Saturday, 29 August 2026

[Review] Operasi Pesta Copet: Mengikuti Cerita Kriminal Komplotan Pencopet di Acara Pestapora!

 


#Description:
Title: Operasi Pesta Copet (2026)
Casts: Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Kawai Labiba, Zulfa Maharani, Fauzan Lubis, Azizah Hanum, Ardit Erwandha, Kiki Narendra, Bukie B. Mansyur, Yeyen Lidya, Myesha Lin, Totos Rasiti, Rio Dumatubun, Martin Anugrah, Rhoma Irama
Director: Edy Khemod
Studio: Imajinari Pictures


#Synopsis:
Setelah terkena PHK, Ijal (Iqbaal Ramadhan) belum juga mendapatkan pekerjaan baru. Demi bertahan hidup dan membayar sewa kontrakan, ia terpaksa mengamen sebagai badut jalanan bersama sahabatnya, Adut (Kristo Immanuel). Meski sudah mengamen seharian, penghasilan Ijal masih jauh dari kata cukup. Setibanya di kontrakan, Ijal dikejutkan oleh kedatangan sang ibu (Yeyen Lidya) yang mendadak meminta bantuan untuk melunasi tagihan pinjaman online sebesar 13 juta rupiah. Ijal yang sebenarnya masih memendam sakit hati karena pernah ditinggalkan demi suami baru ibunya, kini harus menghadapi kenyataan pahit. Sang ibu kembali karena sudah bercerai, memboyong adik tirinya, Mila (Myesha Lin) dan menuntut bantuan untuk melunasi utangnya.
Di sisi lain, sepupu Ijal yang bernama Melodi (Kawai Labiba), anak dari Tante Meli (Damita Almira) datang meminta Ijal menemaninya menonton konser gratis. Awalnya Ijal menolak karena belum pernah menonton konser musik, tetapi ia akhirnya setuju setelah dijanjikan traktir makan. Di lokasi konser, melihat kerumunan penonton yang membludak, timbul niat Ijal untuk kembali mencopet. Aksi itu sebenarnya sudah lama ia dan Adut tinggalkan sejak teman mereka, Bang Silet (Fauzan Lubis), tertangkap warga dan masuk penjara. Saat konser berlangsung, Ijal sukses mencopet empat unit ponsel dan langsung menceritakannya kepada Adut. Tergiur oleh peluang besar tersebut, mereka sepakat untuk terus mengincar acara-acara konser musik berikutnya. Hasil dari mencopet itu rencananya akan Ijal dan Adut gunakan sebagai jalan pintas demi memutus rantai kemiskinan yang selama ini menjerat hidup mereka.
Melodi sempat kesal saat Ijal mendadak bertanya soal konser musik. Ia menyayangkan kenapa Ijal baru tertarik sekarang, padahal jika sejak dulu menyukai konser musik, Melodi tak perlu repot-repot menonton konser sendirian. Meski begitu, Melodi memberi tahu Ijal dan Adut tentang Pestapora, festival musik akbar yang akan digelar selama tiga hari berturut-turut pada September mendatang dan dihadiri ratusan ribu penonton. Melodi membocorkan potensi besar. Jika berhasil mencopet 100 ponsel per hari, mereka bisa meraup 300 ponsel bernilai sekitar 600 juta rupiah. Tergiur oleh angka yang sanggup merubah nasib mereka, Ijal dan Adut langsung menyusun rencana. Karena area festival sangat luas, Melodi menyarankan mereka untuk merekrut anggota tambahan. Adut pun mengusulkan Tia (Zulfa Maharani), mantan kekasih Ijal yang pernah ditangkap polisi akibat menjadi penadah hasil curian Ijal dan Bang Silet.
Setelah diyakinkan, Tia akhirnya bersedia bergabung dengan Ijal, Adut, dan Melodi. Demi kelancaran aksi mereka, Melodi memberikan pembekalan mengenai situasi konser hingga melatih gerakan joget agar mereka tampil meyakinkan di tengah kerumunan. Melodi juga mendorong mereka melakukan uji coba mencopet di beberapa acara musik sebelum konser Pestapora dimulai. Keuntungan dari aksi uji coba ini nantinya digunakan untuk membiayai tiket tiga hari Pestapora beserta seluruh atribut yang dibutuhkan.
Uji coba di tiga konser musik berjalan sukses. Ijal, Adut, Melodi, dan Tia berhasil mencopet puluhan ponsel dari para penonton. Keuntungan penjualan ponsel itu langsung digunakan untuk membeli tiket Pestapora, sementara sisanya dibagi rata. Ijal menyerahkan sebagian uangnya kepada sang ibu yang terus-menerus menagih uang, sedangkan Adut memakainya untuk membeli burger kesukaan dan obat sang ayah. Di sisi lain, Melodi memanfaatkan uang tersebut untuk memproduksi kaos sablon seragam mereka berempat, sementara Tia memberikan sebagian hasil bagiannya kepada sang ayah yang berjualan mie ayam.
Suksesnya aksi Ijal, Adut, Melodi, dan Tia mencopet puluhan ponsel menjadi perbincangan hangat di kalangan warga sekitar. Kabar tersebut rupanya sampai juga ke Bang Silet yang ternyata telah bebas dari penjara. Bang Silet mendatangi Ijal dan Adut untuk menawarkan diri bergabung. Ia berjanji jika bertambahnya personel akan melipatgandakan hasil curian mereka. Tanpa ragu, Ijal menyambut baik tawaran tersebut dan langsung mengajaknya masuk ke dalam tim untuk konser Pestapora. Keputusan sepihak Ijal ini memicu amarah Tia. Ia paham betul rekam jejak Bang Silet yang selalu lepas tangan dan mementingkan diri sendiri saat beraksi, seperti pengalaman pahit Tia dulu yang ditinggal sendirian hingga tertangkap warga di pasar. Namun karena Ijal sudah terlanjur memberi lampu hijau, Bang Silet resmi menjadi anggota baru yang siap beraksi bersama mereka di konser Pestapora.
Setelah persiapan matang, Ijal, Adut, Melodi, Tia, dan Bang Silet akhirnya melancarkan aksi di konser Pestapora. Pembagian tugas pun berjalan sesuai rencana. Ijal, Adut, Tia, dan Bang Silet berpencar ke berbagai panggung untuk mencopet ponsel dari para penonton. Sementara Melodi menyamar sebagai petugas kebersihan yang mengendalikan operasional penadahan dengan melempar hasil curian ke dalam tempat sampah dorongnya.
Hari pertama konser Pestapora dimulai dengan sukses besar. Namun, suasana diantara Ijal, Adut, Tia dan Bang Silet jadi tegang ketika Bang Silet memamerkan trik nekatnya mencopet menggunakan semprotan bubuk cabai. Metode agresif ini memang berhasil mengumpulkan banyak ponsel dalam waktu singkat. Hal tersebut membuat Ijal kegirangan. Namun sebaliknya, Tia sangat cemas karena cara berbahaya itu bisa memicu kecurigaan para penonton dan membongkar aksi mereka. Hari pertama di konser Pestapora, Ijal, Adut, Tia, Melodi dan Bang Silet berhasil mengumpulkan ratusan ponsel. Dampaknya, panitia Pestapora dibanjiri laporan kehilangan. Menanggapi situasi yang tak terkendali ini, Pak Iwan (Martin Anugrah) selaku perwakilan penyelenggara konser Pestapora langsung menerjunkan personel keamanan tambahan dari vendor milik Pak Toni (Kiki Narendra) untuk memperketat pengawasan di hari kedua dan ketiga. Bagaimana aksi Ijal dan yang lainnya di hari kedua dan ketiga konser Pestapora? Apakah akan berjalan mulus atau justru sebaliknya?


#Review:
Rumah produksi Imajinari Pictures semakin konsisten dan berpegang teguh pada prinsip untuk menghadirkan film dengan ide-ide fresh sekaligus original. Di bulan Agustus ini, Imajinari baru saja merilis film terbarunya berjudul OPERASI PESTA COPET (2026) yang menjadi debut bagi musisi Edy Khemod sebagai sutradara film layar lebar. Langkah Imajinari terasa semakin "nekat" karena di film ini mengangkat cerita tentang komplotan pencopet yang sering beraksi di berbagai acara musik.


Untuk segi cerita, film OPERASI PESTA COPET (2026) memang punya something new yang sangat menarik karena menggunakan perspektif dan sudut pandang cerita dari para pelaku kriminal. Kombinasi drama, musik dan aksi heist yang disajikan oleh Edy Khemod selaku sutradara sekaligus penulis cerita berhasil menjadi satu kesatuan cerita yang solid, lucu, entertaining sekaligus relevan dengan realita di kehidupan nyata orang-orang di bawah garis kemiskinan. Yang tak kalah menarik, film ini juga turut menyoroti rasa jengkel para akamsi dan kaum marginal terhadap kondisi rezim pemerintahan yang dirasa yang kaya semakin kaya raya, yang miskin semakin miskin. Film ini juga memperlihatkan kontras tajam antara dua realitas sosial. Di satu sisi ada ribuan anak muda yang bersuka ria merayakan musik, sementara di sisi lain ada sekelompok orang yang terdesak hingga harus mempertaruhkan kebebasan mereka demi melunasi utang keluarga dan bertahan hidup dari hari ke hari. Kritik sosial tersebut menurutku masih relevan dengan issue yang diangkat oleh film OPERASI PESTA COPET (2026) ini. 
Meskipun berhasil menyajikan hiburan yang segar dan energik, film ini tidak sepenuhnya tampil tanpa cela. Kelemahan paling krusial justru terasa di babak akhir. Keputusan untuk mengambil jalur "insyaf" bagi para karakternya seketika meruntuhkan sisi satir dan kritik sosial yang sudah digaungkan sejak awal cerita. Sangat disayangkan Edy Khemod memilih jalan aman ini. Padahal, jika komplotan ini biarkan tetap berada di jalur kriminal hingga akhir, dampak dan pesan filmnya tentu akan jauh lebih berkesan.
Berbekal pengalamannya sebagai musisi dan sudah berkecimpung di industri musik Indonesia sejak tahun 90-an, membuat Edy Khemod sangat lihai dalam menampilkan crowded dan euphoria Konser Musik Pestapora yang menjadi latar tempat untuk film ini. Rasanya aku baru pertama kali menonton film Indonesia non dokumenter yang memiliki latar cerita acara konser dan menggunakan acara konser sungguhan. Kemeriahan konser semakin terasa maksimal karena Edy Khemod menampilkan banyak sekali referensi musik-musik non-mainstream lintas genre yang bisa menjadi pengetahuan baru bagi para penonton. Aksi-aksi ikonik seperti Moshing, Wall of Death pun dengan gilanya bisa dimasukan ke dalam cerita film OPERASI PESTA COPET (2026) ini. Semua adegan di konser Pestapora sukses membuatku terpukau dengan engambil latar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat dengan membaur di antara ribuan penonton asli, pergerakan kamera terasa lincah dalam menangkap detail-detail aksi pencopetan di tengah himpitan kerumunanDitambah lagi editing yang ciamik serta efek-efek animasi stop motion saat transisi perpindahan semakin menunjukkan sisi kreativitas luar biasa dari sang sutradara dan juga Imajinari. 



Film Imajinari harus ditonton dua kali!

Untuk jajaran pemain, penampilan Iqbaal Ramadhan tampil semakin lepas dari personal branding-nya selama ini dalam membawakan karakter Ijal. Mulai dari gesture, dialog dan penampilannya sudah akamsi banget. Bromance relationship bersama pemeran Adut yaitu Kristo Immanuel juga menyuntikkan humor segar yang natural tanpa terasa dipaksakan. Kawai Labiba tampil mencuri perhatian yang memberikan kesegaran sebagai Melodi. Ia berhasil membawakan karakter yang tak hanya menjadi perencana taktis tapi punya jiwa Gen Z serta emosional yang memukau. Fauzan Lubis yang debut main film layar lebar berhasil menyuntikkan ketegangan yang mengerikan lewat karakter Bang Silet. Moment mengintimidasi karakter Ijal saat di kerumunan konser bikin merinding! Zulfa Maharani memberikan tampil solid sebagai Tia, mantan kekasih Ijal yang membawa luka dari masa lalu. Lewat ekspresi muka, perasaan dan gestur yang sangat hati-hati, Zulfa efektif menyampaikan rasa trauma dan ketidakpercayaan terhadap Bang Silet.
Overall, film OPERASI PESTA COPET (2026) tidak hanya sukses membuktikan kapasitas Edy Khemod sebagai sutradara yang peka terhadap ritme visual dan dinamika festival musik, tetapi juga menjadi panggung kolaborasi antara drama remaja pinggiran dan kualitas akting luar biasa dari empat aktor utama dalam film ini. Imajinari, you did it again and again!


[9/10Bintang]

Thursday, 27 August 2026

[Review] Paket Santet: Mengungkap Pelaku Pengirim Santet Mengerikan Lewat Kiriman Paket!

 


#Description:
Title: Paket Santet (2026)
Casts: Fatih Unru, Yasamin Jasem, Gabriella Eka Putri, Azela Putri, Fadly Faisal, Fiki Naki, Farandika, Vonny Anggraini, Aida Nurmala, Elly D. Luthan, Moh Iqbal Sulaiman, Adjie Nur Ahmad
Director: Dinna Jasanti
Studio: Base Entertainment, PK Films


#Synopsis:
Memasuki tahun ajaran baru, Deva (Fatih Unru) dan kelima temannya yaitu Bella (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Eka Putri), Ale (Fadly Faisal), Glen (Farandika), serta Firza (Fiki Naki) terpilih menjadi panitia orientasi mahasiswa baru di kampus. Berbagai persiapan dan rangkaian acara telah mereka susun, termasuk Jurit Malam yang paling dinantikan. Mereka sangat antusias dengan sesi ini karena bisa menakut-nakuti para mahasiswa baru, sekaligus melampiaskan kekesalan atas pengalaman serupa yang pernah mereka alami saat menjadi mahasiswa baru.
Meskipun sudah sepakat untuk tidak menggunakan kostum hantu, Glen melanggar janji tersebut. Ia diam-diam mengenakan kostum hantu dan berhasil menakuti seluruh mahasiswa baru, bahkan teman-temannya sendiri. Aksi sembunyi-sembunyi Glen ini menyulut kemarahan Bella dan Celia. Mereka khawatir perbuatan Glen justru akan memanggil energi negatif dan memicu berbagai kejadian misterius di kampus.
Usai bertugas sebagai panitia orientasi, Deva dan teman-temannya kembali ke rutinitas perkuliahan. Dinamika asmara pun mewarnai hubungan keenam sahabat ini. Glen diam-diam menyukai Bella, tetapi ragu melangkah karena Bella tampak lebih tertarik pada Ale. Sementara itu, kedekatan antara Celia dan Firza kian makin erat. Di luar kegiatan kampus, Deva mengelola bisnis laundry rumahan ibunya (Vonny Anggraini) bersama sang adik, Kiki (Azela Putri), yang berkuliah di kampus yang sama. Setiap pagi, Deva dan Kiki mengendarai mobil untuk mengantar jemput pakaian pelanggan sebelum pergi ke kampus. Tak lupa, Deva juga rutin menjemput Bella yang rumahnya searah.
Suatu hari, Kiki meminta izin meminjam mobil karena ingin pulang lebih awal untuk kerja kelompok. Meski sempat menolak, Deva akhirnya menyerahkan kunci mobil setelah diyakinkan oleh teman-temannya. Di tengah kesibukan kuliah, Deva mendadak menerima panggilan video call dari Kiki. Dengan wajah panik, Kiki memberi tahu jika paket yang ia terima tadi pagi terus bergerak sendiri di kursi belakang. Belum sempat Deva merespons, kecelakaan beruntun terjadi dan panggilan video call pun terputus. Setelah dievakuasi, Kiki dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri. Musibah ini mendatangkan penyesalan mendalam bagi Deva karena telah memberi izin adiknya itu mengendarai mobil sendirian. Bella dan teman-teman lainnya pun bergegas menyusul ke rumah sakit untuk mendampingi Deva dan ibunya.
Usai menjenguk Kiki, teman-teman Deva kembali ke tempat tinggal masing-masing. Firza mengantar Celia dan Glen karena mereka menyewa kamar di rusun yang sama. Setibanya di sana, Glen menemukan sebuah paket berlabel nama dan alamatnya. Ia merasa heran sebab sedang tidak membeli barang secara online. Celia lantas menyuruh Glen berhenti membeli benda-benda aneh, karena khawatir koleksi barang antik yang sudah banyak di kamarnya justru membawa energi buruk.
Keesokan harinya, sembari menunggu jemputan Firza untuk berangkat kuliah, Glen membuka paket tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah kotak kayu berukir lingkaran misterius. Begitu kotak itu terbuka, tubuh Glen mendadak bergetar hebat dan bola matanya berubah menghitam. Ketegangan itu baru terhenti dan membuat Glen tersadar saat Firza tiba di depan kamarnya. Sesampainya di kampus, Glen dan Firza mendatangi tempat photo copy dokumen untuk mencetak tugas. Saat sedang merapikan kertas, tubuh Glen mendadak bergetar. Ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh saat mencoba memperbaiki kabel mesin fotokopi yang bermasalah. Tubuhnya menyenggol lemari hingga pisau pemotong kertas terlepas, lalu menancap tepat di lehernya. Firza berteriak histeris menyaksikan sahabatnya tewas dengan cara yang mengenaskan.
Kematian tragis Glen memicu kecurigaan Celia. Ia teringat paket misterius yang diterima Glen sehari sebelumnya. Celia lantas mengkonfirmasi kembali kronologi kecelakaan Kiki kepada Deva. Begitu mengetahui bahwa Kiki juga menerima paket serupa sebelum musibah terjadi, Celia yang memiliki indera keenam makin yakin bahwa teror mengerikan ini bersumber dari paket-paket misterius tersebut. Belum usai duka atas kematian Glen, giliran Firza yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kost-nya. Di atas meja kamar, tergeletak sebuah kotak kayu berukir yang telah terbuka. Kotak tersebut sama persis dengan paket misterius yang sebelumnya diterima oleh Kiki dan Glen.
Celia mendesak Deva, Bella dan Ale untuk segera berkumpul. Ia berencana meminta bantuan neneknya (Elly D. Luthan) yang memiliki kemampuan supranatural untuk menerawang dan menangkal gangguan gaib. Apa yang sebenarnya tersimpan di balik kotak berukir tersebut? Siapa sosok misterius di balik pengiriman paket-paket maut ini?


#Review:
Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan premis segar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui film PAKET SANTET (2026) karya sutradara Dinna Jasanti. Di tengah maraknya horror bertema lokasi angker dan ritual pertumbalan, film ini justru mengambil celah yang relatable di era modern yaitu bahaya teror mistis yang dikirimkan secara anonim lewat benda mati yang tampak biasa, yaitu paket kiriman.


Aku berkesempatan hadir pada press conference dan screening film PAKET SANTET (2026) yang sukses digelar pada Selasa, 18 Agustus 2028 kemarin di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Dinna Jasanti mengaku senang akhirnya bisa debut menyutradarai film bergenre horror bersama dengan rumah produksi Base Entertainment. Produser Shanty Harmayn mengungkapkan, meskipun film ini bergenre horror, namun Dinna Jasanti tetap mempertahankan elemen dramanya yang sudah menjadi signature dari Dinna Jasanti.


Untuk segi cerita, ide tentang kiriman santet melalui paket ini memang terbilang fresh dan baru di industri genre horror Indonesia. Menariknya lagi, Dinna Jasanti memberikan dinamika cerita persahabatan anak kuliahan yang terdiri dari tujuh orang sekaligus. Meskipun awalnya terlihat seperti kebanyakan karakter, tapi di tangan Ambaridzki, Obe Karel dan Titien Wattimena selaku penulis cerita, ketujuh karakter tersebut punya peran dan pengaruh penting pada keseluruhan cerita. Elemen misteri dalam film ini juga terjaga dengan baik lewat teka-teki siapa pengirim paket santet yang unpredictable. Semua karakter punya alibi kuat yang tidak memungkinkan mereka pelakunya. Hal tersebut diperkuat juga dengan serangkaian kejadian horror para karakter yang dieksekusi cukup brutal dan mengerikan. Aku tak menyangka di debut horror nya ini, Dinna Jasanti langsung se-berani ini. Puncak keseruan film PAKET SANTET (2026) mencapai klimaksnya saat reveal siapa yang melakukan semua ini. Meskipun motivasinya menurutku cukup memaksakan karena hanya dijelaskan sekedar flashback saja, namun di sisi lain, keputusan tersebut jadi plot twist tersendiri terhadap dinamika persahabatan ketujuh karakter dalam film ini. Meskipun menawarkan konsep yang menarik, film PAKET SANTET (2026) masih memiliki kelemahan di beberapa titik cerita. Metode santet dengan media pengantar hewan tawon belum terjelaskan dengan maksimal pada main plot film ini. Drama cinta segitiga kurang dieskplor lebih mendalam, padahal hal ini bisa menjadi pemicu paling besar bagi pelaku pengirim paket santet.



Untuk jajaran pemain, keputusan Dinna Jasanti memilih ensemble cast aktor-aktor muda adalah hal yang tepat. Fatih Unru akhirnya mendapat kesempatan sebagai lead actor dalam film layar lebar tampil sangat believable sebagai karakter Deva. Aura protagonis dan green flag nya tidak dibuat-buat. Penampilan Gabriella Eka Putri sebagai karakter yang memiliki indera keenam juga tampil bagus dan sangat potensial untuk dikembangkan di kemudian hari. Apresiasi paling tinggi tentunya harus diberikan pada Yasamin Jasem. Kualitas aktingnya semakin mengesankan. Ekspresi dan setiap gesture nya bikin merinding dan membuatku terpukau. Saat adegan reveal dan babak akhir film, Yasamin Jasem tampil menggila dan totalitas maksimal! Sangat pantas jika ia dijuluki sebagai Princess of Horror Indonesia di era modern ini.
Untuk urusan visual, film PAKET SANTET (2026) tampil sangat berani menyajikan adegan-adegan kematian. Salah satu scene yang cukup membuatku ngilu, treatment nya mengingatkanku akan film-film FINAL DESTINATION hahaha! Scoring yang dihadirkan oleh Ofel Obaja juga berhasil meningkatkan intensitas ketegangan di setiap adegan dalam film ini.
Overall, film PAKET SANTET (2026) menjadi sebuah sajian horror thriller yang menegangkan dan penuh misteri. Kombinasi drama persahabatan dan kiriman santet lewat paket berhasil membuktikan bahwa ancaman paling mengerikan terkadang tidak datang dari tempat jauh, melainkan diantar langsung tepat di depan pintu rumah kita.


[8/10Bintang]

Thursday, 20 August 2026

[Review] Insidious Out Of The Further: Ancaman Baru Bagi Dunia Manusia Dari Para Iblis Di The Further

 


#Description:
Title: Insidious: Out of The Further (2026)
Casts: Amelia Eve, Island Austin, Laura Gordon, Brandon Perea, Lin Shaye, Maisie Richardson-Sellers, Charli Penton, Sam Spruell, Taylor Bogrand, Joseph Lopez
Director: Jacob Chase
Studio: Screen Gems, Stage 6 Films, BlumHouse Productions, Atomic Monster, Sony Pictures


#Synopsis:
Sejak remaja, Gemma (Charli Penton) sering melihat ibunya, Inggrid (Laura Gordon), berperilaku aneh. Meski dilanda ketakutan, Gemma berusaha tetap bersikap normal agar tidak memancing amarah sang ibu. Hingga suatu malam, Gemma mendengar teriakan ibunya memanggil namanya dari arah dapur. Saat menghampiri sumber suara, Gemma melihat ibunya sedang berbicara sendirian sambil menangis. Tak lama kemudian, sang ibu meminta Gemma untuk segera pergi sambil berlari membawa pisau menuju toilet. Gemma yang ketakutan langsung menyusul. Saat masuk ke toilet, ia harus menyaksikan ibunya tewas mengenaskan dalam kondisi seperti kerasukan.


Dua puluh tahun berlalu, Gemma (Amelia Eve) kini telah dewasa dan memiliki seorang anak perempuan bernama Maya (Island Austin). Mereka berdua masih tinggal di rumah warisan mendiang ibunya. Gemma, yang kini berprofesi sebagai dokter gigi, tidak mau pindah atau menjual rumah tersebut karena menyimpan banyak kenangan indah bersama keluarga. Bahkan, seluruh barang peninggalan sang ibu serta barang-barang masa kecil Gemma masih tersimpan rapi di gudang.
Suatu hari, saat Gemma hendak mengantarkan Maya ke sekolah, mereka melihat tiga orang lansia berjalan di seberang rumah. Gemma merasa asing dengan keberadaan mereka, sebab selama puluhan tahun menetap di sana, ia tidak pernah memiliki tetangga lansia seperti itu. Setelah mengantarkan Maya ke sekolah, Gemma pergi ke klinik tempatnya bekerja. Hari itu, seluruh aktivitasnya berjalan lancar dengan seperti biasanya. Namun, sesampainya di rumah, Gemma mulai merasakan kejanggalan. Ia kerap melihat bayangan aneh dan mendengar suara-suara misterius di dalam rumah. Tak hanya itu saja, Gemma juga mengalami mimpi buruk. Dalam tidurnya, berbagai sosok hantu mengerikan bergentayangan di rumahnya sendiri.


Keesokan harinya, sebuah insiden tak terduga terjadi di klinik tempat Gemma bekerja. Gemma kedatangan seorang pasien bernama Lester (Joseph Lopez), pria lansia yang sebelumnya sering mondar-mandir di seberang rumahnya. Saat hendak memeriksa rongga mulut Lester, Gemma melihat penampakan janggal yang begitu mengejutkan hingga membuatnya jatuh dan tak sadarkan diri. Ketika Gemma berusaha bangkit dan tersadar, suasana klinik mendadak gelap gulita serta dipenuhi sosok hantu-hantu yang identik dengan yang kerap hadir di dalam mimpinya. Gemma kemudian menceritakan kejadian mengerikan itu kepada kekasihnya yang berprofesi sebagai petugas polisi yaitu Nick (Brandon Perea). Sejak lama, Nick sudah menyarankan agar Gemma segera pindah atau menjual rumah tersebut demi keselamatan dirinya dan juga Maya. Namun, Gemma selalu menolak karena enggan kehilangan kenangan manis bersama mendiang ibunya. Untuk memastikan keselamatan Gemma dan Maya, Nick pun menawarkan diri untuk menginap dan menemani mereka di sana.


Tengah malam, Gemma terbangun dan terkejut melihat jiwanya terlepas dari raga. Seketika isi rumah menjadi gelap gulita diiringi bisikan-bisikan mengerikan. Gemma berjalan menyusuri kegelapan sambil meminta pertolongan. Tak lama kemudian, ia bertemu dengan seorang wanita tua dengan lenteranya yang memberikan sebuah buku petunjuk, lalu memintanya mendatangi alamat yang tertera di sana. Begitu terbangun dari pengalaman gaib tersebut, Gemma terkejut karena buku itu benar-benar terbawa ke dunia nyata. Sebelum pergi ke alamat yang dituju, Gemma meminta Nick untuk menjaga Maya.
Setelah menempuh perjalanan jauh, Gemma tiba di sebuah toko tato dan bertemu dengan sang pemilik, Clare (Maisie Richardson-Sellers). Kedatangan Gemma rupanya telah diprediksi oleh Clare berkat pesan dari arwah Elise Rainier (Lin Shaye) di The Further. Clare kemudian melakukan Astral Projection untuk berkomunikasi dengan Elise. Tak lama, roh Elise merasuki tubuh Clare dan mengungkap rahasia dari seluruh kejadian mistis yang selama ini dialami Gemma.


Elise menjelaskan bahwa setelah kematiannya 11 tahun lalu, ia memilih menetap di The Further untuk menahan para iblis yang berusaha menembus dunia manusia melalui The Red Door. Pintu-pintu merah misterius tersebut tersebar di seluruh dunia dan terhubung dengan orang-orang yang memiliki indra keenam. Rupanya, Gemma dan mendiang ibunya mewarisi kemampuan spiritual yang sama dengan Elise. Sosok iblis yang selama ini mengusik keluarga Gemma merupakan arwah dari Cyrus Lam (Sam Spruell), seorang pemimpin sekte sesat. Semasa hidupnya, Cyrus dan para pengikutnya mempelajari Astral Projection. Kemampuan tersebut ternyata masih dapat mereka gunakan setelah kematian dengan cara memanfaatkan orang-orang yang memiliki indera keenam. Cyrus telah berhasil membangkitkan tiga arwah dari The Further dengan memanfaatkan Inggrid, ibu Gemma. Ketiga arwah itu kini berwujud lansia yang sering berkeliaran di depan rumahnya Gemma. Setelah Inggrid tewas karena menolak terus dimanfaatkan, Cyrus mengalihkan targetnya kepada Gemma sebagai pengganti Inggrid. Langkah ini ia lakukan demi menepati janjinya pada para iblis di The Further untuk kembali dan menguasai dunia manusia.
Setelah bertemu dan berbincang dengan Gemma, Elise menyadari jika Gemma memiliki keahlian langka yang melebihi indra keenam biasa, yaitu sebuah kemampuan spiritual yang sangat diincar oleh Cyrus. Garis keturunan keluarga Gemma ternyata miliki kemampuan sebagai Carrier, sebuah kekuatan yang mampu memindahkan entitas gaib secara masif dari The Further ke dunia nyata maupun sebaliknya. Mengetahui bahaya yang mengancam, Elise menyusun rencana bersama Gemma, Clare, dan Nick untuk memancing Cyrus beserta ketiga arwah pengikutnya yang sudah berada di dunia manusia, lalu mengembalikan mereka secepatnya ke The Further. Akankah mereka berhasil menghentikan rencana jahat Cyrus sebelum The Red Door terbuka sepenuhnya?


#Review:
Sebagai jilid keenam dari franchise horror box office hit karya James Wan dan Leigh Whannell, film INSIDIOUS: OUT OF THE FURTHER (2026) mengambil langkah berani dengan menggeser fokus utama dari dinamika trauma keluarga Lambert menuju babak baru yang ruang lingkupnya jauh lebih besar. Disutradarai oleh Jacob Chase, film ini memperkenalkan konsep baru di dunia Insidious yaitu Courier melalui karakter Gemma. Sebuah ide segar di mana batas antara dunia nyata dan The Further tidak lagi sekadar pintu warna merah satu arah, melainkan akses dua arah yang memungkinkan entitas gaib dibawa keluar ke dunia manusia.


Untuk segi cerita, paruh pertama berhasil membangun suasana ketakutan dan parental anxiety yang sangat personal. Kisah tentang ibu tunggal yang rapuh tapi protektif, menopang beban emosional narasi ketika teror gaib mulai melunturkan akal sehat dari seorang ibu yang diperankan secara estafet dari karakter Inggrid kemudian Gemma. Pengarahan visual Jacob Chase di awal cerita berhasil menciptakan serangkaian adegan jump scare yang cerdik dan entertaining. Chase mengeksploitasi ruang-ruang familiar seperti rumah-rumahan dengan menggunakan selimut dan kursi sofa yang menjadi wahana jump scared paling jenius dalam film ini. Kemudian ruang praktik dokter gigi, hingga perilaku tiga orang lansia misterius di seberang jalan berhasil menciptakan ketakutan para karakter secara perlahan. Saat memasuki paruh kedua film, intensitas dan tempo cerita mengalami penurunan yang cukup drastis. Menurutku hal tersebut disebabkan karena narasi film terlalu sibuk menumpuk eksposisi mitologi asal-usul si iblis Cyrus dan menjelaskan aturan-aturan baru The Further yang sebelumnya tidak kita temukan di lima film INSIDIOUS sebelumnya. Eksekusinya pun terasa cukup dipaksakan, mana treatment kehadiran karakter Elise dibuat seperti sosok superhero di The Further. Saat memasuki babak akhir film, eksekusi ritual Astral Projection dan invasi fisik para entitas gaib terjadi bersamaan, film ini berhasil menciptakan kekacauan yang intens dan juga menghibur. Kemunculan setan-setan iconic dari lima judul sebelumnya sukses menciptakan rasa nostalgia sekaligus seram secara bersamaan.


Overall, film INSIDOUS: OUT OF THE FURTHER (2026) hadir sebagai sebuah sekuel yang aman dan cukup entertaining berkat perluasan lore tentang The Further nya saja. Sedikit lebih baik dari dua film Insidious yang kemarin dirilis namun belum berhasil melampaui standar superior dari dua film pertamanya. Harapanku untuk melihat franchise ini berakhir sepertinya mustahil lantaran kuatnya branding Insidious dan juga para produsernya yang selalu mendapat keuntungan besar di setiap filmnya haha.


[7.5/10Bintang]

Tuesday, 18 August 2026

[Review] Ayah, Aku Mau Cerita: Cerita Intens Adu Kecerdasan Melawan Hukum Demi Melindungi Keluarga!

 


#Description:
Title: Ayah, Aku Mau Cerita (2026)
Casts: Vino G. Bastian, Marsha Timothy, Niken Anjani, Ziva Magnolya, Queen Lubis, Gunawan, Rizky Hanggono, Faris Fadjar, Bima Azriel, Sadana Agung, Pritt Timothy, Norman Akyuwen
Director: Danial Rifki
Studio: Falcon Pictures


#Synopsis:
Andi Budiman (Vino G. Bastian) adalah seorang pengusaha layar tancap di Desa Banaran yang sangat mencintai dunia film. Namun sayang, seiring pesatnya kemajuan teknologi, bioskop keliling ini semakin sepi peminat. Kendati demikian, Andi tetap gigih mempertahankan usahanya. Ia bahkan terus menambah koleksi roll film di kantor kecilnya setiap bulan. Untuk mengelola operasional sekaligus merawat koleksinya, Andi dibantu oleh satu karyawannya yaitu Yusuf (Sadana Agung).



Selain sebagai pengusaha layar tancap, Andi juga adalah kepala keluarga yang hangat bagi istrinya, Marini (Niken Anjani), serta kedua putri mereka, Aisyah (Ziva Magnolya) dan Dita (Queen Lubis). Meski hidup sederhana, keluarga mereka hidup dengan tenang, penuh suka cita dan harmonis. Marini fokus mengurus rumah tangga, sementara Aisyah yang duduk di bangku SMA tumbuh menjadi remaja pendiam, cerdas dan memiliki bakat menari.
Suatu hari, sekolah menggelar pentas seni di Candi Prambanan. Aisyah dan teman-temannya mendapat kesempatan menampilkan tarian daerah di sana. Usai pertunjukan, Aisyah dan sahabatnya, Sabrina (Nazhira Rizka), dihampiri oleh dua kakak kelas mereka, Indra Wiguna (Faris Fadjar) dan Fajar (Bima Azriel). Indra yang berniat berkenalan langsung ditolak oleh Aisyah karena ingin fokus belajar. Penolakan itu menyulut kejengkelan Indra yang tidak pernah ditolak sebelumnya. Tak berhenti di situ, saat Aisyah dan Sabrina menunggu bus sekolah untuk pulang, Indra kembali datang menawarkan tumpangan. Aisyah menolaknya lagi karena melihat mobil ayahnya datang memberi kejutan untuk menjemput. Dua penolakan berturut-turut yang disertai ledekan Fajar membuat Indra makin murka dan berambisi menaklukan Aisyah.


Waktu berlalu hingga pada suatu akhir pekan saat berjalan pulang dari pasar, Aisyah berpapasan dengan mobil Indra. Indra turun dan menunjukkan rekaman video Aisyah yang sedang mandi di toilet sekolah. Ia mengancam akan menyebarkan video tersebut jika Aisyah menolak menemuinya saat malam hari di belakang rumah. Peristiwa itu membuat Aisyah sangat terguncang. Ia mendadak mengurung diri, enggan berbicara dengan siapa pun, hingga kondisi kesehatannya menurun. Takut rahasianya terbongkar, Aisyah akhirnya menuruti kemauan Indra. Di tengah hujan lebat, mereka berjanji bertemu di gudang belakang rumah. Saat mereka berdua melangkah masuk ke dalam gudang yang gelap, lampu mendadak menyala. Ibu Marini rupanya sudah berdiri di sana, menuntut penjelasan atas ancaman tersebut. Bukannya takut, Indra justru memutar video itu dan mengancam akan menyebarkannya karena menganggap Aisyah telah ingkar janji. Ibu Marini langsung memohon pada Indra untuk tidak melakukan hal tersebut demi masa depan putrinya dan bersedia melakukan apa saja. Namun, Indra justru mengajukan syarat keji. Ibu Marini harus menyerahkan Aisyah padanya. Seketika emosi Marini meledak hingga memicu perkelahian fisik. Dalam kondisi panik dan ketakutan, Aisyah berusaha menolong ibunya lalu merusak ponsel Indra. Ia mengayunkan sebilah kayu dan memukul kepala Indra terlalu keras. Indra langsung terjatuh dan tak sadarkan diri dengan pendarahan hebat di bagian kepala. Saat Ibu Marini memeriksa denyut nadinya, Indra sudah tewas.
Ibu Marini dan Aisyah itu dilanda kepanikan luar biasa. Di tengah derasnya hujan, Ibu Marini menyuruh Aisyah membantu memasukkan jasad Indra ke dalam karung, menyeretnya ke lubang galian pupuk kompos di halaman rumah, lalu menguburnya di sana. Setelah itu, Ibu Marini bergegas membersihkan gudang untuk menghapus seluruh jejak kejahatan tersebut. Keesokan harinya, Pak Andi pulang ke rumah. Ia merasa janggal melihat banyak jejak kaki berlumpur di teras serta lampu luar rumah yang masih menyala. Saat melangkah masuk, langkahnya terhenti ketika mendapati istri dan kedua putrinya duduk membisu sambil menahan tangis. Ibu Marini kemudian menjelaskan apa yang terjadi tadi malam pada sang suami. Pak Andi sangat sedih dan emosinya tersulut atas apa yang dilakukan Indra pada istri dan anak perempuannya itu. Mereka kemudian menuju gudang dan menceritakan kembali apa yang terjadi di sana. Pak Andi berusaha menenangkan Ibu Marini, Aisyah dan Dita. Ia berjanji akan membereskan semuanya.


Setelah membereskan gudang, Pak Andi harus secepat mungkin menemukan mobil milik Indra yang pastinya masih terparkir di sekitaran rumah atau kampung mereka. Setelah berjalan berkeliling kampung, Indra akhirnya menemukan mobil berwarna merah tersebut. Namun sayang, Gatot (Rizky Hanggono) polisi yang sedang berada di salah satu rumah warga tak sengaja melihat Indra mengendarai mobil tersebut dari kejauhan. Gatot pun menaruh curiga, karena melihat Indra tidak mengendarai mobilnya sendiri. Dalam perjalanan untuk menghilangkan mobil tersebut, Pak Andi juga membeli ponsel bekas dan kartu SIM milik Indra diaktifkan kembali. Ia kemudian membuang ponsel tersebut ke truk sampah secara diam-diam. Setelah berkeliling mencari tempat yang dirasa aman, Pak Andi memutuskan untuk menenggelamkan mobil milik Indra di kawasan pertambangan batu andesit di wilayah Cadas. Setelah semuanya selesai, Pak Andi pulang ke rumah.



Setibanya di rumah, rasa cemas kembali menghantui seluruh anggota keluarga. Ketakutan Ibu Marini kian menjadi setelah mengetahui bahwa Indra ternyata putra dari Kapolda Iriana Prameswari (Marsha Timothy). Kendati demikian, Pak Andi meminta istri dan kedua anaknya untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa seluruh jejak yang ditinggalkan Indra telah dihilangkan sepenuhnya. Sadar bahwa pihak kepolisian cepat atau lambat akan mengetuk pintu rumah mereka, Pak Andi menyusun rencana matang. Ia merancang alibi yang tak terbantahkan bersama anak dan istrinya dengan melakukan rekayasa perjalanan ke Solo untuk menghadiri acara dakwah sekaligus berlibur.



Di sisi lain, Ibu Iriana dan suaminya, Pak Sandi (Gunawan Sudrajat), mulai curiga lantaran Indra tak kunjung memberi kabar selama berhari-hari. Dugaan awal bahwa Indra menginap di rumah temannya patah seketika saat Fajar mengungkapkan bahwa Indra tidak pernah datang dan tidak terlihat di sekolah. Tak tinggal diam, Ibu Iriana mengerahkan tim cybercrime kepolisian untuk melacak keberadaan Indra melalui sinyal ponselnya. Hasil penelusuran menunjukkan riwayat yang janggal. Pada malam 8 Agustus, Indra terdeteksi mendatangi Desa Banaran sebelum ponselnya mendadak mati. Lalu, pada 9 Agustus, ponsel tersebut kembali aktif dan bergerak dari Salatiga menuju Yogyakarta, Klaten, Madiun, hingga berakhir di Surabaya. Naluri Ibu Iriana bergejolak. Ia tahu betul putranya tidak pernah bepergian ke luar kota sendirian membawa mobil. Diyakini ada hal buruk yang terjadi, Ibu Iriana segera mengutus tim penyidik ke Desa Banaran untuk mengumpulkan saksi dan mengurai misteri hilangnya sang putra. Akankah rahasia kelam yang disembunyikan keluarga Pak Andi akhirnya terkuak?


#Review:
Rumah produksi Falcon Pictures hadir (kembali) dengan project film adaptasi terbarunya di tahun ini. Film yang di-remake kali ini berasal dari box office hit Bollywood yaitu film DRISHYAM (2015). Sebagai adaptasi resmi dari film misteri-thriller legendaris India, film AYAH, AKU MAU CERITA (2026) berhasil memindahkan premis dan ide cerita aslinya ke dalam konteks sosial dan budaya Indonesia dengan sangat smooth. Sutradara Danial Rifki mampu merajut narasi tentang sebuah keluarga sederhana yang mendadak terseret ke dalam skenario kriminal paling mengerikan demi melindungi anak mereka. Fokus film tidak sekadar berpusat pada penutupan jejak kejahatan, melainkan pada ikatan emosional dan dinamika ketakutan yang terus membayangi setiap karakter di setiap langkah yang mereka ambil.


Untuk segi cerita, film yang berdurasi hampir 3 jam ini sangat leluasa mengeskplorasi secara detail journey keluarga Pak Andi yang awalnya terlihat sebagai keluarga bahagia dan harmonis, mendadak terlibat dalam kejadian kriminal yang tidak disengaja. Konteks aksi kriminal yang mereka lakukan tersebut murni hanya membela diri dari ancaman berbahaya serta aksi pelecehan seksual. Kelebihan utama film ini terletak pada penulisan alur dan perancangan alibi yang begitu rapi, solid, serta penuh ide-ide yang cerdas. Ketegangan dibangun secara slow burn, mengajak penonton ikut merasakan kepanikan keluarga Pak Andi ketika berhadapan dengan institusi kepolisian yang memiliki akses teknologi tinggi. Menariknya lagi, film AYAH, AKU MAU CERITA (2026) berhasil menyoroti berbagai issue sosial yang sangat relevan dengan situasi di negeri ini. Perilaku memandang sebelah mata orang yang tidak memiliki latar pendidikan, meremehkan warga desa hingga aksi kekerasan dan hinaan pihak kepolisian yang diluar batas sering sekali kita temukan akhir-akhir ini. Lebih lanjut, plot utama dari film juga menampilkan adu kecerdasan logika antara rencana alibi yang dirancang Pak Andi dengan proses penyelidikan kepolisian. Berbekal kecintaannya terhadap film, Pak Andi berhasil merancang alibi dengan sempurna dan juga rapi. Selain itu, penonton diajak melihat bagaimana kebiasaan kecil dan ingatan kolektif masyarakat dimanipulasi secara cerdas untuk membentuk alibi buatan yang sangat kuat. Plot cerita ini tidak hanya menguji sejauh mana sebuah keluarga bisa menyembunyikan kebohongan, tetapi juga terus memainkan moralitas tentang batas tipis antara tindakan kriminal dan naluri melindungi keluarga dari seorang kepala keluarga.
Sebagai sutradara sekaligus penulis, Danial Rifki juga berhasil memberikan warna baru yang rasanya Indonesia banget pada film ini melalui alasan alibi yang dilakukan oleh keluarga Pak Andi. Meskipun demikian, film AYAH, AKU MAU CERITA (2026) ini punya beberapa kekurangan kecil. Bagi penonton yang sudah pernah menonton film DRISHYAM (2015), kejutan-kejutan plot twist jadi mudah ditebak karena alur dasarnya yang masih sangat setia pada materi asli. Jadi, saranku sebaiknya jangan menonton dulu versi India atau versi negara lain agar bisa menikmati setiap kejutan yang tersaji dalam film ini. Selain itu, durasi panjang nyaris 3 jam ini menurutku jadi boomerang tersendiri. Di beberapa bagian terutama di paruh awal terlalu slow-burn karena menampilkan rutinitas dan keharmonisan sebuah keluarga serta interaksi keluarga Pak Andi dengan para tetangga saja.


Untuk jajaran pemain, penampilan para aktor dari film AYAH, AKU MAU CERITA (2026) patut diacungi jempol. Vino G. Bastian tampil sangat brilliant menggambarkan sosok Pak Andi yang tenang di luar, tetapi menyimpan beban emosional luar biasa demi melindungi keluarganya. Kontras dengannya, sang istri di kehidupan nyata yaitu yaitu Marsha Timothy sebagai Kapolda Iriana berhasil menghadirkan aura intimidatif yang dingin serta punya insting kuat namun turut kepedihan mendalam seorang ibu yang kehilangan anaknya. Ziva Magnolya berhasil membuktikan kapasitas beraktingnya yang semakin matang dan berkualitas. Karakter Aisyah menuntut transformasi emosi yang sangat ekstrem berawal dari gadis remaja yang ceria, pintar, dan berprestasi, lalu mendadak bertransformasi menjadi sosok yang menyimpan trauma berat dan memikul beban rasa salah sangat besar. Ziva mengeksekusi transisi ini dengan sangat meyakinkan. Ekspresi ketakutan, rasa sedih dan paniknya berhasil tersampaikan secara maksimal pada penonton di bioskop. Queen Lubis yang memerankan Dita, adik dari Aisyah, memberikan performa yang tidak kalah mencuri perhatian. Menghidupkan karakter anak bungsu yang masih polos di tengah konflik keluarga bukanlah tugas yang mudah. Queen Lubis berhasil membawakannya dengan sangat natural. Daya tarik akting Queen Lubus terlihat jelas ketika adegan-adegan interogasi dan tekanan dari pihak kepolisian. Ia mampu memperlihatkan kepolosan seorang anak kecil yang bingung dan takut sekaligus menunjukkan kepatuhan anak kepada ayahnya saat memegang teguh alibi yang telah diajarkan. Penampilan Rizky Hanggono yang berperan sebagai polisi menyebalkan pun berhasil menggiring penonton untuk membenci karakternya.
Overall, film AYAH, AKU MAU CERITA (2026) merupakan sebuah sajian drama thriller kriminal keluarga yang menegangkan sekaligus sukses menguras emosi penonton. Film ini berhasil melampaui ekspektasi sebuah project remake dengan tidak sekadar meniru dan copy paste, melainkan memberikan jiwa lokal yang sangat kuat juga. Sebuah pembuktian bahwa kisah tentang kasih sayang orang tua yang berjuang melampaui batas moral demi melindungi buah hatinya akan selalu menjadi narasi yang sangat mengesankan bagi penonton. Easily one of the best adaptation from Falcon Pictures so far!


[9/10Bintang]

Saturday, 8 August 2026

[Review] The Invisible Guest: Mengungkap Aksi Kriminal Penuh Kejutan Berlapis!

 


#Description:
Title: The Invisible Guest (2026)
Casts: Reza Rahadian, Mawar Eva De Jongh, Arifin Putra, Putri Ayudya, Willem Bevers, Gusti Rayhan, Whani Darmawan, Vonny Anggraini, Rania Putrisari, Jeremy Thomas, Haydar Salishz
Director: Danial Rifki
Studio: Falcon Pictures, HBO Max


#Synopsis:
Masa depan karier dan rumah tangga Mawar Yustisia (Mawar De Jongh), seorang pemilik perusahaan start-up ternama di Indonesia, kini berada di ujung tanduk. Statusnya sebagai tahanan kota dan ancaman menjadi tersangka atas tewasnya sang selingkuhan, seorang fotografer bernama Yoshi (Arifin Putra), siap menghancurkan seluruh kehidupannya. Mawar sangat yakin jika ia dan Yoshi dijebak oleh seseorang ketika keduanya diminta untuk datang ke salah satu kamar di sebuah hotel yang ada di wilayah Lembang, Jawa Barat.
Selama menjadi tahanan kota, Mawar meminta bantuan pengacara langganannya, Ibu Widyawati Kusuma (Vonny Anggraini). Namun, karena sedang berada di luar kota, Ibu Widyawati mengutus rekannya, Pak Reza Atmaja (Reza Rahadian), untuk menggantikannya sementara. Ia menjamin Pak Reza mampu membebaskan Mawar dari jeratan hukum di persidangan nanti, lalu mengabarkan jika Pak Reza diperkirakan tiba di hotel pada malam hari.
Di luar dugaan, Pak Reza justru sudah tiba sejak sore hari dan langsung menemui Mawar di kamarnya. Sesi wawancara pun dimulai. Pak Reza memberi tahu jika pihak kepolisian baru saja menemukan saksi kunci yang berpotensi memberatkan posisi Mawar. Namun sayang, saksi tersebut masih dirahasiakan identitasnya. Ia memberikan waktu dua jam untuk menyusun strategi baru demi mematahkan kesaksian tersebut. Pak Reza pun mendesak Mawar untuk menceritakan ulang kronologi kejadian secara jujur dan detail, sebab pengakuan Mawar sebelumnya kepada Ibu Widyawati dinilai masih penuh kejanggalan dan justru berisiko memperberat tuntutan jaksa di pengadilan.
Mawar kemudian membeberkan kronologi kejadian yang menimpanya dan Yoshi. Setelah berbulan-bulan berpisah demi kebaikan bersama, mereka mendapat ancaman pemerasan lewat telepon. Sang pemeras yang tampaknya mengetahui rahasia perselingkuhan mereka, meminta Mawar dan Yoshi datang ke sebuah kamar hotel di kawasan Lembang dengan membawa uang tunai satu miliar rupiah. Setelah dua jam menunggu di kamar tersebut, Mawar menerima pesan asing, tetapi anehnya dikirim menggunakan nomor ponsel milik Yoshi. Merasa ada yang tidak beres, mereka bergegas kabur dari sana. Namun naas, Mawar mendadak diserang dari belakang hingga terjatuh dan pingsan. Saat tersadar dengan luka di bagian pelipis kepala, Mawar beranjak mencari bantuan. Langkahnya terhenti saat di depan kamar mandi. Ia histeris melihat Yoshi tergeletak tak bernyawa dengan kepala bersimbah darah disertai lembaran uang yang berserakan. Tak berselang lama, polisi dan pihak hotel mendobrak pintu kamar. Mawar yang masih syok dan menangis histeris langsung diamankan untuk dimintai keterangan. Hasil investigasi dan olah TKP mengungkap fakta mengejutkan. Tidak ada indikasi orang luar masuk atau keluar kamar. Seluruh akses ruangan termasuk jendela terkunci rapat dari dalam. Polisi pun menduga Mawar sebagai pelaku tunggal. Mawar membantah tuduhan tersebut dan mengaku sebagai korban yang dijebak, tetapi ia tidak dapat mengingat apa pun akibat benturan keras yang membuatnya tak sadarkan diri. Mawar sangat yakin jika ada orang lain selain dirinya dan Yoshi di dalam kamar tersebut. Namun pembelaan tersebut dibantah Pak Reza. Rekaman CCTV hotel membuktikan dalam rentang waktu Mawar dan Yoshi berada di hotel lalu kemudian menuju kamar, tidak ada orang lain selain mereka berdua. Mawar tetap dengan keyakinannya jika dirinya memang dijebak oleh seseorang yang ingin menghancurkan karier dan keluarganya. Berbagai spekulasi terus bermunculan di sosial media yang menduga jika Mawar sengaja membunuh Yoshi agar perselingkuhan mereka tidak muncul ke permukaan. Namun di sisi lain, Pak Reza menemukan fakta perihal kesaksian Mawar pada pihak kepolisian yang mengaku jika ia tidak memiliki musuh yang bisa dicurigai sebagai tersangka.
Pak Reza kemudian menanyakan keterkaitan saksi baru tersebut dengan kematian seorang pemuda bernama Dito Prakoso (Gusti Rayhan), yang jasadnya belum ditemukan hingga kini. Kasus tersebut berpotensi menjadi ancaman besar bagi Mawar. Ia menegaskan agar Mawar tidak menyembunyikan apa pun jika ingin dibantu sepenuhnya. Mawar akhirnya mengaku dan menceritakan peristiwa tiga bulan lalu. Kala itu, Mawar dan Yoshi menghabiskan akhir pekan di sebuah glamping mewah kawasan Kawah Putih, Ciwidey. Saat hendak kembali ke Jakarta, Mawar menerima telepon dari suaminya, Aditya (Edo Borne), dan putri kecil mereka. Panggilan itu memicu rasa bersalah yang mendalam pada diri Mawar atas perselingkuhannya dengan Yoshi. Di tengah perjalanan, Mawar mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungannya dengan Yoshi.
Di saat bersamaan, seekor rusa tiba-tiba melintas di tengah jalan. Mawar yang terkejut hilang kendali, membanting setir dan menyerempet mobil di jalur sebelah. Mawar dan Yoshi selamat, tetapi mobil lawan menabrak pembatas jalan hingga kacanya hancur. Saat diperiksa, si pengemudi tak sadarkan diri dengan kepala berdarah. Ketika dicek oleh Yoshi, pengemudi tersebut tidak mengenakan sabuk pengaman dan diduga berkendara sambil memainkan ponsel. Dilanda panik, Mawar hendak menghubungi polisi, namun Yoshi melarangnya. Yoshi beralasan bahwa kecelakaan itu bukan kesalahan mereka, melainkan akibat rusa yang melintas serta kelalaian pengemudi itu sendiri. Saat hendak melarikan diri, Yoshi melihat sebuah mobil mendekat dari arah bawah. Ia pun dengan cepat menyusun siasat: berpura-pura menjadi korban kecelakaan yang menuntut ganti rugi pada Mawar. Yoshi bergegas mengambil barang berharga dan ponsel milik korban dari dalam mobil, lalu menyembunyikan jasadnya agar tak terlihat dari luar. Mobil yang melintas itu rupanya dikendarai oleh Pak Jagawana (Whani Darmawan), seorang petugas penangkaran rusa Ranca Upas. Setelah mengingatkan mereka untuk berhati-hati karena adanya kawasan habitat rusa, ia pun berlalu.
Demi menghilangkan jejak, Yoshi berencana menenggelamkan mobil beserta korbannya ke danau terdekat dan membagi tugas. Mawar bertugas membawa mobil korban ke danau untuk ditenggelamkan, sementara Yoshi menunggu montir bengkel untuk memperbaiki mobil mereka sebelum menyusul Mawar. Namun hari semakin gelap dan montir tak kunjung datang. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti. Pengendaranya, Pak Donny Prakoso (Willem Bevers), menawarkan bantuan untuk memperbaiki mobil Yoshi di rumahnya yang memiliki peralatan lengkap. Karena terdesak waktu, Yoshi menerima tawaran tersebut. Setibanya di rumah Pak Donny, mobil langsung diperbaiki. Sambil menunggu, Yoshi mengamati foto-foto yang terpajang di ruang tamu. Betapa terkejutnya ia saat menyadari bahwa pemuda di dalam foto itu adalah korban kecelakaan yang baru saja mereka tabrak. Panik, Yoshi berusaha mencari cara untuk segera pergi. Ia sempat berbincang singkat dengan istri Pak Donny, Ibu Salma (Putri Ayudya). Di saat bersamaan, Ibu Salma menerima telepon dari rekan anaknya dan dibuat cemas karena putranya, Dito Prakoso (Gusti Rayhan), belum juga tiba di acara reuni sekolah padahal sudah berangkat sejak siang. Ibu Salma pun mencoba menghubungi nomor ponsel Dito. Yoshi yang sedang berada di teras seketika panik saat ponsel korban di saku celananya berdering. Ia reflek menyembunyikan ponsel tersebut di atas pagar rumah, lalu terburu-buru berpamitan kepada Pak Donny dan Ibu Salma dengan dalih harus segera kembali ke Jakarta.
Usai melarikan diri, Yoshi menjemput Mawar di titik lokasi yang disepakati. Di sepanjang jalan pulang, Yoshi menceritakan insiden tersebut saat ia tak sengaja bertamu ke rumah orang tua korban. Setelah tragedi itu, mereka berdua sepakat menjalani hidup masing-masing dan melupakan semua yang terjadi di masa lalu. Yoshi kembali ke pelukan istrinya, Camelia (Rania Putrisari), serta kesibukannya sebagai fotografer. Sementara Mawar kembali membina rumah tangga bersama suaminya dan berfokus pada persiapan ekspansi perusahaan start-up miliknya ke Asia.
Pak Reza membeberkan bukti baru yang menyudutkan Mawar. Tim forensik mendapati dua jejak ban berbeda di lokasi, disusul kesaksian seorang pria yang mengenali mobil pelaku yang ternyata mobil tersebut terdaftar atas nama Mawar Yustisia, sebagai kendaraan yang pernah ia perbaiki. Takut kariernya hancur, Mawar bertindak nekat di belakang Ibu Widyawati. Ia merekayasa dokumen kunjungan kerja ke Beijing dan mengklaim mobilnya telah hilang dicuri agar bersih dari catatan kriminal. Meski alibi palsu itu berhasil mengecoh polisi, Pak Reza menemukan bukti bahwa Mawar dan Yoshi masih saling berhubungan secara sembunyi-sembunyi. Mawar bahkan sempat mengabarkan kepada Yoshi bahwa polisi mulai melacak keberadaannya berkat sketsa wajah dan kesaksian Pak Donny Prakoso.
Kabar tersebut mendorong Yoshi melakukan aksi nekat. Memanfaatkan dompet dan identitas korban yang ia curi, Yoshi memanfaatkan istrinya yang bekerja di bank yang sama dengan korban untuk merancang skenario palsu. Korban dituduh sengaja menghilang setelah menggelapkan dana nasabah hingga ratusan juta rupiah. Skenario gila ini berhasil menggiring opini publik sekaligus membersihkan nama Mawar dan Yoshi dari jeratan hukum. Keduanya pun bernapas lega dan kembali menjalani hidup tanpa gangguan dari pihak kepolisian. Ketika karier Mawar tengah berada di puncak, ia mendadak didatangi tamu tak diundang yaitu Ibu Salma. Sang ibu menuntut penjelasan atas fitnah keji yang mencoreng nama putranya, hingga membuat suaminya jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit. Meski Ibu Salma terus berjuang mencari keadilan dengan membawa sederet bukti baru, usahanya selalu kandas karena menyadari Mawar memiliki pengaruh besar. Usai pertemuan itu, kabar tentang kasus pemuda yang hilang beserta kedua orang tuanya perlahan menguap begitu saja.
Kembali ke ruang interogasi, Pak Reza menegaskan bahwa Mawar adalah satu-satunya sosok yang paling bertanggung jawab atas kematian Dito maupun Yoshi. Mawar bersikeras membantah tuduhan membunuh Yoshi, lalu mengarahkan kecurigaan kepada petugas penangkaran rusa Ranca Upas yang sempat menemui mereka di hari kejadian. Mawar yakin pria itulah yang memerasnya setelah tak sengaja melihatnya menenggelamkan mobil di danau. Menurut Pak Reza, kecurigaan dan skenario Mawar terlalu lemah untuk mematahkan status tersangka di hadapan jaksa. Pak Reza lantas menyusun skenario baru yaitu menggunakan Pak Donny Prakoso sebagai kambing hitam. Motif balas dendam atas hilangnya sang putra dinilai sangat kuat untuk dijadikan alasan memeras Mawar sekaligus membunuh Yoshi. Terlebih, rencana Pak Donny bisa berjalan mulus karena dibantu oleh Ibu Salma yang bekerja di hotel tempat eksekusi berlangsung. Lewat skenario ini, Pak Reza dapat menyelamatkan Mawar dari tuntutan hukum dan mengalihkan status tersangka kepada Pak Donny. Demi memuluskan rencana tersebut sekaligus menghapus jejak Mawar dari kasus hilangnya Dito, Pak Reza menyusun taktik tambahan dengan cara melimpahkan seluruh kesalahan kepada Yoshi sebagai pelaku tunggal. Syaratnya, mereka harus menemukan lokasi danau tempat mobil dan korban ditenggelamkan sebelum polisi menemukannya. Setelah itu, Pak Reza akan mengutus orang untuk mengangkat mobil tersebut dari dasar danau, lalu menyelipkan barang pribadi milik Yoshi ke dalam bagasi. Hal tersebut menjadikannya bukti mutlak yang tak terbantahkan.
Usai membeberkan lokasi danau tempat ia menenggelamkan mobil beserta korban, Mawar akhirnya membocorkan satu rahasia besar lagi yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat dari siapa pun, termasuk kepada Yoshi dan Ibu Widyawati. Pengakuan tersebut membuat Pak Reza marah besar. Sang pengacara dibuat murka karena kliennya masih saja berbohong dan menyembunyikan kenyataan krusial. Merasa dipermainkan, Pak Reza mendadak mengubah taktik. Ia membalikkan seluruh skenario yang tadinya dirancang Yoshi, lalu mengarahkannya untuk menjadikan Mawar sebagai tersangka utama atas segala kejadian tersebut. Taktik tersebut muncul di benak Pak Reza setelah dirinya membaca riwayat medis dari Yoshi yang dinyatakan mengalami stress dan depresi berat selama beberapa bulan terakhir. Bagaimana nasib Mawar selanjutnya? Apakah skenario terakhir yang dibuat Pak Reza itu memang nyata?


#Review:
Mengadaptasi salah satu film drama thriller psikologis tersukses asal Spanyol, versi Indonesia dari CONTRATIEMPO atau THE INVISIBLE GUEST (2017) berhasil menyajikan dinamika konflik hukum sangat tajam dan penuh ketegangan. Adegan interogasi yang berlangsung intens di dalam satu ruangan yang cukup mendominasi durasi film menjadi panggung utama terkuaknya lapisan demi lapisan kebohongan penuh kejutan.


Secara garis besar, cerita film THE INVISIBLE GUEST (2026) versi Indonesia ini masih serupa dengan versi aslinya. Tragedi tabrakan maut di Ciwidey yang melibatkan korban jiwa, pemerasan, hingga rekayasa kasus penggelapan uang bank yang dirancang secara licik, dihadirkan lewat plot cerita non linear yang rapi. Penonton diajak melihat secara gamblang tentang dilema moral, rasa takut, serta watak egois para karakternya yang berusaha keras menutupi dosa masa lalu. Intensitas ketegangan terjaga dengan baik lewat permainan teka-teki, di mana setiap informasi baru justru melahirkan kecurigaan dan alibi baru dari para karakter. Meskipun berhasil menyajikan alur cerita thriller yang menegangkan, tantangan terbesar film ini terletak pada statusnya sebagai sebuah adaptasi. Bagi penonton yang sudah pernah menyaksikan film aslinya, unsur kejutan dan plot twist paling krusial di akhir cerita otomatis kehilangan sensasi magisnya. Formula ceritanya yang sangat mengejar keakuratan dari versi Spanyol membuat jalannya narasi jadi predictable, sehingga dinamika teka-teki hukumnya kurang memberi sensasi baru bagi penonton yang sudah nonton versi aslinya. Meskipun demikian, sutradara Danial Rifki tetap memberikan sedikit perbedaan yang cukup mencolok seperti menukar peran penting antara Mawar-Yoshi, Donny-Salma dan penggunaan the real pemeran pengganti pada bagian reveal plot twist krusialnya. Aku sarankan jika kamu tertarik menonton versi Indonesia nya, sebaiknya langsung nonton saja tanpa harus menonton versi aslinya ya. Biar sensasi terkejut dan terkecohnya bisa dirasakan secara maksimal!
Untuk jajaran pemain, performa akting dari para pemeran utamanya patut diacungi jempol. Mawar De Jongh sukses menampilkan sosok Mawar yang dingin, manipulatif, sekaligus rentan di bawah tekanan situasi. Sementara itu, Reza Rahadian tampil memukau sebagai pengacara tegas yang mencecar Mawar tanpa ampun, memegang kendali atas irama percakapan yang krusial. Intensitas ketegangan yang terjadi saat mereka tektokan berdialog bikin greget penonton. Jajaran pemain pendukung seperti Willem Bevers dan Putri Ayudya yang memerankan orang tua korban yang menuntut keadilan, turut memberi sisi emosional yang mendalam serta sisi kepedihan yang nyata pada penonton. Switch peran penting antara karakter Mawar dan Yoshi yang berbeda dengan versi aslinya juga patut diapresiasi. Sisi manipulatif serta egois dari mereka berdua terdeliver sempurna pada penonton.
Untuk urusan visual, film THE INVISIBLE GUEST (2026) nya Indonesia produksi Falcon Pictures ini tidak terlalu mengecewakan kok. Set lokasi di hotel betulan dan terkesan grande, kemudian kawasan wisata Ciwidey dan Ranca Upas yang digunakan sebagai latar cerita pun tidak memaksakan dan cukup masuk ke dalam cerita drama thriller kriminal ini. Yang sedikit mengganggu bagiku adalah scoring musik di beberapa bagian terutama saat awal-awal film terasa too much dan repetitif. Selain itu, narasi dialog yang diucapkan pun terasa kurang konsisten, terkadang bisa ngalir, terkadang kaku dan terlihat menghafal banget. Overall, adaptasi Indonesia ini menurutku tidak hanya berhasil mengeksekusi plot twist ikonik dari materi aslinya, tetapi juga mampu memberikan cita rasa lokal yang alami dan rasional.


[8/10Bintang]