Friday, 12 June 2026

[Review] Backrooms: Cerita Depresif Ketika Masuk Dan Terjebak Ke Ruangan Kosong Tak Terbatas!

 


#Description:
Title: Backrooms (2026)
Casts: Chiwetel Ejiofor, Renate Reinsve, Mark Duplass, Finn Bennett, Lukita Maxwell, Avan Jogja, Robert Bobroczkyi, Krista Kosonen
Director: Kane Parsons
Studio: North Road Productions, 21 Laps Entertainment, Atomic Monster, A24, Feat Pictures


#Synopsis:
Seorang peneliti dari ASYNC Foundation yaitu Naren Warne (Avan Jogia), terpisah dari rombongannya dan tersesat di ruangan tanpa batas seperti labirin kosong dengan dinding berlapis wallpaper kuning kusam, karpet lembab dan lampu neon yang terus-terusan mendengung. Ruangan yang ditemukan tersebut kemudian disebut sebagai Backrooms. Setelah berjalan jauh dan berkeliling, Warne menemukan peralatan untuk berkomunikasi dengan ASYNC dan berusaha meminta bantuan. Tak lama setelah itu, Warne dikejar dan diserang oleh entitas misterius. Video footage hilangnya Warne tersebut ditemukan dan diteliti lebih lanjut oleh ASYNC.



Di sisi lain, Clark (Chiwete Ejiofor) pemilik toko furnitur diskonan sekaligus seorang arsitek gagal berusaha mengatasi kecanduan alkohol dan memperbaiki rumah tangganya yang terancam perceraian. Clark kemudian melakukan konsultasi pada psikolog yaitu Dr. Mary Kline (Renate Reinsve), yang dirinya sendiri juga sedang berjuang mengatasi trauma berat terkait pembongkaran rumah masa kecilnya serta ibunya, Nora (Krista Kosonen) yang mengidap gangguan kecemasan. Setelah selesai konsultasi, Clark kembali ke toko dan kembali berjualan meskipun tak ada satupun yang berkunjung ke sana. Malam harinya, Clark memutuskan tidur di toko dan tidak pulang ke rumah. Saat sedang menonton televisi, ia menyadari jika semua lampu toko berulang kali berkedip-kedip. Keesokan harinya, Clark memanggil tukang listrik untuk memeriksa kotak sekring yang ada di lantai bawah toko. Saat dicek, semua sekring listrik tidak ada rusak. Mereka juga menemukan dua sekring listrik dengan warna berbeda dan ketika pengetesan, tidak ada perubahan. Setelah itu, toko furnitur kembali buka seperti biasa. Di siang hari, Clark membuat materi promosi iklan dengan bantuan staff nya yaitu Kat Taylor (Lukita Maxwell). Bersama dengan pacarnya Kat yaitu Bobby Franklin (Finn Bennett) mereka bertiga membuat video iklan toko furnitur dengan tema bajak laut. Clark mengenakan kostum dan menjadi seorang kapten bajak laut seperti maskot tokonya yaitu Captain Clark. Setelah selesai, beberapa hari kemudian video iklan tersebut akhirnya tayang di televisi.


Suatu malam, saat Clark sedang beristirahat di tokonya, seluruh lampu kembali berkedip. Karena kesal, ia kemudian turun ke bawah untuk memperbaiki sekring listrik. Saat semuanya gelap, Clark melihat garis celah bercahaya dari dinding lantai bawah toko furnitur. Ketika mendekatinya, ia masuk dan terjatuh ke dalam Backrooms. Di depannya, Clark melihat banyak barang-barang seperti kursi, lemari dan meja yang saling menumpuk di tengah ruangan. Ia kemudian berjalan menyusuri setiap lorong dan ruangan di Backrooms. Clark mulai menyadari jika ruangan yang ia jelajahi itu tak ada ujungnya. Saat akan kembali ke tempat semula, Clark mendengar suara orang berbicara. Saat dicari keberadaannya, ia menemukan standee bergambar seorang pria yang mengeluarkan suara rekaman. Sumber suara tersebut berasal dari sebuah kabel yang terhubung ke sebuah pintu. Di sisi lain, Clark juga tak sengaja menemukan sebuah tas dengan nama pemilik Naren Warne yang tersembunyi di balik dinding. Saat Clark menarik kabel yang terhubung pada sebuah pintu, ia mendengar suara langkah kaki yang sangat besar. Clark kemudian pergi dari sana dan kembali ke toko dengan selamat.



Keesokan harinya, Clark kembali menemui Mary dan menceritakan pengalamannya memasuki Backrooms. Namun sayang, Mary menanggapinya dengan skeptis dan menduga hal tersebut efek dari kecanduan alkohol saja. Mendengar omongan tersebut membuat Clark kesal. Ia kemudian pulang dan meminta bantuan pada Kat dan Bobby untuk menemaninya masuk lagi ke Backrooms. Clark berjanji akan membayar dengan harga tinggi jika mereka bersedia membantunya. Setelah sepakat, Clark, Kat dan Bobby masuk ke Backrooms dengan cara menembus dinding yang sudah ditandai. Kat dan Bobby terkejut sekaligus takut saat mereka berhasil masuk ke sana dengan cara yang tak lazim. Ketiganya berjalan menyusuri setiap ruangan dan lorong dengan dinding warna kuning pucat, lantai karpet lembab dan lampu neon berdengung dimana-mana. Selama menjelajah Backrooms, Clark mulai menyadari adanya perubahan bentuk ruangan dibandingkan kemarin saat pertama kali masuk. Mereka bertiga kemudian menemukan sebuah lorong dengan kemiringan yang curam. Clark meminta Bobby untuk turun ke sana dan merekam apa yang ada di bawah dengan bantuan tali yang diikat. Ketika mendarat di bawah, Bobby menemukan ruangan yang gelap dan dipenuhi sampah, tumpukan baju kotor dan furnitur yang sudah rusak. Saat akan kembali naik ke atas, Bobby merekam entitas misterius muncul dari kegelapan dan mengejarnya. Clark dan Kat menarik tali yang mengikat pada tubuh Bobby. Namun sayang Bobby kembali terseret ke bawah dan menghilang di sana. Karena kuatnya tarikan dari bawah, Clark dan Kat juga ikut terjatuh. Mereka berdua panik dan berusaha mencari jalan keluar. Kat lalu ditarik oleh entitas misterius itu dan menghilang. Clark yang ketakutan berusaha melarikan diri dan menyusuri ruangan aneh dan tidak beraturan. Setelah berlari tanpa arah, Clark berpapasan dengan dua entitas humanoid yang mengejarnya hingga terjebak di ruangan buntu.


Beberapa hari kemudian, Mary menerima panggilan telepon dari Clark yang mengungkapkan jika ia akan tinggal di Backrooms dan menetap di sana. Merasa khawatir, Mary pun pergi menuju toko furniturnya Clark. Setibanya di sana, toko terlihat sepi tidak ada orang dan dalam keadaan tidak terkunci. Mary pun masuk ke sana dan mencari Clark. Ketika turun ke lantai bawah, Mary melihat sebuah denah lokasi di papan yang digambar oleh Clark. Selain itu, ia juga melihat sebuah tanda garis berbentuk pintu menempel di dinding. Karena teringat akan ucapan Clark, ia mendekati garis berbentuk pintu tersebut dan secara mengejutkan masuk ke dalam Backrooms.
Di sana, Mary berjalan menyusuri setiap lorong dan ruangan sambil memanggil Clark. Mary kemudian menemukan sebuah ruangan dengan coretan gambar yang diyakini dibuat oleh Clark. Tak lama setelah itu Clark muncul dan entitas gaib juga mulai mendekati mereka berdua. Apa yang sebenarnya terjadi di sana? Bagaimana nasib Mary dan Clark selanjutnya?


#Review:
Pertengahan tahun 2026, jagat sinema Hollywood digemparkan dengan kesuksesan film BACKROOMS (2026) yang diadaptasi dari urban legend viral di internet serta disutradarai oleh seorang pemuda berusia 20 tahun! Tak hanya itu saja, debut film Kane Parsons menggarap film layar lebar ini juga mencetak rekor sebagai film produksi A24 terlaris sejauh ini menggeser posisi MARTY SUPREME (2025) dan EVERYTHING EVEREWHERE ALL AT ONCE (2022). Luar biasa!


Untuk segi cerita, film BACKROOMS (2026) terbilang cukup berbeda dengan versi serial web nya. Di versi layar lebar, Kane Parsons dan Will Soodik selaku penulis naskah memilih untuk melanjutkan cerita dari pov warga sipil yang tak sengaja masuk ke dalam Backrooms ketimbang mengulang dari awal. Seperti yang sudah dijelaskan di serial web nya, ASYNC Foundation tak sengaja membuka gerbang dimensi alternatif dan menciptakan sebuah distorsi sebuah ruangan yang tak terbatas. ASYNC menyadari bahwa pembukaan gerbang dimensi alternatif tersebut berdampak buruk pada dunia nyata. Terjadi distorsi di beberapa tempat di bumi, menyebabkan orang-orang atau barang-barang di dunia nyata terjatuh secara tidak sengaja ke dalam Backrooms. Salah satu tempat yang terkena distorsi tersebut adalah toko furnitur diskonan milik karakter Clark. Menariknya di sini, Kane Parsons memadukan gaya found footage dengan sinematografi teatrikal yang megah namun tetap dengan gaya khas kamera VHS seperti serial web nya. Selain itu, ia juga memberikan jiwa dan karakter manusia yang kuat. Penonton tidak lagi hanya melihat orang asing tanpa nama yang tersesat di koridor kuning, melainkan mengikuti Clark, seorang pria yang hancur oleh alkoholisme dan kegagalan hidup, serta Dr. Mary Kline yang berjuang menyembuhkan trauma masa kecilnya. film BACKROOMS (2026) bukan sekadar labirin atau infinity space semata, melainkan manifestasi visual dari keputusasaan, trauma, dan ruang isolasi mental dari kedua karakter utama.
Sumber horror dari film BACKROOMS (2026) bukan berasal dari jump scared atau scoring bombastis khas film-film horror mainstream, melainkan dari ruangan kosong dan tak terbatas itu sendiri. Konsep liminal space menciptakan rasa terisolasi, keputusasaan, dan paranoia yang mencekam bagi penonton. Hampir sepanjang nonton, penonton pasti punya imajinasi tersendiri dan membayangkan di pojokan ruangan atau lorong yang akan dilalui oleh Clark maupun Mary. Jika di versi serial web penggemarnya terbiasa dengan monster kabel, versi film layar lebarnya membawa horor ke arah yang lebih surealis dan psikologis. Kehadiran entitas gaib berwujud Captain Clark atau maskot toko furnitur dan tiga makhluk humanoid terasa lebih creepy dan bikin ngeri. 


Meskipun film BACKROOMS (2026) didominasi oleh ruang kosong dan kegilaan visual, performa kedua aktor utamanya berhasil memberikan "jiwa" dan dimensi kemanusiaan yang membuat penonton benar-benar peduli pada nasib para karakter, bukan sekadar menunggu mereka dikejar monster. Sebagai aktor berkelas pemenang Piala Oscars, Chiwetel Ejiofor memberikan penampilan yang luar biasa intens dan tragis sebagai Clark, arsitek gagal yang tenggelam dalam alkoholisme. Ejiofor dengan sangat brilian menggambarkan transisi Clark dari seorang pria yang depresi dan frustrasi di dunia nyata, menjadi sosok yang tidak waras setelah terjebak di dalam Backrooms. Sementara itu, aktris asal Norwegia yang saat ini sedang naik daun dan dikenal sebagai aktor spesialis film-film festival yaitu Renate Reinsve, berhasil menampilkan secara profesional seorang psikolog di awal film, yang perlahan-lahan runtuh ketika dirinya sendiri masuk ke dalam Backrooms dan dihadapkan pada manifestasi ketakutan terbesarnya. Saat berhadapan dengan Clark yang sudah tidak waras di ruang makan tiruan, akting Reinsve sangat memukau tanpa harus berteriak histeris atau marah-marah. Ia justru bersikap tegas dan realistis dalam menghadapi Clark.
Overall, film BACKROOMS (2026) adalah adaptasi yang sukses dan kualitasnya setara dengan versi serial web. Film ini tidak hanya menjual jump scared mainstream, melainkan sebuah horor psikologis berbalut fiksi ilmiah yang emosional, kelam dan meninggalkan rasa tidak nyaman setelah menonton. Kane Parsons menurutku berhasil mengubah salah satu urban legend internet sederhana menjadi sebuah kisah tragedi fiksi ilmiah yang megah, mencekam dan meninggalkan kesan mendalam mengenai batas ambisi manusia. Keren!


[8.5/10Bintang]

Thursday, 11 June 2026

[Review] Disclosure Day: Mengungkap Misteri Keberadaan Ekstraterestrial Yang Selama Ini Disembunyikan!

#Description:
Title: Disclosure Day (2026)
Casts: Emily Blunt, Josh O'Connor, Colin Firth, Eve Hewson, Colman Domingo, Wyatt Russell, Henry Lloyd-Hughes, Elizabeth Marvel, Hettienne Park, Tommy Martinez, Gabby Beans, Jeremy Shamos
Director: Stephen Spielberg
Studio: Amblin Entertainment, Universal Pictures


#Synopsis:
Ditengah situasi dunia yang berada di ambang Perang Dunia III, seorang cybersecurity specialist bernama Daniel Kellner (Josh O'Connor) mencuri sebuah teknologi ekstraterestrial dan file-file penting dari organisasi rahasia dibawah pemerintah Amerika Serikat yaitu Wardex Corporation. File yang dicuri isinya informasi dan rekaman konfidensial tentang kontak antara manusia dengan alien yang sudah dikumpulkan sejak tahun 70an. Pimpinan Wardex yaitu Noah Scanlon (Colin Firth) mendeteksi aksi pencurian tersebut dan menuduh Daniel sebagai mata-mata asing dan kemudian dijadikan buronan federal.


Meskipun tim pasukan dari Wardex sudah berhasil menangkap kekasih Daniel yaitu Jane Blankenship (Eve Hewson) yang dijadikan sebagai umpan, keduanya justru berhasil lolos setelah Daniel mengancam akan menggunakan teknologi ekstraterestrial yang ada ditangannya pada Noah dan pasukan keamanan dari Wardex. Daniel dan Jane pun kemudian pergi jauh meninggalkan kota.


Sementara itu di Kansas City, presenter berita sekaligus ahli metereologi di stasiun televisi KCXE yaitu Margaret Fairchild (Emily Blunt) sedang disibukkan dengan rutinitasnya mulai dari bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk pacarnya, Jackson (Wyatt Russell). Saat mengobrol dengan Jackson di dapur, tiba-tiba seekor burung kardinal berwarna merah masuk dari jendela dan mendarat di meja makan. Margaret mendadak terdiam tak bergerak sambil mengamatinya dan kemudian burung tersebut terbang keluar. Dalam perjalanan menuju kantor, Margaret hampir saja kena tilang oleh polisi karena mobil yang ia kendarai melanggar batas kecepatan. Namun anehnya, ia bisa berbicara, memberi nasehat dan mengetahui permasalahan yang sedang dialami oleh polisi tersebut. Polisi kemudian mempersilahkan Margaret melanjutkan perjalanannya. Tiba di kantor, ia langsung berlari dan bersiap-siap untuk segera siaran karena waktu yang tersisa kurang dari 5 menit lagi. Saat Margaret sedang dirias, ia mendekati salah satu tamu penting asal Korea Selatan yang sedang menunggu jeda iklan. Mereka berdua kemudian mengobrol secara intens menggunakan bahasa Korea. Orang-orang televisi terkejut saat melihat Margaret ternyata sangat fasih berbahasa Korea.


Acara siaran live pun dimulai. Ketika Margaret menyapa pemirsa di televisi, ia mendadak tidak bisa berbicara dengan jelas. Dari mulutnya erdengar suara aneh keluar yang tidak bisa dipahami oleh siapapun. Karena panik, Margaret kemudian jatuh pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Rekaman siaran live tersebut kemudian viral di sosial media dan menarik perhatian Wardex Corporation karena setelah diteliti lebih mendalam, bahasa asing dan tidak jelas yang diucapkan Margaret merupakan bahasa ekstraterestrial. Setelah sadarkan diri, Margaret seketika bisa mengetahui motif dan alasan para petugas keamanan dari Wardex yang sedang menunggunya di luar. Margaret meminta bantuan pada Jackson untuk segera keluar dari rumah sakit dan mengantarkannya menemui Daniel Kellner. Saat Jackson meminta penjelasan soal siapa itu Daniel Kellner, Margaret pun sama sekali tidak mengenalinya namun instingnya mengatakan jika ia harus segera bertemu dengan orang tersebut.


Sementara itu, ditengah persembunyiannya, Daniel menunjukkan beberapa file dan rekaman yang ia curi pada Jane. Noah pun tak tinggal diam. Selain memburu Daniel dan Jane dengan mengerahkan pasukannya, ia juga menggunakan teknologi ekstraterestrial yang masih tersisa di laboratorium Wardex untuk melakukan telepati, membentuk ikatan psikis dan mengendalikan Jane dari jarak jauh. Setelah dicoba, Noah berhasil menemukan keberadaan Daniel dan Jane yang bersembunyi di sebuah motel terpencil. Daniel kemudian memberikan semua file penting tersebut pada Jane dan menyuruhnya kabur sebelum pasukan Wardex menangkap mereka. Setelah berhasil memburu Daniel dan menangkapnya, Noah pun menggunakan Daniel sebagai umpan agar Margaret mendatanginya.


Seiring berjalannya waktu, kemampuan Margaret untuk mengendalikan orang-orang disekitarnya semakin kuat. Bahkan ia berhasil menyelamatkan Daniel dan lolos dengan sangat mudah dari pasukan Wardex dan juga Noah. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Untungnya mereka berhasil lolos dari kejaran pasukan Wardex dengan menumpang kereta. Dalam perjalanan, Margaret mengalami serangan panik karena rasa takutnya yang semakin membesar. Daniel berusaha menenangkannya dan mereka berdua pun pergi menuju sebuah tempat dengan diarahkan langsung melalui telepon dari Hugo Wakefield (Colman Domingo), mantan pegawai Wardex Corporation yang kini membentuk komunitas whistleblower bersama para mantan pegawai lainnya.


Komunitas ini memiliki tujuan yang sama yaitu mendorong Margaret dan juga Daniel untuk memulihkan semua ingatan keduanya ketika masih kecil, karena berkaitan langsung dengan fenomena ekstraterestrial di bumi. Untuk menjalankan misinya, Hugo dan yang lain sengaja membangun ulang rumah yang sama persis dengan rumah di masa kecilnya Margaret di sebuah gudang tersembunyi. Setibanya di sana, ingatan Margaret perlahan mulai pulih dan menyadari sesuatu telah terjadi pada mereka berdua saat masih kecil. Bagaimana rencana Margaret, Daniel dan Hugo selanjutnya setelah mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi antara mereka dengan Wardex Corporation?


#Review:
Salah satu sutradara senior dan legendaris Hollywood yaitu Stephen Spielberg kembali hadir dengan film drama science-fiction terbarunya yang berjudul DISCLOSURE DAY (2026). Yang menjadi daya tarik dari film ini, Spielberg menyajikan film DISCLOSURE DAY (2026) tidak sekadar menjadi film biasa khas film-film sci-fi kebanyakan. Beliau menggunakan ekstraterestrial atau kehadian alien bukan sebagai monster yang siap menginvasi bumi, tapi sebagai cermin untuk membedah psikologi manusia di era modern.


Untuk segi cerita, Spielberg dan David Koepp selaku penulis skenario menyusun plot dengan teknik two track narrative dan kemudian menyatu secara smooth di pertengahan film. Di paruh awal, penonton langsung diajak untuk mengikuti nasib karakter Daniel tanpa penjelasan yang detail mengapa ia jadi buronan federal. Semua teka-teki yang terjadi pada Daniel dan juga Margaret dibuat penuh misteri sehingga rasa penasaran penonton tetap terjaga. Dengan durasi film yang cukup panjang, Spielberg mengeksplor konflik cerita menjadi tiga lapisan yang tsangat solid dan saling melengkapi satu sama lain. Konflik eksternal hadir lewat para whistleblower melawan Wardex Corporation karena masing-masing dari mereka punya kegelisahan tersendiri. Geng Daniel, Hugo, Margaret dan yang lainnya percaya bahwa menyembunyikan kebenaran adalah hal yang salah. Bagi mereka, mengetahui bahwa manusia di alam semesta ini tidak sendirian di justru bisa menjadi kunci untuk menghentikan Perang Dunia III dan juga menyatukan umat manusia. Sementara itu, di sisi Wardex dan juga Noah, mereka percaya bahwa umat manusia belum siap menerima kenyataan tentang alien. Mengungkap kebenaran di tengah ambang Perang Dunia III dianggap hanya akan memicu kepanikan massal, keruntuhan ekonomi, dan anarkis dari warga dunia. Keputusan Noah Scanlon dan Wardex Corporation merahasiakannya merupakan bentuk perlindungan untuk dunia. Lebih lanjut, konflik psikologis juga turut ditampilkan lewat krakter Noah Scanlon yang terpaksa menggunakan teknologi alien untuk meretas pikiran Jane dan memperalatnya. Selain Noah, Margaret juga harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya yang bisa membaca pikiran ribuan orang sekaligus dan mengucapkan bahasa asing secara tidak sadar membuatnya dianggap aneh oleh dunia dan bahkan pacarnya sendiri. Menariknya lagi, Spielberg menyelipkan perdebatan filosofis yang mendalam tentang sisi religi dalam diri manusia dengan konsep sangat grounded dan relevan dengan kondisi di era modern.


Keputusan Stephen Spielberg untuk menyajikan tema ekstraterestrial dengan cara yang berbeda dalam film DISCLOSURE DAY (2026) kali ini menurutku brilian dan tepat. Adegan puncak penuh ketegangan yang terjadi di studio televisi dibangun dengan sangat rapi saat menuju moment Disclosure Day. Keputusan Spielberg untuk menutup film lewat adegan Margaret menatap kamera dan mengucapkan kata "listen.." merupakan langkah yang berani sekaligus memberi kebebasan pada penonton untuk berinterpretasi. Kalau dibuat gamblang dan jelas maksud dan tujuan alien ke bumi, sudah kita temukan di film-film sci-fi yang sudah ada.


Untuk jajaran pemain, Emily Blunt adalah kekuatan emosional terbesar dalam film ini. Perannya sebagai Margaret menuntut transisi psikologis yang sangat ekstrem dan Emily Blunt mengeksekusinya dengan luar biasa tanpa terasa berlebihan. Di babak awal, Emily Blunt dengan sangat meyakinkan menampilkan kepanikan dan kerapuhan seorang wanita biasa yang merasa kehilangan kewarasannya. Tatapan matanya saat pertama kali berbicara bahasa asing di siaran langsung memancarkan ketakutan yang murni. Perubahan Margaret dari seorang pembawa berita yang ketakutan menjadi figur berbeda dan di paruh akhir film adalah puncak performa Emily Blunt. Penampilan Josh O'Connor membawa energi yang sangat berbeda ke dalam film ini. Ia berhasil menampilkan sosok cyber-specialist yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga dibayangi ketakutan tanpa kejelasan sebagai buronan. Gerakan tubuhnya yang selalu waspada dan ekspresi wajahnya yang lelah menggambarkan dengan sempurna tekanan mental seorang pria yang dikejar oleh keamanan federal. Colin Firth memberikan tampil sebagai villain dengan bersikap sangat tenang dan sopan. Sebagai CEO Wardex Corportaion, Firth menghindari semua klise penjahat film sci-fi yang selalu identik dengan sifat antagonis.
Overall, film DISCLOSURE DAY (2026) merupakan film fiksi ilmiah yang cerdas, menegangkan, dan relevan dengan kecemasan dunia modern saat ini. Didukung oleh performa akting yang kuat, film ini wajib ditonton bagi para pencinta genre drama sci-fi thriller dan teori konspirasi tentang eksistensi manusia dan ekstraterestrial yang selama ini selalu menjadi pertanyaan yang tak pernah terjawab dengan tuntas.


[9/10Bintang]

Monday, 8 June 2026

[Trivia] Penjelasan & Informasi Menarik Tentang Backrooms Web Series Di YouTube!

 


Project web series BACKROOMS yang tayang di channel YouTube Kane Pixels milik konten kreator Kane Parsons langsung viral dan diperbincangkan banyak orang di sosial media saat pertama kali dirilis pada bulan Januari tahun 2022 lalu. Dengan tema perpaduan antara science fiction, horror dan found footage yang berdasarkan creepypasta internet populer dari imageboard nya 4chan, BACKROOMS menjadi narasi urban legend yang semakin mendalam, populer dan juga sinematik.
Secara garis besar, cerita ini berpusat pada sebuah organisasi fiksi ilmiah bernama ASYNC Foundation pada era 1980-an hingga 1990-an yang secara tidak sengaja membuka gerbang ke dimensi alternatif yang tak terbatas, yang kemudian disebut sebagai The Backrooms

Cerita berlatar pada akhir tahun 1980-an. Sebuah lembaga penelitian bernama ASYNC Foundation sedang mengembangkan teknologi manipulasi ruang bawah tanah untuk mengatasi masalah kepadatan penduduk dan keterbatasan lahan di bumi. Mereka menciptakan sebuah mesin distorsi ruang raksasa. Setelah beberapa kali percobaan yang gagal, pada tanggal 2 Juli 1989, mereka berhasil membuka gerbang (portal) menuju dimensi lain melalui sebuah project yang bernama KV31. Dimensi ini berupa labirin kosong yang luar biasa luas, dengan dinding berlapis wallpaper kuning monoton, karpet lembab dan lampu neon yang terus-terusan mendengung. ASYNC menyebut tempat ini sebagai The Complex.

Setelah portal terbuka, ASYNC mulai mengirim tim peneliti resmi yang mengenakan setelan hazmat kuning lengkap dengan kamera untuk memetakan tempat tersebut. ASYNC membangun laboratorium dan pintu masuk yang aman di dalam Backrooms untuk meneliti udara, struktur bangunan, dan kemungkinan memanfaatkan tempat ini sebagai area hunian atau penyimpanan masa depan. Para peneliti menemukan bahwa Backrooms tidak mengikuti hukum fisika bumi. Ruangan bisa berubah secara tidak logis, ada lubang tanpa dasar, struktur bangunan yang melayang, hingga area yang meniru lingkungan luar ruangan (seperti pemukiman kosong) namun berada di dalam ruangan. ASYNC menyadari bahwa pembukaan portal ini berdampak buruk pada dunia nyata. Terjadi distorsi spasial di beberapa tempat di bumi, menyebabkan orang-orang atau barang-barang di dunia nyata terjatuh secara tidak sengaja ke dalam Backrooms. Fenomena tersebut kemudian populer disebut sebagai noclip.


Di episode perdana yang dirilis pada 7 Januari 2022 menampilkan seorang remaja laki-laki pembuat film amatir pada tahun 1991. Saat sedang syuting video klip bersama teman-temannya, ia tiba-tiba tersandung dan noclip (menembus lantai) lalu jatuh ke dalam Backrooms. Remaja tersebut panik dan menjelajahi koridor kuning yang tak berujung, mencoba berteriak meminta tolong. Ia menemukan berbagai keanehan, termasuk coretan di dinding dan ruangan yang semakin lama semakin tidak beraturan. Saat menjelajah, ia bertemu dengan entitas mengerikan dengan wujud makhluk kurus tinggi berwujud seperti untaian kabel hitam dengan struktur skelet yang bergerak secara aneh dan mengeluarkan suara distorsi yang memekakkan telinga. Pemuda itu berlari dikejar oleh makhluk tersebut hingga menemukan sebuah celah yang tampaknya mengarah kembali ke dunia nyata. Namun, tepat sebelum remaja tersebut bisa menyelamatkan diri, makhluk tadi menyergapnya. Kameranya terjatuh dari langit, kembali ke dunia nyata, dan ditemukan di tanah, menyisakan rekaman tersebut sebagai found footage.



Di episode-episode selanjutnya, plot berkembang lebih kelam dan penuh kejutan tak terduga. ASYNC menemukan mayat manusia yang sudah membusuk di dalam Backrooms. Investigasi menunjukkan bahwa mayat-mayat ini adalah orang-orang yang dilaporkan hilang di dunia nyata dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, mayat-mayat tersebut terinfeksi oleh sejenis jamur atau mikroorganisme purba. Spekulasi kuat dalam urban legend menampilkan jika monster-monster kabel yang mengejar para korban sebenarnya terbentuk dari mutasi biologis akibat infeksi lingkungan Backrooms terhadap materi organik atau tubuh manusia yang terjebak di sana. Seiring berjalannya waktu situasi semakin tidak terkendali bagi ASYNC. Beberapa peneliti mereka sendiri mulai menjadi korban, ada yang tersesat dan mengalami delusi dan ada juga yang diserang oleh entitas saat melakukan eksplorasi. Pimpinan ASYNC terkesan menyembunyikan bahaya ini dari publik dan pemerintah demi melanjutkan proyek bernilai miliaran dolar ini. Mereka terus berusaha menutupi kasus orang-orang yang hilang akibat terhisap ke dalam Backrooms. ASYNC Foundation berniat menguasai dan mengeksploitasi dimensi baru untuk keuntungan manusia, namun mereka justru membuka kotak Pandora yang merusak tatanan realitas, mengorbankan warga sipil tak bersalah, dan membangunkan sesuatu yang mengerikan di dalam sana.


Web series BACKROOMS karya Kane Parsons memiliki narasi yang tidak berurutan secara kronologis atau non-linear. Web series ini dibagi menjadi dua perspektif utama yaitu rekaman warga sipil yang tidak sengaja terjebak dengan konsep found footage dan rekaman dokumentasi resmi dari organisasi ASYNC Foundation. Sampai saat ini, terdapat 24 episode yang sudah dirilis di channel YouTube Kane Pixels. Episode pertama dirilis pada 7 Januari 2022 dan yang terbaru pada 12 Februari 2025.

Setelah merilis episode pertamanya dan langsung viral diperbincangkan di sosial media hingga mencetak puluhan juta penonton di YouTube, Kane Parsons didekati banyak rumah produksi film besar Hollywood untuk diadaptasi menjadi film layar lebar. Setelah proses negosiasi, A24 berhasil memenangkan hati Kane Parsons dan ia juga dipercaya untuk menyutradarai versi film layar lebarnya. Yang tak kalah menarik, film BACKROOMS (2026) menjadi karya debut film panjang pertama bagi Kane Parsons yang kini baru berusia 20 tahun! Gilaaa! Rekor pun berhasil dipecahkan olehnya sebagai sutradara termuda pertama yang mencapai posisi puncak box office Amerika Serikat dan membawa film BACKROOMS (2026) menjadi film terlaris yang pernah diproduksi oleh A24. Kita tunggu kehadirannya di bioskop Indonesia mulai 10 Juni 2026!

Monday, 1 June 2026

[Review] Fuze: Aksi Perampokan Bank Ditengah Proses Evakuasi Bom Yang Siap Meledak Kapan Saja!

 


#Description:
Title: Fuze (2026)
Casts: Aaron Taylor-Johnson, Theo James, Gugu Mbhata-Raw, Sam Worthington, Saffron Hocking, Elham Ehsas, Shaun Mason, Nabil Elouhabi, Alexander Arnold, Honor Swinton Byrne, Luke Mably
Director: David Mackenzie
Studio: Anton, Sigma Films, Sky Cinema, Saban Films, Roadside Attractions Films


#Synopsis:
Sebuah bom yang diduga peninggalan dari Perang Dunia II tak sengaja ditemukan dari galian konstruksi pembangunan yang ada di tengah kota wilayah Paddington. Pihak kontraktor langsung menghentikan semua aktivitas di sana dan langsung melapor ke pihak kepolisian.
Setelah menerima laporan tersebut, polisi dan militer yang dikomandoi oleh kepala komisaris yaitu Zuzanna Greenfield (Gugu Mbhata-Raw) langsung memasang garis polisi dan mengevakuasi semua warga yang lokasinya berjarak 500-800 meter dari lokasi ditemukannya bom ke Hyde Park. Zuzanna kemudian mengerahkan Mayor Will Tranter (Aaron Taylor-Johnson) dan pasukannya untuk menjinakkan bom tersebut. Sebelum memulai misinya, Zuzanna juga berkoordinasi dengan dinas setempat untuk memutus aliran listrik dan harus memastikan para anggota polisi sudah mensterilkan dan mengosongkan rumah, apartemen, toko dan bank agar tidak ada korban jiwa jika bom tersebut meledak.
Operasi penjinakkan bom pun dimulai. Saat mendekat dan menganalisa bom tersebut, Tranter dan timnya menemukan adanya pemicu waktu yang jika tidak segera dijinakkan akan meledak. Tranter kemudian menggunakan alat penghenti jam magnetik untuk menonaktifkan pengukur waktu dalam bom tersebut untuk sementara. Di sisi lain, timnya Tranter berusaha membangun dinding pembatas mengelilingi bom untuk meredam dan menahan ledakan.
Ditengah upaya menghentikan bom waktu yang bisa kapan saja meledak, terdapat empat orang yang bersembunyi dan tetap berdiam di apartemen mereka saat proses evakuasi berlangsung. Setelah situasi aman, seluruh penghuni apartemen dan warga sekitar dievakuasi, empat orang tersebut diam-diam turun ke basement dan melakukan pembobolan dinding apartemen untuk bisa masuk ke ruang brangkas Bank Al-Muraqabah yang posisinya tepat bersebelahan dengan apartemen. Aksi perampokan tersebut dipimpin oleh Karalis (Theo James) beserta tiga orang lainnya yaitu inisial X (Sam Worthington), Y (Shaun Mason) dan Z (Nabil Elouahabi). Mereka berempat sudah mempersiapkan aksi perampokan tersebut dengan sangat matang. Meskipun listrik dipadamkan selama proses evakuasi bom, Karalis dan anggotanya sudah membawa genset listrik untuk membobol dinding dengan alat yang sudah dipersiapkan. Selain itu, mereka juga menyamar sebagai petugas perbaikan pipa air apartemen agar tidak dicurigai warga sekitar dan polisi yang berjaga di sana.
Saat aksi pembobolan berjalan, sensor panas terdeteksi oleh drone milik polisi yang memantau wilayah dengan radius terdekat dari lokasi penemuan bom. Zuzanna kemudian memerintahkan Tranter dan timnya untuk menghentikan sementara operasi penjinakan bom dengan alasan pihak polisi akan menyisir kembali area yang terdeteksi panas di dekat lokasi. Karalis yang memantau situasi dari pinggir bank akhirnya ketahuan oleh dua polisi yang sedang menyisir. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Karalis dan ketiga rekannya langsung mengambil harta benda secepatnya apa yang bisa dimasukkan ke dalam kardus yang sudah dipersiapkan.
Di saat yang bersamaan, alat penghenti jam magnetik yang sedang dilakukan Tranter mengalami malfungsi. Hal tersebut mengaktifkan kembali waktu dan akhirnya terjadilah ledakan bom sebelum dinding pelindung selesai dibangun. Beruntung, ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Tranter beserta tim militernya selamat meskipun mengalami luka ringan. Sementara itu, Karalis dan ketiga rekannya berhasil terbebas dari kejaran polisi setelah berkali-kali mengelabui mereka. Semua harta benda kemudian dibawa ke sebuah rumah terpencil di pedesaan untuk transaksi dengan penadah sekaligs mafia kenalannya Karalis. Di sana ia malah mengkhianati ketiga rekannya dan menguncinya di gudang. Ketika diperiksa oleh mafia tersebut, rupanya berlian dan perhiasan yang sudah susah payah dirampok Karalis ternyata palsu. Karena ditipu Karalis, mafia tersebut langsung menyerangnya dan dibawa pergi oleh mereka. X dan Z berhasil meloloskan diri dari gudang dan bergegas pergi menyusul Karalis yang sudah membagikan lokasi secara langsung kepada mereka.
Setelah bom yang ditemukan meledak, tim militer menemukan kejanggalan. Hasil penelitian membuktikan jika bom yang meledak itu bukanlah senjata peninggalan Perang Dunia II. Setelah ditelusuri lebih mendalam, bom tersebut ternyata berasal dari militer angkatan darat Inggris. Selain itu, pihak polisi juga akhirnya menyadari adanya aksi perampokan bank di lokasi yang tak jauh dari lokasi penemuan bank. Zuzanna mengerahkan semua tim kepolisian untuk mengejar para pelaku yang sudah menjalankan misinya sangat mulus dan mengecoh mereka. Ketika menggeledah apartemen, pihak kepolisian mengarah pada satu orang keturunan Afghanistan yaitu Rahim (Elham Ehsas) yang ruang penyimpanan di basementnya digunakan oleh para perampok untuk membobol dinding dan brangkas bank. Kejutan apalagi yang akan ditemukan pihak kepolisian setelah ini?


#Review:
Sutradara asal Skotlandia yaitu David Mackenzie kembali hadir dengan karya action terbarunya yang berjudul FUZE (2026). Menariknya, film action ini mengusung tema criminal heist perampokan bank ditengah situasi penjinakan bom yang konon peninggalan Perang Dunia II. Hal tersebut menurutku cukup fresh untuk ukuran film action Hollywood yang selama ini identik dengan satu tema saja.


Untuk segi cerita, Ben Hopkins selaku writer dari film ini berhasil mengemas tema heist yang sangat cerdas dan bikin penasaran penonton. Sejak film dibuka, narasi soal penemuan bom waktu di area konstruksi, kemudian proses evakuasi warga sekitar dan penjinakkan dihadirkan dengan sangat detail sekaligus mendebarkan. Cerdiknya dapet banget! Intensitas ketegangan semakin meningkat ketika plot soal perampokan bank dimunculkan. Keduanya berjalan beriringan secara smooth dan melengkapi satu sama lain. Memasuki babak pertengahan, terutama setelah bom meledak, intensitas keseruan film mulai menurun karena cerita lebih fokus pada "ada pengkhianatan di dalam pengkhianatan" secara berlapis-lapis. Andai saja plot soal pengkhianatan tersebut dibuat sewajarnya saja pasti jauh reasonable. Background character dari ketiga anak buah Karalis serta mafia yang mengejarnya juga tidak dijelaskan dengan baik sehingga jika mereka dihilangkan pun tak jadi masalah. Cukup disayangkan aktor Sam Worthington tidak diberi jatah untuk eskplorasi karakternya. Plot twist tentang hubungan antara Tranter, Karalis dan Rahim memang mengejutkan sih. Benar-benar tersimpan rapi dan unpredictable dari awal film. Yang cukup disayangkan, penjelasan teknis mengenai bagaimana bom militer bisa berada di situs konstruksi terasa maksa dan tidak believable. Motivasi sabotase hanya karena dikhianati menurutku terlalu lemah. Andai saja konflik batin dari karakter Tranter dan Karalis dibuat lebih dramatis lagi ketimbang hanya "teman seperjuangan dan teman senasib" yang dijelaskan di akhir film pasti akan lebih memorable.
Untuk jajaran pemain, penampilan Aaron Taylor-Johnson memberikan performa yang kalem, dingin dan berusaha setenang mungkin. Ia berhasil memerankan sosok pahlawan militer yang dihormati, tetap santai, peduli namun memiliki sisi gelap yang sangat kalkulatif. Theo James berhasil membawakan karakter Karalis dengan aura yang dingin, licik, namun sangat mempesona. Di babak awal, ia menampilkan sosok kriminal yang profesional dan penuh perhitungan. Chemistry mereka berdua saat plot twist di-reveal juga surprisingly sangat solid dan lagi-lagi memikat penonton.
Overall, film FUZE (2026) masuk salah satu film action heist yang cerdik dan memukau. Ia menggunakan kiasan "bom waktu" tidak hanya secara harfiah, tetapi juga sebagai metafora bagi rencana besar para karakternya. kehadiran Aaron Taylor-Johnson dan Theo James tetap memberikan daya tarik visual yang sangat kuat bagi para penonton genre aksi.


[8/10Bintang]

Sunday, 31 May 2026

[Review] Hokum: Mengungkap Misteri Yang Tersembunyi Di Hotel Tua Yang Ada Di Irlandia!

 



#Description:
Title: Hokum (2026)
Casts: Adam Scott, Florence Ordesh, Peter Coonan, David Wilmot, Michael Patric, Will O'Connell, Brendan Conroy, Austin Amelio, Mallory Adams, Sioux Carroll
Director: Damian McCarthy
Studio: Image Nation Abu Dhabi, Team Thrives, Spooky Pictures, Cweature Features, NEON


#Synopsis:
Penulis populer asal Amerika Serikat yaitu Ohm Bauman (Adam Scott) sedang berjuang untuk menyelesaikan bab terakhir untuk penutup trilogy novelnya yang berjudul 'Conquistador'. Bauman sendiri dikenal sebagai penulis dengan novel-novelnya yang dramatis dan selalu memiliki akhir cerita yang menyedihkan. 


Meskipun sudah banyak masukan dari para penggemarnya, Bauman tetap dengan prinsipnya untuk menulis cerita novel sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya. Suatu malam, saat Bauman sedang menyusun draft cerita di rumahnya, ia melihat bayangan menyerupai mendiang sang ibu yang sudah lama meninggal. Bauman pun langsung teringat jika ia masih menyimpan abu dari jasad kedua orang tuanya beserta beberapa barang peninggalan mereka.


Saat melihat foto-foto kenangan ayah dan ibunya, Bauman tertuju pada satu foto ibunya yang terlihat bahagia di depan pohon besar dan di belakang foto tersebut tertulis Hotel Bilberry Woods, Irlandia. Bauman memutuskan terbang ke Irlandia menuju hotel tersebut dan berencana akan menyemayamkan abu kedua orangtuanya di sana. Setelah menempuh perjalanan panjang, Bauman tiba di hotel dan langsung meminta kamar yang jauh dari kebisingan setelah mendapat informasi dari petugas receptionist yaitu Mal (Peter Coonan) jika esok hari akan digelar pesta perayaan Halloween di area hotel. Setelah mendapat kunci, Bauman langsung berjalan menuju kamar. Saat di lorong kamar, Bauman kebingungan tidak bisa menemukan kamar yang dipesan. Ia langsung dibantu oleh petugas bartender yaitu Fiona (Florence Ordesh) yang sedang lewat dan mengantarkannya ke kamar. Setelah selesai membereskan barang bawaan, Bauman kemudian bertanya pada Fiona soal lokasi foto mendiang ibunya. Fiona pun langsung memberi tahu jika pohon yang ada di foto tersebut berada tak jauh dari hotel. Keesokan harinya, Bauman pergi menuju hutan dan menemukan pohon yang sama persis dengan yang ada di foto mendiang sang ibu. Ia kemudian menyemayamkan abu dari kedua orangtuanya di sana.


Saat akan kembali ke hotel, Bauman bertemu dan berkanalan dengan Jerry (David Wilmot), warga lokal yang tinggal di mobil van di sekitar hutan sambil menawarkan sebotol susu yang sudah dicampur dengan magic mushroom. Malam pun tiba. Bauman bertemu lagi dengan Fiona di bar sambil memesan minuman alkohol. Fiona baru menyadari jika tamu yang ada didepannya ini merupakan seorang novelist terkenal dari Amerika Serikat. Bauman kemudian menanyakan tipe kamar Honeymoon Suite di hotel apakah masih dibuka untuk umum, karena ia yakin jika mendiang ayah dan ibunya pernah menginap dan berbulan madu di sana. Fiona pun menjelaskan jika tipe kamar Honeymoon Suite di hotel sudah lama ditutup oleh pemiliknya karena berhantu dan dikhawatirkan membahayakan tamu lain. Selain Fiona, rupanya Bellboy hotel yaitu Alby (Will O'Connell) juga menyadari jika salah satu penulis favoritnya kini sedang menginap di tempat ia bekerja. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Alby ingin berbincang sekaligus menawarkan draft cerita yang sudah ia tulis untuk dibaca oleh Bauman, namun keinginan Alby tersebut ditolak dengan alasan Bauman sedang fokus mempersiapkan bab terakhir trilogy novelnya. Selesai dari bar, Bauman kembali ke kamar untuk beristirahat.


Setelah bar tutup, Fiona yang sedang membersihkan meja dan kursi, menemukan foto dan audio recorder milik Bauman yang tertinggal. Fiona langsung mengantarkannya menuju kamar Bauman namun saat tiba di depan kamar, ia melihat pesan do not disturb menggantung di handle pintu. Perasaan khawatir dan firasat buruk tiba-tiba muncul di benak Fiona. Ia kemudian memanggil Alby untuk membukakan pintu kamar tersebut. Setelah dibuka, Fiona dikejutkan dengan kondisi Bauman dalam keadaan gantung diri. Fiona langsung naik ke atas kursi untuk memotong kain yang menjerat leher Bauman dan Alby menahan tubuh Bauman yang sudah tidak bergerak. Berkat firasat Fiona, Bauman berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke rumah sakit.


Setelah kondisi kesehtannya membaik dan diperbolehkan pulang, Bauman memutuskan kembali ke hotel untuk mengambil barang-barangnya yang tertinggal di sana. Tiba di hotel, Bauman disambut lagi oleh Mal dan mengabari jika operasional hotel akan tutup sementara waktu. Selain itu, Mal juga memberitahu Bauman jika Fiona hilang tanpa kabar setelah pesta halloween. Orang-orang di hotel curiga pada Jerry karena sesaat sebelum pesta, Fiona terlihat menemui Jerry di belakang hotel. Mereka juga menduga jika Jerry membunuh Fiona karena di masa lalu, Jerry merupakan tersangka kasus pembunuhan istrinya sendiri. Bauman tak tinggal diam. Ia langsung menemui Jerry dan meminta penjelasan tentang keberadaan Fiona. Jerry kemudian menceritakan yang sebenarnya jika tidak mengetahui keberadaan Fiona setelah terakhir mereka berdua bertemu. Jerry meyakini jika Fiona sudah meninggal karena ia melihat penampakan arwah Fiona saat dirinya diam-diam masuk ke ruangan resepsionis untuk mengambil stok obat-obatan di malam hari. Arwah Fiona mengarahkan Jerry untuk naik ke lantai Honeymoon Suite yang selama ini ditutup untuk umum.
Mengetahui operasional hotel sedang tutup, Jerry mengajak Bauman untuk masuk ke hotel dan menyelidiki misteri hilangnya Fiona. Saat Jerry menyelinap untuk mengambil kunci menuju lantai Honeymoon Suite, ia disekap oleh Fergal atas perintah Mal dan diminta untuk segera dibawa ke kantor polisi. Bauman terkejut dan langsung bersembunyi agar tidak ketahuan oleh Fergal. Setelah Fergal pergi dengan membawa Jerry yang tak sadarkan diri, Bauman ambil kunci dan pergi ke lantai Honeymoon Suite.


Di sana, Bauman mengalami kejadian banyak supranatural termasuk melihat lagi penampakan mendiang ibunya. Ditengah ketakutan tersebut, Bauman mendengar suara Mal yang mencarinya. Ketika berhasil naik ke lantai Honeymoon Suite, Mal mengajak Bauman untuk segera turun dari sana karena sudah masuk ke area terlarang di hotel. Saat akan keluar, Bauman tak sengaja melihat sebuah pintu kayu di sudut kamar. Ketika dibuka dan ia menekan tombol, elevator pengangkut makanan naik ke atas dan muncul sosok yang tak diduga oleh Bauman. Mal kemudian pergi dan mengunci Bauman di Honeymoon Suite. Apa yang sebenarnya terjadi di hotel tersebut? Akankah Bauman berhasil keluar menyelamatkan diri dari sana?


#Review:
Sukses besar dengan CAVEAT (2020) dan ODDITY (2024) yang ramai diperbincangkan oleh banyak orang, Sutradara asal Irlandia yaitu Damian McCarthy kembali hadir dengan film folk-horror terbarunya yang berjudul HOKUM (2026). Film yang kembali mengusung tema horror psikologis dengan tempo slow-burn ini menggunakan latar di sebuah hotel tua terpencil di wilayah West Cork, Irlandia.


Untuk segi cerita, sang sutradara menyajikan kombinasi menarik tentang investigasi kasus pembunuhan, dan folklore urban legend tentang Cailleach, sosok gaib sekaligus penyihir kuno penyiksa jiwa dan terror psikologis yang selama bertahun-tahun menghantui karakter utamanya. Semunya berjalan dengan sangat mulus dan bikin penasaran penonton. Meskipun tempo cerita dibuat slow-burn, penonton tetap bisa standby dan fokus mengikuti setiap petunjuk yang ditebar film ini. Penggunaan latar lokasi di hotel tua klasik abad ke-18 menurutku keputusan yang sangat tepat. Atmosfer horror tercipta secara organik lewat suasananya yang terlihat gloomy dan juga claustrophobic. Penggunaan elevator atau lift mungil dalam cerita juga semakin memperkuat terror supranatural yang dialami oleh karakter Ohm Bauman dan yang lainnya. Lebih lanjut, sang sutradara juga tidak mengobral adegan horror lewat jump scared murahan. Beberapa adegan penampakan dibuat sehening mungkin tanpa melibatkan scoring yang over. Hampir semua adegan horror di kamar Honeymoon Suite eksekusinya cakep bangeet! Meskipun folklore tentang Cailleach nya tidak terlalu dijelaskan, Damian McCarthy memilih untuk melakukan studi karakter lebih mendalam tentang rasa bersalah dari karakter utamanya. Plot twist tentang kematian orang-orang yang ada disekitarnya juga masih terkoneksi dan relevan keseluruhan cerita.
Untuk jajaran pemain, aktor Adam Scott tampil luar biasa serta keluar dari ciri khasnya yang selalu berkomedi. Di film HOKUM (2026) ini, karakter Ohm Bauman mengalami transformasi dan journey yang mengesankan. Awalnya ia terlihat sebagai seorang penulis sombong, arogan, judes dan mudah dibenci olej penonton. Namun seiring berjalannya cerita, perlahan mulai menimbulkan rasa simpati saat lapisan kerapuhan dan rasa hancurnya dari Bauman mulai terkuak. Penampilan karakter Fiona, Mal dan Jerry juga semakin melengkapi dinamika dan rahasia yang tersembunyi di hotel tua tersebut.
Overall, film HOKUM (2026) semakin membuktikan jika Damian McCarthy semakin expert dalam urusan horror bertema folklore. Konsistensinya patut diapresiasi karena tiga film yang sudah ia garap hasilnya tidak mengecewakan!


[8.5/10Bintang]