#Description:
Title: On The Sea (2026)
Title: On The Sea (2026)
Casts: Barry Ward, Lorne MacFadyen, Liz White, Henry Lawfull, Celyn Jones, Danny Webb, Leisa Gwenllian, Callum Hymers, Sheldon Jones, Julian Lews Jones, Kieran Roberts
Director: Helen Walsh
Studio: Red Union Films, Matchbox Films, Verve Pictures, The Yellow Affair
#Synopsis:
Jack (Barry Wald) adalah pria paruh baya yang menggantungkan hidupnya sebagai pengumpul kerang laut di pesisir North Wales. Bersama adiknya, Dyfan (Celyn Jones), ia menjalankan bisnis warisan keluarga demi mencukupi kebutuhan rumah tangga mereka. Namun, bisnis tradisional ini mulai berada di ujung tanduk akibat ketatnya regulasi kuota, anjloknya harga pasar, dan persaingan ekonomi yang makin berat.Di rumah, hubungan Jack dan istrinya, Maggie (Liz White), terbilang harmonis meski terasa berjarak karena usia pernikahan yang sudah lama. Meskipun demikian, keduanya selalu menyempatkan diri menghabiskan akhir pekan berdua di bar favorit mereka. Di sisi lain, Tom (Henry Lawfull) yang merupakan anak remaja dari Jack dan Maggie tidak mau meneruskan bisnis keluarga. Tom sering bolos sekolah dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama gengnya. Beruntung, ada Lois (Leisa Gwenllian), kekasih Tom yang selalu berusaha menjaganya agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif.
Suatu pagi, Jack menjalani rutinitasnya untuk bersiap menuju dermaga. Setibanya di sana, ia melihat nelayan senior sekaligus pemilik kapal yaitu Bernie (Danny Webb), sedang bersitegang dengan empat pemuda yang salah satunya adalah Tom. Ketegangan berujung panik saat Finn (Kieran Roberts) mendorong Bernie hingga tercebur ke laut. Jack bergegas turun menuju pinggir dermaga sambil berteriak melarang Tom melarikan diri. Beruntung, Daniel (Lorne MacFadyen), anak buah kapal dari Bernie, langsung melompat untuk menyelamatkannya. Setelah Bernie berhasil dievakuasi ke darat, Jack meminta maaf atas perbuatan yang sudah dilakukan Tom dan teman-temannya. Sebelum membawa Tom pulang, Jack memberikan sejumlah uang kepada Daniel untuk dibelikan makanan hangat.
Keesokan harinya, Jack mendapat kabar bahwa Bernie mabuk berat hingga tak sadarkan diri di bar. Jack pun segera mengendarai mobilnya untuk menjemput Bernie. Di sana, ia kembali bertemu Daniel, lalu mereka berdua mengantar Bernie pulang. Setibanya di rumah Bernie, Jack meminta Daniel untuk terus mengawasinya dan segera memberi kabar begitu Bernie tersadar. Tiba di rumah, Dyfan memberi kabar jika bisnis kerang tradisional mereka mendapat tawaran tinggi dari perusahaan besar. Jack rasanya belum siap harus kehilangan bisnis yang sudah dikelola secara turun-temurun tersebut. Jack mengambil keputusan untuk menunda rencana dari adiknya itu dan memilih akan berlayar di esok hari.
Sadar dengan kondisi fisiknya yang tidak sekuat dulu, Jack memutuskan untuk mempekerjakan Daniel dalam berlayar ke laut dan mengumpulkan kerang. Dalam perjalanan di laut, Daniel memberikan perhatian dan kehangatan emosional yang tak pernah dirasakan Jack selama bertahun-tahun. Hubungan kerja tersebut berubah menjadi romansa rahasia yang intens. Jack yang selama ini mengubur identitas seksualnya demi tuntutan maskulinitas dan norma sosial tempat tinggalnya, merasakan kembali gairah hidup. Setelah berlayar, hubungan Jack dan Daniel semakin intens. Mereka berdua sering bertemu secara diam-diam. Bahkan, mereka sampai nekat melakukan hubungan seksual di rumahnya Bernie. Jack pun kini jadi sering berlayar bersama dengan Daniel.
Di sisi lain, Dyfan mulai curiga dengan kedekatan yang tak biasa antara Jack dengan Daniel. Ia melihat gesture berbeda ketika melihat kakaknya itu saat sedang bersama Daniel. Hal serupa juga turut dirasakan oleh Maggie setelah makan siang bersama dengan Dyfan dan sang istri. Jack dengan tegas untuk tetap berlayar ke laut dan mempertahankan Daniel sebagai partner bekerjanya. Sore harinya, Jack bertemu lagi dengan Daniel di bar. Di saat yang sama, desas-desus di tengah masyarakat nelayan yang konservatif mulai bermunculan, mengancam tidak hanya reputasi sosial dan bisnis Jack, tetapi juga keselamatan serta keberadaan Daniel di lingkungan tersebut. Karena merasa makin risih dengan kabar simpang siur tentang suaminya, Maggie pun mengajak Jack untuk berbicara secara empat mata. Setelah mengetahui kenyataan pahit tentang kebenaran akan sang suami, Maggie merasa sakit hati karena telah dikhianati oleh Jack. Kabar perselingkuhan Jack dengan Daniel pun langsung tersebar luar di kalangan warga. Bagaimana nasib Jack dan Daniel selanjutnya?
#Review:
Setelah tayang perdana di Edinburgh International Film Festival pada Agustus tahun lalu, film ON THE SEA (2026) karya sutradara sekaligus penulis novel Helen Walsh akhirnya tayang di Apple TV, Amazon Prime Video dan Mubi mulai awal September kemarin.
Di balik lanskap pesisir Wales Utara yang indah, film ON THE SEA (2026) garapan sutradara Helen Walsh hadir sebagai drama intim yang berhasil mengaduk emosi penonton. Cerita yang dihadirkan bukanlah tentang drama rumah tangga biasa, melainkan mengeksplorasi pencarian identitas, jati diri, keretakan pernikahan yang sudah belasan tahun serta tekanan sosial di tengah komunitas nelayan yang konservatif. Dengan ritme penceritaan yang tenang namun secara konsisten menekan ketiga karakter utama dalam film ini. Selain itu, sang sutradara juga berhasil menampilkan kisah cinta rahasia yang tidak hanya romantis, tetapi juga sarat dengan pengorbanan dan dilema moral. Issue yang diangkat film ini memang bisa saja kita temukan di lingkungan sekitar tentang budaya konservatif dan homophobic terhadap orientasi seksual seseorang. Karakter Dyfan yang diperankan Celyn Jones berhasil menjadi sosok antagonis yang menjunjung tinggi toxic masculinity dan memicu klimaks konflik dalam rumah tangga kakaknya. Barry Ward yang memerankan Jack tampil luar biasa lewat aktingnya yang segala sesuatu dalam hidupnya serba ditahan. Tanpa perlu banyak dialog puitis, tatapan mata yang lelah dan gerak-gerik fisiknya secara efektif menyampaikan rasa bersalah, hasrat terpendam, serta kerapuhan seorang kepala keluarga. Liz White juga tampil memukau sebagai Maggie. Ia mengekspresikan rasa sakit hati dan rasa dikhianati seorang istri bukan dengan ledakan emosi yang berlebihan, melainkan lewat ketegangan sunyi yang justru terasa makin menyayat hati penonton. Lorne MacFadyen sebagai Daniel membawa energi hangat sekaligus misterius yang secara alami menjadi titik perubahan hidup bagi Jack. Mereka berdua berhasil menciptakan chemistry yang terasa begitu nyata dan matang di layar. Salah satu kekurangan yang cukup terasa dari film yaitu pace cerita di pertengahan film yang cenderung lambat dan repetitif. Fokus penyutradaraan yang sangat terpusat pada interaksi antara Jack dan Daniel terkadang membuat alur cerita di bagian tengah ini seperti jalan di tempat, sehingga berisiko menguji kesabaran penonton yang mengharapkan peningkatan intensitas konflik yang lebih cepat.
Secara teknis, aspek visual dan sinematografi film ON THE SEA (2026) tampil memukau dengan nuansa gloomy nya. Pengambilan gambar landscape suasana daerah pinggir pantai yang dingin, pasang surut air laut yang sunyi, tenang namun berbahaya berhasil membangun atmosfer isolasi yang kuat. Laut di sini tidak sekadar menjadi latar tempat, melainkan metafora visual bagi gejolak batin Jack. Di satu sisi saat Jack berada di laut ia merasa bebas dan menjadi dirinya sendiri secara utuh bersama dengan Daniel, namun di sisi lain, laut juga menjadi ancaman yang bisa menenggelamkan rumah tangga Jack setiap saat.
Overall, film ON THE SEA (2026) bisa dibilang sebagai sebuah karya drama romansa yang jujur, berani, dan menyentuh hati. Pilihan ending film yang realistis tanpa mengandalkan cerita happy ending yang klise inilah yang menjadikan film ini terasa lebih dewasa dibandingkan film-film bertema LGBT akhir-akhir ini. Film ini sukses meninggalkan kesan mendalam tentang bagaimana penerimaan diri sering kali harus dibayar mahal dengan kehilangan, meskipun di satu sisi masih layak juga untuk diperjuangkan.
[8.5/10Bintang]


































