#Description:
Title: The Odyssey (2026)
Title: The Odyssey (2026)
Casts: Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o, Zendaya, Charlize Theron, Benny Safdie, Jon Bernthal, Mia Goth, John Leguizamo, Himesh Patel, Will Yun Lee, Jimmy Gonzales, Elliot Page, Bill Irwin, Samantha Morton, Logan Marshal-Green
Director: Christopher Nolan
Studio: Universal Pictures, Syncopy
#Synopsis:
Setelah memenangkan Perang Troya berkat strategi cerdiknya, Raja Ithaca, Odysseus (Matt Damon), bersiap berlayar pulang bersama pasukannya. Namun, perjalanan melintasi Samudera berubah menjadi petualangan berbahaya. Saat singgah di sebuah pulau untuk mencari perbekalan, mereka menyusuri bukit hingga menemukan gua yang diyakini sebagai sarang kawanan domba. Di dalam gua yang gelap, mereka menemukan sisa api unggun, perkakas besi dan bungkusan keju fermentasi. Sialnya, sebelum sempat mengambil makanan tersebut, kawanan domba masuk bersama Cyclops Polyphemus, makhluk mitologi raksasa bermata satu.

Kepanikan memicu pasukan Odysseus untuk menyerang, raksasa itu membalasnya dan membantai beberapa prajurit. Karena pintu gua ditutup dengan batu raksasa, Odysseus menginstruksikan pasukannya untuk berdiam tanpa suara memanfaatkan keterbatasan penglihatan sang monster. Saat matahari mulai terbit, Cyclops menggeser batu untuk mengeluarkan ternaknya. Odysseus dan para prajurit menyelinap keluar di antara kerumunan domba. Sebelum kabur, Odysseus berhasil melempar kayu tajam ke arah mata Cyclops. Sambil mengerang kesakitan, monster itu mengejar mereka hingga ke pantai dan menghancurkan beberapa kapal. Ia menyumpahi pelayaran Odysseus seraya memohon bantuan ayahnya, Dewa Poseidon, untuk mengutuk perjalanan sang raja. Kutukan itu terbukti nyata. Gelombang tinggi dan badai dahsyat nyaris menenggelamkan mereka. Berhari-hari terlantar di laut lepas, mereka akhirnya melihat pulau beriklim salju bernama Aeaea. Saat mencari makanan, mereka melihat seorang anak dengan berzirah perak yang mendadak berteriak lalu melarikan diri. Tak lama kemudian, kawanan prajurit raksasa Laestrygonians muncul dan mengepung mereka. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan dan merenggut banyak nyawa prajurit Ithaca sebelum sisa armada berhasil meloloskan diri.
Sementara Odysseus berjuang di laut lepas, Kerajaan Ithaca berada di ambang kehancuran. Sang istri, Penelope (Anne Hathaway), harus beradu taktik menghadapi puluhan pelamar yang berambisi merebut takhta. Salah satu pemuda paling licik, Antinous (Robert Pattinson), bahkan menyusun rencana jahat untuk menguasai kerajaan. Di sisi lain, sang putra, Telemachus (Tom Holland), tumbuh dalam bayang-bayang ketidakpastian. Ia dan ibunya dianggap naif oleh para pelamar gara-gara meyakini jika Odysseus masih hidup, serta tidak menghormati Hukum Zeus dalam menyambut para tamu di kerajaan mereka. Selain Penelope dan Telemachus, peternak babi kerajaan Ithaca yaitu Eumaeus (John Leguizamo) juga percaya jika sahabatnya itu pasti pulang.
Telemachus kemudian menyusun rencana untuk berlayar tanpa sepengetahuan ibunya menuju kerajaan Sparta dan ditemani Mentor (Ryan Hurst). Ia ingin menemui Menelaus (John Bernthal), veteran Perang Troya yang sudah pulang duluan namun berpisah dengan Odysseus setelah selesai perang. Namun sayang, rencana tersebut ketahuan Antinous. Bekerja sama dengan Polybus (Corey Hawkins), Antinous pun menyusun rencana jahat untuk menghadang dan menghabisi nyawa Telemachus di tengah pelayarannya menuju Sparta.
Di sisi lain, sisa armada Odysseus harus menembus pusaran air raksasa Charybdis dan serangan monster Scylla yang bersembunyi di balik tebing laut. Kejadian tersebut menyisakan beberapa kapal dan segelintir prajurit. Mereka kemudian melintasi perairan keramat tempat bersemayamnya para Sirens, makhluk gaib bersuara merdu yang sanggup membunuh siapa pun yang mendengar nyanyiannya. Atas perintah Odysseus, para prajurit menyumbat telinga mereka dengan lilin hingga selamat menembus wilayah tersebut.
Setelah berhasil melintasi perairan penuh nyanyian maut dari para Sirens, Odysseus dan prajurit yang tersisa akhirnya melihat sebuah pulau dengan kepulan asap yang menjulang dari cerobong sebuah rumah. Didorong rasa lapar dan lelah, kapal pun merapat. Beberapa prajurit diutus untuk mendekati rumah tersebut. Di sana, mereka disambut hangat oleh seorang wanita bernama Cerci (Samantha Morton) yang menjamu mereka dengan hidangan yang sangat lezat. Tanpa rasa curiga, para prajurit melahap jamuan itu, perlahan-lahan terlena oleh kehangatan tempat tersebut. Di kapal, Odysseus dilanda kecemasan karena pasukannya tak kunjung kembali. Dengan perasaan tak enak, ia memutuskan untuk menyusul ke atas. Tiba di depan rumah, Odysseus terkejut saat menemukan tumpukan baju zirah dan senjata prajuritnya berserakan di luar rumah. Dalam percakapannya yang penuh teka-teki dengan Cerci yang bersikap dingin, Odysseus perlahan-lahan menyadari adanya hal aneh yang terjadi di sana.
Usai meninggalkan kediaman Cerci, Odysseus dan prajuritnya kembali mengarungi lautan hingga terjebak di wilayah misterius bernama Hades. Di sana, Odysseus berhadapan dengan arwah peramal bernama Tiresias (James Remar) yang mengatakan bahwa hanya Odysseus seorang yang akan selamat sampai ke Ithaca. Menolak tunduk pada takdir kejam tersebut, Odysseus bertekad melawan kehendak para dewa demi menyelamatkan sisa pasukannya. Di sana, ia juga bertemu dengan arwah rekan-rekan seperjuangannya yang telah gugur, termasuk Agamemnon (Benny Safdie) yang menceritakan nasibnya yang tewas dibunuh oleh istrinya sendiri, Clytemnestra (Lupita Nyong'o) tak lama setelah pulang dari Perang Troya. Odysseus juga bertemu dengan Sinon (Elliot Page) yang menceritakan tentang pengkhianatan kakaknya, Antinous yang mengirimkan dirinya untuk menjadi prajurit Ithaca dalam Perang Troya. Setelah berjuang meloloskan diri dari Hades, nasib buruk kembali mengintai mereka. Badai dahsyat di tengah malam menghantam pelayaran dan menghancurkan kapal terakhir yang tersisa.
Odysseus yang terombang-ambing di laut lepas akhirnya terdampar di pantai berpasir putih Pulau Ogygia. Di sana, ia ditemukan oleh sosok wanita misterius bernama Calypso (Charlize Theron) yang merawat luka-lukanya dengan ramuan bunga Lotus. Sayangnya, efek samping ramuan tersebut membuat Odysseus menderita hilang ingatan. Calypso memang sengaja melakukan hal itu demi menyandera Odysseus sebagai kekasihnya selama tujuh tahun. Meski begitu, jauh di dalam lubuk hatinya, Calypso merasa iba melihat penderitaan batin serta kerinduan mendalam sang raja untuk kembali ke tanah airnya. Ia pun perlahan membimbing Odysseus untuk merajai kembali ingatan masa lalunya. Di saat yang sama, sosok perempuan berbaju putih, Athena (Zendaya), senantiasa hadir membayangi setiap langkah sang raja. Bagaimanakah nasib Odysseus selanjutnya? Mampukah ia mengingat kembali jati dirinya dan berlayar pulang demi menyelamatkan Kerajaan Ithaca?
#Review:
Christopher Nolan kembali membuktikan kelasnya sebagai sutradara paling visioner di Hollywood melalui adaptasi megah cerita klasik asal Yunani yaitu THE ODYSSEY (2026). Mengambil fondasi karya klasik Homer, Nolan menyulap kisah perjalanan pulang King Odysseus yang legendaris menjadi sebuah film dengan cinematic experience yang intens, kelam dan juga puitis. Di film terbarunya ini, Nolan tidak sekadar menjual aksi kolosal melawan makhluk mitologi, ia juga berhasil menampilkan signature khasnya yaitu eksplorasi psikologis dari para karakternya, struktur narasi berlapis, serta audio visual premium yang membuat drama mitologi klasik ini terasa sangat memukau dan begitu nyata.
Untuk segi cerita, sang sutradara secara cerdik membagi dua fokus utama yang saling berhubungan yaitu menampilkan struggle pelayaran Odysseus di laut lepas dan krisis politik yang makin memuncak di Kerajaan Ithaca. Pola cerita yang dihadirkan pun sengaja dibuat non-linear khas film-film Nolan, namun eksekusinya masih sangat mudah dipahami, tidak seberat film INCEPTION (2010), INTERSTELLAR (2014), TENET (2020) maupun OPPENHEIMER (2023) hahaha. Treatment ini menurutku berhasil menjaga ritme film tetap kencang meski durasinya nyaris menyentuh tiga jam. Penonton tidak hanya melihat beratnya journey Odysseus beserta prajuritnya yang harus menghadapi banyak hal dalam perjalanan pulang, tetapi juga ikutan cemas menantikan apakah Odysseus bisa tiba tepat waktu sebelum kerajaan Ithaca direbut oleh para pelamar yang licik. Teknik non-linear yang diterapkan Nolan berhasil menciptakan ketegangan yang konsisten, di mana setiap kepingan masa lalu memberi makna emosional langsung pada keputusan yang diambil Odysseus. Ciri khas lainnya yang kembali dihadirkan pada pendalaman cerita dari karakter Odysseus selaku tokoh sentral dalam film ini. Nolan berhasil menyajikan sisi penyesalan dan manusiawi dari seorang Odysseus yang secara tersirat memang dirinya juga punya rasa penyesalan atas ide patung kuda raksasa dan Perang Troya itu dan berdampak besar terhadap banyak hal.
Untuk jajaran pemain, penampilan Matt Damon memberikan performa yang sangat emosional sekaligus berani sebagai Odysseus. Matt Damon tidak hanya tampil sebagai raja sekaligus ahli strategi perang yang perkasa, melainkan ia juga sebagai veteran perang jiwanya perlahan retak oleh trauma, kesombongan, dan rasa bersalah atas gugurnya para prajurit Ithaca. Perubahan fisik yang ia lakukan secara alami tanpa bantuan efek CGI sukses membuatku terpana sekaligus pangling. Sementara itu, Anne Hathaway menghadirkan kepemimpinan yang anggun dan berwibawa di kerajaan Ithaca sebagai Penelope. Kesetiannya yang menunggu cinta sejatinya pulang tersampaikan dengan baik dan penuh emosional. Saat ia beradu peran secara intens dengan Robert Pattinson yang tampil dingin dan manipulatif sebagai Antinous pun, pride dan wibawanya masih terjaga dengan sangat baik. Tom Holland memberikan salah satu performa akting terbaik dalam kariernya lewat perannya sebagai Telemachus. Image nya sebagai Peter Parker serta pemuda modern yang ceria benar-benar hilang dalam film ini. Holland menampilkan sosok putra raja yang tumbuh dalam trauma, keraguan, dan beban ekspektasi yang teramat berat. Pada paruh awal film, Holland sangat apik menggambarkan kebingungan dan kecanggangan seorang pemuda yang dibesarkan tanpa sosok ayah, dikelilingi oleh musuh-musuh politik yang siap menelannya hidup-hidup. Raut wajah dan bahasa tubuhnya memancarkan kerentanan yang membuat penonton dengan mudah bersimpati pada karakter Telemachus. Robert Pattinson tampil sangat memukau sebagai Antinous, pemimpin para pelamar yang berambisi menguasai takhta kerajaan Ithaca. Pattinson memilih pendekatan yang sangat menarik ia membawakan Antinous dengan gaya yang dingin, tenang dan intimidatif. Ia berhasil menjadikan Antinous sosok politikus licik yang tahu persis cara memanfaatkan kelemahan lawan demi mencapai tujuannya.
Untuk urusan visual, Christopher Nolan berhasil membawa film THE ODYSSEY (2026) menjadi film bioskop pertama dan satu-satunya dalam sejarah yang syutingnya 100% menggunakan IMAX 70mm Camera. Ditambah lagi beliau meminimalisasi penggunaan efek CGI dan mengandalkan practical effect sehingga memberikan dampak yang luar biasa saat menontonnya di layar bioskop. Setiap adegan mulai dari yang bombastis seperti adegan dahsyat badai di tengah laut hingga adegan sederhana yang menampilkan keindahan alam Yunani tampil sangat outstanding. Desain tata suara yang menggelegar dan scoring musik atmosferik garapan Ludwig Goransson kian menegaskan kengerian laut lepas dan teror makhluk mitologi yang terus membayangi sepanjang pelayaran.
Overall, film THE ODYSSEY (2026) adalah sebuah pencapaian sinematik yang monumental untuk kesekian kalinya dari Christopher Nolan. Film ini berhasil menjembatani keagungan mitologi kuno dengan sensibilitas sinema modern tanpa kehilangan jiwa kemanusiaan di dalamnya. Beyond, Ultra and Pro Max Cinematic Experience! Borong piala Oscars lagi inimah!
[10/10Bintang]

























