#Description:
Title: Obsession (2026)
Title: Obsession (2026)
Casts: Michael Johnston, Inde Navarrette, Cooper Tomlinson, Megan Lawless, Andy Richter, Haley Fitzgerald, Darin Toonder, Curry Barker
Director: Curry Barker
Studio: Focus Feature, Universal Pictures
#Synopsis:
Baron Bailey (Michael Johnston) memendam rasa suka pada rekan kerjanya di toko musik yaitu Nikki Freeman (Inde Navarrette). Hampir setiap hari, Baron selalu latihan untuk mengungkapkan perasaannya dengan bantuan kedua rekannya yang lain yaitu Ian (Cooper Tomlinson) dan Sarah Harper (Megan Lawless). Setelah beberapa kali latihan, Baron yang lebih akrab dipanggil dengan nama Bear memutuskan untuk confess pada Nikki di esok hari sepulang mereka bekerja. Tiba di rumah, Bear terkejut melihat kucing kesayangannya bernama Sandy sudah mati karena tak sengaja menelan obat oxycodone milik mendiang ibunya yang terjatuh dari tempat penyimpanan obat. Rasa sedih dan tangis akhirnya pecah di malam hari ketika Bear kini harus tidur sendirian dan tak ada lagi Sandy yang selalu berada di sampingnya.
Keesokan harinya yang kebetulan jadwal kerja Bear sedang libur, ia mengamankan bangkai Sandy dan membersihkan rumah. Tak lama setelah itu, Nikki menelepon Bear dan memintanya untuk datang ke bar yang sudah diagendakan. Awalnya Bear menolak untuk datang dengan alasan sedang sibuk di rumah, namun mendengar kabar Nikki berencana akan resign dan tak sengaja pula ia menjatuhkan kalung kristal ke kloset toilet, Bear pun bersedia datang sekaligus ingin confess juga ke Nikki. Sebelum menemui Nikki, Bear berkunjung ke toko pernak-pernik untuk membeli kalung. Namun karena tidak ada yang cocok, Bear justru tertarik pada sebuah mainan unik bernama "One Wish Willow" dan membelinya untuk Nikki.
Tiba di bar, Nikki, Sarah, Ian dan Bear mengobrol membahas pekerjaan dan hal lain. Salah satunya yaitu Sarah berencana ingin masuk ke sekolah tattoo di Luther Art College. Setelah itu, Ian dan Sarah mempersilahkan Bear dan Nikki mengobrol berdua sambil membawa minuman di bar. Namun karena gugup, Bear pun tidak langsung confess pada Nikki karena terus diganggu oleh Ian dan juga Sarah. Saat mereka akan lanjut ke bar selanjutnya, Nikki memutuskan tidak ikut dan Bear pun bersedia untuk mengantar Nikki pulang dengan mobilnya.
Dalam perjalanan pulang, Nikki mengungkapkan turut berduka cita atas kematian kucing kesayangannya Bear. Selain itu, Nikki juga merasa semakin tidak nyaman bekerja di toko musik karena passion dirinya adalah seorang penulis dan pembaca buku. Ketika sudah berada di depan rumah Nikki, Bear yang awalnya akan memberikan mainan "One Wish Willow" jadi ragu karena Nikki malah menanyakan perasaan Bear terhadap Sarah yang menurutnya Sarah memendam rasa pada Bear. Setelah itu, Nikki langsung bertanya soal perasaan Bear padanya. Bear malah gugup dan membantah hal tersebut. Saat akan pulang, Bear langsung membuka kemasan "One Wish Willow" dan mematahkannya sambil berharap agar Nikki mencintainya melebihi apapun yang ada di dunia. Ketika akan pergi, Bear melihat Nikki berjalan mendekati mobilnya dan meminta ingin menginap di rumahnya Bear. Nikki beralasan jika di rumah ia merasa sendiri karena sudah lama tidak ada kontak dengan ayahnya yang sedang dirawat karena kanker.
Tiba di rumah, Nikki meminta ingin tidur bareng dengan Bear. Saat Nikki mendekati dan mencium Bear, tiba-tiba berteriak histeris dan menarik diri menjauhi Bear. Setelah itu, mereka tetap tidur bareng namun tidak melakukan apapun. Keesokan harinya, Bear terkejut saat melihat bangkai kucing Sandy ada di dapur dengan dikelilingi lilin. Nikki sengaja yang membuatnya karena ingin menghormati kucing kesayangannya Bear. Namun Bear menganggap ide Nikki ini gila dan keterlaluan. Nikki kemudian meminta maaf atas segala perilakunya dari semalam gara-gara mengkonsumsi ekstasi yang ia beli di luar bar. Setelah itu, Nikki kemudian confess tentang perasaan cinta dan sayangnya pada Bear. Sejak saat itu, hubungan mereka semakin dekat dan menjalin hubungan asmara. Tak hanya itu saja, Nikki pun semakin sering menghabiskan waktu dan tinggal di rumahnya Bear.
Suatu hari, saat mereka berdua sedang makan malam bersama di restoran, Bear mendapat panggilan telepon berkali-kali dari Ian. Ia pun izin sebentar untuk mengangkatnya. Lewat telepon, Ian mengatakan jika dirinya sudah menelusuri jika ayahnya Nikki tidak sedang sakit kanker dan dirawat di rumah sakit. Ayahnya sehat dan kini sedang bekerja di New York. Selain itu, saat Bear sedang jadwal libur bekerja, ia tak sengaja mendengar jika Nikki sedang mengobrol dengan Sarah yang mengatakan jika Bear sudah dianggap seperti adik laki-lakinya sendiri. Ian khawatir jika Nikki yang mengarang cerita ini hanya untuk cari perhatian saja pada Bear. Selain itu, Ian juga merasa aneh melihat perubahan sikap Nikki yang jadi tergila-gila pada Bear secepat itu. Saat kembali ke meja makan, Nikki memberikan batu bermotif warna harimau warisan mendiang ibunya pada Bear karena dipercaya bisa meningkatkan rasa percaya diri pemegangnya. Nikki mengungkapkan lagi jika dirinya sangat mencintai Bear melebihi apapun yang ada di dunia ini. Ucapan tersebut membuat Bear jadi ketakutan karena harapan yang ia panjatkan lewat mainan "One Wish Willow" benar-benar menjai nyata. Bear kemudian menanyakan pada Nikki soal kondisi ayahnya. Respon Nikki justru marah, sambil menangis histeris karena mendapat pertanyaan tersebut.
Sepulang dari restoran, mereka pulang ke rumah dan melakukan hubungan intim dengan penuh gairah. Di dini hari, Bear terbangun dan terkejut saat melihat Nikki semalaman berdiri di pojok kamar dan hanya mengawasinya saja. Nikki kemudian menangis dan beralasan jika ia mengalami mimpi buruk jika cintanya bertepuk sebelah tangan. Pagi harinya saat akan berangkat kerja, Nikki sudah mempersiapkan bekal sandwich untuk Bear. Nikki awalnya melarang Bear untuk berangkat kerja karena ia merasa sedih dan kesepian. Namun Bear memutuskan tetap pergi meskipun pintu rumahnya sudah dilakban banyak oleh Nikki. Ketika di toko dan mengobrol dengan Sarah, Bear menyadari jika bekal sandwich yang dibuat Nikki menggunakan potongan daging dari bangkai kucing Sandy. Bear yang sudah memakannya, dibuat terkejut lalu muntah.
Sepulang bekerja, Ian nebeng pulang pada Bear. Dalam perjalanan, Ian menuduh jika Bear memanfaatkan Nikki yang saat ini kondisinya seperti mengalami gangguan mental dan semua perubahan perilaku Nikki disebabkan oleh Bear. Setelah itu, Bear memutuskan untuk menelepon yang tertera pada bungkus mainan "One Wish Willow" dan meminta mengubah impiannya. Namun sayang, hal tersebut tidak bisa dilakukan. Si penerima telepon memberitahu hanya ada satu cara agar permintaan tersebut berakhir yaitu Bear meninggal. Bagaimana nasib Bear dan Nikki selanjutnya? Apakah mereka berdua akan langgeng sehidup semati?
#Review:
Sutradara film pendek sekaligus YouTuber dengan channel "That's a Bad Idea" asal Amerika Serikat yaitu Curry Barker, sukses mendapat perhatian dari para penonton film di sana setelah debut film panjangnya, OBSESSION (2026) mencetak box office hit dengan pendapatan lebih dari $280 juta Dollar Amerika Serikat dari modal yang dikeluarkan hanya sekitar $750.000 saja. Selain itu, film ini juga berhasil mendapat predikat Fresh Certified dan skor seimbang 94% di Rotten Tomattoes dan masuk jadi salah satu film horror terbaik di tahun ini.
Untuk segi cerita, Curry Barker yang turut menulis naskah cerita, skenario sekaligus editor film OBSESSION (2026), ia berani menembus batas kenyamanan penonton lewat cerita cinta bertepuk sebelah tangan yang berubah menjadi terror domestik sekaligus brutal didalamnya. Film dibuka dengan drama cinta segiempat pada Bear, Nikki, Ian dan Sarah yang dipertemukan karena mereka bekerja di toko musik yang sama. Bear memendam perasaan pada Nikki. Ian diam-diam menjalin hubungan tanpa status dengan Nikki dan Sarah pun diam-diam memendam perasaan pada Bear. Namun mereka berempat mempunyai satu kesamaan yaitu sama-sama tidak berani untuk mengutarakan perasaan demi menjaga perasaan satu sama lain. Premis romantis klise tentang berharap orang yang disukai membalas cinta ini kemudian berubah menjadi mimpi buruk bagi penonton. Selain terror brutal, film OBSESSION (2026) juga memutarbalikan makna cinta sejati menjadi sebuah obsesi super berlebihan. Hal tersebut semakin menarik karena sang sutradara menambahkan unsur magis lewat tongkat dan mantra "One Wish Willow". Rasa frustasi, putus asa dan ketakutan yang dialami oleh karakter Bear bisa dirasakan dengan mudah oleh penonton disepanjang film. Plot bergulir dengan tempo yang awalnya lambat namun secara konsisten menumpuk rasa tidak nyaman, memposisikan penonton ada di pov karakter Bear yang terjebak dalam konsekuensi atas permintaannya sendiri. Keberhasilan sang sutradara terletak pada bagaimana ia mengeksplorasi perubahan drastis mental dari karakter Nikki yang berawal sebagai teman kerja yang manis, kemudian bertransisi menjadi sosok yang mengerikan setelah mantra One Wish Willow membelah kewarasannya. Curry Barker tidak ragu menyajikan serangkaian terror yang absurd sekaligus traumatis, mulai dari manipulasi emosional lewat kebohongan tentang kanker, penyajian bangkai kucing jadi sandwich, hingga aksi mengejutkan yang disimpan sangat memukau di akhir cerita.
Kegilaan cegil dan cogil di film OBSESSION (2026) tidak akan efektif tanpa jajaran pemain yang mampu tampil sangat memukau dan juga meyakinkan. Applause pertama harus kita berikan pada Inde Navarrette yang memerankan karakter Nikki Freeman. Transisi perubahan karakter dan ekspresi yang secepat kilat sungguh luar biasa mengerikan. Adegan saat persona obsesif dari Nikki muncul dan terus-terusan mengejar Bear benar-benar bikin merinding! Applause berikutnya kita berikan untuk Michael Johnston yang beperan sebagai Baron Bear. Ia berhasil menampilkan jiwanya yang rapuh, penuh rasa bersalah, kebingungan dan ketakutan perlahan-lahan menghancurkan mentalnya karena permintaannya tidak bisa di-undo.
Untuk urusan visual, Curry Barker dengan cerdik memanfaatkan estetika yang raw dan pencahayaan minim untuk memperkuat atmosfer klaustrofobik di sepanjang film. Kekuatan utama film OBSESSION (2026) terletak pada keberaniannya menyajikan deretan adegan disturbing yang tidak sekadar mengandalkan jump scare, tapi menciptakan teror psikologis dan body horror yang mengganggu kenyamanan penonton secara mendalam. Kekurangan dari film ini yang menurutku cukup terasa yaitu penurunan logika yang realistis di paruh pertengahan film. Contohnya keputusan Bear yang memilih tetap tinggal bersama Nikki ketimbang melaporkan ke orangtuanya atau pihak polisi serta asal-usul dan aturan tentang mainan magis dan mantra "One Wish Willow" tidak dieksplor dengan maksimal, sehingga menimbulkan pertanyaan.
Overall, film OBSESSION (2026) bisa dibilang sebagai sebuah studi karakter yang memukau tentang bahaya ego dan obsesi dari manusia. Salah satu film horror domestik yang menakjubkan sekaligus disturbing ketika drama romansa picisan tiba-tiba banting setir menjadi tragedi berdarah yang tak terduga![9/10Bintang]

































