#Description:
Title: Agensi Rumah Tangga (2026)
Title: Agensi Rumah Tangga (2026)
Casts: Enzy Storia, Afgansyah Reza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Tike Priatnakusumah, Nada Novia Putri, Unique Priscilla, Nazira C. Noer, Ummi Quary, Musdalifah Basri, Dea Panendra, Neneng Risma Wulandari, Astrid Juwita, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nuri Zhafira, Mega Salsabila, Farrell Rafisqy, Khalif Al-Juna, Freya Mikhayla, Dayu Wijanto, Sheila Dara Aisha, Hesti Purwadinata, Lulu Tobing, Febby Rastanty, Reza Chandika, Shela Lala
Director: Naya Anindita
Studio: Starvision Plus
#Synopsis:
Badai PHK melanda banyak perusahaan start-up di Indonesia, termasuk Tokotani. Katia Amaranto (Enzy Storia), seorang manajer di perusahaan tersebut, turut terkena dampaknya di tengah kondisi ekonomi yang kian menantang. Enam bulan berlalu, Katia tak kunjung mendapatkan pekerjaan baru. Uang tabungannya kian terkuras untuk biaya hidup sehari-hari dan cicilan KPR. Tekanan pun datang dari sang ibu, Titin Amaranto (Unique Priscilla), seorang PNS yang akan segera pensiun. Ibu Titin terus mendesak Katia untuk mendaftar CPNS demi jaminan hidup yang stabil dan bebas dari risiko PHK. Namun, Katia enggan menjadi PNS karena menganggap pekerjaannya monoton dan kurang menuntut kreativitas.Di sisi lain, Ibu Titin terpaksa harus merumahkan Bibi Minah (Tike Priatnakusumah), asisten rumah tangga yang sudah lebih dari 20 tahun bekerja di rumah setelah pensiun nanti. Katia yang dibesarkan oleh Bibi Minah merasa sangat sedih. Demi bisa menggaji Bibi Minah agar tetap bekerja di rumahnya, Katia akhirnya luluh dan bersedia mendaftar CPNS. Sambil menunggu proses seleksi, Katia mengantarkan Bibi Minah menuju terminal untuk pulang ke kampung halamannya di Cianjur. Saat menunggu bus, Bibi Minah tak sengaja bertemu dengan Siti (Ummi Quary), tetangga kampungnya yang juga hendak pulang. Siti mengeluh lantaran baru saja ditipu oleh agen penyalur asisten rumah tangga di Jakarta. Meski sudah menyetorkan sejumlah uang, ia tak kunjung mendapatkan pekerjaan dan malah luntang-lantung di ibu kota.
Setelah semua persiapan rampung, Katia meminta bantuan Bibi Minah untuk merekrut calon ART dari Cianjur. Lewat seleksi yang lumayan ketat, Bibi Minah berhasil mengumpulkan 10 kandidat yang sesuai dengan kriteria Katia dan Sashi. Mereka adalah Siti, Nissa (Nada Novia Putri) anak Bibi Minah, Dini (Dea Panendra), Ratih (Astrid Juwita), Asih (Musdalifah Basri), Marsih (Neneng Risma Wulandari), Denok (Boah Sartika), Rina (Priska Baru Segu), Fitri (Nuri Zhafira), dan Icha (Mega Salsabila). Untuk memastikan kualitas para kandidat, Katia datang langsung ke Cianjur. Setelah semuanya dirasa pas, Katia dan Bibi Minah memboyong kesepuluh calon ART tersebut ke Jakarta.
Di tengah kesibukan membangun usahanya, Katia terus didesak oleh Ibu Titin yang menanyakan perkembangan seleksi CPNS. Demi menjaga perasaan sang ibu, Katia terpaksa berbohong dan menyembunyikan bisnis barunya tersebut. Ia pun jadi makin jarang pulang ke rumah karena sibuk mengurus agensi. Demi meningkatkan profesionalisme, Katia, Sashi, dan Bibi Minah memberikan pelatihan intensif kepada para calon ART dengan mendatangkan Lala Shela, pengasuh kenamaan dari keluarga Raffi Ahmad berkat relasi yang dimiliki Sashi. Kerja keras mereka membuahkan hasil ketika klien pertama akhirnya datang, yakni Banu (Ardit Erwandha), sahabat Katia dan Sashi. Siti pun ditugaskan menjadi ART pertama di rumah Banu dan istrinya, Mila (Yunita Siregar), yang memiliki dua anak laki-laki.
Berkat relasi dan jaringan yang luas di kalangan manajer selebriti, Sashi berhasil menggaet klien besar berikutnya yaitu Kafka (Afgansyah Reza), penyanyi solo pria ternama yang mempunyai banyak penggemar. Manajer Kafka yaitu Ira (Nazira C. Noer), mengajukan syarat ketat pada Katia. Mereka membutuhkan ART berpengalaman yang sanggup menjaga privasi sang artis. Tanpa pilihan lain, Katia dan Sashi merekomendasikan Bibi Minah. Sebelum mengirimkan Bibi Minah ke rumahnya Kafka, mereka memberi peringatan keras pada Bibi Minah untuk tidak berkomunikasi dan memberi informasi kepada siapa pun termasuk Nissa, anaknya sendiri karena Katia tahu betul Nissa adalah penggemar berat Kafka.
Keberhasilan menggaet klien artis membuat Agensi Rumah Tangga semakin laris manis. Dini dikirim untuk menjadi ART di rumah pesinetron yang sedang naik daun, Quinna (Febby Rastanti). Tak lama berselang, Fitri, Icha, Rina dan Marsih turut mendapatkan majikan masing-masing. Melihat teman-temannya bekerja untuk kalangan artis dan orang berada, rasa iri mulai timbul di hati Asih, Nissa, Ratih, dan Denok. Masalah Katia pun kian menumpuk. Selain harus meredam perselisihan dan kecemburuan antar calon ART di mess, ia harus menangani dan membereskan keluhan dari para klien tentang kinerja dari para ART. Puncaknya, rahasia yang ia tutup rapat akhirnya terbongkar. Ibu Titin mengetahui bisnis agensi tersebut. Mampukah Katia menyelesaikan sederet masalah yang datang bertubi-tubi ini?
#Review:
Rumah produksi Starvision Plus kembali berkolaborasi dengan sutradara perempuan Naya Anindita lewat film komedi drama terbaru berjudul AGENSI RUMAH TANGGA (2026). Film ini merupakan adaptasi dari novel pop-urban best seller karya Almira Bastari yang siap tayang di bioskop Indonesia mulai 10 September 2026 mendatang.
Dalam sesi konferensi pers, sang sutradara, Naya Anindita, mengungkapkan bahwa kolaborasinya bersama Starvision dan Upi selaku penulis skenario bertujuan menyajikan tontonan yang menghibur sekaligus merepresentasikan kegigihan kaum perempuan dan para ibu yang berjuang mencari nafkah secara halal. Lewat film ini, Naya dan Upi ingin mengajak penonton untuk tidak lagi memandang sebelah mata profesi asisten rumah tangga. Bagaimanapun, pekerjaan tersebut mulia, halal, dan memberikan dampak serta manfaat yang sangat besar bagi orang-orang yang membutuhkan jasanya.
Untuk segi cerita, film AGENSI RUMAH TANGGA (2026) memiliki plot yang melimpah dan tidak berfokus pada satu main plot saja. Mengangkat premis fenomena badai PHK start-up dan kompleksitas tuntutan sosial dari orang tua, khususnya dorongan menjadi PNS demi "zona aman" dalam hidup, membuat issue yang diangkat oleh film ini terasa sangat relevan bagi generasi muda saat ini. Jalinan cerita yang dimulai dari keputusasaan karakter Katia hingga keberaniannya merintis agensi ART terasa mengalir dengan motif yang realistis. Plot kemudian bercabang menjadi beberapa bagian. Sisi drama romantis dihadirkan lewat pertemuan antara Katia dengan idolanya yaitu Kafka. Lewat subplot ini, penonton tidak sekedar diberi romansa klise semata, tapi turut menampilkan sisi manusiawi dari sosok idola yang mereka juga seorang manusia dan membutuhkan privasi ditengah popularitasnya sebagai seorang penyanyi. Subplot semakin kaya saat Naya dan Upi mengeksplorasi cerita dari sepuluh ART yang menjadi highlight utama dalam film ini. Berbekal pengalaman pernah menyutradarai drama geng kosan lewat IMPERFECT THE SERIES (2022), Naya Anindita berhasil membagi masing-masing cerita lucu secara ugal-ugalan melalui sepuluh ART ini. Tak hanya lucu, subplot kecil lain juga ditambahkan dengan cerdik oleh Naya dan Upi seperti cerita tentang kesedihan dan kesalahpahaman seorang anak yang merasa kehilangan kasih sayang dari ibunya, kemudian rasa rindu seorang ibu yang terpisah jarak dengan anaknya, lalu drama hampir pelakor dalam rumah tangga dan dinamika persahabatan antar sesama ART tersaji dengan sangat lengkap sekaligus menghibur dalam film ini.
Salah satu kelebihan dari Naya Anindita dalam menggarap sebuah film atau serial yaitu tektokan dialog setiap karakternya terasa believable dan juga hidup. Selain itu, sifat dan tingkah laku dari setiap karakter dalam film AGENSI RUMAH TANGGA (2026) ini seperti sengaja banget dibuat sama persis dengan pemeran aslinya di kehidupan nyata. Enzy Storia semakin luwes sebagai aktor spesialis komedi. Ditambah lagi ia dipasangkan dengan aktor yang masih satu circle pertemanan dengannya seperti Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Afgan dan Yunita Siregar. Otomatis chemistry mereka sudah terbentuk dengan sangat maksimal. Come back Afgansyah Reza sebagai aktor juga berhasil mengobati kerinduan penonton dan fans-nya setelah terakhir ia membintangi film layar lebar di tahun 2013 lalu. Ensemble cast sebelas ART yang dibintangi para komedian dan komika juga tak kalah mencuri perhatian. Mulai dari Ummi Quary, Nada Novia Putri, Musdalifah Basri, Astrid Juwita hingga Dea Panendra berhasil memberikan jokes-jokes receh tiada henti yang membuat penonton tertawa lepas. Sungguh sebuah pengalaman nonton film di bioskop yang bikin puas bahagia! Kita tunggu gebrakan selanjutnya dari Naya Anindita, sutradara muda perempuan Indonesia dengan track record box office hit yang sudah tidak perlu diragukan lagi!
[9/10Bintang]














.jpeg)