Showing posts with label Animasi. Show all posts
Showing posts with label Animasi. Show all posts

Thursday, 18 June 2026

[Review] Toy Story 5: Cerita Seru Geng Mainan Klasik Yang Harus Berhadapan Dengan Gadget Modern!

 


#Description:
Title: Toy Story 5 (2026)
Casts: Tom Hanks, Tim Allen, Joan Cusack, Greta Lee, Conan O'Brien, Tony Hale, Craig Robinson, Shelby Rabara, Scarlett Spears, Mykal Michelle, Matty Matheson, John Ratzenberger, Wallace Shawn, Blake Clark, Jeff Bergman, Anna Vocino, Annie Potts, Bonnie Hunt, Kristen Schaal, Bad Bunny
Director: Andrew Stanton
Studio: Pixar Animation Studios, Walt Disney Studios


#Synopsis:
Di usianya yang beranjak 8 tahun, Bonnie Anderson (Scarlett Spears) masih senang bermain dengan mainan-mainan kesayangannya yaitu Jessie (Joan Cusack), Buzz Lightyear (Tim Allen), Dolly (Bonnie Hunt), Trixie (Kristen Schaal), Bullseye (Alan Cumming), Forky (Tony Hale), Karen (Melissa Villasenor), Fricklepants (John Hopkins), Rex (Wallace Shawn), Mr. Potato Head (Jeff Bergman), Mrs. Potato Head (Anna Vocino) dan Slinky Dog (Blake Clark). Namun sayang, setelah masuk sekolah dasar, Bonnie justru tidak punya teman dekat. Setiap ingin berkenalan dengan anak-anak lain, Bonnie selalu takut. Bahkan saat ia berusaha ingin mengajak tetangganya sendiri yaitu si kembar Jordan untuk bermain, Bonnie selalu ketakutan dan akhirnya pulang ke rumah sambil menahan tangis.


Ibu dan ayahnya Bonnie pun jadi khawatir melihat anak mereka yang berusaha untuk mendapat teman sebaya tapi selalu gagal. Hal serupa juga turut dirasakan oleh Jessie yang kini dipercaya sebagai leader bagi para mainan setelah Woody (Tom Hanks) memutuskan berkelana bersama Bo Peep (Annie Potts). Sebagai mainan kesayangannya Bonnie, Jessie mengajak Buzz dan yang lainnya untuk tetap selalu ada dan memberikan kebahagiaan kepada Bonnie setiap saat. Agar Bonnie tidak bersedih, Jessie dan Bullseye kemudian pergi ke rumah si kembar Jordan agar mereka berdua mau berteman dengan Bonnie. Tiba di halaman rumah, Jessie disambut oleh mainan-mainan usang milik si kembar Jordan yang sudah lama terbengkalai dan tidak digunakan lagi. Mereka mencurahkan kesedihan sebagai mainan yang dilupakan gara-gara kini si kembar Jordan lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain gadget dan game online. Jessie pun jadi ikut ketakutan jika suatu saat nanti ia dan teman-teman mainan lainnya dilupakan juga oleh Bonnie. Sebelum kembali ke rumah, Jessie dan Bullseye melihat dengan jelas sudah banyak anak-anak di rumah lain yang kini ditemani oleh gadget.



Melihat perkembangan teknologi yang kini semakin canggih dan anak-anak lain yang sudah diizinkan oleh orangtuanya untuk bermain gadget, ibu dan ayahnya Bonnie pun memutuskan untuk melakukan hal yang sama yaitu membelikan tablet pintar yang sedang digandrungi untuk anak-anak yaitu Lilypad (Greta Lee). Setelah checkout dan barangnya tiba di rumah, Bonnie sangat senang ia punya Lilypad juga yang sama persis dengan teman-teman di sekolahnya. Melihat kehadiran Lilypad di kamarnya Bonnie membuat Jessie dan yang lainnya terkejut. Jessie pun melayangkan aksi protes pada Lilypad karena kehadiran tablet pintar itu tetap tidak bisa membuat Bonnie jadi punya banyak teman. Mendengar hal tersebut membuat Lilypad kesal, sebagai tablet pintar, Lilypad langsung mencarikan teman untuk Bonnie secara online dan kemudian dibuatkan grup pertemanan dengan teman-teman kelasnya Bonnie.



Sejak kehadiran Lilypad di kehidupan Bonnie, Jessie dan mainan lain jadi jarang dimainkan bahkan dipindahkan ke keranjang lalu disimpan di dalam lemari. Jessie langsung teringat kembali akan pemilik pertamanya yaitu Emily (Sarah McLachlan) yang dulu mereka berdua sangat dekat namun karena seiring beranjak dewasa, ia menelantarkan Jessie dan kemudian memasukannya ke kotak donasi. Karena merasa frustasi, Jessie pun memutuskan untuk meminta bantuan pada Woody melalui walkie-talkie. Dengan diantar oleh Bo Peep, Duke Caboom (Keanu Reeves) dan McDimples, Woody akhirnya pulang ke rumah Bonnie. Kegelisahan yang dirasakan oleh Jessie ternyata turut dirasakan oleh Woody karena ia juga melihat secara langsung semakin banyak anak-anak yang menghabiskan waktu dengan gadget pintar mereka ketimbang bermain dengan mainan.


Menjelang akhir pekan, Chelsea mengajak Bonnie dan teman-teman kelas tarinya yaitu Heidi dan Karra untuk menginap di rumahnya. Jessie dan Bullseye kemudian menyelinap masuk ke dalam tasnya Bonnie karena ingin memantau interaksi Bonnie dengan teman-temannya itu di sana. Setibanya di sana, Bonnie langsung memperlihatkan mainan Jessie dan Bullseye, namun reaksi Chelsea, Heidi dan Karra malah menertawakannya gara-gara Bonnie masih bermain dengan mainan seperti itu. Bonnie kemudian menitipkan Jessie dan Bullseye ke ayahnya untuk dibawa pulang ke rumah, ia lalu mengambil Lilypad dari tas dan menunjukkannya pada mereka bertiga. 


Dalam perjalanan pulang, Jessie dan Bullseye kabur dari mobil karena ingin kembali menemani Bonnie. Namun sayang, Jessie dan Bullseye malah ditemukan oleh sepasang lansia yang baru selesai belanja. Dengan berbekal alamat dan nama Emily yang masih tertera di pakaiannya Jessie, mereka mengantarkannya ke alamat tersebut. Setibanya di sana, rumah masa lalunya itu kini sudah tidak lagi dihuni oleh keluarga Emily. Jessie dan Bullseye justru bertemu dengan mainan dan gadget yang sudah tidak terpakai di halaman belakang, salah satunya yaitu Smarty Pants (Conan O'Brien) dengan kondisi low battery. Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam rumah mencari baterai untuk Smarty Pants. Setelah selesai diganti, Smarty Pants juga meminta bantuan Jessie untuk mengganti baterai dua gadget lainnya yaitu Atlas Hippo GPS (Craig Robinson) dan Snappy Toy Camera (Shelby Rabara). Ketiganya kemudian menceritakan pada Jessie tentang kebersamaan bersama pemilik mereka yaitu Blaze Manoukian (Mykal Michelle) yang dahulu sangat dekat namun karena perkembangan teknologi yang semakin pesat, mereka bertiga pun jadi tersisihkan dan diganti dengan gadget lain yang lebih canggih. Selama berkeliling di rumah tersebut, Jessie merasakan jika Blaze memiliki banyak kesamaan dengan Bonnie. Dengan bantuan Smarty Pants, Atlas dan Snappy, ia berhasil mengirimkan pesan pada Lilypad nya Bonnie yang isinya memberi kabar keberadaan dirinya di rumahnya Blaze.


Keesokan harinya, Bonnie pulang dari acara menginap dari rumahnya Chelsea namun tanpa Jessie dan juga Bulleye. Woody, Buzz dan yang lainnya langsung menginterogasi Lilypad. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Lilypad yang acuh kemudian mengirimkan pesan pada gadget orangtuanya Bonnie untuk menyimpan semua mainan ke gudang kecuali Woody dan Buzz. Setelah mencabut kabel pengisian Lilypad, mereka juga menyadari jika Lilypad bisa diperintah menggunakan suara. Woody dan Buzz lalu memanfaatkan hal tersebut untuk membuka pesan yang dikirim Jessie melalui Smarty dan meneruskan pesan tersebut ke semua kontak yang ada di dalam Lilypad. Setelah dibaca oleh Woody dan Buzz, Jessie kemudian mengirimkan informasi keberadaannya agar segera dijemput oleh Bonnie dan kedua orangtuanya. Dalam perjalanan menuju rumahnya Blaze, Bonnie tak disangka mendapatkan bully dan ejekan yang ia baca di group chat teman kelasnya. Hal tersebut membuat Bonnie sedih dan akhirnya menangis. Bagaimana nasib Jessie, Bullseye dan juga Bonnie selanjutnya? Apakah mereka bertiga akan kembali bertemu atau justru berpisah untuk selama-lamanya?


#Review:
Franchise film animasi legendaris TOY STORY yang sudah eksis sejak tahun 1995 milik Disney Pixar ini rupanya masih sangat potensial dalam urusan menyajikan cerita yang sangat relevan mengikuti perkembangan zaman. Keputusan Disney Pixar untuk "milking" franchise film TOY STORY pun tidak menjadi masalah bagiku dan sebagian besar penonton setia karena sudah lima film yang dirilis dalam 31 tahun terakhir, hasilnya sangat konsisten, selalu bagus dan memuaskan!


Kehadiran film TOY STORY 5 (2026) memang sudah seharusnya dibuat. Plot yang disajikan pun secara garis besar masih terkoneksi dengan film TOY STORY 4 (2019). Latar cerita dan waktu yang digunakan di film kelimanya ini cukup berdekatan dengan film keempatnya sehingga journey dari karakter Bonnie dan mainan-mainannya dieksplorasi lebih kompleks dengan mengikuti perkembangan zaman. Di film kelimanya ini, geng mainan ikonik harus menghadapi musuh paling menakutkan bagi orang tua yang sudah mempunyai anak-anak di zaman sekarang yaitu kecanduan main gadget. Karakter Bonnie yang kini berusia 8 tahun dan sudah masuk sekolah dasar, kemudian mendapatkan gadget tablet pintar Lilypad, seketika fokusnya langsung teralih ke dunia digital dan meninggalkan sisi imajinatifnya. Premis tersebut terasa sangat relevan dengan kondisi kehidupan manusia di era modern seperti saat ini yang dimana sesuatu yang klasik harus berjuang merebut perhatian manusia dari jerat dan kecanduan media sosial dan game online.
Fokus cerita kini ada di tangan Jessie yang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin di geng mainannya Bonnie. Selain berjuang keras seperti Woody yang ingin menjadi mainan terbaik untuk anak-anak, narasi cerita dari Jessie di masa lalu pun dijelaskan. Penonton diajak untuk mengikuti petualangan Jessie yang tak sengaja kembali ke rumah mantan pemilik lamanya. Asal-usul, cerita masa lalu dan hubungan Jessie dengan Emily akhirnya terkuak sehingga menciptakan nostalgia yang penuh emosional untuk penonton. Lebih lanjut, film ini juga berhasil mengeksplorasi rasa takut akan dilupakan yang menjadi trauma mendalam bagi Jessie, sekaligus memberikan kedamaian emosional bahwa dirinya tetap hidup sebagai kenangan indah yang tak ternilai bagi pemilik pertamanya tersebut. Selain jualan moment-moment menguras perasaan penonton, kelebihan dari franchise TOY STORY itu selalu menghadirkan karakter baru di setiap filmnya yang menyegarkan dan jenaka. Kehadiran trio gadget jadul yaitu Smarty Pants, Toy Camera dan Hippo GPS terasa seperti sindiran sosial yang brilian mengenai betapa cepatnya siklus perkembangan teknlogi saat ini. Karakter "villain" yang hadir di film TOY STORY (2026) yaitu Lilypad sendiri digambarkan dengan sangat cerdas. Menariknya, Lilypad bukan sepenuhnya antagonis mainstream dengan niat jahat, melainkan representasi AI dan algoritma media sosial yang murni bekerja berdasarkan instruksi operasionalnya tanpa memahami konsep empati seorang manusia. Keputusan Woody dan Buzz untuk mengeksploitasi fitur perintah suara sebagai kelemahan Lily menjadi salah satu adegan komedi situasional yang sangat relevan dengan keseharian penonton di zaman sekarang! Hahaha.


Nonton TOY STORY 5 (2026) memuaskan karena layarnya fullest tanpa bar hitam atas bawah atau samping kiri kanan!

Disney Pixar kembali melampaui pencapaian visual lewat detail animasi yang luar biasa memanjakan mata penonton. Kontras visual antara dunia mainan klasik berbahan plastik dan kain dengan gadget modern yang didominasi oleh layar digital reflektif, efek blue light serta tekstur metalik tampil sangat kontras dan juga detail. Sinematografi pada adegan flashback bawah pohon Emily yang legendaris pun disajikan dengan palet warna hangat dan sinematik menciptakan atmosfer nostalgia yang menjadi ciri khas dari franchise film ini.
Overall, film TOY STORY 5 (2026) bukan sekadar sekuel dari franchise yang money oriented, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang sepenting itu untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan indahnya masa kecil yang dipenuhi imajinasi nyata. Reuni antara Woody, Buzz, dan Jessie terasa organik dan penuh nostalgia. Visual animasi yang semakin memukau dan pesan moral yang kuat baik bagi anak-anak maupun orang tua, film TOY STORY 5 (2026) sukses menyampaikan value luar biasa, bahwa teknologi dan kecanggihan digital tidak akan pernah bisa menggantikan kehangatan hubungan antar manusia dan nilai sebuah persahabatan yang tulus. You did it again Disney Pixar!


[9.5/10Bintang]

Friday, 6 March 2026

[Review] Hoppers: Keseruan Si Pecinta Hewan Dalam Upaya Melestarikan Lingkungan!



#Description:
Title: Hoppers (2026)
Casts: Piper Curda, Bobby Moynihan, Jon Hamm, Kathy Najimi, Dave Franco, Eduardo Franco, Aparna Nancherla, Tom Law, Sam Richardson, Melissa Villasenor, Isaiah Whitlock Jr, Steve Purcell, Ego Nwodim, Nichole Sakura, Meryl Streep, Karen Huie, Vanessa Bayer
Director: Daniel Chong
Studio: Pixar Animation Studios, Disney Studios


#Synopsis:
Sejak kecil, Mabel Tanaka (Piper Cuda) sangat peduli dan sayang terhadap hewan. Ia bahkan sudah berulang kali mencoba melepaskan hewan-hewan yang sengaja dipelihara di sekolah untuk dibebaskan ke alam. Hal tersebut membuat para guru angkat tangan dengan apa yang dilakukan Mabel. Ayah dan ibunya pun sudah berulang kali menasehati Mabel untuk tidak melakukan tersebut agar ia tidak dikeluarkan dari sekolah.
Selama libur musim panas, Mabel dititipkan ke rumah neneknya (Karen Huie) yang tinggal di kota kecil bernama Beaverton. Selama tinggal bersama sang nenek, Mabel banyak belajar tentang alam dan juga hewan. Mereka sering menghabiskan waktu di danau hutan kota yang tak jauh dari rumah. Di sana, Mabel bisa melihat dengan leluasa lingkungan alam serta interaksi hewan-hewan yang tinggal di hutan tersebut. Rasa cinta dan peduli terhadap hewan serta lingkungan yang sangat besar dari neneknya ini kemudian turun pada Mabel. Bahkan setelah libur musim panas, Mabel semakin sering datang ke rumah neneknya saat akhir pekan dan di waktu libur. Hingga saat beranjak remaja, Mabel mengambil keputusan untuk tinggal bersama sang nenek ketimbang harus ikut orangtuanya pergi ke luar negeri untuk bekerja. Mabel lebih nyaman tinggal bersama sang nenek sekaligus merawatnya yang semakin menua.
Tak lama setelah itu, sang nenek meninggal. Mabel memutuskan untuk tetap tinggal di rumah sesuai permintaan mendiang neneknya yang memintanya untuk merawat rumah dan lingkungan di sekitarnya. Selama tinggal sendirian di sana, kondisi lingkungan dan hutan kota yang didekat rumah perlahan mulai terganggu. Puncaknya, pembangunan jalan layang yang membentang dan pilarnya dibangun diatas rawa di hutan kota akan segera dibangun oleh pemerintah. Rencana tersebut langsung ditentang oleh Mabel karena selain merusak habitat hewan yang ada di rawa dan hutan, lokasi tersebut juga memiliki kenangan tersendiri bersama mendiang neneknya di sana. Mabel juga sudah berulang kali melayangkan protesnya terhadap walikota Beaverton yaitu Jerry Generazzo (Jon Hamm), bahkan Mabel juga sering menggelar aksi demo terhadap berbagai rencana pemerintah yang dianggap merusak lingkungan dan mengancam keselamatan hewan-hewan di alam liar. Karena kampanye menolak pembangunan jalan layang tersebut tak mendapat dukungan dari warga di Beaverton, Mabel pun meminta bantuan pada dosen di kampusnya yaitu Dr. Samantha Fairfax (Kathy Najimi) untuk mencari cara agar hutan dan rawa yang ada di hutan kota tidak dirusak oleh rencana pembangunan jalan layang. Dr. Samantha kemudian menjelaskan jika kondisi hutan di sana memang sudah lama ditinggal oleh hewan-hewan liar. Satu-satunya cara agar pemerintah tidak bisa melanjutkan proyek pembangunan pilar jalan layang di atas rawa dan hutan yaitu memancing semua hewan-hewan liar untuk kembali ke sana.
Mabel pun langsung menyusun rencana agar semua hewan bisa kembali ke habitatnya dengan cara membawakan sayuran dan makanan yang disimpan di tengah hutan. Namun selama seharian di sana, ia tak menemukan satupun hewan yang mendekati umpan tersebut. Saat tengah malam, Mabel melihat seekor berang-berang keluar dari semak-semak namun malah berjalan keluar dari hutan. Tak lama setelah itu, berang-berang tersebut diambil oleh seseorang dari dalam mobil dan pergi dari sana. Mabel pun tak tinggal diam, ia langsung mengejar mobil itu karena sudah menculik berang-berang dari habitat aslinya. Mobil tersebut ternyata berjalan menuju kampusnya. Berang-berang tadi kemudian keluar dari mobil dan berjalan menuju gedung lalu turun ke tangga menuju laboratorium tertutup. Mabel yang mengikutinya dibuat terkejut setelah mengetahui jika berang-berang tersebut adalah robot hewan yang dibuat oleh Dr. Samantha beserta kedua asistennya yaitu Nisha (Aparna Nancherla) dan Conner (Sam Richardson). Mereka bertiga sedang mengembangkan project bernama Hoppers, yaitu teknologi yang memungkinkan kesadaran manusia untuk "melompat" ke dalam tubuh hewan robotik dan merasakan kehidupan sebagai spesies tersebut. Mabel kemudian menemukan peluang untuk menyelamatkan hutan dengan menggunakan teknologi Hoppers tersebut dan masuk ke dalam tubuh robot berang-berang tadi tanpa seizin Dr. Samantha lalu kabur dari laboratorium.
Setelah berhasil melarikan diri, Mabel yang kini ada dalam tubuh robot berang-berang menyusuri hutan untuk menemui hewan lain. Setelah berjalanan semalaman, pagi harinya Mabel bertemu dengan seekor berang-berang yang sedang bersantai di tepi sungai. Mabel mengajaknya untuk kembali ke hutan kota, namun sayang, berang-berang yang bernama Loaf (Eduardo Franco) memilih tetap tinggal di sana karena suasana hutan yang dekat kota sudah tidak kondusif lagi akibat pembangunan jalan layang itu. Tak lama setelah itu, seekor beruang bernama Ellen (Melissa Villasenor) mendekati Mabel dan Loaf. yang kemudian mencoba untuk memakan Loaf. Mabel pun histeris berteriak dan meminta Ellen untuk tidak memakan Loaf. Kejadian tersebut membuat Ellen dan Loaf terkejut, karena baru kali ini ada seekor berang-berang yang melanggar hukum alam tentang rantai makanan. Ellen dan Loaf kemudian membawa Mabel menemui pimpinan berang-berang yaitu King George (Bobby Moynihan) yang tinggal di bendungan dan aliran sungai dengan membangun tempat tinggal untuk hewan-hewan lain juga. Di sana, King George kemudian menjelaskan tentang hukum alam yang seharusnya sudah dipahami Mabel sebagai seekor berang-berang. Setelah itu, Mabel kemudian meminta bantuan pada George untuk membawa kawanan hewan kembali ke hutan kota agar proyek jalan layang dihentikan jika kawanan hewan masih menetap di sana. Sebelum meminta hewan-hewan pindah ke sana, George, Mabel, Ellen, Loaf dan beberapa hewan lain datang terlebih dahulu ke sana untuk melihat kondisi hutan dan rawa yang sudah lama mereka tinggalkan. Saat berkeliling, Mabel menemukan pohon buatan yang mengeluarkan suara dan radiasi untuk membasmi hewan-hewan yang masih saja berkeliaran di dekat proyek pembangunan jalan layang. Setelah berhasil menghancurkan pohon tersebut, King George kemudian menyetujui untuk kembali mengisi hutan kota bersama hewan-hewan lainnya.
Waktu terus berlalu. Rusaknya pohon pengusir hewan ketahuan oleh Jerry. Keesokan harinya, tim konstruksi langsung memasang pohon dengan speaker lebih banyak di area pembangunannnn jalan layang ditengah hutan kota yang membuat para hewan liar terpaksa kembali lagi ke bendungan. Kejadian tersebut membuat Mabel dan George menyusun rencana dengan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin hewan lain dari kalangan serangga, amfibi, ikan, reptil dan burung. Penjelasan Mabel tentang rencana pembangunan jalan layang yang menghancurkan kawasan hutan kota menyebabkan salah persepsi di kalangan pemimpin hewan dan menganggap jika manusia yang Jerry itu mengancam wilayah mereka masing-masing. Karena situasi semakin tidak kondusif, Mabel, George, Loaf, Ellen dan kadal Tom Lizard (Tom Law) berusaha menjelaskan kekhawatiran para pemimpin hewan itu terlalu berlebihan karena manusia saat ini hanya mengincar lahan hutan kota saja. Namun penjelasan tersebut tak bisa menenangkan kepanikan dan amarah para pimpinan dan hewan lain. Mereka kemudian menyusun rencana untuk menyerang Jerry dan manusia lain yang kebetulan akan menggelar acara peresmian proyek pembangunan pilar dan jalan layang dalam waktu dekat. Karena dianggap berkhianat, Mabel, George, Loaf dan Tom jadi ikut diburu oleh para hewan lain yang dihasut oleh pimpinan baru dari kalangan serangga yaitu Titus Insect King (Dave Franco).
Sementara itu, Mabel harus secepat mungkin memberitahu rencana para pimpinan dan pasukan hewan yang akan menyerang pada Jerry. Bersama dengan George, Loaf, Ellen dan Tom mereka menuju rumahnya Jerry sambil membawanya ke hutan. Apakah semua rencana yang dilakukan dari kubu Mabel maupun Titus akan berjalan mulus?


#Review:
Rumah produksi Disney Pixar baru saja merilis film animasi terbarunya yang berjudul HOPPERS (2026). Film yang menjadi debut bagi Daniel Chong sebagai sutradara film layar lebar ini mengusung tema cerita tentang dunia satwa yang habitatnya terancam hilang oleh pembangunan jalan layang. Menariknya, kepedulian terhadap satwa dan lingkungan tersebut datang dari seorang remaja perempuan blasteran Amerika - Jepang bernama Mabel Tanaka.


Untuk segi cerita, film HOPPERS (2026) menyajikan kombinasi plot yang terbilang unik sekaligus baru di filmography Disney Pixar. Plot pertama membahas soal upaya karakter Mabel yang sangat mencintai lingkungan dan bertransformasi menjadi sosok pelindung (SJW hahaha) bagi satwa liar di dekat rumah neneknya. Kemudian, relasi antara manusia dengan satwa menjadi konflik utama yang eksekusinya dibuat ringan, surprisingly menghibur dan tetap memberikan edukasi bagi penonton. Dinamika perjuangan karakter Mabel untuk melindungi lingkungan dan satwa liar di sini juga tak sepenuhnya berjalan dengan mulus, karena lawan yang harus dihadapi juga tidak sepenuhnya jahat. Maksud dan tujuan Mabel sebetulnya sangatlah baik karena ia ingin memperbaiki segala sesuatu sesuai keinginannya, namun berbagai usaha yang dilakukan justru membuatnya capek dan lelah sendiri karena tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan. Subplot fiksi ilmiah lewat teknologi bernama Hoppers yang secara singkat mirip dengan teknologi yang digunakan dalam film AVATAR (2009) juga berhasil menambah level keseruan film ini. Tingkah polah hewan dan sudut pandang mereka dalam melihat dunia dan manusia memang tidak ada bedanya, karena kita sama-sama makhluk hidup ciptaan tuhan.
Untuk urusan visual dan animasi, film HOPPERS (2026) memang tidak menawarkan sesuatu yang baru. Animasinya khas seperti film-film Disney Pixar pada umumnya. Yang menjadi point plus dan pembeda terletak disaat interaksi antara sesama satwa dengan manusia. Saat para hewan berinteraksi, mereka tampil layaknya interaksi manusia pada umumnya, kadang serius, kadang super konyol dengan ditambah ekspresi muka yang selalu over hahaha. Namun saat hewan-hewan tersebut berinteraksi dengan manusia, tampil sangat menggemaskan lewat point of view manusia saat melihat hewan itu seperti apa.
Overall, film HOPPERS (2026) berhasil mengangkat issue tentang kelesarasan dan keharmonisan antar makhluk hidup dengan cara yang fun, lucu sekaligus mengharukan. Semoga HOPPERS (2026) bisa mencetak box office hit melampaui film Disney Pixar tahun lalu yaitu ELIO (2025) yang bisa dibilang gagal meraih predikat tersebut.


[9/10Bintang]

Friday, 28 November 2025

[Review] Zootopia 2: Petualangan Seru Judy dan Nick Bersama Dengan Seekor Ular Dari Dunia Reptil!



#Description:
Title: Zootopia 2 (2025)
Casts: Ginnifer Goodwin, Jason Bateman, Ke Huy Quan, Fortune Feimster, Andy Samberg, David Strathairn, Macaulay Culkin, Brenda Song, John Leguizamo, Alan Tudyk, Tiny Lister, Shakira, Idris Elba, Patrick Warburton, Nate Torrence, Quinta Brunson, Danny Trejo, Don Lake, June Squibb, Michelle Gomez, David Fane, Raymond S. Persi
Director: Jared Bush, Byron Howard
Studio: Walt Disney Studios


#Synopsis:
Setelah berhasil mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh Dawn Bellwether (Jenny Slate), sekretaris walikota Zootopia dan menjebloskannya ke penjara, dua polisi baru yaitu Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) dan Nick Wilde (Jason Bateman) kini resmi dipasangkan sebagai partner di Kepolisian Zootopia. Namun sayang, kerjasama mereka sudah sering berantakan. Hal tersebut membuat Kepala Polisi Zootopia yaitu Chief Bogo (Idris Elba) mengancam akan memisahkan mereka berdua jika tidak mengikuti sesi terapi untuk memperbaiki hubungan sebagai partner kerja.



Di sisi lain, menjelang perayaan 100 tahun kota Zootopia, jajaran pemerintah dan orang-orang penting akan menggelar pesta bertajuk Gala Zootenial. Salah satu penggagas perayaan tersebut adalah keluarga Lynxley yang merupakan salah satu keturunan dari pendiri kota Zootopia. Saat Judy sedang bertugas menghentikan aksi penyelundupan ilegal, ia tak sengaja menemukan sepotong kulit ular berwarna biru di dalam kontainer. Judy yakin jika penyelundupan tersebut ada kaitannya dengan perayaan Gala Zootenial.
Perayaan 100 tahun kota Zootopia pun tiba. Orang-orang penting berkumpul di kediaman keluarga Lynxley. Judy dan Nick diam-diam datang ke acara tersebut meskipun tidak diundang. Di sana, keduanya melihat adanya penyusup mengenakan jubah yang ternyata mengincar sebuah jurnal keramat peninggalan para pendiri kota Zootopia. Penyusup tersebut yaitu seekor ular berwarna biru bernama Gary D'Snake (Ke Huy Quan).




Semua tamu yang ada di Gala Zootenial terkejut saat melihat pertama kalinya seekor ular di kota Zootopia. Dengan gesit, Gary membawa kabur pimpinan keluarga Lynxley yaitu Milton (David Strathairn) agar ia bisa mendapatkan akses untuk mengambil jurnal keramat yang isinya tentang rincian pembuatan batas tembok cuaca yang mengendalikan zona iklim di kota Zootopia. Tujuan Gary mengambil jurnal keramat itu karena ingin membantu keluarganya yang selama ini kota tempat tinggal mereka hilang dari sejarah kota Zootopia. Atas alasan tersebut, Judy dan Nick pun bersedia membantu Gary. Namun sayang, niat baik keduanya malah menjadi bumerang dan dianggap penjahat oleh keluarga Lynxley. Situasi pun jadi semakin kacau saat Gary terpaksa menggigit Chief Bogo sebelum dirinya kabur bersama dengan Judy dan Nick.



Kini, Judy dan Nick menjadi buronan pihak kepolisian kota Zootopia. Bersama dengan Gary, mereka meminta bantuan pada Mr. Big (Maurice LaMarche) dan anaknya, Fru Fru (Leah Latham) untuk membantu Gary. Fru Fru kemudian mengarahkan mereka bertiga untuk menemui Nibbles Mapplestick (Fortune Feimster), berang-berang podcaster yang sangat mempercayai berbagai teori konspirasi tentang sejarah kota Zootopia di masa lalu, termasuk misteri hilangnya kelompok binatang reptil dari Zootopia. Bersama dengan Nibbles, mereka bertiga kemudian mendatangi wilayah Marsh Market, tempat terpencil di Zootopia tempat dimana komunitas reptil selama ini bersembunyi. Di sana, mereka bertemu dengan kadal hijau bernama Jesus (Danny Trejo) yang memberitahu jika wilayah asli untuk hewan reptil telah lama terkubur gara-gara rencana perluasan wilayah Tundratown, bagian arktik terdingin di Zootopia. Pertemuan mereka dengan Jesus akhirnya memperkuat jika komunitas reptil pernah hidup berdampingan dan damai bersama komunitas hewan lain di Zootopia.



Pihak kepolisian ZDP berhasil mengetahui keberadaan Judy, Nick dan Gary yang sedang berada di Marsh Market. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Gary kemudian mengambil jurnal keramat yang ada di tangan Judy lalu kabur melalui terowongan air. Sementara itu, Judy dan Nick kabur dengan memanjat gunung batu yang di sana mereka menemukan sebuah pondok terbengkalai peninggalan komunitas reptil saat masih mempunyai wilayah di Zootopia. Di sana, akhirnya terkuak jika jurnal keramat tersebut awalnya ditulis oleh silsilah keluarga Gary yang kemudian direbut secara paksa oleh keluarga Lynxley. Bagaimana nasib Judy, Nick dan Gary selanjutnya?


#Review:
Setelah hampir sepuluh tahun menunggu, rumah produksi Walt Disney Studios akhirnya merilis sekuel film animasi ZOOTOPIA 2 (2025) di bioskop Indonesia mulai 26 November 2025 lalu. Untuk segi cerita, di sekuelnya kali ini benar-benar melanjutkan apa yang sudah terjadi di film pertamanya karena mengambil latar waktu hanya berjarak satu minggu saja. Sedangkan jarak film pertama dengan keduanya kurang lebih sembilan tahun. Aku sarankan, wajib untuk rewatch terlebih dahulu film ZOOTOPIA (2016) dan ZOOTOPIA PLUS (2022) agar bisa lebih mendalami sekaligus menikmati petualangan dari duet Judy Hopps dan Nick Wilde.


Menariknya, di sekuelnya kali ini punya alur cerita yang semakin kompleks namun tetap dihadirkan dengan gaya yang fun. Duet Jared Bush dan Byron Howard mengangkat banyak sekali issue sosial yang selama beberapa tahun terakhir terjadi di dunia, seperti perebutan wilayah dengan mencoreng sejarah di masa lalu, permainan kotor di dunia politik hingga perilaku diskriminatif semuanya tersaji secara gamblang lewat perspektif dunia hewan. Pop culture yang dihadirkan pun semakin kuat dan relevan dengan mengikuti perkembangan budaya modern saat ini. Saking banyaknya yang bagus jadi bingung mau spill yang mana! Hahaha. Meskipun mengusung cerita yang kompleks dan berat, elemen hiburan khas film animasi tetap ditonjolkan juga di film ini. Tak sedikit humor cerdas dan situasional menghiasi sepanjang durasi film. Akhirnya Disney kembali pada pakemnya menyajikan film animasi yang ceritanya sangat relevan untuk orang dewasa tanpa menyelipkan beraneka macam agenda yang malah jadi merusak filmnya sendiri. Bagi penggemar setia Zootopia pastinya sangat senang sekaligus lega karena di sekuelnya ini hadir semakin bagus seperti film pertamanya dan tidak mengusung banyak agenda seperti biasanya.


Untuk jajaran pengisi suara, Ginnifer Goodwin dan Jason Bateman semakin klop menghadirkan chemistry buddy cop Zootopia Police Department. Persahabatan kelinci dan rubah tersebut semakin mendalam, bukan sekedar petualangan semata, tapi menyadarkan mereka betapa pentingnya kerja sama dan gotong royong sesama hewan meskipun tak selamanya berjalan mulus. Kehadiran karakter baru Gary Snake yang disuarakan dengan pangling oleh aktor peraih Piala Oscars yaitu Ke Huy Quan berhasil menghadirkan warna baru di dunia Zootopia. Jajaran karakter lainnya mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar sekalipun selalu berhasil menambah keseruan dan kelucuan dari film ini.
Untuk urusan visual, film ZOOTOPIA 2 (2025) sudah berada di standar animasi khas Disney di level yang sangat memuaskan. Nyaris tanpa cela sedikitpun seperti film pertamanya. Soundtrack terbaru yang dinyanyikan lagi oleh Shakira juga memberikan sensasi nostalgia sekaligus euforia betapa dahsyatnya film animasi ini. Otomatis menjadi film animasi terbaik di tahun ini setelah K-POP DEMON HUNTERS (2025) nya Sony Animated Pictures!


[9.5/10Bintang]

Thursday, 19 June 2025

[Review] Elio: Serunya Cerita Tentang Mimpi Diculik Alien Yang Menjadi Kenyataan!

 


#Description:
Title: Elio (2025)
Casts: Yonas Kibreab, Zoe Saldana, Remy Edgerly, Brandon Moon, Brad Garrett, Jameela Jamil, Young Dilan, Jake T. Getman, Matthias Schweighöfer, Ana de la Reguera, Atsuko Okatsuka, Shirley Henderson, Naomi Watanabe, Brendan Hunt, Anissa Borrego, Shelby Young
Director: Madeline Sharafian, Domee Shi, Adrian Molina
Studio: Pixar Animation Studios, Walt Disney Pictures


#Synopsis:
Elio Solis (Yonas Kibreab) baru saja menjadi seorang yatim piatu usai kematian kedua orangtuanya. Elio kini tinggal bersama adik dari mendiang ibunya yaitu Olga Solis (Zoe Saldana), seorang mayor angkatan udara yang rela mengorbankan impiannya sebagai astronot demi merawat dan menjaga keponakannya itu. Saat mengunjungi tempat kerja bibinya dan museum dirgantara, Elio tak sengaja masuk ke ruang pameran pesawat ruang angkasa Voyager 1. Disana, Elio dibuat takjub saat mendengar misi menemukan kehidupan lain di luar angkasa. Sejak saat itulah, Elio semakin tertarik terhadap dunia antariksa dan luar angkasa.


Bertahun-tahun kemudian, Elio tumbuh menjadi remaja yang terobsesi dengan segala hal tentang antariksa termasuk alien. Yang lebih gilanya lagi, Elio punya cita-cita ingin diculik alien. Untuk mewujudkan impiannya itu, Elio berusaha mengirim sinyal komunikasi ke langit dan menyusuri setiap pinggir pantai dengan harapan bisa mendapat respon dari makhluk luar angkasa. Namun sayang, semua usahanya itu selalu gagal. Hingga suatu malam, Elio meminjam alat komunikasi milik Bryce (Young Dilan) dengan harapan jangkauan sinyal yang dikirimkan ke luar angkasa bisa lebih luas. Saat dicoba, Elio kembali gagal dan membuatnya diejek oleh teman dari Bryce yaitu Caleb (Jake T. Getman). Perkelahian pun tak terhindarkan hingga Elio mengalami lebam di bagian mata sebelah kiri.


Bibi Olga dibuat kesal saat mengetahui keponakannya itu berkelahi di pantai saat malam hari. Elio pun terpaksa ia bawa ke tempat kerja agar bisa diawasi lebih ketat lagi. Saat menunggu di ruangan kerja Bibi Olga, Elio tak sengaja mendengar obrolan di pertemuan darurat angkatan udara perihal temuan dari seorang ahli teori konspirasi yaitu Gunther Melmac (Brendan Hunt) yang mengatakan jika makhluk di luar angkasa telah merespon pesan yang dikirim pesawat Voyager 1 pada tahun 1977 silam. Namun sayang, semua teori tersebut dibantah oleh Olga dan para ilmuwan disana. Mereka tidak mempercayai tentang adanya alien atau mahkluk luar angkasa lain yang berusaha berkomunikasi dengan planet bumi.
Mendengar teori yang diucapkan Melmac, membuat Elio sangat senang. Ia langsung menyelinap masuk ke ruang rapat lalu menggunakan perangkat komunikasi milik Melmac untuk merespon pesan yang diyakini berasal dari alien.


Gara-gara hal tersebut, seketika listrik di pangkalan militer padam dan Bibi Olga nyaris saja kehilangan pekerjaannya. Karena muak dan semakin kewalahan menghadapi keponakannya yang sulit diatur, Bibi Olga kemudian memasukkan Elio ke camp perkemahan dengan harapan Elio bisa lebih disiplin dan meninggalkan semua obsesinya terhadap alien.
Selama berada di perkemahan, Elio tetap saja berusaha mengirimkan sinyal komunikasi ke langit agar alien menculiknya. Hingga suatu ketika saat tengah malam, Elio yang bersembunyi di pinggir pantai karena dikejar anak-anak nakal, melihat cahaya yang sangat besar dari langit. Cahaya tersebut rupanya sebuah pesawat alien yang datang untuk menjemput Elio. Di sisi lain, Bibi Olga menerima pesan-pesan aneh di semua perangkat elektronik pangkalan militer yang isinya menanggapi pesan kiriman Elio. Tak lama setelah itu, Elio benar-benar pergi naik pesawat alien tersebut.


Saat berada di dalam pesawat luar angkasa, Elio disambut oleh sebuah superkomputer cair bernama OOOOO (Shirley Henderson) yang akan membawa Elio menuju planet Communiverse. Setibanya disana, Elio disambut penuh suka cita oleh para alien perwakilan atau Ambassador dari planet-planet lain dari seluruh alam semesta. Para Ambassador sangat meyakini jika Elio adalah perwakilan dari planet bumi yang menciptakan pesawat Voyager 1. Hal tersebut membuat Elio kebingungan, mengingat dirinya hanyalah seorang remaja yang sangat terobsesi dengan luar angkasa.




Sementara itu, para Ambassador dari berbagai planet yang ada di Communiverse menggelar pertemuan darurat secara mendadak untuk membahas perihal Lord Grigon (Brad Garrett), seorang panglima perang kejam yang terobsesi ingin menjadi anggota sekaligus memimpin Communiverse. Namun karena keputusan seluruh Ambassador yang masih menolaknya, Lord Grigon mengancam akan mengambil alih Communiverse secara paksa dengan mendatangkan seluruh pasukannya. Para Ambassador ketakutan dengan rencana tersebut dan secepatnya harus segera meninggalkan Communiverse. Hal berbanding terbalik justru datang dari Elio. Ia mengajukan diri akan bernegosiasi pada Lord Grigon dan membujuknya untuk tidak berambisi ingin mengambil alih kekuasaan di Communiverse. Rencana tersebut sangat didukung oleh para Ambassador. Mereka kagum terhadap sikap Elio yang pemberani dan tak pantang takut dalam menghadapi Lord Grigon. Sebelum memulai proses negosiasi, OOOO menciptakan kloning dari Elio untuk menggantikan sementara Elio di bumi selama menjalankan tugasnya di Communiverse.


Keesokan harinya, Elio terbang menuju pesawat luar angkasa Lord Grigon. Tiba di sana, proses negosiasi tak sesuai dengan harapan. Elio justru membuat marah Lord Grigon dan akhirnya ia dimasukkan ke sel tahanan. Sementara itu, kloning Elio yang ada di bumi sangat berbanding terbalik dengan Elio versi asli. Hal tersebut membuat Bibi Olga bahagia karena keponakannya itu tidak lagi tertarik akan luar angkasa dan juga alien. Saat Elio asli berusaha melarikan diri dari sel tahanan, ia tak sengaja bertemu dengan anak dari Lord Grigon yaitu Glordon (Remy Edgerly) yang selama ini sedang dipersiapkan sebagai alat perang terbaru dan tercanggih yang pernah ada. Elio kemudian punya ide untuk menggunakan Glordon sebagai alat untuk tawar-menawar dengan Lord Grigon agar pergi dari Communiverse dengan damai dan tanpa konflik. Bagaimana nasib Elio dan planet Communiverse selanjutnya?



#Review:
Disney Pixar kembali hadir memeriahkan early summer tahun ini dengan merilis film animasi terbaru berjudul ELIO (2025). Film ini disutradarai oleh tiga nama besar animator Hollywood yang sukses lewat beberapa film panjang dan film pendek animasi Pixar seperti COCO (2017), TURNING RED (2021) dan BURROW (2024).


Untuk segi cerita, film ELIO (2025) menghadirkan plot tentang keluarga dan juga persahabatan yang dibungkus dengan sci-fi luar angkasa. Bagi penonton yang ketika masa kecil dan remajanya sangat tergila-gila dengan dunia antariksa (sepertiku), pasti akan jatuh hati dan terpukau dengan apa yang disajikan oleh film ELIO (2025) ini. Development character dari Elio Solis terasa relatable dengan anak-anak yang merasa sendirian dan tidak pernah mendapat tempat nyaman untuk mengekspresikan diri. Pada paruh awal film inilah, plot journey dari Elio semakin menarik dengan sentuhan sci-fi yang eksekusinya terasa seperti tribute untuk film-film sci-fi legendaris Hollywood. Seiring berjalannya durasi, plot cerita yang semula tentang proses pencarian jati diri serta obsesi untuk melarikan diri dari kenyataan, pada akhirnya memberikan moral value pada penonton dalam menghargai "rumah" dan orang-orang disekitarnya. Main value yang disampaikan oleh film ini sebetulnya sudah sangat berhasil divisualkan dengan luar biasa. 


Namun di pertengahan film, plot dan pendalaman cerita dari planet Communiverse beserta para Ambassador yang ada disana hanya sebatas pelengkap saja dan tidak dieksplor lebih jauh lagi. Untungnya, relationship antara Elio dengan Bibi Olga menjadi nilai lebih tersendiri dalam film ini. Meskipun Elio bukanlah anak kandungnya, Bibi Olga tetap mengambil peran sebagai orangtua pengganti untuk Elio dan menjaganya dengan penuh tanggung jawab. Terdapat dua moment sangat mengharukan antara Elio dengan Bibi Olga yang mereflesikan tentang "just the way you are" dan "rumah". Dinamika emosional juga turut hadir lewat hubungan antara Lord Grigon dengan anaknya Glordon. Moment of truth dan saling jujur antara mereka berdua yang kemudian divisualkan dengan kebiasaan seekor kepompong di akhir film sukses membuatku kembali meneteskan air mata. Lagi dan lagi, Disney Pixar selalu berhasil menyajikan film animasi yang tak cuma menghibur dengan visual spektakulernya, tapi tetap memiliki hati dan perasaan di setiap filmnya!
Jajaran aktor pengisi suara di film ELIO (2025) juga tampil gemilang dengan ciri khasnya masing-masing. Yonas Kibreab, Zoe Saldana dan Remy Edgerly menjadi terfavorit karena chemistry mereka bertiga sangat kuat dan saling melengkapi satu sama lain. Untuk urusan visual juga, Disney Pixar memang tak perlu dikomentari lebih jauh. Sudah jelas berada di level yang memuaskan. Overall, film ELIO (2025) adalah bukti nyata hal-hal sederhana pun bisa diolah menjadi sajian film animasi yang bagus dan berkesan!


[9/10Bintang]

Saturday, 22 March 2025

[Review] Jumbo: Petualangan Don Dan Kawan-Kawan Menghadirkan Pentas Ksatria Dan Pulau Gelembung!

 


#Description:
Title: Jumbo (2025)
Casts: Prince Poetiray, Quinn Salman, Graciella Abigail, Yusuf Ozkan, M. Adhiyat, Angga Yunanda, Bunga Citra Lestari, Ariel Noah, Ratna Riantiarno, Kiki Narendra, Cinta Laura Kiehl, Ariyo Wahab, Rachel Amanda, Aci Resti, Muzakki Ramdhan, Ali Fikry, Den Bagus Satrio Sasono
Director: Ryan Adriandhy
Studio: Visinema Studios, Springboard, Anami Films


#Synopsis: 
Don (Prince Poetiray) dikenal sangat menyukai dongeng dan juga musik. Dongeng kesukaannya yaitu Ksatria dan Pulau Gelembung yang ditulis oleh mendiang Ayah (Ariel Noah) dan Ibunya (Bunga Citra Lestari) yang telah tiada. Satu-satunya peninggalan dari mereka yaitu buku dongeng Ksatria dan Pulau Gelembung yang kini menjadi buku kesayangan Don dan sang nenek (Ratna Riantiarno).



Suatu hari, anak-anak di Kampung Seruni mendengar kabar pengumuman tentang lomba dan pentas seni yang akan digelar dalam waktu dekat. Atta (M. Adhiyat) yang memiliki bakat merakit alat elektronik tertarik untuk ikutan pentas tersebut karena jika ia menang, bisa mendapatkan hadiah uang tunai yang nantinya bisa dipakai untuk berobat kakaknya, Acil (Angga Yunanda) ke rumah sakit. Namun sayang, saat Atta tiba di booth, pendaftaran peserta sudah ditutup. Selain Atta, ternyata Don juga tertarik mengikuti lomba tersebut. Rencananya, Don akan mementaskan dongeng Ksatria dan Pulau Gelembung dengan dibantu kedua temannya yaitu Mae (Graciella Abigail) dan Nurman (Yusuf Ozkan). Keberuntungan berpihak pada Don. Panitia membuka satu slot peserta karena ada satu peserta mengundurkan diri. Otomatis, Don yang masih ada disana langsung diterima menjadi peserta terakhir untuk mengikuti perlombaan.
Don, Mae dan Nurman langsung menyusun rencana dan berbagi ide agar pentas dongeng Ksatria dan Pulau Gelembung mereka bisa memukau banyak orang. Ketiganya berkumpul di gudang yang sudah lama kosong yang sering dijadikan basecamp untuk berkumpul. Don menjadi pemeran Ksatria dan dituntut harus bisa menyanyi. Mae mendapat tugas untuk melatih vokal Don sekaligus membuat kostum, lalu Nurman mendapat tugas untuk membuat properti pentas.


Sementara itu, Atta kesal dan marah melihat Don yang beruntung bisa ikut lomba dibandingkan dirinya. Atta pun langsung untuk mengambil buku dongeng milik Don agar pentasnya tidak jadi tampil. Don histeris dan panik buku kesayangannya itu diambil oleh Atta. Saat mereka berusaha mencari cara agar bisa mendapatkan kembali buku dongeng itu, Don, Mae dan Nurman tiba-tiba melihat penampakan seorang perempuan muncul dari gudang. Perempuan kecil itu bernama Meri (Quinn Salman) yang memiliki kekuatan ajaib. Meri sendiri serta sudah lama menghuni gudang disana usai kehilangan Ayah (Ariyo Wahab) dan Ibunya (Cinta Laura Kiehl). Meri akhirnya berani menampakkan diri pada Don, Mae dan Nurma untuk meminta pertolongan mencari keberadaan ayah dan ibunya yang tiba-tiba menghilang.


Don dan kedua temannya bersedia membantu Meri asalkan Meri mau membantu mereka bertiga untuk mendapatkan buku dongeng yang diambil Atta. Mereka berempat kemudian sepakat dan akan saling membantu satu sama lain. Dengan kekuatan ajaibnya, Meri berhasil mendapatkan kembali buku dongeng yang diambil Atta. Setelah itu, Don meminta bantuan sekali lagi pada Meri untuk ikut lomba pementasan dongeng Ksatria dan Pulau Gelembung. Meri pun bersedia karena Don sudah berjanji akan menolongnya untuk mencari ayah dan juga ibunya. Meri pun ikut membantu Don, Mae dan Nurma mendapatkan banyak uang dengan mengikuti berbagai lomba menarik menjelang acara pentas seni. Uang yang mereka dapatkan kemudian dipakai untuk membeli perlengkapan kostum dan properti. Meri pun bersedia bertransformasi menjadi manusia selama acara pentas agar tidak menimbulkan kecurigaan. Selama menjadi manusia, Meri diajak untuk duet bersama Don menyanyikan lagu yang tersembunyi di halaman terakhir buku dongeng Ksatria dan Pulau Gelembung.


Kehadiran Meri berhasil membawa pentas seni Ksatria dan Pulau Gelembung milik Don menjadi juara pertama. Pihak penyelenggara pun meminta Don, Meri, Mae dan Nurman untuk pentas lagi di malam selanjutnya. Setelah selesai, Meri menagih janji pada Don untuk mencari orangtuanya. Namun Don malah mengulur waktu dengan alasan mereka harus tampil sekali lagi atas permintaan pihak panitia lomba. Mendengar hal tersebut membuat Meri kesal sekaligus sedih. Janji yang sudah disepakati malah diingkari oleh Don. Pertengkaran tersebut diam-diam diketahui oleh Atta dan langsung pulang ke rumah untuk memberitahu kakaknya. Tiba di rumah, Atta melihat sang kakak sedang berbincang dengan Kepala Desa Seruni yaitu Pak Rusli (Kiki Narendra) yang menawarkan pekerjaan. Mendengar penjelasan dari Atta membuat Acil terkejut dan menganggap adiknya itu hanya bercanda saja.


Usai mendengar sosok hantu yang menghuni gudang kosong, Pak Rusli mengajak Acil dan Atta ke gudang kosong tempat latihan Don, Mae dan Nurman sekaligus tempat persembunyian Meri. Setibanya disana, Pak Rusli sudah punya rencana yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Bagaimana nasib Meri selanjutnya? Apakah Don, Mae dan Nurman tetap tampil meskipun tanpa bantuan Meri?


#Review:
Setelah penantian panjang selama lebih dari lima tahun, akhirnya Visinema Studios siap menayangkan film animasi JUMBO (2025) di bioskop Indonesia pada moment Libur Lebaran tahun ini! Sedikit throwback, gaung proses produksi film JUMBO (2025) ini sendiri sudah terdengar sejak awal tahun 2020 lalu. Usai menggarap film animasi NUSSA (2021) bersama dengan rumah produksi The Little Giantz, Visinema Studios kemudian langsung mengerjakan film JUMBO (2025) yang resmi dimulai pada awal 2021.


Ketika Pandemi CoVid-19 melanda dunia, proses produksi film JUMBO (2025) terpaksa mengalami penundaan. Sisi positifnya, sang sutradara sekaligus Head of Animation Development dari Visinema Studios yaitu Ryan Adriandhy menjadi lebih leluasa untuk terus memoles film animasi panjang perdananya ini. Lima tahun berlalu, film JUMBO (2025) akhirnya melangsungkan Gala Premiere yang sukses digelar pada Kamis, 13 Maret 2025 kemarin di Cinema XXI Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan. Acara berlangsung sangat meriah, lobby luar dan dalam bioskop dihiasi properti film-film JUMBO (2025) serta tersedianya photobooth bagi tamu undangan. Antusias para tamu undangan dari rekan-rekan media sampai kalangan aktor pun semakin meriah saat memasuki malam hari.




Hal menarik diungkapkan oleh sang sutradara saat sesi press conference fim JUMBO (2025). Ryan Adriandhy beserta 400 lebih kreator dan animator lokal asli Indonesia sangat lega dan bahagia akhirnya film yang dikerjakan dalam lima tahun terakhir ini bisa segera dinikmati oleh seluruh penonton di Indonesia. Lebih lanjut, ide dan inspirasi cerita film JUMBO (2025) ini berasal dari masa kecil sang sutradara bersama orang-orang terdekatnya termasuk persahabatan dengan teman-teman sebayanya. Hal menarik lainnya datang dari pengisi suara karakter utama Don yaitu Prince Poetiray yang mengaku jika dirinya memiliki banyak kesamaan dengan Don. Prince dan juga Don sangat percaya diri, antusias dan pantang menyerah. Selain itu, keduanya pun sama-sama memiliki bakat dalam bernyanyi. Pengisi suara karakter Meri yaitu Quinn Salman juga sangat senang bisa menjadi bagian dari film JUMBO (2025) ini karena sejak kecil ia punya impian ingin menjadi voice aktor untuk film animasi.



Untuk segi cerita, film JUMBO (2025) menghadirka cerita yang sederhana tentang persahabatan anak-anak yang dibalut dengan fantasi magis. Sang sutradara berhasil memotret kehidupan sehari-hari bocil-bocil era tahun 90an yang lebih banyak meluangkan waktu bermain diluar dan berinteraksi satu sama lain. Keputusan Ryan Adriandhy mengambil latar waktu di era 90an adalah hal yang tepat, efek nostalgia terasa sangat kuat dan generasi milenial ketika masih bocil memang belum terpapar kecanggihan gadget dan sosial media seperti generasi Gen Z dan Alpha saat ini. Sepanjang petualangan Don dalam mewujudkan dongengnya menjadi sebuah pentas seni juga memberikan moral value yang sangat powerful tentang bagaimana solidaritas, ingkar janji dan pentingnya saling mendengarkan satu sama lain dalam sebuah pertemanan. Subplot tambahan yang tak kalah menarik datang dari sosok villain yang merepresentasikan tentang perilaku dzolim demi kepentingan pribadi. Cara penyampaiannya pun surprisingly sangat ringan dengan balutan unsur magical, padahal jika hadir dalam live action, subplot ini akan jadi horror banget vibes nya haha.


Lima babak yang disajikan oleh film JUMBO (2025) berjalan sangat mulus dan saling melengkapi satu sama lain. Setiap karakter yang muncul mendapat pendalaman karakter dan cerita yang bagus. Moment-moment emosional yang mereka tampilkan juga selalu berhasil membuatku terharu. Menonton film JUMBO (2025) di bioskop sungguh menjadi sebuah pengalaman yang sangat mengesankan. Akhirnya Indonesia punya lagi film animasi yang BAGUS dan sudah setara dengan film-film animasi kelas Hollywood!
Untuk jajaran pemain, Prince Poetiray, Quinn Salman, Graciella Abigail, Yusuf Ozkan dan M. Adhiyat berhasil menghidupkan Don dan kawan-kawan dengan sangat maksimal! Ekspresi, gesture dan emosi yang mereka keluarkan bisa dirasakan oleh penonton. Lagu Selalu Ada Di Nadimu versi Don dan Meri saat pentas harus segera dirilis! Eargasm dan berhasil membuatku terharu di adegan lagu ini! Para pengisi suara dari kalangan aktor dewasa seperti Ariel Noah, Bunga Citra Lestari, Ratna Riantiarno, Kiki Narendra sampai Aci Resti dan Rachel Amanda yang mencuri perhatian juga sukses melengkapi keindahan film JUMBO (2025).

OST Film JUMBO (2025) klik di sini

Untuk urusan visual, film JUMBO (2025) menampilkan visual animasi yang sangat memuaskan dan memanjakan mata penonton di bioskop. Mungkin jika film ini menggunakan dialog full bahasa Inggris, pasti akan banyak yang mengira buatan Hollywood. Setelah film NUSSA (2021), Visinema lagi dan lagi memberikan benchmark baru dan standar sangat tinggi untuk kualitas film animasi di Indonesia. Harus ditonton di bioskop rame-rame bareng keluarga, sahabat, kerabat di moment libur Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah! Totally highly recommended!


[9.5/10Bintang]

Thursday, 10 October 2024

[Review] The Wild Robot: Ketika Robot Canggih Jadi Induk Seekor Angsa!

 


#Description:
Title: The Wild Robot (2024)
Casts: Lupita Nyong'o, Kit Connor, Pedro Pascal, Boone Storme, Catherine O'Hara, Bill Nighy, Stephanie Hsu, Mark Hamill, Matt Berry, Ving Rhames, Alexandra Novelle, Raphael Alejandro
Director: Chris Sanders
Studio: Dreamworks Animation, Universal Pictures


#Synopsis:
Pesawat kargo yang mengangkut robot-robot produksi Universal Dynamics terkena cuaca badai dahsyat dan menyebabkan enam robot terjatuh ke sebuah pulau tak berpenghuni. Salah satu robot yaitu Rozzum Unit 7134 (Lupita Nyong'o) tak sengaja aktif karena tombol aktivasinya ditekan oleh hewan-hewan liar yang ada disana. Robot produksi Universal Dynamics tersebut diciptakan untuk sepenuhnya membantu segala aktifitas manusia. Ketika Rozz sudah aktif, otomatis ia mencari tuannya untuk menjalankan tugas. Namun sayang, Rozz tak menemukan satu manusia pun di planet tersebut. Ia hanya melihat banyak hewan liar berkeliaran disana. Karena tidak memiliki kemampuan dalam bahasa binatang, Rozz kemudian melakukan analisa dan menerjemah semua bahasa binatang selama beberapa hari agar ia bisa berkomunikasi dengan hewan-hewan penghuni pulau tersebut.



Meskipun kini ia sudah bisa berkomunikasi dengan hewan, namun Rozz tetap tidak bisa menjalankan tugasnya dengan maksimal. Ia pun memutuskan untuk pulang ke Headquarters Universal Dynamics dengan cara mengirimkan sinyal agar dapat segera dijemput. Namun saat melakukan hal tersebut, Rozz terjatuh dari ketinggan dan menimpa sarang burung angsa. Kejadian tak sengaja tersebut menyebabkan induk angsa mati dan beberapa telur pecah. Rozz langsung memindai sarang dan berhasil menemukan 1 telur yang tidak pecah. Ia pun langsung menyelamatkan telur tersebut agar tidak terjatuh atau hancur sia-sia lagi.



Disaat yang bersamaan Rozz harus berhadapan dengan seekor rubah yang berusaha memakan telur angsa tersebut. Rubah tersebut berhasil dihentikan usai Rozz bisa berkomunikasi dengannya. Rubah yang bernama Fink (Pedro Pascal) itu kemudian berjanji akan tidak akan memakan telur tersebut dan akan membantu Rozz untuk merawat telur sampai menetas. Tak lama setelah itu, telur tersebut menetas dan muncul seekor angsa kecil. Rozz seketika menjadi sosok induk bagi angsa tersebut. Hampir kemanapun Rozz pergi angsa kecil itu selalu mengikutinya. Melihat tingkah lucu dari Rozz dan angsa kecil tersebut membuat Fink tertawa. Seekor Opposum (Catherine O'Hara) beserta anak-anaknya kemudian menjelaskan jika sifat alamiah seekor angsa yang baru menetas akan menganggap sosok pertama yang dilihatnya itu adalah induk atau ibunya. Meskipun Rozz adalah seorang robot, angsa kecil tersebut tetap menganggapnya sebagai induk. Fink pun memanfaatkan kemampuan Rozz untuk membantunya membangun sebuah shelter dengan alasan sebagai tempat tinggal bagi angsa kecil dan dirinya di hutan. Setelah itu, mereka bertiga tinggal di shelter tersebut. Angsa kecil tersebut kemudian diberi nama Brightbill (Boone Storme).



Seiring berjalannya waktu, Brightbill (Kit Connor) tumbuh menjadi angsa yang sehat dan juga besar. Namun sayang, tumbuh kembang Brightbill yang selama ini dibesarkan oleh Rozz membuatnya kehilangan jati diri sebagai seekor angsa. Brightbill tidak bisa berenang dan juga terbang. Bahkan perilaku sampai pola pikirnya semakin serupa dengan Rozz ketimbang angsa pada umumnya. Hal tersebut membuat Brightbill mendapat bully dari kawanan angsa yang ada di rawa. Mereka tak menyangka jika bisa melihat secara langsung sosok Brightbill yang dibesarkan oleh monster robot. Meskipun diperlakukan buruk, Rozz selalu berusaha melindungi Brightbill setiap saat. Namun sayang, kemunculan Rozz di rawa tersebut menimbulkan kekacauan. Brightbill memutuskan ingin menjadi seekor angsa seutuhnya dan hidup di habitat aslinya.




Seiring berjalannya waktu, Brightbill perlahan mulai bisa berenang dan juga terbang berkat belajar dari angsa senior Longneck (Bill Nighy) dan juga elang Thunderbolt (Ving Rhames). Brightbill pun memutuskan untuk ikut bermigrasi dengan kawanan angsa sebelum memasuki musim dingin. Disisi lain, kondisi Rozz perlahan mulai menurun karena kehabisan daya energi. Ia dilanda kebingungan antara tetap tinggal di pulau sampai Brightbill kembali atau menyalakan sinyal untuk kembali pulang ke Headquarters Universal Dynamics. Sebelum baterai dalam tubuhnya habis, Rozz menyelamatkan hewan-hewan yang terjebak badai salju ekstrim dan berlindung di shelter yang ia bangun bersama dengan Fink dan Brightbill.
Setelah selesai musim dingin, hewan-hewan yang berhasil diselamatkan dan tinggal di shelter merasa sangat bersyukur atas apa yang dilakukan oleh Rozz tersebut.


Tak lama setelah itu, Brightbill dan kawanan angsa lainnya kembali ke pulau. Longneck dan kawanan angsa menganggap Brightbill sebagai pahlawan karena berhasil mengawal mereka kembali ke pulau dengan selamat, meskipun sempat berurusan dengan robot-robot pengusir hama yang ada Headquarters Universal Dynamics. Namun sayang, sebelum bertemu dengan Brightbill, Rozz sudah mengirimkan sinyal untukp pulang dan tak lama setelah itu ia dijemput oleh Vontra (Stephanie Hsu), awak pesawat dari Universal Dynamics yang akan melakukan reset kepada Rozzum Unit 7134. Namun setelah mengetahui Brightbill telah kembali, Rozz pun membatalkan untuk pulang dan bergegas pergi menemui Brightbill. Vontra langsung mengejarnya dan dibantu oleh kawanan robot untuk menangkap Rozz.
Bagaimana nasib selanjutnya dari Rozz? Apakah ia akan sepenuhnya menjadi robot pelindung bagi habitat hewan di pulau atau terpaksa kembali ke Headquarters Universal Dynamics?



#Review:
Memasuki empat bulan terakhir di tahun 2024, industri perfilman Hollywood selalu memiliki amunisi andalan film-film yang potensial untuk berlaga di Academy Awards tahun depan. Kali ini sebuah film animasi produksi Dreamworks Animation Studios berjudul THE WILD ROBOT (2024) yang digadang-gadang sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menyabet piala Oscars Best Animated Feature setelah film produksi kompetitornya yaitu INSIDE OUT 2 (2024).


Aku berkesempatan hadir pada special screening film THE WILD ROBOT (2024) yang sukses digelar oleh UIP Pictures Indonesia, Universal Pictures Indonesia dan WatchmenID pada Sabtu, 5 Oktober 2024 lalu di Cinema XXI Gandaria City, Jakarta Selatan.
Untuk segi cerita, film animasi THE WILD ROBOT (2024) ini diadaptasi dari buku karya Peter Brown yang pertama kali dirilis pada tahun 2016 lalu. Plot yang dihadirkan pun surprisingly membuatku takjub tentang bagaimana kecanggihan teknologi di masa depan yang berdampingan dengan kehidupan alam liar. Semua interaksi antara robot dan hewan-hewan liar yang terjadi dalam film ini terasa believable. Penonton bisa merasakan rasa cinta dan tulus dari sebuah robot dalam merawat seekor angsa dari nol sampai bisa menggapai impiannya. Moment kebersamaan antara Rozz, Brightbill dan Fink selalu berhasil membuat penonton tertawa. Namun tak sedikit juga interaksi mereka bertiga ini menciptakan suasana haru, sampai membuatku berkata dalam hati "gila ya, sebuah robot dan hewan pun sebetulnya memiliki perasaan yang sangat tulus, bahkan jauh lebih besar ketimbang manusia sekalipun". Chris Sanders selaku sutradara berhasil memanusiakan karakter robot Rozz sebagai sosok ibu yang luar biasa untuk Brightbill. Effort yang dilakukannya sangat maksimal dari awal sampai akhir film. Bahkan tak disangka-sangka, perasaan rapuh, sedih dan hampa dari Rozz ketika ditinggal Brightbill tersampaikan dengan baik pada penonton. Jujur, pada part ini, aku sampai baper melihat Rozz yang ditinggal Brightbill. Huhuhu!
Selain relationship antara induk dengan anaknya, film THE WILD ROBOT (2024) juga memberikan gambaran tentang dunia alam liar yang sangat realistis. Tingkah laku hewan-hewan disini sama persis dengan kehidupan sesungguhnya. Seperti mamalia opposum yang punya keunikan sering pura-pura mati, rubah yang licik dan tak punya teman, berang-berang yang punya semangat gigih dan optimisme tinggi dalam mewujudkan ambisnya dan masih banyak lagi hewan lainnya yang punya pesonanya masing-masing.


Untuk jajaran aktor pengisi suara, film THE WILD ROBOT (2024) punya ensemble cast yang sangat luar biasa. Lupita Nyong'o terlalu luar biasa dalam menghidupkan robot Rozzum. Dinamika perubahan sikap serta intonasi suaranya sukses membuatku terpukau. Tak heran jika beliau ini masuk jajaran aktris Hollywood terbaik di era modern. Papi Pedro Pascal juga surprisingly bagus juga dalam menyuarakan Fink si rubah cerdik. Malah di beberapa bagian, aura Pedro Pascal nya tidak terasa sama sekali, malah seperti suara teenager. Keren! Yang selanjutnya yaitu duo Boone Storme dan "Nick" Kit Connor yang begitu apik menyuarakan karakter Brightbill. Semangat serta ambisnya itu bisa tersampaikan dengan maksimal kepada penonton. Tak heran jika para pemain di film ini terasa sangat saling melengkapi satu sama lain. Gokil!
Untuk urusan visual, film THE WILD ROBOT (2024) menghadirkan animasi yang sangat fresh, unik dan tidak membosankan. Hampir sepanjang film, visualisasi kehidupan di alam liar dalam film ini seperti lukisan bergerak. Indah banget! Menurutku visual THE WILD ROBOT (2024) terasa lebih memukau ketimbang film-film animasi produksi kompetitor dan Spider-Verse sekalipun. Scoring dan alunan musik yang mengiringi setiap adegan film juga semakin memperlengkap keindahan dari film ini.
Overall film THE WILD ROBOT (2024) otomatis jadi salah satu film animasi Hollywood terbaik yang pernah dibuat sejauh ini. Aku sangat ikhlas jika di kompetisi Oscars tahun depan, film ini mendapat gelar Best Animated Feature. Bagus!


[9.5/10Bintang]