Saturday, 31 July 2021

[Review] Ghibah: Ketika Hobi Membicarakan Orang Lain Menjadi Malapetaka



#Description:
Title: Ghibah (2021)
Casts: Anggika Bolsterli, Verrell Bramasta, Zsa-Zsa Utari, Arafah Rianti, Josephine Firmstone, Jerry Likumahuwa, Adila Fitri, Asri Welas, Opie Kumis, Unique Priscilla, Willem Bevers, Rizky Mocil
Director: Monty Tiwa
Studio: Dee Company, Blue Water Productions, MD Pictures, Disney Plus Hotstar


#Synopsis:
Firly (Anggika Bolsterli) dan Ulfa (Arafah Rianti) yang baru saja pulang dari kampus, dipanggil oleh Mang Opie (Opie Kumis) dan Umi Asri (Asri Welas) untuk membantu mereka melihat kondisi Okta (Adila Fitri) yang dari sore hari berteriak-teriak dari dalam kamar kostnya. Firly pun mencoba masuk ke kamar dan menemukan Okta yang sedang bersembunyi dan terlihat sangat ketakutan. Okta pun langsung menyerahkan semua tugas yang baru saja diselesaikan untuk segera diberikan kepada Arga (Verrell Bramasta), pimpinan redaksi organisasi warta berita di kampusnya.



Menjelang hari raya Idul Adha, tim warta berita akan mengadakan acara pembagian hewan kurban. Arga meminta Yola (Josephine Firmstone) untuk meliput kegiatan tersebut. Namun ternyata, pada hari H, Yola tidak bisa datang untuk mendokumentasikan kegiatan Idul Adha dengan alasan demam. Ia meminta tolong pada Yola untuk menggantikannya. Firly pun terpaksa membatalkan janji dengan kedua orangtuanya dan bergegas pergi ke kampus untuk menggantikan Yola. Selama berada disana, Firly merasakan pusing dan mual karena melihat hewan yang disembelih. Ia tak tega melihat hewan disakiti dan akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian.




Saat acara peliputan selesai, Firly terkejut melihat postingan Instagram Story dari Yola yang sedang selfie di toilet hotel. Hal itu membuat Firly kesal karena Yola telah berbohong. Sesampainya dirumah, Firly terkejut melihat kaki sang ibu yang terluka akibat terpeleset saat mengantarkan ayahnya ke dokter. Ia pun semakin kesal dan membenci Yola karena semua kesialan itu terjadi gara-gara dia.



Keesokan harinya, Firly langsung mendatangi Yola dan memarahinya. Firly menuduh Yola lebih memilih check-in ke hotel ketimbang mengerjakan tugas yang diberikan. Mendengar hal tersebut membuat Yola sakit hati karena difitnah oleh temannya. Yola bersumpah jika ia memang demam disaat hari raya Idul Adha itu.
Disisi lain, kondisi Okta yang sudah dibawa orangtuanya ke Psikolog masih belum menunjukkan tanda membaik. Okta selalu ketakutan dan merasa ada yang mengikutinya kemana pun ia pergi. Hal serupa perlahan dirasakan juga oleh Firly. Ia mulai sering melihat penampakan dan juga mengalami hal-hal tak masuk akal.




Keadaan semakin kacau disaat Yola pun merasakan hal yang sama dengan Firly dan juga Okta. Melihat yang dialami oleh Okta, Firly dan juga Yola membuat Umi Asri harus bergerak cepat menyelamatkan mereka dari sosok yang menghantui mereka. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Firly, Okta dan Yola?


#Review:
Dee Company akhirnya melepas film horror terbarunya yaitu GHIBAH (2021) untuk tayang secara eksklusif di platform streaming Disney Plus Hotstar Indonesia mulai tanggal 30 Juli 2021. Hal seperti ini sudah lazim dilakukan gara-gara oleh Pandemi CoVid-19 yang tak kunjung usai sehingga berimbas terhadap ditutupnya kembali seluruh operasional bioskop di tanah air.


Untuk segi cerita, premis film GHIBAH (2021) ini sangatlah menarik, karena mengangkat tema tentang kebiasaan membicarakan orang lain yang sudah menjadi culture di masyarakat luas. Ide yang berawal dari duo kreator MAKMUM yaitu Riza Pahlevi dan Vidya Ariestya ini membuat Dee Company langsung menggarapnya menjadi sebuah film layar lebar. Posisi sutradara dipegang oleh Monty Tiwa yang sebelumnya sudah melahirkan film horror fenomenal KERAMAT (2009) dan POCONG: THE ORIGIN (2019). Kombinasi yang sangat menjanjikan bukan?


Tapi ternyata, film GHIBAH (2021) tak sepenuhnya seram. Monty Tiwa dan tim penulis naskah membawa film ini ke arah horror komedi namun tetap memberikan development story yang baik, terutama disaat moment investigasi untuk mengungkap penyebab yang terjadi pada ketiga tokoh perempuan. Tahap demi tahap halusinasi dan rasa takut yang dirasakan oleh Firly dieksekusi dengan sangat baik berkat sisi teknisnya yang mumpuni. Terror menyeramkan sekaligus menjijikan terus dialami Firly yang notabene ia seorang vegetarian. Visual efek yang dihadirkan terbilang efektif membuat penonton jijik. Moment paling memorable bagiku dalam film ini disaat wajah salah satu pemain bersimbah darah dan terkelupas di depan cermin. Selain itu, Monty Tiwa tidak terlalu mabok jumpscared dalam film GHIBAH (2021) ini. Adegan exorcism dengan kearifan lokal yang dilakukan Umi Asri tampil cukup mencekam dan langsung teringat pada salah satu adegan exorcism ikonik di film Hollywood. Namun sayang, di film ini masih ada saja beberapa plothole yang tidak tertutup dengan rapi. Beberapa diantaranya yang membuatku janggal seperti penjelasan ketika seseorang sedang melakukan Ghibah itu memangnya harus selalu menguap terlebih dahulu agar Jin Ifrit masuk ke dalam tubuh orang tersebut? Selain itu, adegan khutbah usai sholat Idul Adha pun terasa sedikit berlebihan dan terkesan terlalu menggurui. Elemen komedi yang ditonjolkan dalam film ini juga sangat over-use terutama disaat moment-moment krusial dan serius. Andai saja Opie Kumis dan Arafah Rianti bisa menahan untuk tidak melucu di beberapa adegan penting mungkin akan berpengaruh cukup signifikan terhadap intens ketegangan film ini.


Untuk jajaran pemain, Anggika Bolsterli untuk yang kesekian kalinya berhasil memerankan karakter penuh dengan effort dalam setiap adegannya. Rasanya tidak tega melihat Anggika yang berlumuran darah berkali-kali, kesiram air toilet sampai bergerilya di kubangan lumpur. Selain Anggika, penampilan Asri Welas yang biasanya selalu memancing tawa penonton, kali ini ia bisa berakting dengan serius. Penampilan karakter pendukung yang mayoritas tidak berkontribusi banyak terhadap inti cerita juga tidak bisa dibilang jelek maupun bagus, karena terbatas dan minimnya development character dari mereka semua.


Overall, film GHIBAH (2021) memang jauh lebih unggul dari segi teknis ketimbang film MAKMUM (2019). Namun untuk kadar horror yang mengesankan, film yang dibintangi Tissa Biani itu sedikit lebih baik daripada film ini. Seperti salah satu dialog yang diucapkan Arafah Rianti, "Hah? Cuma ghibah doang?"


[6.5/10Bintang]

[Review] Assalamualaikum: Kisah Bule Yang Belajar Islam Dan Menemukan Cintanya Di Garut



#Description:
Title: Assalamualaikum - First Season (2021)
Casts: Anggika Bolsterli, Wafda Saifan, Rachel Amanda, Ibrahim Risyad, Wanda Hamidah, Ariyo Wahab, Aditya Herpavi, Tegar Satrya, Winda Amanta, Minati Atmanegara, Arya Vasco
Director: Hadrah Daeng Ratu
Studio: Sky Films, Vidio Originals


#Synopsis:
Di usianya yang ke 23 tahun, hidup Mandy Jackson (Anggika Bolsterli) terasa sempurna. Ia tinggal dan menetap bersama ibu Stella Jackson (Wanda Hamidah) dan neneknya (Minati Atmanegara) di Amerika Serikat. Selain itu, Mandy juga punya kekasih yang sangat menyayanginya yaitu Zack (Arya Vasco). Suatu hari, Mandy dan Zack menghadiri acara pernikahan sahabat mereka. Melihat acara resepsi pernikahan yang penuh dengan kebahagiaan membuat Mandy menjadi ingin segera menikah. Ia pun penasaran, jika suatu hari nanti dirinya menikah dengan Zack, apakah ayahnya akan datang, karena selama ini Mandy tidak pernah mengetahui tentang ayahnya. Stella lebih memilih menjadi single parent dan hidup bahagia bersama Mandy di Amerika Serikat karena ia mampu hidup mandiri.
Melihat cucunya yang selalu penasaran tentang sosok sang ayah, membuat Oma memberikan sebuah buku catatan milik Stella tentang perjalanan kisah cintanya semasa di Indonesia. Dalam buku tersebut terdapat petunjuk tentang ayah kandug dari Mandy.
Mandy pun mencari cara agar bisa pergi ke Indonesia. Kebetulan Mandy berprofesi sebagai tim arkeolog yang dimana teamnya sedang berencana untuk menjelajahi salah satu gua di Pulau Jawa. Ia tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut agar bisa pergi ke Indonesia sekaligus mencari jejak ayahnya disana. Dalam buku catatan itu, tertulis jika kedua orangtua Mandy pernah tinggal di Garut, Jawa Barat. Dengan bermodalkan buku catatan tersebut, Mandy akhirnya terbang dari New York ke Indonesia dan langsung menuju ke Garut. Ia bahkan sengaja terbang beberapa hari lebih awal dari jadwal bersama dengan tim arkeolognya.
Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, Mandy pun tiba di Garut. Ia langsung bergegas pergi mendaki ke Gunung Papandayan karena di sanalah awal kisah cinta ibunya dimulai. Setibanya di lereng gunung, tak sengaja Mandy bertemu dengan pendaki lokal yang sedang memotret pemandangan. Ia adalah Rasya (Ibrahim Risyad). Pertemuan mereka berdua menemukan titik terang, karena Rasya mengenali salah satu orang yang ada di foto milik Mandy. Rasya pun bersedia mengantarkan Mandy untuk mencari tahu tentang masa lalu ibunya itu.
Foto tersebut membawa Rasya dan Mandy ke Pesantren Al-Jauhari. Disana, Mandy bertemu dengan Zidan (Wafda Saifan) seorang guru pesantren sekaligus anak dari Ustad Husein (Ariyo Wahab). Namun sayang, sosok orang yang ada dalam foto tersebut kini sudah tidak bekerja lagi di pesantren dan sedang pergi ke Malaysia. Mandy sedih karena usahanya untuk bisa menemukan sang ayah tidak membuahkan hasil. Mandy pun memutuskan untuk segera berangkat ke Surabaya untuk bekerja dengan team arkelognya. Zidan pun meminta Mandy untuk sabar, karena orang yang ia cari akan segera pulang setelah menyelesaikan urusannya di Malaysia. Zidan juga menawarkan Mandy untuk tinggal di pondok pesantren sambil menunggu kepulangan orang yang ia cari. Selama berada di pondok pesantren, Mandy mengikuti seluruh kegiatan yang ada disana. Mandy pun dibimbing oleh Zidan dan juga Aisyah (Rachel Amanda) dalam melakukan segala aktivitas dan juga memperdalam ilmu agama islam.
Kehadiran Mandy Jackson di Pesantren Al-Jauhari membuat Ustad Husein teringat kembali akan masa lalunya bersama dengan Stella, Gunara (Tegar Satrya) dan Surya (Aditya Herpavi). Karena ketiga pria inilah yang dulu pernah dekat dengan Stella semasa masih tinggal di Garut. Lalu siapakah ayah dari Mandy? Akankah Mandy bisa bertemu dengan ayahnya sekaligus menemukan jalan menuju wanita muslimah yang sesungguhnya?


#Review:
Sutradara Hadrah Daeng Ratu dipercaya Sky Films dan Vidio untuk menggarap sebuah serial terbaru yang berjudul ASSALAMUALAIKUM (2021). Serial ini baru saja menayangkan final episode nya pada Jum'at 30 Juli 2021 kemarin.


Untuk segi cerita, serial ASSALAMUALAIKUM (2021) mengajak penonton untuk melihat dua cerita cinta yang terjadi di masa lalu dan masa kini. Keterikatan kedua cerita tersebut berasal dari hubungan antara ibu dan anak yang dimana anaknya sangat ingin mengetahui sosok sang ayah. Aku agak kurang sreg dengan cerita tentang keluarga Mandy yang tinggal di Amerika Serikat. Penggunaan green screen untuk adegan di New York dalam serial ini lumayan gengges. Andai saja pemilihan background story keluarga Mandy yang pergi ke New York diganti misalnya ke Ibukota Jakarta atau Malaysia mungkin masih bisa dimaklumi karena culture bule yang dihadirkan lewah tokoh Mandy masih dalam taraf aman-aman saja.



Serial yang berjumlah enam episode ini juga terasa cukup lambat. Kehidupan Mandy di pesantren pun eksekusinya tidak terlalu menarik dan cenderung monoton hanya sekedar berseliweran saja. Interaksi Mandy di pesantren pun dibuat hanya dengan Aisyah dan keluarga Zidan saja. Padahal jika menampilkan kegiatan lebih detail di pesantren beserta para santriwati lain mungkin akan jauh menarik. Yang cukup disayangkan berikutnya adalah chemistry diantara semua pemain tidak terlalu luwes. Beberapa dialog pun cenderung kaku. Penggunaan logat bahasa sunda yang diterapkan para pemain pun masih terdengar seperti menghafal. Selain itu, latar tempat Kota Garut dan segala tempat wisata dalam serial ini juga tidak berdampak besar terhadap serial ini. Untungnya plot cerita serial ASSALAMUALAIKUM (2021) mulai menarik disaat ketiga pria yang ada di masa lalunya Stella mulai bermunculan satu persatu. Penonton diajak untuk ikut menebak tentang siapa sesungguhnya ayah dari Mandy itu. Dari ketiga pria yang hadir ini mempunyai masing-masing cerita yang cukup menarik. Selain itu, pada final episodenya, semua teka-teki siapa ayah kandung dari Mandy akhirnya terkuak. Konflik masa lalu dari Stella dan mantan suaminya itu cukup berhasil menyelamatkan serial ini.


Untuk jajaran pemain, Anggika Bolsterli dan Rachel Amanda mendapatkan peran yang sangat mudah untuk mereka taklukan. Penampilan Wafda Saifan menjadi pemain pria utama juga not bad but not good. Sosok Zidan dibuat terlalu kaku. Meskipun diceritakan sebagai anak ustadz pesantren, setidaknya ketika berinteraksi dengan Risyad, Aisyah maupun Mandy tidak kaku juga dong. Peforma Ibrahim Risyad pun masih bisa banget untuk ditingkatkan lagi, biar bisa makin sering muncul di serial maupun film layar lebar. Jajaran pemain senior untungnya cukup berhasil membangun chemistry mereka masing-masing meskipun itu tadi, kembali terganggu oleh serangkaian dialog yang kaku. Serial ASSALAMUALAIKUM (2021) bisa disaksikan di platform streaming Vidio.


[7/10Bintang]

Sunday, 25 July 2021

[Review] I Love You Silly: Kisah Cinta Remaja Polos dan Lucu Bernama Lily!



#Description:
Title: I Love You Silly - First Season (2021)
Casts: Prilly Latuconsina, Jourdy Pranata, Ajil Ditto, Sheninna Cinnamon, Gabriella Desta, Naufal Samudra, Unique Priscilla, Kinaryosih, Intan RJ, Iwa K, Dominique Sanda, Willy Dozan, Augie Fantinuz
Director: Monty Tiwa
Studio: MVP Pictures, WeTV Indonesia


#Synopsis:
Lily (Prilly Latuconsina) merupakan seorang remaja SMA yang dikenal baik, polos, lugu dan sering membantu teman-temannya. Hal tersebut sering dimanfaatkan oleh Jordy (Jourdy Pranata), teman sedari kecil Lily yang kini satu sekolah dengannya. Jordy terkenal sebagai siswa paling jago dan populer di sekolah bersama dengan sahabatnya yaitu Rama (Naufal Samudra). Keduanya pun sering terlibat perkelahian dengan siswa sekolah lain karena hal-hal sepele.
Suatu hari, Jordy dikejar dan diserang oleh sekumpulan siswa dari sekolah lain. Disaat ia sedang berusaha kabur, Jordy bertemu dengan Lily yang sedang olahraga renang di kolam renang sekolah. Melihat Jordy yang panik membuat Lily berinisiatif menolong Jordy dengan menariknya masuk ke dalam kolam renang untuk bersembunyi. Hal tersebut membuat Jordy berhasil dari kejaran para musuhnya.
Akibat kejadian itu, Jordy dan Rama dipanggil guru konseling. Mereka pun berusaha mencari cara agar tidak dihukum, caranya dengan memanfaatkan lagi Lily. Jordy mengarang cerita jika musuh-musuhnya itu mencoba melecehkan Lily. Ia dan Rama tidak terima dan berusaha menyelamatkan Lily. Dengan polosnya, Lily mau saja ikut drama dengan Jordy dan Rama. Setelah mendengar kesaksian Lily, Jordy dan Rama pun terbebas dari hukuman dan disambut seperti seorang pahlawan oleh siswa-siswa lain disekolah. Melihat apa yang dilakukan Jordy pada Lily membuat Mia (Sheninna Cinnamon) kesal setengah mati. Ia marah pada Jordy dan juga Rama yang memanfaatkan kebaikan Lily. Kejadian itu diketahui oleh sepupu dari Mia yaitu Jojo (Ajil Ditto) yang merupakan kakak kelas mereka. Ia pun turut kesal karena Jordy selalu saja menyusahkan Lily. Ia tak ingin orang yang ia sukai itu diperlakukan tidak adil oleh orang lain.
Keesokan harinya, kejadian Jordy menyusahkan Lily terulang lagi. Kali ini Jordy dan Rama mengikuti balapan liar. Ia nekat ikut taruhan dan meminjam uang pada Lily. Jordy berjanji pasti menang dan uang hasil taruhan itu akan dikembalikan pada Lily. Tapi ternyata aksi balapan liar itu gagal dimenangkan Jordy. Mia dan Jojo semakin kesal terhadap Jordy. Mereka meminta agar Jordy tak lagi memanfaatkan dan mendekati Lily.
Keadaan sekolah semakin heboh disaat seorang siswi baru bernama Gia (Gabriella Desta) mengumumkan jika aksi Jordy dan Rama yang menyelamatkan Lily dari pelecehan itu ternyata bohong. Gia mengaku jika dirinyalah yang menyelamatkan Jordy dan Rama dari aksi perkelahian dengan para siswa sekolah tetangga. Hal tersebut membuat semua orang disekolah terkejut. Kredibilitas Jordy dan Rama sebagai jagoan pun langsung luntur.
Sementara itu, keadaan keluarga Jordy sedang kacau. Kedua orangtuanya sedang mempunyai masalah dengan komplotan mafia narkoba yang dipimpin Santoso (Iwa K). Ayah dan Ibunya Jordy terpaksa bersembunyi untuk sementara waktu demi keselamatan mereka. Pihak Santoso pun mengancam akan menghabisi Jordy dan orang-orang disekitarnya jika permasalahan mereka tak kunjung selesai.
Seiring berjalannya waktu, Jordy pun mulai menyadari jika dirinya sangat bodoh karena terus memanfaatkan Lily. Untuk menebus rasa bersalahnya, ia kemudian datang menemui Lily dan mengajaknya untuk berpacaran. Moment Jordy menyatakan cinta itu membuat Lily bahagia, karena ia belum pernah menjalani hubungan asmara dengan siapapun. Jordy berjanji akan menjaga Lily dan tidak lagi memanfaatkannya. Setelah resmi berpacaran dengan Jordy, Lily merasa sangat bahagia dan senang. Kali ini Jordy berjanji pada Ibu Lusi (Unique Priscilla), akan menjaga Lily dengan sepenuh hati.
Selang beberapa hari setelah resmi berpacaran, hubungan Jody dan Lily mendapat ujian. Lily diculik oleh anak buah Santoso. Mereka mengancam akan membunuh Lily jika keluarga Jordy berhenti dan mengalah terhadap Santoso. Jordy pun langsung pergi menuju ke markas anak buah Santoso untuk menyelamatkan Lily. Jordy rela harus kehilangan nyawa asal jangan melibatkan Lily dan orang-orang yang ada disekitarnya. Namun sayang, disaat Jordy hampir berhasil menyelamatkan Lily, anak buah Santoso menembak keduanya dan salah satu tembakan mengenai badan Lily.
Lily pun langsung dibawa ke rumah sakit dengan kondisi berlumuran darah. Sang ibu sangat panik dan sedih melihat anaknya terkena tembakan itu. Semua ini terjadi gara-gara Lily dekat dengan Jordy. Keadaan semakin kacau disaat dokter menyatakan Lily mengalami kelumpuhan. Ibu Lusi semakin kesal dan marah kepada Jordy. Ia tak ingin lagi melihat Jordy selamanya. Mira dan Jojo pun sangat sedih melihat kondisi Lily yang lumpuh. Mereka pun ikut membenci Jordy dan meminta untuk menjauhi Lily.
Jordy terus dihantui rasa bersalah. Ia ingin sekali menemani Lily disaat sedang membutuhkan perhatiannya, namun disisi lain, Jordy lah yang menjadi penyebab semua kekacauan itu. Jordy pun berjanji akan menebus semua kesalahannya itu dan meminta bantuan pada Rama untuk mencarikan rumah sementara yang aman bagi Lily dan Ibu Lusi sampai permasalahan antara keluarganya dengan Santoso selesai.
Sementara itu, Rama terus berusaha mendekati Mira. Meskipun keduanya saling membenci namun dari hati yang paling dalam, baik Rama maupun Mira mempunyai rasa yang sama. Rama bahkan membantu keluarga Mira dalam melunasi tagihan hutang dari debt collector. Namun seiring berjalannya waktu, Rama mengetahui sebuah rahasia yang selama ini dipendam oleh Mira dan juga ibunya (Kinaryosih).


#Review:
Satu setengah tahun terakhir semenjak Pandemi CoVid-19 melanda Indonesia, platform streaming WeTV Indonesia semakin produktif menghadirkan serial-serial yang digarap oleh sederet rumah produksi besar dan sutradara film. Kali ini, WeTV Indonesia bekerjasama dengan MVP Pictures merilis serial I LOVE YOU SILLY (2021) yang disutradarai oleh Monty Tiwa.


Untuk segi cerita, serial berjumlah delapan episode ini menampilkan kisah cinta seorang siswi SMA bernama Lily yang sering memprioritaskan kebahagian teman-temannya ketimbang dirinya sendiri. Sifat Lily yang baik hati itu sering dimanfaatkan oleh Jordy, teman sedari kecil yang kini kembali satu sekolah dengannya. Ditangan Monty Tiwa, kisah cinta anak SMA dalam serial I LOVE YOU SILLY (2021) hadir dengan suasana yang sangat menyenangkan. Enam tokoh yang ada dalam serial ini masing-masing memiliki background story kuat, sehingga sampai final episode selesai ditayangkan, Lily, Jordy, Mira, Jojo, Gia dan Rama selalu kompak dan mendukung satu sama lain.


Tiga kisah cinta yang hadir diantara mereka pun dibuat serealistis mungkin agar para penonton bisa related dengan serial ini. Yang aku suka berikutnya adalah tim penulis naskah dan Monty Tiwa menghadirkan gebrakan yang fresh untuk sebuah serial percintaan remaja sekolah yang dimana dialog dan beberapa adegannya tidak jaim seperti penggunaan kata-kata kasar, mengumpat, berkelahi hingga adegan merokok semuanya muncul dan memang sudah sangat lumrah terjadi di kalangan remaja-remaja sekarang. Namun sayang, keseruan persahabatan dan kisah cinta diantara keenam tokoh itu sedikit ternoda oleh subplot soal konflik yang terjadi antara orangtua Jordy dan bandar narkoba. Dari awal episode saja aku sudah merasa kurang sreg dengan konflik tersebut. Di setiap episodenya pun kehadiran para preman yang berusaha menghancurkan hidup keluarga Jordy dan orang-orang disekitarnya terasa kurang greget dan tidak dibangun dengan baik. Dan hal tersebut berimbas pada final episode yang menjadi berantakan. Sangat disayangkan sih, kisah cinta dan persahabatan keenam tokoh dalam serial ini harus terganggu oleh konflik yang menurutku tidak "nyambung" dengan keseluruhan cerita.



Untungnya kekurangan kecil itu bisa tertutupi berkat performa ensemble casts nya yang jempolan. Selama Pandemi CoVid-19 melanda di Indonesia, aktris Prilly Latuconsina menjadi queen web-series di WeTV Indonesia. Namun jika harus dibandingkan, performance Prilly dalam serial I LOVE YOU SILLY (2021) ini yang paling memukau dan mencuri perhatianku. Prilly secara mengejutkan bisa bertransformasi menjadi siswi SMA yang polos dan apa adanya. Kehadirannya selalu dinantikan karena membuat serial ini semakin fun dan colorful. Chemistry yang ia bangun dengan Jordy Pranata pun menggemaskan dan merasa tak rela melihat mereka harus berpisah. Penampilan Shenina Cinnamon pun harus diberi highlight karena semakin menunjukkan kualitasnya dalam berakting. Aku yakin kedepannya Shenina bisa diberi kepercayaan untuk menjadi pemain utama. Penampilan aktris muda pendatang baru yaitu Gabriella Desta pun lumayan mencuri perhatian. Sosok yang tomboy, pemberani sekaligus bermuka sinis memang cocok untuk dirinya. Sekilas mengingatkanku pada aktris Joanna Alexandra.
Overall, serial I LOVE YOU SILLY (2021) is the most realistic teenage love story in local series so far. Jika ada musim keduanya sangat berharap hanya berfokus pada ke lima karakter utama saja.


[8/10Bintang]

[Review] Sublet: Kisah Mengesankan Seorang Penulis Ketika Liburan Ke Israel



#Description:
Title: Sublet (2021)
Casts: John Benjamin Hickey, Niv Nissim, Lihi Kornowski, Miki Kam, Peter Spears, Tamir Ginsburg, Gabriel Omri Loukas, Shai Fredo
Director: Eytan Fox
Studio: United King Films, Greenwich Entertainment, Amazon Prime Video


#Synopsis:
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, Michael (John Benjamin Hickey) akhirnya tiba di Tel Aviv, Israel dan langsung pergi menuju ke apartment yang sudah ia sewa untuk beberapa hari kedepan. Michael sendiri merupakan seorang Travel Writer dari The New York Times. Ia juga sudah mempunyai beberapa buku yang terbilang cukup populer dikalangan para pembacanya. Alasan Michael memilih sewa apartment ketimbang menginap di hotel karena lokasi apartment tersebut sangat strategis untuk menjangkau seluruh wilayah Tel Aviv. Selain itu, ia juga ingin membantu penyewa apartement tersebut yaitu Tomer (Niv Nissim) yang sedang membutuhkan uang untuk keperluan tugas sekolah filmnya.
Setibanya di apartment, Tomer terkejut karena Michael sudah datang namun ia belum sempat membereskan seluruh ruangan. Michael pun akhirnya bersedia untuk tetap menyewa apartement karena Tomer sedang sangat membutuhkan uang tambahan.



Hari pertama di Tel Aviv, Michael berkeliling sekitar apartment dan juga pergi ke pantai yang lokasinya tidak terlalu jauh. Keesokan harinya, Michael mendatangi museum yang terkenal disana. Disaat sedang melihat-lihat karya seni, ia ditelepon oleh pihak rumah sakit yang memberikan kabar terkini tentang penggantian calon ibu untuk anak yang akan diadopsi oleh Michael dan juga pacarnya yaitu David (Peter Spears). Mendengar hal tersebut membuat Michael terkejut karena selama ini David tidak pernah memberikan kabar soal penggantian itu. Setibanya di apartment, Michael bertemu kembali dengan Tomer yang meminta izin untuk membawa beberapa barang yang tertinggal.




Sambil menghabiskan cemilan bersama, Michael dan Tomer bercerita banyak hal tentang kehidupan dan pekerjaan mereka masing-masing. Setelah itu, Tomer mengajak Michael untuk jalan-jalan sambil mencicipi berbagai kuliner khas Israel. Perjalanan mereka berdua tak terasa sampai larut malam. Michael pun meminta Tomer untuk menjadi Tour Guide nya selama berada disana. Ia juga mengizinkan Tomer untuk tinggal bersamanya agar memudahkan untuk berangkat besok. Mereka pun menghabiskan waktu dengan menonton film yang pernah dibuat oleh Tomer. Tak lama setelah itu, salah satu teman dari Tomer yaitu Daria (Lihi Kornowski) datang ke apartment dan memberikan undangan pentas seni yang dimana ia akan tampil. Setelah datang ke pementasan Daria. Mereka kemudian mengunjungi club untuk bersenang-senang.




Meskipun sempat kesal dengan keputusan yang diambil oleh pacarnya di New York, namun hal tersebut tak berlangsung lama setelah Michael mendapat kesenangan ketika bersama dengan Tomer dan teman-temannya. Malam pun semakin larut, Michael dan Tomer akhirnya pulang ke apartment. Tomer pun iseng membuka Dating Apps dan mengajak seseorang untuk bersenang-senang bersama dengan mereka berdua. Namun sayang, hal tersebut membuat Michael kembali kesal. Ia lebih memilih untuk tidur ketimbang menikmati kesenangan antara Tomer dengan orang yang ia undang itu.



Keesokan harinya, Tomer memergoki Michael akan menuju ke bandara. Raut wajah Michael tampak sangat kesal dengan apa yang dilakukan Tomer tadi malam. Sebagai permintaan maaf, Tomer mengajak Michael untuk pergi ke rumah ibunya yang lokasinya di pedesaan.



Setibanya di rumah orangtua Tomer, sang ibu sangat menyambut baik kehadiran Michael. Mereka kemudian makan malam bersama. Hingga akhirnya menguak sebuah rahasia, kejadian tragis dan penyesalan yang selama ini dialami oleh Michael.


#Review:
Film yang mengangkat tema LGBT memang gampang-gampang susah untuk diterima oleh banyak orang. Tak banyak juga film bertema seperti ini yang menonjolkan kualitas dalam ceritanya. Namun, kali ini aku lumayan terkejut dengan film terbaru asal Israel yang berjudul SUBLET (2021). Film garapan sutradara berdarah Israel-Amerika yaitu Eytan Fox ini mengajak aktor kenamaan Hollywood dan peraih Tony Awards yaitu John Benjamin Hickey untuk terlibat sebagai aktor utama dalam film SUBLET (2021).


Untuk segi cerita, premis film ini akan sangat mudah ditemukan dalam film-film televisi. Namun uniknya, film SUBLET (2021) mengemas premis simple ini menjadi sebuah sajian yang cantik, lucu dan juga menarik. Perjalanan tentang seorang travel writer di Tel Aviv yang mendapatkan pengalaman baru dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Eytan Fox cukup jeli untuk memperdalam karakter Michael lewat sederet permasalahan orang dewasa yang telah menjalin hubungan serius dengan pacarnya di New York. Salah satunya itu keinginan keduanya untuk bisa hidup bahagia dengan hadirnya seorang anak diantara Michael dan David. Pertemuannya dengan Tomer yang diperankan oleh Niv Nissim pun semakin membuat film ini semakin menarik untuk diikuti. Chemistry keduanya dibangun secara perlahan sehingga tak seperti dipaksakan. Beberapa moment boundaries yang dilakukan oleh Michael pun tak berlebihan. Selain itu Eytan Fox juga cukup detail dalam membangun chemistry keduanya disaat mereka saling memperhatikan kebiasaan saat breakfast maupun lunch.


Penampilan Hickey dan Nissim sukses mencuri perhatian disepanjang durasi film. Keduanya mampu menunjukkan keakraban yang sewajarnya. Moment di bandara pada babak akhir film secara mengejutkan bisa memberikan impact mengharukan kepada penonton.
Selain performa Hickey dan Nissim yang memukau, film SUBLET (2021) juga memiliki visual yang benar-benar cantik. Landscape pemandangan kota dan pantai Tel Aviv begitu indah dan menguatkan film ini. Overall, film SUBLET (2021) boleh banget dibilang memuaskan. Sederhana dan mengesankan!


[8.5/10Bintang]

Thursday, 22 July 2021

[Review] I Will Survive: Trilogy Film Action Thriller Psikopat Terbaru Dari Anggy Umbara!


#Description:
Title: I Will Survive - Trilogy (2021)
Casts: Omar Daniel, Morgan Oey, Onadio Leonardo, Anggika Bolsterli, Amanda Rigby, Teuku Rifnu Wikana, Arswendi Bening Swara, Brigitta Cynthia, Willem Bevers, Zidane Khalid, Cindy Nirmala, Panji Saputra, Sani Fahreza, Andi Viola, Ije Kurniawan
Director: Anggy Umbara
Studio: Klik Film Productions, Canary Studios, Umbara Brothers Film


#Synopsis:
Sanjaya (Omar Daniel) masih belum bisa menerima kenyataan jika istrinya yaitu Mila (Amanda Rigby) sudah hilang enam bulan lamanya. Berbagai cara sudah dilakukan oleh pihak kepolisian namun tidak membuahkan hasil. Hal tersebut membuat Sanjaya kesal karena polisi selalu memintanya untuk mengikhlaskan kepergian sang istri. Selain itu, aksi tindakan kriminal yang terjadi di Jakarta pun semakin meningkat.




Dengan berbekal senjata milik ayahnya yang merupakan pensiunan TNI (Arswendi Bening Swara), Sanjaya mencoba untuk memberantas tindak kriminal sebagai bentuk balas dendam akan istrinya yang sampai saat ini belum ditemukan. Aksi Sanjaya yang mengeksekusi para pelaku tindak kriminal membuat ia dijuluki Petrus Milenial, sosok legendaris dari masa lalu yang sering mengeksekusi pelaku tindak kriminal tanpa pandang bulu. Salah satu rekan kerjanya yaitu Benny (Onadio Leonardo) akhirnya mengetahui aksi yang dilakukan Sanjaya setelah Sanjaya terkena luka tembakan dari targetnya.




Disisi lain, cerita lainnya datang dari pasangan Indra (Morgan Oey) dan Vina (Anggika Bolsterli). Keduanya baru saja kehilangan anak mereka akibat kecelakaan bersama dengan kakeknya. Vina yang berprofesi sebagai aktris masih sedih sekaligus kecewa terhadap suaminya lantaran mengizinkan ayahnya itu untuk mengantarkan anak mereka pergi ke sekolah. Setelah kematian anak dan ayahnya, Vina bersikap dingin dan acuh terhadap Indra.



Sikap yang ditunjukkan istrinya itu membuat Indra bingung. Sudah berkali-kali ia meminta maaf namun Vina semakin tidak menganggap dirinya. Keadaan semakin memusingkan disaat Indra dikejar-kejar deadline pekerjaannya sebagai seorang programmer. Agar beban dalam dirinya tidak semakin berat, Indra pun selalu mencurahkan keluh kesah rumah tangganya kepada temannya, Benny. Selain itu, Indra juga sering bersepeda di perbukitan bersama dengan temannya agar bisa menghilangkan penat rumah tangga dan pekerjaannya. Kali ini, Indra bersama ketiga temannya siap bersepeda ke Bukit Cibingbing di Bogor. 




Track sepeda disana terbilang cukup terjal dan dibutuhkan kondisi fisik yang sangat prima. Setelah berhasil menaklukan bukit itu, Indra semakin tertantang untuk mengeksplor track sepeda lainnya. Salah satunya adalah track yang menuju ke sebuah perkampungan yang mempunyai lintasan curam dan semakin terjal dari sebelumnya. Indra langsung bergegas pergi kesana. Namun sayang, dalam perjalanan itu Indra tergelincir dan jatuh ke lereng gunung. Kakinya patah dan tidak bisa bergerak sama sekali. Indra panik lalu mencoba meminta pertolongan namun ponselnya tidak bisa digunakan karena tidak ada sinyal.
Sementara itu, Vina yang baru saja pulang shooting diculik oleh orang yang tidak dikenal. Ketika tersadar, Vina sudah berada disebuah ruangan dengan kondisi kaki dan tangannya terikat rantai. Vina sangat panik dan terus berteriak meminta pertolongan. Tak lama, seseorang yang mengenakan topeng membuka pintu dan mengancam akan membunuh Vina jika tidak bisa diam. Semakin lama berada disana, Vina mendapatkan perlakuan keji dari orang yang menculiknya. Selain itu, Vina pun mendengar suara orang lain di ruangan sebelahnya. Pelaku penculikan dengan sadis melakukan aksi kekerasan secara brutal terhadap orang yang ada ruangan sebelah Vina. Mengapa Vina dan orang tersebut diculik dan disiksa? Siapa sebenarnya sosok psikopat itu?


#Review:
KlikFilm Productions kembali menghadirkan sebuah film originalnya yang anti mainstream. Dengan menggandeng sutradara Anggy Umbara, KlikFilm merilis tiga film sekaligus yang bergenre thriller action dengan sentuhan psikopat didalamnya. Ketiga film yang diberi judul I WILL SURVIVE (2021) ini mempunyai tiga cerita yang semuanya terhubung oleh satu karakter yaitu psikopat gila.


Pada CHAPTER I, Anggy Umbara menyajikan konflik batin yang dialami oleh Sanjaya setelah kehilangan istrinya dengan cara yang sangat sadis. Development character Sanjaya di Chapter awal ini cukup kuat dan mempunyai alasan yang masuk akal. Tak lupa juga Anggy Umbara memberikan sentilan dan kritik sosial yang memang saat ini marak terjadi di Indonesia. 30 menit menjelang CHAPTER I selesai mempunyai intens ketegangan yang sangat kuat. Adrenaline penonton benar-benar dipacu dengan kencang disaat sebuah misteri akhirnya terbongkar. Penampilan terbaik sejauh ini dari aktor pendatang baru Omar Daniel.


Setelah berhasil memacu adrenaline penonton, Anggy Umbara menghadirkan drama yang cukup solid di CHAPTER WILL. Dengan menghadirkan premis alone-survival ditengah hutan belantara, Chapter ini sedikit mengingatkanku akan film 127 HOURS (2010) yang dibintangi James Franco. Penebusan rasa bersalah yang dilakukan oleh karakter Indra begitu memukau. Development character dan story dari pasangan Indra-Vina sangat kuat dan menguras emosi penonton. Keputusan kedua peran ini diberikan kepada Morgan Oey dan Anggika Bolsterli sangatlah tepat. Keduanya memberikan penampilan range emosi yang luas sehingga berhasil membuat penonton ikut simpati terhadap mereka berdua.


CHAPTER SURVIVE menjadi babak terakhir dari Trilogy ini, dieksekusi dengan kegilaan yang sukses membuatku geleng-geleng kepala. Anggy Umbara menghadirkan sosok psikopat dengan background story yang tak kalah menyeramkan dan sakit jiwa. Performa Onadio Leonardo dan Teuku Rifnu Wikana sudah berada di level disturbing dan mengganggu psikologis penonton anjir. Aku sampai beberapa kali menekan tombol pause, saking tidak kuat melihat kegilaan mereka berdua. Terlepas dari aksi psikopatnya yang melampaui sakit jiwa, Anggy Umbara berhasil merangkai ketiga Chapter ini menjadi Trilogy I WILL SURVIVE dengan sempurna. Bakal dengan mudah masuk dalam daftar film Indonesia bergenre thriller action bertema psikopat paling gila dalam sejarah. Sableng!


[8.5/10Bintang]