Thursday, 16 April 2026

[Review] Undertone: Mengungkap Kejadian Supranatural Yang Dialami Oleh Dua Host Podcast Horror!

 


#Description:
Title: Undertone (2026)
Casts: Nina Kiri, Adam DiMarco, Michele Duquet, Keana Bastidas, Jeff Yung, Ryan Turner, Brian Quintero, Marisol D'Andrea, Austin Tuason, Seled Calderon, Bianca Nugara, Jayda Woods, Sarah Beaudin, Christina Notto
Director: Ian Tuason
Studio: Black Fawn Films, Slateverse Pictures, Spooky Pictures, Dimension Gate, A24


#Synopsis:
The Undertone, merupakan salah satu podcast horror yang populer dan banyak pendengar setianya. Podcast tersebut dipandu oleh dua orang yaitu Evy Babic (Nina Kiri) dan Justin Manuel (Adam DiMarco). Menariknya, selama siaran podcast, mereka berdua berada di tempat dan zona waktu yang berbeda. Evy tinggal di Amerika sementara itu Justin tinggal di Eropa. Selain itu, Evy juga dikenal sebagai host yang sangat tidak mempercayai hal-hal mistis karena menurutnya itu tipuan semata dan semua hal yang terjadi pasti punya penjelasan rasional. Berbanding terbalik dengan Justin yang justru sangat mempercayai adanya hal-hal mistis. Suatu hari, Justin mendapat kiriman email anonim yang berisikan rangkaian huruf secara acak serta 10 file rekaman audio. Justin yakin jika episode podcast mereka kali ini akan sangat menarik dan juga menyeramkan.
File-file audio tersebut direkam oleh sepasang suami istri yaitu Mike (Jeff Yung) dan Jessa (Keana Lyn Bastidas). Mike sengaja merekam suara karena ingin membuktikan jika sang istri sering mengigau dan berbicara ketika mereka sedang tertidur. Rekaman pertama, Mike mendengar istrinya yang sedang terlelap tidur menggumam lagu klasik anak-anak berjudul London Bridge. Rekaman tersebut kemudian diputar terbalik oleh Justin dan ia terkejut karena mendengar samar-samar kalimat "Mike, Kill All". Evy lantas tidak percaya dan menganggap itu hanya kebetulan dan salah pendengaran saja. Setelah selesai siaran, Evy langsung teringat jika ia juga sering mendengar lagu klasik anak-anak yang sering dinyanyikan ibunya saat masih kecil. Lagu tersebut berjudul "Baa, Baa, Black Sheep". Karena penasaran, Evy iseng memutar lagu itu secara terbalik sama seperti yang dilakukan Justin. Ketika diputar, Evy mendengar samar-samar sebuah kalimat "Lick The Blood Off". Evy kemudian menghentikan lagu tersebut dan mematikan semua perangkat podcast nya.
Keesokan paginya, Evy menjalani rutinitas sehari-hari yaitu mengurus sang ibu (Michele Dequet) yang sudah berusia lanjut dan hanya terbaring di kamarnya saja. Beberapa tahun lalu, Evy sempat mengeluh pada Justin. Ia mengaku sudah menyerah dan berharap ibunya itu meninggal saja karena sudah lama tak berdaya dan tak sadarkan diri juga. Namun hingga saat ini Evy tetap merawat sang ibu sebaik mungkin meskipun kakak laki-lakinya tak pernah membantunya. Siang harinya, Evy memanggil dokter ke rumah untuk diperiksa sekaligus mengecek kondisi kesehatan ibunya. Dokter mengatakan jika kondisi kesadaran sang ibu semakin menurun karena sudah berhari-hari tidak makan dan minum. Dokter pun memberitahu kemungkinan terburuk jika tak lama lagi ibunya akan meninggal. Sore harinya, Evy mendapat panggilan telepon dari teman-temannya yang sedang berpesta. Mereka meminta Evy untuk datang ke pesta sekalian istirahat sejenak dari rutinitasnya merawat sang ibu dan juga siaran podcast. Evy pun izin pamit pada ibunya untuk pergi ke rumah temannya. Sebelum pergi, Evy sudah memandikan, mengganti celana, menyimpan obat dan makanan di meja dekat tempat tidur sang ibu.
Evy pulang dari pesta di pagi hari. Saat berjalan ke kamar ibunya yang ada di lantai atas, Evy terkejut melihat kondisi sang ibu yang tergeletak di lantai dan tak sadarkan diri. Sejak saat itu, Evy sering mengalami kejadian aneh seperti keran air di toilet kamar ibunya menyala dan patung hiasan Bunda Maria berpindah posisi. Evy kemudian berkata jujur jika saat ini ia sedang hamil muda pada ibunya dan mengaku jika ia merasa tidak layak menjadi seorang ibu.
Malam haripun tiba. Evy dan Justin podcast The Undertone kembali siaran. Di episode terbarunya ini, mereka berdua kembali memutar file rekaman audio Mike dan Jessa lainnya. Dalam rekaman tersebut, Jessa kembali berbicara ketika sedang tidur hingga sleepwalking saat tengah malam. Berkali-kali Jessa mengatakan "Ouzyba, Ni Emoc". Justin kembali memutar rekaman secara terbalik untuk mendengar lebih jelas setiap kata yang diucapkan Jessa. Ketika didengarkan secara seksama, terdengar sebuah kalimat yaitu "Come In, Abyzou" berkali-kali. Mereka kemudian menelusuri tentang Abyzou ini dan menemukan sebuah cerita rakyat Mediterania di masa lalu tentang entitas gaib yang dipercaya menyebabkan keguguran pada ibu hamil dan mendorong ibu-ibu untuk membunuh anak mereka sendiri.
Di rekaman-rekaman berikutnya, Jessa semakin intens mengigau kalimat tersebut. Tak hanya itu saja, selama berada di rumah, Evy semakin sering mengalami kejadian-kejadian aneh seperti ibunya yang tiba-tiba bergerak sendiri, kemudian banyak lampu berkedip-kedip di semua ruangan. Saat rekaman terakhir selesai diputar, Evy dan Justin menyadari jika Jessa harus memperingatkan seseorang melalui rekaman tersebut kepada seseorang yang sedang mendengarnya. Orang tersebut adalah Evy itu sendiri. Ketika Justin mencoba membalas email anonim yang mengirimkan 10 file rekaman suara tersebut, emailnya sudah hilang.
Podcast The Undertone kemudian membuka sesi telepon dengan para pendengar setianya. Mereka berharap bisa menemukan orang lain yang mungkin saja mengenal Mike dan Jessa. Tak lama setelah itu, Evy dan Justin menerima panggilan masuk dari seseorang yang mengaku tetangga dari Mike dan Jessa. Ia menceritakan jika Mike dan Jessa ditemukan meninggal di mereka dengan kondisi yang mengenaskan. Hasil autopsi dari jasad menemukan jika Jessa sedang hamil muda. Setelah itu, telepon kembali masuk dari seorang perempuan bernama Abby (Sarah Beaudin) yang meminta bantuan untuk menenangkan anak bayinya yang terus-terusan menangis. Setelah itu, telepon lain masuk dan mengatakan sebuah nama yang hanya diketahui oleh Evy saja. Bagaimana cerita selanjutnya dari Podcast The Undertone ini?


#Review:
Rumah produksi A24 kembali menghadirkan sebuah film horror terbaru dengan premis dan ide yang berhasil menarik perhatian saat trailernya dirilis. Film berjudul UNDERTONE (2026) ini menjadi karya debut dari Ian Tuason sebagai sutradara film layar lebar, setelah sebelumnya dikenal sebagai sutradara film-film pendek. Selama penayangan di bioskop Amerika Serikat sejak pertengahan Maret kemarin, film UNDERTONE (2026) yang berbudget hanya $500.000 saja, berhasil mengumpulkan $18 juta. A24 dibuat untung banget dari film ini!


Untuk segi cerita, Ian Tuason sangat brilian dalam memanfaatkan elemen audio dalam film ini. Karena premisnya berpusat pada sebuah podcast horror, indera pendengaran penonton dipaksa untuk bekerja ekstra. Teknik backmasking (memutar audio secara terbalik) bukan cuma sekadar jump scared biasa, tapi menjadi jembatan narasi yang menghubungkan dunia nyata dengan mitologi Abyzou. Saat lagu anak-anak yang ceria seperti "London Bridge" dan "Baa Baa Black Sheep" berubah menjadi bisikan menyeramkan, di situlah horror yang sesungguhnya muncul. Lebih lanjut, rasa takut dan mencekam dibangun perlahan melalui rasa isolasi dan kesunyian di rumah Evy. Selain itu, plot juga turut mengeksplorasi trauma lintas generasi antara anak dengan orang tua serta ketakutan akan menjadi orang tua. Misteri dan mitology fiktif tentang Abyzou juga cukup terjelaskan dengan baik. Namun sayang, Ian Tuason menghadirkan pace cerita film ini cenderung slow burn dan repetitif terutama di bagian pertengahan film. Bahkan di beberapa bagian, interaksi antara karakter Evy dengan ibunya yang cenderung minim dialog dengan teknik kamera statis menurutku terlalu banyak dan membosankan.


Untuk jajaran pemain, Performa Nina Kiri yang sekilas mengingatkanku pada salah satu aktris ratu FTV Indonesia sangat krusial di film UNDERTONE (2026) ini. Ia berhasil menampilkan transisi dari seorang skeptis menjadi wanita yang hancur karena paranoia dan ketakutan terhadap entitas gaib yang menghantuinya. Chemistry dan tektokan dengan Adam DiMarco yang hanya bermodalkan suara saja tampil sangat asyik sekaligus bikin deg-degan. Tipe suara mereka berdua emang cocok sebagai host podcast karena enak banget didengar! Hahaha.
Overall, Film UNDERTONE (2026) berhasil membuktikan bahwa horror independen dengan budget terbatas bisa jauh lebih efektif daripada film horror blockbuster karena memiliki konsep dan ide yang kuat. Semoga saja trilogy yang direncanakan oleh sang sutradara tetap konsisten bagus!


[8/10Bintang]

0 comments:

Post a Comment