#Description:
Title: A Useful Ghost (2026)
Title: A Useful Ghost (2026)
Casts: Davika Hoorne, Witsarut Himmarat, Apasiri Nitibhon, Wanlop Rungkumjad, Wisarut Homhuan, Gandhi Wasuvitchayagit, Ornanong Thaisriwong, Kritpahat Srimangkornkaew, Wachara Kanha
Director: Ratchapoom Boonbunchachoke
Studio: 185 Films, Haut Les Mains, Momo Films, Mayana Films, GDH 559
#Synopsis:
Sejak revitalisasi area mall menjadi lebih luas dengan mengorbankan taman dan lahan di sekitarnya, tak sedikit para warga mengeluhkan akan polusi dan debu yang mengotori tempat tinggal mereka. Tak hanya itu saja, polusi pembangunan area mall tersebut menyebabkan gangguan kesehatan seperti bersin-bersin hingga sesak nafas. Salah satu warga yang mengeluhkan hal ini yakni Academic Ladyboy (Wisarut Homhuan). Selain bikin kotor ruangannya, polusi dan debu juga membuatnya harus sering membersihkan seluruh ruangan setiap hari. Karena lelah, Ladyboy pun memutuskan untuk membeli Vacuum Cleaner di toko elektronik terdekat. Setelah mendapatkan Vacuum Cleaner dengan harga yang murah, ia langsung menggunakannya untuk membersihkan semua area rumah.
Saat malam hari ketika sedang istirahat, Ladyboy mendengar suara batuk-batuk di dalam rumah. Awalnya ia mengira jika suara tersebut berasal dari rumah sebelah atau orang yang ada di luar. Namun setelah mengecek dari jendela, ia tak menemukan apapun. Pagi harinya, Ladyboy menemukan semua debu dan kotoran berada di luar Vacuum Cleaner yang telah ia bersihkan kemarin. Hal tersebut membuatnya marah dan langsung menghubungi toko untuk claim garansi kerusakan. Siang harinya, teknisi dari toko bernama Krong (Wanlop Rungkumjad) datang ke rumah Ladyboy dan memeriksa Vacuum Cleaner tersebut. Setelah ia cek, Krong memastikan jika Vacuum Cleaner tidak ada kerusakan, namun hanya dirasuki oleh salah satu hantu yang berasal dari pabrik yang memproduksi Vacuum Cleaner tersebut. Krong kemudian menceritakan berbagai kejadian aneh yang menimpa pabrik dan juga keluarga pemiliknya.
Ibu Suman (Apasiri Nitibhon) pewaris pabrik milik mendiang suaminya merasa terganggu dengan arwah salah satu karyawannya yang bernama Tok (Krittin Thongmai) meninggal ketika sedang bekerja. Anehnya, arwah Tok itu merasuki alat-alat elektronik di pabrik sambil menyalahkan Ibu Suman serta lingkungan pabrik yang dinilai mempercepat kematiannya.
Di sisi lain, anak bungsu dari Ibu Suman yaitu March (Witsarut Himmarat) sedang berduka atas kematian istrinya, Nat (Davika Hoorne) yang sedang hamil karena gangguan pernafasan. Ibu Suman tetap memprioritaskan bisnis dan pabriknya agar lisensi operasionalnya tidak dicabut. Ibu Suman bersama ketiga anaknya kemudian datang ke pabrik bersama beberapa cenayang untuk melakukan pengusiran arwah yang masih saja bergentayangan di sana. Ketika para cenayang sedang berinteraksi dengan arwah Tok, March tak sengaja melihat arwah mendiang istrinya berjalan menuju gudang. March kemudian mengejarnya. Setelah itu, Nat tak terlihat. Ketika March akan pergi, sebuah Vacuum Cleaner berwarna merah tiba-tiba bergerak sendiri dan berkata jika ia adalah Nat. Mereka berdua kemudian melepas rindu dan bercumbu di sana. Ibu Suman dan yang lainnya terkejut saat memergoki March sedang disedot oleh Vacuum Cleaner penuh gairah. Gara-gara kejadian tersebut, keluarga memutuskan membawa March ke rumah sakit untuk dirawat. Malam harinya, arwah Nat yang masih berada dalam Vacuum Cleaner kemudian keluar dari pabrik dan pergi menuju rumah sakit untuk menemui March. Tiba di rumah sakit, March sangat senang bisa kembali melihat mendiang istrinya itu dan menemaninya selama dirawat di rumah sakit. Kemunculan arwah Nat yang merasuki Vacuum Cleaner dan dibiarkan menemani March membuat kerabat dan keluarga besar Ibu Suman resah hingga meminta Ibu Suman segera mengambil tindakan agar tidak semakin parah.
Keesokan harinya, Ibu Suman dan kerabatnya memanggil para biksu untuk mengusir arwah Nat serta menyita Vacuum Cleaner dan diserahkan ke polisi sebagai barang bukti curian. Namun sayang, rencana tersebut gagal dilakukan setelah mendapat anjuran dari seorang menteri yaitu Dr. Paul (Gandhi Wasuvitchayagit) yang mengatakan jika arwah Nat adalah arwah yang baik. Hal tersebut sudah dibuktikan saat Nat menolongnya ketika sedang di rumah sakit. Merasa frustasi, Ibu Suman kemudian membawa March ke psikiater untuk melakukan terapi electroshock. Hal tersebut sangat diyakini Ibu Suman akan merusak ingatan March dan jika berhasil, maka March akan lupa dengan mendiang istrinya, otomatis ikatan arwah antara Nat dengan March akan terputus dan Nat pun akan menghilang selamanya. Setelah melakukan terapi tersebut, Nat memang masih bisa masuk ke dalam mimpi suaminya. Namun sayang, wujudnya perlahan mulai memudar. Karena tak ingin melihat March yang terus-terusan terapi pengobatan, Nat mendatangi mimpi Ibu Suman dan meminta untuk menghentikannya. Mereka pun kemudian membuat kesepakatan baru yaitu Ibu Suman ingin Nat membantunya untuk mengusir arwah-arwah yang masih menghuni pabriknya agar bisa kembali beroperasional.
Setelah sepakat, Ibu Suman meminta semua karyawannya kembali ke pabrik untuk bekerja. Di sana, ia menyusun rencana untuk membius para karyawan dan Nat pun masuk satu persatu ke alam mimpi mereka dengan harapan bisa menemukan orang yang masih punya keterikatan dengan arwah Tok yang masih gentayangan di pabrik. Nat dan Ibu Suman kemudian menemui pacarnya Tok yaitu Pin (Wachara Kanha) yang ternyata masih belum mengikhlaskan kepergian pacarnya itu. Saat berbincang dengan Tok, rupanya Tok sedang mendatangi Pin dalam mimpi sambil mencumbunya. Setelah mengetahui hal tersebut, Ibu Suman langsung memberikan pilihan pada Pin untuk mengikuti terapi electroshock agar menghilangkan ingatannya akan Pin dan bisa kembali bekerja di pabrik atau dipecat jika menolaknya. Opsi tersebut membuat Pin sangat marah dan merasuki kulkas lalu menyerang Nat yang ada dalam Vacuum Cleaner. Setelah itu, Pin diamankan dan kini Nat mendapat reputasi sebagai hantu baik, sehingga ia dapat dilihat oleh semua orang.
Mengetahui Nat yang kini dikenal sebagai hantu baik dan sudah menyelamatkan bisnis pabrik mertuanya membuat Dr. Paul dan istrinya tertarik mengundang Ibu Suman, March dan Nat ke kediaman mereka. Tiba di sana, Nat terkejut karena Dr. Paul dikelilingi banyak arwah yang berkaitan dengan peristiwa pembantaian di tahun 2010. Dr. Paul meminta bantuan pada Nat untuk mengidentifikasi setiap individu dari para arwah agar ingatan mereka dapat dihapus dengan menggunakan pengobatan seperti March yaitu Electroshock. Karena sel telur yang dibekukan miliknya ditahan oleh Dr. Paul, Nat pun bersedia membantunya. Namun sayang, rencana yang Nat lakukan bersama Dr. Paul itu justru membuat sang suami kesal dan menganggap Nat telah berubah. March kemudian mencoba menjaga ingatan tentang para arwah yang dimusnahkan agar tetap hidup dengan cara mempelajari sejarah kekerasan politik yang terjadi di Thailand. Bagaimana akhir cerita dari pasutri beda alam ini?
#Review:
Tahun 2025 kemarin, Thailand resmi mengirimkan film A USEFUL GHOST (2025) sebagai perwakilan mengikuti seleksi masuk nominasi Best International Feature Academy Awards yang ke-98. Meskipun gagal, film yang menjadi debut bagi Ratchapoom Boonbunchachoke sebagai sutradara dan penulis film layar lebar ini, sukses memenangkan penghargaan bergengsi di festival film internasional seperti Cannes, Sitges dan JAFF Jogja 2025.
Untuk segi cerita, film A USEFUL GHOST (2025) memang sesuai dengan judulnya yaitu mengisahkan tentang sesosok hantu yang bermanfaat. Meskipun mengusung tema supranatural, film ini sama sekali tidak mengumbar adegan-adegan horror maupun jump scared. Sang sutradara lebih mendekatkan cerita fantasi yang terkesan absurd di awal film. Entah berasal dari mana, ide alat elektronik macam Vacuum Cleaner, mesin pabrik, AC portable hingga kulkas bisa kerasukan arwah. Mungkin untuk di Thailand, fenomena alat-alat elektronik kerasukan sudah biasa kali ya? Aku sih saat menonton film ini merasa aneh, konyol dan tertawa melihat Vacuum Cleaner kerasukan dan kemudian bercumbu dengan enaknya bersama seorang pria. Hahahaha. Plot film A USEFUL GHOST (2026) terbagi menjadi dua yaitu tentang si Ladyboy dengan petugas reparasi dan keluarga Ibu Suman pemilik pabrik yang memproduksi barang elektronik. Setengah durasi film, cerita berfokus kepada struggling Ibu Suman agar pabriknya bisa kembali beroperasi setelah izinnya dicabut gara-gara ulah arwah gentayangan yang mengganggu operasional pabrik wkwkw. Sisi dramatic kemudian dihadirkan dari cerita anak bungsu Ibu Suman yaitu March yang baru saja kehilangan istri dan calon anaknya. Ditengah duka yang menyelimuti itu, arwah sang istri yaitu Nat masih belum pergi meninggalkan dunia karena Nat belum merelakan kepergian istrinya itu. Konsep arwah merasuki Vacuum Cleaner kemudian menjalankan misi membantu manusia lalu mendapat predikat hantu baik, hingga akhirnya bisa berwujud normal benar-benar out of the box sekali sang sutradara hahaha. Plot antara si Ladyboy dan tukang reparasi pun awalnya aku kira hanya sebatas having fun saja tanpa ada kaitannya dengan cerita keluarga Ibu Suman. Namun siapa sangka, memasuki babak pertengahan hingga akhir film, A USEFUL GHOST (2026) rupanya banyak sekali menyoroti permasalahan politik dan pemerintahan yang memang terjadi di Thailand. Kritik sosial semakin tajam lewat narasi cerita tentang masalah polusi yang semakin tinggi di kota-kota besar Thailand yang sering diabaikan pemerintah. Selain itu, kritik pemerintahannya datang penghapusan sejarah kelam politik di masa lalu dengan memanfaatkan hantu baik yaitu Nat. Jangan dilupakan juga akhir cerita film yang benar-benar menyatukan semuanya dengan cara yang tak terduga!
Untuk jajaran pemain, tipikal film-film Thailand yang selalu konsisten bagus dan juga konyol secara bersamaan hahaha. Chemistry dan akting dari Davika Hoorne, Witsarut Himmarat dan Apasiri Nitibhon sangatlah memuaskan. Untuk urusan visual, satu hal yang paling menonjol yaitu kesan aesthetic, simetris dan statis bisa penonton rasakan di sepanjang film. Sinematografi dan pengambilan gambar nya memang kece banget! Jadi sangat deserve masuk nominasi Camera d'Or di Cannes yang ke-78 kemarin.
Overall, film A USEFUL GHOST (2025) sukses jadi sajian drama supernatural fantasi yang absurd dan konyol tapi anehnya aku bisa menikmati itu semuaa! Hahaha
[8/10Bintang]





























