Wednesday, 27 December 2023

[Review] 13 Bom Di Jakarta: Aksi Menegangkan Badan Intelejen Melawan Kelompok Terorisme Berbahaya!



#Description:
Title: 13 Bom Di Jakarta (2023)
Casts: Chicco Kurniawan, Ardhito Pramono, Lutesha, Rio Dewanto, Putri Ayudya, Ganindra Bimo, Niken Anjani, Rukman Rosadi, Muhammad Khan, Andri Mashadi, Aksara Dena, Alyssa Abidin
Director: Angga Dwimas Sasongko
Studio: Visinema Pictures, Indodax, Legacy Pictures, Volix Pictures


#Synopsis:
Aktivitas di Ibukota Jakarta yang ramai tiba-tiba digemparkan dengan aksi terorisme. Sekelompok orang mengintai dan menyandera mobil milik Percetakan Uang Negara. Tak disangka, kelompok tersebut ternyata memiliki amunisi senjata, kendaraan dan perencanaan yang sangat matang. Pihak kepolisian bahkan gagal menghentikan aksi terorisme tersebut. Mobil milik Percetakan Uang Negara berhasil dilumpuhkan dengan bom. Setelah berhasil melumpuhkan mobil tersebut, kelompok terorisme kemudian menyebar sebuah video ancaman dari nama anonim Arok (Rio Dewanto) yang menjelaskan jika mereka meminta tebusan uang dalam bentuk kripto sebanyak 100 Bitcoin melalui Indodax. Jika permintaan tersebut tidak diwujudkan, mereka siap meledakkan 13 bom lainnya setiap delapan jam sekali yang sudah disebar di seluruh wilayah Jakarta.



Aksi terorisme dan ancaman tersebut langsung menarik perhatian banyak kalangan. Pihak pemerintah mendesak Indonesia Counter Terrorism Agency (ICTA) untuk segera menghentikan aksi terorisme tersebut agar tidak menimbulkan lagi banyak korban. Ketua ICTA yaitu Pak Damaskus (Rukman Rosadi) langsung memerintahkan Karin (Putri Ayudya) untuk melakukan penyidikan lebih mendalam dan Emil (Ganindra Bimo) terjun ke lapangan untuk menangkap pemilik perusahaan layanan kripto Indodax yaitu Oscar (Chicco Kurniawan) dan William (Ardhito Pramono) yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme tersebut.


Waktu terus bergulir. Oscar dan William untuk sementara ditangkap oleh ICTA. Mereka diinterogasi untuk mencari tahu alasan tentang Indodax yang menjadi sarana transaksi pihak teroris meminta uang tebusan. Oscar dan William tidak tahu menahu tentang kelompok aksi terorisme tersebut. Oscar menjelaskan Indodax hanya digunakan sebagai media transaksi Bitcoin saja dan sama sekali bukan bagian dari mereka. William yakin jika kelompok teroris tersebut sangat memahami tentang keunggulan transaksi menggunakan Bitcoin yang dimana tidak bisa dilacak oleh sistem keamanan apapun. ICTA terpaksa tetap menahan Oscar dan William sampai keberadaan kelompok teroris ditemukan. Oscar kemudisn berinisiatif untuk membantu ICTA melacak keberadaan kelompok terorsi itu. Untuk melakukan hal tersebut mereka berdua harus mengirimkan 100 Bitcoin sesuai kesepakatan. Nantinya, IP Address dari kelompok teroris itu bisa terdeteksi saat mereka mengakses akun Indodax untuk proses pencairan 100 Bitcoin. Rencana tersebut membuahkan hasil. Mereka berhasil menemukan alamat IP Address yang berasal dari sebuah gedung yang berada di sebelah Menara Bursa Efek Indonesia.



Emil dan timnya langsung bergegas pergi ke gedung yang diduga menjadi tempat keberadaan kelompok teroris. Setibanya disana, ternyata pasukan Emil dijebak dan mereka tidak menemukan apapun. Yang ada, mereka dikejutkan dengan ledakan bom di salah satu lantai di Menara Bursa Efek Indonesia. Aksi pengeboman tersebut menyebabkan pemerintah Indonesia membatasi kegiatan warga diluar rumah dan memberlakukan perintah jam malam.


Oscar dan William kemudian meminta izin pada Karin untuk mengambil laptop dan beberapa data penting di kantor untuk menyelidiki lebih jauh tentang keberadaan kelompok teroris tersebut. Karin pun memerintahkan asistennya yaitu Gita (Niken Anjani) untuk mengawal Oscar dan William ke kantor mereka. Setibanya di kantor, mereka kedatangan tunangan dari William yaitu Agnes (Lutesha) yang terkejut saat mengetahui Indodax dianggap sebagai bagian dari teroris. Mereka bertiga kemudian mengatur rencana untuk kabur dari pihak ICTA. Akankah semua rencana teroris yang mengguncang Ibukota Jakarta ini bisa dihentikan?


#Review:
Rumah produksi Visinema Pictures kembali menghadirkan film action terbarunya yang menjadi film Indonesia penutup di tahun 2023 berjudul 13 BOM DI JAKARTA (2023). Aku berkesempatan hadir pada acara Press Conference dan Gala Premiere film ini yang sukses digelar pada Kamis, 21 Desember lalu di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Pada kesempatan tersebut, sutradara Angga Dwimas Sasongko mengungkapkan film 13 BOM DI JAKARTA (2023) menggabungkan semua elemen yang sering ditemukan dalam film-film action seperti aksi baku tembak senjata, kejar-kejaran mobil, fighting hingg adegan ledakan mobil semuanya bisa disaksikan oleh penonton di film ini. Hal menarik lainnya turut diungkapkan oleh Rio Dewanto, Putri Ayudya, Ganindra Bimo dan Niken Anjani yang dimana mereka mendapat pelatihan bootcamp militer sebelum menjalani proses pengambilan gambar. Hal tersebut harus dilalui agar mereka terbiasa dengan gaya hidup disiplin serta tata cara penggunaan senjata yang sesuai dengan prosedur.




Film 13 BOM DI JAKARTA (2023) menjadi sajian film aksi kriminal terbaru dari Visinema Pictures setelah sebelumnya sukses menggebrak dunia perfilman tanah air dengan perubahan drastis lewat film BEN & JODY (2022) dan film ikonik MENCURI RADEN SALEH (2022), yang sukses mencuri perhatian para pecinta film Indonesia. Untuk segi cerita, film 13 BOM DI JAKARTA (2023) sudah jelas memiliki nilai tersendiri dibandingkan dua film action Visinema Pictures sebelumnya. Lewat film ini, Angga Sasongko berusaha tampil lebih ambisius dengan plot cerita yang lebih besar dengan melibatkan banyak karakter serius didalamnya. For the first time juga sih kayaknya, product placement bisa menjadi bagian penting dalam plot utama sebuah film layar lebar. Untungnya eksekusi cerita tentang Indodax di film ini menurutku masih reasonable karena masih bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Development character dari anggota ICTA dan para teroris di film ini juga bagus. Penonton bisa merasakan dua sisi dari sudut pandang kedua belah pihak dengan berimbang. Intensitas ketegangan bisa sedikit mencair berkat tektokan trio Indodax yaitu Oscar, William dan Agnes. Ketiganya berhasil bertransformasi menjadi karakter yang mendukung keseluruhan cerita, meskipun awalnya terasa menjadi beban bagi ICTA. Hahaha.
Yang sedikit mengganggu bagiku mungkin penyelesaian konflik yang sudah tercipta sangat besar disini terlalu dibuat buru-buru. Ditambah lagi, adegan final battle di ruang server nya kurang sangar nih!


Untuk segi audio dan visual, film 13 BOM DI JAKARTA (2023) sangat berhasil memanjakan seluruh indera pengelihatan dan pendengaran. Semua adegan aksi yang melibatkan senjata, baku hantam, aksi kejar-kejaran hingga ledakan dahsyat terdengar menggelegar di bioskop. Teknik pengambilan gambar khas film-film aksi pun dilakukan sangat apik dan mengalami peningkatan cukup drastis dibandingkan dua film action Visinema Pictures sebelumnya. Efek visual kejadian ledakan bom di film ini sukses membuatku terkejut. Kapan lagi bisa melihat banyak fasilitas publik di Ibukota Jakarta diserang oleh aksi terorisme. Ngeri!




Untuk jajaran pemain, penampilan aktor dewasa Rio Dewanto, Putri Ayudya, Rukman Rosadi, Ganindra Bimo, Niken Anjani hingga Muhammad Khan sukses membuatku terpukau. Rio Dewanto secara mengejutkan berhasil mengemban tugasnya sebagai ketua serangan teroris demi membalaskan amarahnya yang selama ini terkubur. Putri Ayudya dan Rukman Rosadi tak perlu diragukan lagi dengan kualitas akting mereka. Penampilan totalitas juga berhasil dilakukan oleh Ganindra Bimo, Niken Anjani dan Muhammad Khan. Mereka bertiga another steal the show. Kemunculan mereka berdua dengan sikap tegasnya selalu kutunggu disepanjang film. Penampilan aktor muda Chicco Kurniawan, Ardhito Pramono dan Lutesha ternyata tak kalah bagusnya. Ketiganya dengan kompak bisa mengimbangi para aktor dewasa dengan gaya mereka yang selalu mencuri perhatianku, especially Lutesha. Moment panik hingga aksi kebut-kebutan mereka bertiga sangat seru dan menegangkan!


Overall, film aksi 13 BOM DI JAKARTA (2023) menjadi angin segar yang luar biasa di penghujung tahun 2023 ditengah gempuran film-film horror. You did it again mas Angga!


[9/10Bintang]

Monday, 25 December 2023

[Review] Saltburn: Kegilaan Dan Obsesi Mahasiswa Terhadap Orang Tajir Yang Ada Di Kampus!


#Description:
Title: Saltburn (2023)
Casts: Barry Keoghan, Jacob Elordi, Rosamund Pike, Richard E. Grant, Alison Oliver, Archie Madekwe, Carey Mulligan, Paul Rhys, Reece Shearsmith, Dorothy Atkinson, Ewan Mitchell
Director: Emerald Fennell
Studio: MGM Studios, Amazon, Prime Video


#Synopsis:
Oliver Quick (Barry Keoghan) berhasil mendapatkan beasiswa di Universitas Oxford dan masuk sebagai mahasiswa baru di tahun 2006. Oliver yang pendiam dan berpenampilan kutu buku membuatnya jarang berinteraksi dengan mahasiswa lain. Satu-satunya orang yang mau dekat dengan Oliver yaitu Michael (Ewan Mitchell) karena sama-sama mahasiswa kuper dan kutu buku.


Waktu terus berjalan. Oliver berharap tak selamanya menjadi anak kuper. Ia ingin menjalin pertemanan dengan banyak orang. Salah satunya dengan Felix Catton (Jacob Elordi), mahasiswa populer berparas tampan yang digilai banyak perempuan. Namun Oliver belum berani untuk akrab dengan Felix dan juga teman-temannya. Suatu ketika saat berangkat menuju ke perpustakaan, Oliver tak sengaja melihat Felix yang sepedanya rusak. Felix harus buru-buru karena akan segera masuk ke kelas untuk ujian. Dengan berbaik hati, Oliver meminjamkan sepedanya ke Felix. Setelah kejadian itu, Felix sangat berterima kasih kepada Oliver karena berkat dirinya ia bisa mengikuti ujian dan lolos ke semester berikutnya. Oliver kemudian diajak Felix untuk menghabiskan malam di bar bersama dengan teman-temannya.


Keesokan harinya, Oliver mendapat kabar jika ayahnya mengalami kecelakaan setelah sekian lama depresi karena sikap ibunya yang sering mabuk-mabukan. Oliver kemudian menceritakan kabar duka tersebut pada Felix. Tak ingin sahabatnya terus berlarut dalam kesedihan, Felix berinisiatif untuk mengajak Oliver menghabiskan waktu libur kuliah musim panas di rumahnya. Ajakan tersebut membuat Oliver senang dan tidak sabar untuk segera berliburan bersama dengan Felix di rumahnya.


Oliver menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk menuju ke kediaman Felix yang bernama Saltburn. Namun ia tetap semangat dan bahkan tiba lebih awal dari yang sudah direncanakan. Setibanya di Saltburn, Oliver dibuat takjub saat melihat kediaman keluarga Felix yang berbentuk istana. Ia kemudian disambut oleh pelayanan dan diantar langsung untuk menemui Felix. Disana, Oliver bertemu dengan ayah dan ibunya Felix yaitu James Cotton (Richard E. Grant) dan Elspeth Catton (Rosamund Pike), kemudian Venetia (Alison Oliver) yang merupakan adik kandung Felix dan Farleigh Start (Archie Madekwe), sepupu dari Felix asal Amerika dan yang terakhir yaitu Pamela (Carey Mulligan), teman dari Elspeth.
Kehadiran Oliver disambut hangat oleh keluarga Felix. Mereka juga memberikan perhatian ekstra dan turut berbelasungkawa atas kematian ayahnya Oliver. Elspeth dan James bahkan siap merencanakan pesta meriah di rumah mereka setelah mengetahui sebentar lagi Oliver akan segera berulang tahun. Selama menghabiskan waktu libur musim panas di Saltburn, Oliver diam-diam memantau segala aktivitas Felix. Selain itu, ia juga sering meladeni Venetia yang selalu berusaha menggodanya. Apa yang dilakukan oleh Venetia dan Oliver tersebut tak sengaja terlihat oleh Farleigh. Ia pun langsung memberitahukan hal tersebut pada Felix.



Setelah mengetahui Farleigh mengadu pada Felix, Oliver langsung membantah semua tuduhan Farleigh dan mengatakan jika apa yang diucapkan Farleigh itu bohong. Beruntung, Felix lebih mempercayai Oliver. Malam harinya, Oliver mengancam Farleigh untuk tidak berbicara sembarangan lagi dan keesokan harinya, Farleigh diusir oleh James dan Elspeth karena ketahuan telah mencuri beberapa barang koleksi berharga yang ada di Saltburn.



Menjelang libur musim panas berakhir, Felix tak sengaja mengangkat telepon milik Oliver saat sedang berada di kamar mandi. Felix berbicara dengan seorang perempuan yang mengaku ibunya Oliver dan meminta untuk segera pulang ke rumah sebelum masuk kembali kuliah. Felix langsung membawa Oliver pulang bertemu dengan ibunya. Felix juga sudah tidak sabar untuk bisa berkenalan dengan keluarga Oliver yang tinggal di Prescot. Setibanya di rumah Oliver, Felix dibuat terkejut saat mengetahui jika kedua orangtua Oliver tidak seperti yang diceritakan oleh temannya itu. Bahkan ayahnya Oliver masih hidup dan mereka berdua sangat menyayangi Oliver. Setelah selesai mengunjungi kedua orangtua Oliver, Felix pun sangat kecewa karena Oliver telah berbohong tentang keluarganya. Ia meminta Oliver untuk segera pergi dari Saltburn setelah pesta ulang tahun yang sudah direncanakan oleh orangtuanya.


Di pesta perayaan ulang tahunnya, Oliver merasa sedih dan kecewa karena telah membohongi Felix. Ia pun akhirnya mengungkapkan perasaannya pada Felix, meskipun Felix tak pernah membalas perasaan Oliver. Kejadian tak terduga dialami oleh Felix dan terus berlanjut ke seluruh keluarganya yang ada di Saltburn. Apa yang sebenarnya terjadi?


#Review:
Di era Pandemic CoVid-19 lalu, aktris asal Inggris yaitu Emerald Fennell sukses mencuri perhatian para pecinta film lewat debut perdana sebagai sutradara lewat film PROMISING YOUNG WOMAN (2020). Film tersebut berhasil masuk 5 nominasi Academy Awards dan memenangkan 1 piala Oscars untuk kategori Best Original Screenplay. Tiga tahun kemudian, Emerald Fennell kembali hadir dengan film terbarunya yang berjudul SALTBURN (2023). Tidak main-main, ia menggandeng empat aktor besar yang populer di Hollywood yaitu 'Druig' Barry Keoghan, Jacob Elordi, Rosamund Pike dan Richard E. Grant.


Untuk segi cerita, film SALTBURN (2023) menghadirkan drama black komedi tentang obsesi seorang mahasiswa yang ingin menjadi orang kaya. Premis menarik ini terakhir aku nonton di film peraih piala Oscars yaitu PARASITE (2019) asal Korea Selatan. Nah ditangan Emerald Fennell, premis tersebut dibalut dengan nuansa romansa yang menjerat karakter Oliver, Felix, Farleigh dan Venetia. Penonton bisa merasakan bagaimana manipulatifnya sosok Oliver demi mengejar apa yang ia inginkan. Beberapa hal yang ia lakukan dibuat cukup realistis dan bisa ditemukan di kehidupan kita sehari-hari. Contohnya saat kelakuan si Oliver yang berusaha caper dengan menjual kesedihan dan mengundang empati dari Felix dan keluarganya. Fennell kemudian menyentil issue sosial orang-orang berduit yang kadang memang empati tapi disatu sisi mereka juga suka julid dan mudah dibodoh-bodohi. Hahaha. Klimaks dan plot twist mencengangkan dibeberkan pada penonton di babak akhir film. Jujur sih, plot twist film SALTBURN (2023) menurutku agak sedikit merusak pesona yang sudah dibangun oleh Oliver disepanjang durasi film. Andai saja plot twist tersebut tidak digunakan, menurutku bakal jauh impactful kepada penonton.


Untuk jajaran pemain, Barry Keoghan menjadi bintang paling bersinar di film ini. Penampilan berani dan out of the box nya dalam memerankan karakter Oliver sukses membuatku berekspresi jaw dropped. Adegan bathtub, graveyard dan teasing masing-masing anggota keluarga Felix membuktikan totalitas dari seorang Barry Keoghan. Ensemble casts lainnya pun mampu melengkapi kegilaan yang terjadi di istana Saltburn.
Overall film SALTBURN (2023) salah satu film mengejutkan dan mencuri perhatianku di tahun ini. Masih speechless dengan endingnya! Haha.


[9/10Bintang]

Sunday, 24 December 2023

[Review] Layangan Putus The Movie: Akhir Cerita Drama Kinan, Aris Dan Lydia!



#Description:
Title: Layangan Putus The Movie (2023)
Casts: Reza Rahadian, Raihaanun, Anya Geraldine, Graciella Abigail, Marthino Lio, Raquel Katie, Brigitta Cynthia, Ira Wibowo, Willem Bevers, Ruth Marini, Lala Choo, Adil Luca, Bukie Mansyur
Director: Benni Setiawan
Studio: MD Pictures


#Synopsis:
Setelah resmi bercerai, Kinan (Raihaanun) dan Aris (Reza Rahadian) menjalani hidup masing-masing. Kinan memutuskan move-on bersama dengan anak semata wayangnya, Raya (Graciella Abigail) dan kembali bekerja sebagai dokter di rumah sakit. Sementara itu, Aris tinggal bersama dengan Lydia (Anya Geraldine).
Kinan dan Aris sepakat untuk tetap akur dan menjalani komunikasi yang baik demi kebaikan Raya. Mereka ingin Raya tetap merasakan kasih sayang secara lengkap dari ibu dan ayahnya meskipun kini sudah berpisah. Namun sayang, semua usaha yang dilakukan Kinan dan Aris agar semuanya terlihat baik-baik saja itu tidak bisa dirasakan oleh Raya. Rasa sedih melihat sang ayah kini tidak tinggal satu rumah dengan ibunya dan lebih memilih bersama dengan Lydia selalu diperlihatkan oleh Raya.
Lydia pun selalu berusaha menjadi calon ibu tiri yang baik bagi Raya. Namun sayang, semua usaha Lydia agar bisa akrab dan dekat dengan Raya tak pernah membuahkan hasil. Ia justru jadi sering bertengkar dengan Aris karena Raya. Lydia yang awalnya sangat yakin bisa hidup bahagia dengan Aris malah jadi ragu karena Aris masih memprioritaskan kepentingan anaknya itu.
Sementara itu, Kinan jadi semakin sibuk setelah kembali ke rumah sakit. Untungnya ia selalu meluangkan waktu bersama dengan Raya setelah selesai bekerja. Melihat Kinan yang kini sudah bangkit dan kembali melanjutkan hidupnya membuat para sahabatnya yaitu Andre (Marthino Lio), Lola (Raquel Katie) dan Dita (Brigitta Cynthia) sangat senang. Bahkan, Andre semakin intens menunjukkan perasaannya terhadap Kinan.
Waktu terus berlalu. Aris dan Lydia akhirnya resmi menikah. Acara pernikahan mereka turut dihadiri oleh Kinan bersama dengan Raya dan juga Andre. Tak sedikit para tamu undangan yang dibuat terkejut melihat mantan istri Aris datang. Eskpresi canggung dari Aris dan juga Lydia pun tidak bisa mereka tutupi.
Meskipun kini sudah menikah, rupanya permasalahan rumah tangga tetap saja menghampiri Lydia dan jug Aris. Lydia sering kecewa dan sakit hati karena sikap Raya masih saja menjaga jarak dengan dirinya. Hal tersebut membuat Aris kesal dan menganggap Lydia tidak bisa memaklumi perasaan anak kecil yang hancur gara-gara orangtuanya berpisah. Masalah lain kembali muncul disaat Raya tiba-tiba kabur saat sedang bermain dengan Lydia di mall. Mendengar kabar hilangnya Raya membuat Kinan sangat marah terhadap Aris dan juga Lydia. Kejadian tersebut membuat Lydia merasa sangat bersalah karena telah menghancurkan hubungan baik antara Aris dengan Raya.
Sejak kejadian tersebut, Lydia khawatir jika Aris ternyata masih menyimpan rasa cinta dan sayang pada Kinan. Bahkan pada suatu malam, Lydia pernah bermimpi jika suaminya itu kembali rujuk dengan Kinan dan menghabiskan liburan bersama di Cappadocia, Turki. Rasa khawatir dari Lydia itu akhirnya terbukti saat dirinya memergoki Aris sedang merayakan ulang tahun Kinan dengan memberikan hadiah kalung mutiara. Aris berdalih jika rencana perayaan ulang tahun tersebut atas permintaan Raya yang ingin memberikan kejutan pada ibunya. Bagaimanakah nasib rumah tangga Lydia dengan Aris selanjutnya?


#Review:
Rumah produksi MD Pictures sukses menayangkan serial viral dan selalu jadi trending topic di akhir tahun 2021 lalu yang berjudul LAYANGAN PUTUS (2021-2022). Serial yang eksklusif tayang di platform streaming We TV tersebut bahkan memecahkan rekor sebagai salah satu serial Indonesia yang paling banyak diperbincangkan dan mencetak 15 juta penonton selama jadwal penayangan di OTT.


Melihat kesuksesan tersebut rasanya tidak mungkin bagi seorang Manoj Punjabi untuk tidak melanjutkan drama rumah tangga dari Kinan, Aris dan Lydia. Kembali menggandeng Benni Setiawan dan Oka Aurora sebagai sutradara dan penulis skenario, MD Pictures akhirnya resmi menghadirkan LAYANGAN PUTUS THE MOVIE (2023) yang merupakan sekuel dari serialnya. Keputusan untuk berlanjut menjadi format film layar lebar ini berkat dorongan dari Reza Rahadian. Ia blak-blakan tidak bersedia melanjutkan perannya sebagai Aris jika berlanjut ke musim kedua. Reza lebih tertarik konflik dan drama rumah tangga Kinan, Aris dan Lydia sebaiknya berlanjut menjadi sebuah film.
Untuk segi cerita, LAYANGAN PUTUS THE MOVIE (2023) kali ini lebih menonjolkan konflik batin dari karakter Raya, Aris dan juga Lydia. Babak pertama film, penonton mendapat point of view sebagai Raya yang harus menghadapi kenyataan pahit orangtuanya sudah berpisah dan Papip nya akan segera menikah dengan Lydia. Bonding chemistry Raya dengan Mamim Kinan dan Papip Aris disini sangatlah kuat. Memasuki babak selanjutnya, penonton disuguhkan dengan sikap menyebalkan dari Aris yang masih saja konsisten dan tak kunjung sadar juga. Agak sedikit disayangkan sih, entah kenapa penulis naskah film ini terlalu menonjolkan pendalaman karakter Aris yang seolah-olah ia tidak bersalah dan lebih menekankan jika karakter Lydia ataupun Kinan lah yang bersalah. I know, Lydia memang salah gara-gara jadi selingkuhan dan mau aja tetap nikah dengan Aris.. Tapi, sumber permasalahan utama dari drama ini kan Aris. Untungnya, akhir cerita LAYANGAN PUTUS THE MOVIE (2023) berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh mayoritas penonton. Hahaha.


Keputusan untuk mengganti format ke film layar lebar tentunya bukanlah hal yang buruk. Treatment cerita dan visual yang disajikan oleh Benni Setiawan di film ini sudah lebih dari cukup. Yang cukup disayangkan yaitu MD Pictures gagal meminang kembali Putri Marino untuk melanjutkan perannya sebagai Kinan di sekuel film layar lebarnya. Penampilan Raihaanun sebagai Kinan di film ini sangat bagus dan top notch banget. Chemistry bareng Aris maupun Raya juga gemilang. Namun bagi penonton setia serialnya, sosok Kinan sudah dilahap dengan luar biasa oleh Putri Marino. Malah aku merasakan film ini seperti sekuel dari TWIVORTIARE (2018) karena looks Raihaanun dan Reza Rahadian disini Alexandra dan Beno banget hahaha.
Penampilan Reza Rahadian sudah tidak perlu lagi dipertanyakan. Anya Geraldine kali ini mendapat screentime akting yang lumayan banyak. Peningkatan dari versi serialnya memang ada, namun saat beberapa adegan, Anya masih belum bisa mengimbangi lawan mainnya. Satu hal yang mencuri perhatianku adalah Anya Geraldine di film ini cantik banget. Yang tak boleh dilewatkan dan harus mendapat apresiasi tentunya penampilan Graciella Abigail sebagai Raya. Ia kembali berhasil menghidupkan karakter Raya, anak kecil korban perceraian orangtuanya. Gesture, range emosi, tatapan mata dan dialog yang ia lontarkan sukses membuatku terharu melihatnya. She's will be the next big thing in the future.
Overall, jika kamu penasaran dengan akhir cerita drama pelakor Kinan, Aris dan Lydia yang sempat menggegerkan Indonesia di awal tahun 2022 lalu bisa banget untuk menonton film ini. Meskipun sebenarnya, kehadiran LAYANGAN PUTUS THE MOVIE (2023) tuh menurutku tidak terlalu wajib untuk ada.


[7.5/10Bintang]

Friday, 15 December 2023

[Review] Siksa Neraka: Balasan Setimpal Untuk Empat Anak Yang Berdosa!



#Descriptions:
Title: Siksa Neraka (2023)
Casts: Rizky Fachrel, Kiesha Alvaro, Ratu Sofya, Nayla D. Purnama, Ariyo Wahab, Astri Nurdin, Slamet Rahardjo, Inggrid Widjanarko, Joseph Kara
Director: Anggy Umbara
Studio: Dee Company


#Synopsis:
Setelah lama merantau di Ibukota, Saleh (Rizky Fachrel) akhirnya pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan keluarganya. Sang ayah yaitu Syakir (Ariyo Wahab) merupakan seorang ustadz sekaligus guru mengaji di masjid bersama dengan istrinya, Ibu Rika (Astri Nurdin). Pulangnya Saleh ke rumah membuat ketiga adiknya yaitu Fajar (Keisha Alvaro), Tyas (Ratu Sofya) dan Azizah (Nayla D. Purnama) sangat senang karena sang kakak membawa hadiah untuk mereka bertiga.
Keesokan harinya, Ustad Syakir dan Ibu Rika mendapat panggilan dari desa tetangga untuk membantu proses pemakaman seorang remaja bernama Dini yang merupakan teman sekelas dari Azizah. Berdasarkan kabar yang beredar, Dini meninggal karena bunuh diri lantaran sudah tidak kuat mengalami bullying di sekolahnya. Saat kedua orangtua mereka pergi, Saleh mengajak Fajar dan Tyas untuk membantu mewujudkan cita-cita Azizah yang ingin mengikuti kompetisi menyanyi di desa tetangga. Saleh yakin jika adiknya itu bisa lolos dan nantinya masuk ke tahap selanjutnya di Ibukota. Untuk mempercepat menuju ke desa tetangga, Saleh bersama dengan ketiga adiknya mengambil jalan pintas dengan menyebrangi sungai. Dalam perjalanan menuju sungai di malam hari itu, cuaca tak bersahabat. Mereka juga bertemu dengan Pak Haji (Joseph Kara) dan Pak Hardjo (Slamet Rahardjo) yang sedang buru-buru pulang ke rumah. Pak Hardjo mewanti-wanti kepada Saleh dan ketiga adiknya untuk segera pulang ke rumah dan tidak melintasi sungai karena akan segera hujan. Namun Saleh mengabaikan peringatan dari Pak Hardjo. Mereka pun tetap pergi secepat mungkin agar Azizah tidak terlambat datang ke kompetisi menyanyi itu.
Saleh, Fajar, Tyas dan Azizah perlahan melintasi sungai secara bergandengan. Hujan pun turun dan semakin deras. Tak lama, debit air semakin meluap. Azizah pun terpeleset dan seketika langsung ikut menyeret ketiga kakaknya. Setelah hujan reda, Ustadz Syakir dan Ibu Rika pulang ke rumah. Perasaan khawatir langsung menghampiri keduanya setelah keempat anak mereka tidak ada di rumah. Keesokan harinya, warga desa memberitahukan jika mereka menemukan jasad Saleh dan Fajar mengambang di pinggir sungai. Ustadz Syakir dan Ibu Rika sangat terpukul dengan kematian dua anaknya itu. Mereka pun berharap Tyas dan Azizah bisa segera ditemukan serta masih hidup.
Kematian Saleh dan Fajar ternyata membuka rahasia dan dosa yang selama ini disembunyikan dari kedua orangtua mereka. Selama tinggal di Ibukota, Saleh sering berjudi dan pernah melakukan penipuan kepada Pak Hardjo dengan berkedok investasi asuransi. Sementara itu, Fajar diam-diam berpacaran di sekolah, sering berbohong kepada orangtuanya dan terbujuk oleh Saleh untuk mencoba jasa pijat sensual ketika berliburan ke Ibukota. Hal tersebut membuat kedua orangtua mereka terkejut dengan dosa dan aib yang diperbuat oleh Saleh dan juga Fajar. Dosa-dosa mereka berdua selama hidup akhirnya mendapatkan balasan di neraka.
Beberapa hari kemudian, jasad Azizah ditemukan tersangkut diantara bebatuan di sungai. Azizah pun masuk ke neraka karena telah mencuri barang-barang temannya di sekolah dan juga berbohong kepada kedua orangtua. Tak lama setelah itu, Tyas akhirnya ditemukan dengan kondisi pingsan. Warga pun langsung membawanya ke rumah sakit dan mengalami koma. Selama tak sadarkan diri itu, Tyas masuk ke neraka dan melihat ketiga saudaranya mendapat siksaan akibat dosa-dosa yang diperbuat. Setelah ia sadar, Tyas berusaha untuk menjadi anak yang lebih baik lagi dan berbakti kepada kedua orangtua. Namun disisi lain, Ustadz Syakir dan Ibu Rika selalu menyalahkan diri mereka karena telah gagal memberikan bekal amal dan ibadah kepada ketiga anaknya yang kini sudah meninggal dunia.


#Review:
Rumah produksi Dee Company pada pertengahan tahun kemaren sukses menghebohkan jagat sosial media gara-gara mengumumkan project film terbarunya yang berjudul SIKSA NERAKA (2023). Menggandeng sutradara Anggy Umbara dan penulis Lele Laila, film SIKSA NERAKA (2023) yang diadaptasi dari komik legendaris karya M. B. Rahimsyah tersebut akhirnya tayang di bioskop Indonesia mulai 14 Desember 2023.


Generasi yang lahir di tahun 80-90an mungkin sudah sangat familiar dengan komik SIKSA NERAKA. Komik tersebut menampilkan gambar-gambar animasi orang-orang berdosa yang mendapatkan pedihnya siksa neraka. Kala itu, komik tersebut menjadi mimpi buruk sekaligus pengingat bagi para pembacanya untuk tidak lagi berbuat dosa selama hidup di dunia ini. Untuk komiknya sendiri tidak memiliki cerita, hanya menampilkan gambar-gambar siksaan beserta penjelasan yang berdasarkan dari kitab suci Al-Qur'an. Penulis Lele Laila kali ini mempunyai tugas yang cukup berat karena harus mengadaptasi skenario dari komik yang tidak memiliki cerita didalamnya. Lalu bagaimana dengan cerita SIKSA NERAKA (2023) yang hadir dalam versi layar lebarnya ini? 
Untuk segi cerita, film SIKSA NERAKA (2023) menghadirkan drama sebuah keluarga yang orangtuanya sangat ketat dalam mendidik keempat anaknya agar kelak bisa menjadi orang yang berguna di masa depan. Selain itu, mereka juga selalu mendapat tuntutan agar berakhlak mulia agar jauh dari siksa neraka. Sebetulnya, cerita keluarga Ustadz Syakir disini akan mudah related dengan mayoritas keluarga yang ada di Indonesia, tentang bagaimana orangtua yang selalu berusaha membuat anak mereka sempurna dan berakhlak baik. Namun sayang, eksekusi Lele Laila dalam menghidupkan karakter keluarga Ustadz Syakir disini sangat monoton. Rasa bosan semakin meningkat karena setiap dialog yang dilontarkan oleh para pemain begitu hambar dan tidak ada keterikatan chemistry sama sekali. Motivasi keempat anak Ustadz Syakir yang ingin mengantar Azizah ke lomba nyanyi pun sangat lemah dan jauh dari realistis. Unsur horror dan jump scared yang dihadirkan di film ini juga terasa sekali dipaksakan untuk ada. Kemunculan aktor Slamet Rahardjo disini sangat tidak berguna dan tidak berdampak besar terhadap keseluruhan cerita. Sayang sekali.


Bagi penonton beragama Islam, pasti akan bertanya-tanya dengan tahapan manusia setelah meninggal dunia yang ada di film ini. Iya sih, setiap manusia pasti punya dosa semasa hidupnya dan dosa tersebut nantinya mendapat balasan di neraka. Di film SIKSA NERAKA (2023) ini, keempat karakter anak dari Ustadz Syakir ini langsung sat set sat set masuk neraka tanpa melalui tahapan Alam Barzah, Yaumul Baats, Yaumul Mahsyar, Yaumul Hisab, Yaumul Mizan dan Yaumul Shirath. Mungkin Anggy Umbara dan Lele Laila ingin mempersingkat durasi saja dan lebih memfokuskan cerita di neraka nya saja biar sesuai dengan judul film. Tapi yang menurutku ajaib dari alur cerita film ini yaitu saat karakter Saleh, Fajar dan Azizah di neraka, kok mereka bisa berusaha saling tolong menolong?! Terus yang lebih kontras lagi, sosok Ustadz Syakir selalu berusaha menjadi orang yang sempurna di mata warga, tapi saat berhadapan dengan anak-anaknya sendiri, sikapnya sangat jomplang. Moment life lesson kemudian dimunculkan di babak akhir film kepada keluarga Ustadz Syakir.
Untuk urusan visual, film SIKSA NERAKA (2023) berhasil menyajikan visual pedihnya siksaan-siksaan di neraka untuk para pendosa. Budget 5 Miliar Rupiah yang dihabiskan Dee Company untuk memvisualisasikan gambaran neraka dan siksaannya disini terbilang bagus dan memuaskan. Bahkan beberapa adegan penyiksaannya dilakukan secara close-up dan terus-menerus. Lumayan ke-trigger sih jadi langsung ingat dosa-dosa yang telah diperbuat selama hidup. Terima kasih loh Dee Company sudah membuatku dan penonton lain jadi takut akan siksa neraka.


[6.5/10Bintang]

Friday, 1 December 2023

[Review] Panggonan Wingit: Mengungkap Terror Sadis Yang Ada Di Hotel Angker!



#Description:
Title: Panggonan Wingit (2023)
Casts: Luna Maya, Christian Sugiono, Bianca Hello, Firstriana Aldila, Rafael Adwel, Budi Ros, Oce Permatasari, Egy Fedly, Hami Diah, Nesya Chandria
Director: Guntur Soeharjanto
Studio: Hitmaker Studios, Legacy Pictures


#Synopsis:
Setelah kematian sang ayah yang meninggalkan banyak utang, Raina (Luna Maya) dan adiknya, Fey (Bianca Hello) harus kehilangan tempat tinggal di Jakarta. Mereka pun memutuskan pergi ke Semarang untuk menemui kakek dan neneknya. Setibanya disana, Raina dan Fey akhirnya baru mengetahui jika almarhum ayah mereka memiliki warisan berupa hotel yang bernama Ambar Mangun. Kakek dan nenek mereka meminta Raina untuk melanjutkan bisnis hotel mendiang ayahnya itu yang sudah berjalan cukup lama. Mereka juga mempersilahkan Raina dan Fey untuk tinggal di hotel tersebut ketimbang harus menyewa rumah. Namun sebelum itu, sang nenek memperingatkan Raina dan Fey untuk tidak masuk ke area lantai 3 hotel yang sengaja ditutup dengan alasan sedang renovasi.
Malam harinya, Raina melihat cahaya merah cukup terang yang berasal dari salah satu ruangan di lantai 3 hotel. Raina pun bergegas pergi menuju hotel. Saat menuju tangga ke lantai 3, Raina mendengar suara tangis perempuan yang cukup keras. Ia kemudian membuka akses pintu lantai 3 dengan cara mendobraknya dan langsung menuju ke kamar yang terdengar suara tangisan itu. Raina dibuat terkejut melihat sesosok perempuan serba putih sedang duduk di pojok kamar sambil mengucapkan "telu dino, tengah wengi". Raina pun langsung menutup pintu kamar tersebut dan pergi meninggalkan lantai 3 hotel.
Keesokan harinya, Raina menceritakan apa yang ia alami tadi malam kepada kakek dan neneknya. Mendengar apa yang dialami oleh Raina membuat sang nenek terkejut sekaligus marah. Ia sudah mewanti-wanti Raina agar tidak naik ke lantai 3 namun malah dilanggar. Setelah Fey berangkat sekolah, Hotel Ambar Mangun kedatangan pihak kepolisian yang sedang melakukan investigasi atas kematian sadis yang dialami oleh karyawan baru hotel bernama Ningsih (Hami Diah). Penelusuran tersebut turut melibatkan wartawan asal Jakarta bernama Ardo (Christian Sugiono) yang tak lain adalah mantan pacar dari Raina. Mendengar kabar kematian karyawan hotel membuat Raina terkejut. Ia menyayangkan sikap kakek dan neneknya yang merahasiakan kejadian tersebut kepada dirinya dan juga Fey. Raina terpaksa tetap tinggal di hotel karena ia belum mempunyai uang yang cukup untuk menyewa rumah.
Hari pertama setelah Raina naik ke lantai 3 hotel, ia mulai mengalami hal-hal mistis. Setelah ditelusuri lebih jauh dan diceritakan oleh kakek dan neneknya, rupanya Raina terkena kutukan dari hantu penunggu yang ada lantai 3 hotel. Dalam waktu tiga hari kedepan, Raina akan mengalami serangkaian gangguan gaib yang nantinya berujung dengan kematian tragis. Mendengar hal tersebut membuat Raina panik dan ketakutan. Bersama dengan Ardo, ia berusaha menghentikan kutukan itu sekaligus mencari tahu tentang masa lalu dari sosok perempuan serba putih yang ada di lantai 3 hotel Ambar Mangun tersebut.
Dengan bantuan seorang dukun bernama Ki Danang (Egy Fedly), mereka berusaha berkomunikasi dengan sosok gaib itu. Setelah ditelusuri, ternyata masa lalu dari sosok gaib tersebut ada kaitannya dengan masa lalu dari keluarga Ardo dan juga Raina. Rahasia apa yang sebenarnya terjadi diantara keluarga mereka?


#Review:
Rumah produksi Hitmaker Studios kembali merilis film horror terbarunya berjudul PANGGONAN WINGIT (2023). Film ini menjadi kolaborasi kedua bagi Luna Maya dan Christian Sugiono sebagai pasangan dalam film horror setelah sebelumnya lewat film RUMAH KENTANG: THE BEGINNING (2019) yang sama-sama diproduksi oleh Hitmaker Studios.


Untuk segi cerita, Hitmaker Studios cukup konsisten menghadirkan gaya horror yang berkiblat pada budaya kebarat-baratan dan dikombinasikan dengan gaya horror ketimuran khas Indonesia. Namun sayang, treatment cerita di film PANGGONAN WINGIT (2023) ini menurutku cukup membosankan karena tidak memberikan sesuatu yang baru. Karakter utama berasal dari kota besar lalu pindah ke kota kecil, tinggal di tempat yang angker, melanggar larangan, dihantui oleh penunggu tempat angker kemudian ingin memecahkan misteri yang terjadi dan berakhir dengan plot twist khas Hitmaker Studios. Ditambah lagi ada beberapa adegan di film ini terlalu repetitif dan jatuhnya konyol, seperti melanggar untuk naik ke lantai 3 hotel tapi tetap saja dilakukan berkali-kali! Yang lebih mencengangkannya lagi, plot twist tentang setan serba putih yang memiliki keterkaitan dengan masa lalu orangtua Raina dan Ardo eksekusinya sumpah sinetron banget. Adegan flashback masa muda karakter Baskara alias Januar yang diperankan oleh Rafael Adwel terasa panjang dan cukup melelahkan. Adegan Raina dan Ardo yang seharusnya epic saat kejar-kejaran di ruang bawah tanah pun tiba-tiba jadi anti klimaks karena cara menghentikan kutukan dari setan serba putih itu "romantis" banget hahaha. Ditambah lagi, Guntur Soeharjanto dan Riheam Junianti menyelipkan unsur religi secara tiba-tiba yang menurutku terlalu dipaksakan hadir menjelang babak akhir film. Tagline "Film Horror Tersadis di Tahun 2023" yang digembar-gemborkan oleh film ini menurutku masih jauh dari kata sadis. Iya sih, adegan membelah kepala dan kulit terkelupas itu eksekusinya bagus dan prostetiknya juara banget, tapi sayang cuma dua adegan itu saja yang memang sadis. Sisanya ya cuma sekedar parade jumpscared basic dengan aransemen scoring music yang menggelegar dan juga super dramatis.


Untuk jajaran pemain, Hitmaker Studios dan Soraya Films memang sangat setia memasang nama-nama aktor blasteran untuk setiap film-filmnya. Gak ada yang salah juga sih, akting Luna Maya, Christian Sugiono dan aktor-aktor blasteran lain juga tidak jelek di setiap film yang Hitmaker atau Soraya produksi, namun sisi realistis dari visual para aktor dengan plot cerita yang ada dalam film ini berasa jauh dari kenyataan aja gitu.
Overall, film PANGGONAN WINGIT (2023) seharusnya bisa menjadi lore horror yang otentik jika dikemas lebih sederhana lagi, karena potensi cerita hotel angker yang ada di Semarang, Jawa Tengah ini sudah menjadi salah satu urban legend.


[7/10Bintang]