Sunday, 31 May 2026

[Review] Hokum: Mengungkap Misteri Yang Tersembunyi Di Hotel Tua Yang Ada Di Irlandia!

 



#Description:
Title: Hokum (2026)
Casts: Adam Scott, Florence Ordesh, Peter Coonan, David Wilmot, Michael Patric, Will O'Connell, Brendan Conroy, Austin Amelio, Mallory Adams, Sioux Carroll
Director: Damian McCarthy
Studio: Image Nation Abu Dhabi, Team Thrives, Spooky Pictures, Cweature Features, NEON


#Synopsis:
Penulis populer asal Amerika Serikat yaitu Ohm Bauman (Adam Scott) sedang berjuang untuk menyelesaikan bab terakhir untuk penutup trilogy novelnya yang berjudul 'Conquistador'. Bauman sendiri dikenal sebagai penulis dengan novel-novelnya yang dramatis dan selalu memiliki akhir cerita yang menyedihkan. 


Meskipun sudah banyak masukan dari para penggemarnya, Bauman tetap dengan prinsipnya untuk menulis cerita novel sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya. Suatu malam, saat Bauman sedang menyusun draft cerita di rumahnya, ia melihat bayangan menyerupai mendiang sang ibu yang sudah lama meninggal. Bauman pun langsung teringat jika ia masih menyimpan abu dari jasad kedua orang tuanya beserta beberapa barang peninggalan mereka.


Saat melihat foto-foto kenangan ayah dan ibunya, Bauman tertuju pada satu foto ibunya yang terlihat bahagia di depan pohon besar dan di belakang foto tersebut tertulis Hotel Bilberry Woods, Irlandia. Bauman memutuskan terbang ke Irlandia menuju hotel tersebut dan berencana akan menyemayamkan abu kedua orangtuanya di sana. Setelah menempuh perjalanan panjang, Bauman tiba di hotel dan langsung meminta kamar yang jauh dari kebisingan setelah mendapat informasi dari petugas receptionist yaitu Mal (Peter Coonan) jika esok hari akan digelar pesta perayaan Halloween di area hotel. Setelah mendapat kunci, Bauman langsung berjalan menuju kamar. Saat di lorong kamar, Bauman kebingungan tidak bisa menemukan kamar yang dipesan. Ia langsung dibantu oleh petugas bartender yaitu Fiona (Florence Ordesh) yang sedang lewat dan mengantarkannya ke kamar. Setelah selesai membereskan barang bawaan, Bauman kemudian bertanya pada Fiona soal lokasi foto mendiang ibunya. Fiona pun langsung memberi tahu jika pohon yang ada di foto tersebut berada tak jauh dari hotel. Keesokan harinya, Bauman pergi menuju hutan dan menemukan pohon yang sama persis dengan yang ada di foto mendiang sang ibu. Ia kemudian menyemayamkan abu dari kedua orangtuanya di sana.


Saat akan kembali ke hotel, Bauman bertemu dan berkanalan dengan Jerry (David Wilmot), warga lokal yang tinggal di mobil van di sekitar hutan sambil menawarkan sebotol susu yang sudah dicampur dengan magic mushroom. Malam pun tiba. Bauman bertemu lagi dengan Fiona di bar sambil memesan minuman alkohol. Fiona baru menyadari jika tamu yang ada didepannya ini merupakan seorang novelist terkenal dari Amerika Serikat. Bauman kemudian menanyakan tipe kamar Honeymoon Suite di hotel apakah masih dibuka untuk umum, karena ia yakin jika mendiang ayah dan ibunya pernah menginap dan berbulan madu di sana. Fiona pun menjelaskan jika tipe kamar Honeymoon Suite di hotel sudah lama ditutup oleh pemiliknya karena berhantu dan dikhawatirkan membahayakan tamu lain. Selain Fiona, rupanya Bellboy hotel yaitu Alby (Will O'Connell) juga menyadari jika salah satu penulis favoritnya kini sedang menginap di tempat ia bekerja. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Alby ingin berbincang sekaligus menawarkan draft cerita yang sudah ia tulis untuk dibaca oleh Bauman, namun keinginan Alby tersebut ditolak dengan alasan Bauman sedang fokus mempersiapkan bab terakhir trilogy novelnya. Selesai dari bar, Bauman kembali ke kamar untuk beristirahat.


Setelah bar tutup, Fiona yang sedang membersihkan meja dan kursi, menemukan foto dan audio recorder milik Bauman yang tertinggal. Fiona langsung mengantarkannya menuju kamar Bauman namun saat tiba di depan kamar, ia melihat pesan do not disturb menggantung di handle pintu. Perasaan khawatir dan firasat buruk tiba-tiba muncul di benak Fiona. Ia kemudian memanggil Alby untuk membukakan pintu kamar tersebut. Setelah dibuka, Fiona dikejutkan dengan kondisi Bauman dalam keadaan gantung diri. Fiona langsung naik ke atas kursi untuk memotong kain yang menjerat leher Bauman dan Alby menahan tubuh Bauman yang sudah tidak bergerak. Berkat firasat Fiona, Bauman berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke rumah sakit.


Setelah kondisi kesehtannya membaik dan diperbolehkan pulang, Bauman memutuskan kembali ke hotel untuk mengambil barang-barangnya yang tertinggal di sana. Tiba di hotel, Bauman disambut lagi oleh Mal dan mengabari jika operasional hotel akan tutup sementara waktu. Selain itu, Mal juga memberitahu Bauman jika Fiona hilang tanpa kabar setelah pesta halloween. Orang-orang di hotel curiga pada Jerry karena sesaat sebelum pesta, Fiona terlihat menemui Jerry di belakang hotel. Mereka juga menduga jika Jerry membunuh Fiona karena di masa lalu, Jerry merupakan tersangka kasus pembunuhan istrinya sendiri. Bauman tak tinggal diam. Ia langsung menemui Jerry dan meminta penjelasan tentang keberadaan Fiona. Jerry kemudian menceritakan yang sebenarnya jika tidak mengetahui keberadaan Fiona setelah terakhir mereka berdua bertemu. Jerry meyakini jika Fiona sudah meninggal karena ia melihat penampakan arwah Fiona saat dirinya diam-diam masuk ke ruangan resepsionis untuk mengambil stok obat-obatan di malam hari. Arwah Fiona mengarahkan Jerry untuk naik ke lantai Honeymoon Suite yang selama ini ditutup untuk umum.
Mengetahui operasional hotel sedang tutup, Jerry mengajak Bauman untuk masuk ke hotel dan menyelidiki misteri hilangnya Fiona. Saat Jerry menyelinap untuk mengambil kunci menuju lantai Honeymoon Suite, ia disekap oleh Fergal atas perintah Mal dan diminta untuk segera dibawa ke kantor polisi. Bauman terkejut dan langsung bersembunyi agar tidak ketahuan oleh Fergal. Setelah Fergal pergi dengan membawa Jerry yang tak sadarkan diri, Bauman ambil kunci dan pergi ke lantai Honeymoon Suite.


Di sana, Bauman mengalami kejadian banyak supranatural termasuk melihat lagi penampakan mendiang ibunya. Ditengah ketakutan tersebut, Bauman mendengar suara Mal yang mencarinya. Ketika berhasil naik ke lantai Honeymoon Suite, Mal mengajak Bauman untuk segera turun dari sana karena sudah masuk ke area terlarang di hotel. Saat akan keluar, Bauman tak sengaja melihat sebuah pintu kayu di sudut kamar. Ketika dibuka dan ia menekan tombol, elevator pengangkut makanan naik ke atas dan muncul sosok yang tak diduga oleh Bauman. Mal kemudian pergi dan mengunci Bauman di Honeymoon Suite. Apa yang sebenarnya terjadi di hotel tersebut? Akankah Bauman berhasil keluar menyelamatkan diri dari sana?


#Review:
Sukses besar dengan CAVEAT (2020) dan ODDITY (2024) yang ramai diperbincangkan oleh banyak orang, Sutradara asal Irlandia yaitu Damian McCarthy kembali hadir dengan film folk-horror terbarunya yang berjudul HOKUM (2026). Film yang kembali mengusung tema horror psikologis dengan tempo slow-burn ini menggunakan latar di sebuah hotel tua terpencil di wilayah West Cork, Irlandia.


Untuk segi cerita, sang sutradara menyajikan kombinasi menarik tentang investigasi kasus pembunuhan, dan folklore urban legend tentang Cailleach, sosok gaib sekaligus penyihir kuno penyiksa jiwa dan terror psikologis yang selama bertahun-tahun menghantui karakter utamanya. Semunya berjalan dengan sangat mulus dan bikin penasaran penonton. Meskipun tempo cerita dibuat slow-burn, penonton tetap bisa standby dan fokus mengikuti setiap petunjuk yang ditebar film ini. Penggunaan latar lokasi di hotel tua klasik abad ke-18 menurutku keputusan yang sangat tepat. Atmosfer horror tercipta secara organik lewat suasananya yang terlihat gloomy dan juga claustrophobic. Penggunaan elevator atau lift mungil dalam cerita juga semakin memperkuat terror supranatural yang dialami oleh karakter Ohm Bauman dan yang lainnya. Lebih lanjut, sang sutradara juga tidak mengobral adegan horror lewat jump scared murahan. Beberapa adegan penampakan dibuat sehening mungkin tanpa melibatkan scoring yang over. Hampir semua adegan horror di kamar Honeymoon Suite eksekusinya cakep bangeet! Meskipun folklore tentang Cailleach nya tidak terlalu dijelaskan, Damian McCarthy memilih untuk melakukan studi karakter lebih mendalam tentang rasa bersalah dari karakter utamanya. Plot twist tentang kematian orang-orang yang ada disekitarnya juga masih terkoneksi dan relevan keseluruhan cerita.
Untuk jajaran pemain, aktor Adam Scott tampil luar biasa serta keluar dari ciri khasnya yang selalu berkomedi. Di film HOKUM (2026) ini, karakter Ohm Bauman mengalami transformasi dan journey yang mengesankan. Awalnya ia terlihat sebagai seorang penulis sombong, arogan, judes dan mudah dibenci olej penonton. Namun seiring berjalannya cerita, perlahan mulai menimbulkan rasa simpati saat lapisan kerapuhan dan rasa hancurnya dari Bauman mulai terkuak. Penampilan karakter Fiona, Mal dan Jerry juga semakin melengkapi dinamika dan rahasia yang tersembunyi di hotel tua tersebut.
Overall, film HOKUM (2026) semakin membuktikan jika Damian McCarthy semakin expert dalam urusan horror bertema folklore. Konsistensinya patut diapresiasi karena tiga film yang sudah ia garap hasilnya tidak mengecewakan!


[8.5/10Bintang]

Saturday, 30 May 2026

[Review] Passenger: Mitos Penumpang Gaib Yang Sering Mengganggu Para Pelancong Road Trip!

 


#Description:
Title: Passenger (2026)
Casts: Jacob Scipio, Lou Llobell, Melissa Leo, Joseph Lopez, Miles Fowler, Alan Trong
Director: Andre Ovredal
Studio: 18Hz Productions, Coin Operated, Paramount Pictures


#Synopsis:
Dua sahabat yaitu Daniel (Alan Trong) dan Lucas (Miles Fowler) sedang berkendara dengan mobil mereka di malam hari. Dalam perjalanan, Lucas meminta untuk berhenti sejenak di pinggir jalan karena ingin buang air kecil. Mobil mereka kemudian berhenti dan Lucas berlari ke dalam semak-semak hutan. 


Saat Lucas kembali ke pinggir jalan, ia terkejut karena Daniel tidak ada di dalam mobil. Selain itu, klakson mobil pun berbunyi keras. Ditengah keheningan malam dan tidak ada satupun mobil yang melintas di jalanan, Lucas menelepon Daniel berkali-kali namun tak ada jawaban. Ketika masuk ke mobil, Lucas menemukan ponsel Daniel ada di atas dashboard. Ditengah kepanikan, Lucas tiba-tiba muncul secara terjatuh tepat di depan mobil dengan penuh darah sambil meminta pertolongan pada Daniel. Saat akan menolongnya, tubuh Lucas ditarik dengan cepat dan masuk ke dalam kegelapan hutan. Ditengah kepanikan, Daniel langsung pergi dari sana sambil membawa mobil Daniel dengan kecepatan penuh.
Di sisi lain, sepasang kekasih Tyler (Jacob Scipio) dan Maddie (Lou Llobell) sedang dalam perjalanan road trip dengan mobil van. Keduanya memutuskan untuk hidup berpindah-pindah sekaligus ingin mengeksplor berbagai wilayah yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan. Dalam road trip kali ini, Tyler juga berencana akan melamar Maddie. Kejutan tersebut membuat Maddie terharu dan bahagia, akhirnya mereka berdua bisa segera menuju ke pelaminan. Setelah menepi di komplek pemukiman, Tyler dan Maddie melanjutkan road trip mereka ke tempat selanjutnya.


Dalam perjalanan di malam hari, mobil van milik mereka berdua tiba-tiba disalip oleh mobilnya Daniel dengan kecepatan tinggi. Tak lama setelah itu, terdengar suara tabrakan kencang dari kejauhan. Tyler dan Maddie kemudian langsung menghentikan mobil van mereka dan turun ke pinggir jalan untuk memastikan keadaan. Saat berjalan mereka mendekati mobil tersebut, terlihat Daniel berusaha keluar dari dalam mobil dengan penuh darah sambil meminta pertolongan. Ketika Maddie mendekati, Daniel ditarik kencang ke dalam mobil dan menghilang. Maddie kemudian berteriak dan menjauhi mobil tersebut. Karena panik, Tyler langsung mendekati mobil untuk memastikan apa yang terjadi. Ketika mendekati, Tyler justru melihat Daniel yang sudah meninggal di dalam mobil dengan kepalanya penuh darah. Tyler dan Maddie pun langsung menghubungi polisi dan ambulans untuk mengevakuasi korban.


Setelah mengalami kejadian tak terduga, Tyler dan Maddie memutuskan untuk beristirahat di motel terdekat. Keesokan paginya ketika akan melanjutkan kembali road trip, Tyler tak sengaja melihat adanya goresan tiga garis di mobil van. Maddie terkejut karena goresan tersebut ia lihat juga di mobil yang mengalami kecelakaan tadi malam. Tyler beranggapan jika goresan itu tidak sengaja dari benturan atau oleh hewan saja saat mereka berhenti untuk menolong korban kecelakaan.
Road trip Tyler dan Maddie kembali berlanjut. Tujuan pertama mereka mendatangi komunitas yang tinggal di dalam mobil van. Tiba di sana, Maddie melihat foto-foto kenangan dari orang hilang dan meninggal ketika sedang road trip dengan mobil pribadi. Maddie kemudian berbincang dengan salah satu anggota komunitas yaitu Diane (Melissa Leo) dan menceritakan jika tadi malam mereka sempat berhenti di tengah perjalanan untuk menolong korban kecelakaan. Mendengar hal tersebut membuat Diane terkejut dan memperingatkan Maddie untuk tidak berhenti saat berkendara di malam hari. Ketika Maddie meminta penjelasannya seperti apa, Diane tidak menjawab lalu pergi meninggalkannya. Malam harinya, Tyler, Maddie dan seluruh anggota komunitas berkumpul sambil menikmati hidangan makan malam dan menyalakan api unggun. Disaat semua orang sedang bersuka cita, Maddie justru melihat sosok misterius yang hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri. Meskipun ketakutan, Maddie berusaha untuk tetap tenang agar tidak membuat Tyler dan yang lainnya panik.
Karena penasaran, Maddie kemudian mengecek rekaman kamera dashcam dari mobil van ketika mobil yang waktu itu mengebut menyalip mobil mereka. Setelah dianalisa berkali-kali, Maddie melihat sekilas sosok misterius yang tadi ia lihat diluar ternyata terlihat juga di dalam mobil Daniel yang waktu itu kecelakaan. Setelah itu, Maddie mengalami gangguan gaib saat menunggu Tyler berbelanja. Sosok misterius itu muncul dari belakang mobil van dan berusaha mencekik Maddie. Tangan Maddie kemudian refleks mengambil apapun yang ada didekatnya. Ia langsung mengambil kalung St. Christopher yang menggantung dan menghantamkannya ke tangan yang mencekik lehernya. Seketika sosok gaib itu hilang dan Maddie langsung keluar dari mobil van sambil ketakutan dan menangis.


Seiring berjalannya waktu, Maddie diam-diam menelusuri berita dan artikel di internet tentang korban-korban yang hilang saat sedang road trip. Selain itu, Maddie juga mendapatkan informasi seputar mitos tentang adanya sosok misterius yang sering disebut sebagai penumpang gaib di kalangan pelancong road trip. Sosok penumpang gaib itu sering mengganggu dan bahkan membunuh siapapun yang berhenti di tengah perjalanan saat malam hari. Karena hal tersebut Maddie berencana menunda pernikahannya dan meminta untuk tidak melanjutkan lagi road trip mereka. Namun Maddie juga memberikan opsi pada pacarnya jika ingin tetap melanjutkan pun tidak apa-apa karena selama ini Tyler punya impian menjalani hidup sebagai pelancong dan berpindah-pindah. Ditengah obrolan tersebut, sosok penumpang gaib tiba-tiba muncul dari tengah hutan dan berusaha menyerang mereka berdua. Setelah berhasil melarikan diri, Maddie menyarankan untuk menemui lagi Diane yang sedang berada di wilayah Flagstaff. Maddie berharap Diane mengetahui cara agar penumpang gaib itu tidak mengikutinya lagi.
Dalam perjalanan menuju Flagstaff, Maddie dan Tyler membeli banyak kalung St. Christopher dan digantung semuanya di dalam mobil van. Setibanya di Flagstaff, mereka bertemu lagi dengan anggota komunitas road trip yang sedang beristirahat. Ketika mengetahui Maddie datang dan ingin menyingkirkan sosok penumpang gaib yang selalu mengikutinya membuat orang-orang di sana ketakutan. Mereka langsung membubarkan diri dan bersembunyi di mobil van masing-masing. Diane kemudian menceritakan tentang mitos seorang pelancong yang berhasil selamat dari gangguan penumpang gaib setelah ia berlindung di gereja St. Christopher yang tersembunyi dan tidak ada di dalam peta. Diane pun mengajak Maddie dan Tyler untuk segera pergi dari sana dan mencari gereja tersebut sebelum penumpang gaib mendatangi mereka.
Dalam perjalanan di tengah malam, mobil van Tyler tiba-tiba bannya pecah. Mereka terpaksa berhenti di pinggir jalan untuk mengganti ban. Tyler dan Maddie kembali melanggar mitos larangan berhenti saat berkendara di malam hari. Penumpang gaib itu kemudian muncul dan menyeret Maddie dan hampir membunuh Tyler juga. Setelah berhasil mengganti ban, Tyler langsung mencari Maddie hingga akhirnya mereka kembali dipertemukan di tengah jalan yang gelap. Keduanya pun melanjutkan perjalanan mencari keberadaan gereja St. Christopher dengan mengandalkan petunjuk sederhana yang Maddie pelajari dari artikel-artikel tentang misteri si penumpang gaib tersebut. Berhasilkah mereka terlepas dari ancaman berbahaya dari penumpang gaib?


#Review:
Sejak awal tahun ini, Paramount Pictures berhasil mencuri perhatian para pecinta film horror setelah merilis poster dan trailer terbaru untuk film PASSENGER (2026). Dengan tagline dan kalimat "130 million people take road trips every year, 15.400 of them are never seen again", rasa penasaran seketika meninggi akan film ini. Ditambah lagi, film ini disutradarai oleh kreator film horror populer THE AUTOPSY OF JEAN DOE (2016) yaitu Andre Ovredal.


Untuk segi cerita, film PASSENGER (2026) memiliki premis yang cukup menarik dan promising karena mengusung road trip dengan elemen horror di dalamnya. Paruh awal film langsung dibuka dengan kejadian kecelakaan gara-gara melanggar kepercayaan tentang larangan berhenti saat sedang road trip di malam hari. Namun sayang, seiring berjalannya durasi film, plot hanya berfokus pada cerita korban selanjutnya serta upaya untuk survive dari terror si penumpang gaib ini. Pendalaman cerita tentang mitos dan mitologi dari sosok penumpang gaib sama sekali tidak ada. Alasan tanda tiga cakar di setiap mobil yang menjadi incarannya pun penuh tanda tanya. Kehadiran penumpang gaib hanya sebatas jadi sosok yang ditakuti dan harus dihindari saja oleh para karakter. Selain itu, sang sutradara juga menebar jump scared yang too much dari pertengahan sampai film selesai. Padahal di paruh awal film, intensitas nya sangat minim dan cerdik loh. Si penumpang gaib ini hanya ditampilkan secara statis dalam bentuk bayangan, muncul di rekaman dashcam dan bisa menghilang sesuka hati. Memasuki babak akhir, terjadi ketidak konsistenan terhadap sosok penumpang gaib ini karena di awal film, wujudnya seperti entitas gaib pada umumnya. Namun pada akhirnya, si penumpang gaib ini bisa dilawan secara fisik dengan ditabrak. Plot hole lainnya yang cukup terasa bagiku yaitu film ini mengabaikan tentang kepolisian, teknologi dan rekaman CCTV jalanan yang seharusnya bisa banget dimanfaatkan untuk mengeksplorasi cerita. Sang sutradara memilih plot cerita seperti film-film horror klasik, padahal realitanya, latar waktu yang digunakan film ini di era saat ini yang sudah serba canggih. Perubahan dari supranatural menjadi seperti makhluk fisik yang bisa mati bikin terror bukan lagi jadi horror supranatural. Terlepas dari segala kekurangan tersebut, film PASSENGER (2026) menurutku ada point plus nya saat penggunaan mobil van menjadi dan jalanan di malam hari yang seperti tak ada ujungnya jadi wahana untuk menciptakan suasana tidak nyaman ketika nonton.
Overall, film PASSENGER (2026) jadi sebuah sajian horor yang efektif di paruh awal film dan bikin penasaran penonton tapi sedikit goyah dalam hal logika internal dan struktur narasi menjelang akhir film. Cukup disayangkan karena sang sutradara terlalu bermain aman untuk karya terbarunya ini.


[7/10Bintang]

Tuesday, 26 May 2026

[Review] Badut Gendong: Cerita Tragis Dan Kelam Dari Pasutri Seniman Tarian Badut Gendong!



#Description:
Title: Badut Gendong (2026)
Casts: Marthino Lio, Dayinta Melira, Clara Bernadeth, Khiva Iskak, Barry Prima, Vonny Anggraini, Totos Rasiti, Akbar Kobar, Jose Rizal Manua, Vino G. Bastian
Director: Charles Gozali
Studio: Magma Entertainment, Komet, Caravan Studio


#Synopsis:
Darso (Marthino Lio) dan Darsi (Dayinta Melira) adalah pasangan suami istri dari desa yang pergi ke kota untuk mencari nafkah sebagai seniman tari Badut Gendong. Setiap warga yang mengerumuni selalu dibuat terhibur ketika mereka berdua sedang melakukan pertunjukan seni Badut Gendong. Setelah selesai berkeliling kota, Darso selalu membagikan sedikit rejeki pada anak-anak dan pemulung dari hasil mengamen. Hal tersebut tentunya membuat Darsi sangat senang karena berbagi kebahagiaan juga dengan orang lain.


Kebahagiaan pasangan suami istri ini semakin lengkap setelah Darsi memberikan kabar kehamilannya pada Darso. Karena tak ingin sang istri kelelahan, Darso pun menawarkan Darsi untuk pulang saja ke desa agar fokus menjaga kehamilannya ketimbang harus ikut mengamen di kota. Saat sedang berjalan pulang menuju kontrakan yang harus melewati perlintasan kereta api, pasangan suami istri ini tak sengaja berpapasan dengan tiga preman yang sedang mabuk. Darso berusaha melindungi sang istri dan tidak ada niatan untuk mengganggu mereka. Namun sayang, karena pengaruh alkohol, ketiga preman tersebut memalak Darso dan memukulinya. Darsi pun berteriak histeris dan berusaha mengambil uang hasil mengamen yang diambil salah satu preman itu. Perkelahian pun tak terhindarkan. Aksi rebutan Darsi dengan para preman membuatnya terjatuh ke lintasan kereta dan seketika ia meninggal dunia. Darso pun berteriak histeris melihat istrinya meninggal dengan cara yang tragis seperti itu. Darso langsung menyerang ketiga preman tersebut dan meminta pertanggung jawaban atas perbuatan mereka. Amarah Darso semakin tak terkendali hingga akhirnya salah satu dari preman itu tewas terlindas oleh kereta api yang melintas.


Kematian Darsi membuat Darso dirundung duka yang sangat mendalam. Ia harus kehilangan istri dan calon anak pertama secara bersaman. Darso kemudian memutuskan pulang ke desa sambil membawa jasad Darsi yang disembunyikan di dalam boneka Badut Gendong. Saat melintasi perkebunan tebu di dekat desa, Darso melihat para warga sedang melakukan upacara adat reog yang dipimpin oleh Ki Kamboja (Barry Prima). Di sana juga ia bertemu lagi dengan Andul (Akbar Kobar) tetangganya serta Jamil (Derby Romero) petugas balai desa yang ikut mengawasi acara tersebut.
Tak lama setelah itu, dua mobil tiba-tiba muncul dari belakang yang berusaha menghentikan upacara adat tersebut. Setelah ditelusuri, mobil dan rombongan keamanan tersebut berasal dari PT. Agra Nusantara yang sudah menyewa sebagian lahan tebu milik warga. Mereka sengaja datang untuk membubarkan acara tersebut atas perintah perwakilan perusahaan yaitu Billy (Khiva Iskak), dengan alasan mengganggu ketertiban. Para warga yang datang terpaksa menggelar upacara adat tersebut karena merasa mengalami kerugian yang sangat besar setelah perusahaan menyewa dan membeli sebagian lahan tebu di sana. Melihat kekacauan tersebut, Arini (Clara Bernadeth) selaku kuasa hukum dari pihak perusahaan berjanji akan menjadi mediator perusahaan dengan warga yang baik dan sesuai dengan hukum.


Namun sayang, pihak keamanan justru menodongkan senjata tajam dan juga pistol untuk mengancam para warga. Aksi bentrok pun tak terhindarkan. Para warga berusaha melindungi diri seadanya dari serangan senjata yang dibawa para petugas keamanan. Melihat hal tersebut membuat Ki Kamboja geram dan marah. Keadaan semakin kacau setelah Ki Kamboja diserang oleh salah satu muridnya yang menyebabkan terluka parah. Kejadian tersebut membuat suasana semakin tidak kondusif. Ki Kamboja kemudian merapalkan mantra sihir untuk balas dendam kepada orang-orang yang sudah mengganggu warga desa. Seketika langit menjadi gelap, angin kencang dan sungai yang di dekat lahan tebu meluap deras. Tak hanya itu saja, Ki Kamboja juga memindahkan semua amarah dan energi buruknya pada Darso yang sedang berlindung dari amukan pihak keamanan di sana.

Keesokan harinya, desa jadi terisolir karena akses jembatan hancur akibat terjangan air sungai yang meluap deras. Kepala desa pun terpaksa merawat Ki Kamboja dan warga lain yang terluka dengan seadanya sampai bantuan medis tiba. Di sisi lain, Darso akhirnya pulang ke rumah. Setelah mengobati luka-luka di tubuhnya, Darso memandikan jasad mendiang istrinya lalu dikuburkan di dalam rumah. Sebelum dikuburkan, Darso melepas kulit muka sang istri lalu ia jahit ke bagian muka boneka Badut Gendong dan ditutupi dengan topeng kayu. Hal tersebut Darso lakukan agar bisa tetap merasakan kehadiran sang istri ketika ia sedang menari dan mengamen dengan boneka Badut Gendong.


Seiring berjalannya waktu, Darso sering mengalami kejadian terlelap tidur namun tiba-tiba ia bisa berjalan sendiri yang dikontrol oleh boneka Badut Gendong. Awalnya Darso tak menyadari itu semua, terlebih lagi saat ia menjadi saksi kunci kecelakaan motor tragis yang menewakan salah satu warga dengan cara mengenaskan. Sejak kejadian itu, serangkaian kejadian mistis mulai mengganggu orang-orang di desa termasuk para pekerja di lahan tebu. Tak hanya itu saja, satu persatu warga dan petugas keamanan perusahaan ditemukan tewas secara tidak wajar.


Jamil dan Arini pun tak tinggal diam, mereka berusaha menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di desa. Sementara itu, Billy sangat yakin jika terror maut yang menghantui di desa itu berasal dari Darso. Dugaan diperkuat setelah dua warga tak sengaja memergoki Darso berjalan di tengah malam dengan sikap yang aneh sebelum kematian salah satu warga desa.
Apa yang sebenarnya terjadi di desa tersebut? Benarkah jika Darso adalah pelakunya?


#Review:
Rumah produksi Magma Entertainment dan sutradara Charles Gozali kembali hadir dengan film horror terbarunya yang berjudul BADUT GENDONG (2026). Menariknya, film ini mengangkat cerita dari sudut pandang karakter antagonis yang nantinya akan dipertemukan dengan Ustadz Qodrat, sekaligus menjadi bagian dari universe film QODRAT (2022).


Aku berkesempatan hadir pada Press Conference dan Gala Premiere film BADUT GENDONG (2026) yang sukses digelar pada Jum'at, 22 Mei 2026 kemarin di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Meskipun diguyur hujan deras sejak Jum'at sore, tak menyurutkan antusiasme para penonton dan tamu undangan yang hadir. Suasana lobby luar dan dalam bioskop didekorasi dengan proper. Terdapat properti prostetik berwujud patung dari kedua karakter utama dalam film ini yang dijadikan properti di photo booth. Selain itu, terdapat juga properti toples berisikan prostetik wajah dari beberapa karakter yang terlihat sangat realistik. Tamu undangan pun diberikan komik BADUT GENDONG produksi Krakken Comics dan Buana Inspirasi Garuda.


Pada sesi Press Conference, sutradara Charles Gozali mengkonfirmasi jika film ini memang bagian dari Universe film QODRAT (2022) yang sudah dibentuk sejak tahun 2022 kemarin. Lebih lanjut, di sekuel film BADUT GENDONG (2026) nanti, karakter Darso yang antagonis ini akan berhadapan dengan Ustadz Qodrat. Meskipun sudah diberi spoiler tentang apa yang terjadi selanjutnya, sang sutradara memastikan masih banyak lagi kejutan yang tersimpan karena pengembangan kedua karakter dari Darso maupun Ustadz Qodrat masih sangat luas. Selain itu, produser dari Magma Entertainment yaitu Linda Gozali sangat bersyukur film BADUT GENDONG (2026) berhasil menjalin kolaborasi dengan beberapa eksekutif produser di Indonesia dan juga Malaysia. Ia berharap kolaborasi lintas negara ini bisa memajukan industri perfilman Indonesia maupun Asia Tenggara di mata dunia.


Untuk segi cerita, film BADUT GENDONG (2026) hadir secara stand alone dengan sangat baik tanpa harus nebeng ketenaran pada dua film QODRAT. Narasi yang disajikan berjalan mulus, kuat dan tidak terlalu bertele-tele. Pengembangan cerita dari karakter utama nya juga sengaja dibuat abu-abu meskipun menggunakan formula dan istilah Joker "orang jahat berasal dari orang baik yang berkali-kali disakiti oleh kejamnya dunia". Kompleksitas karakter Darso inilah yang membuat karakternya mudah menerima empati dari penonton karena motif sebab dan akibatnya sangat jelas. Selain itu, mengingat film ini dipersiapkan sebagai antagonis nya dari Ustadz Qodrat di kemudian hari, Charles Gozali dan tim penulis cerita sengaja lebih menonjolkan elemen adat budaya, ritual-ritual gaib berbahaya serta lebih gelap. Eksekusinya pun tak kalah bagus dengan dua film QODRAT yang berhasil menonjolkan sisi religi dalam ceritanya. Selain narasi ceritanya yang apik, film BADUT GENDONG (2026) juga menampilkan elemen gore yang menurutku mengalami eskalasi luar biasa dari film-film produksi Magma Entertainment sebelumnya. Tak sedikit adegan-adegan bikin ngilu dan misuh-misuh penonton diperlihat secara close-up. Disturbing nya kena banget! Duh! Elemen horror nya pun tidak mengandalkan jump scared. Charles Gozali dan tim penulis menonjolkan keseraman dengan cara mengandalkan karakter Darso yang kendalikan energi supranatural sambil berjalan lalu dibarengi suara dari gelang lonceng kaki yang dipakai oleh Darso. Konsep setiap bunyi gemerincing di tengah malam, kemudian Darso muncul namun dalam keadaan tak sadar karena dikendalikan oleh "boneka" benar-benar unik!
Satu hal yang menurutku jadi kurang spesial dari film ini yaitu keputusan tim kreatif dan produksi yang sudah mendeklarasikan sedari awal jika karakter Darso sebagai villain, sekaligus bagian dari Universe film Qodrat bagi Ustadz Qodrat di masa depan. Hal ini menurutku terlalu di spoiler dan spill the tea banget. Padahal cukup disimpan sebagai kejutan babak akhir film atau saat credit scene saja tidak masalah kok, sensasi kejutannya menurutku akan lebih nampol seperti itu ketimbang harus jor-joran bahkan sejak pertama kali project film ini diumumkan.
Untuk jajaran pemain, apresiasi luar biasa harus kita berikan pada Marthino Lio. Karakter Darso berhasil memukau dengan kompleksitas emosional yang berada di zona abu-abu kemudian dituntut juga harus menggunakan kostum Badut Gendong. Yang paling memorable tentunya gesture saat Darso dikendalikan oleh energi supranatural, gesture dengan mata tertutup kemudian melakukan serangkaian adegan sadis dan koreografi action benar-benar believable sekaligus intens, khas film-film Charles Gozali. Kini melihat mesin parutan kelapa jadi tak lagi sama! Performa para pemain pendukung lainnya yang diperankan Clara Bernadeth, Derby Romero, Khiva Iskak hingga aktor laga Barry Prima berhasil melengkapi betapa kelamnya cerita film BADUT GENDONG (2026).
Untuk urusan visual, film ini berhasil menciptakan aura dan atmosfer kelam di sepanjang film. Efek visual adegan-adegan gore nya makin smooth dan sangat realistis. Aku sampai pusing dan banyak menutup mata karena ngilu banget buset. Hahaha. Selain itu, efek scoring film BADUT GENDONG (2026) juga tidak berisik khas film-film horror kebanyakan. Unsur dramatis nya tetap ada dan surprisingly masuk dengan adegan yang ditampilkan. Overall, film BADUT GENDONG (2026) paket lengkap film horror terbaru dari Magma Entertainment yang tak cuma seram, tapi punya value besar dari segala aspek didalamnya.


[8.5/10Bintang]

Monday, 25 May 2026

[Review] Keluarga Suami Adalah Hama: Drama Provokatif Penuh Konflik Antara Pasutri, Mertua dan Ipar!

 


#Description:
Title: Keluarga Suami Adalah Hama (2026)
Casts: Raihaanun, Omar Daniel, Meriam Bellina, Sitha Marino, Jeremie Moeremans, Fairuz A. Rafiq, Husein Alatas, Dinda Mahira, Tio Pakusadewo, Kevin Faulky, Karlina Inawati
Director: Anggy Umbara
Studio: Umbara Brothers Film, VMS Studio


#Synopsis:
Memasuki tahun ketiga pernikahan, Intan (Raihaanun) dan Damar (Omar Daniel) dihadapkan dengan ujian dalam rumah tangga mereka. Ujian tersebut datang setelah ayahnya Damar meninggal dunia. Damar mau tak mau harus menggantikan posisi sang ayah sebagai tulang punggung untuk keluarganya yaitu Ibu (Meriam Bellina), Bella (Sitha Marino) dan Danan (Jeremie Moeremans).
Setelah prosesi pemakaman, Ibu meminta Damar untuk menyiapkan berbagai kebutuhan untuk acara tahlilan di rumah mulai dari memesan souvenir duka, konsumsi makanan, pasang tenda dan mengundang tetangga hingga anak yatim piatu untuk datang ke rumah. Meskipun merasa keberatan, Damar tetap mengiyakan semua keinginan sang Ibu meskipun menguras dompet dan tabungan yang dimiliki. Akibatnya, Damar dan Intan terpaksa harus menunda lagi untuk membeli rumah dan tetap tinggal bersama dengan Ibu, Bella dan Danan di sana.
Karena sibuk mengurus acara tahlilan sang ayah dan berbagai kebutuhan di rumah, Damar jadi absen dan tidak masuk ke kantor selama berhari-hari. Ketika kembali ke kantor, Damar terkejut karena ia sudah di lay-off dan posisinya sudah digantikan oleh orang lain. Hal tersebut membuat Damar harus memutar otak untuk mencari pekerjaan baru secepat mungkin. Bersama dengan sahabatnya Attar (Husein Alatas), Damar menerima semua tawaran sebagai freelance demi bisa mendapatkan uang.
Di sisi lain, Intan mengambil keputusan berhenti sejenak dari bisnis online shop nya demi mengurus rumah, ibu mertua dan kedua adik iparnya. Namun sayang, keputusan yang diambil Intan tersebut perlahan mulai membuatnya menyesal. Sikap ibu mertua dan kedua adik iparnya sangat menyebalkan. Mereka menganggap Intan seperti asisten rumah tangga di rumah. Intan pun berusaha tetap sabar dan kuat dalam menghadapi kelakuan keluarga suaminya tersebut.
Ditengah kondisi finansial yang semakin memburuk, Bella yang baru satu bulan bekerja memutuskan untuk resign karena ia ingin daftar Visa agar bisa bekerja di Australia. Sementara itu, Danan diam-diam menggadaikan motornya untuk dijadikan modal membuka usaha coffee shop bersama teman-teman kuliahnya. Belum lagi sang ibu meminta Damar untuk melunasi biaya wisuda Danan dengan alasan ketiga anaknya harus lulus kuliah dan punya gelar sarjana. Damar pun terpaksa menjual mobilnya agar semua permasalahan ekonomi keluarganya bisa cepat selesai.
Seiring berjalannya waktu, Intan semakin diperlakukan semena-mena di rumah oleh ibu mertua dan kedua adik iparnya. Mereka tidak menghormati Intan yang sudah mengurus dan memenuhi semua kebutuhan yang ada di rumah. Kesabaran Intan akhirnya habis dan meluapkan amarahnya pada ibu mertua, Bella dan juga Danan. Setelah suaminya pulang, Intan memutuskan ingin secepatnya keluar dari rumah dan rela mengeluarkan tabungannya untuk membeli atau mengontrak rumah ketimbang terus-terusan tinggal bersama mertua dan adik ipar yang tidak tahu diri. Damar pun setuju dengan keputusan Intan karena satu-satunya alasan untuk bertahan sampai saat ini karena ia menyayangi istrinya. Mendengar obrolan Damar dan Intan di kamar, membuat sang ibu terkejut hingga jatuh pingsan. Setelah dibawa ke rumah sakit, ibu terkena stroke ringan sehingga harus banyak istirahat. Intan pun masih bersedia merawat ibu mertuanya ditengah kesibukannya mengelola online shop pakaian bersama sahabatnya, Sisy (Fairuz A. Rafiq) dan adik perempuannya Lia (Dinda Mahira).
Di sisi lain, Danan yang sedang menunggu lulus wisuda, kini disibukkan dengan bisnis coffee shop bersama teman kuliahnya. Namun sayang, coffee shop nya cenderung sepi peminat. Danan kemudian punya rencana untuk memperbesar coffee shop nya agar dikenal lebih luas dengan cara meminjam sertifikat rumah dan digadaikan ke bank. Danan berjanji sertifikat tersebut akan cepat kembali ke tangan ibunya setelah bisnis coffee shop sudah berjalan dengan lancar.
Sementara itu, Bella berinisiatif mengenalkan pacar barunya yaitu Rendy (Kevin Faulky) yang bekerja sebagai agen properti perumahan setelah mendengar kakak dan istrinya sedang mencari rumah. Tak membutuhkan waktu lama, Bella langsung mengajak Rendy untuk bertemu Damar dan Intan. Mereka berempat kemudian mendatangi lokasi cluster perumahan yang akan segera dibangun. Karena harganya murah lokasinya cukup strategis, Damar pun langsung setuju memberikan DP pada Rendy, meskipun awalnya Intan sedikit ragu dengan keputusan suaminya yang langsung percaya saja pada Rendy. Karena takut nanti uang tabungan terpakai lagi oleh keperluan lain, akhirnya Intan pun sepakat memberikan DP di cluster perumahan yang dipegang Rendy tersebut.
Setelah membayar DP untuk cluster perumahan, Intan bisa bernafas lega akhirnya impian untuk punya rumah sendiri dan tidak satu atap dengan keluarga suami bisa segera terwujud. Selain itu, bisnis online shop pakaian yang dikelola bersama Sisy dan Lia pun semakin banyak peminatnya setelah dibeli oleh salah satu influencer populer di sosial media. Omset dan pendapatan mereka pun meningkat drastis hingga kebanjiran pesanan.
Waktu terus berlalu. Kebahagiaan Intan ternyata tidak bertahan lama. Keluarga Damar kedatangan pihak bank akan menyita aset rumah yang dijadikan jaminan oleh Danan karena sudah 6 bulan menunggak pembayaran cicilan. Kabar tersebut membuat Damar dan Intan terkejut. Pihak keluarga sudah tidak bisa menyelamatkan rumah dan harus segera mengosongkannya. Bencana lain kembali datang menimpa rumah tangga Damar dan Intan. Cluster perumahan yang ditawarkan Bella dan Rendy pada mereka ternyata mengalami sengketa lahan. Rendy juga menghilang tanpa jejak. DP puluhan juta yang sudah dibayarkan kini hilang begitu saja. Kondisi finansial keluarganya yang terus terpuruk membuat Damar semakin tidak layak sebagai pasangan dan suami bagi Intan. Tanpa berpikir panjang, Damar mengambil keputusan untuk menceraikan Intan agar istrinya itu tidak terus-terusan menanggung beban berat menjadi bagian dari keluarganya. Bagaimana nasib rumah tangga Damar dan Intan selanjutnya?
 
 
#Review:
Sutradara Anggy Umbara kembali hadir meramaikan industri perfilman Indonesia dengan merilis film drama terbaru berjudul KELUARGA SUAMI ADALAH HAMA (2026). Film ini ternyata diadaptasi dari film pendek di platform Noice karya sutradara Aditya Santana yang sempat viral saat pertama kali dirilis pada Mei tahun 2025 lalu. Dengan judul yang sangat provokatif dan bombastis karena menganalogikan keluarga seperti hama yang selalu mengganggu tanaman, aku jadi penasaran se-hama apa sih keluarga suami yang divisualisasikan oleh Anggy Umbara.


Untuk segi cerita, film ini mengusung drama rumah tangga dengan pendekatan yang serba hyperbola di setiap pemicu konflik antara istri dengan ibu mertua dan juga kedua adik iparnya. Sejak film dimulai saja, film ini sudah dibuka dengan bahan konflik yang berhasil membuat penonton mengucap istighfar berkali-kali. Moment berduka justru jadi menjaga gengsi bagi ibu mertua dengan alasan sudah menjadi tradisi keluarga dibuat seperti itu. Memasuki pertengahan film, sederet konflik hyperbola terus terjadi mulai dari ibu mertua yang menggampangkan semua hal, anak pertama yang terus-terusan dimanfaatkan kebaikannya, anak kedua yang pemalas dengan ambisi ingin kerja di luar negeri dan anak ketiga yang terlalu idealis ingin punya usaha tapi kemampuan masih serba nol. Mereka bertiga berhasil menjelema menjadi sosok yang tak hanya menyebalkan, playing victim dan juga manipulatif terhadap Intan. Selain itu, film KELUARGA SUAMI ADALAH HAMA (2026) juga turut menyoroti impian pasutri muda yang tak jarang sering mendapat ujian ketika memiliki rumah sendiri. Sekilas mengingatkanku akan film nya Visinema Pictures yaitu HOME SWEET LOAN (2024) namun versi too much dramatic layaknya sinetron hahaha. Anggy Umbara yang terlibat juga sebagai penulis cerita dan skenario untuk film ini bersama dengan Ardianto Agung dan Dewi Fita, berhasil mendefinisikan keluarga suami adalah hama yang sudah di level bukan red flag lagi tapi dark flag dan parasit yang sangat mematikan. Selain sederet konflik yang sulit untuk dimaafkan, film KELUARGA SUAMI ADALAH HAMA (2026) punya karakter-karakter yang dibuat se-realistis mungkin. Keluarga Damar sudah jelas dibuat untuk mudah dibenci, begitu juga dengan sikap Damar yang sebagai seorang suami dan kepala keluarga terlalu dibuat "lembek" dan tidak tegas. Hal tersebut jadi berimbas pada performa akting Omar Daniel yang berkali-kali "kebanting" banget oleh Raihaanun. Kehadiran karakter Sisy yang menjadi sahabat dari Intan untungnya dibuat realistis, mengedepankan akal sehat dan bagusnya lagi tidak dibuat full religius. Setelah semua konflik dan permasalahan keluarga Damar yang sudah over-dramatic, Anggy Umbara justru menutup kisah film ini dengan bahagia. Jujur, konsep kesempatan kedua yang dihadirkan menurutku sangat tidak worth it. Intan more deserved than this!! Jujur, baru kali ini aku benci dengan film yang happy ending! Hahaha.


Untuk jajaran pemain, penampilan Raihaanun sudah jelas sangat effortless memerankan karakter Intan dengan segala amarah dan kesedihannya yang terus dipendam. Klimaks nya saat adegan makan malam, penonton ikutan terbawa suasana ketika Intan akhirnya menumpahkan semua emosi pada ibu mertua dan kedua adik iparnya yang sialan itu. Penampilan Meriam Bellina yang kembali memerankan karakter mertua antagonis dan menyebalkan sukses mengobati kerinduan penonton akan aksinya yang memang sangat cocok dengan peran seperti ini hahaha. Selanjutnya penampilan dua Gen Z yaitu Sitha Marino dan Jeremie Moeremans juga berhasil bikin emosi penonton dengan pov mereka masing-masing yang sangat sotoy!! Hahahaha.
Untuk urusan visual, Anggy Umbara tidak menyajikan film KELUARGA SUAMI ADALAH HAMA (2026) seperti film drama keluarga kebanyakan. Teknik pengambilan gambar yang digunakan sangat fleksibel dan dinamis. Kesan raw dan extra close up ketika para karakter berdialog seakan penonton merasa ikut berada di samping mereka. Overall, film KELUARGA SUAMI ADALAH HAMA (2026) bukan sekedar film yang menguras emosi penonton, namun bisa menjadi pembelajaran efektif untuk pasutri dan keluarga dalam beretika di rumah.


[8/10Bintang]

Sunday, 24 May 2026

[Review] Tumbal Proyek: Cerita Penuh Darah Dibalik Proyek Pembangunan Jembatan Besar!

 


#Description:
Title: Tumbal Proyek (2026)
Casts: Kiesha Alvaro, Callista Arum, Karina Suwandi, Eduwart Manalu, Fuad Idris, Agus Firmansyah, Adi Sudirja, Rendy Khrisna, Cetul Leatherart, Raffan Al-Aryan, Kanaya Tsabitah, Stella Bodea, Cinta Dewi, Ayu Inten
Director: Jeropoint
Studio: Dee Company


#Synopsis:
Proses pembangunan jembatan yang menghubungkan dua pulau di paling timur Pulau Jawa semakin dikebut. Jumlah pekerja proyek jembatan pun diperbanyak. Pak Bayu (Rendy Khrisna) adalah salah satu dari ratusan orang yang diterima sebagai pekerja di proyek oleh PT. Surajaya, selaku kontraktor dan pengelola pembangunan jembatan. Pak Bayu merantau dari Surabaya dan meninggalkan istrinya, Ibu Martha (Karina Suwandi) beserta kedua anaknya, Yudha (Kiesha Alvaro) dan Laras (Callista Arum).
Selama bekerja di sana, Pak Bayu mendapat fasilitas tempat tinggal di rusun bersama para pekerja lain. Namun sayang, baru beberapa bulan bekerja, Pak Bayu menemukan banyak keanehan yang terjadi di tempat ia bekerja maupun di rusun. Salah satunya yaitu seringnya terjadi kecelakaan kerja padahal perusahaan sudah menerapkan safety seketat mungkin. Selain itu, pekerja yang menjadi korban kecelakaan pun selalu hilang begitu saja dan dianggap sudah dikembalikan ke keluarga. Hal aneh lainnya dirasakan ketika Pak Bayu dan pekerja lainnya sedang istirahat di rusun. Selain pengawasan yang sangat ketat dan larangan keluar rusun di atas jam 22:00 malam, para pekerja di sana sering mendengar suara-suara aneh dari petugas keamanan yang berkeliling.
Nasib sial pun akhirnya menimpa Pak Bayu. Ia dipukuli hingga tak sadarkan diri lalu dibawa ke pinggir pantai di tengah malam oleh beberapa orang. Ketika tersadar, Pak Bayu melihat adanya ritual sajen tumbal dengan cara membunuh para pekerja dan jasadnya dicor semen dan dijadikan beton untuk proyek pembangunan jembatan. Pak Bayu pun berakhir menjadi korban tumbal proyek.
Waktu terus berlalu, rekan kerja Pak Bayu yaitu Heru kemudian mendatangi rumah Ibu Martha untuk mengabari jika Pak Bayu meninggal dunia karena kecelakaan kerja. Mendengar hal tersebut membuat Ibu Martha histeris hingga jatuh pingsan. Yudha dan Laras pun tak percaya jika ayahnya sudah tiada. Yudha menganggap omongan Heru itu bohong karena jika ayahnya meninggal, maka harus terlihat jelas jasadnya. Heru beralasan jika jasad Pak Bayu sudah dimakamkan di sana. Sejak saat itu, Yudha berambisi ingin mencari kebenaran tentang kematian sang ayah dengan menginvestigasi setiap kabar dan berita tentang proyek pembangunan jembatan itu.
Lima tahun berlalu. Setelah lulus sekolah, Yudha dan Laras sepakat untuk melamar kerja ke PT. Surajaya. Karena masih membutuhkan banyak orang, mereka berdua diterima bekerja di sana. Yudha, Laras dan Ibu Martha kemudian menempati fasilitas rusun yang disediakan perusahaan. Rusun tersebut ternyata rusun yang dahulu pernah ditempati juga oleh mendiang ayah mereka. Tiba di rusun, Ibu Martha merasakan sesuatu yang membuatnya kejang dan sempat tak sadarkan diri. Meskipun rusun nya terlihat sepi, sunyi dan minim penerangan, mereka bertiga tetap tinggal di sana. Yudha ingin menelusuri kematian sang ayah yang diduga sebagai korban tumbal proyek oleh perusahaan. Hal tersebut diperkuat dengan banyaknya berita di koran dan televisi yang membahas tentang para pekerja yang mengalami kecelakaan di area proyek pembangunan jembatan. Yudha juga meminta bantuan pada Laras untuk mencarikan informasi lewat dokumen dan arsip yang ada di kantor agar bisa secepatnya mengungkap penyebab kematian mendiang ayah mereka.
Hari demi hari terus berlalu. Selama Yudha dan Laras bekerja di area proyek pembangunan jembatan, terjadi beberapa kecelakaan kerja yang merenggut nyawa beberapa pekerja di sana. Selain itu, mereka juga sering melihat penampakan ketika di tempat kerja maupun di rusun. Hingga suatu ketika saat pulang bekerja di malam hari, Ibu Martha dan beberapa penghuni rusun lain mengalami kesurupan massal.
Keesokan harinya, Yudha melihat kabar berita tentang anak-anak hilang di sekitar lokasi proyek pembangunan yang jumlahnya terus bertambah. Para orang tua dan warga sudah melaporkan ke polisi dan melakukan pencarian selama berhari-hari namun tak membuahkan hasil. Selain itu, kecelakaan kerja di lokasi proyek pembangunan jembatan pun semakin sering terjadi. Pak Sutomo (Eduwart Manalu) selaku penanggung jawab dan yang mengawasi proyek pembangunan jembatan terpaksa harus menggelar upacara adat dan memberikan sesajen ke laut dengan harapan tidak ada lagi kecelakaan kerja di proyek pembangunan jembatan.
Saat persiapan upacara adat dan sesajen di malam hari, Yudha, Laras dan seorang ibu yang anaknya hilang menyusup masuk ke kantor proyek setelah menemukan informasi tentang daftar pekerja yang dijadikan tumbal proyek oleh perusahaan. Ketika menelusuri ruangan bawah tanah, mereka melihat beberapa orang kantor sedang melakukan ritual bersama Mbah Tarmo (Fuad Idris). Karena ketahuan, ritual tersebut menjadi kacau. Energi gaib semakin tak terkendali dan menyerang para pekerja yang ada di rusun dan juga para pekerja yang sedang mempersiapkan ritual di pinggir pantai. Yudha, Laras dan ibu tadi berhasil menemukan anak-anak yang disembunyikan di ruang bawah tanah dan membawa mereka secepatnya keluar.
Ketika Yudha dan Laras kembali ke rusun, mereka harus menghadapi banyak pekerja rusun dan ibunya yang mengalami kerasukan massal. Mbah Tarmo dan yang lainnya juga terkejut saat mendatangi rusun dan melihat banyak pekerja yang tewas karena kesurupan massal. Ia menyalahkan Yudha dan Laras yang sudah mengacaukan ritual sehingga sosok gaib dengan energi sangat buruk kini meminta tumbal secara tidak terkendali. Bagaimana nasib Yudha, Laras dan Ibu Martha selanjutnya?


#Review:
Rumah produksi Dee Company kembali hadir dengan film horror terbarunya yang berjudul TUMBAL PROYEK (2026). Film yang terinspirasi dari mitos dan urban legend populer di setiap ada pembangunan apapun ini disutradarai oleh penulis thread viral di X yaitu Jeropoint. Dalam beberapa tahun terakhir, Dee Company menurutku terbilang cerdik dalam memilih cerita yang sedang ramai diperbincangkan dan kemudian diangkat menjadi film layar lebar. Ditambah lagi dengan kehadiran poster dan juga trailer yang harus diakui selalu menarik perhatian penonton. Sebut saja poster film produksi Dee Company yang menurutku bagus SIKSA NERAKA (2023), JEMBATAN SHIRATAL MUSTAQIM (2025) dan yang terbaru yaitu TUMBAL PROYEK (2026).


Untuk segi cerita, film TUMBAL PROYEK (2026) awalnya tampil cukup menjanjikan lantaran mengusung tema investigasi dan penelusuran untuk mengungkap kebenaran tentang tindakan menumbalkan pekerja dalam proyek pembangunan jembatan. Konsep ini sebetulnya sudah sempat Dee Company terapkan di film box office hit nya yaitu VINA SEBELUM 7 HARI (2024). Namun sayang, tema investigasi, poster dan trailer yang sangat cakep ini berbanding terbalik dengan hasil filmnya. Selain banyak hal yang misleading, plot cerita semakin lama semakin berantakan. Di paruh awal penonton sudah disuguhi dengan kematian tragis beberapa pekerja yang dijadikan tumbal proyek, eksekusinya pun cukup bagus dengan efek visual yang believable. Memasuki bagian investigasi, masih cukup aman dan fokus. Setelah itu, barulah, plot terjun bebas karena fokusnya jadi penuh ambisi menampilkan jump scared yang sebanyak-banyaknya. Perkara buka pintu, menengok ke belakang dan jalan kaki saja Jeropoint menambahkan scoring bombastis dan too much. Selain itu, konsep tumbal yang dihadirkan pun tidak konsisten. Katanya para pekerja yang dijadikan tumbal proyek itu agar proses pembangunan lancar, tiang-tiang pancang kokoh dan selesai tepat waktu. Tapi kenyataannya, tumbal proyek di sini malah jadi ritual rutin yang tak kunjung selesai karena sosok gaib terus-terusan mengganggu dan mencelakakan para pekerja sehingga harus diberi tumbal proyek. Gimana sih? Belum lagi cerita di rusun yang tiba-tiba jadi kesurupan massal dengan konsep seperti zombie apocalypse, lalu dihadirkan pula tentang ritual sesajen dan pengorbanan demi keselamatan. Setiap transisi perpindahan cerita jadinya tidak jelas, maksud dan maunya sang sutradara tuh apaan sih?
Tak lupa juga, Jeropoint menyelipkan drama keluarga yang eksekusinya serba nanggung karena chemistry antara kedua anak dengan ibunya tidak menarik. Tak sampai di situ saja, elemen drama perselingkuhan juga dimunculkan yang tidak ada penjelasan sama sekali. Elemen religi kristen atau katolik yang digunakan film TUMBAL PROYEK (2026) ini sebetulnya bisa dieksekusi dengan lebih maksimal lagi, karena hampir disepanjang durasi film, simbol agama di sini justru hanya sebagai tempelan semata karena konteks nya tidak mendapat penjelasan. Selain itu, banyak sekali dialog-dialog konyol yang dilontarkan oleh para karakter, apalagi saat adegan Yudha meeting dengan management kantor. Wkwkwk! Paling annoying lagi yaitu kehadiran karakter satpam yang trying too hard menjadi pencair suasana, tapi eksekusinya cringe maksimal!
Untuk jajaran pemain, penampilan Kiesha Alvaro terasa paling lemah dan tidak stabil dibandingkan lawan mainnya. Dialog dan logat nya kaku banget. Moment-moment yang seharusnya emosional juga tidak nyampe ke penonton. Penampilan Karina Suwandi dan Callista Arum jauh lebih konsisten dari awal sampai akhir film berkat emosional keduanya lebih kuat.
Selain poster, film TUMBAL PROYEK (2026) memiliki satu point plus yang menurutku jadi jualan utamanya yaitu efek visual adegan-adegan gore dan brutalnya terlihat paling realistis dibandingkan film-film Dee Company sebelumnya. Terlepas dari adegan kesurupan massal seperti zombie apocalypse, tara make-up dan wardrobe nya masih tergolong bagus. Penampilan Karina Suwandi yang kesurupan juga bagus meskipun langsung mengingatkanku akan aksinya di SEBELUM IBLIS MENJEMPUT (2018).
Overall, film TUMBAL PROYEK (2026) masih terasa berantakan di bagian cerita karena sang sutradara terlalu ambisius ingin menghadirkan banyak hal, sama persis dengan film debutnya yaitu JALAN PULANG (2025). Semoga di waktu yang akan datang, Dee Company bisa menghadirkan film yang tidak sekedar berisik dengan jump scared dan scoring too much saja ya!


[5/10Bintang]