Tuesday, 26 May 2026

[Review] Badut Gendong: Cerita Tragis Dan Kelam Dari Pasutri Seniman Tarian Badut Gendong!



#Description:
Title: Badut Gendong (2026)
Casts: Marthino Lio, Dayinta Melira, Clara Bernadeth, Khiva Iskak, Barry Prima, Vonny Anggraini, Totos Rasiti, Akbar Kobar, Jose Rizal Manua, Vino G. Bastian
Director: Charles Gozali
Studio: Magma Entertainment, Komet, Caravan Studio


#Synopsis:
Darso (Marthino Lio) dan Darsi (Dayinta Melira) adalah pasangan suami istri dari desa yang pergi ke kota untuk mencari nafkah sebagai seniman tari Badut Gendong. Setiap warga yang mengerumuni selalu dibuat terhibur ketika mereka berdua sedang melakukan pertunjukan seni Badut Gendong. Setelah selesai berkeliling kota, Darso selalu membagikan sedikit rejeki pada anak-anak dan pemulung dari hasil mengamen. Hal tersebut tentunya membuat Darsi sangat senang karena berbagi kebahagiaan juga dengan orang lain.


Kebahagiaan pasangan suami istri ini semakin lengkap setelah Darsi memberikan kabar kehamilannya pada Darso. Karena tak ingin sang istri kelelahan, Darso pun menawarkan Darsi untuk pulang saja ke desa agar fokus menjaga kehamilannya ketimbang harus ikut mengamen di kota. Saat sedang berjalan pulang menuju kontrakan yang harus melewati perlintasan kereta api, pasangan suami istri ini tak sengaja berpapasan dengan tiga preman yang sedang mabuk. Darso berusaha melindungi sang istri dan tidak ada niatan untuk mengganggu mereka. Namun sayang, karena pengaruh alkohol, ketiga preman tersebut memalak Darso dan memukulinya. Darsi pun berteriak histeris dan berusaha mengambil uang hasil mengamen yang diambil salah satu preman itu. Perkelahian pun tak terhindarkan. Aksi rebutan Darsi dengan para preman membuatnya terjatuh ke lintasan kereta dan seketika ia meninggal dunia. Darso pun berteriak histeris melihat istrinya meninggal dengan cara yang tragis seperti itu. Darso langsung menyerang ketiga preman tersebut dan meminta pertanggung jawaban atas perbuatan mereka. Amarah Darso semakin tak terkendali hingga akhirnya salah satu dari preman itu tewas terlindas oleh kereta api yang melintas.


Kematian Darsi membuat Darso dirundung duka yang sangat mendalam. Ia harus kehilangan istri dan calon anak pertama secara bersaman. Darso kemudian memutuskan pulang ke desa sambil membawa jasad Darsi yang disembunyikan di dalam boneka Badut Gendong. Saat melintasi perkebunan tebu di dekat desa, Darso melihat para warga sedang melakukan upacara adat reog yang dipimpin oleh Ki Kamboja (Barry Prima). Di sana juga ia bertemu lagi dengan Andul (Akbar Kobar) tetangganya serta Jamil (Derby Romero) petugas balai desa yang ikut mengawasi acara tersebut.
Tak lama setelah itu, dua mobil tiba-tiba muncul dari belakang yang berusaha menghentikan upacara adat tersebut. Setelah ditelusuri, mobil dan rombongan keamanan tersebut berasal dari PT. Agra Nusantara yang sudah menyewa sebagian lahan tebu milik warga. Mereka sengaja datang untuk membubarkan acara tersebut atas perintah perwakilan perusahaan yaitu Billy (Khiva Iskak), dengan alasan mengganggu ketertiban. Para warga yang datang terpaksa menggelar upacara adat tersebut karena merasa mengalami kerugian yang sangat besar setelah perusahaan menyewa dan membeli sebagian lahan tebu di sana. Melihat kekacauan tersebut, Arini (Clara Bernadeth) selaku kuasa hukum dari pihak perusahaan berjanji akan menjadi mediator perusahaan dengan warga yang baik dan sesuai dengan hukum.


Namun sayang, pihak keamanan justru menodongkan senjata tajam dan juga pistol untuk mengancam para warga. Aksi bentrok pun tak terhindarkan. Para warga berusaha melindungi diri seadanya dari serangan senjata yang dibawa para petugas keamanan. Melihat hal tersebut membuat Ki Kamboja geram dan marah. Keadaan semakin kacau setelah Ki Kamboja diserang oleh salah satu muridnya yang menyebabkan terluka parah. Kejadian tersebut membuat suasana semakin tidak kondusif. Ki Kamboja kemudian merapalkan mantra sihir untuk balas dendam kepada orang-orang yang sudah mengganggu warga desa. Seketika langit menjadi gelap, angin kencang dan sungai yang di dekat lahan tebu meluap deras. Tak hanya itu saja, Ki Kamboja juga memindahkan semua amarah dan energi buruknya pada Darso yang sedang berlindung dari amukan pihak keamanan di sana.

Keesokan harinya, desa jadi terisolir karena akses jembatan hancur akibat terjangan air sungai yang meluap deras. Kepala desa pun terpaksa merawat Ki Kamboja dan warga lain yang terluka dengan seadanya sampai bantuan medis tiba. Di sisi lain, Darso akhirnya pulang ke rumah. Setelah mengobati luka-luka di tubuhnya, Darso memandikan jasad mendiang istrinya lalu dikuburkan di dalam rumah. Sebelum dikuburkan, Darso melepas kulit muka sang istri lalu ia jahit ke bagian muka boneka Badut Gendong dan ditutupi dengan topeng kayu. Hal tersebut Darso lakukan agar bisa tetap merasakan kehadiran sang istri ketika ia sedang menari dan mengamen dengan boneka Badut Gendong.


Seiring berjalannya waktu, Darso sering mengalami kejadian terlelap tidur namun tiba-tiba ia bisa berjalan sendiri yang dikontrol oleh boneka Badut Gendong. Awalnya Darso tak menyadari itu semua, terlebih lagi saat ia menjadi saksi kunci kecelakaan motor tragis yang menewakan salah satu warga dengan cara mengenaskan. Sejak kejadian itu, serangkaian kejadian mistis mulai mengganggu orang-orang di desa termasuk para pekerja di lahan tebu. Tak hanya itu saja, satu persatu warga dan petugas keamanan perusahaan ditemukan tewas secara tidak wajar.


Jamil dan Arini pun tak tinggal diam, mereka berusaha menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di desa. Sementara itu, Billy sangat yakin jika terror maut yang menghantui di desa itu berasal dari Darso. Dugaan diperkuat setelah dua warga tak sengaja memergoki Darso berjalan di tengah malam dengan sikap yang aneh sebelum kematian salah satu warga desa.
Apa yang sebenarnya terjadi di desa tersebut? Benarkah jika Darso adalah pelakunya?


#Review:
Rumah produksi Magma Entertainment dan sutradara Charles Gozali kembali hadir dengan film horror terbarunya yang berjudul BADUT GENDONG (2026). Menariknya, film ini mengangkat cerita dari sudut pandang karakter antagonis yang nantinya akan dipertemukan dengan Ustadz Qodrat, sekaligus menjadi bagian dari universe film QODRAT (2022).


Aku berkesempatan hadir pada Press Conference dan Gala Premiere film BADUT GENDONG (2026) yang sukses digelar pada Jum'at, 22 Mei 2026 kemarin di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Meskipun diguyur hujan deras sejak Jum'at sore, tak menyurutkan antusiasme para penonton dan tamu undangan yang hadir. Suasana lobby luar dan dalam bioskop didekorasi dengan proper. Terdapat properti prostetik berwujud patung dari kedua karakter utama dalam film ini yang dijadikan properti di photo booth. Selain itu, terdapat juga properti toples berisikan prostetik wajah dari beberapa karakter yang terlihat sangat realistik. Tamu undangan pun diberikan komik BADUT GENDONG produksi Krakken Comics dan Buana Inspirasi Garuda.


Pada sesi Press Conference, sutradara Charles Gozali mengkonfirmasi jika film ini memang bagian dari Universe film QODRAT (2022) yang sudah dibentuk sejak tahun 2022 kemarin. Lebih lanjut, di sekuel film BADUT GENDONG (2026) nanti, karakter Darso yang antagonis ini akan berhadapan dengan Ustadz Qodrat. Meskipun sudah diberi spoiler tentang apa yang terjadi selanjutnya, sang sutradara memastikan masih banyak lagi kejutan yang tersimpan karena pengembangan kedua karakter dari Darso maupun Ustadz Qodrat masih sangat luas. Selain itu, produser dari Magma Entertainment yaitu Linda Gozali sangat bersyukur film BADUT GENDONG (2026) berhasil menjalin kolaborasi dengan beberapa eksekutif produser di Indonesia dan juga Malaysia. Ia berharap kolaborasi lintas negara ini bisa memajukan industri perfilman Indonesia maupun Asia Tenggara di mata dunia.


Untuk segi cerita, film BADUT GENDONG (2026) hadir secara stand alone dengan sangat baik tanpa harus nebeng ketenaran pada dua film QODRAT. Narasi yang disajikan berjalan mulus, kuat dan tidak terlalu bertele-tele. Pengembangan cerita dari karakter utama nya juga sengaja dibuat abu-abu meskipun menggunakan formula dan istilah Joker "orang jahat berasal dari orang baik yang berkali-kali disakiti oleh kejamnya dunia". Kompleksitas karakter Darso inilah yang membuat karakternya mudah menerima empati dari penonton karena motif sebab dan akibatnya sangat jelas. Selain itu, mengingat film ini dipersiapkan sebagai antagonis nya dari Ustadz Qodrat di kemudian hari, Charles Gozali dan tim penulis cerita sengaja lebih menonjolkan elemen adat budaya, ritual-ritual gaib berbahaya serta lebih gelap. Eksekusinya pun tak kalah bagus dengan dua film QODRAT yang berhasil menonjolkan sisi religi dalam ceritanya. Selain narasi ceritanya yang apik, film BADUT GENDONG (2026) juga menampilkan elemen gore yang menurutku mengalami eskalasi luar biasa dari film-film produksi Magma Entertainment sebelumnya. Tak sedikit adegan-adegan bikin ngilu dan misuh-misuh penonton diperlihat secara close-up. Disturbing nya kena banget! Duh! Elemen horror nya pun tidak mengandalkan jump scared. Charles Gozali dan tim penulis menonjolkan keseraman dengan cara mengandalkan karakter Darso yang kendalikan energi supranatural sambil berjalan lalu dibarengi suara dari gelang lonceng kaki yang dipakai oleh Darso. Konsep setiap bunyi gemerincing di tengah malam, kemudian Darso muncul namun dalam keadaan tak sadar karena dikendalikan oleh "boneka" benar-benar unik!
Satu hal yang menurutku jadi kurang spesial dari film ini yaitu keputusan tim kreatif dan produksi yang sudah mendeklarasikan sedari awal jika karakter Darso sebagai villain, sekaligus bagian dari Universe film Qodrat bagi Ustadz Qodrat di masa depan. Hal ini menurutku terlalu di spoiler dan spill the tea banget. Padahal cukup disimpan sebagai kejutan babak akhir film atau saat credit scene saja tidak masalah kok, sensasi kejutannya menurutku akan lebih nampol seperti itu ketimbang harus jor-joran bahkan sejak pertama kali project film ini diumumkan.
Untuk jajaran pemain, apresiasi luar biasa harus kita berikan pada Marthino Lio. Karakter Darso berhasil memukau dengan kompleksitas emosional yang berada di zona abu-abu kemudian dituntut juga harus menggunakan kostum Badut Gendong. Yang paling memorable tentunya gesture saat Darso dikendalikan oleh energi supranatural, gesture dengan mata tertutup kemudian melakukan serangkaian adegan sadis dan koreografi action benar-benar believable sekaligus intens, khas film-film Charles Gozali. Kini melihat mesin parutan kelapa jadi tak lagi sama! Performa para pemain pendukung lainnya yang diperankan Clara Bernadeth, Derby Romero, Khiva Iskak hingga aktor laga Barry Prima berhasil melengkapi betapa kelamnya cerita film BADUT GENDONG (2026).
Untuk urusan visual, film ini berhasil menciptakan aura dan atmosfer kelam di sepanjang film. Efek visual adegan-adegan gore nya makin smooth dan sangat realistis. Aku sampai pusing dan banyak menutup mata karena ngilu banget buset. Hahaha. Selain itu, efek scoring film BADUT GENDONG (2026) juga tidak berisik khas film-film horror kebanyakan. Unsur dramatis nya tetap ada dan surprisingly masuk dengan adegan yang ditampilkan. Overall, film BADUT GENDONG (2026) paket lengkap film horror terbaru dari Magma Entertainment yang tak cuma seram, tapi punya value besar dari segala aspek didalamnya.


[8.5/10Bintang]

Monday, 25 May 2026

[Review] Keluarga Suami Adalah Hama: Drama Provokatif Penuh Konflik Antara Pasutri, Mertua dan Ipar!

 


#Description:
Title: Keluarga Suami Adalah Hama (2026)
Casts: Raihaanun, Omar Daniel, Meriam Bellina, Sitha Marino, Jeremie Moeremans, Fairuz A. Rafiq, Husein Alatas, Dinda Mahira, Tio Pakusadewo, Kevin Faulky, Karlina Inawati
Director: Anggy Umbara
Studio: Umbara Brothers Film, VMS Studio


#Synopsis:
Memasuki tahun ketiga pernikahan, Intan (Raihaanun) dan Damar (Omar Daniel) dihadapkan dengan ujian dalam rumah tangga mereka. Ujian tersebut datang setelah ayahnya Damar meninggal dunia. Damar mau tak mau harus menggantikan posisi sang ayah sebagai tulang punggung untuk keluarganya yaitu Ibu (Meriam Bellina), Bella (Sitha Marino) dan Danan (Jeremie Moeremans).
Setelah prosesi pemakaman, Ibu meminta Damar untuk menyiapkan berbagai kebutuhan untuk acara tahlilan di rumah mulai dari memesan souvenir duka, konsumsi makanan, pasang tenda dan mengundang tetangga hingga anak yatim piatu untuk datang ke rumah. Meskipun merasa keberatan, Damar tetap mengiyakan semua keinginan sang Ibu meskipun menguras dompet dan tabungan yang dimiliki. Akibatnya, Damar dan Intan terpaksa harus menunda lagi untuk membeli rumah dan tetap tinggal bersama dengan Ibu, Bella dan Danan di sana.
Karena sibuk mengurus acara tahlilan sang ayah dan berbagai kebutuhan di rumah, Damar jadi absen dan tidak masuk ke kantor selama berhari-hari. Ketika kembali ke kantor, Damar terkejut karena ia sudah di lay-off dan posisinya sudah digantikan oleh orang lain. Hal tersebut membuat Damar harus memutar otak untuk mencari pekerjaan baru secepat mungkin. Bersama dengan sahabatnya Attar (Husein Alatas), Damar menerima semua tawaran sebagai freelance demi bisa mendapatkan uang.
Di sisi lain, Intan mengambil keputusan berhenti sejenak dari bisnis online shop nya demi mengurus rumah, ibu mertua dan kedua adik iparnya. Namun sayang, keputusan yang diambil Intan tersebut perlahan mulai membuatnya menyesal. Sikap ibu mertua dan kedua adik iparnya sangat menyebalkan. Mereka menganggap Intan seperti asisten rumah tangga di rumah. Intan pun berusaha tetap sabar dan kuat dalam menghadapi kelakuan keluarga suaminya tersebut.
Ditengah kondisi finansial yang semakin memburuk, Bella yang baru satu bulan bekerja memutuskan untuk resign karena ia ingin daftar Visa agar bisa bekerja di Australia. Sementara itu, Danan diam-diam menggadaikan motornya untuk dijadikan modal membuka usaha coffee shop bersama teman-teman kuliahnya. Belum lagi sang ibu meminta Damar untuk melunasi biaya wisuda Danan dengan alasan ketiga anaknya harus lulus kuliah dan punya gelar sarjana. Damar pun terpaksa menjual mobilnya agar semua permasalahan ekonomi keluarganya bisa cepat selesai.
Seiring berjalannya waktu, Intan semakin diperlakukan semena-mena di rumah oleh ibu mertua dan kedua adik iparnya. Mereka tidak menghormati Intan yang sudah mengurus dan memenuhi semua kebutuhan yang ada di rumah. Kesabaran Intan akhirnya habis dan meluapkan amarahnya pada ibu mertua, Bella dan juga Danan. Setelah suaminya pulang, Intan memutuskan ingin secepatnya keluar dari rumah dan rela mengeluarkan tabungannya untuk membeli atau mengontrak rumah ketimbang terus-terusan tinggal bersama mertua dan adik ipar yang tidak tahu diri. Damar pun setuju dengan keputusan Intan karena satu-satunya alasan untuk bertahan sampai saat ini karena ia menyayangi istrinya. Mendengar obrolan Damar dan Intan di kamar, membuat sang ibu terkejut hingga jatuh pingsan. Setelah dibawa ke rumah sakit, ibu terkena stroke ringan sehingga harus banyak istirahat. Intan pun masih bersedia merawat ibu mertuanya ditengah kesibukannya mengelola online shop pakaian bersama sahabatnya, Sisy (Fairuz A. Rafiq) dan adik perempuannya Lia (Dinda Mahira).
Di sisi lain, Danan yang sedang menunggu lulus wisuda, kini disibukkan dengan bisnis coffee shop bersama teman kuliahnya. Namun sayang, coffee shop nya cenderung sepi peminat. Danan kemudian punya rencana untuk memperbesar coffee shop nya agar dikenal lebih luas dengan cara meminjam sertifikat rumah dan digadaikan ke bank. Danan berjanji sertifikat tersebut akan cepat kembali ke tangan ibunya setelah bisnis coffee shop sudah berjalan dengan lancar.
Sementara itu, Bella berinisiatif mengenalkan pacar barunya yaitu Rendy (Kevin Faulky) yang bekerja sebagai agen properti perumahan setelah mendengar kakak dan istrinya sedang mencari rumah. Tak membutuhkan waktu lama, Bella langsung mengajak Rendy untuk bertemu Damar dan Intan. Mereka berempat kemudian mendatangi lokasi cluster perumahan yang akan segera dibangun. Karena harganya murah lokasinya cukup strategis, Damar pun langsung setuju memberikan DP pada Rendy, meskipun awalnya Intan sedikit ragu dengan keputusan suaminya yang langsung percaya saja pada Rendy. Karena takut nanti uang tabungan terpakai lagi oleh keperluan lain, akhirnya Intan pun sepakat memberikan DP di cluster perumahan yang dipegang Rendy tersebut.
Setelah membayar DP untuk cluster perumahan, Intan bisa bernafas lega akhirnya impian untuk punya rumah sendiri dan tidak satu atap dengan keluarga suami bisa segera terwujud. Selain itu, bisnis online shop pakaian yang dikelola bersama Sisy dan Lia pun semakin banyak peminatnya setelah dibeli oleh salah satu influencer populer di sosial media. Omset dan pendapatan mereka pun meningkat drastis hingga kebanjiran pesanan.
Waktu terus berlalu. Kebahagiaan Intan ternyata tidak bertahan lama. Keluarga Damar kedatangan pihak bank akan menyita aset rumah yang dijadikan jaminan oleh Danan karena sudah 6 bulan menunggak pembayaran cicilan. Kabar tersebut membuat Damar dan Intan terkejut. Pihak keluarga sudah tidak bisa menyelamatkan rumah dan harus segera mengosongkannya. Bencana lain kembali datang menimpa rumah tangga Damar dan Intan. Cluster perumahan yang ditawarkan Bella dan Rendy pada mereka ternyata mengalami sengketa lahan. Rendy juga menghilang tanpa jejak. DP puluhan juta yang sudah dibayarkan kini hilang begitu saja. Kondisi finansial keluarganya yang terus terpuruk membuat Damar semakin tidak layak sebagai pasangan dan suami bagi Intan. Tanpa berpikir panjang, Damar mengambil keputusan untuk menceraikan Intan agar istrinya itu tidak terus-terusan menanggung beban berat menjadi bagian dari keluarganya. Bagaimana nasib rumah tangga Damar dan Intan selanjutnya?
 
 
#Review:
Sutradara Anggy Umbara kembali hadir meramaikan industri perfilman Indonesia dengan merilis film drama terbaru berjudul KELUARGA SUAMI ADALAH HAMA (2026). Film ini ternyata diadaptasi dari film pendek di platform Noice karya sutradara Aditya Santana yang sempat viral saat pertama kali dirilis pada Mei tahun 2025 lalu. Dengan judul yang sangat provokatif dan bombastis karena menganalogikan keluarga seperti hama yang selalu mengganggu tanaman, aku jadi penasaran se-hama apa sih keluarga suami yang divisualisasikan oleh Anggy Umbara.


Untuk segi cerita, film ini mengusung drama rumah tangga dengan pendekatan yang serba hyperbola di setiap pemicu konflik antara istri dengan ibu mertua dan juga kedua adik iparnya. Sejak film dimulai saja, film ini sudah dibuka dengan bahan konflik yang berhasil membuat penonton mengucap istighfar berkali-kali. Moment berduka justru jadi menjaga gengsi bagi ibu mertua dengan alasan sudah menjadi tradisi keluarga dibuat seperti itu. Memasuki pertengahan film, sederet konflik hyperbola terus terjadi mulai dari ibu mertua yang menggampangkan semua hal, anak pertama yang terus-terusan dimanfaatkan kebaikannya, anak kedua yang pemalas dengan ambisi ingin kerja di luar negeri dan anak ketiga yang terlalu idealis ingin punya usaha tapi kemampuan masih serba nol. Mereka bertiga berhasil menjelema menjadi sosok yang tak hanya menyebalkan, playing victim dan juga manipulatif terhadap Intan. Selain itu, film KELUARGA SUAMI ADALAH HAMA (2026) juga turut menyoroti impian pasutri muda yang tak jarang sering mendapat ujian ketika memiliki rumah sendiri. Sekilas mengingatkanku akan film nya Visinema Pictures yaitu HOME SWEET LOAN (2024) namun versi too much dramatic layaknya sinetron hahaha. Anggy Umbara yang terlibat juga sebagai penulis cerita dan skenario untuk film ini bersama dengan Ardianto Agung dan Dewi Fita, berhasil mendefinisikan keluarga suami adalah hama yang sudah di level bukan red flag lagi tapi dark flag dan parasit yang sangat mematikan. Selain sederet konflik yang sulit untuk dimaafkan, film KELUARGA SUAMI ADALAH HAMA (2026) punya karakter-karakter yang dibuat se-realistis mungkin. Keluarga Damar sudah jelas dibuat untuk mudah dibenci, begitu juga dengan sikap Damar yang sebagai seorang suami dan kepala keluarga terlalu dibuat "lembek" dan tidak tegas. Hal tersebut jadi berimbas pada performa akting Omar Daniel yang berkali-kali "kebanting" banget oleh Raihaanun. Kehadiran karakter Sisy yang menjadi sahabat dari Intan untungnya dibuat realistis, mengedepankan akal sehat dan bagusnya lagi tidak dibuat full religius. Setelah semua konflik dan permasalahan keluarga Damar yang sudah over-dramatic, Anggy Umbara justru menutup kisah film ini dengan bahagia. Jujur, konsep kesempatan kedua yang dihadirkan menurutku sangat tidak worth it. Intan more deserved than this!! Jujur, baru kali ini aku benci dengan film yang happy ending! Hahaha.


Untuk jajaran pemain, penampilan Raihaanun sudah jelas sangat effortless memerankan karakter Intan dengan segala amarah dan kesedihannya yang terus dipendam. Klimaks nya saat adegan makan malam, penonton ikutan terbawa suasana ketika Intan akhirnya menumpahkan semua emosi pada ibu mertua dan kedua adik iparnya yang sialan itu. Penampilan Meriam Bellina yang kembali memerankan karakter mertua antagonis dan menyebalkan sukses mengobati kerinduan penonton akan aksinya yang memang sangat cocok dengan peran seperti ini hahaha. Selanjutnya penampilan dua Gen Z yaitu Sitha Marino dan Jeremie Moeremans juga berhasil bikin emosi penonton dengan pov mereka masing-masing yang sangat sotoy!! Hahahaha.
Untuk urusan visual, Anggy Umbara tidak menyajikan film KELUARGA SUAMI ADALAH HAMA (2026) seperti film drama keluarga kebanyakan. Teknik pengambilan gambar yang digunakan sangat fleksibel dan dinamis. Kesan raw dan extra close up ketika para karakter berdialog seakan penonton merasa ikut berada di samping mereka. Overall, film KELUARGA SUAMI ADALAH HAMA (2026) bukan sekedar film yang menguras emosi penonton, namun bisa menjadi pembelajaran efektif untuk pasutri dan keluarga dalam beretika di rumah.


[8/10Bintang]

Sunday, 24 May 2026

[Review] Tumbal Proyek: Cerita Penuh Darah Dibalik Proyek Pembangunan Jembatan Besar!

 


#Description:
Title: Tumbal Proyek (2026)
Casts: Kiesha Alvaro, Callista Arum, Karina Suwandi, Eduwart Manalu, Fuad Idris, Agus Firmansyah, Adi Sudirja, Rendy Khrisna, Cetul Leatherart, Raffan Al-Aryan, Kanaya Tsabitah, Stella Bodea, Cinta Dewi, Ayu Inten
Director: Jeropoint
Studio: Dee Company


#Synopsis:
Proses pembangunan jembatan yang menghubungkan dua pulau di paling timur Pulau Jawa semakin dikebut. Jumlah pekerja proyek jembatan pun diperbanyak. Pak Bayu (Rendy Khrisna) adalah salah satu dari ratusan orang yang diterima sebagai pekerja di proyek oleh PT. Surajaya, selaku kontraktor dan pengelola pembangunan jembatan. Pak Bayu merantau dari Surabaya dan meninggalkan istrinya, Ibu Martha (Karina Suwandi) beserta kedua anaknya, Yudha (Kiesha Alvaro) dan Laras (Callista Arum).
Selama bekerja di sana, Pak Bayu mendapat fasilitas tempat tinggal di rusun bersama para pekerja lain. Namun sayang, baru beberapa bulan bekerja, Pak Bayu menemukan banyak keanehan yang terjadi di tempat ia bekerja maupun di rusun. Salah satunya yaitu seringnya terjadi kecelakaan kerja padahal perusahaan sudah menerapkan safety seketat mungkin. Selain itu, pekerja yang menjadi korban kecelakaan pun selalu hilang begitu saja dan dianggap sudah dikembalikan ke keluarga. Hal aneh lainnya dirasakan ketika Pak Bayu dan pekerja lainnya sedang istirahat di rusun. Selain pengawasan yang sangat ketat dan larangan keluar rusun di atas jam 22:00 malam, para pekerja di sana sering mendengar suara-suara aneh dari petugas keamanan yang berkeliling.
Nasib sial pun akhirnya menimpa Pak Bayu. Ia dipukuli hingga tak sadarkan diri lalu dibawa ke pinggir pantai di tengah malam oleh beberapa orang. Ketika tersadar, Pak Bayu melihat adanya ritual sajen tumbal dengan cara membunuh para pekerja dan jasadnya dicor semen dan dijadikan beton untuk proyek pembangunan jembatan. Pak Bayu pun berakhir menjadi korban tumbal proyek.
Waktu terus berlalu, rekan kerja Pak Bayu yaitu Heru kemudian mendatangi rumah Ibu Martha untuk mengabari jika Pak Bayu meninggal dunia karena kecelakaan kerja. Mendengar hal tersebut membuat Ibu Martha histeris hingga jatuh pingsan. Yudha dan Laras pun tak percaya jika ayahnya sudah tiada. Yudha menganggap omongan Heru itu bohong karena jika ayahnya meninggal, maka harus terlihat jelas jasadnya. Heru beralasan jika jasad Pak Bayu sudah dimakamkan di sana. Sejak saat itu, Yudha berambisi ingin mencari kebenaran tentang kematian sang ayah dengan menginvestigasi setiap kabar dan berita tentang proyek pembangunan jembatan itu.
Lima tahun berlalu. Setelah lulus sekolah, Yudha dan Laras sepakat untuk melamar kerja ke PT. Surajaya. Karena masih membutuhkan banyak orang, mereka berdua diterima bekerja di sana. Yudha, Laras dan Ibu Martha kemudian menempati fasilitas rusun yang disediakan perusahaan. Rusun tersebut ternyata rusun yang dahulu pernah ditempati juga oleh mendiang ayah mereka. Tiba di rusun, Ibu Martha merasakan sesuatu yang membuatnya kejang dan sempat tak sadarkan diri. Meskipun rusun nya terlihat sepi, sunyi dan minim penerangan, mereka bertiga tetap tinggal di sana. Yudha ingin menelusuri kematian sang ayah yang diduga sebagai korban tumbal proyek oleh perusahaan. Hal tersebut diperkuat dengan banyaknya berita di koran dan televisi yang membahas tentang para pekerja yang mengalami kecelakaan di area proyek pembangunan jembatan. Yudha juga meminta bantuan pada Laras untuk mencarikan informasi lewat dokumen dan arsip yang ada di kantor agar bisa secepatnya mengungkap penyebab kematian mendiang ayah mereka.
Hari demi hari terus berlalu. Selama Yudha dan Laras bekerja di area proyek pembangunan jembatan, terjadi beberapa kecelakaan kerja yang merenggut nyawa beberapa pekerja di sana. Selain itu, mereka juga sering melihat penampakan ketika di tempat kerja maupun di rusun. Hingga suatu ketika saat pulang bekerja di malam hari, Ibu Martha dan beberapa penghuni rusun lain mengalami kesurupan massal.
Keesokan harinya, Yudha melihat kabar berita tentang anak-anak hilang di sekitar lokasi proyek pembangunan yang jumlahnya terus bertambah. Para orang tua dan warga sudah melaporkan ke polisi dan melakukan pencarian selama berhari-hari namun tak membuahkan hasil. Selain itu, kecelakaan kerja di lokasi proyek pembangunan jembatan pun semakin sering terjadi. Pak Sutomo (Eduwart Manalu) selaku penanggung jawab dan yang mengawasi proyek pembangunan jembatan terpaksa harus menggelar upacara adat dan memberikan sesajen ke laut dengan harapan tidak ada lagi kecelakaan kerja di proyek pembangunan jembatan.
Saat persiapan upacara adat dan sesajen di malam hari, Yudha, Laras dan seorang ibu yang anaknya hilang menyusup masuk ke kantor proyek setelah menemukan informasi tentang daftar pekerja yang dijadikan tumbal proyek oleh perusahaan. Ketika menelusuri ruangan bawah tanah, mereka melihat beberapa orang kantor sedang melakukan ritual bersama Mbah Tarmo (Fuad Idris). Karena ketahuan, ritual tersebut menjadi kacau. Energi gaib semakin tak terkendali dan menyerang para pekerja yang ada di rusun dan juga para pekerja yang sedang mempersiapkan ritual di pinggir pantai. Yudha, Laras dan ibu tadi berhasil menemukan anak-anak yang disembunyikan di ruang bawah tanah dan membawa mereka secepatnya keluar.
Ketika Yudha dan Laras kembali ke rusun, mereka harus menghadapi banyak pekerja rusun dan ibunya yang mengalami kerasukan massal. Mbah Tarmo dan yang lainnya juga terkejut saat mendatangi rusun dan melihat banyak pekerja yang tewas karena kesurupan massal. Ia menyalahkan Yudha dan Laras yang sudah mengacaukan ritual sehingga sosok gaib dengan energi sangat buruk kini meminta tumbal secara tidak terkendali. Bagaimana nasib Yudha, Laras dan Ibu Martha selanjutnya?


#Review:
Rumah produksi Dee Company kembali hadir dengan film horror terbarunya yang berjudul TUMBAL PROYEK (2026). Film yang terinspirasi dari mitos dan urban legend populer di setiap ada pembangunan apapun ini disutradarai oleh penulis thread viral di X yaitu Jeropoint. Dalam beberapa tahun terakhir, Dee Company menurutku terbilang cerdik dalam memilih cerita yang sedang ramai diperbincangkan dan kemudian diangkat menjadi film layar lebar. Ditambah lagi dengan kehadiran poster dan juga trailer yang harus diakui selalu menarik perhatian penonton. Sebut saja poster film produksi Dee Company yang menurutku bagus SIKSA NERAKA (2023), JEMBATAN SHIRATAL MUSTAQIM (2025) dan yang terbaru yaitu TUMBAL PROYEK (2026).


Untuk segi cerita, film TUMBAL PROYEK (2026) awalnya tampil cukup menjanjikan lantaran mengusung tema investigasi dan penelusuran untuk mengungkap kebenaran tentang tindakan menumbalkan pekerja dalam proyek pembangunan jembatan. Konsep ini sebetulnya sudah sempat Dee Company terapkan di film box office hit nya yaitu VINA SEBELUM 7 HARI (2024). Namun sayang, tema investigasi, poster dan trailer yang sangat cakep ini berbanding terbalik dengan hasil filmnya. Selain banyak hal yang misleading, plot cerita semakin lama semakin berantakan. Di paruh awal penonton sudah disuguhi dengan kematian tragis beberapa pekerja yang dijadikan tumbal proyek, eksekusinya pun cukup bagus dengan efek visual yang believable. Memasuki bagian investigasi, masih cukup aman dan fokus. Setelah itu, barulah, plot terjun bebas karena fokusnya jadi penuh ambisi menampilkan jump scared yang sebanyak-banyaknya. Perkara buka pintu, menengok ke belakang dan jalan kaki saja Jeropoint menambahkan scoring bombastis dan too much. Selain itu, konsep tumbal yang dihadirkan pun tidak konsisten. Katanya para pekerja yang dijadikan tumbal proyek itu agar proses pembangunan lancar, tiang-tiang pancang kokoh dan selesai tepat waktu. Tapi kenyataannya, tumbal proyek di sini malah jadi ritual rutin yang tak kunjung selesai karena sosok gaib terus-terusan mengganggu dan mencelakakan para pekerja sehingga harus diberi tumbal proyek. Gimana sih? Belum lagi cerita di rusun yang tiba-tiba jadi kesurupan massal dengan konsep seperti zombie apocalypse, lalu dihadirkan pula tentang ritual sesajen dan pengorbanan demi keselamatan. Setiap transisi perpindahan cerita jadinya tidak jelas, maksud dan maunya sang sutradara tuh apaan sih?
Tak lupa juga, Jeropoint menyelipkan drama keluarga yang eksekusinya serba nanggung karena chemistry antara kedua anak dengan ibunya tidak menarik. Tak sampai di situ saja, elemen drama perselingkuhan juga dimunculkan yang tidak ada penjelasan sama sekali. Elemen religi kristen atau katolik yang digunakan film TUMBAL PROYEK (2026) ini sebetulnya bisa dieksekusi dengan lebih maksimal lagi, karena hampir disepanjang durasi film, simbol agama di sini justru hanya sebagai tempelan semata karena konteks nya tidak mendapat penjelasan. Selain itu, banyak sekali dialog-dialog konyol yang dilontarkan oleh para karakter, apalagi saat adegan Yudha meeting dengan management kantor. Wkwkwk! Paling annoying lagi yaitu kehadiran karakter satpam yang trying too hard menjadi pencair suasana, tapi eksekusinya cringe maksimal!
Untuk jajaran pemain, penampilan Kiesha Alvaro terasa paling lemah dan tidak stabil dibandingkan lawan mainnya. Dialog dan logat nya kaku banget. Moment-moment yang seharusnya emosional juga tidak nyampe ke penonton. Penampilan Karina Suwandi dan Callista Arum jauh lebih konsisten dari awal sampai akhir film berkat emosional keduanya lebih kuat.
Selain poster, film TUMBAL PROYEK (2026) memiliki satu point plus yang menurutku jadi jualan utamanya yaitu efek visual adegan-adegan gore dan brutalnya terlihat paling realistis dibandingkan film-film Dee Company sebelumnya. Terlepas dari adegan kesurupan massal seperti zombie apocalypse, tara make-up dan wardrobe nya masih tergolong bagus. Penampilan Karina Suwandi yang kesurupan juga bagus meskipun langsung mengingatkanku akan aksinya di SEBELUM IBLIS MENJEMPUT (2018).
Overall, film TUMBAL PROYEK (2026) masih terasa berantakan di bagian cerita karena sang sutradara terlalu ambisius ingin menghadirkan banyak hal, sama persis dengan film debutnya yaitu JALAN PULANG (2025). Semoga di waktu yang akan datang, Dee Company bisa menghadirkan film yang tidak sekedar berisik dengan jump scared dan scoring too much saja ya!


[5/10Bintang]

Sunday, 17 May 2026

[Review] Gohan: Perjalanan Hidup Seekor Anjing Berbulu Putih Yang Sangat Bombastis!

 

#Description:
Title: Gohan (2026)
Casts: Kori, Meechok, Hima, Yasushi Kitajima, Poe Mamhe Thar, Jinjett Wattanasin, Tontawan Tantivejakul, Chatchai Chinnasri, Ohmi Ryota, Nophand Boonyai, Jarinporn Joonkiat, Arunee Kwanyune
Director: Atta Hemwadee, Nattawut Poonpiriya, Chayanop Bunprakob
Studio: BASK, Houseton Films, GDH 559, Prima Cinema Indonesia


#Synopsis:
Sudah 35 tahun Hiro (Yasushi Kitajima) bekerja sebagai seorang engineer di salah satu pabrik mobil di Thailand. Kini, di usianya yang semakin menua, Hiro harus menghadapi masa pensiun dari perusahaan. Meskipun sudah berkali-kali menolak, namun akhirnya Hiro bersedia untuk pensiun setelah mengetahui posisinya akan diisi oleh orang baru yang usianya lebih muda.
Sebelum pensiun, Hiro masih rajin datang ke kantor meskipun atasannya sudah melarangnya. Setiap berangkat dan pulang bekerja, Hiro juga selalu menyempatkan belanja makanan ke 7-Eleven di dekat apartemen yang disediakan oleh perusahaan. Di sana, ia tak sengaja melihat seekor anak anjing liar berbulu putih dengan hidung berwarna pink yang sedang mencari makan. Hiro pun sering memberikan sedikit cemilan dan makanan pada anjing tersebut. Hingga suatu malam ketika pulang bekerja, anak anjing tersebut masuk ke dalam kotak chiller milik Hiro dan ikut terbawa ke apartemen. Hiro pun terkejut melihat anak anjing itu ada dalam kotak chiller. Ia kemudian memberi nama anak anjing tersebut Gohan (Kori) karena bulunya yang berwarna putih mirip dengan warna nasi hangat dalam bahasa Jepang. Selama Gohan tinggal di apartemen, Hiro merasa tidak kesepian karena tingkah laku Gohan selalu membuatnya tertawa. Namun Hiro juga menyadari adanya larangan memelihara hewan di apartemen, Hiro berencana akan mengembalikan Gohan ke depan 7-Eleven besok pagi sebelum berangkat kerja.


Keesokan harinya, sambil menunggu jemputan menuju pabrik, Hiro jadi ragu untuk mengembalikan Gohan di pinggir jalan. Hiro pun membawanya ke kantor secara sembunyi-sembunyi. Para karyawan yang ada di pabrik langsung dibuat gemas dan lucu ketika menyadari Hiro membawa Gohan disembunyikan di kotak chiller. Mereka pun berbondong-bondong ingin merawat dan mengadopsi jika Hiro tidak bersedia. Hiro kemudian meminta waktu tambahan selama satu minggu pada atasannya untuk tetap bisa datang ke kantor. Hal tersebut ia lakukan karena akan melakukan sesi wawancara terhadap para karyawan yang tertarik untuk mengadopsi Gohan. Namun sayang, Hiro belum menemukan satupun orang yang menurutnya cocok sebagai majikan baru bagi Gohan. Saat pulang ke rumah, engineer baru yang menggantikan posisinya yaitu Sawada (Ohmi Ryota) meminta Hiro untuk mengizinkannya mengadopsi Gohan bersama dengan pacarnya, Meow (Jarinporn Joonkiat) karena anjing peliharaan mereka berdua yang sudah meninggal yang mereka rawat sebelumnya satu ras dengan Gohan.
Setelah resmi pensiun dari pabrik, Hiro pun berencana pulang ke Jepang dan tinggal bersama anak dan cucunya di sana. Berbagai persiapan sudah dilakukan oleh Hiro, termasuk menitipkan Gohan pada Sawada dan Meow. Di hari keberangkatan menuju bandara, Hiro meminta pada supir pabrik mendatangi rumahnya Sawada untuk melihat Gohan yang terakhir kalinya. Tak lama setelah itu, Meow keluar bersama Gohan yang akan jalan-jalan. Setelah itu, Hiro pergi diam-diam. Mendengar suara mobil pergi meninggalkan jalanan depan rumah Meow membuat Gohan langsung mengejarnya. Supir pun langsung menghentikan mobilnya. Gohan terlihat sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan Hiro. Pertemuan tersebut membuat Hiro dan juga Meow menangis haru. Selama merawat Goham, Meow pun menyadari jika Gohan sudah memiliki ikatan yang kuat dengan Hiro. Sejak saat itu, Hiro memutuskan batal pulang ke Jepang dan memilih tetap tinggal di Thailand bersama dengan Gohan. Keputusan yang diambil oleh Hiro tersebut untungnya disambut dengan baik oleh anaknya yang di Jepang. Masa tua Hiro kini diisi dengan bersantai dan menikmati keindahan pantai bersama dengan Gohan. Setiap moment kebersamaan selalu diabadikan oleh Hiro melalui video dan diunggah ke sosial media.


Seiring berjalannya waktu, usia Hiro semakin menua dan kondisi kesehatannya terus menurun setelah terpapar CoVid-19. Tak lama setelah itu, Hiro meninggal dunia. Sementara itu, Gohan (Meechok) yang kini sudah besar dan ditinggal sendirian di villa, berhasil ditemukan oleh petugas penangkaran hewan-hewan liar yaitu Kung (Nophand Boonyai) dengan dibantu oleh asistennya, Namcha (Poe Mamhe Thar). Setelah ditempatkan di penangkaran, Gohan dan anjing-anjing liar di sana dieksploitasi untuk mendapat donasi melalui sosial media. Setiap akan live, Gohan selalu dibius agar terlihat tak berdaya di hadapan kamera, sehingga donasi yang terkumpul semakin banyak. Namcha pun tak bisa berbuat banyak karena ia imigran ilegal asal Myanmar dan diancam akan dilaporkan ke imigrasi jika melaporkan apa yang dilakukan oleh Kung tersebut. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan Namcha yaitu mengumpulkan upah bekerja dari Kung dan jika nanti sudah terkumpul banyak, ia akan kabur dari penangkaran dan membebaskan semua anjing liar yang ada di sana.


Seiring berjalannya waktu, kondisi kesehatan Gohan semakin memburuk karena terlalu sering dibius oleh Kung. Hal tersebut membuat Namcha khawatir. Merasa tabungan upahnya sudah cukup, ia pun memutuskan kabur dari penangkaran sambil membebaskan semua anjing liar di sana. Namcha turut membawa Gohan kabur bersamanya dan pergi sejauh mungkin dari penangkaran. Selama perjalanan yang tak tentu arah tersebut, Namcha dan Gohan jadi terlunta-lunta di jalann. Namcha harus lebih waspada karena Kung masih mengejarnya dan ingin merebut Gohan. Agar tidak ketahuan, Gohan pun dilumuri oleh lumpur dan tanah sehingga warna bulunya berubah jadi kecokelatan. Namcha juga mengganti nama Gohan jadi Brownie. Setelah itu, Namcha menghubungi kerabatnya di Myanmar dan menceritakan apa yang sesungguhnya. Namun sayang, respon kerabatnya itu justru berpihak pada Kung dan meminta Namcha untuk segera mengembalikan Gohan pada Kung agar tidak menimbulkan masalah yang semakin besar. Setelah berhari-hari melakukan perjalanan tanpa tentu arah, keberadaan Namcha dan Gohan akhirnya ketahuan Kung. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Gohan juga berusaha melindungi Namcha dan menyerang Kung sampai terluka.
Namcha pun menyerah. Ia memutuskan pergi naik kereta menuju Bangkok bersama dengan Gohan. Dalam perjalanan, Namcha justru turun dari kereta dan membiarkan Gohan sendirian di dalam kereta. Perpisahan tersebut membuat Namcha sedih dan juga lega, karena ia berhasil menyelamatkan Gohan dari tangan orang jahat. Setelah itu, Namcha dideportasi ke Myanmar dan Kung pun ditangkap oleh kepolisian.


Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, kereta pun tiba di stasiun pinggiran kota Bangkok. Gohan (Hima) kemudian turun dari kereta dan hanya terduduk saja di peron stasiun. Hari demi hari terus berlalu, Gohan masih setia berada di sana menunggu kedatangan Namcha di setiap kereta yang berhenti di sana. Namun sayang, hal tersebut tidak pernah terjadi. Setiap harinya, Gohan sering mendapat makanan secara sembarangan dari penumpang yang naik dan turun di stasiun. Selain itu, Gohan juga mendapat perhatian dari sepasang kekasih yaitu Jaidee (Tontawan Tantivejakul) dan Pele (Jinjett Wattanasin) yang masih sekolah. Sejak saat itu, mereka berdua rutin menemui Gohan setiap pulang sekolah.


Waktu terus berlalu, Gohan pun jadi saksi perjalanan kehidupan dan asmara dari Jaidee dan juga Pele. Saat mereka lulus sekolah, kemudian masuk kampus hingga Jaidee bekerja sebagai pramugari pesawat dan Pele menunda cita-citanya karena membantu bibi nya, Sorn (Arunee Kwanyune) berjualan di depan stasiun, hingga akhirnya mereka putus, Gohan masih setia tinggal di stasiun tersebut. Hingga suatu ketika, terjadi insiden kecelakaan di jalan raya. Gohan yang sedang menyebrang tak karuan tertabrak oleh motor. Jaidee dan Pele langsung membawa Gohan ke klinik hewan. Setelah diperiksa, dokter menanyakan nama anjing dan mereka berdua sepakat memberi nama Hima. Dokter pun menjelaskan jika kondisi kesehatan Hima saat ini sudah cukup kronis karena adanya gangguan pencernaan serta lambung yang bermasalah. Ditambah lagi usia Hima sudah tergolong tua untuk seekor anjing sehingga proses pemulihannya cenderung lambat. Dokter juga memprediksi jika usia Hima tinggal tiga bulan lagi.


Selama proses penyembuhan, Hima harus mendapatkan infus obat setiap hari. Jaidee dan Pele pun berkomitmen akan merawat Hima secara intens selama tiga bulan kedepan. Mereka ingin memberikan kenangan yang indah bagi Hima di sisa umurnya ini. Meskipun Jaidee dan Pele tidak berpacaran, mereka berusaha memberikan yang terbaik untuk Hima. Keduanya rutin menyempatkan waktu untuk Hima yang kini tinggal rumahnya Jaidee. Meskipun awalnya Pele tidak terlalu dekat dengan Hima, perlahan mulai mencair. Bagaimana nasib Hima atau Gohan selanjutnya?
 

#Synopsis:
Rumah produksi GDH 559 asal Thailand kembali hadir di tahun ini dengan merilis dua film layar lebar terbaru. Film pertama yaitu HUMAN RESOURCE (2026) yang tayang perdana di Venice International Film Festival dan Busan International Film Festival. Setelah itu, film GOHAN (2026) yang dirilis di Thailand awal April tahun ini dan di Indonesia mulai 13 Mei 2026 kemarin. Yang menjadi daya tarik di sini, GDH menggandeng tiga sutradara muda Thailand untuk menggarap film ini, yang dimana mereka bertiga memiliki track record luar biasa yaitu sebagai sutradara film BAD GENIUS (2017), FRIEND ZONE (2019) dan NOT FRIENDS (2023). Sangat triple kill sekali bukan?



Untuk segi cerita, film GOHAN (2026) terbagi menjadi tiga plot dengan tiga latar waktu yang berbeda, sesuai dengan perkembangan usia seekor anjing liar berwarna putih. Masing-masing sutradara menggarap satu plot yang dirangkai dengan sangat baik dan tidak ada yang jomplang sama sekali. Plot pertama menampilkan cerita awal mula anjing liar berbulu putih itu ditemukan, diberi nama Gohan dan tinggal bersama engineer senior yang baru saja pensiun.


Di bagian ini, childhood dari Gohan dikemas sangat menggemaskan melihat bonding antara Gohan dengan Hiro yang hangat. Kebersamaan mereka berdua terasa sangat harmonis sebagai sesama makhluk hidup. Elemen komedi yang ditampilkan pun kadarnya sangat lembut dan pasti related bagi penonton yang sama-sama memelihara seekor anjing seperti Pak Hiro. Menutup masa childhood Gohan, Atta Hemwadee berhasil menguras emosional penonton ketika Gohan "kembali" ke pelukan Pak Hiro. Keputusan besar yang dipilih Pak Hiro pun terasa realistis karena di masa-masa tua, seseorang pasti lebih memilih hidup damai dan tenang. Transisi menuju masa adulthood untuk Gohan dengan kepergian Pak Hiro akibat terpapar CoVid-19 seharusnya bisa lebih emosional lagi, namun ternyata sang sutradara terlihat sangat menahan diri agar di babak selanjutnya bisa bersinar lagi.


Plot kedua, film GOHAN (2026) menampilkan cerita yang cukup tragis dimana Gohan yang memasuki usia dewasa harus terperangkap ke penangkaran anjing liar dan dieksploitasi secara biadab oleh pelaku. Pada bagian ini, plot serta bonding Gohan dengan karakter Namcha lebih ke mode survival ditengah kejamnya dunia pada mereka berdua. Hopeless mereka berdua pun tampil sangat realistis karena nasib imigran ilegal ya memang seperti itu, tidak bisa mendapat perlindungan sepenuhnya dari negara yang ditempati. Klimaks haru dan menguras emosional kembali dihadirkan saat Namcha meninggalkan Brownie di kereta. Eksekusi dan dialog yang dihadirkan sangat sederhana tapi impactful banget ke hati. Otomatis yang nonton bakal nangis! Dijamin!!
Plot ketiga, film GOHAN (2026) menyajikan cerita Gohan memasuki usia Golden Age alias masa tua untuk seekor anjing. Dengan latar waktu hampir 10 tahun sejak pertemuan pertama dengan Pak Hiro, perubahan fisik sudah jelas terlihat dari Gohan. Kesetiaan seekor anjing yang bertahan hidup di peron stasiun menunggu Namcha lagi dan lagi membuatku menangis. Lewat film ini, aku semakin memahami kenapa manusia dan hewan anjing ini selalu memiliki ikatan yang sangat kuat. Plot semakin menarik saat Gohan menemui pasangan Jaidee dan Pele. Kebersamaan yang terjalin diantara mereka bertiga berjalan sangat mulus, sejak mereka masih sekolah, lulus, putus hubungan lalu kuliah hingga bekerja selalu menyempatkan waktu untuk menemui Gohan atau Hima. Tak sedikit adegan-adegan manis dan lucu yang terjadi diantara mereka bertiga. Setelah bersenang-senang, vonis kemungkinan 3 bulan yang tersisa untuk Hima jadi moment paling prestisius di babak akhir film. Selain memberikan kenangan indah bagi Hima, secara tidak langsung turut menciptakan CLBK antara Jaidee dan Pele. Di balik harapan agar Hima bisa hidup lebih panjang, tersimpan harapan untuk mereka tetap bersama. KOK KEPIKIRAN SAMPAI SEJAUH INI YAA TOLONG BANGEET!!! Emosional penonton benar-benar terombang-ambing melihat Jaidee, Pele dan juga Hima. Visualisasi mimpi dari Hima atau Gohan di "detik-detik" terakhirnya duh bikin nangis lagi!!!


Untuk jajaran pemain, apresiasi dan applause selama-lamanya untuk para aktor yang sudah luar biasa menghidupak setiap karakter di film GOHAN (2026) ini. GDH memang tidak pernah jelek kalau urusan ensemble casts. Semuanya memukau, termasuk ketiga anjing yaitu Kori, Meechok dan Hima. AKU TAKJUB MEREKA BISA BERAKTING DI DEPAN KAMERA!! Tatapan bahagia, tertawa, sedih hinga menangis nyampe banget ke penonton! Rasa sesak dan ingin menangis sejadi-jadinya kembali terulang setelah tahun 2024 lalu dengan sadis dilakukan oleh LAHN MAH (2024) yang sama-sama diproduksi GDH! GOHAN (2026) Easily my favourite movie of the year so far!


[9.5/10Bintang]

Saturday, 9 May 2026

[Review] Billie Eilish Hit Me Hard and Soft The Tour Live in 3D: Film Konser Musik Dengan Teknologi Mutakhir!



#Description:
Title: Billie Eilish - Hit Me Hard And Soft The Tour: Live In 3D (2026)
Casts: Billie Eilish, Finneas O'Connell, James Cameron
Director: James Cameron, Billie Eilish
Studio: Lightstorm Entertainment, Darkroom Films, Interscope Films, Paramount Pictures


#Synopsis:
HIT ME HARD AND SOFT THE TOUR dibuka dengan intro yang sukses menciptakan keriuhan dari penonton dan fans. Tata cahaya, laser, musik dan visual disajikan spektakuler. Billie Eilish kemudian terlihat dari kotak LED raksasa dengan membawakan lagu pembuka Chihiro, Lunch dan NDA.
Setelah itu, film menampilkan cuplikan behind the scene tim produksi Billie Eilish untuk menggelar konser HIT ME HARD AND SOFT THE TOUR yang kali ini digelar di Co-Op Live, Manchester, Inggris. Behind the scene juga turut menampilkan proses brainstorming antara Billie Eilish dengan James Cameron yang sedang mempersiapkan concert film untuk HIT ME HARD AND SOFT THE TOUR. Proses kreatif mereka berdua berjalan dengan sangat lancar. Meskipun berasal dari generasi yang sangat berbeda, Billie Eilish dan James Cameron saling melengkapi, menghormati serta memahami keinginan satu sama lain. Billie yang berasal dari generasi GEN Z berusaha menampilkan konser sesuai dengan visinya meskipun terlihat mustahil. Namun ditangan James Cameron, semuanya bisa terwujud termasuk dengan adanya penggunaan efek 3D.
HIT ME HARD AND SOFT THE TOUR juga turut menyoroti loyalitas dan dukungan dari fans setia pada Billie Eilish. Lagu-lagu yang ditulis dan dibawakan Billie Eilish bukan sekedar lagu saja bagi mereka, namun bisa membantu mereka mengatasi masa-masa sulit dan membangkitkan semangat. Di sisi Billie Eilish, para fans setianya bukan lagi sekedar penggemar saja, ia sudah menganggap seperti keluarga dan kerabatnya sendiri.
HIT ME HARD AND SOFT THE TOUR semakin memperkuat personal branding dari Billie Eilish yang tampil sebagai penyanyi perempuan yang tidak mengekspos keseksian di setiap penampilan bermusiknya. Billie menegaskan, ia ingin dikenal dengan kemampuan vokal, aksi panggung yang sewajar-wajar saja. Hal menarik lainnya, ketika James Cameron menanyakan perihal Billie yang tidak pernah menampilkan penari latar atau dancer di setiap konsernya. Billie memilih tampil maksimal sendirian di konsernya, karena ia ingin membagi energinya secara maksimal pada penonton dan juga fans setianya.
Billie Eilish dan team nya selalu menyempatkan waktu untuk mendatangi shelter anjing terlantar di kota-kota yang didatangi tour nya. Lewat film terbarunya ini, Billie juga memberitahu fans nya jika keluarga dan team nya sudah mengadopsi anjing-anjing terlantar dari shelter.

Set List Billie Eilish - Hit Me Hard And Soft The Tour: Live In 3D (2026)
1. Chihiro
2. Lunch
3. NDA
4. Therefore I Am
5. Wildflower
6. When The Party's Over
7. The Diner
8. Ilomilo
9. Bad Guy
10. The Greatest
11. Male Fantasy
12. Skinny
13. TV
14. Bittersuite
15. Bury A Friend
16. Oxytocin
17. You Should See Me In A Crown
18. Guess
19. Everything I Wanted
20. Blue
21. Lovely
22. I Don't Wannabe You Anymore
23. Ocean Eyes
24. L'Amour De Ma Vie, Over Now
25. What Was I Made For?
26. Happier Than Ever
27. Birds Of A Feather


#Review:
Musisi perempuan asal Amerika Serikat yaitu Billie Eilish kembali menghadirkan rockumentary concert film terbarunya yang berjudul HIT ME HARD AND SOFT THE TOUR LIVE IN 3D (2026). Film ini menampilkan cuplikan world tour dari Billie Eilish yang ke-7 untuk album ketiganya berjudul HIT ME HARD AND SOFT di Co-op Live, Manchester, Inggris. Tak tanggung-tanggung, Billie Eilish yang berhasil mendapatkan predikat triple crown (pemenang Grammy, Oscars, Golden Globes) ini menggandeng sutradara James Cameron untuk menggarap film HIT ME HARD AND SOFT LIVE IN 3D (2026).


Seperti film-film konser pada umumnya, HIT ME HARD AND SOFT LIVE IN 3D (2026) menampilkan atmosfer konser yang sangat luar biasa. James Cameron membawa teknologi kamera Sony Venice 2 yang beliau gunakan di film AVATAR THE WAY OF WATER (2022) dan AVATAR FIRE AND ASH (2025) ke atas panggung konser. Hasilnya, depth setiap moment nya sangat menakjubkan! Selain itu, sang sutradara juga menggunakan teknologi 3D teknik stereoscopic yang membuat penonton di bioskop merasa berada di dalam kerumunan penonton konser, bahkan seolah-olah bisa menyentuh Billie saat ia mendekat ke kamera ketika menggunakan teknik handheld. Kontras antara biru elektrik dan hitam pekat khas album 'Hit Me Hard and Soft' tampil sangat tajam berkat teknologi HDR. Konsep panggung yang berbentuk kotak dan 360 derajat membuat berbagai atraksi visual, lighting, laser dan atmosfer konser jadi semakin gila. Tidak hanya visual, sisi audio ditangani dengan sangat presisi. Setiap bisikan Billie di lagu-lagu melankolis terdengar sangat halus dan masuk ke hati penonton. Saat lagu-lagu upbeat dengan musik menggelegar juga sukses membuat penonton terpukau serasa nonton konser langsung. Selain menampilkan performance Billie Eilish di atas stage yang luar biasa, rockumentary ini juga menyoroti dinamika kolaborasi antara Billie Eilish dengan James Cameron. Keduanya sangat saling respect satu sama lain, padahal mereka berdua berasal dari generasi yang sangat berbeda.


James Cameron benar-benar mewujudkan rockumentary yang spektakuler sesuai kemauan Billie Eilish. Selain itu, plot soal kehidupan dan kegiatan Billie Eilish dengan orang-orang disekitarnya termasuk para fans loyalnya jadi moment yang manis sekaligus emosional. Yang cukup disayangkan cuma satu yaitu KENAPA PARAMOUNT PICTURES INDONESIA TIDAK MENAMPILKAN SUBTITLE LIRIK LAGU SAAT BILLIE EILISH SEDANG PERFORMANCE!!
Overall, rockumentary BILLIE EILISH: HIT ME HARD AND SOFT LIVE IN 3D (2026) jadi salah satu best cinematic concert experience yang aku rasakan di bioskop! Worth it ditonton di layar dan audio yang bombastis! Efek 3D nya ditangan James Cameron sungguh mind blowing!


[9/10Bintang]