#Description:
Title: Ayah, Aku Mau Cerita (2026)
Casts: Vino G. Bastian, Marsha Timothy, Niken Anjani, Ziva Magnolya, Queen Lubis, Gunawan, Rizky Hanggono, Faris Fadjar, Bima Azriel, Sadana Agung, Pritt Timothy, Norman Akyuwen
Director: Danial Rifki
Studio: Falcon Pictures
#Synopsis:
Andi Budiman (Vino G. Bastian) adalah seorang pengusaha layar tancap di Desa Banaran yang sangat mencintai dunia film. Namun sayang, seiring pesatnya kemajuan teknologi, bioskop keliling ini semakin sepi peminat. Kendati demikian, Andi tetap gigih mempertahankan usahanya. Ia bahkan terus menambah koleksi roll film di kantor kecilnya setiap bulan. Untuk mengelola operasional sekaligus merawat koleksinya, Andi dibantu oleh satu karyawannya yaitu Yusuf (Sadana Agung).
Selain sebagai pengusaha layar tancap, Andi juga adalah kepala keluarga yang hangat bagi istrinya, Marini (Niken Anjani), serta kedua putri mereka, Aisyah (Ziva Magnolya) dan Dita (Queen Lubis). Meski hidup sederhana, keluarga mereka hidup dengan tenang, penuh suka cita dan harmonis. Marini fokus mengurus rumah tangga, sementara Aisyah yang duduk di bangku SMA tumbuh menjadi remaja pendiam, cerdas dan memiliki bakat menari.Suatu hari, sekolah menggelar pentas seni di Candi Prambanan. Aisyah dan teman-temannya mendapat kesempatan menampilkan tarian daerah di sana. Usai pertunjukan, Aisyah dan sahabatnya, Sabrina (Nazhira Rizka), dihampiri oleh dua kakak kelas mereka, Indra Wiguna (Faris Fadjar) dan Fajar (Bima Azriel). Indra yang berniat berkenalan langsung ditolak oleh Aisyah karena ingin fokus belajar. Penolakan itu menyulut kejengkelan Indra yang tidak pernah ditolak sebelumnya. Tak berhenti di situ, saat Aisyah dan Sabrina menunggu bus sekolah, Indra kembali datang menawarkan tumpangan. Aisyah menolaknya lagi karena melihat mobil ayahnya datang memberi kejutan untuk menjemput. Dua penolakan berturut-turut yang disertai ledekan Fajar membuat Indra makin murka dan berambisi menaklukan Aisyah.
Waktu berlalu hingga pada suatu akhir pekan saat berjalan pulang dari pasar, Aisyah berpapasan dengan mobil Indra. Indra turun dan menunjukkan rekaman video Aisyah yang sedang mandi di toilet sekolah. Ia mengancam akan menyebarkan video tersebut jika Aisyah menolak menemuinya saat malam hari malam di belakang rumah. Peristiwa itu membuat Aisyah sangat terguncang. Ia mendadak mengurung diri, enggan berbicara dengan siapa pun, hingga kesehatannya menurun dan terpaksa absen sekolah selama beberapa hari.
Takut rahasianya terbongkar, Aisyah akhirnya menuruti kemauan Indra. Di tengah hujan lebat, mereka berjanji bertemu di gudang belakang rumah. Saat mereka berdua melangkah masuk ke dalam gudang yang gelap, lampu mendadak menyala. Ibu Marini rupanya sudah berdiri di sana, menuntut penjelasan atas ancaman tersebut. Bukannya takut, Indra justru memutar video itu dan mengancam akan menyebarkannya karena menganggap Aisyah telah ingkar janji. Ibu Marini langsung memohon pada Indra untuk tidak melakukan hal tersebut demi masa depan putrinya dan bersedia melakukan apa saja. Namun, Indra justru mengajukan syarat keji. Ibu Marini harus menyerahkan Aisyah padanya. Seketika emosi Marini meledak hingga memicu perkelahian fisik. Dalam kondisi panik dan ketakutan, Aisyah berusaha menolong ibunya lalu merusak ponsel Indra. Ia mengayunkan sebilah kayu dan memukul kepala Indra terlalu keras. Indra langsung terjatuh dan tak sadarkan diri dengan pendarahan hebat di kepala bagian belakang. Saat Ibu Marini memeriksa denyut nadinya, Indra sudah tewas.
Ibu Marini dan Aisyah itu dilanda kepanikan luar biasa. Di tengah derasnya hujan, Ibu Marini menyuruh Aisyah membantu memasukkan jasad Indra ke dalam karung, menyeretnya ke lubang galian pupuk kompos di halaman rumah, lalu menguburnya di sana. Setelah itu, Ibu Marini bergegas membersihkan gudang untuk menghapus seluruh jejak kejahatan tersebut. Keesokan harinya, Pak Andi pulang ke rumah. Ia merasa janggal melihat banyak jejak kaki berlumpur di teras serta lampu luar yang masih menyala. Saat melangkah masuk, langkahnya terhenti ketika mendapati istri dan kedua putrinya duduk membisu sambil menahan tangis. Ibu Marini kemudian menjelaskan apa yang terjadi tadi malam pada sang suami. Pak Andi sangat sedih dan emosinya tersulut atas apa yang dilakukan Indra pada istri dan anak perempuannya itu. Mereka kemudian menuju gudang dan menceritakan kembali apa yang terjadi di sana. Pak Andi berusaha menenangkan Ibu Marini, Aisyah dan Dita. Ia berjanji akan membereskan semuanya.
Setelah membereskan gudang, Pak Andi harus secepat mungkin menemukan mobil milik Indra yang pastinya masih terparkir di sekitaran rumah atau kampung mereka. Setelah berjalan berkeliling kampung, Indra akhirnya menemukan mobil berwarna merah tersebut. Namun sayang, Gatot (Rizky Hanggono) polisi yang sedang berada di salah satu rumah warga tak sengaja melihat Indra mengendarai mobil tersebut dari kejauhan. Gatot pun menaruh curiga, karena melihat Indra tidak mengendarai mobilnya sendiri. Dalam perjalanan untuk menghilangkan mobil tersebut, Pak Andi juga membeli ponsel bekas dan kartu SIM milik Indra diaktifkan kembali. Ia kemudian membuang ponsel tersebut ke truk sampah secara diam-diam. Setelah berkeliling mencari tempat yang dirasa aman, Pak Andi akhirnya memutuskan untuk menenggelamkan mobil milik Indra di kawasan pertambangan batu andesit di wilayah Cadas. Setelah semuanya selesai, Pak Andi pulang ke rumah.
Setibanya di rumah, rasa cemas kembali menghantui seluruh anggota keluarga. Ketakutan Ibu Marini kian menjadi setelah mengetahui bahwa Indra ternyata putra dari Kapolda Iriana Prameswari (Marsha Timothy). Kendati demikian, Pak Andi meminta istri dan kedua anaknya untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa seluruh jejak yang ditinggalkan Indra telah dihilangkan sepenuhnya. Sadar bahwa pihak kepolisian cepat atau lambat akan mengetuk pintu rumah mereka, Pak Andi menyusun rencana matang. Ia merancang alibi yang tak terbantahkan bersama anak dan istrinya dengan melakukan rekayasa perjalanan ke Solo untuk menghadiri acara dakwah sekaligus berlibur.Di sisi lain, Ibu Iriana dan suaminya, Pak Sandi (Gunawan Sudrajat), mulai curiga lantaran Indra tak kunjung memberi kabar selama berhari-hari. Dugaan awal bahwa Indra menginap di rumah temannya patah seketika saat Fajar mengungkapkan bahwa Indra tidak pernah datang, bahkan sudah beberapa hari bolos sekolah. Tak tinggal diam, Ibu Iriana mengerahkan tim cybercrime kepolisian untuk melacak keberadaan Indra melalui sinyal ponselnya. Hasil penelusuran menunjukkan riwayat yang janggal. Pada malam 8 Agustus, Indra terdeteksi mendatangi Desa Banaran sebelum ponselnya mendadak mati. Lalu, pada 9 Agustus, ponsel tersebut kembali aktif dan bergerak dari Salatiga menuju Yogyakarta, Klaten, Madiun, hingga berakhir di Surabaya. Naluri Ibu Iriana bergejolak. Ia tahu betul putranya tidak pernah bepergian ke luar kota sendirian membawa mobil. Diyakini ada hal buruk yang terjadi, Ibu Iriana segera mengutus tim penyidik ke Desa Banaran untuk mengumpulkan saksi dan mengurai misteri hilangnya sang putra. Akankah rahasia kelam yang disembunyikan keluarga Pak Andi akhirnya terkuak?
#Review:
Rumah produksi Falcon Pictures hadir (kembali) dengan project film adaptasi terbarunya di tahun ini. Film yang di-remake oleh mereka kali ini berasal dari box office hit asal Bollywood yaitu film DRISHYAM (2015). Sebagai adaptasi resmi dari film misteri-thriller legendaris India, film AYAH, AKU MAU CERITA (2026) berhasil memindahkan premis dan ide cerita aslinya ke dalam konteks sosial dan budaya Indonesia dengan sangat smooth. Sutradara Danial Rifki mampu merajut narasi tentang sebuah keluarga sederhana yang mendadak terseret ke dalam skenario kriminal paling mengerikan demi melindungi anak mereka. Fokus film tidak sekadar berpusat pada penutupan jejak kejahatan, melainkan pada ikatan emosional dan dinamika ketakutan yang terus membayangi setiap karakter di setiap langkah yang mereka ambil.
Untuk segi cerita, film yang berdurasi hampir 3 jam ini sangat leluasa mengeskplorasi secara detail journey keluarga Pak Andi yang awalnya terlihat seperti keluarga bahagia dan harmonis, mendadak terlibat dalam kejadian kriminal yang tidak disengaja. Konteks aksi kriminal yang mereka lakukan tersebut murni hanya membela diri dari ancaman berbahaya serta rencana aksi pelecehan seksual. Kelebihan utama film ini terletak pada penulisan alur dan perancangan alibi yang begitu rapi, solid, serta penuh ide-ide yang cerdas. Ketegangan dibangun secara slow burn, mengajak penonton ikut merasakan kepanikan keluarga Pak Andi ketika berhadapan dengan institusi kepolisian yang memiliki akses teknologi tinggi. Menariknya lagi, film AYAH, AKU MAU CERITA (2026) berhasil menyoroti berbagai issue sosial yang sangat relevan dengan situasi di negeri ini. Perilaku memandang sebelah mata orang yang tidak memiliki latar pendidikan, meremehkan warga desa hingga aksi kekerasan dan hinaan pihak kepolisian yang diluar batas sering sekali kita temukan akhir-akhir ini. Lebih lanjut, plot utama dari film ini terletak pada adu kecerdasan logika antara rencana alibi yang dirancang Pak Andi dengan proses penyelidikan kepolisian. Penonton diajak melihat bagaimana kebiasaan kecil dan ingatan kolektif masyarakat dimanipulasi secara cerdas untuk membentuk alibi buatan yang sangat kuat. Plot cerita ini tidak hanya menguji sejauh mana sebuah keluarga bisa menyembunyikan kebohongan, tetapi juga terus memainkan moralitas tentang batas tipis antara tindakan kriminal dan naluri melindungi keluarga dari seorang kepala keluarga. Sebagai sutradara sekaligus penulis, Danial Rifki juga berhasil memberikan warna baru yang rasanya Indonesia banget pada film ini melalui alasan alibi yang dilakukan oleh keluarga Pak Andi. Meskipun demikian, film AYAH, AKU MAU CERITA (2026) ini punya beberapa kekurangan kecil. Bagi penonton yang sudah pernah menonton film DRISHYAM (2015), kejutan-kejutan plot twist jadi mudah ditebak karena alur dasarnya yang masih sangat setia pada materi asli. Jadi, saranku sebaiknya jangan menonton dulu versi India atau versi negara lain biar jadi kejutan yang memuaskan. Selain itu, durasi panjang nyaris 3 jam ini menurutku jadi boomerang tersendiri. Di beberapa bagian terutama di paruh awal terlalu slow-burn karena hanya menampilkan rutinitas dan keharmonisan sebuah keluarga saja.
Untuk jajaran pemain, penampilan para aktor dari film AYAH, AKU MAU CERITA (2026) patut diacungi jempol. Vino G. Bastian tampil sangat brilliant menggambarkan sosok Pak Andi yang tenang di luar, tetapi menyimpan beban emosional luar biasa demi melindungi keluarganya. Kontras dengannya, sang istri di kehidupan yaitu yaitu Marsha Timothy sebagai Kapolda Iriana berhasil menghadirkan aura intimidatif yang dingin serta punya insting kuat namun turut kepedihan mendalam seorang ibu yang kehilangan anaknya. Ziva Magnolya berhasil membuktikan kapasitas beraktingnya yang semakin matang dan berkualitas. Karakter Aisyah menuntut transformasi emosi yang sangat ekstrem berawal dari gadis remaja yang ceria, pintar, dan berprestasi, lalu mendadak bertransformasi menjadi sosok yang menyimpan trauma berat dan memikul beban rasa salah sangat besar. Ziva mengeksekusi transisi ini dengan sangat meyakinkan. Ekspresi ketakutan, rasa sedih dan paniknya berhasil tersampaikan secara maksimal pada penonton di bioskop. Queen Lubis yang memerankan Dita, adik dari Aisyah, memberikan performa yang tidak kalah mencuri perhatian. Menghidupkan karakter anak bungsu yang masih polos di tengah konflik keluarga bukanlah tugas yang mudah. Queen Lubis berhasil membawakannya dengan sangat natural. Daya tarik akting Queen Lubus terlihat jelas ketika adegan-adegan interogasi dan tekanan dari pihak kepolisian. Ia mampu memperlihatkan kepolosan seorang anak kecil yang bingung dan takut sekaligus menunjukkan kepatuhan anak kepada ayahnya saat memegang teguh alibi yang telah diajarkan.
Overall, film AYAH, AKU MAU CERITA (2026) merupakan sebuah sajian drama thriller kriminal keluarga yang menegangkan sekaligus sukses menguras emosi penonton. Film ini berhasil melampaui ekspektasi sebuah project remake dengan tidak sekadar meniru dan copy paste, melainkan memberikan jiwa lokal yang sangat kuat juga. Sebuah pembuktian bahwa kisah tentang kasih sayang orang tua yang berjuang melampaui batas moral demi melindungi buah hatinya akan selalu menjadi narasi yang sangat mengesankan bagi penonton. Easily one of the best adaptation from Falcon Pictures so far!
[9/10Bintang]























.jpeg)
.jpeg)
