#Description:
Title: Evil Dead Burn (2026)
Title: Evil Dead Burn (2026)
Casts: Souheila Yacoub, Tandi Wright, Hunter Doohan, Luciane Buchanan, Erroll Shand, Maude Davey, Alain Chabat, George Pullar, Greta van den Brink, Keanu Karim, Tapiwa Soropa, Alyssa Sutherland
Director: Sébastien Vaniček
Studio: New Line Cinema, Screen Gems, Ghost House Pictures, Sony Pictures
#Synopsis:
Joseph Price (Hunter Doohan) sedang meneliti hasil studi mendiang kakeknya, Benjamin, mengenai buku terkutuk Necronomicon dan Deadit, sosok iblis yang selama ini meneror manusia secara sadis. Dalam rekaman studi tersebut, Benjamin rupanya menyembunyikan sebuah belati bernama Kandarian yang konon dapat menangkal sekaligus memusnahkan Deadite. Namun sayang, jika pembungkus belati itu dibuka, keberadaannya akan langsung terdeteksi oleh para Deadite. Dan benar saja, penemuan belati oleh Joseph itu membangkitkan kembali Deadite Jessica (Greta van den Brik) yang selama ini terperangkap di dasar danau. Nasib sial pun menimpa dua pemancing di danau tersebut. Jared (Keanu Karim) dan Leo (Victoru Ndukwe), yang menjadi korban kebrutalan Deadite Jessica.
Sementara itu di rumah, Alice tak sengaja menemukan buku catatan penelitian Benjamin yang sebelumnya dipelajari oleh Joseph. Tepat sebelum Alice membaca mantra dari buku terkutuk Necronomicon, ia mendadak diserang oleh anjing mereka yang bangkit kembali karena telah dirasuki Deadite.
#Review:
Salah satu franchise horror slasher ikonik dan legendaris karya Sam Raimi yang sudah eksis sejak 45 tahun lalu yaitu EVIL DEAD, kini kembali hadir dengan film standalone terbarunya di summer tahun ini berjudul EVIL DEAD BURN (2026). Menariknya, film ini menjadi film standalone ketiga dari EVIL DEAD versi modern setelah film pertamanya karya Fede Alvarez pada tahun 2013 dan film keduanya karya Lee Cronin, EVIL DEAD RISE (2023) pada tahun 2023.
Untuk segi cerita, pola dan treatment yang digunakan film EVIL DEAD BURN (2026) masih setia seperti film-film terdahulu yaitu tentang buku terkutuk, belati mistis dan serbuan iblis Deadite yang merasuki manusia dan menyerang secara ugal-ugalan. Seperti biasanya juga, film langsung dibuka dengan aksi sadis dan brutal ketika manusia menjadi korban keganasan manusia yang kerasukan Deadite. Sutradara asal Perancis yaitu Sebastian Vanicek berhasil mengeksekusi visual film ini lebih gelap dan kelam, menjadikan film EVIL DEAD BURN (2026) sebagai salah satu judul paling sadis, menjijikkan, penuh darah dan tanpa ampun dalam sejarah panjang franchise EVIL DEAD. Dinamika cerita yang berpusat pada konflik internal keluarga Price memberikan fondasi emosional yang pas sebelum pertumpahan darah dimulai. Pergolakan batin karakter Alice yang terjerat duka dan trauma akibat toxic relationship di masa lalunya menjadi "bensin" efektif yang sangat mudah dibakar oleh para Deadite. Pilihan lokasi rumah pinggir danau yang terisolasi sukses menciptakan rasa klaustrofobia yang kuat. Ketika keluarga disfungsional ini dipaksa berhadapan dengan teror supranatural, kepribadian dan rahasia kelam masing-masing justru dieksploitasi oleh iblis Deadite untuk saling menghancurkan dari dalam. Sesuai dengan branding dan reputasi franchise EVIL DEAD yang mengedepankan kesadisan di level maksimal, film EVIL DEAD BURN (2026) tentunya sangat royal dalam menyajikan serangkaian aksi sadis dan brutal di sepanjang film. Hampir semu adegan sukses membuatku ngilu, tutup mata dan sekalinya melihat, aku langsung dibuat mual. Sungguh gila! Sang sutradara juga rupanya sangat mengoptimalkan practical effect di setiap adegan gore dan slasher nya. Penonton bisa melihat secara gamblang bagaimana adegan kulit dan daging manusia hancur dengan mudahnya oleh kelakuan si Deadite sialan itu. Setiap penonton mengira jika kekerasan level ekstrim sudah ditampilkan, film ini menampilkan lagi "kegilaan" yang lebih gila. Hal tersebut membuktikan jika tidak ada satupun karakter dalam film yang aman dari siksaan ekstrim dari Deadite.
Salah satu pencapaian terbaik film EVIL DEAD BURN (2026) terletak pada kemampuannya mengolah ruang sempit menjadi arena pembantaian yang memanjakan mata pecinta horor slasher dan gore. Adegan di dalam mobil dan kamar mandi. Gila banget! Melihat alat pancing, sandaran jok mobil dan pisau cukur rambut warna pink kini jadi tak lagi sama. Sialan. Kombinasi sinematografi yang agresif dan permainan black comedy di beberapa dialog berhasil menjaga pace film tetap berada di intensitas tinggi.
Terlepas dari treatment dan template yang tidak menampilkan sesuatu yang baru, film EVIL DEAD BURN (2026) sukses menegaskan identitasnya sendiri melalui eskalasi aksi yang intens dari awal sampai akhir film, motif api yang sangat membara hingga kebrutalan tanpa ampun dan tedeng aling-aling. GILAAA!
NOTE: Jangan lupa post credit scene dan end credit scene yang berkaitan dengan film sebelumnya loh! Capek.
[8.5/10Bintang]

















