#Description:
Title: Paket Santet (2026)
Title: Paket Santet (2026)
Casts: Fatih Unru, Yasamin Jasem, Gabriella Eka Putri, Azela Putri, Fadly Faisal, Fiki Naki, Farandika, Vonny Anggraini, Aida Nurmala, Elly D. Luthan, Moh Iqbal Sulaiman, Adjie Nur Ahmad
Director: Dinna Jasanti
Studio: Base Entertainment, PK Films
#Synopsis:
Memasuki tahun ajaran baru, Deva (Fatih Unru) dan kelima temannya yaitu Bella (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Eka Putri), Ale (Fadly Faisal), Glen (Farandika), serta Firza (Fiki Naki) terpilih menjadi panitia orientasi mahasiswa baru di kampus. Berbagai persiapan dan rangkaian acara telah mereka susun, termasuk Jurit Malam yang paling dinantikan. Mereka sangat antusias dengan sesi ini karena bisa menakut-nakuti para mahasiswa baru, sekaligus melampiaskan kekesalan atas pengalaman serupa yang pernah mereka alami saat menjadi mahasiswa baru.
Meskipun sudah sepakat untuk tidak menggunakan kostum hantu, Glen melanggar janji tersebut. Ia diam-diam mengenakan kostum hantu dan berhasil menakuti seluruh mahasiswa baru, bahkan teman-temannya sendiri. Aksi sembunyi-sembunyi Glen ini menyulut kemarahan Bella dan Celia. Mereka khawatir perbuatan Glen justru akan memanggil energi negatif dan memicu berbagai kejadian misterius di kampus.
Usai bertugas sebagai panitia orientasi, Deva dan teman-temannya kembali ke rutinitas perkuliahan. Dinamika asmara pun mewarnai hubungan keenam sahabat ini. Glen diam-diam menyukai Bella, tetapi ragu melangkah karena Bella tampak lebih tertarik pada Ale. Sementara itu, kedekatan antara Celia dan Firza kian makin erat. Di luar kegiatan kampus, Deva mengelola bisnis laundry rumahan ibunya (Vonny Anggraini) bersama sang adik, Kiki (Azela Putri), yang berkuliah di kampus yang sama. Setiap pagi, Deva dan Kiki mengendarai mobil untuk mengantar jemput pakaian pelanggan sebelum pergi ke kampus. Tak lupa, Deva juga rutin menjemput Bella yang rumahnya searah.
Suatu hari, Kiki meminta izin meminjam mobil karena ingin pulang lebih awal untuk kerja kelompok. Meski sempat menolak, Deva akhirnya menyerahkan kunci mobil setelah diyakinkan oleh teman-temannya. Di tengah kesibukan kuliah, Deva mendadak menerima panggilan video call dari Kiki. Dengan wajah panik, Kiki memberi tahu jika paket yang ia terima tadi pagi terus bergerak sendiri di kursi belakang. Belum sempat Deva merespons, kecelakaan beruntun terjadi dan panggilan video call pun terputus. Setelah dievakuasi, Kiki dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri. Musibah ini mendatangkan penyesalan mendalam bagi Deva karena telah memberi izin adiknya itu mengendarai mobil sendirian. Bella dan teman-teman lainnya pun bergegas menyusul ke rumah sakit untuk mendampingi Deva dan ibunya.
Suatu hari, Kiki meminta izin meminjam mobil karena ingin pulang lebih awal untuk kerja kelompok. Meski sempat menolak, Deva akhirnya menyerahkan kunci mobil setelah diyakinkan oleh teman-temannya. Di tengah kesibukan kuliah, Deva mendadak menerima panggilan video call dari Kiki. Dengan wajah panik, Kiki memberi tahu jika paket yang ia terima tadi pagi terus bergerak sendiri di kursi belakang. Belum sempat Deva merespons, kecelakaan beruntun terjadi dan panggilan video call pun terputus. Setelah dievakuasi, Kiki dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri. Musibah ini mendatangkan penyesalan mendalam bagi Deva karena telah memberi izin adiknya itu mengendarai mobil sendirian. Bella dan teman-teman lainnya pun bergegas menyusul ke rumah sakit untuk mendampingi Deva dan ibunya.
Usai menjenguk Kiki, teman-teman Deva kembali ke tempat tinggal masing-masing. Firza mengantar Celia dan Glen karena mereka menyewa kamar di rusun yang sama. Setibanya di sana, Glen menemukan sebuah paket berlabel nama dan alamatnya. Ia merasa heran sebab sedang tidak membeli barang secara online. Celia lantas menyuruh Glen berhenti membeli benda-benda aneh, karena khawatir koleksi barang antik yang sudah banyak di kamarnya justru membawa energi buruk.
Keesokan harinya, sembari menunggu jemputan Firza untuk berangkat kuliah, Glen membuka paket tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah kotak kayu berukir lingkaran misterius. Begitu kotak itu terbuka, tubuh Glen mendadak bergetar hebat dan bola matanya berubah menghitam. Ketegangan itu baru terhenti dan membuat Glen tersadar saat Firza tiba di depan kamarnya. Sesampainya di kampus, Glen dan Firza mendatangi tempat photo copy dokumen untuk mencetak tugas. Saat sedang merapikan kertas, tubuh Glen mendadak bergetar. Ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh saat mencoba memperbaiki kabel mesin fotokopi yang bermasalah. Tubuhnya menyenggol lemari hingga pisau pemotong kertas terlepas, lalu menancap tepat di lehernya. Firza berteriak histeris menyaksikan sahabatnya tewas dengan cara yang mengenaskan.
Kematian tragis Glen memicu kecurigaan Celia. Ia teringat paket misterius yang diterima Glen sehari sebelumnya. Celia lantas mengkonfirmasi kembali kronologi kecelakaan Kiki kepada Deva. Begitu mengetahui bahwa Kiki juga menerima paket serupa sebelum musibah terjadi, Celia yang memiliki indera keenam makin yakin bahwa teror mengerikan ini bersumber dari paket-paket misterius tersebut. Belum usai duka atas kematian Glen, giliran Firza yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kost-nya. Di atas meja kamar, tergeletak sebuah kotak kayu berukir yang telah terbuka. Kotak tersebut sama persis dengan paket misterius yang sebelumnya diterima oleh Kiki dan Glen.
Celia mendesak Deva, Bella dan Ale untuk segera berkumpul. Ia berencana meminta bantuan neneknya (Elly D. Luthan) yang memiliki kemampuan supranatural untuk menerawang dan menangkal gangguan gaib. Apa yang sebenarnya tersimpan di balik kotak berukir tersebut? Siapa sosok misterius di balik pengiriman paket-paket maut ini?
#Review:
Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan premis segar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui film PAKET SANTET (2026) karya sutradara Dinna Jasanti. Di tengah maraknya horror bertema lokasi angker dan ritual pertumbalan, film ini justru mengambil celah yang relatable di era modern yaitu bahaya teror mistis yang dikirimkan secara anonim lewat benda mati yang tampak biasa, yaitu paket kiriman.
Aku berkesempatan hadir pada press conference dan screening film PAKET SANTET (2026) yang sukses digelar pada Selasa, 18 Agustus 2028 kemarin di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Dinna Jasanti mengaku senang akhirnya bisa debut menyutradarai film bergenre horror bersama dengan rumah produksi Base Entertainment. Produser Shanty Harmayn mengungkapkan, meskipun film ini bergenre horror, namun Dinna Jasanti tetap mempertahankan elemen dramanya yang sudah menjadi signature dari Dinna Jasanti.
Untuk segi cerita, ide tentang kiriman santet melalui paket ini memang terbilang fresh dan baru di industri genre horror Indonesia. Menariknya lagi, Dinna Jasanti memberikan dinamika cerita persahabatan anak kuliahan yang terdiri dari tujuh orang sekaligus. Meskipun awalnya terlihat seperti kebanyakan karakter, tapi di tangan Ambaridzki, Obe Karel dan Titien Wattimena selaku penulis cerita, ketujuh karakter tersebut punya peran dan pengaruh penting pada keseluruhan cerita. Elemen misteri dalam film ini juga terjaga dengan baik lewat teka-teki siapa pengirim paket santet yang unpredictable. Semua karakter punya alibi kuat yang tidak memungkinkan mereka pelakunya. Hal tersebut diperkuat juga dengan serangkaian kejadian horror para karakter yang dieksekusi cukup brutal dan mengerikan. Aku tak menyangka di debut horror nya ini, Dinna Jasanti langsung se-berani ini. Puncak keseruan film PAKET SANTET (2026) mencapai klimaksnya saat reveal siapa yang melakukan semua ini. Meskipun motivasinya menurutku cukup memaksakan karena hanya dijelaskan sekedar flashback saja, namun di sisi lain, keputusan tersebut jadi plot twist tersendiri terhadap dinamika persahabatan ketujuh karakter dalam film ini. Meskipun menawarkan konsep yang menarik, film PAKET SANTET (2026) masih memiliki kelemahan di beberapa titik cerita. Metode santet dengan media pengantar hewan tawon belum terjelaskan dengan maksimal pada main plot film ini. Drama cinta segitiga kurang dieskplor lebih mendalam, padahal hal ini bisa menjadi pemicu paling besar bagi pelaku pengirim paket santet.
.jpeg)
Untuk jajaran pemain, keputusan Dinna Jasanti memilih ensemble cast aktor-aktor muda adalah hal yang tepat. Fatih Unru akhirnya mendapat kesempatan sebagai lead actor dalam film layar lebar tampil sangat believable sebagai karakter Deva. Aura protagonis dan green flag nya tidak dibuat-buat. Penampilan Gabriella Eka Putri sebagai karakter yang memiliki indera keenam juga tampil bagus dan sangat potensial untuk dikembangkan di kemudian hari. Apresiasi paling tinggi tentunya harus diberikan pada Yasamin Jasem. Kualitas aktingnya semakin mengesankan. Ekspresi dan setiap gesture nya bikin merinding dan membuatku terpukau. Saat adegan reveal dan babak akhir film, Yasamin Jasem tampil menggila dan totalitas maksimal! Sangat pantas jika ia dijuluki sebagai Princess of Horror Indonesia di era modern ini.
Untuk urusan visual, film PAKET SANTET (2026) tampil sangat berani menyajikan adegan-adegan kematian. Salah satu scene yang cukup membuatku ngilu, treatment nya mengingatkanku akan film-film FINAL DESTINATION hahaha! Scoring yang dihadirkan oleh Ofel Obaja juga berhasil meningkatkan intensitas ketegangan di setiap adegan dalam film ini.
Overall, film PAKET SANTET (2026) menjadi sebuah sajian horror thriller yang menegangkan dan penuh misteri. Kombinasi drama persahabatan dan kiriman santet lewat paket berhasil membuktikan bahwa ancaman paling mengerikan terkadang tidak datang dari tempat jauh, melainkan diantar langsung tepat di depan pintu rumah kita.
[8/10Bintang]

























