Tuesday, 16 June 2026

[Review] Obsession: Ketika Mantra One Wish Willow Diucapkan, Berubah Menjadi Cegil!

 


#Description:
Title: Obsession (2026)
Casts: Michael Johnston, Inde Navarrette, Cooper Tomlinson, Megan Lawless, Andy Richter, Haley Fitzgerald, Darin Toonder, Curry Barker
Director: Curry Barker
Studio: Focus Feature, Universal Pictures


#Synopsis:
Baron Bailey (Michael Johnston) memendam rasa suka pada rekan kerjanya di toko musik yaitu Nikki Freeman (Inde Navarrette). Hampir setiap hari, Baron selalu latihan untuk mengungkapkan perasaannya dengan bantuan kedua rekannya yang lain yaitu Ian (Cooper Tomlinson) dan Sarah Harper (Megan Lawless). Setelah beberapa kali latihan, Baron yang lebih akrab dipanggil dengan nama Bear memutuskan untuk confess pada Nikki di esok hari sepulang mereka bekerja. Tiba di rumah, Bear terkejut melihat kucing kesayangannya bernama Sandy sudah mati karena tak sengaja menelan obat oxycodone milik mendiang ibunya yang terjatuh dari tempat penyimpanan obat. Rasa sedih dan tangis akhirnya pecah di malam hari ketika Bear kini harus tidur sendirian dan tak ada lagi Sandy yang selalu berada di sampingnya.


Keesokan harinya yang kebetulan jadwal kerja Bear sedang libur, ia mengamankan bangkai Sandy dan membersihkan rumah. Tak lama setelah itu, Nikki menelepon Bear dan memintanya untuk datang ke bar yang sudah diagendakan. Awalnya Bear menolak untuk datang dengan alasan sedang sibuk di rumah, namun mendengar kabar Nikki berencana akan resign dan tak sengaja pula ia menjatuhkan kalung kristal ke kloset toilet, Bear pun bersedia datang sekaligus ingin confess juga ke Nikki. Sebelum menemui Nikki, Bear berkunjung ke toko pernak-pernik untuk membeli kalung. Namun karena tidak ada yang cocok, Bear justru tertarik pada sebuah mainan unik bernama "One Wish Willow" dan membelinya untuk Nikki.


Tiba di bar, Nikki, Sarah, Ian dan Bear mengobrol membahas pekerjaan dan hal lain. Salah satunya yaitu Sarah berencana ingin masuk ke sekolah tattoo di Luther Art College. Setelah itu, Ian dan Sarah mempersilahkan Bear dan Nikki mengobrol berdua sambil membawa minuman di bar. Namun karena gugup, Bear pun tidak langsung confess pada Nikki karena terus diganggu oleh Ian dan juga Sarah. Saat mereka akan lanjut ke bar selanjutnya, Nikki memutuskan tidak ikut dan Bear pun bersedia untuk mengantar Nikki pulang dengan mobilnya.


Dalam perjalanan pulang, Nikki mengungkapkan turut berduka cita atas kematian kucing kesayangannya Bear. Selain itu, Nikki juga merasa semakin tidak nyaman bekerja di toko musik karena passion dirinya adalah seorang penulis dan pembaca buku. Ketika sudah berada di depan rumah Nikki, Bear yang awalnya akan memberikan mainan "One Wish Willow" jadi ragu karena Nikki malah menanyakan perasaan Bear terhadap Sarah yang menurutnya Sarah memendam rasa pada Bear. Setelah itu, Nikki langsung bertanya soal perasaan Bear padanya. Bear malah gugup dan membantah hal tersebut. Saat akan pulang, Bear langsung membuka kemasan "One Wish Willow" dan mematahkannya sambil berharap agar Nikki mencintainya melebihi apapun yang ada di dunia. Ketika akan pergi, Bear melihat Nikki berjalan mendekati mobilnya dan meminta ingin menginap di rumahnya Bear. Nikki beralasan jika di rumah ia merasa sendiri karena sudah lama tidak ada kontak dengan ayahnya yang sedang dirawat karena kanker.


Tiba di rumah, Nikki meminta ingin tidur bareng dengan Bear. Saat Nikki mendekati dan mencium Bear, tiba-tiba berteriak histeris dan menarik diri menjauhi Bear. Setelah itu, mereka tetap tidur bareng namun tidak melakukan apapun. Keesokan harinya, Bear terkejut saat melihat bangkai kucing Sandy ada di dapur dengan dikelilingi lilin. Nikki sengaja yang membuatnya karena ingin menghormati kucing kesayangannya Bear. Namun Bear menganggap ide Nikki ini gila dan keterlaluan. Nikki kemudian meminta maaf atas segala perilakunya dari semalam gara-gara mengkonsumsi ekstasi yang ia beli di luar bar. Setelah itu, Nikki kemudian confess tentang perasaan cinta dan sayangnya pada Bear. Sejak saat itu, hubungan mereka semakin dekat dan menjalin hubungan asmara. Tak hanya itu saja, Nikki pun semakin sering menghabiskan waktu dan tinggal di rumahnya Bear.


Suatu hari, saat mereka berdua sedang makan malam bersama di restoran, Bear mendapat panggilan telepon berkali-kali dari Ian. Ia pun izin sebentar untuk mengangkatnya. Lewat telepon, Ian mengatakan jika dirinya sudah menelusuri jika ayahnya Nikki tidak sedang sakit kanker dan dirawat di rumah sakit. Ayahnya sehat dan kini sedang bekerja di New York. Selain itu, saat Bear sedang jadwal libur bekerja, ia tak sengaja mendengar jika Nikki sedang mengobrol dengan Sarah yang mengatakan jika Bear sudah dianggap seperti adik laki-lakinya sendiri. Ian khawatir jika Nikki yang mengarang cerita ini hanya untuk cari perhatian saja pada Bear. Selain itu, Ian juga merasa aneh melihat perubahan sikap Nikki yang jadi tergila-gila pada Bear secepat itu. Saat kembali ke meja makan, Nikki memberikan batu bermotif warna harimau warisan mendiang ibunya pada Bear karena dipercaya bisa meningkatkan rasa percaya diri pemegangnya. Nikki mengungkapkan lagi jika dirinya sangat mencintai Bear melebihi apapun yang ada di dunia ini. Ucapan tersebut membuat Bear jadi ketakutan karena harapan yang ia panjatkan lewat mainan "One Wish Willow" benar-benar menjai nyata. Bear kemudian menanyakan pada Nikki soal kondisi ayahnya. Respon Nikki justru marah, sambil menangis histeris karena mendapat pertanyaan tersebut.
Sepulang dari restoran, mereka pulang ke rumah dan melakukan hubungan intim dengan penuh gairah. Di dini hari, Bear terbangun dan terkejut saat melihat Nikki semalaman berdiri di pojok kamar dan hanya mengawasinya saja. Nikki kemudian menangis dan beralasan jika ia mengalami mimpi buruk jika cintanya bertepuk sebelah tangan. Pagi harinya saat akan berangkat kerja, Nikki sudah mempersiapkan bekal sandwich untuk Bear. Nikki awalnya melarang Bear untuk berangkat kerja karena ia merasa sedih dan kesepian. Namun Bear memutuskan tetap pergi meskipun pintu rumahnya sudah dilakban banyak oleh Nikki. Ketika di toko dan mengobrol dengan Sarah, Bear menyadari jika bekal sandwich yang dibuat Nikki menggunakan potongan daging dari bangkai kucing Sandy. Bear yang sudah memakannya, dibuat terkejut lalu muntah.


Sepulang bekerja, Ian nebeng pulang pada Bear. Dalam perjalanan, Ian menuduh jika Bear memanfaatkan Nikki yang saat ini kondisinya seperti mengalami gangguan mental dan semua perubahan perilaku Nikki disebabkan oleh Bear. Setelah itu, Bear memutuskan untuk menelepon yang tertera pada bungkus mainan "One Wish Willow" dan meminta mengubah impiannya. Namun sayang, hal tersebut tidak bisa dilakukan. Si penerima telepon memberitahu hanya ada satu cara agar permintaan tersebut berakhir yaitu Bear meninggal. Bagaimana nasib Bear dan Nikki selanjutnya? Apakah mereka berdua akan langgeng sehidup semati?


#Review:
Sutradara film pendek sekaligus YouTuber dengan channel "That's a Bad Idea" asal Amerika Serikat yaitu Curry Barker, sukses mendapat perhatian dari para penonton film di sana setelah debut film panjangnya, OBSESSION (2026) mencetak box office hit dengan pendapatan lebih dari $280 juta Dollar Amerika Serikat dari modal yang dikeluarkan hanya sekitar $750.000 saja. Selain itu, film ini juga berhasil mendapat predikat Fresh Certified dan skor seimbang 94% di Rotten Tomattoes dan masuk jadi salah satu film horror terbaik di tahun ini.


Untuk segi cerita, Curry Barker yang turut menulis naskah cerita, skenario sekaligus editor film OBSESSION (2026), ia berani menembus batas kenyamanan penonton lewat cerita cinta bertepuk sebelah tangan yang berubah menjadi terror domestik sekaligus brutal didalamnya. Film dibuka dengan drama cinta segiempat pada Bear, Nikki, Ian dan Sarah yang dipertemukan karena mereka bekerja di toko musik yang sama. Bear memendam perasaan pada Nikki. Ian diam-diam menjalin hubungan tanpa status dengan Nikki dan Sarah pun diam-diam memendam perasaan pada Bear. Namun mereka berempat mempunyai satu kesamaan yaitu sama-sama tidak berani untuk mengutarakan perasaan demi menjaga perasaan satu sama lain. Premis romantis klise tentang berharap orang yang disukai membalas cinta ini kemudian berubah menjadi mimpi buruk bagi penonton. Selain terror brutal, film OBSESSION (2026) juga memutarbalikan makna cinta sejati menjadi sebuah obsesi super berlebihan. Hal tersebut semakin menarik karena sang sutradara menambahkan unsur magis lewat tongkat dan mantra "One Wish Willow". Rasa frustasi, putus asa dan ketakutan yang dialami oleh karakter Bear bisa dirasakan dengan mudah oleh penonton disepanjang film. Plot bergulir dengan tempo yang awalnya lambat namun secara konsisten menumpuk rasa tidak nyaman, memposisikan penonton ada di pov karakter Bear yang terjebak dalam konsekuensi atas permintaannya sendiri. Keberhasilan sang sutradara terletak pada bagaimana ia mengeksplorasi perubahan drastis mental dari karakter Nikki yang berawal sebagai teman kerja yang manis, kemudian bertransisi menjadi sosok yang mengerikan setelah mantra One Wish Willow membelah kewarasannya. Curry Barker tidak ragu menyajikan serangkaian terror yang absurd sekaligus traumatis, mulai dari manipulasi emosional lewat kebohongan tentang kanker, penyajian bangkai kucing jadi sandwich, hingga aksi mengejutkan yang disimpan sangat memukau di akhir cerita.
Kegilaan cegil dan cogil di film OBSESSION (2026) tidak akan efektif tanpa jajaran pemain yang mampu tampil sangat memukau dan juga meyakinkan. Applause pertama harus kita berikan pada Inde Navarrette yang memerankan karakter Nikki Freeman. Transisi perubahan karakter dan ekspresi yang secepat kilat sungguh luar biasa mengerikan. Adegan saat persona obsesif dari Nikki muncul dan terus-terusan mengejar Bear benar-benar bikin merinding! Applause berikutnya kita berikan untuk Michael Johnston yang beperan sebagai Baron Bear. Ia berhasil menampilkan jiwanya yang rapuh, penuh rasa bersalah, kebingungan dan ketakutan perlahan-lahan menghancurkan mentalnya karena permintaannya tidak bisa di-undo.
Untuk urusan visual, Curry Barker dengan cerdik memanfaatkan estetika yang raw dan pencahayaan minim untuk memperkuat atmosfer klaustrofobik di sepanjang film. Kekuatan utama film OBSESSION (2026) terletak pada keberaniannya menyajikan deretan adegan disturbing yang tidak sekadar mengandalkan jump scare, tapi menciptakan teror psikologis dan body horror yang mengganggu kenyamanan penonton secara mendalam. Kekurangan dari film ini yang menurutku cukup terasa yaitu penurunan logika yang realistis di paruh pertengahan film. Contohnya keputusan Bear yang memilih tetap tinggal bersama Nikki ketimbang melaporkan ke orangtuanya atau pihak polisi serta asal-usul dan aturan tentang mainan magis dan mantra "One Wish Willow" tidak dieksplor dengan maksimal, sehingga menimbulkan pertanyaan.
Overall, film OBSESSION (2026) bisa dibilang sebagai sebuah studi karakter yang memukau tentang bahaya ego dan obsesi dari manusia. Salah satu film horror domestik yang menakjubkan sekaligus disturbing ketika drama romansa picisan tiba-tiba banting setir menjadi tragedi berdarah yang tak terduga!


[9/10Bintang]

Friday, 12 June 2026

[Review] Backrooms: Cerita Depresif Ketika Masuk & Terjebak Di Ruangan Kosong Tak Terbatas!

 


#Description:
Title: Backrooms (2026)
Casts: Chiwetel Ejiofor, Renate Reinsve, Mark Duplass, Finn Bennett, Lukita Maxwell, Avan Jogja, Robert Bobroczkyi, Krista Kosonen
Director: Kane Parsons
Studio: North Road Productions, 21 Laps Entertainment, Atomic Monster, A24, Feat Pictures


#Synopsis:
Seorang peneliti dari ASYNC Foundation yaitu Naren Warne (Avan Jogia), terpisah dari rombongannya dan tersesat di ruangan tanpa batas seperti labirin kosong dengan dinding berlapis wallpaper kuning kusam, karpet lembab dan lampu neon yang terus-terusan mendengung. Ruangan yang ditemukan tersebut kemudian disebut sebagai Backrooms. Setelah berjalan jauh dan berkeliling, Warne menemukan peralatan untuk berkomunikasi dengan ASYNC dan berusaha meminta bantuan. Tak lama setelah itu, Warne dikejar dan diserang oleh entitas misterius. Video footage hilangnya Warne tersebut ditemukan dan diteliti lebih lanjut oleh ASYNC.



Di sisi lain, Clark (Chiwete Ejiofor) pemilik toko furnitur diskonan sekaligus seorang arsitek gagal berusaha mengatasi kecanduan alkohol dan memperbaiki rumah tangganya yang terancam perceraian. Clark kemudian melakukan konsultasi pada psikolog yaitu Dr. Mary Kline (Renate Reinsve), yang dirinya sendiri juga sedang berjuang mengatasi trauma berat terkait pembongkaran rumah masa kecilnya serta ibunya, Nora (Krista Kosonen) yang mengidap gangguan kecemasan. Setelah selesai konsultasi, Clark kembali ke toko dan kembali berjualan meskipun tak ada satupun yang berkunjung ke sana. Malam harinya, Clark memutuskan tidur di toko dan tidak pulang ke rumah. Saat sedang menonton televisi, ia menyadari jika semua lampu toko berulang kali berkedip-kedip. Keesokan harinya, Clark memanggil tukang listrik untuk memeriksa kotak sekring yang ada di lantai bawah toko. Saat dicek, semua sekring listrik tidak ada rusak. Mereka juga menemukan dua sekring listrik dengan warna berbeda dan ketika pengetesan, tidak ada perubahan. Setelah itu, toko furnitur kembali buka seperti biasa. Di siang hari, Clark membuat materi promosi iklan dengan bantuan staff nya yaitu Kat Taylor (Lukita Maxwell). Bersama dengan pacarnya Kat yaitu Bobby Franklin (Finn Bennett) mereka bertiga membuat video iklan toko furnitur dengan tema bajak laut. Clark mengenakan kostum dan menjadi seorang kapten bajak laut seperti maskot tokonya yaitu Captain Clark. Setelah selesai, beberapa hari kemudian video iklan tersebut akhirnya tayang di televisi.


Suatu malam, saat Clark sedang beristirahat di tokonya, seluruh lampu kembali berkedip. Karena kesal, ia kemudian turun ke bawah untuk memperbaiki sekring listrik. Saat semuanya gelap, Clark melihat garis celah bercahaya dari dinding lantai bawah toko furnitur. Ketika mendekatinya, ia masuk dan terjatuh ke dalam Backrooms. Di depannya, Clark melihat banyak barang-barang seperti kursi, lemari dan meja yang saling menumpuk di tengah ruangan. Ia kemudian berjalan menyusuri setiap lorong dan ruangan di Backrooms. Clark mulai menyadari jika ruangan yang ia jelajahi itu tak ada ujungnya. Saat akan kembali ke tempat semula, Clark mendengar suara orang berbicara. Saat dicari keberadaannya, ia menemukan standee bergambar seorang pria yang mengeluarkan suara rekaman. Sumber suara tersebut berasal dari sebuah kabel yang terhubung ke sebuah pintu. Di sisi lain, Clark juga tak sengaja menemukan sebuah tas dengan nama pemilik Naren Warne yang tersembunyi di balik dinding. Saat Clark menarik kabel yang terhubung pada sebuah pintu, ia mendengar suara langkah kaki yang sangat besar. Clark kemudian pergi dari sana dan kembali ke toko dengan selamat.



Keesokan harinya, Clark kembali menemui Mary dan menceritakan pengalamannya memasuki Backrooms. Namun sayang, Mary menanggapinya dengan skeptis dan menduga hal tersebut efek dari kecanduan alkohol saja. Mendengar omongan tersebut membuat Clark kesal. Ia kemudian pulang dan meminta bantuan pada Kat dan Bobby untuk menemaninya masuk lagi ke Backrooms. Clark berjanji akan membayar dengan harga tinggi jika mereka bersedia membantunya. Setelah sepakat, Clark, Kat dan Bobby masuk ke Backrooms dengan cara menembus dinding yang sudah ditandai. Kat dan Bobby terkejut sekaligus takut saat mereka berhasil masuk ke sana dengan cara yang tak lazim. Ketiganya berjalan menyusuri setiap ruangan dan lorong dengan dinding warna kuning pucat, lantai karpet lembab dan lampu neon berdengung dimana-mana. Selama menjelajah Backrooms, Clark mulai menyadari adanya perubahan bentuk ruangan dibandingkan kemarin saat pertama kali masuk. Mereka bertiga kemudian menemukan sebuah lorong dengan kemiringan yang curam. Clark meminta Bobby untuk turun ke sana dan merekam apa yang ada di bawah dengan bantuan tali yang diikat. Ketika mendarat di bawah, Bobby menemukan ruangan yang gelap dan dipenuhi sampah, tumpukan baju kotor dan furnitur yang sudah rusak. Saat akan kembali naik ke atas, Bobby merekam entitas misterius muncul dari kegelapan dan mengejarnya. Clark dan Kat menarik tali yang mengikat pada tubuh Bobby. Namun sayang Bobby kembali terseret ke bawah dan menghilang di sana. Karena kuatnya tarikan dari bawah, Clark dan Kat juga ikut terjatuh. Mereka berdua panik dan berusaha mencari jalan keluar. Kat lalu ditarik oleh entitas misterius itu dan menghilang. Clark yang ketakutan berusaha melarikan diri dan menyusuri ruangan aneh dan tidak beraturan. Setelah berlari tanpa arah, Clark berpapasan dengan dua entitas humanoid yang mengejarnya hingga terjebak di ruangan buntu.


Beberapa hari kemudian, Mary menerima panggilan telepon dari Clark yang mengungkapkan jika ia akan tinggal di Backrooms dan menetap di sana. Merasa khawatir, Mary pun pergi menuju toko furniturnya Clark. Setibanya di sana, toko terlihat sepi tidak ada orang dan dalam keadaan tidak terkunci. Mary pun masuk ke sana dan mencari Clark. Ketika turun ke lantai bawah, Mary melihat sebuah denah lokasi di papan yang digambar oleh Clark. Selain itu, ia juga melihat sebuah tanda garis berbentuk pintu menempel di dinding. Karena teringat akan ucapan Clark, ia mendekati garis berbentuk pintu tersebut dan secara mengejutkan masuk ke dalam Backrooms.
Di sana, Mary berjalan menyusuri setiap lorong dan ruangan sambil memanggil Clark. Mary kemudian menemukan sebuah ruangan dengan coretan gambar yang diyakini dibuat oleh Clark. Tak lama setelah itu Clark muncul dan entitas gaib juga mulai mendekati mereka berdua. Apa yang sebenarnya terjadi di sana? Bagaimana nasib Mary dan Clark selanjutnya?


#Review:
Pertengahan tahun 2026, jagat sinema Hollywood digemparkan dengan kesuksesan film BACKROOMS (2026) yang diadaptasi dari urban legend viral di internet serta disutradarai oleh seorang pemuda berusia 20 tahun! Tak hanya itu saja, debut film Kane Parsons menggarap film layar lebar ini juga mencetak rekor sebagai film produksi A24 terlaris sejauh ini menggeser posisi MARTY SUPREME (2025) dan EVERYTHING EVEREWHERE ALL AT ONCE (2022). Luar biasa!


Untuk segi cerita, film BACKROOMS (2026) terbilang cukup berbeda dengan versi serial web nya. Di versi layar lebar, Kane Parsons dan Will Soodik selaku penulis naskah memilih untuk melanjutkan cerita dari pov warga sipil yang tak sengaja masuk ke dalam Backrooms ketimbang mengulang dari awal. Seperti yang sudah dijelaskan di serial web nya, ASYNC Foundation tak sengaja membuka gerbang dimensi alternatif dan menciptakan sebuah distorsi sebuah ruangan yang tak terbatas. ASYNC menyadari bahwa pembukaan gerbang dimensi alternatif tersebut berdampak buruk pada dunia nyata. Terjadi distorsi di beberapa tempat di bumi, menyebabkan orang-orang atau barang-barang di dunia nyata terjatuh secara tidak sengaja ke dalam Backrooms. Salah satu tempat yang terkena distorsi tersebut adalah toko furnitur diskonan milik karakter Clark. Menariknya di sini, Kane Parsons memadukan gaya found footage dengan sinematografi teatrikal yang megah namun tetap dengan gaya khas kamera VHS seperti serial web nya. Selain itu, ia juga memberikan jiwa dan karakter manusia yang kuat. Penonton tidak lagi hanya melihat orang asing tanpa nama yang tersesat di koridor kuning, melainkan mengikuti Clark, seorang pria yang hancur oleh alkoholisme dan kegagalan hidup, serta Dr. Mary Kline yang berjuang menyembuhkan trauma masa kecilnya. film BACKROOMS (2026) bukan sekadar labirin atau infinity space semata, melainkan manifestasi visual dari keputusasaan, trauma, dan ruang isolasi mental dari kedua karakter utama.
Sumber horror dari film BACKROOMS (2026) bukan berasal dari jump scared atau scoring bombastis khas film-film horror mainstream, melainkan dari ruangan kosong dan tak terbatas itu sendiri. Konsep liminal space menciptakan rasa terisolasi, keputusasaan, dan paranoia yang mencekam bagi penonton. Hampir sepanjang nonton, penonton pasti punya imajinasi tersendiri dan membayangkan di pojokan ruangan atau lorong yang akan dilalui oleh Clark maupun Mary. Jika di versi serial web penggemarnya terbiasa dengan monster kabel, versi film layar lebarnya membawa horor ke arah yang lebih surealis dan psikologis. Kehadiran entitas gaib berwujud Captain Clark atau maskot toko furnitur dan tiga makhluk humanoid terasa lebih creepy dan bikin ngeri. 


Meskipun film BACKROOMS (2026) didominasi oleh ruang kosong dan kegilaan visual, performa kedua aktor utamanya berhasil memberikan "jiwa" dan dimensi kemanusiaan yang membuat penonton benar-benar peduli pada nasib para karakter, bukan sekadar menunggu mereka dikejar monster. Sebagai aktor berkelas pemenang Piala Oscars, Chiwetel Ejiofor memberikan penampilan yang luar biasa intens dan tragis sebagai Clark, arsitek gagal yang tenggelam dalam alkoholisme. Ejiofor dengan sangat brilian menggambarkan transisi Clark dari seorang pria yang depresi dan frustrasi di dunia nyata, menjadi sosok yang tidak waras setelah terjebak di dalam Backrooms. Sementara itu, aktris asal Norwegia yang saat ini sedang naik daun dan dikenal sebagai aktor spesialis film-film festival yaitu Renate Reinsve, berhasil menampilkan secara profesional seorang psikolog di awal film, yang perlahan-lahan runtuh ketika dirinya sendiri masuk ke dalam Backrooms dan dihadapkan pada manifestasi ketakutan terbesarnya. Saat berhadapan dengan Clark yang sudah tidak waras di ruang makan tiruan, akting Reinsve sangat memukau tanpa harus berteriak histeris atau marah-marah. Ia justru bersikap tegas dan realistis dalam menghadapi Clark.
Overall, film BACKROOMS (2026) adalah adaptasi yang sukses dan kualitasnya setara dengan versi serial web. Film ini tidak hanya menjual jump scared mainstream, melainkan sebuah horor psikologis berbalut fiksi ilmiah yang emosional, kelam dan meninggalkan rasa tidak nyaman setelah menonton. Kane Parsons menurutku berhasil mengubah salah satu urban legend internet sederhana menjadi sebuah kisah tragedi fiksi ilmiah yang megah, mencekam dan meninggalkan kesan mendalam mengenai batas ambisi manusia. Keren!


[8.5/10Bintang]

Thursday, 11 June 2026

[Review] Disclosure Day: Mengungkap Misteri Keberadaan Ekstraterestrial Yang Selama Ini Disembunyikan!

#Description:
Title: Disclosure Day (2026)
Casts: Emily Blunt, Josh O'Connor, Colin Firth, Eve Hewson, Colman Domingo, Wyatt Russell, Henry Lloyd-Hughes, Elizabeth Marvel, Hettienne Park, Tommy Martinez, Gabby Beans, Jeremy Shamos
Director: Stephen Spielberg
Studio: Amblin Entertainment, Universal Pictures


#Synopsis:
Ditengah situasi dunia yang berada di ambang Perang Dunia III, seorang cybersecurity specialist bernama Daniel Kellner (Josh O'Connor) mencuri sebuah teknologi ekstraterestrial dan file-file penting dari organisasi rahasia dibawah pemerintah Amerika Serikat yaitu Wardex Corporation. File yang dicuri isinya informasi dan rekaman konfidensial tentang kontak antara manusia dengan alien yang sudah dikumpulkan sejak tahun 70an. Pimpinan Wardex yaitu Noah Scanlon (Colin Firth) mendeteksi aksi pencurian tersebut dan menuduh Daniel sebagai mata-mata asing dan kemudian dijadikan buronan federal.


Meskipun tim pasukan dari Wardex sudah berhasil menangkap kekasih Daniel yaitu Jane Blankenship (Eve Hewson) yang dijadikan sebagai umpan, keduanya justru berhasil lolos setelah Daniel mengancam akan menggunakan teknologi ekstraterestrial yang ada ditangannya pada Noah dan pasukan keamanan dari Wardex. Daniel dan Jane pun kemudian pergi jauh meninggalkan kota.


Sementara itu di Kansas City, presenter berita sekaligus ahli metereologi di stasiun televisi KCXE yaitu Margaret Fairchild (Emily Blunt) sedang disibukkan dengan rutinitasnya mulai dari bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk pacarnya, Jackson (Wyatt Russell). Saat mengobrol dengan Jackson di dapur, tiba-tiba seekor burung kardinal berwarna merah masuk dari jendela dan mendarat di meja makan. Margaret mendadak terdiam tak bergerak sambil mengamatinya dan kemudian burung tersebut terbang keluar. Dalam perjalanan menuju kantor, Margaret hampir saja kena tilang oleh polisi karena mobil yang ia kendarai melanggar batas kecepatan. Namun anehnya, ia bisa berbicara, memberi nasehat dan mengetahui permasalahan yang sedang dialami oleh polisi tersebut. Polisi kemudian mempersilahkan Margaret melanjutkan perjalanannya. Tiba di kantor, ia langsung berlari dan bersiap-siap untuk segera siaran karena waktu yang tersisa kurang dari 5 menit lagi. Saat Margaret sedang dirias, ia mendekati salah satu tamu penting asal Korea Selatan yang sedang menunggu jeda iklan. Mereka berdua kemudian mengobrol secara intens menggunakan bahasa Korea. Orang-orang televisi terkejut saat melihat Margaret ternyata sangat fasih berbahasa Korea.


Acara siaran live pun dimulai. Ketika Margaret menyapa pemirsa di televisi, ia mendadak tidak bisa berbicara dengan jelas. Dari mulutnya erdengar suara aneh keluar yang tidak bisa dipahami oleh siapapun. Karena panik, Margaret kemudian jatuh pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Rekaman siaran live tersebut kemudian viral di sosial media dan menarik perhatian Wardex Corporation karena setelah diteliti lebih mendalam, bahasa asing dan tidak jelas yang diucapkan Margaret merupakan bahasa ekstraterestrial. Setelah sadarkan diri, Margaret seketika bisa mengetahui motif dan alasan para petugas keamanan dari Wardex yang sedang menunggunya di luar. Margaret meminta bantuan pada Jackson untuk segera keluar dari rumah sakit dan mengantarkannya menemui Daniel Kellner. Saat Jackson meminta penjelasan soal siapa itu Daniel Kellner, Margaret pun sama sekali tidak mengenalinya namun instingnya mengatakan jika ia harus segera bertemu dengan orang tersebut.


Sementara itu, ditengah persembunyiannya, Daniel menunjukkan beberapa file dan rekaman yang ia curi pada Jane. Noah pun tak tinggal diam. Selain memburu Daniel dan Jane dengan mengerahkan pasukannya, ia juga menggunakan teknologi ekstraterestrial yang masih tersisa di laboratorium Wardex untuk melakukan telepati, membentuk ikatan psikis dan mengendalikan Jane dari jarak jauh. Setelah dicoba, Noah berhasil menemukan keberadaan Daniel dan Jane yang bersembunyi di sebuah motel terpencil. Daniel kemudian memberikan semua file penting tersebut pada Jane dan menyuruhnya kabur sebelum pasukan Wardex menangkap mereka. Setelah berhasil memburu Daniel dan menangkapnya, Noah pun menggunakan Daniel sebagai umpan agar Margaret mendatanginya.


Seiring berjalannya waktu, kemampuan Margaret untuk mengendalikan orang-orang disekitarnya semakin kuat. Bahkan ia berhasil menyelamatkan Daniel dan lolos dengan sangat mudah dari pasukan Wardex dan juga Noah. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Untungnya mereka berhasil lolos dari kejaran pasukan Wardex dengan menumpang kereta. Dalam perjalanan, Margaret mengalami serangan panik karena rasa takutnya yang semakin membesar. Daniel berusaha menenangkannya dan mereka berdua pun pergi menuju sebuah tempat dengan diarahkan langsung melalui telepon dari Hugo Wakefield (Colman Domingo), mantan pegawai Wardex Corporation yang kini membentuk komunitas whistleblower bersama para mantan pegawai lainnya.


Komunitas ini memiliki tujuan yang sama yaitu mendorong Margaret dan juga Daniel untuk memulihkan semua ingatan keduanya ketika masih kecil, karena berkaitan langsung dengan fenomena ekstraterestrial di bumi. Untuk menjalankan misinya, Hugo dan yang lain sengaja membangun ulang rumah yang sama persis dengan rumah di masa kecilnya Margaret di sebuah gudang tersembunyi. Setibanya di sana, ingatan Margaret perlahan mulai pulih dan menyadari sesuatu telah terjadi pada mereka berdua saat masih kecil. Bagaimana rencana Margaret, Daniel dan Hugo selanjutnya setelah mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi antara mereka dengan Wardex Corporation?


#Review:
Salah satu sutradara senior dan legendaris Hollywood yaitu Stephen Spielberg kembali hadir dengan film drama science-fiction terbarunya yang berjudul DISCLOSURE DAY (2026). Yang menjadi daya tarik dari film ini, Spielberg menyajikan film DISCLOSURE DAY (2026) tidak sekadar menjadi film biasa khas film-film sci-fi kebanyakan. Beliau menggunakan ekstraterestrial atau kehadian alien bukan sebagai monster yang siap menginvasi bumi, tapi sebagai cermin untuk membedah psikologi manusia di era modern.


Untuk segi cerita, Spielberg dan David Koepp selaku penulis skenario menyusun plot dengan teknik two track narrative dan kemudian menyatu secara smooth di pertengahan film. Di paruh awal, penonton langsung diajak untuk mengikuti nasib karakter Daniel tanpa penjelasan yang detail mengapa ia jadi buronan federal. Semua teka-teki yang terjadi pada Daniel dan juga Margaret dibuat penuh misteri sehingga rasa penasaran penonton tetap terjaga. Dengan durasi film yang cukup panjang, Spielberg mengeksplor konflik cerita menjadi tiga lapisan yang tsangat solid dan saling melengkapi satu sama lain. Konflik eksternal hadir lewat para whistleblower melawan Wardex Corporation karena masing-masing dari mereka punya kegelisahan tersendiri. Geng Daniel, Hugo, Margaret dan yang lainnya percaya bahwa menyembunyikan kebenaran adalah hal yang salah. Bagi mereka, mengetahui bahwa manusia di alam semesta ini tidak sendirian di justru bisa menjadi kunci untuk menghentikan Perang Dunia III dan juga menyatukan umat manusia. Sementara itu, di sisi Wardex dan juga Noah, mereka percaya bahwa umat manusia belum siap menerima kenyataan tentang alien. Mengungkap kebenaran di tengah ambang Perang Dunia III dianggap hanya akan memicu kepanikan massal, keruntuhan ekonomi, dan anarkis dari warga dunia. Keputusan Noah Scanlon dan Wardex Corporation merahasiakannya merupakan bentuk perlindungan untuk dunia. Lebih lanjut, konflik psikologis juga turut ditampilkan lewat krakter Noah Scanlon yang terpaksa menggunakan teknologi alien untuk meretas pikiran Jane dan memperalatnya. Selain Noah, Margaret juga harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya yang bisa membaca pikiran ribuan orang sekaligus dan mengucapkan bahasa asing secara tidak sadar membuatnya dianggap aneh oleh dunia dan bahkan pacarnya sendiri. Menariknya lagi, Spielberg menyelipkan perdebatan filosofis yang mendalam tentang sisi religi dalam diri manusia dengan konsep sangat grounded dan relevan dengan kondisi di era modern.


Keputusan Stephen Spielberg untuk menyajikan tema ekstraterestrial dengan cara yang berbeda dalam film DISCLOSURE DAY (2026) kali ini menurutku brilian dan tepat. Adegan puncak penuh ketegangan yang terjadi di studio televisi dibangun dengan sangat rapi saat menuju moment Disclosure Day. Keputusan Spielberg untuk menutup film lewat adegan Margaret menatap kamera dan mengucapkan kata "listen.." merupakan langkah yang berani sekaligus memberi kebebasan pada penonton untuk berinterpretasi. Kalau dibuat gamblang dan jelas maksud dan tujuan alien ke bumi, sudah kita temukan di film-film sci-fi yang sudah ada.


Untuk jajaran pemain, Emily Blunt adalah kekuatan emosional terbesar dalam film ini. Perannya sebagai Margaret menuntut transisi psikologis yang sangat ekstrem dan Emily Blunt mengeksekusinya dengan luar biasa tanpa terasa berlebihan. Di babak awal, Emily Blunt dengan sangat meyakinkan menampilkan kepanikan dan kerapuhan seorang wanita biasa yang merasa kehilangan kewarasannya. Tatapan matanya saat pertama kali berbicara bahasa asing di siaran langsung memancarkan ketakutan yang murni. Perubahan Margaret dari seorang pembawa berita yang ketakutan menjadi figur berbeda dan di paruh akhir film adalah puncak performa Emily Blunt. Penampilan Josh O'Connor membawa energi yang sangat berbeda ke dalam film ini. Ia berhasil menampilkan sosok cyber-specialist yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga dibayangi ketakutan tanpa kejelasan sebagai buronan. Gerakan tubuhnya yang selalu waspada dan ekspresi wajahnya yang lelah menggambarkan dengan sempurna tekanan mental seorang pria yang dikejar oleh keamanan federal. Colin Firth memberikan tampil sebagai villain dengan bersikap sangat tenang dan sopan. Sebagai CEO Wardex Corportaion, Firth menghindari semua klise penjahat film sci-fi yang selalu identik dengan sifat antagonis.
Overall, film DISCLOSURE DAY (2026) merupakan film fiksi ilmiah yang cerdas, menegangkan, dan relevan dengan kecemasan dunia modern saat ini. Didukung oleh performa akting yang kuat, film ini wajib ditonton bagi para pencinta genre drama sci-fi thriller dan teori konspirasi tentang eksistensi manusia dan ekstraterestrial yang selama ini selalu menjadi pertanyaan yang tak pernah terjawab dengan tuntas.


[9/10Bintang]

Monday, 8 June 2026

[Trivia] Penjelasan & Informasi Menarik Tentang Backrooms Web Series Di YouTube!

 


Project web series BACKROOMS yang tayang di channel YouTube Kane Pixels milik konten kreator Kane Parsons langsung viral dan diperbincangkan banyak orang di sosial media saat pertama kali dirilis pada bulan Januari tahun 2022 lalu. Dengan tema perpaduan antara science fiction, horror dan found footage yang berdasarkan creepypasta internet populer dari imageboard nya 4chan, BACKROOMS menjadi narasi urban legend yang semakin mendalam, populer dan juga sinematik.
Secara garis besar, cerita ini berpusat pada sebuah organisasi fiksi ilmiah bernama ASYNC Foundation pada era 1980-an hingga 1990-an yang secara tidak sengaja membuka gerbang ke dimensi alternatif yang tak terbatas, yang kemudian disebut sebagai The Backrooms

Cerita berlatar pada akhir tahun 1980-an. Sebuah lembaga penelitian bernama ASYNC Foundation sedang mengembangkan teknologi manipulasi ruang bawah tanah untuk mengatasi masalah kepadatan penduduk dan keterbatasan lahan di bumi. Mereka menciptakan sebuah mesin distorsi ruang raksasa. Setelah beberapa kali percobaan yang gagal, pada tanggal 2 Juli 1989, mereka berhasil membuka gerbang (portal) menuju dimensi lain melalui sebuah project yang bernama KV31. Dimensi ini berupa labirin kosong yang luar biasa luas, dengan dinding berlapis wallpaper kuning monoton, karpet lembab dan lampu neon yang terus-terusan mendengung. ASYNC menyebut tempat ini sebagai The Complex.

Setelah portal terbuka, ASYNC mulai mengirim tim peneliti resmi yang mengenakan setelan hazmat kuning lengkap dengan kamera untuk memetakan tempat tersebut. ASYNC membangun laboratorium dan pintu masuk yang aman di dalam Backrooms untuk meneliti udara, struktur bangunan, dan kemungkinan memanfaatkan tempat ini sebagai area hunian atau penyimpanan masa depan. Para peneliti menemukan bahwa Backrooms tidak mengikuti hukum fisika bumi. Ruangan bisa berubah secara tidak logis, ada lubang tanpa dasar, struktur bangunan yang melayang, hingga area yang meniru lingkungan luar ruangan (seperti pemukiman kosong) namun berada di dalam ruangan. ASYNC menyadari bahwa pembukaan portal ini berdampak buruk pada dunia nyata. Terjadi distorsi spasial di beberapa tempat di bumi, menyebabkan orang-orang atau barang-barang di dunia nyata terjatuh secara tidak sengaja ke dalam Backrooms. Fenomena tersebut kemudian populer disebut sebagai noclip.


Di episode perdana yang dirilis pada 7 Januari 2022 menampilkan seorang remaja laki-laki pembuat film amatir pada tahun 1991. Saat sedang syuting video klip bersama teman-temannya, ia tiba-tiba tersandung dan noclip (menembus lantai) lalu jatuh ke dalam Backrooms. Remaja tersebut panik dan menjelajahi koridor kuning yang tak berujung, mencoba berteriak meminta tolong. Ia menemukan berbagai keanehan, termasuk coretan di dinding dan ruangan yang semakin lama semakin tidak beraturan. Saat menjelajah, ia bertemu dengan entitas mengerikan dengan wujud makhluk kurus tinggi berwujud seperti untaian kabel hitam dengan struktur skelet yang bergerak secara aneh dan mengeluarkan suara distorsi yang memekakkan telinga. Pemuda itu berlari dikejar oleh makhluk tersebut hingga menemukan sebuah celah yang tampaknya mengarah kembali ke dunia nyata. Namun, tepat sebelum remaja tersebut bisa menyelamatkan diri, makhluk tadi menyergapnya. Kameranya terjatuh dari langit, kembali ke dunia nyata, dan ditemukan di tanah, menyisakan rekaman tersebut sebagai found footage.



Di episode-episode selanjutnya, plot berkembang lebih kelam dan penuh kejutan tak terduga. ASYNC menemukan mayat manusia yang sudah membusuk di dalam Backrooms. Investigasi menunjukkan bahwa mayat-mayat ini adalah orang-orang yang dilaporkan hilang di dunia nyata dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, mayat-mayat tersebut terinfeksi oleh sejenis jamur atau mikroorganisme purba. Spekulasi kuat dalam urban legend menampilkan jika monster-monster kabel yang mengejar para korban sebenarnya terbentuk dari mutasi biologis akibat infeksi lingkungan Backrooms terhadap materi organik atau tubuh manusia yang terjebak di sana. Seiring berjalannya waktu situasi semakin tidak terkendali bagi ASYNC. Beberapa peneliti mereka sendiri mulai menjadi korban, ada yang tersesat dan mengalami delusi dan ada juga yang diserang oleh entitas saat melakukan eksplorasi. Pimpinan ASYNC terkesan menyembunyikan bahaya ini dari publik dan pemerintah demi melanjutkan proyek bernilai miliaran dolar ini. Mereka terus berusaha menutupi kasus orang-orang yang hilang akibat terhisap ke dalam Backrooms. ASYNC Foundation berniat menguasai dan mengeksploitasi dimensi baru untuk keuntungan manusia, namun mereka justru membuka kotak Pandora yang merusak tatanan realitas, mengorbankan warga sipil tak bersalah, dan membangunkan sesuatu yang mengerikan di dalam sana.


Web series BACKROOMS karya Kane Parsons memiliki narasi yang tidak berurutan secara kronologis atau non-linear. Web series ini dibagi menjadi dua perspektif utama yaitu rekaman warga sipil yang tidak sengaja terjebak dengan konsep found footage dan rekaman dokumentasi resmi dari organisasi ASYNC Foundation. Sampai saat ini, terdapat 24 episode yang sudah dirilis di channel YouTube Kane Pixels. Episode pertama dirilis pada 7 Januari 2022 dan yang terbaru pada 12 Februari 2025.

Setelah merilis episode pertamanya dan langsung viral diperbincangkan di sosial media hingga mencetak puluhan juta penonton di YouTube, Kane Parsons didekati banyak rumah produksi film besar Hollywood untuk diadaptasi menjadi film layar lebar. Setelah proses negosiasi, A24 berhasil memenangkan hati Kane Parsons dan ia juga dipercaya untuk menyutradarai versi film layar lebarnya. Yang tak kalah menarik, film BACKROOMS (2026) menjadi karya debut film panjang pertama bagi Kane Parsons yang kini baru berusia 20 tahun! Gilaaa! Rekor pun berhasil dipecahkan olehnya sebagai sutradara termuda pertama yang mencapai posisi puncak box office Amerika Serikat dan membawa film BACKROOMS (2026) menjadi film terlaris yang pernah diproduksi oleh A24. Kita tunggu kehadirannya di bioskop Indonesia mulai 10 Juni 2026!

Monday, 1 June 2026

[Review] Fuze: Aksi Perampokan Bank Ditengah Proses Evakuasi Bom Yang Siap Meledak Kapan Saja!

 


#Description:
Title: Fuze (2026)
Casts: Aaron Taylor-Johnson, Theo James, Gugu Mbhata-Raw, Sam Worthington, Saffron Hocking, Elham Ehsas, Shaun Mason, Nabil Elouhabi, Alexander Arnold, Honor Swinton Byrne, Luke Mably
Director: David Mackenzie
Studio: Anton, Sigma Films, Sky Cinema, Saban Films, Roadside Attractions Films


#Synopsis:
Sebuah bom yang diduga peninggalan dari Perang Dunia II tak sengaja ditemukan dari galian konstruksi pembangunan yang ada di tengah kota wilayah Paddington. Pihak kontraktor langsung menghentikan semua aktivitas di sana dan langsung melapor ke pihak kepolisian.
Setelah menerima laporan tersebut, polisi dan militer yang dikomandoi oleh kepala komisaris yaitu Zuzanna Greenfield (Gugu Mbhata-Raw) langsung memasang garis polisi dan mengevakuasi semua warga yang lokasinya berjarak 500-800 meter dari lokasi ditemukannya bom ke Hyde Park. Zuzanna kemudian mengerahkan Mayor Will Tranter (Aaron Taylor-Johnson) dan pasukannya untuk menjinakkan bom tersebut. Sebelum memulai misinya, Zuzanna juga berkoordinasi dengan dinas setempat untuk memutus aliran listrik dan harus memastikan para anggota polisi sudah mensterilkan dan mengosongkan rumah, apartemen, toko dan bank agar tidak ada korban jiwa jika bom tersebut meledak.
Operasi penjinakkan bom pun dimulai. Saat mendekat dan menganalisa bom tersebut, Tranter dan timnya menemukan adanya pemicu waktu yang jika tidak segera dijinakkan akan meledak. Tranter kemudian menggunakan alat penghenti jam magnetik untuk menonaktifkan pengukur waktu dalam bom tersebut untuk sementara. Di sisi lain, timnya Tranter berusaha membangun dinding pembatas mengelilingi bom untuk meredam dan menahan ledakan.
Ditengah upaya menghentikan bom waktu yang bisa kapan saja meledak, terdapat empat orang yang bersembunyi dan tetap berdiam di apartemen mereka saat proses evakuasi berlangsung. Setelah situasi aman, seluruh penghuni apartemen dan warga sekitar dievakuasi, empat orang tersebut diam-diam turun ke basement dan melakukan pembobolan dinding apartemen untuk bisa masuk ke ruang brangkas Bank Al-Muraqabah yang posisinya tepat bersebelahan dengan apartemen. Aksi perampokan tersebut dipimpin oleh Karalis (Theo James) beserta tiga orang lainnya yaitu inisial X (Sam Worthington), Y (Shaun Mason) dan Z (Nabil Elouahabi). Mereka berempat sudah mempersiapkan aksi perampokan tersebut dengan sangat matang. Meskipun listrik dipadamkan selama proses evakuasi bom, Karalis dan anggotanya sudah membawa genset listrik untuk membobol dinding dengan alat yang sudah dipersiapkan. Selain itu, mereka juga menyamar sebagai petugas perbaikan pipa air apartemen agar tidak dicurigai warga sekitar dan polisi yang berjaga di sana.
Saat aksi pembobolan berjalan, sensor panas terdeteksi oleh drone milik polisi yang memantau wilayah dengan radius terdekat dari lokasi penemuan bom. Zuzanna kemudian memerintahkan Tranter dan timnya untuk menghentikan sementara operasi penjinakan bom dengan alasan pihak polisi akan menyisir kembali area yang terdeteksi panas di dekat lokasi. Karalis yang memantau situasi dari pinggir bank akhirnya ketahuan oleh dua polisi yang sedang menyisir. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Karalis dan ketiga rekannya langsung mengambil harta benda secepatnya apa yang bisa dimasukkan ke dalam kardus yang sudah dipersiapkan.
Di saat yang bersamaan, alat penghenti jam magnetik yang sedang dilakukan Tranter mengalami malfungsi. Hal tersebut mengaktifkan kembali waktu dan akhirnya terjadilah ledakan bom sebelum dinding pelindung selesai dibangun. Beruntung, ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Tranter beserta tim militernya selamat meskipun mengalami luka ringan. Sementara itu, Karalis dan ketiga rekannya berhasil terbebas dari kejaran polisi setelah berkali-kali mengelabui mereka. Semua harta benda kemudian dibawa ke sebuah rumah terpencil di pedesaan untuk transaksi dengan penadah sekaligs mafia kenalannya Karalis. Di sana ia malah mengkhianati ketiga rekannya dan menguncinya di gudang. Ketika diperiksa oleh mafia tersebut, rupanya berlian dan perhiasan yang sudah susah payah dirampok Karalis ternyata palsu. Karena ditipu Karalis, mafia tersebut langsung menyerangnya dan dibawa pergi oleh mereka. X dan Z berhasil meloloskan diri dari gudang dan bergegas pergi menyusul Karalis yang sudah membagikan lokasi secara langsung kepada mereka.
Setelah bom yang ditemukan meledak, tim militer menemukan kejanggalan. Hasil penelitian membuktikan jika bom yang meledak itu bukanlah senjata peninggalan Perang Dunia II. Setelah ditelusuri lebih mendalam, bom tersebut ternyata berasal dari militer angkatan darat Inggris. Selain itu, pihak polisi juga akhirnya menyadari adanya aksi perampokan bank di lokasi yang tak jauh dari lokasi penemuan bank. Zuzanna mengerahkan semua tim kepolisian untuk mengejar para pelaku yang sudah menjalankan misinya sangat mulus dan mengecoh mereka. Ketika menggeledah apartemen, pihak kepolisian mengarah pada satu orang keturunan Afghanistan yaitu Rahim (Elham Ehsas) yang ruang penyimpanan di basementnya digunakan oleh para perampok untuk membobol dinding dan brangkas bank. Kejutan apalagi yang akan ditemukan pihak kepolisian setelah ini?


#Review:
Sutradara asal Skotlandia yaitu David Mackenzie kembali hadir dengan karya action terbarunya yang berjudul FUZE (2026). Menariknya, film action ini mengusung tema criminal heist perampokan bank ditengah situasi penjinakan bom yang konon peninggalan Perang Dunia II. Hal tersebut menurutku cukup fresh untuk ukuran film action Hollywood yang selama ini identik dengan satu tema saja.


Untuk segi cerita, Ben Hopkins selaku writer dari film ini berhasil mengemas tema heist yang sangat cerdas dan bikin penasaran penonton. Sejak film dibuka, narasi soal penemuan bom waktu di area konstruksi, kemudian proses evakuasi warga sekitar dan penjinakkan dihadirkan dengan sangat detail sekaligus mendebarkan. Cerdiknya dapet banget! Intensitas ketegangan semakin meningkat ketika plot soal perampokan bank dimunculkan. Keduanya berjalan beriringan secara smooth dan melengkapi satu sama lain. Memasuki babak pertengahan, terutama setelah bom meledak, intensitas keseruan film mulai menurun karena cerita lebih fokus pada "ada pengkhianatan di dalam pengkhianatan" secara berlapis-lapis. Andai saja plot soal pengkhianatan tersebut dibuat sewajarnya saja pasti jauh reasonable. Background character dari ketiga anak buah Karalis serta mafia yang mengejarnya juga tidak dijelaskan dengan baik sehingga jika mereka dihilangkan pun tak jadi masalah. Cukup disayangkan aktor Sam Worthington tidak diberi jatah untuk eskplorasi karakternya. Plot twist tentang hubungan antara Tranter, Karalis dan Rahim memang mengejutkan sih. Benar-benar tersimpan rapi dan unpredictable dari awal film. Yang cukup disayangkan, penjelasan teknis mengenai bagaimana bom militer bisa berada di situs konstruksi terasa maksa dan tidak believable. Motivasi sabotase hanya karena dikhianati menurutku terlalu lemah. Andai saja konflik batin dari karakter Tranter dan Karalis dibuat lebih dramatis lagi ketimbang hanya "teman seperjuangan dan teman senasib" yang dijelaskan di akhir film pasti akan lebih memorable.
Untuk jajaran pemain, penampilan Aaron Taylor-Johnson memberikan performa yang kalem, dingin dan berusaha setenang mungkin. Ia berhasil memerankan sosok pahlawan militer yang dihormati, tetap santai, peduli namun memiliki sisi gelap yang sangat kalkulatif. Theo James berhasil membawakan karakter Karalis dengan aura yang dingin, licik, namun sangat mempesona. Di babak awal, ia menampilkan sosok kriminal yang profesional dan penuh perhitungan. Chemistry mereka berdua saat plot twist di-reveal juga surprisingly sangat solid dan lagi-lagi memikat penonton.
Overall, film FUZE (2026) masuk salah satu film action heist yang cerdik dan memukau. Ia menggunakan kiasan "bom waktu" tidak hanya secara harfiah, tetapi juga sebagai metafora bagi rencana besar para karakternya. kehadiran Aaron Taylor-Johnson dan Theo James tetap memberikan daya tarik visual yang sangat kuat bagi para penonton genre aksi.


[8/10Bintang]