#Description:
Title: Gohan (2026)
Casts: Kori, Meechok, Hima, Yasushi Kitajima, Poe Mamhe Thar, Jinjett Wattanasin, Tontawan Tantivejakul, Chatchai Chinnasri, Ohmi Ryota, Nophand Boonyai, Jarinporn Joonkiat, Arunee Kwanyune
Title: Gohan (2026)
Casts: Kori, Meechok, Hima, Yasushi Kitajima, Poe Mamhe Thar, Jinjett Wattanasin, Tontawan Tantivejakul, Chatchai Chinnasri, Ohmi Ryota, Nophand Boonyai, Jarinporn Joonkiat, Arunee Kwanyune
Director: Atta Hemwadee, Nattawut Poonpiriya, Chayanop Bunprakob
Studio: BASK, Houseton Films, GDH 559, Prima Cinema Indonesia
#Synopsis:
Sudah 35 tahun Hiro (Yasushi Kitajima) bekerja sebagai seorang engineer di salah satu pabrik mobil di Thailand. Kini, di usianya yang semakin menua, Hiro harus menghadapi masa pensiun dari perusahaan. Meskipun sudah berkali-kali menolak, namun akhirnya Hiro bersedia untuk pensiun setelah mengetahui posisinya akan diisi oleh orang baru yang usianya lebih muda.
Sebelum pensiun, Hiro masih rajin datang ke kantor meskipun atasannya sudah melarangnya. Setiap berangkat dan pulang bekerja, Hiro juga selalu menyempatkan belanja makanan ke 7-Eleven di dekat apartemen yang disediakan oleh perusahaan. Di sana, ia tak sengaja melihat seekor anak anjing liar berbulu putih dengan hidung berwarna pink yang sedang mencari makan. Hiro pun sering memberikan sedikit cemilan dan makanan pada anjing tersebut. Hingga suatu malam ketika pulang bekerja, anak anjing tersebut masuk ke dalam kotak chiller milik Hiro dan ikut terbawa ke apartemen. Hiro pun terkejut melihat anak anjing itu ada dalam kotak chiller. Ia kemudian memberi nama anak anjing tersebut Gohan (Kori) karena bulunya yang berwarna putih mirip dengan warna nasi hangat dalam bahasa Jepang. Selama Gohan tinggal di apartemen, Hiro merasa tidak kesepian karena tingkah laku Gohan selalu membuatnya tertawa. Namun Hiro juga menyadari adanya larangan memelihara hewan di apartemen, Hiro berencana akan mengembalikan Gohan ke depan 7-Eleven besok pagi sebelum berangkat kerja.
Keesokan harinya, sambil menunggu jemputan menuju pabrik, Hiro jadi ragu untuk mengembalikan Gohan di pinggir jalan. Hiro pun membawanya ke kantor secara sembunyi-sembunyi. Para karyawan yang ada di pabrik langsung dibuat gemas dan lucu ketika menyadari Hiro membawa Gohan disembunyikan di kotak chiller. Mereka pun berbondong-bondong ingin merawat dan mengadopsi jika Hiro tidak bersedia. Hiro kemudian meminta waktu tambahan selama satu minggu pada atasannya untuk tetap bisa datang ke kantor. Hal tersebut ia lakukan karena akan melakukan sesi wawancara terhadap para karyawan yang tertarik untuk mengadopsi Gohan. Namun sayang, Hiro belum menemukan satupun orang yang menurutnya cocok sebagai majikan baru bagi Gohan. Saat pulang ke rumah, engineer baru yang menggantikan posisinya yaitu Sawada (Ohmi Ryota) meminta Hiro untuk mengizinkannya mengadopsi Gohan bersama dengan pacarnya, Meow (Jarinporn Joonkiat) karena anjing peliharaan mereka berdua yang sudah meninggal yang mereka rawat sebelumnya satu ras dengan Gohan.
Setelah resmi pensiun dari pabrik, Hiro pun berencana pulang ke Jepang dan tinggal bersama anak dan cucunya di sana. Berbagai persiapan sudah dilakukan oleh Hiro, termasuk menitipkan Gohan pada Sawada dan Meow. Di hari keberangkatan menuju bandara, Hiro meminta pada supir pabrik mendatangi rumahnya Sawada untuk melihat Gohan yang terakhir kalinya. Tak lama setelah itu, Meow keluar bersama Gohan yang akan jalan-jalan. Setelah itu, Hiro pergi diam-diam. Mendengar suara mobil pergi meninggalkan jalanan depan rumah Meow membuat Gohan langsung mengejarnya. Supir pun langsung menghentikan mobilnya. Gohan terlihat sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan Hiro. Pertemuan tersebut membuat Hiro dan juga Meow menangis haru. Selama merawat Goham, Meow pun menyadari jika Gohan sudah memiliki ikatan yang kuat dengan Hiro. Sejak saat itu, Hiro memutuskan batal pulang ke Jepang dan memilih tetap tinggal di Thailand bersama dengan Gohan. Keputusan yang diambil oleh Hiro tersebut untungnya disambut dengan baik oleh anaknya yang di Jepang. Masa tua Hiro kini diisi dengan bersantai dan menikmati keindahan pantai bersama dengan Gohan. Setiap moment kebersamaan selalu diabadikan oleh Hiro melalui video dan diunggah ke sosial media.
Seiring berjalannya waktu, usia Hiro semakin menua dan kondisi kesehatannya terus menurun setelah terpapar CoVid-19. Tak lama setelah itu, Hiro meninggal dunia. Sementara itu, Gohan (Meechok) yang kini sudah besar dan ditinggal sendirian di villa, berhasil ditemukan oleh petugas penangkaran hewan-hewan liar yaitu Kung (Nophand Boonyai) dengan dibantu oleh asistennya, Namcha (Poe Mamhe Thar). Setelah ditempatkan di penangkaran, Gohan dan anjing-anjing liar di sana dieksploitasi untuk mendapat donasi melalui sosial media. Setiap akan live, Gohan selalu dibius agar terlihat tak berdaya di hadapan kamera, sehingga donasi yang terkumpul semakin banyak. Namcha pun tak bisa berbuat banyak karena ia imigran ilegal asal Myanmar dan diancam akan dilaporkan ke imigrasi jika melaporkan apa yang dilakukan oleh Kung tersebut. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan Namcha yaitu mengumpulkan upah bekerja dari Kung dan jika nanti sudah terkumpul banyak, ia akan kabur dari penangkaran dan membebaskan semua anjing liar yang ada di sana.
Seiring berjalannya waktu, kondisi kesehatan Gohan semakin memburuk karena terlalu sering dibius oleh Kung. Hal tersebut membuat Namcha khawatir. Merasa tabungan upahnya sudah cukup, ia pun memutuskan kabur dari penangkaran sambil membebaskan semua anjing liar di sana. Namcha turut membawa Gohan kabur bersamanya dan pergi sejauh mungkin dari penangkaran. Selama perjalanan yang tak tentu arah tersebut, Namcha dan Gohan jadi terlunta-lunta di jalann. Namcha harus lebih waspada karena Kung masih mengejarnya dan ingin merebut Gohan. Agar tidak ketahuan, Gohan pun dilumuri oleh lumpur dan tanah sehingga warna bulunya berubah jadi kecokelatan. Namcha juga mengganti nama Gohan jadi Brownie. Setelah itu, Namcha menghubungi kerabatnya di Myanmar dan menceritakan apa yang sesungguhnya. Namun sayang, respon kerabatnya itu justru berpihak pada Kung dan meminta Namcha untuk segera mengembalikan Gohan pada Kung agar tidak menimbulkan masalah yang semakin besar. Setelah berhari-hari melakukan perjalanan tanpa tentu arah, keberadaan Namcha dan Gohan akhirnya ketahuan Kung. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Gohan juga berusaha melindungi Namcha dan menyerang Kung sampai terluka.
Namcha pun menyerah. Ia memutuskan pergi naik kereta menuju Bangkok bersama dengan Gohan. Dalam perjalanan, Namcha justru turun dari kereta dan membiarkan Gohan sendirian di dalam kereta. Perpisahan tersebut membuat Namcha sedih dan juga lega, karena ia berhasil menyelamatkan Gohan dari tangan orang jahat. Setelah itu, Namcha dideportasi ke Myanmar dan Kung pun ditangkap oleh kepolisian.
Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, kereta pun tiba di stasiun pinggiran kota Bangkok. Gohan (Hima) kemudian turun dari kereta dan hanya terduduk saja di peron stasiun. Hari demi hari terus berlalu, Gohan masih setia berada di sana menunggu kedatangan Namcha di setiap kereta yang berhenti di sana. Namun sayang, hal tersebut tidak pernah terjadi. Setiap harinya, Gohan sering mendapat makanan secara sembarangan dari penumpang yang naik dan turun di stasiun. Selain itu, Gohan juga mendapat perhatian dari sepasang kekasih yaitu Jaidee (Tontawan Tantivejakul) dan Pele (Jinjett Wattanasin) yang masih sekolah. Sejak saat itu, mereka berdua rutin menemui Gohan setiap pulang sekolah.
Waktu terus berlalu, Gohan pun jadi saksi perjalanan kehidupan dan asmara dari Jaidee dan juga Pele. Saat mereka lulus sekolah, kemudian masuk kampus hingga Jaidee bekerja sebagai pramugari pesawat dan Pele menunda cita-citanya karena membantu bibi nya, Sorn (Arunee Kwanyune) berjualan di depan stasiun, hingga akhirnya mereka putus, Gohan masih setia tinggal di stasiun tersebut. Hingga suatu ketika, terjadi insiden kecelakaan di jalan raya. Gohan yang sedang menyebrang tak karuan tertabrak oleh motor. Jaidee dan Pele langsung membawa Gohan ke klinik hewan. Setelah diperiksa, dokter menanyakan nama anjing dan mereka berdua sepakat memberi nama Hima. Dokter pun menjelaskan jika kondisi kesehatan Hima saat ini sudah cukup kronis karena adanya gangguan pencernaan serta lambung yang bermasalah. Ditambah lagi usia Hima sudah tergolong tua untuk seekor anjing sehingga proses pemulihannya cenderung lambat. Dokter juga memprediksi jika usia Hima tinggal tiga bulan lagi.
Selama proses penyembuhan, Hima harus mendapatkan infus obat setiap hari. Jaidee dan Pele pun berkomitmen akan merawat Hima secara intens selama tiga bulan kedepan. Mereka ingin memberikan kenangan yang indah bagi Hima di sisa umurnya ini. Meskipun Jaidee dan Pele tidak berpacaran, mereka berusaha memberikan yang terbaik untuk Hima. Keduanya rutin menyempatkan waktu untuk Hima yang kini tinggal rumahnya Jaidee. Meskipun awalnya Pele tidak terlalu dekat dengan Hima, perlahan mulai mencair. Bagaimana nasib Hima atau Gohan selanjutnya?
#Synopsis:
Rumah produksi GDH 559 asal Thailand kembali hadir di tahun ini dengan merilis dua film layar lebar terbaru. Film pertama yaitu HUMAN RESOURCE (2026) yang tayang perdana di Venice International Film Festival dan Busan International Film Festival. Setelah itu, film GOHAN (2026) yang dirilis di Thailand awal April tahun ini dan di Indonesia mulai 13 Mei 2026 kemarin. Yang menjadi daya tarik di sini, GDH menggandeng tiga sutradara muda Thailand untuk menggarap film ini, yang dimana mereka bertiga memiliki track record luar biasa yaitu sebagai sutradara film BAD GENIUS (2017), FRIEND ZONE (2019) dan NOT FRIENDS (2023). Sangat triple kill sekali bukan?
Untuk segi cerita, film GOHAN (2026) terbagi menjadi tiga plot dengan tiga latar waktu yang berbeda, sesuai dengan perkembangan usia seekor anjing liar berwarna putih. Masing-masing sutradara menggarap satu plot yang dirangkai dengan sangat baik dan tidak ada yang jomplang sama sekali. Plot pertama menampilkan cerita awal mula anjing liar berbulu putih itu ditemukan, diberi nama Gohan dan tinggal bersama engineer senior yang baru saja pensiun.
Di bagian ini, childhood dari Gohan dikemas sangat menggemaskan melihat bonding antara Gohan dengan Hiro yang hangat. Kebersamaan mereka berdua terasa sangat harmonis sebagai sesama makhluk hidup. Elemen komedi yang ditampilkan pun kadarnya sangat lembut dan pasti related bagi penonton yang sama-sama memelihara seekor anjing seperti Pak Hiro. Menutup masa childhood Gohan, Atta Hemwadee berhasil menguras emosional penonton ketika Gohan "kembali" ke pelukan Pak Hiro. Keputusan besar yang dipilih Pak Hiro pun terasa realistis karena di masa-masa tua, seseorang pasti lebih memilih hidup damai dan tenang. Transisi menuju masa adulthood untuk Gohan dengan kepergian Pak Hiro akibat terpapar CoVid-19 seharusnya bisa lebih emosional lagi, namun ternyata sang sutradara terlihat sangat menahan diri agar di babak selanjutnya bisa bersinar lagi.
Plot kedua, film GOHAN (2026) menampilkan cerita yang cukup tragis dimana Gohan yang memasuki usia dewasa harus terperangkap ke penangkaran anjing liar dan dieksploitasi secara biadab oleh pelaku. Pada bagian ini, plot serta bonding Gohan dengan karakter Namcha lebih ke mode survival ditengah kejamnya dunia pada mereka berdua. Hopeless mereka berdua pun tampil sangat realistis karena nasib imigran ilegal ya memang seperti itu, tidak bisa mendapat perlindungan sepenuhnya dari negara yang ditempati. Klimaks haru dan menguras emosional kembali dihadirkan saat Namcha meninggalkan Brownie di kereta. Eksekusi dan dialog yang dihadirkan sangat sederhana tapi impactful banget ke hati. Otomatis yang nonton bakal nangis! Dijamin!!
Plot ketiga, film GOHAN (2026) menyajikan cerita Gohan memasuki usia Golden Age alias masa tua untuk seekor anjing. Dengan latar waktu hampir 10 tahun sejak pertemuan pertama dengan Pak Hiro, perubahan fisik sudah jelas terlihat dari Gohan. Kesetiaan seekor anjing yang bertahan hidup di peron stasiun menunggu Namcha lagi dan lagi membuatku menangis. Lewat film ini, aku semakin memahami kenapa manusia dan hewan anjing ini selalu memiliki ikatan yang sangat kuat. Plot semakin menarik saat Gohan menemui pasangan Jaidee dan Pele. Kebersamaan yang terjalin diantara mereka bertiga berjalan sangat mulus, sejak mereka masih sekolah, lulus, putus hubungan lalu kuliah hingga bekerja selalu menyempatkan waktu untuk menemui Gohan atau Hima. Tak sedikit adegan-adegan manis dan lucu yang terjadi diantara mereka bertiga. Setelah bersenang-senang, vonis kemungkinan 3 bulan yang tersisa untuk Hima jadi moment paling prestisius di babak akhir film. Selain memberikan kenangan indah bagi Hima, secara tidak langsung turut menciptakan CLBK antara Jaidee dan Pele. Di balik harapan agar Hima bisa hidup lebih panjang, tersimpan harapan untuk mereka tetap bersama. KOK KEPIKIRAN SAMPAI SEJAUH INI YAA TOLONG BANGEET!!! Emosional penonton benar-benar terombang-ambing melihat Jaidee, Pele dan juga Hima. Visualisasi mimpi dari Hima atau Gohan di "detik-detik" terakhirnya duh bikin nangis lagi!!!
Untuk jajaran pemain, apresiasi dan applause selama-lamanya untuk para aktor yang sudah luar biasa menghidupak setiap karakter di film GOHAN (2026) ini. GDH memang tidak pernah jelek kalau urusan ensemble casts. Semuanya memukau, termasuk ketiga anjing yaitu Kori, Meechok dan Hima. AKU TAKJUB MEREKA BISA BERAKTING DI DEPAN KAMERA!! Tatapan bahagia, tertawa, sedih hinga menangis nyampe banget ke penonton! Rasa sesak dan ingin menangis sejadi-jadinya kembali terulang setelah tahun 2024 lalu dengan sadis dilakukan oleh LAHN MAH (2024) yang sama-sama diproduksi GDH! GOHAN (2026) Easily my favourite movie of the year so far!
[9.5/10Bintang]








































