutan yang berlapis dan tak terduga di penghujung film. Namun sayang, aku agak kurang sreg dengan pemilihan akhir cerita dari nasib Dina yang malah memilih jalan untuk menonjolkan background story keluarganya. Padahal perjalanan kerasnya bertahan hidup dan mendapat tekanan mulai dari sang ibu yang tinggal di RSJ, terjebak Pinjol ilegal hingga terbuai oleh Datings Apps sudah sangat cukup untuk mengubah Dina menjadi seperti yang ada di ending film.


Untuk jajaran pemain, penampilan paling mengesankan tentunya datang dari Laura Basuki. Ia berhasil menyajikan ragam emosi serta gesture yang memukau dari awal sampai akhir film. Film SLEEP CALL (2023) ini diibaratkan sebagai ajang Fan Service bagi penggemar Laura Basuki, karena penonton bisa melihat performa dari sang aktris yang belum pernah kita lihat selama ini. Aku juga suka dengan penampilan Kristo Immanuel yang bisa tampil serius dan terasa progres peningkatan kualitas aktingnya. Beberapa aktor lain seperti Bio One, Bront Paralae, Della Dartyan, Jenny Zhang, Niken Anjani hingga Rukman Rosadi memberikan penampilan yang pas dan tak terlalu mengecewakan.
Overall, film SLEEP CALL (2023) berhasil menjadi sebuah sajian Thriller Suspense dengan kemasan lebih realistis dan juga merakyat. Salah satu film terbaik dari Fajar Nugros dan juga IDN Pictures tentunya.


[8.5/10Bintang]