#Description:
Title: Cerita Lila (2026)
Title: Cerita Lila (2026)
Casts: Lutesha, Myesha Lin, Shareefa Daanish, Firzanah Alya, Sara Wijayanto, Wisnu Hardana, Wafda Saifan, Whani Darmawan, Jovial Da Lopez, Aci Resti, Enrico Winaldy, Kiara Virly, Demian Aditya, Fadi Iskandar
Director: Bobby Prasetyo
Studio: MVP Pictures
#Synopsis:
Sara (Sara Wijayanto) dan Wisnu (Wisnu Hardana) tak sengaja melihat sebuah rumah tua kosong ketika dalam perjalanan menuju basecamp Diary Misteri Sara. Mobil pun menepi sejenak di depannya. Saat berada di depan pagar rumah, Sara merasakan adanya energi buruk yang membuatnya khawatir. Namun sayang, Sara dan Wisnu tidak bisa asal masuk ke dalam rumah karena di depan pagar terpasang iklan dijual oleh agen properti. Sarah kemudian meminta Wisnu menghubungi agen properti tersebut dan meminta izin agar bisa masuk ke dalam rumah. Namun karena tak mendapat jawaban, keduanya melanjutkan perjalanan menuju basecamp.
Di sisi lain, Tari (Lutesha) sedang berjuang menghidupi anak kesayangannya, Nia (Myesha Lin) dengan bekerja sebagai agen properti rumah. Meskipun sedang demam, Tari tetap berangkat bekerja dan menitipkan Nia selama ia bekerja pada tetangga rusunnya yaitu Septi (Aci Resti). Setibanya di kantor, Tari mendapat teguran dari atasannya karena performa sales propertinya buruk. Ia pun terancam dipecat jika tak kunjung mencapai target. Atasannya kemudian memberikan satu kesempatan pada Tari untuk menjual satu properti rumah tua yang sudah lama tidak laku meskipun harga yang ditawarkan tergolong sangat murah. Selain tuntutan pekerjaan yang semakin berat, Tari juga harus menghadapi sidang perceraian dan rebutan hak asuh anak dengan mantan suaminya, Teguh (Jovial Da Lopez). Tari berusaha hidup mandiri bersama Nia dan tidak mau bergantung dari nafkah yang diberikan Teguh karena suaminya itu ketahuan selingkuh dengan wanita lain. Tari pun langsung mendatangi rumah tua yang harus segera ia jual secepatnya. Tiba di sana, Tari langsung membereskan perabotan jadul yang masih ada di dalam rumah dan membersihkan semua ruangan supaya jika nanti ada calon pembeli yang berkunjung, bisa langsung tertarik dan membeli rumah tersebut.
Malam harinya, Tari kembali demam dan meriang. Melihat ibunya yang sedang sakit, Nia berinisiatif membuatkan teh hangat. Ketika sedang merebus air di dapur, Nia tak sengaja membakar kain lap dari kompor gas dan menyebar ke gorden dapur. Nia yang menangis kemudian terdengar oleh Tari dan langsung keluar dari rusun untuk meminta pertolongan. Beruntung para tetangga rusun berhasil memadamkan api. Gara-gara kejadian tersebut, Tari mendapat teguran keras dari pemilik rusun karena sudah membahayakan banyak orang. Tari dan Nia diminta untuk segera mengosongkan rusun yang mereka sewa dan tak lagi tinggal di sana.
Tari berusaha mencari kost atau kontrakan sementara untuk ditinggali setelah ia diusir dari rusun. Karena tak punya uang yang cukup untuk bayar DP, Tari terpaksa menempati rumah tua yang sedang ia pasarkan tanpa sepengetahuan pemilik dan juga kantornya. Tari berjanji pada Nia jika nanti rumah tua tersebut berhasil terjual, komisinya akan langsung digunakan untuk menyewa kontrakan secepatnya. Tiba di rumah, Tari dan Nia kembali membersihkan kamar agar bisa digunakan untuk beristirahat. Di kamar satunya lagi yang merupakan kamar anak-anak, Nia melihat ada dua kasur dan juga satu kursi roda.
Di tengah malam, Nia terbangun mendengar suara anak perempuan yang memanggil nama Lila (Firzanah Alya). Selain itu, Tari juga tiba-tiba mengalami sleep walking dan merasakan seperti ada yang mengawasinya ketika sedang sendirian. Seiring berjalannya waktu, Nia berkenalan dengan arwah seorang anak perempuan bernama Lili (Firzanah Alya) yang meminta bantuan pada Nia untuk mencarikan saudara kembarnya, Lila di rumah. Nia yang menyadari jika Lila bukanlah manusia justru tidak takut karena ia yakin jika Lila merupakan arwah baik.
Hari demi hari terus berlalu. Tari semakin mendapat banyak tekanan dan masalah. Rumah tak kunjung terjual, jadwal persidangan hak asuh anak semakin dekat, mantan suami yang selalu menyalahkannya hingga gangguan mistis perlahan mulai mengganggu Tari dan juga Nia. Sosok penunggu di rumah tua tersebut adalah seorang ibu bernama Rahma (Shareefa Daanish) yang terpaksa gantung diri setelah membunuh kedua anak kembarnya. Cerita masa lalu dari Rahma pun perlahan terungkap melalui mimpi dan kerasukan yang dialami oleh Tari. Bagaimana nasib Tari dan Nia selanjutnya?
#Review:
Rumah produksi MVP Pictures kembali hadir dengan film horror terbarunya yang berjudul CERITA LILA (2026). Meskipun kembali mengadaptasi dari cerita viral dari sosial media khususnya YouTube channel nya Diary Misteri Sara, sutradara Bobby Prasetyo dan tim penulis cerita serta naskah yang terdiri dari Gea Rexy, Erwanto Alphadullah dan Sara Wijayanto memberikan konsep terbilang baru untuk ukuran film horror Indonesia.
Untuk segi cerita, film CERITA LILA (2026) memiliki tiga plot yang saling beriringan satu sama lain. Plot pertama sebagai pembuka datang dari tokoh nyata yaitu Sara Wijayanto beserta tim Diary Misteri Sara (DMS) nya. Keputusan dan konsep kreatif yang memadukan antara tokoh nyata dan karakter fiksi disatukan dalam film ini tampil solid dan juga believable. Ketimbang harus recast atau memaksa geng DMS untuk full berakting, mending dibuat seperti ini aja. Terasa lebih natural dan tidak cringe. Dengan menghadirkan tiga plot dari tiga sudut pandang yang berbeda, semuanya berhasil terjahit dengan maksimal oleh tim penulis naskah. Setiap pertanyaan dan misteri yang awalnya memunculkan tanda tanya, bisa terjawab dengan tuntas di sekuens-sekuens berikutnya. Konflik utama dari plot Tari dan juga Rahma memiliki kesamaan yaitu perasaan trauma, depresi berat, dan tekanan psikologis dari kejamnya dunia hingga memicu serangkaian kejadian tragis ketika berada di rumah tua tersebut. Saat karakter Tari dan Nia terperangkap dalam energi mistis di sana, mereka tidak hanya harus bertahan hidup dari terror supranatural, tetapi juga harus merapikan benang kusut luka pola asuh orang tua, trauma pengkhianatan, ketidakberdayaan perempuan dan issue kesehatan mental. Dinamika emosional antara ibu dengan anak yang mendominasi di sepanjang film berhasil menguatkan sisi drama dalam film horror ini. Yang cukup disayangkan dari film CERITA LILA (2026) ini yaitu penonton terasa "disuapin" banget sehingga setiap teka-teki dan misteri yang ditebar, penonton cuma menikmatinya saja tanpa harus effort memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Hahaha.
Untuk jajaran pemain, time flies banget melihat aktris cantik Lutesha yang kini dipercaya untuk memerankan karakter seorang ibu dalam sebuah film. Rasanya kayak masih kemarin banget baru melihat Lutesha debut dengan karakter ikoniknya yaitu Suki di MY GENERATION (2017), Suci di BEBAS (2019) dan Alpha di THE BIG FOUR (2024), eh sekarang menjadi Tari seorang ibu dan single parent. Pendalaman karakter sebagai seorang ibu muda dengan segala permasalahan hidup serta emosionalnya yang belum stabil terasa believable. Lutesha semakin menunjukkan "taring" sebagai seoranga aktris saat karakter Tari mengalami kerasukan. Chemistry yang dibangun bersama Myesha Lin juga terasa hangat karena keduanya selalu berusaha saling melindungi satu sama lain. Penampilan Shareefa Daanish yang semakin mengukuhkan predikat sebagai expert dan spesialis peran setan juga mengesankan. Setiap kemunculannya di awal film dibuat sangat cerdik. Berkesan banget! Karakter Rahma yang ia perankan berhasil menarik simpati penonton, kerapuhannya, kesedihannya dan amarahnya tersampaikan dengan baik disepanjang film. Kemunculan geng Diary Misteri Sara yang menjadi diri mereka dalam film CERITA LILA (2026) ini tampil sangat meyakinkan. Kehadiran geng DMS ini sudah pasti menjadi fan service bagi penonton setia channel Youtube mereka.
Untuk urusan visual, tim artistik, sinematografi dan efek visual berhasil menyajikan terror rumah tua yang memukau. Set lokasi terlihat sangat meyakinkan seperti rumah tua betulan yang tak kunjung laku padahal lokasinya sangat strategis di pusat kota. Scoring yang mengiringi film pun terasa dramatis dan tidak terlalu berlebihan saat memunculkan jump scared.
Overall, film CERITA LILA (2026) bukan sekadar horror yang menjual ketakutan, melainkan sebuah refleksi tajam tentang bagaimana trauma, amarah dan dendam masa lalu yang tidak disembuhkan dapat terus menghantui secara abadi. Applause untuk Bobby Prasetyo yang berhasil memadukan cerita viral dari Diary Misteri Sara dengan melodrama keluarga yang emosional. Keren!
[8.5/10Bintang]









































