Showing posts with label Uncategories. Show all posts
Showing posts with label Uncategories. Show all posts

Wednesday, 31 March 2021

Hello. I'm Positive And Quarantine!


I'm Positive.
Kamis, 18 Maret 2021 aku dinyatakan Positif CoVid-19 setelah menjalani Swab Antigen dan Swab PCR. Aku tidak kaget, karena sejak Senin, 15 Maret 2021 sudah merasakan kondisi kesehatan mulai tidak fit dan kelelahan. Gejala demam, batuk dan flu mulai menyerangku. Karena kondisi tak kunjung membaik meskipun sudah mengkonsumsi obat dari apotek, aku memutuskan untuk cek ke klinik terdekat dari kost.
Rabu, 17 Maret 2021 aku pergi ke Apotek Griya Kasih Indah, Kelapa Gading. Setibanya disana, aku diwajibkan untuk Swab Antigen sebelum diperiksa oleh Dokter Umum. Disaat pertengahan bulan dan kondisi isi saldo ATM dan dompet sudah menipis, mau tak mau mengeluarkan biaya untuk Swab Antigen karena tidak di cover oleh BPJS Kesehatan. Setelah melakukan Swab Antigen dengan mengambil sample cairan dari dalam hidung, hasilnya dinyatakan positif.


Setelah melapor ke manager di kantor, aku langsung dirujuk untuk ke Puskesmas Kelapa Gading untuk melakukan Swab PCR. For the first time melakukan Swab PCR rasanya bikin kaget, terutama disaat petugas medis mengambil sample cairan yang ada dalam tenggorokan. Aku langsung refleks menendang kaki petugas karena kaget gara-gara rasanya langsung mual ingin muntah disaat alat Swab PCR masuk ke dalam tenggorkan. Duh! Rasanya malu banget sih. Untungnya si petugas medis hanya ketawa-ketawa saja melihat reaksiku yang pertama kali melakukan Swab PCR. Setelah selesai, melakukan Swab PCR, aku langsung meminta maaf ke petugas medis itu hahaha.


Hello Tower 5!


Supply makanan dari RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Keesokan harinya, petugas medis dari Puskesmas Kelapa Gading memberikan kabar jika hasil Swab PCR aku positif. Akupun langsung mendapat rujukan untuk menjalani isolasi karantina di Wisma Atlet Kemayoran, karena pihak Puskesmas dan juga kantor tidak mengizinkan aku untuk melakukan isolasi mandiri di kost, karena berpotensi bisa menyebarkan ke penghuni kost lain. Aku berangkat dari Puskesmas menuju Wisma Atlet Kemayoran mengendarai ambulance khusus pasien CoVid-19 dengan suara sirine ambulance yang dinyalakan. Duh masih speechless sih naik ambulance wkwkw.
Kamis malam sekitar pukul 22:45 WIB aku akhirnya tiba di Wisma Atlet Kemayoran Tower 5. For the first time masuk ke komplek apartemen yang tahun 2018 lalu digunakan oleh para atlet yang mengikuti ajang Asean Games. Biasanya staycation dan check-in di hotel eh sekarang check-in nya di Wisma Atlet untuk karantina. Hahahaha.


Let's Quarantine!
Hari pertama menjalani karantina di Wisma Atlet Kemayoran, aku masih tak percaya terpapar CoVid-19. Aku berusaha untuk bisa beradaptasi secepatnya dengan situasi dan lingkungan Wisma Atlet Kemayoran. Di Tower 5, aku mendapatkan kamar untuk karantina di lantai 13 dan kamar nomor 051306. Tipe apartemen yang aku dapat adalah 2 Bed Room dengan 3 Bed. Kamar yang 1 Bed diisi oleh sesama pasien positif bernama Farhan Ashari yang kostnya masih di wilayah Kelapa Gading. Apartemennya terbilang nyaman. Fasilitasnya lengkap dan full furnished. Ada dapur tanpa kompor, toilet, water heater, shower, ruang tamu, lemari dan beberapa meja. Turut disediakan WiFi di setiap kamar sehingga kita tak perlu khawatir akan kuota internet jebol. 




Quarantine Place at 13rd Floor, 5th Floor Wisma Atlet Kemayoran

Pagi harinya, kita dimasukkan ke dalam grup Whatsapp yang dikelola oleh petugas medis Wisma Atlet Kemayoran. Setiap harinya, admin grup "Tower 15 Lantai 13" selalu memberikan informasi mengenai permintaan obat, konsumsi makanan dan informasi seputar kesehatan. Selain itu, Wisma Atlet Kemayoran juga sering mengadakan kegiatan virtual meeting via Zoom, mulai dari sharing tentang keagamaan, kesehatan, psikologi dan lain-lain.


Check-in untuk Quarantine di Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran

Selama menjalani karantina di Wisma Atlet Kemayoran, pasien diberi jatah makan 3 kali sehari yaitu pukul 06:00, 12:00 dan 18:00 WIB. Nasi Box yang dibagikan isinya mencakup 4 sehat 5 sempurna. Selain itu, petugas medis di Wisma Atlet Kemayoran pun selalu memantau ketersediaan obat dan multivitamin yang harus dikonsumsi oleh pasien. Satu kali makan obat dalam sehari, aku harus meminum 6-8 jenis obat dan multivitamin selama 3 tiga kali. Lumayan gumoh sih, makan obatnya banyak banget!



6-8 jenis obat dan multivitamin tiga kali dalam sehari. gumoh gak tuh!

Ada hal yang cukup menarik disaat menjalani karantina di hari keempat yaitu tanggal 23 Maret 2021. Pada sore hari, Wisma Atlet Kemayoran menyelenggarakan peringatan "1 Tahun Perjuangan Rumah Sakit Darurat CoVid-19, Wisma Atlet Kemayoran". Dalam event tersebut, sebagian nakes yang sudah selesai berdinas dan para pasien turut berpatisipasi mengisi acara ini. Kami semua diberi alat musik Angklung untuk dimainkan bersama-sama saat lagu-lagu mulai dinyanyikan. Acara ini pun disiarkan secara langsung dan diliput oleh berbagai media.
Disaat acara sedang berlangsung, aku yakin kegiatan ini pasti menimbulkan pro dan kontra. Dan hal itu benar adanya. Peringatan 1 Tahun CoVid-19 menjadi topik pembicaraan yang cukup populer di Twitter dan juga Instagram. Mayoritas menyebutkan jika kegiatan ini terlalu berlebihan dan over-celebration. Akupun merasakan hal yang sama, karena merasa tak perlulah melakukan kegiatan ini.


Angklung Peringatan 1 Tahun RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Tapi... setelah aku menjalani karantina selama 7 hari, aku akhirnya berpikir dan merasakan jika kegiatan tersebut bukanlah ajang hura-hura, melainkan bentuk apresiasi, penghormatan sekaligus hiburan bagi para tenaga kesehatan yang sudah satu tahun berjuang melawan CoVid-19 dan merawat pasien di Wisma Atlet Kemayoran. Dikutip dari Google, sampai saat ini sudah ratusan tenaga kesehatan meninggal dunia.


Para nakes Wisma Atlet Kemayoran yang sudah sangat betah mengenakan APD Hazmat

Selama satu tahun ini juga, banyak tenaga kesehatan tidak pernah pulang ke rumah dan terpaksa menetap di Wisma Atlet Kemayoran demi merawat para pasien positif. Aku yang baru semingguan karantina disini saja sudah merasa sangat bosan karena tidak bisa keluar dari komplek Wisma Atlet ini. Tidak terbayang rasanya menjadi tenaga kesehatan yang sudah satu tahun lebih tinggal disini dan harus mengenakan APD Hazmat selama 8-9 jam untuk menghindari terpapar CoVid-19. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap semua tenaga kesehatan, petugas kebersihan, keamanan dan orang-orang yang bertugas di Wisma Atlet Kemayoran. Jasa dan pengabdian kalian semua sangat berarti bagi kami para pejuang negatif CoVid-19. Semoga diberi kesehatan dana kebahagiaan yang melimpah untuk kalian. Aamiin!


Still Quarantine Huft.
Tak terasa sudah 8 hari karantina di Wisma Atlet Kemayoran. Rasa bosan terus melanda setiap harinya. Aku benar-benar ingin sembuh secepatnya! Tanggal 27 Maret 2021, aku kembali melakukan Swab PCR untuk melihat perkembangan dari proses karantina ini. Aku sangat berharap hasilnya bisa negatif dan CT nya tinggi agar bisa keluar dari Wisma Atlet. Selama delapan hari karantina, sesekali aku melakukan kegiatan olahraga lari di pagi atau sore hari. Selain itu, para pasien di Wisma Atlet pun rutin mengadakan kegiatan senam di area amphitheater dan taman Wisma Atlet. Kegiatan ini dilakukan tiap jam 08:00-10:00 dan 16:00-17:00 WIB. Yang lucu tiap sesi senam ini, lagu-lagu yang digunakan untuk mengiringi senam kebanyakan lagu-lagu populer di sosial media TikTok. Hahaha.


Amphitheater yang dikelilingi tujuh tower Wisma Atlet Kemayoran


Suasana Kegiatan Senam di Amphitheater Wisma Atlet Kemayoran

Keesokan harinya, hasil dari Swab PCR akhirnya keluar. Aku sangat kaget karena masih dinyatakan positif, namun CT nya sudah mencapai 37.4. Dokter dan tenaga medis pun tidak mengizinkan aku untuk pulang. Masa karantina pun diperpanjang sampai 31 Maret 2021 dan akan di Swab PCR ulang. Aku sempat kesal dan kecewa karena tidak bisa pulang. Aku juga iri melihat teman satu kamar yaitu Farhan sudah dinyatakan positif dan bisa pulang hari itu juga. Kini aku menjalani karantina di apartemen seorang diri. Huft sepi sekali rasanyaa!
Selama sepuluh hari karantina, Alhamdulillah teman-teman, rekan kerja dan atasan aku yang selalu memberiku semangat. Mereka juga sesekali mengirimkan makanan dan multivitamin melalui online delivery. Terima kasih Dape, Ayang Eva Zalfa, Fahmi, Adit Baim, Ario, Imam, Fatma, Lailil, Shita, Erwin, Puyu, Bu Erna, Pak Rosyid, Pak Afan, Pak Romi, Mas Dio, Ibu Okly dan yang lainnya! Aku kangen kerja dan jeceh kesana-kemari guys!




Sebetulnya masih ada lagi foto-foto kiriman makanan lainnya. Thankyou guys!

Rabu, 31 Maret 2021 aku melakukan Swab PCR untuk yang kedua kali. Berharap hasilnya negatif dan CT nya tinggi. Aamiin! Aku sudah kangen kembali bekerja dan juga menjalani aktifitas sehari-hari seperti biasanya nih. Rasanya 12 hari sudah cukup banget untuk recovery dan survival dari CoVid-19.


Amazing View From 16th and 33rd Floor
Selama menjalani karantina di Wisma Atlet Kemayoran, aku sering jalan-jalan menelusuri setiap lantai di Tower 5. Aku yang sangat senang dengan pemandangan Jakarta dari ketinggian akhirnya bisa dirasakan hampir setiap hari disini. Di Tower 5 sendiri terdapat semacam dua teras atau balkon besar di lantai 12 dan lantai 16 dengan view ke sesama Tower Wisma Atlet dan ke Jakarta Pusat & Utara. Sampai tulisan ini dibuat (1/4), Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran sendiri sudah tak lagi full capacity. Aku yang awalnya dari lantai 13 pun dipindah ke lantai 9 karena jumlah pasien tiap harinya terus berkurang. Sehingga, lantai 14 sampai lantai 33 sudah kosong dan tak berpenghuni.
Setiap selesai makan siang, aku selalu menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke lantai 12, lantai 16 dan lantai tertinggi yaitu lantai 33. Suasana pemandangan Jakarta dari ketinggian sungguh indah. Deretan gedung-gedung tinggi perkantoran, apartemen, hotel yang ada di wilayah Kemayoran hingga Jakarta Pusat terpampang nyata. Angin yang berhembus pun cukup kencang dan sesekali agak takut juga sih untuk memotret dan mengambil video.








Oiya satu lagi, jika teman-teman semua mempunyai gejala CoVid-19 tak perlu khawatir dan merasa takut ya! Cukup periksa ke Puskesmas terdekat, pastikan membawa KTP sesuai domisili atau BPJS Kesehatan. Insyaallah penanganan dan perawatan CoVid-19 ini GRATIS tak dipungut biaya sepeserpun. Jika mendapat rujukan untuk isolasi dan karantina di Wisma Atlet atau rumah sakit rujukan CoVid-19, jangan ditolak ya teman-teman, demi kebaikan kita sendiri dan juga orang-orang yang ada disekitar, karena Virus CoVid-19 ini sudah sangat mudah untuk menular layaknya flu dan batuk.
Jika sudah mendapat rujukan untuk karantina dan isolasi di Wisma Atlet Kemayoran atau Pademangan, aku sarankan untuk membawa:
1. Pakaian kaos, celana santai, underwear, sweater dan celana olahraga agar apabila dicuci cepat kering
2. Bawa sepatu olahraga supaya nyaman ketika lari atau senam
3. Bawa perlengkapan mandi seperti sabun, shampoo, facial wash, gunting kuku karena pihak Wisma Atlet tidak menyediakan amenities
4. Bawa perlengkapan alat makan seperti gelas, sendok, piring atau mangkok yang berbahan plastik agar mudah dicuci dan tidak pecah
5. Bawa colokan listrik dengan kabel yang panjang, karena lokasi colokan listrik di apartemen Wisma Atlet Kemayoran jumlahnya terbatas
6. Bawa sabun deterjen dan pewangi pakaian karena disana tidak disediakan fasilitas laundry
7. Bawa sabun pencuci piring
8. Bawa semprotan nyamuk, karena ketika pertama kali check-in masuk ke apartemen banyak sekali nyamuk
9. Bawa pengharum ruangan apabila dibutuhkan biar suasana kamar isolasi nyaman dan enak
10. Wisma Atlet hanya menyediakan fasilitas linen berupa handuk, bedsheet dan selimut.

Thursday, 5 November 2020

Staycation di Jakarta Ternyata Murah-Murah! (Part 1)


Sejak bulan September lalu, hampir setiap weekend aku habiskan staycation di hotel-hotel Jakarta. Tak sedikit teman-teman, saudara hingga keluarga mengira aku menghabiskan banyak uang untuk menginap di hotel-hotel. Setiap update postingan Instagram Story sedang berada di hotel pasti ramai direply oleh teman-temanku. Hahahaha.. Aku selalu menjawab message yang masuk dengan so' bijak dengan alasan me-time and treat my self after five days full with duty.
Kali ini aku mau sedikit berbagi pengalaman staycation selama satu bulan terakhir di beberapa hotel yang ada di Jakarta. Kok bisa sih staycation hampir setiap weekend? Emang gak abis duit gede? Jawabannya: bisa banget dong! Gunakanlah Smartphone dengan sebaik mungkin guys. Karena semenjak Pandemi CoVid-19 melanda diseluruh dunia termasuk Indonesia, industri hospitality bisa dibilang terkena dampak yang sangat besar. Banyak hotel-hotel di Indonesia sepi tamu bahkan di awal-awal kasus CoVid-19 ditemukan di Indonesia, beberapa hotel memutuskan untuk tutup operasional. Nah agar bisa survive dan tetap beroperasi, hotel-hotel akhirnya memberikan promo-promo sangat menarik yang bekerjasama dengan Online Travel Agent dan Travel Agent yang masih established.


Salah satu promo hotel menarik yang alhamdulillah selalu aku dapatkan adalah Friday Flash Sale yang diselenggarakan oleh Aplikasi Traveloka. Setiap hari Jum'at pukul 19:00-23:59 WIB, Traveloka mengadakan potongan diskon hotel hingga 50% setiap minggunya! Selain itu, Traveloka juga sering mengadakan sesi Live Streaming di aplikasi dan memberikan ekstra kupon potongan harga mulai dari 100-300 ribu dengan kuota yang sangat terbatas! Yang paling menarik lagi adanya Secret Flash Sale yang suka tiba-tiba muncul saat sesi Live Streaming berlangsung, diskon hotelnya pun lumayan banget hingga 65% dan berlaku di beberapa kota di Indonesia. Untuk metode pembayaran juga Traveloka mempunyai solusi selain debit dan kartu kredit yaitu Pay Later! Fitur cicilannya lumayan helpful sih dikala tanggal tua ada Flash Sale, kita bisa pakai fitur ini. Tapi jangan sampai telat bayar ya biar gak kena penalty.

1. Di minggu pertama September, staycation pertamaku di Harris Vertu Harmoni, Jakarta Pusat. Aku berhasil mendapatkan Secret Flash Sale dari harga Rp.700.000an menjadi Rp.220.000.- saja! Harris Vertu Harmoni terletak di Jakarta Pusat dan tepat berada di depan Halte Transjakarta Harmoni. Bentuk gedungnya sangat mencolok karena designnya menurutku modern-futuristik, berbentuk memanjang ke belakang dan tengahnya bolong hahaha. Hotel ini satu gedung dengan Harmoni Xchange dan Yello Hotel Harmoni. Fasilitas yang disediakan sangat lengkap. Namun sayang untuk Swimming Pool belum bisa digunakan karena PSBB Transisi. Untuk variasi menu breakfast nya sangat memuaskan. Jika ingin nambah orang untuk breakfast dikenakan Rp.125.000/person. Staycation di Harris Vertu maupun Yello Hotel Harmoni bikin ketagihan euy! Sampai postingan ini dibuat, aku sudah 3x staycation disini. Love it!





2. Next week, aku staycation di Neo Plus Kebayoran, Jakarta Selatan. Aku berhasil mendapatkan Friday Flash Sale dari harga Rp.460.000 menjadi Rp.200.000an dan ini tuh sudah termasuk breakfast untuk dua orang. Mantap banget meskipun hotelnya tidak terlalu sesuai dengan ekskpektasi. Kamar dan toiletnya lumayan sempit dan dindingnya banyak noda serta coretan-coretan pulpen. WiFi juga tidak bisa diandalkan banget. Lokasinya terletak di depan Halte Transjakarta Pasar Kebayoran Lama koridor 13 dan Stasiun KRL Kebayoran.



3. Staycation di minggu ketiga aku pilih di Best Western Mangga Dua, Jakarta Pusat. Aku berhasil mendapatkan Friday Flash Sale jadi Rp.220.000 saja! Ada hal menarik saat aku staycation disini. Lokasi hotelnya terbilang jauh dari jalanan utama. Halte Transjakarta terdekat dengan hotel ini adalah Halte ITC Mangga Dua. Saat tiba di hotel, suasana lobby hotel yang terkesan megah ini terasa panas dan pengap. Awalnya aku sedikit kecewa, karena saat check-in saja, begitu panas dan melihat petugas Front Desk Agent juga penuh dengan keringat hahaha.. Ternyata AC yang dipasang di lobby hotel memang sengaja dimatikan agar para tamu hotel tidak berkumpul di lobby demi peraturan Physical Distancing. Rasa kecewa dengan AC lobby yang mati terbayar saat masuk ke dalam kamar. Interiornya Best Western banget dan terkesan mewah. Pemandangan jendelanya juga sungguh memukau, karena aku mendapatkan kamar yang berada di lantai 34. Sudut kota Jakarta dan laut terlihat dengan jelas dan memukau. Yang semakin membuatku senang adalah Swimming Pool Best Western Mangga Dua sudah dibuka! Bahkan ketika aku mencoba main air, kolam renangnya serasa private pool karena tamu lain tidak ada yang berenang wkwk.




4. Staycation minggu keempat di Menara Peninsula Hotel Slipi, Jakarta Barat. Saat pertama kali bekerja di Jakarta, kebetulan tempat kerja dan kost yang dulu tak jauh dari hotel ini. Aku selalu penasaran ingin mencoba staycation disini karena Menara Peninsula Hotel merupakan salah satu hotel oldiest yang ada di Jakarta. Dari design bangunannya pun sudah terlihat jelas. Saat Secret Flash Sale, aku berhasil mendapatkan Superior Room seharga Rp.180.000 saja dari harga normal Rp.490.000. Setibanya di hotel, ambience grande sudah terasa di lobby. Rasa creepy sempat aku rasakan saat berjalan-jalan menelusuri lorong demi lorong hotel ini yang mayoritas lampunya sengaja dimatikan. Perabotan di public area juga terlihat tua tapi sangat dijaga dengan baik kondisinya. Yang paling membuatku senang staycation disini adalah harga kurang dari dua ratus ribuan saja sudah mendapatkan kamar dengan bathtub! Selain itu, WiFi Menara Peninsula Hotel juga sangat kencang. Kualitas WiFi dan TV terbaik yang pernah aku rasakan selama staycation ini. Fasilitas hotel serta properti yang ada di hotel ini pun sangat terawat dengan baik. Amenities yang disediakan juga paling komplit dibandingkan hotel-hotel diatas. Breakfast di Menara Peninsula sendiri belum bisa buffet karena masih PSBB. Yang sedikit memberatkanku adalah deposit di hotel ini terbilang besar yaitu Rp.500.000 cash. Untungnya hotel ini menyediakan ATM Bersama hahaha.




Yang perlu diketahui juga, menjelang akhir tahun mulai dari Oktober hingga Desember, biasanya Online Travel Agent mulai memberikan diskon besar-besaran setiap bulannya. Bulan November ini misalnya, Traveloka menghadirkan program Epic Sale Diskon hingga 80% untuk hotel dan akomodasi yang tersebar diseluruh Indonesia. Programnya dimulai tanggal 5-11 November 2020. Selain Traveloka, Online Travel Agent lain seperti Pegi-Pegi dan Tiketcom juga memberikan diskon-diskon menarik loh! Periode booking yang diberikan Traveloka, Pegi-Pegi dan Tiketcom pun enak banget guys, bisa booking sampai tahun 2021 mendatang! So, tunggu apa lagi, Let's treat your self with staycation!


Tuesday, 20 October 2020

Bucket List ke Ranca Upas Akhirnya Terkabul!



Bandung memang layak disebut sebagai wilayah yang memiliki sejuta tempat wisata. Tiap sudut kota maupun kabupaten pasti memiliki tempat wisata menarik dan menakjubkan. Salah satu tempat wisata populer di Kabupaten Bandung tepatnya di wilayah Ciwidey adalah Kampung Cai & Perkemahan Ranca Upas.
Ranca Upas is one of my Bucket List since five or six years ago. Sejak zaman masih tinggal di Tasik, aku selalu bermimpi bisa mengunjungi Ranca Upas melihat pemandangan serta memberi makan rusa-rusa yang ada disana. Masih ingat, waktu itu bersama dengan temanku, Tantan sempat berencana untuk pergi liburan ke Ciwidey. Tapi rencana tersebut selalu aja menjadi wacana karena Almarhum merasa ragu ketika melihat jarak dari Bandung ke Ciwidey itu ternyata jauh banget. Bukan hanya itu saja, waktu masih di Tasik, jadwal kerja dan libur juga tidak bisa lama-lama, alhasil planning pergi ke Ranca Upas selalu gagal dan mentok-mentoknya cuma keliling Bandung atau ke Bukit Bintang Caringin Tilu saja.



Lima tahun berlalu, akhirnya Bucket List ku bisa terwujud pada tanggal 29 Agustus 2020 lalu. Rencana liburan ke Ranca Upas kali ini dipersiapkan dengan sangat matang. Aku sudah prepare cuti selama satu minggu agar bisa berliburan di Bandung sepuasnya. Booking hotel juga sudah aman dan temanku, Dape pun bersedia untuk menemani dan mengantarku ke Ranca Upas dengan mengendarai motor barunya.
Sabtu (29/8) pagi pukul 06:00 WIB, kita berdua bergegas pergi dari daerah Dipatiukur menuju Ciwidey. Akses menuju Ciwidey melewati daerah Bandung yang belum pernah kita lewati, sebut saja daerah Kopo dan Soreang. Setelah melewati Soreang dan menuju Ciwidey, akses jalan mulai menanjak. Cuaca untungnya sangat mendukung kita untuk berliburan. Sepanjang perjalanan begitu cerah dan udara di Ciwidey terasa dingin. Setelah menempuh waktu perjalanan kurang lebih 2.5 jam, akhirnya kita tiba di Ranca Upas.



Melihat tulisan "Selamat Datang di Ranca Upas" saja aku sangat bahagia dan terharu, karena akhirnya Bucket List ku bisa terwujud setelah menunggu lima tahun lamanya! Rasa pegal selama perjalanan hingga kedinginan yang kita rasakan akhirnya terbayarkan saat melihat kawasan Ranca Upas ada didepan mata. Total pengeluaran selama jalan-jalan ke Ranca Upas:

1. Tiket Masuk Rp.25.000 / orang
2. Parkir Motor Rp.5.000
3. Titip Helm Rp.10.000 / 2 helm
4. Jajan Makanan untuk Rusa Rp.10.000 untuk wortel dan Rp.5.000 untuk sayur kangkung
5. Jajan Cuanki Rp.15.000 / porsi
6. Bensin Motor Rp.25.000 pulang-pergi

Total: -/+ Rp. 110.000 kita habiskan di tempat wisata Ranca Upas. Sangat murah dan worth it kan? Tiket masuk itu sudah include ke semua tempat yang ada di Ranca Upas loh. Mulai dari tempat penangkaran rusa, pematang sawah dengan view pegunungan indah dan masih banyak lagi spot-spot menarik di Ranca Upas.


Selama berada di penangkaran rusa, kita berdua tak hentinya mengabadikan lewat foto dan video, hingga tak terasa 3 jam berlalu bermain di Ranca Upas. Benar-benar tak berasa melelahkan guys. Cuaca panas terik di jam 12:00 sama sekali tidak panas karena hawa dan udara di Ciwidey begitu dingin! Sebagian koleksi foto dan video bisa dicek di Instagram & Highlights @Rizkywinaya yaa.


Setelah meninggalkan Ranca Upas, kita berdua melanjutkan perjalanan menelusuri Ciwidey dengan mengunjungi Kawah Putih yang letaknya persis tinggal menyebrang jalan dari kawasan Ranca Upas. Aku awalnya mengira jika Kawah Putih itu jauh dari Ranca Upas, eh ternyata tinggal nyebrang jalan doang hahaha.
Akses menuju Kawah Putih rupanya tak semudah seperti ke Ranca Upas. Setelah tiba di parkiran motor, ternyata sepeda motor dilarang untuk naik ke Kawah Putih karena jalanannya terjal. Pengelola wisata Kawah Putih menyediakan kendaraan seperti Angkot namun tanpa pintu dan jendela yang sudah siap mengangkut para wisatawan. Sebelum menuju ke Kawah Putih, kita harus membayar sebesar Rp.50.000 / orang (udah termasuk biaya naik kendaraan Angkot).



Ternyata benar adanya, akses dari gerbang utama menuju Kawah Putih ternyata jauuuh banget. Kurang lebih 3 kilometer kita tempuh dengan mengendarai Angkot. Jalanannya pun memang terjal karena banyak yang bolong-bolong dan tak beraspal. Setelah kurang lebih 15 menit perjalanan, kita tiba diatas area parkiran Kawah Putih. Untuk menuju ke pusat Kawah Putih, kita kembali harus berjalan menyusuri puluhan anak tangga yang cukup melelahkan hehehe.


Aroma bedak Herocyn yaitu belerang sudah tercium dengan kencang. Setibanya di pusat Kawah Putih, aku merasa sangat senang akhirnya bisa juga liburan ke Kawah Putih. Ingatanku langsung tertuju pada film HEART dan RASUK yang sempat mengambil gambar di lokasi ini. Pemandangannya sangat cantik. Danau yang ada ditengah kawah berwarna sangat cantik yaitu biru muda. pasirnya pun berwarna putih kekuning-kuningan karena sudah tercampur dengan belerang. Disetiap sudut Kawah Putih dihiasi tebing-tebing mengagumkan serta deretan hutan mati yang semakin mempercantik Kawah Putih ini. Disini juga banyak para abang-abang yang memberikan jasa foto dengan harga yang cukup murah. Mereka bahkan menyediakan kamera professional dan beberapa properti wardrobe untuk para wisatawan yang ingin mendapatkan foto yang bagus. Tak perlu khawatir, hasil foto juga bisa langsung dicopy dalam bentuk soft file atau dikirim melalui email.
Overall, liburan dan berwisata ke Ciwidey ternyata sangat mengesankan! Tak sabar ingin kembali ke Ranca Upas untuk melihat rusa-rusa dan berkunjung lagi ke Kawah Putih, tempat Rachel dan Farrel kejar-kejaran.