Wednesday, 28 January 2026

[Review] Send Help: Cerita Survival Penuh Ketegangan Antara Bos & Staff-nya Di Pulau Terpencil!

 



#Description:
Title: Send Help (2026)
Casts: Rachel McAdams, Dylan O'Brien, Edyll Ismail, Dennis Haysbert, Xavier Samuel, Chris Pang, Thaneth Warakulnukroh, Emma Raimi, Bruce Campbell
Director: Sam Raimi
Studio: Raimi Productions, 20th Century Studios


#Synopsis:
Setelah tujuh tahun bekerja di perusahaan Preston Strategic Solutions, staff divisi strategi dan perencanaan yaitu Linda Liddle (Rachel McAdams) optimis jika dirinya akan naik jabatan, sesuai janji dari mendiang pemilik perusahaan yaitu Bruce Preston (Bruce Campbell), sebagai balas budi atas dedikasi mendiang ayahnya Linda di masa lalu terhadap Bruce dan juga perusahaannya.



Namun sayang, setelah meninggalnya Bruce, perusahaan dan kepemimpinannya justru diwariskan kepada anak semata wayang Bruce yaitu Bradley Preston (Dylan O'Brien). Harapan naik jabatan untuk Linda jadi semakin tipis karena Bradley lebih tertarik mempromosikan staff lain yaitu Donovan (Xavier Samuel) sebagai pimpinan baru perusahaan karena keduanya sudah berteman lama sejak masih kuliah. Selain itu, Bradley juga tidak menyukai sikap aneh dan penampilan culun dari Linda yang menurutnya tidak pantas untuk menjabat posisi penting di perusahaan. Bradley pun terang-terangan pada asistennya ingin menyingkirkan Linda dari kantornya dengan cara di mutasi ke kantor cabang yang lokasinya jauh agar ia tidak lagi melihat Linda.


Untuk menjalankan misinya, Bradley berencana memindahkan Linda ke kantor cabang yang akan segera di buka di Bangkok, Thailand. Ia pun mengajak Linda untuk meninjau langsung ke sana bersama dengan Donovan dan beberapa staff lain yang punya kedekatan tersendiri dengan Bradley. Rombongan kemudian terbang menggunakan pesawat pribadi menuju Bangkok. Dalam perjalanan, Donovan memutar video konten audisi Linda yang mengikuti kompetisi program reality show Survivor. Video tersebut menjadi bahan lelucon dan tertawaan dari Bradley dan yang lainnya. Hal tersebut membuat Linda sangat sedih dan semakin sakit hati karena perilaku jahat dari rekan-rekan kerjanya itu. Tak lama kemudian, pesawat mengalami turbulensi hebat. Ditengah kepanikan tersebut, pesawat terkena sambaran petir yang menyebabkan kerusakan fatal. Linda dan Bradley yang duduk memasang sabuk keamanan tidak terlempar keluar dari pesawat, namun tenggelam di tengah lautan.


Keesokan harinya, Linda terbangun dari pingsannya dan tersadar jika ia terdampar di sebuah pulau kosong tak berpenghuni. Ketika Linda berkeliling, ia menemukan Bradley di pinggir pantai dan tak sadarkan diri. Linda pun langsung membawa Bradley ke tempat yang aman. Selama terdampar di pulau tersebut, Linda menerapkan cara-cara survival yang selama ini ia pelajari baik melalui buku, jurnal, internet dan juga program televisi favoritnya, Survivor. Berkat hobinya itu, Linda berhasil membuat tempat teduh dari kayu dan dedaunan, api unggun tanpa bantuan korek api, berburu sumber makanan ke dalam hutan dan yang lainnya. Setelah dua hari tak sadarkan diri, Bradley mulai siuman. Ia terkejut sekaligus menangis terharu karena masih diberi keselamatan dari kecelakaan tragis pesawat, meskipun salah satu kakinya mengalami luka dan cidera parah.


Hari demi terus berlalu. Linda semakin menikmati terdampar di pulau terpencil dan terlihat tidak ada usaha untuk mencari cara agar bisa ditemukan oleh orang lain. Hal sebaliknya justru dialami oleh Bradley yang ingin segera keluar dari pulau tersebut. Meskipun di kantor mendapatkan perilaku buruk, tak membuat Linda enggan dalam menolong dan merawat Bradley. Di sisi lain, Bradley ternyata menyimpan rasa kesal terhadap Linda karena tidak ada usaha untuk mencari pertolongan, malah memilih bertahan hidup saja di pulau tersebut sampai bantuan pertolongan datang sendiri mendatangi mereka. Pertengkaran kecil pun selalu terjadi diantara Linda dan Bradley setiap harinya.


Hari demi hari terus berlalu. Kondisi kesehatan dan kaki Bradley yang cidera perlahan mulai membaik. Karena merasa bosan, Bradley kemudian ikut Linda berburu sumber makanan di dalam hutan. Sambil menjelajah hutan, Linda berbagi pengetahuan tentang hutan, tanaman, buah-buahan hingga hewan yang selama ini ia pelajari pada Bradley. Setelah itu, Linda juga mengajak Bradley berjalan menuju tebing untuk melihat pemandangan indah lautan luas sekaligus melarang Bradley untuk tidak berjalan jauh ke tebing sebrang karena banyak tumbuhan beracun di sana.
Tak terasa sudah hampir sebulan Linda dan Bradley terdampar di pulau tersebut. Bantuan dan upaya pencarian jatuhnya pesawat juga tak pernah sampai ke pulau mereka. Hingga suatu ketika, saat Linda sedang mencari sumber makanan di pantai bagian belakang, ia melihat kapal kecil melintas. Tapi ternyata, Linda memilih bersembunyi dan tidak meminta pertolongan kepada kapal tersebut. Ia pun merahasiakan kejadian itu pada Bradley supaya mereka berdua tetap terdampar di sana.



Karena sudah tidak tahan lagi hidup di sana, Bradley diam-diam merakit kapal kayu untuk kabur dari pulau dan pergi meninggalkan Linda. Agar rencananya berhasil, Bradley memberikan racun di hidangan makan malam yang disantap Linda. Melihat kondisi Linda yang keracunan dan hampir tak sadarkan diri, Bradley langsung mendorong kapal kayunya menuju pinggir pantai dan kabur menuju laut. Namun sayang, angin kencang di malam hari menciptakan arus dan ombak tinggi yang menyebabkan kapal kayu Bradley hancur dan terbalik. Ia pun terseret dan kembali ke pinggir pantai.
Keesokan harinya, Bradley terbangun yang diselamatkan lagi oleh Linda. Meskipun sudah mengecewakannya, Linda tetap menolong Bradley sambil mengancamnya untuk tidak lagi meremehkan dirinya. Bradley pun akhirnya menyerah dan memutuskan mengikuti semua keinginan Linda untuk tetap bertahan hidup di pulau. Bagaimana nasib mereka berdua selanjutnya?


#Review:
Di penghujung bulan Januari 2026, Hollywood siap digemparkan dengan film bergenre kombinasi antara drama komedi, romantis, thriller dan horror terbaru produksi 20th Century Fox berjudul SEND HELP (2026). Film ini disutradarai oleh Sam Raimi, kreator original Trilogy EVIL DEAD dan DRAG ME TO HELL (2009), yang selama ini dikenal sebagai salah satu sutradara spesialis film horror dengan memiliki ciri khas tersendiri di setiap filmnya.


Untuk segi cerita, menurutku wajar saja film SEND HELP (2026) ini berani menyuguhkan kombinasi genre dalam plotnya, karena kolaborasi Sam Raimi dan penulis Damian Shanon, Mark Swift berhasil menciptakan cerita tentang survival yang sangat seru dan penuh kejutan diluar dugaan! Premis film ini sebetulnya sudah sering kita temukan di film atau serial lain yaitu tentang karakter yang terjebak atau terdampar di sebuah pulau terpencil usai mengalami kecelakaan. Terakhir, premis ini bisa kita temukan di film nya Netflix THE MOST BEAUTIFUL IN THE WORLD (2025) yang dibintangi Reza Rahadian dan Sheila Dara. Bagian awalnya juga memiliki kesamaan pula, tentang boss pria yang selalu meremehkan staff perempuannya di kantor lalu tak sengaja mereka berdua terdampar di pulau. Ketika memasuki babak pertengahan, barulah film SEND HELP (2026) menunjukkan taringnya.


Terima kasih WatchmenID atas undangan nonton bareng film SEND HELP (2026) nya!

Moment terdampar di pulau terpencil dieksplorasi dengan realistis. Berkat hobinya membaca buku, riset dan menonton acara bertema survival, karakter Linda Liddle berhasil menerapkannya dengan maksimal selama terdampar di pulau tersebut. Penonton selalu berhasil dibuat tertawa melihat cekcok antara Linda dan Bradley karena keinginan mereka berdua sangat bersebrangan. Dengan durasi yang nyaris 120 menit, Sam Raimi sangat leluasa mengeksplor dua sifat manusia bertolak belakang lewat Linda dan Bradley. Di paruh awal film, penonton sangat mudah bersimpati dan berpihak pada Linda yang mendapat perlakuan sexism dan misogyny dari orang-orang di kantornya. Pada point ini, kritik sosial tersebut jadi lebih relevan dengan kehidupan sosial perkantoran yang pasti ada saja tipikal orang-orang brengsek seperti Bradley Preston. Namun saat memasuki babak pertengahan sampai akhir film, barulah kejutan demi kejutan disajikan ke penonton dengan cara yang sangat "menyenangkan". Aksi kucing-kucingan antara Linda dan Bradley serta kekonyolan mereka selalu berhasil memancing tawa sekaligus adrenaline penonton. Selain itu, Sam Raimi juga menyuguhkan signature nya yaitu elemen horror, thriller serta gore nya yang sukses membuatku ngilu! Gila sih, semua experience dari film-filmnya Sam Raimi terdahulu seperti Evil Dead, Spider-Man, Drag Me To Hell hingga yang terbaru DOCTOR STRANGE IN THE MULTIVERSE OF MADNESS (2022) bisa dirasakan disepanjang film ini. Bahkan, treatment angle kamera dan extreme close-up yang digunakan, beberapa diantaranya langsung dejavu terhadap film-film karya Sam Raimi terdahulu, khususnya saat Linda di babak akhir film, eksekusinya Scarlett Witch banget haha. Transformasi perubahan dari Linda dan Bradley di babak akhir film benar-benar memuaskan ekspektasi penonton!
Untuk jajaran pemain, penampilan luar biasa datang dari Rachel McAdams yang berhasil menghidupkan karakter Linda yang culun, freak dan kemudian menggila jadi cegil yang dibangun secara perlahan dengan sangat memukau. Range emosional serta gesture nya juara banget! Sangat berharap performa McAdams di film ini ter-notice oleh Oscars, Golden Globes dan SAG. Pasangannya yang memerankan Bradley Preston yaitu Dylan O'Brien pun tampil luar biasa menyebalkan sebagai boss patriarki yang sangat kekeuh tidak ingin dilangkahi oleh Linda. Aksi liciknya yang selalu gagal jadi bahan tertawaan bagi penonton. Chemistry hate relationship nya dengan Linda juga benar-benar menyebalkan. 
Overall, film SEND HELP (2026) sukses menjadi sajian film Hollywood yang paling mengejutkan dan memukau di awal tahun ini. Kombinasi drama komedi romantis, horror, thriller hingga gore yang sangat entertaining! Highly recommended ditonton di bioskop karena nyaris no sensor sama sekali!


[9.5/10Bintang]

Monday, 26 January 2026

[Review] Penerbangan Terakhir: Skandal Perselingkuhan Antara Pilot & Pramugari Yang Bikin Emosi!

 


#Description:
Title: Penerbangan Terakhir (2026)
Casts: Jerome Kurnia, Nadya Arina, Aghniny Haque, Nasya Marcella, Devina Bertha, Ayu Dyah Pasha, Fiorenza Celesta, Adam Farrel, Meni Agus, Marella Murwanto, Harris Soedarto, Astry Ovie
Director: Benni Setiawan
Studio: VMS Studio, Legacy Pictures


#Synopsis:
Deva (Jerome Kurnia) merupakan pilot muda yang banyak disukai para pramugari di bandara. Selain tampan, rupanya Deva juga dikenal sebagai playboy karena sering mendekati dan menggoda beberapa pramugari. Bahkan ia juga nekat merayu dan bermesraan dengan pramugari incarannya di kokpit pesawat ketika sedang mode otomatis.
Suatu hari setelah selesai tugas terbang, Deva tak sengaja bertemu dengan pramugari baru yaitu Tiara (Nadya Arina). Ternyata, Tiara adalah adik kelas Deva semasa SMA yang sama-sama mengikuti program ekstrakurikuler olahraga basket. Pertemuan tersebut membuat keduanya saling terpesona. Deva kemudian meminta nomor telepon Tiara agar obrolan mereka bisa berlanjut.
Sejak saat itu, Deva dan Tiara menjadi dekat. Ketika sedang berdinas di jadwal yang sama, tak jarang Deva tebar pesona dan merayu Tiara di kokpit pesawat. Namun Tiara masih bisa menahan diri untuk tidak mudah termakan rayuan Deva. Di sisi lain, hubungan mereka berdua cukup dikhawatirkan oleh kedua rekan Tiara yaitu Eva (Nasya Marcella) dan Siska (Devina Bertha). Namun Tiara berjanji akan menjaga diri sebaik mungkin agar tidak mengecewakan sang ibu (Ayu Dyah Pasha) dan adiknya, Indah (Fiorenza Celesta) yang ada di kampung halaman.
Setelah resmi berpacaran, Tiara pun mengajak Deva untuk menemui ibu dan adiknya. Tak membutuhkan waktu lama, keluarga Tiara sangat menyukai Deva yang sifatnya sopan, baik dan juga tampan. Ibunya Tiara pun menitipkan pesan pada Deva untuk menjaga Tiara sebaik mungkin. Setelah pertemuan tersebut dan mendapat restu dari keluarga, Deva pun berencana akan menikahi Tiara. Hingga suatu malam, saat Deva dan Tiara libur bekerja, mereka menghabiskan waktu bersama di apartment nya Deva. Karena terbujuk rayuan dan janji Deva yang akan menikahinya Tiara, mereka pun melakukan hubungan seksual. Sejak saat itu, Deva dan Tiara jadi pasangan pilot dan pramugari yang sering diperbincangkan di kalangan mereka. Selain itu, keduanya pun mulai mempersiapkan rencana tunangan dan pernikahan.
Hingga suatu hari, kabar mengejutkan datang dari Deva yang tiba-tiba saja mengadakan akad dan resepsi pernikahan dengan seorang konten kreator populer bernama Nadia Sarah (Aghniny Haque). Bersama dengan Eva dan Siska, mereka pergi ke tempat acara pernikahan Deva. Dan benar saja, mereka sudah resmi menikah. Hal tersebut membuat Tiara sangat sakit hati karena dibohongi oleh Deva. Tiara belum sepenuhnya merelakan Deva yang menikah dengan orang lain, selain karena masih mencintai Deva, tabungan pernikahan yang sudah ia persiapkan ternyata sudah digunakan oleh Deva. Tiara pun meminta adiknya untuk sementara waktu tidak menceritakan hal ini kepada sang ibu.
Disela-sela jam terbangnya, Deva sering menyempatkan waktu untuk menemui Tiara dengan alasan ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Deva mengaku terpaksa menikah dengan Nadia karena istrinya itu mengancam akan menghabisi karier Deva sebagai pilot. Selain itu, jika menikahi Nadia, ia bisa mendapatkan uang tambahan untuk melunasi hutang dengan cara membuat banyak konten bersama Nadia. Deva berjanji setelah 6 bulan menikah, ia akan mengajukan cerai pada Nadia dan kembali ke Tiara.
Seiring berjalannya waktu, Tiara yang berniat untuk melupakan Deva, selalu gagal karena termakan bujuk rayu Deva dengan alasan andalannya akan menikahi Tiara. Mereka pun diam-diam selalu menyempatkan waktu untuk bertemu meskipun Tiara sendiri menyadari jika hal tersebut memang salah. Sementara itu, Nadia mulai curiga jika suaminya masih ganjen terhadap wanita lain di belakangnya. Ia pun tak tinggal diam. Nadia menyusun rencana dengan membuat banyak konten dan live di sosial media sebagai pasangan suami istri yang harmonis bersama Deva. Rencana tersebut berhasil menarik perhatian para followers dan membuat Tiara semakin menyadari jika keputusannya percaya pada Deva itu adalah salah.
Sementara itu, Deva masih berusaha menyelamatkan hubungannya dengan Tiara. Ia kembali bersumpah akan secepatnya menceraikan Nadia asalkan Tiara bersabar untuk menunggu, karena permasalahan hutangnya masih belum terselesaikan. Situasi menjadi tidak sesuai rencana karena Nadia kini sedang mengandung anaknya Deva. Kabar kehamilannya itu disiarkan secara live di sosial media. Nadia pun mengancam Deva dan Tiara akan mengungkap perselingkuhan mereka ke publik jika tak kunjung diselesaikan.
Tiara pun sebetulnya sudah mengambil langkah untuk tak lagi berurusan dengan Deva. Namun sialnya, Deva terus berusaha mengejar dan tak mau kehilangan Tiara. Di sisi lain, reputasi dan nama Tiara semakin buruk. Awalnya ia ingin memberikan klarifikasi terkait hubungannya dengan Deva pada publik, namun Eva melarang hal tersebut karena saat ini posisi Tiara tidak akan mendapat respon baik dari publik karena berhadapan dengan Nadia yang notabene istri sah Deva yang sedang mengandung. Masalah kembali muncul disaat Deva tiba-tiba tidak bisa dihubungi oleh Nadia maupun Tiara. Sang istri curiga jika suaminya itu masih saja berhubungan dengan Tiara. Namun Tiara membantah hal tersebut karena sedang bekerja dan tidak satu jadwal dengan Deva.
Nadia pun terpaksa akhirnya buka suara melalui siaran live jika dirinya diselingkuhi oleh Deva disaat kondisinya sedang mengandung dan selingkuhannya adalah Tiara. Siaran live tersebut kemudian viral dimana-mana. Nama Tiara semakin buruk, disebut sebagai perusak rumah tangga orang, dipecat dari pekerjaannya sebagai Pramugari dan kabar tersebut akhirnya sampai ke ibunya. Sementara itu, Deva pun tak bisa berbuat banyak dan hubungannya dengan Tiara juga sudah tidak bisa lagi diselamatkan. Agar namanya tidak semakin buruk, Deva terpaksa mengakui perbuatannya dan meminta maaf secara langsung kepada Nadia lewat program podcast.


#Review:
Bulan Januari 2026 perfilman Indonesia disuguhkan dengan dua film bertema drama perselingkuhan sekaligus dari dua rumah produksi berbeda. Setelah Unlimited Productions dengan MUSUH DALAM SELIMUT (2026), di minggu kedua hadir film PENERBANGAN TERAKHIR (2026) produksi VMS Studio karya sutradara dan penulis Benni Setiawan.


Untuk segi cerita, aku baru menyadari jika film ini adaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Annastasia Anderson. Aku kira, terinspirasi dari berita viral perselingkuhan pramugari dengan kalangan pejabat yang sempat menghebohkan beberapa tahun lalu hahaha. Plot yang dihadirkan film PENERBANGAN TERAKHIR (2026) diawali dengan drama percintaan pilot playboy dengan pramugari fresh graduate. Treatment romansa Deva dan Tiara di awal film tampil cukup manis, khas cerita-cerita FTV yang aku tidak merasakan adanya rasa cinta satu sama lain diantara mereka. Tak lupa juga diselipkan betapa brengseknya karakter Deva dengan gombalan andalannya "kamu pernah ciuman di atas 30.000 kaki gak?" sambil dipangku di kabin pilot. Istighfar! Plot perjalanan cinta antara Deva dan Tiara pun terasa cepat dan singkat, tiba-tiba saja Tiara mengajak Deva berkenalan dengan ibu dan sang adik, kemudian langsung sibuk menyusun acara pernikahan.
Memasuki pertengahan cerita, barulah plot twist dihadirkan ketika karakter Nadia Sarah muncul sebagai calon istri Deva yang besoknya mereka menggelar pernikahan. Semuanya terasa serba instan, tanpa memperlihatkan maksud dan alasan Nadia yang kekeuh ingin tetap menikah dan mempertahankan Deva sebagai suaminya. Padahal sudah jelas, suaminya itu banyak main perempuan, kecanduan judol dan banyak hutang dimana-mana. Point of view cerita pun jadi berpindah kepada Nadia yang semakin agresif mempertahankan rumah tangganya meskipun hal tersebut memang sengaja penuh kepalsuan. Moment Nadia terus menyerang Tiara pun jadi bisa dimaklumi, karena dia memang diselingkuhi oleh Deva. Upaya mempertahankan hubungan yang dilakukan Tiara juga jadi sia-sia dan bodoh banget. Entah mengapa Benni Setiawan memberanikan diri mengambil sudut pandang pelakor yang seolah terdzolimi dalam film ini. Selain ketiga karakter utama yang punya pola pemikiran kurang waras, jajaran karakter pendukungnya pun sama-sama kurang waras menurutku. Mereka seolah terkesan menutupi dan membiarkan perselingkuhan di kalangaan pilot dan pramugari, yang secara tidak langsung semakin memperkuat stigma di masyarakat perihal affair di kalangan mereka itu memang ada.
Untuk jajaran pemain, penampilan Jerome Kurnia memang berhasil jadi sosok pilot Deva yang menyebalkan, namun levelnya masih kalah jauh dengan suami menyebalkan seperti Reza Rahadian di serial dan series LAYANGAN PUTUS (2023) yang sama-sama disutradarai Benni Setiawan. Range emosional dari Nadya Arina pun jadi tidak klimaks karena pov cerita itu tadi yang membuat karakter Tiara jadi enemy di film ini. Penampilan Aghniny Haque sebagai Nadia Sarah cukup berhasil menciptakan kesan agresif dan intimidatif nya, meskipun aura seorang konten kreator yang gila-gila sosmed nya masih kurang meyakinkan.
Overall, film PENERBANGAN TERAKHIR (2026) tampil kurang memuaskan sebagai sajian drama rumah tangga yang diguncang kehadiran orang ketiga. Romantisasi lewat pov dari pelakor ini terasa belum matang dan jauh dari ekspektasi!


[5.5/10Bintang]

Wednesday, 21 January 2026

[Review] Esok Tanpa Ibu: Ketika Peran Seorang Ibu Digantikan Oleh AI Assistant!

 



#Description:
Title: Esok Tanpa Ibu - Mothernet (2026)
Casts: Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Bima Sena, Aisha Nurra Datau
Director: Ho Wi Ding
Studio: Base Entertainment, Beacon Film, Refinery Media, Singapore Film Commission, IMDA


#Synopsis:
Pak Hendi (Ringgo Agus Rahman), Ibu Laras (Dian Sastrowardoyo) dan anak semata wayang mereka yaitu Rama (Ali Fikry) memutuskan pindah dari Jakarta ke wilayah pinggiran kota bernama Cendana demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Di sana, Pak Hendi dan Ibu Laras juga turut mengembangkan project Flower Tower bersama perusahaan yang mereka kelola bernama ESOK.
Pindahnya dari kota ke wilayah pinggiran membuat Rama harus beradaptasi lagi dengan lingkungan dan teman-teman baru. Di usianya yang beranjak remaja, Rama memilih menghabiskan waktu dengan gadget dan bermain game favoritnya. Pak Hendi dan Ibu Laras terkadang merindukan kebersamaan dengan Cimot, panggilan sayang mereka untuk Rama sedari kecil. Saat waktu senggang, Ibu Laras selalu menyempatkan waktu untuk bisa ngobrol dengan Rama. Hal tersebut berbanding terbalik dengan Pak Hendi yang merasa ada jarak dengan anaknya itu. Rama pun kini lebih nyaman ngobrol dan curhat dengan sang ibu ketimbang berbagi cerita dengan ayahnya.
Suatu hari, Rama terlihat murung, tidak semangat dan sering menghabiskan waktu di kamar setelah pulang sekolah. Karena khawatir, Ibu Laras mengajaknya berbicara dan Rama pun bercerita jika ia baru saja putus dengan pacarnya yang ada di Jakarta. Rama meminta sang ibu untuk tidak menceritakan hal ini pada siapapun termasuk ayahnya sendiri.
Saat akhir pekan, Ibu Laras dan Pak Hendi mengajak Rama untuk menjelajah hutan dan mendaki bukit. Mereka ingin memperlihatkan sesuatu yang tersembunyi di balik jembatan dan tebing kepada Rama. Selama menjelajah hutan dan berjalan menuju jembatan, Ibu Laras berusaha mencairkan suasana antara Pak Hendi dan Rama. Namun yang terjadi malah Pak Hendi lebih banyak menasehati dan ketus kepada anaknya itu. Ditengah perjalanan, mereka menyadari jika stok minuman sudah habis dan botol minum milik Rama tertinggal di mobil. Ibu Laras berinisiatif turun dari bukit untuk mengambil botol minum dan meninggalkan mereka berdua. Ibu Laras berharap suami dan anaknya itu bisa akur tanpa harus dibantu olehnya. Ketika sedang berjalan turun dari bukit, Ibu Laras mengalami sesak nafas dan kepalanya mulai pusing. Tak lama setelah itu, Ibu Laras terjatuh tak sadarkan diri. Notifikasi keadaan darurat otomatis terkirim dari smartwatch milik Ibu Laras ke Pak Hendi dan Rama. Mereka berdua kemudian berlari turun dari bukit dan langsung membawa Ibu Laras ke rumah sakit.
Selama proses perawatan, Pak Hendi dan Rama mau tak mau harus saling berkomunikasi di rumah. Meskipun terasa kaku dan berjarak, Pak Hendi berusaha menggantikan semua pekerjaan rumah tangga yang sering dilakukan Ibu Laras, termasuk mengurus berbagai keperluan Rama untuk sekolah. Sementara itu, Rama semakin merindukan ibunya yang selalu ada dan menjadi tempat untuk curhat selama ini. Rasa sesal perlahan mulai menghampiri Rama karena selama ini ia selalu merasa malu dan risih ketikan Ibu Laras sering membuat rekaman video keluarga untuk keperluan konten di sosial media. Untuk mengatasi kerinduannya, Rama jadi sering membuka sosial media ibunya sambil browsing mencari berbagai cara agar Ibu Laras dapat memberikan respon ketika sedang dijenguk olehnya.
Waktu terus berlalu. Kondisi Ibu Laras malah semakin memburuk. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak rumah sakit. Namun sayang, Ibu Laras akhirnya meninggal dunia. Kepergian Ibu Laras untuk selama-lamanya membuat Pak Hendi dan Rama sangat terpukul. Saat duka menyelimuti mereka berdua, Rama berinisiatif mengganti suara di AI Assistant gadget Spiko di rumah dan smartwatch nya dengan menggunakan suara dari mendiang ibunya. Dengan bantuan temannya yang mahir soal software dan teknologi yaitu Zyla (Aisha Nurra Datau), mereka menciptakan AI Assistant pribadi terbaru bernama I-BU (Dian Sastrowardoyo) dengan menggunakan suara dari Ibu Laras. Saat Rama pertama kali mencobanya, ia langsung senang sekaligus terharu karena bisa mendengar suara mendiang ibunya, meskipun dalam bentuk AI Assistant.
Seiring berjalannya waktu, Rama mulai bangkit dari dukanya berkat kehadiran AI Assistant I-BU. Hampir setiap hari dan setiap saat ia sering curhat, mengobrol dan mengerjakan tugas sekolah dengan I-BU. Karena merasa terbantu, Rama kemudian meminta bantuan lagi pada Zyla untuk upgrade AI Assistant I-BU. Di versi terbarunya ini, I-BU jadi semakin pintar dan semakin mengerti semua keinginan Rama. Di sisi lain, Pak Hendi yang awalnya tidak menyetujui soal AI Assistant I-BU tersebut, perlahan mulai membiasakan diri karena dapat mengobati kerinduan akan mendiang sang istri.
Dibalik kecanggihan AI Assistant I-BU yang dipakai oleh Rama dan Pak Hendi, tersimpan kekhawatiran dari teman sekelas Rama yaitu Robert (Bima Sena). Ia melihat Rama jadi kecanduan dan membuatnya tidak bisa lepas dari I-BU. Keadaan menjadi semakin kompleks saat Rama memaksa Zyla untuk upgrade lagi I-BU jadi semakin cerdas dengan bantuan arsip data dari harddisk serta ponsel peninggalan Ibu Laras. Setelah upgrade ke versi paling baru, AI Assistant I-BU jadi semakin pintar dan mampu mengenal lebih personal Rama dan juga Pak Hendi. Bahkan I-BU juga punya kemampuan untuk melindungi dan membuat Rama selalu bahagia setiap saat.
Melihat Rama yang semakin ketergantungan dan tak bisa lepas dari AI Assistant I-BU membuat Pak Hendi, Zyla dan Robert khawatir, karena kecanggihan teknologi apapun tidak akan pernah bisa menggantikan emosional dan manusia sekalipun. Bagaimana akhir cerita Rama dan Pak Hendi dalam menghadapi AI Assistant I-BU yang semakin luar biasa tersebut?



#Review:
Setelah tayang perdana di JAFF Jogja yang ke-20 pada Desember tahun lalu, film Indonesia terbaru produksi kolaborasi antara Indonesia, Malaysia dan Singapura berjudul ESOK TANPA IBU - MOTHERNET (2026) siap tayang di bioskop mulai 22 Januari 2026 mendatang.


Aku berkesempatan hadir pada acara Gala Premiere film ESOK TANPA IBU (2026) yang sukses digelar pada Senin, 19 Januari kemarin di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Pada kesempatan tersebut, sutradara Ho Wi Ding asal Malaysia mengungkapkan, proses syuting film ESOK TANPA IBU (2026) berjalan dengan lancar dan penuh suka cita. Meskipun sempat terkendala karena perbedaan bahasa, hal tersebut tak menjadi penghalang bagi mereka. Kolaborasi sutradara dan para pemain terjalin sangat profesional. Selama proses produksi, naskah cerita dan skenario tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang setiap kalimatnya diterjemahkan dengan detail agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi. Lebih lanjut, Ho Wi Ding juga merasa terhormat karena mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan aktor-aktor terbaik Indonesia saat ini seperti Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Ali Fikry, Nurra Datau dan Bima Sena. Ia mengaku tidak menemukan kesulitan sama sekali saat mengarahkan para aktor bermain di film ini karena sudah berakting dengan sangat bagus.


Untuk segi cerita, film ESOK TANPA IBU (2026) rupanya bukan sekedar drama keluarga yang ditinggal pergi oleh salah satu anggotanya saja. Cerita dan skenario yang ditulis rame-rame oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, Melarissa Sjarief dan Arief Asshiddiq ini turut mengangkat fenomena teknologi Artificial Intelligence di era modern. Paruh awal film, plot keluarga Pak Hendi, Ibu Laras dan Rama sekilas mengingatkanku akan film KELUARGA CEMARA (2018) yang sama-sama ditulis oleh Gina S. Noer, tentang keluarga yang memutuskan berpindah dari kota ke desa. Di film ini, konflik yang terjadi datang dari hubungan berjarak antara ayah dengan anak laki-lakinya. Plot tersebut tersaji secara simple, meaningful dan relatable bagi sebagian penonton yang bernasib sama seperti karakter Cimot di film ini. Memasuki babak pertengahan, plot semakin mengharu-biru ketika sosok ibu pergi untuk selama-lamanya. Potret kehilangan sosok istri dan ibu pasti akan berdampak besar dalam ruang lingkup keluarga. Selain kesedihan, hilangnya karakter Ibu Laras di film ini juga langsung mengubah dinamika hubungan ayah dan anak secara signifikan.


Aku sangat suka bagimana tim penulis dan sutradara menyatukan drama keluarga dengan plot soal teknologi Artificial Intelligence dalam film ini. Berbagai kebiasaan manusia saat ini seperti mengabadikan banyak moment dengan konten video, berjam-jam scrolling sosial media, penerapan smart living dalam rumah tangga, pengunaan smartwatch dan aplikasi AI tersaji apa adanya sesuai dengan jaman sekarang. Menariknya lagi, film ESOK TANPA IBU (2026) juga menampilkan sisi negatif jika manusia terus ketergantungan terhadap kecanggihan teknologi AI dalam segala aktivitas. Pesan yang disampaikan tersebut dibuat sesederhana mungkin, sehingga akan mudah menyentuh perasaan penonton. Jujur, baru kali ini aku menonton film bertema teknologi tapi tidak trying too hard untuk ambisius, pamer kecanggihan efek visual atau chaos skala masif. Sang sutradara memilih jalur yang lebih grounded dan juga emosional.


Untuk jajaran pemain, tiga pemain utama film ESOK TANPA IBU (2026) tampil luar biasa. Apresiasi harus diberikan kepada Ali Fikry yang berhasil memerankan karakter Rama yang sangat kompleks. Range emosionalnya sukses membuatku terpukau. Kesedihan dan kesepian yang ia rasakan terdeliver dengan baik pada penonton. Chemistry kaku in very good way dengan Ringgo Agus juga duh! Definisi hubungan berjarak ayah dan anak yang terlalu nyata! Hahaha. Applause selanjutnya wajib diberikan kepada Dian Sastrowardoyo. Meskipun screentime secara visualnya tidak mendominasi, namun kehadiran Ibu Laras versi I-BU berhasil meyakinkan penonton jika itu adalah AI. Intonasi suara, gesture avatar dan gaya bicara saat menjadi I-BU emang AI banget! Selain itu, yang selalu menjadi signature dari sosok Dian Sastrowardoyo yaitu di setiap film yang dimainkan, ia selalu tampil cantik dan flawless, termasuk saat adegan tak sadarkan diri dan dirawat di rumah sakit. Cantik banget! Hahaha. Scene stealer pemeran Robert yaitu Bima Sena juga patut diberi acungan jempol. Tektokannya dengan Rama, Pak Hendi selalu berhasil memecah tawa penonton.
Overall, film ESOK TANPA IBU (2026) berhasil memadukan drama keluarga tentang kehilangan dengan balutan kecanggihan teknologi AI secara emosional, menghibur sekaligus bikin haru! Jangan sampai terlewatkan!


[8.5/10Bintang]

Saturday, 17 January 2026

[Review] Pillion: Drama Percintaan Antara Pasangan Dominan Dan Submisif!

 


#Description:
Title: Pillion (2026)
Casts: Harry Melling, Alexander Skarsgård, Lesley Sharp, Douglas Hodge, Jake Shears, Nick Figgis, Zoe Engerer, Jake Sharp, Anthony Welsh, Zamir Mesiti
Director: Harry Lighton
Studio: BBC Films, British Film Institute, Element Pictures, Warner Bros Pictures, A24


#Synopsis:
Di malam natal, Colin beserta kedua orangtuanya yaitu Peggy (Lesley Sharp) dan Pete (Douglas Hodge) pergi menuju bar untuk melihat aksi Colin dan rekan-rekannya bernyanyi kuartet di sana. Setelah selesai pentas, Peggy dan Pete rupanya mendatangkan seorang pria yang rencananya akan dijodohkan dengan sang anak. Mereka berdua sudah sangat terbuka dan tidak mempermasalahkan anaknya Gay. Colin pun tak pernah menolak untuk menemui pria pilihan orangtuanya, meskipun pria tersebut bukan tipenya, demi membahagiakan sang ibu yang mengidap kanker dan sedang menjalani proses kemoterapi.
Waktu semakin larut. Colin tak sengaja melihat seorang pria berpostur tinggi dan berbadan atletis diantara para rombongan pembalap motor yang ada di bar itu juga. Colin terpesona pada pandangan pertama pada pria tersebut. Saat sedang di meja bar, pria tersebut rupanya menyadari jika Colin memandanginya. Ia kemudian mendekati Colin dan memberikan selembar kertas kecil yang bertuliskan nomor teleponnya. Pria tersebut bernama Ray (Alexander Skarsgard) yang meminta Colin untuk menghubungi dan menemuinya esok hari di jam dan tempat yang sudah ditentukan.
Ajakan bertemu dari Ray tersebut membuat Colin sangat senang. Kedua orangtuanya pun ikut bahagia karena baru pertama kali melihat Colin akan kencan dengan pria pilihannya sendiri, Pete pun meminjamkan jaket kulit miliknya untuk dipakai Colin setelah mengetahui pria yang mengajak anaknya kencan itu berprofesi sebagai pembalap motor. Sambil membawa anjing kesayanganya, Colin berjalan menuju komplek pertokoan yang sudah ditentukan Ray. Tiba di sana, Colin sudah datang sambil membawa anjing kesayangannya juga. Setelah itu, Ray mengajak Colin berjalan menuju tempat yang sepi di belakang pertokoan. Di sana, Ray meminta Colin untuk berlutut, kemudian mendorongnya untuk menjilat sepatunya. Setelah itu, barulah Colin melakukan oral seks pada Ray. Setelah merasa puas, Ray dan Colin kemudian berpisah.
Setelah kejadian di malam itu, Colin berusaha agar bisa berkomunikasi dan bertemu lagi dengan Ray. Namun sayang, semua chat dan panggilan teleponnya Colin tak pernah direspon. Colin pun memutuskan untuk fokus lagi bekerja sebagai petugas tilang parkir kendaraan dan mulai belajar melupakan Ray. Hingga suatu hari, tiba-tiba saja Ray menelepon Colin untuk datang ke rumahnya. Akhir pekan pun tiba. Peggy dan Pete sangat senang melihat Colin yang akhirnya berpacaran dengan pria sesuai keinginannya. Mereka menyiapkan berbagai perlengkapan termasuk oleh-oleh cemilan cokelat untuk diberikan pada Ray. Colin pun tiba di rumahnya Ray. Di sana, Ray langsung memberikan aturan pada Colin untuk memasak, membersihkan rumah, berbelanja kebutuhan sehari-hari selama tinggal di sana, tidur di lantai kamar dan harus menuruti semua ucapan Ray. Awalnya Colin terkejut karena liburannya bersama Ray tidak sesuai dengan ekspektasinya. Namun karena sudah terlanjur berada di sana, Colin pun menyesuaikan diri dan berharap tidak mengecewakan Ray.
Pagi harinya, Colin terbangun oleh suara alarm. Ia melihat dari balik jendela, Ray yang sudah bangun duluan dan sedang mencuci motor kesayangannya. Di meja, Colin melihat daftar belanjaan yang harus dibeli. Setelah selesai membereskan dan membersihkan rumah, Colin pergi ke swalayan untuk berbelanja. Tiba di rumah, ia menyiapkan makan sehari-hari untuk Ray. Semua tugas dan perintah sudah dilakukan oleh Colin. Sore harinya, Ray mengajak Colin olahraga wrestling dengan kostum yang sudah disediakan. Colin sangat menikmati kebersamaannya dengan Ray meskipun ia belum pernah wrestling sebelumnya. Setelah Colin mengerjakan semua perintahnya, Ray kemudian memberikan imbalan berupa hubungan seksual.
Hari demi hari terus berlalu. Colin mulai nyaman dan terbiasa dengan semua aktifitas yang dilakukan Ray. Ia kemudian mencukur habis rambutnya lalu ikut rombongan geng motor bersama dengan Ray dan teman-temannya. Hingga suatu hari, Colin melihat pesta seks tak biasa anggota geng motor di rumahnya Ray dengan mengenakan kostum latex, berwarna hitam dan banyak alat-alat BDSM di sana. Setelah pesta seks tersebut, Colin melihat beberapa orang yang berperan sama seperti dirinya dan sudah terbiasa menjadi budak bagi Ray dan teman-teman geng motornya.
Seiring berjalannya waktu, perubahan penampilan dan seringnya Colin menghabiskan waktu bersama di rumahnya Ray membuat Peggy dan Pete khawatir. Colin pun berusaha menenangkan kedua orangtuanya dengan memberi kabar jika dirinya baik-baik saja dan bahagia bisa menghabiskan waktu bersama dengan Ray. Hari ulang tahun Colin pun tiba. Awalnya Colin menganggap Ray tidak mengetahui jika ia sedang berulang tahun. Tapi ternyata ia sudah menyiapkan pesta ulang tahun dengan tour bersama geng motornya. Selama berkemah, rombongan geng motor menggelar pesta seks BDSM. Untuk pertama kalinya, Ray dan Colin melakukan hubungan seksual secara normal dan penuh keintiman sebagai hadiah ulang tahun untuk Colin.
Suatu hari, Colin meminta izin untuk mengajak Ray makan-makan di rumahnya dan bertemu lagi dengan orangtuanya. Colin ingin mengenalkan secara baik-baik agar tidak terjadi kesalahpahaman yang selama ini dipikirkan oleh ayah dan ibunya itu. Namun sayang, acara makan-makan tersebut menjadi berantakan usai Ray mengungkapkan dinamika hubungannya dengan Colin yang berbeda dari pasangan Gay kebanyakan serta menganggap pandangan orang tua Colin itu terbelakang. Hal tersebut membuat Peggy sangat marah dan menganggap Ray adalah orang gila.
Beberapa minggu kemudian, ibunya Colin akhirnya meninggal dunia. Colin terpukul atas kematian sang ibu setelah mereka bertengkar mengenai Ray. Ditengah rasa sedihnya yang mendalam, Ray menemani Colin dan membelikannya makanan. Malam harinya, Ray mengizinkan Colin untuk tidur satu ranjang bersamanya. Keesokan harinya, Colin ingin mengulangi tidur bersama dengan Ray lagi. Selain itu, Colin juga menyarankan untuk mengadakan libur satu hari dalam satu pekan dari hubungan BDSM dan menjalin hubungan normal seperti pasangan Gay pada umumnya. Namun sayang, Ray mau menjalankan keinginan Colin. Ia tetap memerintahka Colin tidur di karpet kamarnya. Colin pun akhirnya melampiaskan amarahnya lalu pergi dari rumah dengan motor kesayangannya Ray.
Keesokan harinya, Colin pulang ke rumah Ray sambil mengembalikan motor. Tak disangka, Ray pun menyetujui untuk libur satu hari dan menjalani hubungan Gay secara normal. Mereka berdua kemudian menghabiskan waktu bersama jalan-jalan ke kota, menonton film di bioskop dan menikmati kuliner di restoran. Setelah itu, Colin dan Ray berlari menuju taman dan untuk pertama kalinya mereka berciuman di sana. Di hari normal tersebut, Colin merasakan kebahagiaan luar biasa yang akhirnya ia dapatkan dari Ray.


#Review:
Setelah berkompetisi di Cannes 2025 dan berhasil memenangkan penghargaan Un Certain Regard for Best Screenplay, film PILLION (2026) yang merupakan karya debut sutradara Harry Lighton, akhirnya segera tayang di bioskop Amerika Serikat mulai awal Februari mendatang.
Film PILLION (2026) merupakan adaptasi dari novel berjudul Box Hill karya penulis Adam Mars-Jones yang pertama kali dirilis pada tahun 2020 lalu. Premisnya pun terbilang tabu karena mengangkat hubungan Gay yang melakukan praktek BDSM. Untuk segi cerita, paruh awal film ini menyajikan formula standar hubungan LGBT tentang pria introvert biasa-biasa saja yang jatuh cinta pada pria tampan berbadan atletis dan seorang pembalap motor juga. Yang menjadi pembeda kali ini, konflik yang dihadirkan bukan lagi soal proses pencarian jati diri dan perjuangan mendapat penerimaan dari orangtua, melainkan dinamika dan kompleksitas dari hubungan Gay yang menjalani praktek BDSM di dalamnya. Orangtua dari karakter Colin justru sudah sangat terbuka. Bahkan mereka mencarikan jodoh untuk sang anak dan ikut senang saat mengetahui anaknya sedang dekat dengan pria yang disukainya. Memasuki babak pertengahan film, Lighton yang turut menulis cerita menyajikan perjalanan hubungan antara Colin dan Ray dengan menerapkan BDSM dengan tidak menekankan pada hubungan seksual semata seperti yang dilakukan Mr. Grey di Trilogy FIFTY SHADES (2015). Karakter Ray hadir dengan sifat sangat dominan dan otoriter terhadap Colin. Sebaliknya, karakter Colin berperan sebagai submisif dalam hubungan tersebut yang harus tunduk, patuh dan mengikuti semua keinginan Ray. Selama di rumah, Colin hanya menjalankan rutinitas seperti asisten rumah tangga saja bagi Ray yang diharuskan untuk belanja, memasak dan bersih-bersih. Mungkin saat bagian Colin yang harus tidur di karpet kamar, mengenakan kalung rantai bergembok dan sesekali harus bertekuk lutut layaknya seekor anjing bisa membuat sebagian penonton merasa tidak nyaman dengan adegan-adegan tersebut, karena ya itu tadi kompleksitas praktek BDSM memang seliar itu hahaha. Ditambah lagi, Lighton secara gamblang menampilkan pesta seks atau orgy BDSM dengan kostum lateks secara outdoor di tengah hutan. Sungguhlah, visualisasi yang terlalu realistis sekaligus memicu trauma bagiku saat melihatnya huft! Konflik yang dihadirkan saat menuju akhir film juga eksekusinya bagus dan sesuai dengan realita karena tidak semua orang dapat mentoleransi perilaku BDSM. Ending cerita dari perjalanan hubungan Colin dengan Ray pun ditutup secara bittersweet. Keduanya menyelesaikan peran dominan dan submisif dengan cara yang relatable dalam journey hubungan LGBT pada umumnya.
Untuk jajaran pemain, duet maut Harry Melling dan Alexander Skarsgård tampil bersinar di film PILLION (2026). Henry berhasil menghidupkan karakter Colin si submisif yang diam-diam menikmati dinamika hubungan BDSM nya dengan Ray namun di satu sisi, ia juga mengharapkan bisa menjalin hubungan yang normal juga. Range emosionalnya di babak akhir film sukses membuatku terpukau. Sementara itu, Alexander Skarsgard pun berhasil menampilkan sisi enigmatik dari karakter Ray si dominan. Sikap dingin, otoriternya saat melakukan BDSM terasa banget intimidatifnya. Namun di sisi lain, ia juga menampilkan sisi lainnya yang berusaha menjadi normal, meskipun pada akhirnya hasrat dominan dan BDSM nya memang tidak bisa dihilangkan begitu saja.
Overall, film PILLION (2026) berhasil menyajikan dinamika hubungan BDSM secara raw, grounded dan realistis tanpa menonjolkan seksualitas yang lebay seperti film-film bertema BDSM kebanyakan.


[8.5/10Bintang]

Friday, 16 January 2026

[Review] Musuh Dalam Selimut: Definisi Tetangga Adalah Maut Yang Mengecoh Rumah Tangga!

 


#Description:
Title: Musuh Dalam Selimut (2026)
Casts: Yasmin Napper, Arbani Yasiz, Megan Domani, Fitria Rasyidi, Willem Bevers, Cakrawala Airawan, Chrismanto Eka, Javed Khan
Director: Hadrah Daeng Ratu
Studio: Narasi Semesta, Unlimited Productions, Legacy Pictures, A&Z Films


#Synopsis:
Sejak ayahnya, Pak Rekso (Willem Bevers) tersandung kasus korupsi dan mendekam di penjara, Gadis (Yasmin Napper) harus hidup mandiri. Ia terpaksa menunda kuliah S1 nya dan memilih bekerja agar bisa mendapatkan uang. Suatu hari, Gadis dipanggil oleh staff HRD yaitu Pak Indarto (Cakrawala Airawan) untuk membahas kontrak kerjanya yang akan segera habis setelah dua tahun bekerja di sana. Pak Indarto kemudian menggoda Gadis sambil menawarkan status karyawan tetap jika bersedia menemaninya. Dengan tegas Gadis menolak tawaran tersebut karena ia tidak ingin mendapat pekerjaan dengan cara seperti itu. Ia memilih untuk tidak diperpanjang dan resign saja dari kantor jika Pak Indarto terus melecehkan dirinya.
Pak Indarto pun tak terima dengan penolakan tersebut. Malam harinya sepulang Gadis lembur bekerja, ia menunggu di basement sambil berusaha mengejar Gadis. Untungnya ada karyawan lain yang melihat kejadian tersebut dan langsung menolong Gadis. Setelah berkenalan, karyawan tersebut adalah Andika (Arbani Yasiz) yang ternyata alumni satu angkatan dengan Gadis di kampus. Gadis sangat berterima kasih pada Andika karena sudah menyelamatkan dirinya dari aksi bejat Pak Indarto.
Keesokan harinya, Pak Indarto resmi dipecat dari perusahaan dan membuat Gadis dan temannya yaitu Gita (Fitria Rasyidi) lega. Saat jam istirahat, Gadis tak sengaja kembali bertemu dengan Andika yang bekerja di satu gedung yang sama. Sejak saat itu, keduanya menjadi dekat dan kemudian berpacaran. Gadis pun langsung mengenalkan Andika pada ayahnya. Pak Rekso sangat senang saat mengetahui Andika punya maksud baik ingin menikahi anaknya itu. Setelah mendapat restu dari ayahnya Gadis, Tak membutuhkan waktu lama, Andika melamar Gadis lalu menikah. Pasutri baru ini kemudian tinggal di komplek perumahan yang nyaman dan tenang. Andika pun meminta sang istri untuk tidak lagi bekerja dan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya saja di rumah. Keesokan harinya setelah Andika pergi berangkat kerja, rumah Gadis kedatangan seekor kucing lucu berwarna abu yang terlihat mondar-mandir di depan rumahnya. Rupanya kucing tersebut milik tetangga yaitu Suzy (Megan Domani) yang nampak seusia dengan Gadis. Sejak saat itu, Suzy dan Gadis berteman. Keduanya sering mengisi waktu luang untuk berbelanja ke supermarket, olahraga di komplek dan masak-masak bersama.
Suatu malam, Andika mengajak Gadis untuk dinner ke restoran favorit mereka. Saat akan berangkat, Suzy tiba-tiba berkunjung ke rumah dan mengajak untuk main monopoli. Karena selama ini sudah sering menemani di rumah dan merasa tidak enak hati jika meninggalkan Suzy sendirian, Gadis meminta izin pada Andika untuk mengajak Suzy dinner juga. Karena keinginan sang istri, Andika pun terpaksa mengizinkannya. Selama di restoran, Gadis mulai merasakan ada yang mengganjal pada sikap Suzy. Selain warna dress yang mereka kenakan sama, Suzy juga mengetahui tipe steak yang sering dipesan oleh sang suami. Keesokan harinya, Suzy sudah datang ke rumah membantu Gadis menyiapkan sarapan dan bekal untuk Andika. Hal tersebut kembali membuat Gadis curiga karena perilaku Suzy terasa semakin ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka. Namun Gadis tak memperpanjang kecurigaan tersebut dan memilih untuk mengabaikannya.
Waktu terus berjalan. Di suatu pagi, Gadis dan Suzy seperti biasa menjalani rutinitas berolahraga dan senam di lapangan komplek. Namun Gadis terlihat lesu dan akhirnya ia jatuh pingsan. Saat diperiksa oleh dokter di rumah sakit, rupanya Gadis sedang hamil dengan usia kandungan 8 minggu. Kehamilan tersebut disambut suka cita oleh Gadis dan juga Suzy. Setelah diizinkan pulang ke rumah sambil menunggu Andika pulang kantor, ia berencana ingin memberikan kejutan kabar kehamilannya pada sang suami. Setibanya di rumah, malah Suzy duluan yang menghampiri Andika dan mengatakan dengan lantang jika Gadis hamil. Rasa curiga dan khawatir kembali dirasakan oleh Gadis gara-gara perilaku Suzy.
Waktu terus berlalu. Kondisi kehamilan Gadis semakin membesar. Rasa curiga semakin menghantui Gadis karena Suzy sering membawakan kado untuk bayinya. Selain itu, Suzy juga selalu ikut campur ingin memberi nama pada bayinya Gadis. Hingga suatu malam saat Gadis mengambil air minum di dapur, ia melihat pintu rumahnya sedikit terbuka dan kucing milik Suzy ada di dalam rumah. Karena penasaran, Gadis mengecek CCTV dan melihat Andika yang diam-diam keluar rumah tanpa sepengetahuannya. Hal tersebut membuat Gadis semakin khawatir jika suaminya berselingkuh. Dugaan tersebut semakin diperkuat setelah hari-hari berikutnya Gadis melihat gerak-gerik tak biasa dari sang suami dan juga Suzy.
Keesokan harinya, Gadis mendapat informasi dan kiriman rekaman video dari Gita yang memergoki Andika sedang berbicara dan terlihat memeluk seorang perempuan di parkiran kantor. Untuk memperkuat dugaannya, Gadis kemudian datang ke rumahnya Suzy sambil membawakan kado untuk kucing kesayangannya. Tiba di sana, Gadis izin ke toilet sambil mengecek lemari pakaian Suzy. Saat dibuka, Gadis melihat adanya blazer yang bentuk dan warnanya sama persis dengan video yang dikirim Gita. Gadis berusaha sekuat tenaga untuk tetap tenang dan setelah itu ia pulang. Di rumah, Gadis langsung mencari bukti-bukti lain yang mungkin saja disembunyikan Andika. Saat menggeledah ruang kerjanya, Gadis menemukan sebuah kunci remote dengan gantungan kunci yang ia tidak ketahui itu kunci apa.
Keadaan semakin memanas setelah Gadis melihat Suzy keluar rumah dengan memesan taksi online. Ia pun mengejarnya dengan mengendarai motor bersama satpam komplek. Namun sayang, Gadis kehilangan jejak mobilnya Suzy. Sebelum pulang, Gadis berinisiatif mendatangi pet shop tempat langganan Suzy untuk membeli segala perlengkapan kucing kesayangannya. Ketika ditelusuri, ternyata Suzy memiliki dua alamat berbeda. Ia juga tak sengaja menemukan akun sosial media kucing kesayangan Suzy yang di salah satu fotonya menandai akun sosial media milik Suzy dan juga Andika. Gadis pun langsung pergi menuju alamat rumah Suzy yang satunya lagi dengan harapan ia bisa membongkar perselingkuhan antara suaminya dengan Suzy.
Tiba di sana, kunci remote yang ia temukan di kamarnya Andika berhasil membuka pintu gerbang rumah mewah itu. Saat masuk ke dalam rumah, Gadis terkejut melihat adanya foto pernikahan Andika dan Suzy yang terpasang di sana. Apa yang sebenarnya terjadi di antara Gadis, Suzy dan Andika?


#Review:
Rumah produksi Unlimited Pictures membuka tahun 2026 dengan merilis dua film layar lebar terbaru yang keduanya sama-sama disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu. Sebelum film horror ALAS ROBAN (2026) tayang di bioskop mulai 15 Januari, film bergenre drama thriller perselingkuhan dirilis duluan yang berjudul MUSUH DALAM SELIMUT (2026). Dengan pemilihan judul yang kece serta mengangkat issue perselingkuhan, rasanya film ini punya potensi untuk menimbulkan kehebohan dari penonton di bioskop.


Untuk segi cerita, film MUSUH DALAM SELIMUT (2026) dibuka dengan pengenalan karakter protagonis Gadis yang mengalami kesialan bertubi-tubi. Ayahnya dipenjara, terpaksa hidup sederhana tinggal di kost-kost an, kuliah tertunda, lalu kontrak kerja akan segera habis dan apesnya lagi ia mengalami pelecehan yang dilakukan oleh atasannya sendiri. Moment-moment apes dari Gadis tersebut disajikan dengan tempo cepat dan sedikit sentuhan thriller didalamnya. Setelah itu, barulah elemen drama romansa rumah tangga dimunculkan ketika Gadis bertemu dengan Andika kemudian berpacaran dan menikah. Pada bagian ini, Cassandra Massardi selaku penulis cerita film MUSUH DALAM SELIMUT (2026) kembali menyajikan tempo yang cepat, sehingga menimbulkan rasa curiga juga pada penonton. Chemistry romantis yang terjadi diantara Gadis dan Andika terasa ada yang mengganjal, tidak seperti biasanya yang dilakukan oleh Arbani maupun Yasmin Napper. Apakah disengaja atau memang menjadi plot hole. Kemunculan karakter Suzy yang diperankan Megan Domani pun semakin menambah rasa suudzon kepada rumah tangga mereka. Tak sedikit kelakuan dan dialog Suzy berhasil bikin penonton sumpah serapah. Dua kalimat yang menyulut emosi dan bisa jadi ikonik yaitu "ya bagus dong, gue malah mau punya suami kayak gini" dan "sumpah ya, serasa suami berjamaah gini" dari Suzy benar-benar menyebalkan hahaha.


Sejak kehadiran karakter Suzy, plot film berfokus pada usaha Suzy untuk ikut campur rumah tangga Gadis dan Andika. Sikap nya yang annoying, rese memang ganggu banget. Yang cukup disayangkan yaitu respon dan reaksi dari Gadis terhadap Suzy tidak dibuat tegas, cenderung masih menjaga perasaan Suzy di sini. Padahal disepanjang film, kedekatan mereka sebagai tetangga yang seumuran pun terlihat fake, sehingga penonton tidak merasakan adanya kedekatan di antara mereka. Memasuki babak akhir film, barulah intensitas thriller nya mulai meningkat. Moment-moment investigasi yang dilakukan Gadis sukses menciptakan ketegangan berjamaah dari penonton. Rasa greget ingin segera terbongkar rahasia yang disembunyikan Suzy dan Andika pun semakin memuncak. Pada bagian ini, Yasmin Napper menunjukkan range emosional yang luar biasa dan top notch disepanjang karier nya sebagai aktris film dan serial. Kolaborasi Hadrah dan Cassandra dalam menyajikan plot twist tak terduga yang sengaja disimpan di penghujung film cukup berhasil menjawab segala keanehan dan kekakuan di babak awal film. Meskipun treatment plot twist nya tidak se-ekstrim LA TAHZAN (2025) nya Hanung Bramantyo, namun narasi yang divisualkan terasa sangat ambisius lewat sudut pandang dari Suzy dan juga Andika. Semuanya terasa buru-buru, sehingga pendalaman motivasi masing-masing karakter melakukan keputusan besar tersebut jadi tidak believable. Alhasil, penonton semakin sulit untuk memberikan empatinya terhadap alasan yang dipilih Andika maupun Suzy. Konklusi dari konflik film MUSUH DALAM SELIMUT (2026) pun dibuat sangat tragis dan juga terlalu cepat. Padahal masih bisa banget dirombak untuk lebih dramatis ketimbang dibuat kecelakaan seperti itu.
Overall, film MUSUH DALAM SELIMUT (2026) menyajikan drama tetangga adalah maut yang menyimpan kejutan dengan cara memutarbalikan posisi diantara kedua karakter perempuannya.


[7.5/10Bintang]