
#Description:
Title: Project Hail Mary (2026)
Casts: Ryan Gosling, James Ortiz, Sandra Huller, Lionel Boyce, Milana Vayntrub, Ken Leung, Priya Kansara, Mia Soteriou, Annalle Olaleye, Maya Eva Hosein, Bastian Antonio
Director: Phil Lord, Christopher Miller
Studio: Lord Miller Productions, Pascal Pictures, Sony Pictures
#Synopsis:
Para peneliti dan ilmuwan internasional kini sedang mengamati secara intens perihal energi yang dikeluarkan oleh Matahari mulai meredup. Fenomena tersebut memunculkan adanya garis inframerah yang disebut dengan garis Petrova dan kemudian mengarah pada planet Venus. Jika tidak ditangani secara serius, dalam kurun waktu 30 tahun kedepan, redupnya energi Matahari akan berdampak terhadap planet Bumi, seperti penurunan suhu secara ekstrim dan menurunnya populasi manusia secara masif.
Eva Stratt (Sandra Huller) sebagai perwakilan dari pemerintah Amerika Serikat dan para ilmuwan dari seluruh dunia sedang meneliti mikroorganisme bernama Astrophage yang terdeteksi berkembang biak di permukaan Matahari. Astrophage bermigrasi secara masif menuju permukaan planet Venus dengan cara memakan karbon dioksida di atmosfer dan menciptakan gas emisi yang disebut sebagai garis Petrova. Garis tersebut dapat dimanfaatkan juga untuk menambah bahan bakar pesawat luar angkasa yang sangat efisien namun menyimpan bahaya juga di dalamnya. Untuk memperbaiki redupnya energi Matahari akibat Astrophage, Stratt dan seluruh ilmuwan internasional menyusun sebuah proyek penyelamatan yang diberi nama Project Hail Mary. Proyek tersebut akan mengirimkan beberapa ilmuwan menuju Tau-Ceti, satu-satunya bintang di luar angkasa yang belum terpapar mikroorganisme Astrophage.
Hasil penelitian sementara membuktikan jika organisme yang ada permukaan Tau-Ceti dapat memangsa Astrophage. Uji coba pun rutin dilakukan oleh para peneliti dengan harapan bisa meredupkan garis Petrova sehingga tidak ada celah lagi bagi Astrophage bermigrasi ke mana-mana.
Suatu hari, terjadi sebuah insiden ledakan besar di laboratorium tiga hari menjelang hari peluncuran. Kejadian tersebut menewaskan ilmuwan utama yang memimpin Project Hail Mary menuju bintang Tau-Ceti. Karena tidak ada waktu lagi untuk memberikan pelatihan, Eva Stratt memaksa Ryland Grace (Ryan Gosling), seorang ilmuwan ahli mikroorganisme dan molekuler yang kini berprofesi sebagai guru sekolah untuk mengikuti Project Hail Mary. Stratt sangat yakin Grace bisa diandalkan dalam project ini karena memiliki pengetahuan yang luas di bidangnya.
Waktu terus berlalu. Grace tiba-tiba terbangun dari koma dan mendapati dirinya ada di dalam pesawat luar angkasa Hail Mary. Ditengah kebingungannya itu, perlahan Grace mulai sadar jika ia sudah menjadi bagian dari Project Hail Mary yang saat ini sedang berada di sistem tata surya jauh dari planet Bumi dan menjadi satu-satunya survivor dari tiga awak pesawat yang mereka sudah meninggal. Sambil mengembalikan semua ingatannya, Grace kembali mempelajari tentang garis Petrova, mikroorganisme Astrophage, bintang Tau-Ceti hingga mencari cara agar pesawat Hail Mary bisa pulang secepatnya ke Bumi.
Setelah ingatannya kembali pulih, Grace membawa pesawat Hail Mary pergi menuju bintang Tau-Ceti yang ternyata memiliki organisme yang dapat memangsa dan mengendalikan berkembang biaknya mikroorganisme Astropgahe. Saat mendekati bintang Tau-Ceti, Grace melihat sebuah pesawat luar angkasa lain yang perlahan mulai mendekatinya. Dari pesawat itu, keluar sebuah beberapa bongkahan xenon yang sengaja dilemparkan ke Hail Mary. Grace meyakini jika hal tersebut merupakan upaya komunikasi dari Alien yang ada di dalam pesawat luar angkasa itu. Kini, kedua pesawat itu saling merapat dan langsung terhubung oleh terowongan yang dibuat Alien. Karena penasaran, Grace berjalan menyusuri terowongan dan di sana ia bertemu dengan pilot pesawat luar angkasa Alien yang berasal dari bintang Eridani 40. Grace kemudian memanggil Alien tersebut dengan nama Rocky (James Ortiz) karena berwujud batu dan berkaki lima. Untuk memperlancar komunikasi antara manusia dengan Alien tersebut, Grace menciptakan sistem penerjemah ucapan dan suara dari Rocky. Setelah itu, Grace mengetahui jika Rocky juga bernasib seperti dirinya yaitu sama-sama survivor yang sedang berusaha menghentikan migrasi masif dari Astrophage. Agar bisa leluasa berkomunikasi dan masuk ke pesawat Hail Mary, Rocky menciptakan pelindung tubuh dari xenon sebagai baju luar angkasa nya.
Perjalanan eksplorasi bintang Tau-Ceti yang dilakukan Grace dan Rocky menambah pengetahuan bagi mereka berdua. Di saat yang bersamaan, Rocky juga mengetahui jika Project Hail Mary yang dijalankan Grace adalah misi bunuh diri, karena bahan bakar pesawat Hail Mary dibuat untuk satu kali perjalanan saja. Rocky pun menawarkan bantuan pada Grace dengan memberikan sebagian Astrophage untuk mengisi ulang bahan bakar pesawat Hail Mary agar Grace bisa pulang ke planet Bumi. Setelah berhasil mendapatkan organisme di bintang Tau-Ceti, mereka berdua kemudian kembali ke garis Petrova untuk mengendalikan Astrophage sekaligus menjadikannya bahan bakar bagi pesawat mereka masing-masing.
Namun sayang, terjadi kebocoran bahan bakar yang mengakibatkan ledakan dan pesawat mereka berputar-putar tanpa henti hingga menyebabkan Grace pingsan. Rocky tak tinggal diam, ia memecahkan baju luar angkasanya untuk menyelamatkan Grace. Bagaimana nasib mereka berdua? Akankah bisa kembali ke planet masing-masing?
#Review:
Semester pertama tahun 2026, industri perfilman Hollywood diramaikan lagi dengan sebuah film sci-fi space terbaru yang berjudul PROJECT HAIL MARY (2026). Film yang diadaptasi dari novel fenomenal berjudul sama karya Andy Weir ini dibintangi aktor peraih empat nominasi Oscars yaitu Ryan Gosling dan disutradarai oleh duo Phil Lord dan Christopher Miller. Menariknya, film PROJECT HAIL MARY (2026) merupakan salah satu film Hollywood yang paling diantisipasi kehadirannya di bioskop di tahun 2026 karena berbagai faktor. Seperti, mendapat skor sempurna di Rotten Tomatoes, Letterboxd dan iMDB, kemudian filmnya menggunakan format Filmed For IMAX dan tayang di IMAX 70MM. Sehingga antusias pecinta film di bioskop langsung tinggi terhadap film ini.
Untuk segi cerita, film PROJECT HAIL MARY (2026) menghadirkan kisah tentang rasa kesepian yang ditinggal sendirian bukan lagi di kantor ataupun rumah, melainkan di pesawat luar angkasa dengan jarak sangatlah jauh dari planet Bumi. Premis ini seketika mengingatkan penonton akan film sci-fi space setipe seperti film GRAVITY (2013) dan film yang dibintangi Matt Damon yaitu THE MARTIAN (2015). Yang menjadi pembeda dan daya tarik luar biasa dari film PROJECT HAIL MARY (2026) jika harus dibandingkan dengan film-film sejenis, yaitu adanya elemen komedi serta hati yang sangat luar biasa hangat. Awalnya aku kira film PROJECT HAIL MARY (2026) akan full serius seperti PROMETHEUS (2012), INTERSTELLAR (2014) atau ARRIVAL (2016), tapi ternyata dugaanku salah besar. Plot penjelasan teknis tentang luar angkasa dan istilah-istilah ilmiah nya sih tetap ada dan cukup mudah diikuti oleh penonton awam yang belum baca bukunya, eksekusi bagian seriusnya juga bagus dengan menggunakan treatment cerita maju mundur secara back to back. Yang menjadi bagian terbaik sekaligus emosional bagi penonton saat berfokus pada bonding dan interaksi antara karakter Grace dengan alien batu bernama Rocky. Yap betul! Interaksi manusia dengan alien berwujud batu dalam film ini tampil sangat mengesankan dan membuatku nangis berkali-kali! Tangis haru yang dirasakan karakter Ryland Grace tersampaikan dengan sangat baik pada penonton. Pokoknya siapkan jiwa dan raga kamu saat film memasuki adegan karaoke sampai film selesai. It's very monumental and full of emotional!
Nonton PROJECT HAIL MARY (2026) di IMAX adalah pengalaman sinematik luar biasa!
Untuk jajaran pemain, sudah jelas bintang utamanya di sini adalah Ryan Gosling. Moment survival dihadirkan penuh jenaka olehnya. Selain itu, rasa kesepian dan akhirnya menemukan ketulusan dari karakter Rocky juga tersampaikan dengan luar biasa pada penonton. Thumbs up juga untuk pengisi suara Rocky yaitu James Ortiz serta Sandra Huller yang tampil serius sesuai porsinya di bagian serius dalam film ini. Tanpa bonding chemistry mereka bertiga, film PROJECT HAIL MARY (2026) pasti tidak akan semenyenangkan ini.
Duet sutradara Lord dan Miller membawa energi yang dinamis di segala aspek. Sinematografinya menangkap kemegahan sistem bintang Tau-Ceti dengan sangat indah, namun juga berhasil menangkap klaustrofobia di dalam pesawat Hail Mary. Cahaya-cahaya luar biasa indah serta adegan-adegan yang banyak menggunakan praktikal ketimbang CGI, menjadi nilai tertinggi selanjutnya untuk film PROJECT HAIL MARY (2026) ini. Urusan audio dan suara juga patut diacungi jempol, terutama cara mereka menerjemahkan bahasa Rocky yang berbasis frekuensi menjadi sesuatu yang bisa dipahami secara emosional oleh penonton. Overall, film PROJECT HAIL MARY (2026) tidak hanya mengandalkan ledakan atau ancaman berbahaya khas film-film sci-fi space pada umunya. Film ini merayakan optimisme dan keyakinan bahwa dengan kecerdasan, kerja sama, dan pengorbanan, tidak ada masalah yang terlalu besar untuk dipecahkan. Durasi 2 jam 35 menit sama sekali tidak berasa! Keren banget! Salah satu film Hollywood terbaik di tahun ini. No debat!
[10/10Bintang]






























