#Description:
Title: Toy Story 5 (2026)
Title: Toy Story 5 (2026)
Casts: Tom Hanks, Tim Allen, Joan Cusack, Greta Lee, Conan O'Brien, Tony Hale, Craig Robinson, Shelby Rabara, Scarlett Spears, Mykal Michelle, Matty Matheson, John Ratzenberger, Wallace Shawn, Blake Clark, Jeff Bergman, Anna Vocino, Annie Potts, Bonnie Hunt, Kristen Schaal, Bad Bunny
Director: Andrew Stanton
Studio: Pixar Animation Studios, Walt Disney Studios
#Synopsis:
Di usianya yang beranjak 8 tahun, Bonnie Anderson (Scarlett Spears) masih senang bermain dengan mainan-mainan kesayangannya yaitu Jessie (Joan Cusack), Buzz Lightyear (Tim Allen), Dolly (Bonnie Hunt), Trixie (Kristen Schaal), Bullseye (Alan Cumming), Forky (Tony Hale), Karen (Melissa Villasenor), Fricklepants (John Hopkins), Rex (Wallace Shawn), Mr. Potato Head (Jeff Bergman), Mrs. Potato Head (Anna Vocino) dan Slinky Dog (Blake Clark). Namun sayang, setelah masuk sekolah dasar, Bonnie justru tidak punya teman dekat. Setiap ingin berkenalan dengan anak-anak lain, Bonnie selalu takut. Bahkan saat ia berusaha ingin mengajak tetangganya sendiri yaitu si kembar Jordan untuk bermain, Bonnie selalu ketakutan dan akhirnya pulang ke rumah sambil menahan tangis.
Ibu dan ayahnya Bonnie pun jadi khawatir melihat anak mereka yang berusaha untuk mendapat teman sebaya tapi selalu gagal. Hal serupa juga turut dirasakan oleh Jessie yang kini dipercaya sebagai leader bagi para mainan setelah Woody (Tom Hanks) memutuskan berkelana bersama Bo Peep (Annie Potts). Sebagai mainan kesayangannya Bonnie, Jessie mengajak Buzz dan yang lainnya untuk tetap selalu ada dan memberikan kebahagiaan kepada Bonnie setiap saat. Agar Bonnie tidak bersedih, Jessie dan Bullseye kemudian pergi ke rumah si kembar Jordan agar mereka berdua mau berteman dengan Bonnie. Tiba di halaman rumah, Jessie disambut oleh mainan-mainan usang milik si kembar Jordan yang sudah lama terbengkalai dan tidak digunakan lagi. Mereka mencurahkan kesedihan sebagai mainan yang dilupakan gara-gara kini si kembar Jordan lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain gadget dan game online. Jessie pun jadi ikut ketakutan jika suatu saat nanti ia dan teman-teman mainan lainnya dilupakan juga oleh Bonnie. Sebelum kembali ke rumah, Jessie dan Bullseye melihat dengan jelas sudah banyak anak-anak di rumah lain yang kini ditemani oleh gadget.
Melihat perkembangan teknologi yang kini semakin canggih dan anak-anak lain yang sudah diizinkan oleh orangtuanya untuk bermain gadget, ibu dan ayahnya Bonnie pun memutuskan untuk melakukan hal yang sama yaitu membelikan tablet pintar yang sedang digandrungi untuk anak-anak yaitu Lilypad (Greta Lee). Setelah checkout dan barangnya tiba di rumah, Bonnie sangat senang ia punya Lilypad juga yang sama persis dengan teman-teman di sekolahnya. Melihat kehadiran Lilypad di kamarnya Bonnie membuat Jessie dan yang lainnya terkejut. Jessie pun melayangkan aksi protes pada Lilypad karena kehadiran tablet pintar itu tetap tidak bisa membuat Bonnie jadi punya banyak teman. Mendengar hal tersebut membuat Lilypad kesal, sebagai tablet pintar, Lilypad langsung mencarikan teman untuk Bonnie secara online dan kemudian dibuatkan grup pertemanan dengan teman-teman kelasnya Bonnie.
Sejak kehadiran Lilypad di kehidupan Bonnie, Jessie dan mainan lain jadi jarang dimainkan bahkan dipindahkan ke keranjang lalu disimpan di dalam lemari. Jessie langsung teringat kembali akan pemilik pertamanya yaitu Emily (Sarah McLachlan) yang dulu mereka berdua sangat dekat namun karena seiring beranjak dewasa, ia menelantarkan Jessie dan kemudian memasukannya ke kotak donasi. Karena merasa frustasi, Jessie pun memutuskan untuk meminta bantuan pada Woody melalui walkie-talkie. Dengan diantar oleh Bo Peep, Duke Caboom (Keanu Reeves) dan McDimples, Woody akhirnya pulang ke rumah Bonnie. Kegelisahan yang dirasakan oleh Jessie ternyata turut dirasakan oleh Woody karena ia juga melihat secara langsung semakin banyak anak-anak yang menghabiskan waktu dengan gadget pintar mereka ketimbang bermain dengan mainan.
Menjelang akhir pekan, Chelsea mengajak Bonnie dan teman-teman kelas tarinya yaitu Heidi dan Karra untuk menginap di rumahnya. Jessie dan Bullseye kemudian menyelinap masuk ke dalam tasnya Bonnie karena ingin memantau interaksi Bonnie dengan teman-temannya itu di sana. Setibanya di sana, Bonnie langsung memperlihatkan mainan Jessie dan Bullseye, namun reaksi Chelsea, Heidi dan Karra malah menertawakannya gara-gara Bonnie masih bermain dengan mainan seperti itu. Bonnie kemudian menitipkan Jessie dan Bullseye ke ayahnya untuk dibawa pulang ke rumah, ia lalu mengambil Lilypad dari tas dan menunjukkannya pada mereka bertiga.
Dalam perjalanan pulang, Jessie dan Bullseye kabur dari mobil karena ingin kembali menemani Bonnie. Namun sayang, Jessie dan Bullseye malah ditemukan oleh sepasang lansia yang baru selesai belanja. Dengan berbekal alamat dan nama Emily yang masih tertera di pakaiannya Jessie, mereka mengantarkannya ke alamat tersebut. Setibanya di sana, rumah masa lalunya itu kini sudah tidak lagi dihuni oleh keluarga Emily. Jessie dan Bullseye justru bertemu dengan mainan dan gadget yang sudah tidak terpakai di halaman belakang, salah satunya yaitu Smarty Pants (Conan O'Brien) dengan kondisi low battery. Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam rumah mencari baterai untuk Smarty Pants. Setelah selesai diganti, Smarty Pants juga meminta bantuan Jessie untuk mengganti baterai dua gadget lainnya yaitu Atlas Hippo GPS (Craig Robinson) dan Snappy Toy Camera (Shelby Rabara). Ketiganya kemudian menceritakan pada Jessie tentang kebersamaan bersama pemilik mereka yaitu Blaze Manoukian (Mykal Michelle) yang dahulu sangat dekat namun karena perkembangan teknologi yang semakin pesat, mereka bertiga pun jadi tersisihkan dan diganti dengan gadget lain yang lebih canggih. Selama berkeliling di rumah tersebut, Jessie merasakan jika Blaze memiliki banyak kesamaan dengan Bonnie. Dengan bantuan Smarty Pants, Atlas dan Snappy, ia berhasil mengirimkan pesan pada Lilypad nya Bonnie yang isinya memberi kabar keberadaan dirinya di rumahnya Blaze.
Keesokan harinya, Bonnie pulang dari acara menginap dari rumahnya Chelsea namun tanpa Jessie dan juga Bulleye. Woody, Buzz dan yang lainnya langsung menginterogasi Lilypad. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Lilypad yang acuh kemudian mengirimkan pesan pada gadget orangtuanya Bonnie untuk menyimpan semua mainan ke gudang kecuali Woody dan Buzz. Setelah mencabut kabel pengisian Lilypad, mereka juga menyadari jika Lilypad bisa diperintah menggunakan suara. Woody dan Buzz lalu memanfaatkan hal tersebut untuk membuka pesan yang dikirim Jessie melalui Smarty dan meneruskan pesan tersebut ke semua kontak yang ada di dalam Lilypad. Setelah dibaca oleh Woody dan Buzz, Jessie kemudian mengirimkan informasi keberadaannya agar segera dijemput oleh Bonnie dan kedua orangtuanya. Dalam perjalanan menuju rumahnya Blaze, Bonnie tak disangka mendapatkan bully dan ejekan yang ia baca di group chat teman kelasnya. Hal tersebut membuat Bonnie sedih dan akhirnya menangis. Bagaimana nasib Jessie, Bullseye dan juga Bonnie selanjutnya? Apakah mereka bertiga akan kembali bertemu atau justru berpisah untuk selama-lamanya?
#Review:
Franchise film animasi legendaris TOY STORY yang sudah eksis sejak tahun 1995 milik Disney Pixar ini rupanya masih sangat potensial dalam urusan menyajikan cerita yang sangat relevan mengikuti perkembangan zaman. Keputusan Disney Pixar untuk "milking" franchise film TOY STORY pun tidak menjadi masalah bagiku dan sebagian besar penonton setia karena sudah lima film yang dirilis dalam 31 tahun terakhir, hasilnya sangat konsisten, selalu bagus dan memuaskan!
Kehadiran film TOY STORY 5 (2026) memang sudah seharusnya dibuat. Plot yang disajikan pun secara garis besar masih terkoneksi dengan film TOY STORY 4 (2019). Latar cerita dan waktu yang digunakan di film kelimanya ini cukup berdekatan dengan film keempatnya sehingga journey dari karakter Bonnie dan mainan-mainannya dieksplorasi lebih kompleks dengan mengikuti perkembangan zaman. Di film kelimanya ini, geng mainan ikonik harus menghadapi musuh paling menakutkan bagi orang tua yang sudah mempunyai anak-anak di zaman sekarang yaitu kecanduan main gadget. Karakter Bonnie yang kini berusia 8 tahun dan sudah masuk sekolah dasar, kemudian mendapatkan gadget tablet pintar Lilypad, seketika fokusnya langsung teralih ke dunia digital dan meninggalkan sisi imajinatifnya. Premis tersebut terasa sangat relevan dengan kondisi kehidupan manusia di era modern seperti saat ini yang dimana sesuatu yang klasik harus berjuang merebut perhatian manusia dari jerat dan kecanduan media sosial dan game online.
Fokus cerita kini ada di tangan Jessie yang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin di geng mainannya Bonnie. Selain berjuang keras seperti Woody yang ingin menjadi mainan terbaik untuk anak-anak, narasi cerita dari Jessie di masa lalu pun dijelaskan. Penonton diajak untuk mengikuti petualangan Jessie yang tak sengaja kembali ke rumah mantan pemilik lamanya. Asal-usul, cerita masa lalu dan hubungan Jessie dengan Emily akhirnya terkuak sehingga menciptakan nostalgia yang penuh emosional untuk penonton. Lebih lanjut, film ini juga berhasil mengeksplorasi rasa takut akan dilupakan yang menjadi trauma mendalam bagi Jessie, sekaligus memberikan kedamaian emosional bahwa dirinya tetap hidup sebagai kenangan indah yang tak ternilai bagi pemilik pertamanya tersebut. Selain jualan moment-moment menguras perasaan penonton, kelebihan dari franchise TOY STORY itu selalu menghadirkan karakter baru di setiap filmnya yang menyegarkan dan jenaka. Kehadiran trio gadget jadul yaitu Smarty Pants, Toy Camera dan Hippo GPS terasa seperti sindiran sosial yang brilian mengenai betapa cepatnya siklus perkembangan teknlogi saat ini. Karakter "villain" yang hadir di film TOY STORY (2026) yaitu Lilypad sendiri digambarkan dengan sangat cerdas. Menariknya, Lilypad bukan sepenuhnya antagonis mainstream dengan niat jahat, melainkan representasi AI dan algoritma media sosial yang murni bekerja berdasarkan instruksi operasionalnya tanpa memahami konsep empati seorang manusia. Keputusan Woody dan Buzz untuk mengeksploitasi fitur perintah suara sebagai kelemahan Lily menjadi salah satu adegan komedi situasional yang sangat relevan dengan keseharian penonton di zaman sekarang! Hahaha.
Nonton TOY STORY 5 (2026) memuaskan karena layarnya fullest tanpa bar hitam atas bawah atau samping kiri kanan!
Disney Pixar kembali melampaui pencapaian visual lewat detail animasi yang luar biasa memanjakan mata penonton. Kontras visual antara dunia mainan klasik berbahan plastik dan kain dengan gadget modern yang didominasi oleh layar digital reflektif, efek blue light serta tekstur metalik tampil sangat kontras dan juga detail. Sinematografi pada adegan flashback bawah pohon Emily yang legendaris pun disajikan dengan palet warna hangat dan sinematik menciptakan atmosfer nostalgia yang menjadi ciri khas dari franchise film ini.
Overall, film TOY STORY 5 (2026) bukan sekadar sekuel dari franchise yang money oriented, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang sepenting itu untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan indahnya masa kecil yang dipenuhi imajinasi nyata. Reuni antara Woody, Buzz, dan Jessie terasa organik dan penuh nostalgia. Visual animasi yang semakin memukau dan pesan moral yang kuat baik bagi anak-anak maupun orang tua, film TOY STORY 5 (2026) sukses menyampaikan value luar biasa, bahwa teknologi dan kecanggihan digital tidak akan pernah bisa menggantikan kehangatan hubungan antar manusia dan nilai sebuah persahabatan yang tulus. You did it again Disney Pixar!
[9.5/10Bintang]










































