#Description:
Title: Hoppers (2026)
Casts: Piper Curda, Bobby Moynihan, Jon Hamm, Kathy Najimi, Dave Franco, Eduardo Franco, Aparna Nancherla, Tom Law, Sam Richardson, Melissa Villasenor, Isaiah Whitlock Jr, Steve Purcell, Ego Nwodim, Nichole Sakura, Meryl Streep, Karen Huie, Vanessa Bayer
Director: Daniel Chong
Studio: Pixar Animation Studios, Disney Studios
#Synopsis:
Sejak kecil, Mabel Tanaka (Piper Cuda) sangat peduli dan sayang terhadap hewan. Ia bahkan sudah berulang kali mencoba melepaskan hewan-hewan yang sengaja dipelihara di sekolah untuk dibebaskan ke alam. Hal tersebut membuat para guru angkat tangan dengan apa yang dilakukan Mabel. Ayah dan ibunya pun sudah berulang kali menasehati Mabel untuk tidak melakukan tersebut agar ia tidak dikeluarkan dari sekolah.
Selama libur musim panas, Mabel dititipkan ke rumah neneknya (Karen Huie) yang tinggal di kota kecil bernama Beaverton. Selama tinggal bersama sang nenek, Mabel banyak belajar tentang alam dan juga hewan. Mereka sering menghabiskan waktu di danau hutan kota yang tak jauh dari rumah. Di sana, Mabel bisa melihat dengan leluasa lingkungan alam serta interaksi hewan-hewan yang tinggal di hutan tersebut. Rasa cinta dan peduli terhadap hewan serta lingkungan yang sangat besar dari neneknya ini kemudian turun pada Mabel. Bahkan setelah libur musim panas, Mabel semakin sering datang ke rumah neneknya saat akhir pekan dan di waktu libur. Hingga saat beranjak remaja, Mabel mengambil keputusan untuk tinggal bersama sang nenek ketimbang harus ikut orangtuanya pergi ke luar negeri untuk bekerja. Mabel lebih nyaman tinggal bersama sang nenek sekaligus merawatnya yang semakin menua.
Tak lama setelah itu, sang nenek meninggal. Mabel memutuskan untuk tetap tinggal di rumah sesuai permintaan mendiang neneknya yang memintanya untuk merawat rumah dan lingkungan di sekitarnya. Selama tinggal sendirian di sana, kondisi lingkungan dan hutan kota yang didekat rumah perlahan mulai terganggu. Puncaknya, pembangunan jalan layang yang membentang dan pilarnya dibangun diatas rawa di hutan kota akan segera dibangun oleh pemerintah. Rencana tersebut langsung ditentang oleh Mabel karena selain merusak habitat hewan yang ada di rawa dan hutan, lokasi tersebut juga memiliki kenangan tersendiri bersama mendiang neneknya di sana. Mabel juga sudah berulang kali melayangkan protesnya terhadap walikota Beaverton yaitu Jerry Generazzo (Jon Hamm), bahkan Mabel juga sering menggelar aksi demo terhadap berbagai rencana pemerintah yang dianggap merusak lingkungan dan mengancam keselamatan hewan-hewan di alam liar. Karena kampanye menolak pembangunan jalan layang tersebut tak mendapat dukungan dari warga di Beaverton, Mabel pun meminta bantuan pada dosen di kampusnya yaitu Dr. Samantha Fairfax (Kathy Najimi) untuk mencari cara agar hutan dan rawa yang ada di hutan kota tidak dirusak oleh rencana pembangunan jalan layang. Dr. Samantha kemudian menjelaskan jika kondisi hutan di sana memang sudah lama ditinggal oleh hewan-hewan liar. Satu-satunya cara agar pemerintah tidak bisa melanjutkan proyek pembangunan pilar jalan layang di atas rawa dan hutan yaitu memancing semua hewan-hewan liar untuk kembali ke sana.
Mabel pun langsung menyusun rencana agar semua hewan bisa kembali ke habitatnya dengan cara membawakan sayuran dan makanan yang disimpan di tengah hutan. Namun selama seharian di sana, ia tak menemukan satupun hewan yang mendekati umpan tersebut. Saat tengah malam, Mabel melihat seekor berang-berang keluar dari semak-semak namun malah berjalan keluar dari hutan. Tak lama setelah itu, berang-berang tersebut diambil oleh seseorang dari dalam mobil dan pergi dari sana. Mabel pun tak tinggal diam, ia langsung mengejar mobil itu karena sudah menculik berang-berang dari habitat aslinya. Mobil tersebut ternyata berjalan menuju kampusnya. Berang-berang tadi kemudian keluar dari mobil dan berjalan menuju gedung lalu turun ke tangga menuju laboratorium tertutup. Mabel yang mengikutinya dibuat terkejut setelah mengetahui jika berang-berang tersebut adalah robot hewan yang dibuat oleh Dr. Samantha beserta kedua asistennya yaitu Nisha (Aparna Nancherla) dan Conner (Sam Richardson). Mereka bertiga sedang mengembangkan project bernama Hoppers, yaitu teknologi yang memungkinkan kesadaran manusia untuk "melompat" ke dalam tubuh hewan robotik dan merasakan kehidupan sebagai spesies tersebut. Mabel kemudian menemukan peluang untuk menyelamatkan hutan dengan menggunakan teknologi Hoppers tersebut dan masuk ke dalam tubuh robot berang-berang tadi tanpa seizin Dr. Samantha lalu kabur dari laboratorium.
Setelah berhasil melarikan diri, Mabel yang kini ada dalam tubuh robot berang-berang menyusuri hutan untuk menemui hewan lain. Setelah berjalanan semalaman, pagi harinya Mabel bertemu dengan seekor berang-berang yang sedang bersantai di tepi sungai. Mabel mengajaknya untuk kembali ke hutan kota, namun sayang, berang-berang yang bernama Loaf (Eduardo Franco) memilih tetap tinggal di sana karena suasana hutan yang dekat kota sudah tidak kondusif lagi akibat pembangunan jalan layang itu. Tak lama setelah itu, seekor beruang bernama Ellen (Melissa Villasenor) mendekati Mabel dan Loaf. yang kemudian mencoba untuk memakan Loaf. Mabel pun histeris berteriak dan meminta Ellen untuk tidak memakan Loaf. Kejadian tersebut membuat Ellen dan Loaf terkejut, karena baru kali ini ada seekor berang-berang yang melanggar hukum alam tentang rantai makanan. Ellen dan Loaf kemudian membawa Mabel menemui pimpinan berang-berang yaitu King George (Bobby Moynihan) yang tinggal di bendungan dan aliran sungai dengan membangun tempat tinggal untuk hewan-hewan lain juga. Di sana, King George kemudian menjelaskan tentang hukum alam yang seharusnya sudah dipahami Mabel sebagai seekor berang-berang. Setelah itu, Mabel kemudian meminta bantuan pada George untuk membawa kawanan hewan kembali ke hutan kota agar proyek jalan layang dihentikan jika kawanan hewan masih menetap di sana. Sebelum meminta hewan-hewan pindah ke sana, George, Mabel, Ellen, Loaf dan beberapa hewan lain datang terlebih dahulu ke sana untuk melihat kondisi hutan dan rawa yang sudah lama mereka tinggalkan. Saat berkeliling, Mabel menemukan pohon buatan yang mengeluarkan suara dan radiasi untuk membasmi hewan-hewan yang masih saja berkeliaran di dekat proyek pembangunan jalan layang. Setelah berhasil menghancurkan pohon tersebut, King George kemudian menyetujui untuk kembali mengisi hutan kota bersama hewan-hewan lainnya.
Waktu terus berlalu. Rusaknya pohon pengusir hewan ketahuan oleh Jerry. Keesokan harinya, tim konstruksi langsung memasang pohon dengan speaker lebih banyak di area pembangunannnn jalan layang ditengah hutan kota yang membuat para hewan liar terpaksa kembali lagi ke bendungan. Kejadian tersebut membuat Mabel dan George menyusun rencana dengan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin hewan lain dari kalangan serangga, amfibi, ikan, reptil dan burung. Penjelasan Mabel tentang rencana pembangunan jalan layang yang menghancurkan kawasan hutan kota menyebabkan salah persepsi di kalangan pemimpin hewan dan menganggap jika manusia yang Jerry itu mengancam wilayah mereka masing-masing. Karena situasi semakin tidak kondusif, Mabel, George, Loaf, Ellen dan kadal Tom Lizard (Tom Law) berusaha menjelaskan kekhawatiran para pemimpin hewan itu terlalu berlebihan karena manusia saat ini hanya mengincar lahan hutan kota saja. Namun penjelasan tersebut tak bisa menenangkan kepanikan dan amarah para pimpinan dan hewan lain. Mereka kemudian menyusun rencana untuk menyerang Jerry dan manusia lain yang kebetulan akan menggelar acara peresmian proyek pembangunan pilar dan jalan layang dalam waktu dekat. Karena dianggap berkhianat, Mabel, George, Loaf dan Tom jadi ikut diburu oleh para hewan lain yang dihasut oleh pimpinan baru dari kalangan serangga yaitu Titus Insect King (Dave Franco).
Sementara itu, Mabel harus secepat mungkin memberitahu rencana para pimpinan dan pasukan hewan yang akan menyerang pada Jerry. Bersama dengan George, Loaf, Ellen dan Tom mereka menuju rumahnya Jerry sambil membawanya ke hutan. Apakah semua rencana yang dilakukan dari kubu Mabel maupun Titus akan berjalan mulus?
#Review:
Rumah produksi Disney Pixar baru saja merilis film animasi terbarunya yang berjudul HOPPERS (2026). Film yang menjadi debut bagi Daniel Chong sebagai sutradara film layar lebar ini mengusung tema cerita tentang dunia satwa yang habitatnya terancam hilang oleh pembangunan jalan layang. Menariknya, kepedulian terhadap satwa dan lingkungan tersebut datang dari seorang remaja perempuan blasteran Amerika - Jepang bernama Mabel Tanaka.
Untuk segi cerita, film HOPPERS (2026) menyajikan kombinasi plot yang terbilang unik sekaligus baru di filmography Disney Pixar. Plot pertama membahas soal upaya karakter Mabel yang sangat mencintai lingkungan dan bertransformasi menjadi sosok pelindung (SJW hahaha) bagi satwa liar di dekat rumah neneknya. Kemudian, relasi antara manusia dengan satwa menjadi konflik utama yang eksekusinya dibuat ringan, surprisingly menghibur dan tetap memberikan edukasi bagi penonton. Dinamika perjuangan karakter Mabel untuk melindungi lingkungan dan satwa liar di sini juga tak sepenuhnya berjalan dengan mulus, karena lawan yang harus dihadapi juga tidak sepenuhnya jahat. Maksud dan tujuan Mabel sebetulnya sangatlah baik karena ia ingin memperbaiki segala sesuatu sesuai keinginannya, namun berbagai usaha yang dilakukan justru membuatnya capek dan lelah sendiri karena tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan. Subplot fiksi ilmiah lewat teknologi bernama Hoppers yang secara singkat mirip dengan teknologi yang digunakan dalam film AVATAR (2009) juga berhasil menambah level keseruan film ini. Tingkah polah hewan dan sudut pandang mereka dalam melihat dunia dan manusia memang tidak ada bedanya, karena kita sama-sama makhluk hidup ciptaan tuhan.
Untuk urusan visual dan animasi, film HOPPERS (2026) memang tidak menawarkan sesuatu yang baru. Animasinya khas seperti film-film Disney Pixar pada umumnya. Yang menjadi point plus dan pembeda terletak disaat interaksi antara sesama satwa dengan manusia. Saat para hewan berinteraksi, mereka tampil layaknya interaksi manusia pada umumnya, kadang serius, kadang super konyol dengan ditambah ekspresi muka yang selalu over hahaha. Namun saat hewan-hewan tersebut berinteraksi dengan manusia, tampil sangat menggemaskan lewat point of view manusia saat melihat hewan itu seperti apa.
Overall, film HOPPERS (2026) berhasil mengangkat issue tentang kelesarasan dan keharmonisan antar makhluk hidup dengan cara yang fun, lucu sekaligus mengharukan. Semoga HOPPERS (2026) bisa mencetak box office hit melampaui film Disney Pixar tahun lalu yaitu ELIO (2025) yang bisa dibilang gagal meraih predikat tersebut.
[9/10Bintang]



















