#Description:
Title: The Devil Wears Prada (2026)
Title: The Devil Wears Prada (2026)
Casts: Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt, Stanley Tucci, Justin Theroux, Kenneth Branagh, Tracie Thoms, Tibor Feldman, Simone Ashley, Lucy Liu, Patrick Brammall, Caleb Hearon, Helen J. Shen, Pauline Chalamet, BJ Novak, Conrad Ricamora, Rachel Bloom, Lady Gaga, Donatella Versace
Director: David Frankel
Studio: 20th Century Studios, Wendy Finerman Productions
#Synopsis:
Andy Sachs (Anne Hathaway) kini dikenal sebagai seorang jurnalis handal dan punya segudang prestasi di tempat kerjanya. Setiap berita dan artikel yang ia tulis selalu mendapatkan respon sangat baik dari para pembaca. Namun sayang, saat Andy menerima penghargaan atas karya jurnalisme nya, ia mendapat kabar mengejutkan dari kantor berita perihal layoff besar-besaran di hampir semua divisi. Andy pun menjadi salah satu dari ratusan orang yang terkena dampak layoff tersebut. Rasa kecewa, sedih dan marah pun ia ungkapkan saat berpidato sambil menerima penghargaan tersebut. Aksi protes dan kekecewaan Andy kemudian viral di sosial media.
Di sisi lain, kantor majalah fashion Runway di New York mendapat hujatan dan kritikan keras di sosial media setelah muncul sebuah artikel di majalah Runway yang memuat profile brand fashion yang diduga menggunakan tenaga kerja di bawah umur. Hal tersebut membuat kredibilitas dari pemimpin redaksi Runway yaitu Miranda Priestly (Meryl Streep) jadi dipertanyakan. Tak hanya itu saja, brand-brand besar yang selama ini menjalin kerjasama dengan Runway langsung mengurangi katalog iklan mereka. Hal tersebut tentunya berdampak sangat besar terhadap pendapatan Runway jika terus dibiarkan seperti ini. Melihat kekacauan yang terjadi, komisaris Runway dari Elias-Clark Publications yaitu Irv Ravitz (Tibor Fieldman) marah besar dan meminta Miranda dan Nigel Kipling (Stanley Tucci) untuk secepatnya membereskan hal tersebut.
Ditengah situasi kacau ini, anak dari Irv yaitu Jay Ravitz (BJ Novak) merekomendasikan Andy pada Runway setelah ia melihat video viral pidato kemenangan Andy yang menurutnya akan sangat membantu untuk mengembalikan citra Runway di mata publik. Irv yang mengetahui Andy terkena layoff, langsung menghubunginya dan menawarkan pekerjaan sebagai Features Editor di Runway. Karena saat ini sedang tidak mempunyai pekerjaan, Andy langsung menerima tawaran tersebut. Ia tak menyangka kembali lagi bekerja di Runway, tempat pertama kali ia memulai karier dan bekerja di dua puluh tahun yang lalu.
Saat tiba di kantor Runway, Andy merasakan nostalgia ketika melihat dua meja assistant di depan ruangannya Miranda. Sebelum bertemu dengan mantan bos nya, Andy berbincang dengan kedua assistant Miranda saat ini yaitu Amari Mari (Simon Ashley) dan Charlie (Caleb Hearon). Kehadiran Andy di Runway membuat Miranda dan juga Nigel terkejut. Andy kemudian menjelaskan jika ia diminta kembali bekerja di sana oleh Irv dan anaknya untuk membereskan berita buruk di sosial media yang menyerang Runway. Karena tak punya banyak waktu, Andy, Miranda dan Nigel langsung menyusun strategi dan berbagai rencana agar bisa secepatnya menyelamatkan reputasi Runway.
Langkah pertama, mereka bertiga harus mendatangi brand-brand besar yang sempat mundur setelah kasus ini viral. Salah satu brand tersebut yaitu Dior yang selama ini menjalin kerjasama sangat baik dengan Runway. Tiba di kantor Dior, mereka bertiga dikejutkan karena bertemu lagi dengan Emily Charlton (Emily Blunt) yang kini bekerja sebagai Senior Executive di sana. Andy, Miranda dan Nigel langsung bernegosiasi agar Dior tidak cabut dari Runway. Emily kemudian meminta jatah iklan dan publikasi Dior di Runway edisi bulan depan untuk diperbanyak, termasuk liputan khusus tentang rencana pembukaan flagship Dior terbaru. Miranda dan Nigel pun langsung menyetujuinya karena bagi mereka, jantung utama Runway saat ini hanya berasal dari brand-brand besar yang beriklan di mereka saja.
Setelah mengamankan reputasi dari brand-brand besar, Andy, Miranda dan Nigel kemudian menyusun strategi dengan membuat klarifikasi serta permohonan maaf di sosial media perihal tuduhan artikel yang menyudutkan mereka. Selain itu, Andy juga tetap membuat berbagai artikel menarik tentang dunia fashion dengan gaya jurnalisme agar punya perbedaan yang mencolok dibandingkan kompetitor lain. Saat mereka bertiga sedang berdiskusi dan mencari ide, Andy tak sengaja melihat sampul majalah Runway yang menampilkan mantan sepasang suami istri selebriti yaitu Sasha Barnes (Lucy Liu) dan Benji Barnes (Justin Theorux) yang kini sudah bercerai. Sejak perceraiannya di tiga tahun yang lalu, Sasha menghilang dari dunia entertainment dan tinggal bersama kedua anaknya. Selain itu, Sasha juga tidak pernah bersedia menjadi bintang tamu atau narasumber dari media apapun untuk membahas kehidupan pribadinya. Sementara itu, mantan suami Sasha yaitu Benji semakin dikenal sebagai pemilik salah satu perusahaan teknologi AI terkaya di Amerika Serikat. Menariknya, Benji ternyata menjalin hubungan asmara dengan Emily Charlton. Keduanya sering memperlihatkan kemesraan mereka dan menjadi berita populer di acara entertainment televisi maupun sosial media.
Mengingat Miranda sangat mengidolakan Sasha serta reputasi majalah Runway yang terbilang majalah fashion legendaris di New York, Andy jadi punya ide untuk menghadirkan wawancara eksklusif dengan Sasha. Ia pun langsung mencari berbagai cara agar bisa mendapatkan kontak Sasha. Dengan bantuan sahabatnya yaitu Tessa (Rachel Bloom) dan Douglas (Rich Sommer), Andy berhasil mendapatkan akses komunikasi dengan Sasha. Setelah bernegosiasi dan berbincang secara intens, Sasha akhirnya bersedia diwawancarai oleh Runway dan juga Miranda di kediamannya. Mereka pun langsung meluncur ke sana. Setelah selesai interview, Sasha memberikan alasan ia bersedia diwawancarai oleh Runway karena reputasi Miranda Priestly serta artikel-artikel berbobot yang ditulis oleh Andy ketika bergabung lagi di Runway. Apresiasi tersebut tentunya membuat Andy, Miranda dan Nigel sangat senang. Mereka juga tak lupa memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sangat besar pada Sasha karena sudah meluangkan waktu dan bersedia diwawancarai oleh Runway.
Reputasi Runway perlahan semakin membaik setelah memberikan klarifikasi dan juga dirilisnya artikel berita interview bersama Sasha Barnes. Para pembaca setia Runway juga memberikan respon sangat positif dengan apa yang dilakukan oleh Runway dalam beberapa bulan terakhir. Melihat kondisi Runway yang sudah pulih dari hujatan di sosial media membuat Miranda lega. Selain itu, Miranda juga semakin optimis dengan kabar yang beredar perihal dirinya yang naik jabatan menjadi Director Creative Global untuk Elias-Clarke Publications akan segera terwujud. Miranda dan Nigel sangat yakin jika pengumuman promosi jabatan itu akan dilakukan saat acara fashion show sekaligus perayaan ulang tahun Irv Ravitz yang ke-75 di Italia.
Di saat Runway sudah berjalan normal seperti sedia kala, muncul cobaan baru yang mengejutkan banyak pihak. Jay Ravitz dikabarkan akan melakukan restrukturisasi dan efisiensi di Runway secara besar-besaran. Banyak divisi yang terancam kena layoff termasuk Andy dan juga Nigel. Miranda pun tidak bisa berbuat banyak karena Jay Ravitz secara tidak langsung adalah atasannya di Elias-Clark Publications. Miranda, Andy, Nigel dan seluruh team Runway harus mencari cara agar hal tersebut tidak terjadi. Ditengah kepanikan, Andy dan Nigel menemukan satu cara untuk menyelamatkan Runway yaitu dengan meminta bantuan pada Emily dan pacarnya, Benji. Rencana tersebut harus mereka lakukan tanpa sepengetahuan Miranda karena jika mereka berhasil menyelamatkan Runway, otomatis posisi Miranda pun akan tetap aman. Selain itu, Runway juga sudah punya rencana akan menggelar fashion show skala besar di Italia untuk membuktikan jika Runway adalah majalah fashion mode ikonik dan legendaris yang tak akan lekang oleh waktu. Akankah semua rencana Andy, Nigel, Emily dan Miranda berhasil?
#Review:
Saat Disney dan 20th Century Studios resmi mengumumkan project sekuel THE DEVIL WEARS PRADA (2006) pada tahun 2024 lalu, rasa excited dan juga gembira langsung menghampiri para penggemar filmnya. Namun di satu sisi, keputusan melanjutkan cerita dari film ikonik tersebut dengan berjarak 20 tahun dari film pertamanya jadi memunculkan rasa khawatir, mengingat pada tahun 2013 silam, tersiar kabar jika sekuel film ini akan hadir dengan berdasarkan buku keduanya yaitu REVENGE WEARS PRADA: THE DEVIL RETURNS yang masih ditulis Lauren Weisberger, namun keempat pemain utama film pertamanya sudah tidak tertarik melanjutkan peran mereka di project tersebut. Setelah 20th Century Fox diakuisisi oleh Disney, rencana sekuel film ini kembali muncul dengan ide cerita yang tidak lagi berdasarkan buku keduanya. Barulah, keempat pemain utama, sutradara dan penulis skenario dari film pertamanya sepakat untuk come back dan memperkuat film THE DEVIL WEARS PRADA 2 (2026).
Untuk segi cerita, film THE DEVIL WEARS PRADA 2 (2026) hadir dengan latar waktu 20 tahun setelah film pertamanya. Otomatis, penonton serasa time travel bisa melihat perkembangan karier dari keempat karakter utama, serta perkembangan mode fashion dan juga jurnalisme yang semakin pesat dibandingkan era awal 2000an ketika film pertamanya dirilis. Harus diakui, plot dan konflik di sekuelnya kali ini terasa familiar karena masih serupa tapi tak sama dengan film pertamanya. Beberapa adegan ikonik juga terlihat sengaja di-recreate agar penonton dan penggemar setia merasakan nostalgia yang maksimal selama menonton film keduanya ini. Meskipun demikian, Lauren Weisberger dan Aline Brosh McKenna selaku penulis naskah tetap memberikan pembaharuan juga yang sesuai dengan perkembangan zaman. Issue layoff besar-besaran, pergeseran media cetak ke media digital online yang semakin agresif serta tidak dianggap prestisius lagi hingga ancaman teknologi AI menjadi sederet konflik menarik yang bisa kita temukan dalam film ini. Yang tak kalah menarik, keempat karakter utama kembali mendapat development dan background story yang semakin kuat. Miranda Priestly yang selama ini sangat superior, kini dibuat lebih grounded dan semakin manusiawi. Perkembangan zaman membuat karakter Miranda tak lagi bersikap semena-mena terhadap asisten dan karyawannya, seperti menahan diri untuk tidak menghina anak buahnya, menyimpan mantel dan tasnya secara mandiri hingga bersedia bekerja sama dengan orang lain tanpa adanya penolakan. Karakter Andy Sachs dan Emily Charlton mengalami perkembangan karakter yang sukses mencuri perhatian. Transformasi karier keduanya yang sesuai dengan passion tampil sangat gemilang. Meskipun saat ini posisi mereka setara dengan Miranda, namun lucunya baik Andy maupun Emily masih saja menunjukkan rasa takut dan kikuk saat bertemu lagi dengan Miranda hahaha. Sisi kesetiaan dan loyalitas bisa penonton lihat dari karakter Nigel Kipling. Meskipun sudah berkali-kali dibuat sakit hati oleh Miranda, ia tetap mengabdikan diri dengan sepenuh hati di Runway. Moment "penebusan dosa" Miranda terhadap Nigel tercipta di film ini dan sukses membuatku terharu!
Dinamika konflik yang dihadirkan di film THE DEVIL WEARS PRADA (2026) jauh lebih banyak dibandingkan film terdahulu. Perspektif tentang modernisasi yang dihadirkan terasa seimbang karena mau tidak mau harus mengikuti plot juga harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Namun sayang, penyelesaian sederet konflik yang terjadi dibuat terlalu gampang. Bahkan dampak yang dirasakan ketika sebelum dan sesudah konflik terjadi tidak terlalu menonjol. Sekuelnya ini memang lebih fokus untuk bernostalgia sekaligus fan service setelah 20 tahun berpisah.
Untuk jajaran pemain, penampilan Meryl Streep tetaplah ikonik sebagai Miranda Priestly yang kini dibuat lebih manusiawi karena selain faktor usia, modernisasi juga yang membuat Miranda tidak bisa seenaknya lagi hahaha. Adegan "penebusan dosa" pada Nigel dan obrolan ikonik di dalam mobil yang di-recreate sukses membuatku haru! Penampilan gemilang selanjutnya tentu datang dari Anne Hathaway. Peran Andy Sachs yang semakin dewasa dan berhasil memunculkan sosok perempuan yang tak selamanya harus bersikap seperti Miranda untuk menaklukan dunia. Scene stealer kembali dipegang oleh Emily Blunt dengan perannya sebagai Emily Charlton. Dengan aksen dan logat british nya yang semakin kental, kemudian subplot dirinya yang memiliki karier gemilang di Dior serta punya hubungan spesial dengan bos teknologi terasa sangat relevan dengan di era seperti sekarang. Komedi yang ditebar oleh keempat karakter utama serta para karakter pendukung baru dari kalangan Gen Z sukses menciptakan tawa penonton!
Untuk urusan visual, film THE DEVIL WEARS PRADA 2 (2026) masih setia menggunakan gaya sinematografi dan teknik pengambilan gambar seperti film pertamanya. Terkesan raw dan alami. Namun kali ini, dari sisi penggunaan lokasi syuting hingga wardrobe yang ditampilkan jauh lebih grande dan spektakuler. Parade mode dan fashion yang dipakai Miranda, Andy, Emily, Amari, Nigel dan yang lainnya selalu berhasil membuatku terkagum-kagum. Gak ada yang gagal satupun! Moment red carpet dan fashion show bersama Lady Gaga juga eksekusinya glamour banget! Untuk sisi musiknya juga, film ini berhasil melahirkan lagi original soundtrack dan lagu tema yang sangat pas dengan setiap adegan.
Overall, film THE DEVIL WEARS PRADA (2026) boleh dibilang sebagai surat cinta untuk bernostalgia akan film drama bertema dunia mode dan fashion yang tak hanya menghibur dan glamour, tapi punya issue serta konflik yang sangat relevan sesuai perkembangan zaman. Almost perfect sequel!
[9/10Bintang]













































