Showing posts with label Fantasy. Show all posts
Showing posts with label Fantasy. Show all posts

Thursday, 16 July 2026

[Review] The Odyssey: Mengikuti Perjalanan Pulang Raja Ithaca Yang Sangat Spektakuler!

 


#Description:
Title: The Odyssey (2026)
Casts: Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o, Zendaya, Charlize Theron, Benny Safdie, Jon Bernthal, Mia Goth, John Leguizamo, Himesh Patel, Will Yun Lee, Jimmy Gonzales, Elliot Page, Bill Irwin, Samantha Morton, Logan Marshal-Green
Director: Christopher Nolan
Studio: Universal Pictures, Syncopy


#Synopsis:
Setelah memenangkan Perang Troya berkat strategi cerdiknya, Raja Ithaca, Odysseus (Matt Damon), bersiap berlayar pulang bersama pasukannya. Namun, perjalanan melintasi Samudera berubah menjadi petualangan berbahaya. Saat singgah di sebuah pulau untuk mencari perbekalan, mereka menyusuri bukit hingga menemukan gua yang diyakini sebagai sarang kawanan domba. Di dalam gua yang gelap, mereka menemukan sisa api unggun, perkakas besi dan bungkusan keju fermentasi. Sialnya, sebelum sempat mengambil makanan tersebut, kawanan domba masuk bersama Cyclops Polyphemus, makhluk mitologi raksasa bermata satu.



Kepanikan memicu pasukan Odysseus untuk menyerang, raksasa itu membalasnya dan membantai beberapa prajurit. Karena pintu gua ditutup dengan batu raksasa, Odysseus menginstruksikan pasukannya untuk berdiam tanpa suara memanfaatkan keterbatasan penglihatan sang monster. Saat matahari mulai terbit, Cyclops menggeser batu untuk mengeluarkan ternaknya. Odysseus dan para prajurit menyelinap keluar di antara kerumunan domba. Sebelum kabur, Odysseus berhasil melempar kayu tajam ke arah mata Cyclops. Sambil mengerang kesakitan, monster itu mengejar mereka hingga ke pantai dan menghancurkan beberapa kapal. Ia menyumpahi pelayaran Odysseus seraya memohon bantuan ayahnya, Dewa Poseidon, untuk mengutuk perjalanan sang raja. Kutukan itu terbukti nyata. Gelombang tinggi dan badai dahsyat nyaris menenggelamkan mereka. Berhari-hari terlantar di laut lepas, mereka akhirnya melihat pulau beriklim salju bernama Aeaea. Saat mencari makanan, mereka melihat seorang anak dengan berzirah perak yang mendadak berteriak lalu melarikan diri. Tak lama kemudian, kawanan prajurit raksasa Laestrygonians muncul dan mengepung mereka. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan dan merenggut banyak nyawa prajurit Ithaca sebelum sisa armada berhasil meloloskan diri.



Sementara Odysseus berjuang di laut lepas, Kerajaan Ithaca berada di ambang kehancuran. Sang istri, Penelope (Anne Hathaway), harus beradu taktik menghadapi puluhan pelamar yang berambisi merebut takhta. Salah satu pemuda paling licik, Antinous (Robert Pattinson), bahkan menyusun rencana jahat untuk menguasai kerajaan. Di sisi lain, sang putra, Telemachus (Tom Holland), tumbuh dalam bayang-bayang ketidakpastian. Ia dan ibunya dianggap naif oleh para pelamar gara-gara meyakini jika Odysseus masih hidup, serta tidak menghormati Hukum Zeus dalam menyambut para tamu di kerajaan mereka. Selain Penelope dan Telemachus, peternak babi kerajaan Ithaca yaitu Eumaeus (John Leguizamo) juga percaya jika sahabatnya itu pasti pulang.
Telemachus kemudian menyusun rencana untuk berlayar tanpa sepengetahuan ibunya menuju kerajaan Sparta dan ditemani Mentor (Ryan Hurst). Ia ingin menemui Menelaus (John Bernthal), veteran Perang Troya yang sudah pulang duluan namun berpisah dengan Odysseus setelah selesai perang. Namun sayang, rencana tersebut ketahuan Antinous. Bekerja sama dengan Polybus (Corey Hawkins), Antinous pun menyusun rencana jahat untuk menghadang dan menghabisi nyawa Telemachus di tengah pelayarannya menuju Sparta.



Di sisi lain, sisa armada Odysseus harus menembus pusaran air raksasa Charybdis dan serangan monster Scylla yang bersembunyi di balik tebing laut. Kejadian tersebut menyisakan beberapa kapal dan segelintir prajurit. Mereka kemudian melintasi perairan keramat tempat bersemayamnya para Sirens, makhluk gaib bersuara merdu yang sanggup membunuh siapa pun yang mendengar nyanyiannya. Atas perintah Odysseus, para prajurit menyumbat telinga mereka dengan lilin hingga selamat menembus wilayah tersebut.
Setelah berhasil melintasi perairan penuh nyanyian maut dari para Sirens, Odysseus dan prajurit yang tersisa akhirnya melihat sebuah pulau dengan kepulan asap yang menjulang dari cerobong sebuah rumah. Didorong rasa lapar dan lelah, kapal pun merapat. Beberapa prajurit diutus untuk mendekati rumah tersebut. Di sana, mereka disambut hangat oleh seorang wanita bernama Cerci (Samantha Morton) yang menjamu mereka dengan hidangan yang sangat lezat. Tanpa rasa curiga, para prajurit melahap jamuan itu, perlahan-lahan terlena oleh kehangatan tempat tersebut. Di kapal, Odysseus dilanda kecemasan karena pasukannya tak kunjung kembali. Dengan perasaan tak enak, ia memutuskan untuk menyusul ke atas. Tiba di depan rumah, Odysseus terkejut saat menemukan tumpukan baju zirah dan senjata prajuritnya berserakan di luar rumah. Dalam percakapannya yang penuh teka-teki dengan Cerci yang bersikap dingin, Odysseus perlahan-lahan menyadari adanya hal aneh yang terjadi di sana.


Usai meninggalkan kediaman Cerci, Odysseus dan prajuritnya kembali mengarungi lautan hingga terjebak di wilayah misterius bernama Hades. Di sana, Odysseus berhadapan dengan arwah peramal bernama Tiresias (James Remar) yang mengatakan bahwa hanya Odysseus seorang yang akan selamat sampai ke Ithaca. Menolak tunduk pada takdir kejam tersebut, Odysseus bertekad melawan kehendak para dewa demi menyelamatkan sisa pasukannya. Di sana, ia juga bertemu dengan arwah rekan-rekan seperjuangannya yang telah gugur, termasuk Agamemnon (Benny Safdie) yang menceritakan nasibnya yang tewas dibunuh oleh istrinya sendiri, Clytemnestra (Lupita Nyong'o) tak lama setelah pulang dari Perang Troya. Odysseus juga bertemu dengan Sinon (Elliot Page) yang menceritakan tentang pengkhianatan kakaknya, Antinous yang mengirimkan dirinya untuk menjadi prajurit Ithaca dalam Perang Troya. Setelah berjuang meloloskan diri dari Hades, nasib buruk kembali mengintai mereka. Badai dahsyat di tengah malam menghantam pelayaran dan menghancurkan kapal terakhir yang tersisa.


Odysseus yang terombang-ambing di laut lepas akhirnya terdampar di pantai berpasir putih Pulau Ogygia. Di sana, ia ditemukan oleh sosok wanita misterius bernama Calypso (Charlize Theron) yang merawat luka-lukanya dengan ramuan bunga Lotus. Sayangnya, efek samping ramuan tersebut membuat Odysseus menderita hilang ingatan. Calypso memang sengaja melakukan hal itu demi menyandera Odysseus sebagai kekasihnya selama tujuh tahun. Meski begitu, jauh di dalam lubuk hatinya, Calypso merasa iba melihat penderitaan batin serta kerinduan mendalam sang raja untuk kembali ke tanah airnya. Ia pun perlahan membimbing Odysseus untuk merajai kembali ingatan masa lalunya. Di saat yang sama, sosok perempuan berbaju putih, Athena (Zendaya), senantiasa hadir membayangi setiap langkah sang raja. Bagaimanakah nasib Odysseus selanjutnya? Mampukah ia mengingat kembali jati dirinya dan berlayar pulang demi menyelamatkan Kerajaan Ithaca?


#Review:
Christopher Nolan kembali membuktikan kelasnya sebagai sutradara paling visioner di Hollywood melalui adaptasi megah cerita klasik asal Yunani yaitu THE ODYSSEY (2026). Mengambil fondasi karya klasik Homer, Nolan menyulap kisah perjalanan pulang King Odysseus yang legendaris menjadi sebuah film dengan cinematic experience yang intens, kelam dan juga puitis. Di film terbarunya ini, Nolan tidak sekadar menjual aksi kolosal melawan makhluk mitologi, ia juga berhasil menampilkan signature khasnya yaitu eksplorasi psikologis dari para karakternya, struktur narasi berlapis, serta audio visual premium yang membuat drama mitologi klasik ini terasa sangat memukau dan begitu nyata.


Untuk segi cerita, sang sutradara secara cerdik membagi dua fokus utama yang saling berhubungan yaitu menampilkan struggle pelayaran Odysseus di laut lepas dan krisis politik yang makin memuncak di Kerajaan Ithaca. Pola cerita yang dihadirkan pun sengaja dibuat non-linear khas film-film Nolan, namun eksekusinya masih sangat mudah dipahami, tidak seberat film INCEPTION (2010), INTERSTELLAR (2014), TENET (2020) maupun OPPENHEIMER (2023) hahaha. Treatment ini menurutku berhasil menjaga ritme film tetap kencang meski durasinya nyaris menyentuh tiga jam. Penonton tidak hanya melihat beratnya journey Odysseus beserta prajuritnya yang harus menghadapi banyak hal dalam perjalanan pulang, tetapi juga ikutan cemas menantikan apakah Odysseus bisa tiba tepat waktu sebelum kerajaan Ithaca direbut oleh para pelamar yang licik. Teknik non-linear yang diterapkan Nolan berhasil menciptakan ketegangan yang konsisten, di mana setiap kepingan masa lalu memberi makna emosional langsung pada keputusan yang diambil Odysseus. Ciri khas lainnya yang kembali dihadirkan pada pendalaman cerita dari karakter Odysseus selaku tokoh sentral dalam film ini. Nolan berhasil menyajikan sisi penyesalan dan manusiawi dari seorang Odysseus yang secara tersirat memang dirinya juga punya rasa penyesalan atas ide patung kuda raksasa dan Perang Troya itu dan berdampak besar terhadap banyak hal.


Untuk jajaran pemain, penampilan Matt Damon memberikan performa yang sangat emosional sekaligus berani sebagai Odysseus. Matt Damon tidak hanya tampil sebagai raja sekaligus ahli strategi perang yang perkasa, melainkan ia juga sebagai veteran perang jiwanya perlahan retak oleh trauma, kesombongan, dan rasa bersalah atas gugurnya para prajurit Ithaca. Perubahan fisik yang ia lakukan secara alami tanpa bantuan efek CGI sukses membuatku terpana sekaligus pangling. Sementara itu, Anne Hathaway menghadirkan kepemimpinan yang anggun dan berwibawa di kerajaan Ithaca sebagai Penelope. Kesetiannya yang menunggu cinta sejatinya pulang tersampaikan dengan baik dan penuh emosional. Saat ia beradu peran secara intens dengan Robert Pattinson yang tampil dingin dan manipulatif sebagai Antinous pun, pride dan wibawanya masih terjaga dengan sangat baik. Tom Holland memberikan salah satu performa akting terbaik dalam kariernya lewat perannya sebagai Telemachus. Image nya sebagai Peter Parker serta pemuda modern yang ceria benar-benar hilang dalam film ini. Holland menampilkan sosok putra raja yang tumbuh dalam trauma, keraguan, dan beban ekspektasi yang teramat berat. Pada paruh awal film, Holland sangat apik menggambarkan kebingungan dan kecanggangan seorang pemuda yang dibesarkan tanpa sosok ayah, dikelilingi oleh musuh-musuh politik yang siap menelannya hidup-hidup. Raut wajah dan bahasa tubuhnya memancarkan kerentanan yang membuat penonton dengan mudah bersimpati pada karakter Telemachus. Robert Pattinson tampil sangat memukau sebagai Antinous, pemimpin para pelamar yang berambisi menguasai takhta kerajaan Ithaca. Pattinson memilih pendekatan yang sangat menarik ia membawakan Antinous dengan gaya yang dingin, tenang dan intimidatif. Ia berhasil menjadikan Antinous sosok politikus licik yang tahu persis cara memanfaatkan kelemahan lawan demi mencapai tujuannya.


Untuk urusan visual, Christopher Nolan berhasil membawa film THE ODYSSEY (2026) menjadi film bioskop pertama dan satu-satunya dalam sejarah yang syutingnya 100% menggunakan IMAX 70mm Camera. Ditambah lagi beliau meminimalisasi penggunaan efek CGI dan mengandalkan practical effect sehingga memberikan dampak yang luar biasa saat menontonnya di layar bioskop. Setiap adegan mulai dari yang bombastis seperti adegan dahsyat badai di tengah laut hingga adegan sederhana yang menampilkan keindahan alam Yunani tampil sangat outstanding. Desain tata suara yang menggelegar dan scoring musik atmosferik garapan Ludwig Goransson kian menegaskan kengerian laut lepas dan teror makhluk mitologi yang terus membayangi sepanjang pelayaran.
Overall, film THE ODYSSEY (2026) adalah sebuah pencapaian sinematik yang monumental untuk kesekian kalinya dari Christopher Nolan. Film ini berhasil menjembatani keagungan mitologi kuno dengan sensibilitas sinema modern tanpa kehilangan jiwa kemanusiaan di dalamnya. Beyond, Ultra and Pro Max Cinematic Experience! Borong piala Oscars lagi inimah!


[10/10Bintang]

Friday, 24 April 2026

[Review] Para Perasuk: Ketika Kesurupan Massal Jadi Budaya Dan Hiburan Di Desa Latas!



#Description:
Title: Para Perasuk - Levitating (2026)
Casts: Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun C. Sasmi, Chicco Kurniawan, Bryan Domani, Ganindra Bimo, Indra Birowo, Ivonne Dahler, Ninda Fillasputri, Buyung Ispramadi, Untung Basuki
Director: Wregas Bhanuteja
Studio: Rekata Studio, KG Media, Anami Films, Masih Belajar Pictures


#Synopsis:
Desa Latas yang berlokasi kurang lebih 2-3 jam perjalanan dari Jakarta mempunyai tradisi tak lazim yang diberi nama Sambetan. Tradisi tersebut mengumpulkan Para Pelamun atau orang-orang yang bersedia untuk dirasuki oleh roh spiritual dengan diiringi musik serta mantra yang dimainkan oleh Guru Asri (Anggun C. Sasmi) selaku ketua penyelenggara tradisi Sambetan. Dalam menjalankan tradisi tersebut, Guru Asri dibantu oleh satu orang yang disebut sebagai Perasuk. Tugas dari Perasuk yaitu memainkan musik dan mengendalikan roh spiritual yang merasuki Para Pelamun agar tetap terkendali dan tidak melukai mereka. Dalam periode waktu tertentu, Guru Asri juga menggelar kompetisi untuk mencari Perasuk baru menggantikan Perasuk lama yang sudah pensiun atau mengundurkan diri. Jika terpilih dan sesuai kriteria yang diinginkan Guru Asri, Perasuk baru ini akan menjadi bagian dari pagelaran rutin tradisi Sambetan dari desa ke desa.



Suatu hari, Guru Asri menggelar Sambetan dengan mendatangkan roh spiritual kupu-kupu. Warga yang bersedia menjadi Pelamun mulai kerasukan roh tersebut. Para calon Perasuk kemudian menunjukkan keahlian mereka dalam bermusik, seperti Bayu Laksana (Angga Yunanda) dengan slompret andalannya, kemudian Pawit Arifin (Chicco Kurniawan) dengan gitar elektrik, Ananto Anugerah (Bryan Domani) dengan perkusi dan yang lainnya. Satu persatu dari mereka mulai berhasil mengendalikan roh spiritual yang merasuki Para Pelamun. Ketika Bayu sedang menunjukkan bakatnya dalam bermain slompret, ia kehilangan fokus dan menyebabkan Para Pelamun terluka. Sambetan pun terpaksa dihentikan. Guru Asri kecewa dengan hal tersebut dan meminta Bayu bisa mengendalikan diri lebih maksimal lagi. Setelah selesai acara Sambetan, Bayu kemudian mendatangi Para Pelamun untuk meminta maaf. Salah satu dari Pelamun yaitu Laksmi (Maudy Ayunda), perempuan asal Jakarta yang sedang bekerja dinas luar kota ke Desa Latas untuk proyek pembangunan dari PT. Wanaria.



Bayu sangat berambisi ingin menjadi Perasuk handal selanjutnya di Desa Latas karena ia tidak ingin merantau dan tinggal lagi di Jakarta. Alasannya karena selama hidup di sana, Bayu dan sang ayah, Pak Agus (Indra Birowo) hidup melarat, bisnis mereka ditipu hingga dikejar-kejar debt collector. Kondisi perekenomian keluarga semakin berantakan saat kedua orangtua Bayu bercerai. Tak lama setelah itu Pak Agus mendekam di penjara karena kasus pencurian ponsel. Setelah selesai menjalani hukuman di penjara, Bayu dan sang ayah memutuskan pulang dari Jakarta dan tinggal di rumah peninggalan keluarga di Desa Latas. Masalah baru kemudian muncul ketika PT. Wanaria mengincar curug yang menjadi sumber mata air bagi warga Desa Latas dan banyak tanah serta rumah milik warga dibeli oleh mereka untuk pembangunan hotel dan komplek perumahan. Salah satu lahan yang diincar yaitu milik Pak Agus. Tawaran yang diberikan oleh Pak Fahri (Ganindra Bimo) selaku perwakilan PT. Wanaria membuatnya tergiur untuk menjual warisan tanah dan rumahnya. Ia berjanji uang yang didapat dari menjual warisan setelah dibagi rata dengan kedua saudaranya akan digunakan untuk menyewa rumah susun di Jakarta dan membuka usaha isi ulang air galon bersama calon istrinya yaitu Ibu Nana (Ivonne Dahler). Mendengar hal tersebut membuat Bayu kesal. Ia tidak mau lagi tinggal dan hidup di Jakarta serta meragukan ide usaha dari ayahnya itu yang sudah berulang kali kena tipu orang lain. Bayu memaksa sang ayah untuk tidak menjual warisan mereka karena jika ia terpilih menjadi Perasuk handal oleh Guru Asri, Bayu akan punya penghasilan sendiri dan bisa mencukupi berbagai kebutuhan sehari-hari.


Waktu terus berlalu. Guru Asri dan rombongannya berencana akan menggelar pesta Sambetan sambil melakukan seleksi untuk Perasuk baru. Di Sambetan kali ini, Guru Asri meminta setiap Perasuk membawa roh spiritual masing-masing yang nantinya harus menyatu dengan baik dan tidak membahayakan Para Pelamun. Sehari sebelum pesta digelar, Bayu bertapa di curug yang menjadi sumber mata air warga Desa Latas untuk mencari roh spiritual yang cocok dengan dirinya. Setelah melakukan meditasi, roh hewan bulus berhasil didapatkan oleh Bayu. Keesokan harinya, pesta Sambetan digelar. Para Perasuk lain turut membawa roh hewan jagoan mereka masing-masing. Meskipun sempat diremehkan, Bayu berhasil menunjukkan kemampuannya sebagai Perasuk lewat roh hewan bulus yang disukai oleh para Pelamun. Bayu, Ananto dan tiga Perasuk lain berhasil mendapatkan nilai yang baik dari Guru Asri dan anggota penyelenggara. Mereka berenam kemudian akan kembali dipentaskan untuk mencari yang terbaik dan mampu menguasai roh bawaan mereka.


Sejak tinggal di Desa Latas, Laksmi mulai menikmati sebagai seorang Pelamun di tradisi Sambetan. Sudah berbagai cara dilakukan untuk healing dari trauma dan luka di masa lalu, namun baru kali ini Laksmi bisa bangkit dari keterpurukannya. Di sisi lain, Bayu yang berusaha menjadi Perasuk handal semakin sering mengalami gagal fokus karena terganggu oleh masalah di rumahnya. Bayu belum bisa merelakan rumah keluarganya dijual oleh sang ayah. Selain itu, Bayu juga merasa tersaingi dengan lolosnya Ananto serta dilibatkannya lagi Pawit untuk pemilihan Perasuk baru. Ditengah kerasnya berlatih dan mencari roh spiritual yang lebih meyakinkan, konsentrasi Bayu semakin berantakan gara-gara rumah dijual juga oleh sang ayah ke PT. Wanaria dengan alasan tuntutan dari keluarga saudara-saudaranya yang ada di Jakarta.


Rasa kecewa, kesal, marah dan sedih menyelimuti Bayu. Ketika berhasil mendapatkan roh spiritual lintah, Bayu mengikuti saran Guru Asri untuk lebih totalitas dan menjiwai roh tersebut agar saat pesta Sambetan nanti, Para Pelamun akan terpuaskan olehnya. Di sisi lain, Laksmi yang semakin nyaman tinggal di Desa Latas dan menikmati sebagai Pelamun meminta pada Bayu untuk merasukinya lagi diluar pentas Sambetan, meskipun hal tersebut sangat berbahaya untuk Laksmi dan orang-orang di sekitarnya. Bagaimana kelanjutan kisah Bayu, Laksmi dan orang-orang di Desa Latas ini?


#Review:
Sutradara muda peraih Piala Citra FFI yaitu Wregas Bhanuteja kembali hadir dengan karya film terbarunya yang berjudul PARA PERASUK (2026). Menariknya, kali ini Wregas mengeksplor genre horror dengan sentuhan "artsy and festival oriented" yang menjadi ciri khasnya di setiap film yang ia garap.


Untuk segi cerita, Wregas bersama Alicia Angelina dan Defi Mahendra selaku penulis naskah menyajikan perspektif unik, baru sekaligus absurd dari fenomena kerasukan menjadi sebuah tradisi budaya yang bernama Sambetan. Dari pemilihan judul dan tema horror kerasukan, pasti sebagian besar penonton akan mengira film ini full horror dengan jump scared yang mengagetkan. Namun siapa sangka, hal mainstream tersebut tidak dilakukan oleh sang sutradara. Film PARA PERASUK (2026) justru menonjolkan budaya dan tradisi fiksi yang rutin digelar di Desa Latas. Elemen klenik kerasukan lewat pesta Sambetan dijelaskan secara apik layaknya sebuah budaya sungguhan di kehidupan sehari-hari. Setiap moment pesta Sambetan dieksekusi dengan ide-ide kreatif, absurd dan absurd. Sesekali penonton dibuat tawa melihat aksi Para Perasuk dan Para Pelamun yang nyeleneh. Jujur, konsep roh spiritual hewan kemudian alam roh pelamun yang divisualkan sangatlah berbeda dari film-film horror kebanyakan hahaha.
Seiring berjalannya durasi film, terdapat serangkaian konflik menarik yang terjadi pada warga desa di sana. Karakter Bayu dihadapkan dengan pergolakan quarterlife crisis mengenai hubungan dengan ayahnya, permasalahan finansial hingga ambisinya untuk menjadi Perasuk handal semuanya tersaji dengan mulus. Selain itu, ada cerita dari karakter Laksmi yang berusaha mengobati trauma di masa lalu. Terakhir, yaitu issue konflik sosial yang melibatkan warga desa dengan perusahaan kontraktor. Semua permasalahan tersebut berjalan beriringan meskipun dinamikanya cenderung datar dan bermain aman. Sepertinya sang sutradara memilih jalan aman dan tidak over dramatic, meskipun sebetulnya potensi sisi menguras emosional penonton bisa banget didapatkan dari banyak hal dalam film ini. Dramatisasi baru muncul di babak akhir film saat karakter Bayu dan Laksmi juga melakukan hal nekat yang melampaui batas. Sensasi horror artsy nya mantap sekaligus tragis sekali! Konflik penyelesaian cerita juga hadir dengan kejutan gotong royong yang serasa seperti metafora rakyat kecil yang enggan ditindas oleh perusahaan besar.


Untuk jajaran pemain, kita harus berikan apresiasi yang luar biasa untuk kelima pemain utamanya. Angga Yunanda bertransformasi menjadi pria kampung dengan logat campuran serta peningkatan kualitas akting yang sangat signifikan. Adegan Bayu yang menjelema menjadi lintah, sungguh mindblowing! Applause selanjutnya untuk Maudy Ayunda yang sangat berani tampil beda dan meninggalkan citra high class nya demi menjadi Laksmi yang ketagihan kerasukan. Kesurupan massal dengan koreografi hewan yang Maudy lakukan apik sekali! Apresiasi juga harus kita berikan pada Anggun C. Sasmi yang debut main film langsung mencuri perhatian dan sangat natural sebagai ketua tradisi Sambetan. Penampilan Chicco Kurniawan dan Bryan Domani juga tak kalah bagus. Gesture, logat dan akting mereka saat menjadi Perasuk dengan alat musik mengesankan!
Untuk urusan visual, film PARA PERASUK (2026) memang tidak menawarkan sinematografi atau efek visual yang luar biasa. Bahkan saat adegan Pelamun kerasukan roh kutu, sensasi melompat lebih tinggi nya CGI nya masih sangat mentah dan itu cukup mengganggu. Selipan-selipan humor dengan visual aesthetic seperti iklan menggunakan warna-warna mencolok menjadi keunikan tersendiri dari film ini. Sungguh sebuah pengalaman nonton di bioskop yang tak lazim, unik tapi aku suka! Hahahaha.


[8.5/10Bintang]

Friday, 20 March 2026

[Review] A Useful Ghost: Cerita Absurd Tentang Arwah Yang Merasuki Alat Elektronik!



#Description:
Title: A Useful Ghost (2026)
Casts: Davika Hoorne, Witsarut Himmarat, Apasiri Nitibhon, Wanlop Rungkumjad, Wisarut Homhuan, Gandhi​ Wasuvitchayagit, Ornanong Thaisriwong, Kritpahat Srimangkornkaew, Wachara Kanha
Director: Ratchapoom Boonbunchachoke
Studio: 185 Films, Haut Les Mains, Momo Films, Mayana Films, GDH 559


#Synopsis:
Sejak revitalisasi area mall menjadi lebih luas dengan mengorbankan taman dan lahan di sekitarnya, tak sedikit para warga mengeluhkan akan polusi dan debu yang mengotori tempat tinggal mereka. Tak hanya itu saja, polusi pembangunan area mall tersebut menyebabkan gangguan kesehatan seperti bersin-bersin hingga sesak nafas. Salah satu warga yang mengeluhkan hal ini yakni Academic Ladyboy (Wisarut Homhuan). Selain bikin kotor ruangannya, polusi dan debu juga membuatnya harus sering membersihkan seluruh ruangan setiap hari. Karena lelah, Ladyboy pun memutuskan untuk membeli Vacuum Cleaner di toko elektronik terdekat. Setelah mendapatkan Vacuum Cleaner dengan harga yang murah, ia langsung menggunakannya untuk membersihkan semua area rumah.
Saat malam hari ketika sedang istirahat, Ladyboy mendengar suara batuk-batuk di dalam rumah. Awalnya ia mengira jika suara tersebut berasal dari rumah sebelah atau orang yang ada di luar. Namun setelah mengecek dari jendela, ia tak menemukan apapun. Pagi harinya, Ladyboy menemukan semua debu dan kotoran berada di luar Vacuum Cleaner yang telah ia bersihkan kemarin. Hal tersebut membuatnya marah dan langsung menghubungi toko untuk claim garansi kerusakan. Siang harinya, teknisi dari toko bernama Krong (Wanlop Rungkumjad) datang ke rumah Ladyboy dan memeriksa Vacuum Cleaner tersebut. Setelah ia cek, Krong memastikan jika Vacuum Cleaner tidak ada kerusakan, namun hanya dirasuki oleh salah satu hantu yang berasal dari pabrik yang memproduksi Vacuum Cleaner tersebut. Krong kemudian menceritakan berbagai kejadian aneh yang menimpa pabrik dan juga keluarga pemiliknya.
Ibu Suman (Apasiri Nitibhon) pewaris pabrik milik mendiang suaminya merasa terganggu dengan arwah salah satu karyawannya yang bernama Tok (Krittin Thongmai) meninggal ketika sedang bekerja. Anehnya, arwah Tok itu merasuki alat-alat elektronik di pabrik sambil menyalahkan Ibu Suman serta lingkungan pabrik yang dinilai mempercepat kematiannya.
Di sisi lain, anak bungsu dari Ibu Suman yaitu March (Witsarut Himmarat) sedang berduka atas kematian istrinya, Nat (Davika Hoorne) yang sedang hamil karena gangguan pernafasan. Ibu Suman tetap memprioritaskan bisnis dan pabriknya agar lisensi operasionalnya tidak dicabut. Ibu Suman bersama ketiga anaknya kemudian datang ke pabrik bersama beberapa cenayang untuk melakukan pengusiran arwah yang masih saja bergentayangan di sana. Ketika para cenayang sedang berinteraksi dengan arwah Tok, March tak sengaja melihat arwah mendiang istrinya berjalan menuju gudang. March kemudian mengejarnya. Setelah itu, Nat tak terlihat. Ketika March akan pergi, sebuah Vacuum Cleaner berwarna merah tiba-tiba bergerak sendiri dan berkata jika ia adalah Nat. Mereka berdua kemudian melepas rindu dan bercumbu di sana. Ibu Suman dan yang lainnya terkejut saat memergoki March sedang disedot oleh Vacuum Cleaner penuh gairah. Gara-gara kejadian tersebut, keluarga memutuskan membawa March ke rumah sakit untuk dirawat. Malam harinya, arwah Nat yang masih berada dalam Vacuum Cleaner kemudian keluar dari pabrik dan pergi menuju rumah sakit untuk menemui March. Tiba di rumah sakit, March sangat senang bisa kembali melihat mendiang istrinya itu dan menemaninya selama dirawat di rumah sakit. Kemunculan arwah Nat yang merasuki Vacuum Cleaner dan dibiarkan menemani March membuat kerabat dan keluarga besar Ibu Suman resah hingga meminta Ibu Suman segera mengambil tindakan agar tidak semakin parah.
Keesokan harinya, Ibu Suman dan kerabatnya memanggil para biksu untuk mengusir arwah Nat serta menyita Vacuum Cleaner dan diserahkan ke polisi sebagai barang bukti curian. Namun sayang, rencana tersebut gagal dilakukan setelah mendapat anjuran dari seorang menteri yaitu Dr. Paul (Gandhi Wasuvitchayagit) yang mengatakan jika arwah Nat adalah arwah yang baik. Hal tersebut sudah dibuktikan saat Nat menolongnya ketika sedang di rumah sakit. Merasa frustasi, Ibu Suman kemudian membawa March ke psikiater untuk melakukan terapi electroshock. Hal tersebut sangat diyakini Ibu Suman akan merusak ingatan March dan jika berhasil, maka March akan lupa dengan mendiang istrinya, otomatis ikatan arwah antara Nat dengan March akan terputus dan Nat pun akan menghilang selamanya. Setelah melakukan terapi tersebut, Nat memang masih bisa masuk ke dalam mimpi suaminya. Namun sayang, wujudnya perlahan mulai memudar. Karena tak ingin melihat March yang terus-terusan terapi pengobatan, Nat mendatangi mimpi Ibu Suman dan meminta untuk menghentikannya. Mereka pun kemudian membuat kesepakatan baru yaitu Ibu Suman ingin Nat membantunya untuk mengusir arwah-arwah yang masih menghuni pabriknya agar bisa kembali beroperasional.
Setelah sepakat, Ibu Suman meminta semua karyawannya kembali ke pabrik untuk bekerja. Di sana, ia menyusun rencana untuk membius para karyawan dan Nat pun masuk satu persatu ke alam mimpi mereka dengan harapan bisa menemukan orang yang masih punya keterikatan dengan arwah Tok yang masih gentayangan di pabrik. Nat dan Ibu Suman kemudian menemui pacarnya Tok yaitu Pin (Wachara Kanha) yang ternyata masih belum mengikhlaskan kepergian pacarnya itu. Saat berbincang dengan Tok, rupanya Tok sedang mendatangi Pin dalam mimpi sambil mencumbunya. Setelah mengetahui hal tersebut, Ibu Suman langsung memberikan pilihan pada Pin untuk mengikuti terapi electroshock agar menghilangkan ingatannya akan Pin dan bisa kembali bekerja di pabrik atau dipecat jika menolaknya. Opsi tersebut membuat Pin sangat marah dan merasuki kulkas lalu menyerang Nat yang ada dalam Vacuum Cleaner. Setelah itu, Pin diamankan dan kini Nat mendapat reputasi sebagai hantu baik, sehingga ia dapat dilihat oleh semua orang.
Mengetahui Nat yang kini dikenal sebagai hantu baik dan sudah menyelamatkan bisnis pabrik mertuanya membuat Dr. Paul dan istrinya tertarik mengundang Ibu Suman, March dan Nat ke kediaman mereka. Tiba di sana, Nat terkejut karena Dr. Paul dikelilingi banyak arwah yang berkaitan dengan peristiwa pembantaian di tahun 2010. Dr. Paul meminta bantuan pada Nat untuk mengidentifikasi setiap individu dari para arwah agar ingatan mereka dapat dihapus dengan menggunakan pengobatan seperti March yaitu Electroshock. Karena sel telur yang dibekukan miliknya ditahan oleh Dr. Paul, Nat pun bersedia membantunya. Namun sayang, rencana yang Nat lakukan bersama Dr. Paul itu justru membuat sang suami kesal dan menganggap Nat telah berubah. March kemudian mencoba menjaga ingatan tentang para arwah yang dimusnahkan agar tetap hidup dengan cara mempelajari sejarah kekerasan politik yang terjadi di Thailand. Bagaimana akhir cerita dari pasutri beda alam ini?


#Review:
Tahun 2025 kemarin, Thailand resmi mengirimkan film A USEFUL GHOST (2025) sebagai perwakilan mengikuti seleksi masuk nominasi Best International Feature Academy Awards yang ke-98. Meskipun gagal, film yang menjadi debut bagi Ratchapoom Boonbunchachoke sebagai sutradara dan penulis film layar lebar ini, sukses memenangkan penghargaan bergengsi di festival film internasional seperti Cannes, Sitges dan JAFF Jogja 2025.


Untuk segi cerita, film A USEFUL GHOST (2025) memang sesuai dengan judulnya yaitu mengisahkan tentang sesosok hantu yang bermanfaat. Meskipun mengusung tema supranatural, film ini sama sekali tidak mengumbar adegan-adegan horror maupun jump scared. Sang sutradara lebih mendekatkan cerita fantasi yang terkesan absurd di awal film. Entah berasal dari mana, ide alat elektronik macam Vacuum Cleaner, mesin pabrik, AC portable hingga kulkas bisa kerasukan arwah. Mungkin untuk di Thailand, fenomena alat-alat elektronik kerasukan sudah biasa kali ya? Aku sih saat menonton film ini merasa aneh, konyol dan tertawa melihat Vacuum Cleaner kerasukan dan kemudian bercumbu dengan enaknya bersama seorang pria. Hahahaha. Plot film A USEFUL GHOST (2026) terbagi menjadi dua yaitu tentang si Ladyboy dengan petugas reparasi dan keluarga Ibu Suman pemilik pabrik yang memproduksi barang elektronik. Setengah durasi film, cerita berfokus kepada struggling Ibu Suman agar pabriknya bisa kembali beroperasi setelah izinnya dicabut gara-gara ulah arwah gentayangan yang mengganggu operasional pabrik wkwkw. Sisi dramatic kemudian dihadirkan dari cerita anak bungsu Ibu Suman yaitu March yang baru saja kehilangan istri dan calon anaknya. Ditengah duka yang menyelimuti itu, arwah sang istri yaitu Nat masih belum pergi meninggalkan dunia karena Nat belum merelakan kepergian istrinya itu. Konsep arwah merasuki Vacuum Cleaner kemudian menjalankan misi membantu manusia lalu mendapat predikat hantu baik, hingga akhirnya bisa berwujud normal benar-benar out of the box sekali sang sutradara hahaha. Plot antara si Ladyboy dan tukang reparasi pun awalnya aku kira hanya sebatas having fun saja tanpa ada kaitannya dengan cerita keluarga Ibu Suman. Namun siapa sangka, memasuki babak pertengahan hingga akhir film, A USEFUL GHOST (2026) rupanya banyak sekali menyoroti permasalahan politik dan pemerintahan yang memang terjadi di Thailand. Kritik sosial semakin tajam lewat narasi cerita tentang masalah polusi yang semakin tinggi di kota-kota besar Thailand yang sering diabaikan pemerintah. Selain itu, kritik pemerintahannya datang penghapusan sejarah kelam politik di masa lalu dengan memanfaatkan hantu baik yaitu Nat. Jangan dilupakan juga akhir cerita film yang benar-benar menyatukan semuanya dengan cara yang tak terduga!
Untuk jajaran pemain, tipikal film-film Thailand yang selalu konsisten bagus dan juga konyol secara bersamaan hahaha. Chemistry dan akting dari Davika Hoorne, Witsarut Himmarat dan Apasiri Nitibhon sangatlah memuaskan. Untuk urusan visual, satu hal yang paling menonjol yaitu kesan aesthetic, simetris dan statis bisa penonton rasakan di sepanjang film. Sinematografi dan pengambilan gambar nya memang kece banget! Jadi sangat deserve masuk nominasi Camera d'Or di Cannes yang ke-78 kemarin.
Overall, film A USEFUL GHOST (2025) sukses jadi sajian drama supernatural fantasi yang absurd dan konyol tapi anehnya aku bisa menikmati itu semuaa! Hahaha


[8/10Bintang]

Friday, 11 July 2025

[Review] Sore Istri Dari Masa Depan: Perjuangan Magis Seorang Istri Untuk Mengubah Masa Lalu Sang Suami!



#Description:
Title: Sore: Istri Dari Masa Depan (2025)
Casts: Sheila Dara, Dion Wiyoko, Goran Bogdan, Lara Nekic, Livio Badurina, Borko Peric, Maya Hasan, Mathias Muchus, Vanda Winter, Sandra Lonlaric, Slavica Knezevic
Director: Yandy Laurens
Studio: Cerita Films, Slingshot Pictures, Imajinari, Miles Films, Jagartha, Trinity, Studio Artemis


#Synopsis:
Jonathan (Dion Wiyoko) adalah seorang fotografer asal Indonesia yang memutuskan menetap dan mengasingkan diri di Kroasia. Selama tinggal di sana, Jonathan menghabiskan waktunya mengeksplor dan memotret ke banyak tempat. Suatu hari, Jonathan pergi ke Finlandia untuk memotret keindahan alam dengan tema perubahan iklim dengan harapan hasil fotonya itu dapat diterima oleh calon investor pameran fotografi.



Namun sayang, semua hasil fotografi Jonathan bertema perubahan iklim tersebut diragukan oleh agennya yaitu Carlo (Goran Bogdan). Menurut Carlo yang berprofesi sebagai aktor teater, sudah terlalu banyak fotografer dan pameran fotografi yang mengangkat tema perubahan iklim. Carlo pesimis jika Jonathan melampirkan tema yang sama pasti akan ditolak oleh calon investor. Jonathan pun kemudian merenung dan tak tahu harus menawarkan hasil fotografinya yang mana jika ingin diterima oleh investor.


Keesokan harinya saat terbangun dari tidur, Jonathan dikejutkan dengan kemunculan seorang perempuan cantik tepat disampingnya. Perempuan tersebut bernama Sore (Sheila Dara) dan mengaku sebagai istri dari Jonathan dari masa depan. Karena tidak masuk akal, Jonathan yakin jika kemunculan perempuan di rumahnya itu ulah Carlo. Namun sayang, Carlo membantah tuduhan tersebut karena ia sedang sibuk latihan untuk pentas teater dan tidak ada waktu untuk iseng kepada Jonathan. Mendengar bantahan tersebut membuat Jonathan kesal, ia lalu bergegas siap-siap dan pergi dari rumah karena sudah telat untuk bertemu pacarnya, Elsa (Lara Nekic) yang sudah menunggu di restoran.


Setibanya di restoran, Elsa menjelaskan jika orangtuanya sudah memberikan lampu hijau untuk membuka restoran di Madrid dan mengizinkan Jonathan untuk menjadi pendampingnya. Kabar tersebut justru membuat Jonathan bingung. Ia belum sepenuhnya yakin untuk pergi dan hidup bersama dengan Elsa. Tak lama setelah itu, Sore tiba-tiba datang dan duduk satu meja bersama Jonathan dan Elsa. Tanpa basa-basi, Sore memperkenalkan diri sebagai istri dari Jonathan pada Elsa. Hal tersebut membuat mereka berdua terkejut. Elsa merasa dibohongi karena selama ini Jonathan mengaku masih lajang dan belum menikah. Karena Sore tampak meyakinkan dan mengetahui semua kebiasaan dari Jonathan, Elsa pun marah dan meninggalkan mereka berdua.


Sejak saat itu, Sore terus berusaha ingin tinggal dan bersama dengan Jonathan, meskipun Jonathan masih belum bisa menerima kehadiran Sore yang mengaku dari masa depan. Sore kemudian menjelaskan alasan dirinya kembali ke masa lalu yaitu ingin mengubah sang suami menjadi lebih baik dan juga lebih sehat. Setiap harinya, Sore mulai menerapkan pola hidup lebih baik kepada Jonathan dengan banyak cara, mulai dari mengurangi begadang, olahraga di pagi hari, makan makanan sehat, membuang semua rokok dan alkohol. Untuk meyakinkan dirinya memang benar dari masa depan, Sore mengusulkan Jonathan untuk mengirimkan hasil fotografinya saat berada di Tibet ke calon investor agar diterima. Dan ternyata, pilihan dari Sore itu terbukti benar. Calon investor sangat menyukai hasil fotografi Jonathan di Tibet dan bersedia untuk digelar di pameran fotografi. Sejak saat itu, hubungan Jonathan dengan Sore semakin membaik dan juga dekat. Sore pun kini meminta pada Jonathan agar mengikuti semua yang ia ucapkan agar hidup Jonathan bisa terus lebih baik kedepannya.



Seiring berjalannya waktu, kehidupan Jonathan memang jadi lebih baik semenjak kehadiran Sore. Namun suatu ketika, Sore kecewa saat memergoki Jonathan yang diam-diam kembali merokok. Semua upaya yang selama ini dilakukan agar Jonathan bisa lebih baik jadi sia-sia. Sore pun akhirnya mengungkapkan alasan sesungguhnya menemui Jonathan dari masa depan. Sore ingin mengubah hidup Jonathan lebih baik agar suaminya itu bisa hidup lebih lama, karena 8 tahun dari sekarang, Jonathan meninggal akibat serangan jantung. Usai berkata jujur, tiba-tiba kondisi kesehatan Sore menurun dan jatuh tak sadarkan diri.


Keesokan harinya, Sore terbangun dan mengulang kembali semua kejadian dari awal saat pertama kali berada di kamar Jonathan. Karena tak ingin mengulangi kesalahan yang sama, Sore terus berusaha melakukan hal terbaik untuk suaminya itu. Namun sayang, lagi dan lagi ia harus kembali ke awal karena semua usaha yang ia lakukan tak sepenuhnya mengubah hidup Jonathan. Sore kemudian mencoba untuk mengubah alur perjalanan hidup sang suami dengan cara membiarkan sang suami menjalani hidup tanpa kehadirannya dari masa depan. Sementara itu, Sore yang masih berada di masa lalu, memutuskan turut menjalani hidup juga tanpa bertemu Jonathan dan bekerja di butik gaun pernikahan milik Marko (Livio Badurina). Ketika waktu terus berjalan, misteri tentang waktu, duka, luka masa lalu dan kematian yang selama ini mengiringi Sore dan juga Jonathan perlahan mulai menemukan titik terang yang tak pernah disangka sebelumnya.


#Review:
8 tahun yang lalu tepatnya pada Februari 2017, product Tropicana Slim merilis web series yang berjudul SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN. Serial berjumlah 9 episode tersebut jadi trending topic di YouTube dan juga sosial media di setiap minggunya. Berdasarkan pemantauan dari YouTube, per tanggal 10 Juli 2025, serial SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN ini sudah ditonton lebih dari 20 juta kali penayangan. Bahkan, serial ini juga dinobatkan sebagai salah satu webseries Indonesia terbaik yang ada di YouTube oleh banyak orang.


8 tahun kemudian, Yandy Laurens mempersembahkan versi layar lebar dari SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN (2025) yang merupakan pengembangan segala aspek dari versi serialnya. Di versi filmnya, karakter Jonathan masih dibintangi Dion Wiyoko, namun kali ini hadir Sheila Dara sebagai lawan mainnya menggantikan Tika Bravani. Keduanya sudah sering dipasangkan dalam berbagai judul film layar lebar maupun serial dalam beberapa tahun terakhir. Untuk segi cerita, SORE (2025) versi film masih menampilkan beberapa plot yang serupa dengan versi serialnya. Jadi, untuk penonton yang belum sempat menonton serialnya pun tidak akan menjadi masalah, karena di versi filmnya punya elemen-elemen ikonik dari serialnya juga kok. Plot SORE (2025) versi film terbagi menjadi tiga babak dengan judul penamaan Jonathan, Sore dan Waktu. 


Sejak film dimulai, penonton langsung disuguhkan latar visual hamparan lautan yang membeku diiringi kapal pemecah es dengan sound yang sangat menggelegar. Dibalik keindahan alam pemandangan serba es yang dingin itu, terasa seperti refleksi akan kondisi dari karakter Jonathan yang terasing, hampa dan hidup dengan kesendirian. Plot semakin menarik saat karakter Sore muncul di kehidupan Jonathan. Elemen fantasy tentang time travel yang dihadirkan dari serial maupun film SORE (2025) tampil sangat sederhana tanpa harus mengandalkan efek visual bombastis seperti mesin waktu, portal Doctor Strange atau CGI blockbuster khas Hollywood. Yandy Laurens melakukan pendekatan lebih misterius dan magis untuk karakter Sore namun tetap memancarkan perasaan cinta yang luar biasa terhadap suaminya itu. Tiga babak cerita dengan menghadirkan tiga point of view berbeda semakin melengkapi betapa indah sekaligus magisnya dari cerita film SORE (2025). Makna tentang takdir, masa lalu, duka hingga kematian bisa tersampaikan dengan klimaks tak terduga di penghujung film. Visual science fiction tentang cahaya solar flare, aurora dan zona waktu yang dipadukan dengan kisah cinta Sore dan Jonathan sangatlah cantik sekaligus mind blowing! Babak akhir dari film SORE (2025) benar-benar pembaharuan dan eskalasi luar biasa yang tidak akan penonton temukan di versi serialnya. Sungguh pengalaman sinematik paling "gila" untuk ukuran film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.



Untuk jajaran pemain, meskipun terkesan Dion-Sheila lagi Dion-Sheila lagi, tapi tak membuatku dan penonton lain bosan. Sutradara Yandy Laurens paham betul chemistry mereka berdua untuk dijadikan pasangan dalam film maupun serial memang sudah jadi jaminan dan nge-blend banget. Dion Wiyoko tampil solid saat menghidupkan karakter Jonathan yang merasa sendiri, terasing dan memendam luka masa lalu yang tak kunjung sembuh. Big applause selanjutnya tentu harus diberikan pada Sheila Dara yang semakin menunjukkan kualitasnya dalam berakting ketika memerankan karakter ikonik Sore. Sheila Dara berhasil mengartikan jatuh cinta ugal-ugalan untuk Jonathan tanpa harus caper atau lebay. Lewat gesture, dialog dan tatapan mata terpancar emosi serta perasaan sayang yang amat besar antara karakter Sore dan juga Jonathan. Jajaran pemain bule yang direkrut untuk main film SORE (2025) juga surprisingly mencuri perhatian, terkhusus Goran Bogdan dan Livio Badurina yang sekilas mirip Loki. Hahaha! Keduanya berhasil menemani karakter Jonathan dan Sore dengan sangat baik. Setelah ditelusuri, keduanya merupakan aktor profesional di Kroasia. Bahkan Goran Bogdan sendiri pernah membintangi film pendek yang berhasil masuk nominasi Best Live Action Short Film Academy Awards 2025 kemarin. Sementara itu, Livio Badurina merupakan aktor film, teater dari Zagreb Kroasia yang sudah eksis sejak akhir tahun 90an. 


Untuk urusan visual dan audio maupun sound, Yandy Laurens beserta pengarah artistik, sinematografi, DOP, departemen musik, scoring dan seluruh tim yang terlibat dalam proses pembuatan film SORE (2025) berhasil menyuguhkan visual indah yang menenangkan sekaligus magical. Ditambah lagi lantunan scoring musik dengan sound menggelegar semakin menciptakan sensasi luar biasa selama durasi film. Pemilihan lagu-lagu yang menemani perjalanan Sore dan Jonathan juga semakin melengkapi betapa masterpiece nya film teranyar dari Yandy Laurens ini.

Soundtrack Film SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN (2025):
1. I'll Find You - Kunto Aji
2. Forget Jakarta - Adhitia Sofyan
3. Pancarona - Barasuara
4. Gaze - Adhitia Sofyan
5. Terbuang Dalam Waktu - Barasuara
6. Hingga Ujung Waktu - Sheila On 7

Overall, film SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN (2025) menyajikan drama romansa fantasy yang eksekusinya sungguh luar biasa untuk ukuran film Indonesia. Trust me, film ini pasti akan menjadi spotlight di berbagai penghargaan insan perfilman, sama seperti film JESEDEF (2023) yang sama-sama disutradarai oleh Yandy Laurens. Amazing!


[10/10Bintang]

Sunday, 23 February 2025

[Review] Wicked: Kisah Persahabatan Elphaba dan Galinda Ketika Di Shiz University!




#Description:
Title: Wicked Part One (2024)
Casts: Cynthia Erivo, Ariana Grande, Jonathan Bailey, Michelle Yeoh, Jeff Goldblum, Ethan Slater, Marissa Bode, Peter Dinklage, Bowen Yang, Bronwyn James, Keala Settle, Colin Michael, Andy Nyman
Director: Jon M. Chu
Studio: Universal Pictures, Marc Platt Productions
 
 
#Synopsis:
Kedatangan Glinda The Good (Ariana Grande) di Land of Oz disambut suka cita oleh para warga. Mereka sangat senang, saat mengetahui Galinda berhasil mengalahkan Wicked Witch (Cynthia Erivo) yang menguasai wilayah barat. Saat akan kembali ke Emerald City, Galinda mendapat pertanyaan dari seorang anak tentang persahabatannya dengan Wicked. Glinda tak membantah hal tersebut karena memang mereka pernah bersahabat saat kuliah di Shiz University.
Memasuki tahun ajaran baru, Galinda Upland tiba di kampus yang selama ini ia idamkan. Dengan parasnya yang cantik dan berasal dari keluarga kaya raya, Galinda langsung menjadi pusat perhatian oleh para mahasiswa disana. Disisi lain, Elphaba Thropp diminta sang ayah untuk mengantar dan mengawasi adiknya, Nessarose (Marissa Bode) yang ingin kuliah di Shiz University. Para mahasiswa yang ada disana dibuat terkejut saat melihat Elphaba karena warna kulitnya yang berwarna hijau. Tak sedikit yang memandang sebelah mata dan menganggap Elphaba aneh dengan bentuk fisiknya yang seperti itu. Para mahasiswa baru pun diminta berkumpul di taman sambil menunggu kehadiran Madame Morrible (Michelle Yeoh), yang menjabat sebagai pimpinan sekaligus Dean of Sorcery di Shiz University. Tugas Elphaba mengantarkan Nessarose sebetulnya sudah selesai. Namun karena aksi bullying yang Nessarose dapatkan gara-gara menggunakan kursi roda, membuat Elphaba marah hingga mengeluarkan kekuatan sihirnya. Seluruh mahasiswa terkejut dengan apa yang terjadi. Madame Morrible seketika langsung melindungi Elphaba dengan berkata jika sihir tersebut dilakukan oleh dirinya sendiri.
Di depan Madame Morrible, akhirnya Elphaba menceritakan tentang kemampuan sihirnya yang selama ini ia sembunyikan karena sulit untuk dikuasai. Madame Morrible langsung menawarkan Elphaba kursus sihir secara privat dengan dirinya dan dipersilahkan bergabung sebagai mahasiswa baru di Shiz University. Elphaba langsung menolak tawaran tersebut dengan alasan yang ingin kuliah disana hanya adiknya. Selain itu, jika dirinya ikut kuliah pasti tidak akan mendapat izin dari sang ayah. Melihat Elphaba yang bisa dengan mudah didekati oleh Madame Morrible, membuat Galinda berusaha mencari perhatian juga. Madame Morrible kemudian memanfaatkan Galinda untuk membujuk Elphaba bersedia kuliah di Shiz University dan nantinya Galinda bisa ikut kursus privat dengan Madame Morrible jika rencana tersebut berhasil. Elphaba akhirnya bersedia ikut kuliah di Shiz University dan mendapat satu kamar asrama yang sama dengan Galinda. Awalnya Galinda merasa keberatan dan risih karena harus berbagi kamar dengan Galinda, namun seiring berjalannya waktu Galinda mulai terbiasa dirinya bisa kursus secara privat dengan Madame Morrible.
Suatu hari, Shiz University kedatangan mahasiswa baru yaitu Fiyero Tigelaar (Jonathan Bailey). Para mahasiswa baru kemudian berencana menggelar pesta dansa di Ozdust Ballroom. Seluruh mahasiswa bisa hadir dengan membawa pasangan mereka masing-masing. Kehadiran Fiyero membuat Galinda langsung jatuh hati kepadanya. Sementara itu, Eplhaba yang awalnya tidak ingin datang, diminta oleh Galinda untuk datang juga ke pesta dengan mengenakan gaun serta topi aneh yang sengaja Galinda berikan pada Elphaba. Kehadirannya di Ozdust Ballroom, kembali mengundang bullying dari para mahasiswa lain. Mereka menganggap penampilan busana Elphaba aneh dan juga menyeramkan. Setelah itu, Madame Morrible muncul di pesta tersebut dan menemui Galinda. Ia bersedia mengajarinya ilmu sihir secara privat atas paksaan dari Elphaba. Jika, Madame Morrible tidak menyanggupi hal tersebut, maka Elphaba akan keluar dari Shiz University.
Seiring berjalannya waktu, berbagai kebijakan aneh muncul di Shiz University. Para Doktor dan Professor hewan yang ada disana tiba-tiba mendapat perilaku diskriminatif. Salah satu yang mengalaminya yaitu Dr. Dillamon (Peter Dinklage) yang mengaku kemampuannya untuk berbicara dan berfikir seperti manusia mendadak berkurang secara drastis. Puncaknya, Shiz University mengeluarkan surat yang memerintahkan jika seluruh hewan yang selama ini mengajar sebagai dosen, Doktor maupun Professor harus dikembalikan ke habitatnya. Kejadian tersebut membuat Elphaba sangat sedih dan kesal. Keadilan dan kesetaraan sebagai sesama makhluk hidup harus kembali ditegakkan. Elphaba pun kini berjanji jika sudah berhasil menguasai kekuatannya, ia akan membantu Dr. Dillamon dan seluruh hewan lainnya agar bisa kembali seperti semula.
Waktu terus berlalu, Shiz University mendapat kiriman sebuah surat dari Wizard of Oz (Jeff Goldblum). Surat tersebut ternyata undangan untuk Elphaba yang memintanya untuk datang ke Emerald City. Madame Morrible sangat senang akhirnya Elphaba bisa bertemu Wizard of Oz dan mewujudkan impiannya disana sebagai seorang penyihir dengan kemampuan luar biasa. Ketika rombongan pengantar Elphaba sedang menunggu kereta, Galinda menunjukkan solidaritasnya dengan mendukung semua impian dan cita-cita Elphaba yang ingin mengembalikan hak-hak para hewan di Shiz University. Galinda pun memutuskan untuk mengganti nama panggilannya menjadi Glinda, sama seperti nama panggilan yang diberikan Dr. Dillamon kepada dirinya. Karena merasa terharu dengan sikap sahabatnya itu, Elphaba tiba-tiba saja langsung mengajak Glinda untuk ikut ke Emerald City dengan menaiki kereta. Setibanya disana, mereka disambut dengan penuh suka cita oleh para warga dengan berbagai atraksi spektakuler.
Tiba di istana, Elphaba dan Glinda disambut dengan hangat oleh Wizard of Oz. Tak lama setelah itu, mereka juga kedatangan Madame Morrible. Usai menjelajahi setiap sudut istana, Elphaba dan Glinda dipertemukan dengan sebuah buku keramat bernama Grimmerie. Buku tersebut berisikan berbagai mantra tersembunyi yang tulisannya sangat sulit untuk dibaca. Namun siapa sangka, Elphaba berhasil membuka dan membaca salah satu mantra dalam buku Grimmerie tersebut. Mantra yang ia ucapkan yaitu tentang levitasi. Mantra tersebut ternyata berhasil mengubah pasukan penjaga Wizard of Oz jadi memiliki sayap dan bisa terbang. Tak hanya itu saja, Elphaba pun kini memiliki kemampuan yang sama. Disaat yang bersamaan Elphaba menemukan fakta mengejutkan tentang rencana dari Wizard of Oz. Apa yang sebenarnya terjadi disana? Akankah Elphaba mengikuti semua perintah dari Madame Morrible dan juga Wizard of Oz?
 
 
#Review:
Rumah produksi Universal Studios akhirnya merilis live action WICKED (2024) yang diadaptasi dari panggung musikal Wicked The Untold Story of The Witches of Oz tahun 2003 karya Stephen Schwartz dan Holzman. Pentas musikal tersebut berdasarkan dari novel ikonik berjudul Wicked karya Gregory Maguire yang sama-sama terinspirasi dari series buku legendaris The Oz Book yang sudah ada sejak tahun 1900 silam.


Untuk segi cerita, film WICKED (2024) ini lebih fokus pada karakter penyihir Wicked dan Glinda. Karena sebelumnya, kedua karakter ini sudah muncul sebagai karakter pendukung dalam film live action OZ THE GREAT AND POWERFUL (2013) yang diproduksi oleh studio sebelah. Keputusan sutradara Jon M. Chu membagi film WICKED (2024) menjadi dua bagian adalah keputusan yang sangat tepat. Pada bagian pertamanya yang dirilis November 2024 kemarin, film ini berhasil membangun cerita dan pendalaman masing-masing karakter dengan sangat baik. Melanjutkan tradisi dari Hollywood belakangan ini yang dimana menghadirkan sisi lain dari sosok villain ikonik dalam dongeng-dongeng klasik. Sosok Elphaba terlahir dengan warna kulit hijau. Ia merupakan anak dari hasil hubungan terlarang mendiang ibunya dengan seorang salesman. Kondisi Elphaba yang berwarna hijau tersebut memang tidak dijelaskan dengan gamblang mengapa bisa seperti itu dan kenapa juga ia bisa memiliki kekuatan sihir, padahal kedua orangtuanya bukan penyihir. Elphaba tumbuh menjadi seorang remaja perempuan yang sudah terbiasa dengan bully dari orang-orang disekitarnya, termasuk sang ayah yang lebih menyayangi anak keduanya ketimbang Elphaba. Backstory dari karakter Glinda pun sama. Ia muncul sebagai sosok remaja perempuan cantik serba pink yang sangat berambisi ingin menjadi seorang penyihir. Untungnya, saat plot memasuki latar Shiz University, dinamika drama remaja tampil dengan baik dan juga menghibur. Meskipun bertema fantasy dan dongeng, konflik remaja yang dihadirkan di lingkungan Shiz University ini menurutku cukup related dengan kondisi di era modern yang dimana tindakan bullying masih bisa ditemukan dimanapun. Sosok Glinda yang selama ini identik dengan sosok peri baik, image nya diubah menjadi seorang remaja centil, caper, pick me dan bermuka dua wkwkwk. Hampir sepanjang film, aku bisa merasakan tidak ada ketulusan dari Glinda yang ingin berteman dengan Elphaba hahaha. Semuanya terasa sangat fake dan banyak niat terselubung lah pokoknya. Bahkan saat memasuki final act di istana Wizard of Oz pun, keputusan, ketulusan dan sikap Glinda belum bisa meyakinkan penonton kalau dirinya satu visi dengan Elphaba. Mungkin semuanya bisa terjawab dengan tuntas nanti di WICKED PART TWO: FOR GOOD (2025) yang akan dirilis November tahun ini. Selain problematika khas remaja, babak pertama dari film WICKED (2024) juga turut menyoroti perilaku diskriminatif, memanfaat kondisi dan memutarbalikkan fakta yang related lagi dengan kondisi sosial saat ini. Namun disatu sisi, treatment konflik dan dialog di beberapa bagian menurutku ada yang terlalu modern, serta adanya issue woke agenda pun semakin menjauhkan film ini dari kesan klasik.
Untuk jajaran pemain, duo Cynthia Erivo dan Ariana Grande sudah jelas jadi bintang utama dalam film WICKED (2024) ini. Kualitas akting serta vokal dari Erivo sebagai Elphaba terasa sangat konsisten dari awal sampai akhir film. Kesan independen, tegas, berpegang teguh terhadap pendirian terpancar kuat dari sosok Elphaba yang meskipun gaya busananya culun dan warna kulitnya beda dari yang lain. Vokalnya yang lantang namun tetap memberikan rasa menyentuh setiap ia menyanyi menjadi daya tarik tersendiri ketika Elphaba sedang sing a long di film ini. Selanjutnya, penampilan Ariana Grande sebagai Glinda pun sangat berhasil mencuri perhatianku. Image Glinda diubah total olehnya menjadi centil, caper dan juga bermuka dua. Hahaha. Meskipun demikian, visual Ariana Grande sebagai Glinda masyaallah cantik banget! Outfit serba pink dengan gaya rambut blonde yang bergelombang membuat level cantiknya makin paripurna. Vokal Ariana dalam bernyanyi dan berdansa di film ini juga bagus! Duet maut dengan Erivo juga tak kalah memukau. Tak heran jika keduanya berhasil masuk nominasi Best Actress dan Best Supporting Actress di berbagai ajang penghargaan bergengsi seperti Golden Globes dan Academy Awards 2025. Jajaran pemain pendukung lainnya tampil sesuai dengan porsinya masing-masing dan memang cukup tertutupi oleh pesona Erivo dan juga Ariana.
Untuk urusan visual, to be honest, film WICKED (2024) ini jauh lebih memukau dan juga realistis dibandingkan film OZ THE GREAT AND POWERFUL (2013) nya Disney. Jon M. Chu tidak terlalu mabok visual efek di semua bagian. Beberapa scene terlihat menggunakan set lokasi sungguhan. Penggunaan visual efek juga sangat smooth. Scoring musik dan lagu-lagu yang dinyanyikan dalam film ini juga easy listening, sangat modern dan punya pesan powerful bagi pendengarnya. Overall, film WICKED (2024) memang layak masuk jajaran film Hollywood terbaik di tahun 2024 lalu. Makin tidak sabar untuk menunggu PART TWO nya November tahun ini!
 
 
[9/10Bintang]

Friday, 21 July 2023

[Review] Barbie The Movie: Serunya Petualangan Barbie & Ken Ke Dunia Nyata!



#Descriptions:
Title: Barbie (2023)
Casts: Margot Robbie, Ryan Gosling, America Ferrera, Rhea Perlman, Will Ferrell, Kate McKinnon, Issa Rae, Hari Nef, Alexandra Shipp, Emma Mackey, Sharon Rooney, Dua Lipa, Nicola Coughlan, Ana Cruz, Ritu Arya, Kingsley Ben-Andir, Simu Liu, Scott Evans, Ncuti Gatwa, John Cena, Michael Sera, Ariana Greenblatt, Jamie Demetriou, Connor Swindells, Hellen Mirren, Emerald Fennell, Ann Roth, Marisa Abela
Director: Greta Gerwig
Studio: Warner Bros Pictures, Heyday Films, LuckyChap Entertainment, NBGG Pictures, Mattel Films


#Synopsis:
Barbie (Margot Robbie) hidup sempurna dan bahagia di Barbie Land bersama dengan para Barbie lainnya. Setiap harinya, mereka menghabiskan waktu dengan banyak melakukan kegiatan positif seperti bekerja sebagai presiden, pengacara, dokter, jurnalis, astronot hingga politisi. Di Barbie Land, para Barbie ini mempunyai rasa percaya diri, mandiri dan sukses.



Selain para Barbie, di Barbie Land terdapat juga Ken (Ryan Gosling) yang ditakdirkan menjadi pasangan bagi Barbie. Setiap harinya, Ken selalu berusaha menjadi pasangan terbaik bagi Barbie. Harapan Ken hanya satu, yaitu bisa hidup bahagia dan menjalin hubungan yang semakin dekat dengan Barbie. Namun sayang, Barbie selalu menolak keinginan Ken dan lebih memilih untuk hidup mandiri dan juga menjaga solidaritas antar sesama Barbie di Barbie Land.
Setiap malam, para Barbie selalu mengadakan pesta dansa yang sangat meriah. Para Barbie dan juga para Ken berkumpul menari dan bernyanyi bersama. Ditengah euforia kemeriahan pesta, tiba-tiba terlintas di pikiran Barbie tentang kematian. Hal tersebut membuat para Barbie dan Ken lain terkejut. Mereka meminta Barbie untuk tak lagi memikirkan hal-hal aneh dan melanjutkan pesta sampai larut malam.


Keesokan harinya, Barbie menyadari ada yang tak beres dengan dirinya. Semua rutinitas yang sering dilakukan tiba-tiba berubah. Ketika bangun dari tidur, Barbie jadi tidak semangat. Nafasnya bau, air shower dingin, roti gosong, susu kedaluwarsa, kulitnya muncul selulit dan yang paling anehnya lagi, telapak kaki Barbie menyentuh tanah. Semua keanehan yang dirasakan Barbie itu membuat para Barbie lain terkejut. Mereka yakin jika Barbie mengalami malfungsi dan harus segera diperbaiki sebelum semuanya terlambat. Dr. Barbie (Hari Nef) dan para Barbie lainnya menyarankan Barbie untuk segera menemui Weird Barbie (Kate McKinnon) yang pernah mengalami hal serupa.


Tak ingin bernasib tragis, Barbie kemudian menemui Weird Barbie untuk meminta bantuan. Setibanya disana, Weird Barbie kemudian menjelaskan jika malfungsi yang dialami oleh Barbie itu bisa terjadi karena adanya keterikatan emosional antara pemilik boneka Barbie di dunia nyata dengan Barbie yang ada di Barbie Land. Satu-satunya cara untuk memperbaiki malfungsi tersebut, Barbie harus pergi dunia nyata dan menemui pemiliknya.
Demi memperbaiki malfungsi, Barbie pun bersedia pergi ke dunia nyata dan mencari pemilik boneka dirinya. Barbie sangat berharap semua rencananya bisa berhasil agar ia bisa kembali hidup sempurna di Barbie Land. Disaat Barbie sedang mengendarai mobil menuju dunia nyata, Ken muncul dan memaksa untuk ikut Barbie ke dunia nyata. Karena tak punya pilihan, Barbie pun mengizinkan Ken menemaninya. Dalam perjalanan menuju dunia nyata untuk yang pertama kalinya, Barbie dan juga Ken berharap semua rencana mereka berjalan dengan lancar. Barbie juga sangat yakin jika kemunculannya di dunia nyata akan mendapat sambutan hangat karena diidolakan oleh para perempuan.



Setibanya di dunia nyata, Barbie dan Ken mendarat di pinggiran pantai di Los Angeles. Semua mata tertuju pada mereka berdua. Beberapa diantaranya bahkan terlihat memberikan tatapan kurang nyaman kepada Barbie dan juga Ken. Barbie yang merasa risih kemudian tak sengaja menampar salah satu pria yang sengaja menggodanya. Karena kostum mereka terlalu mencolok, Barbie dan Ken kemudian mengganti pakaian mereka di sebuah toko dan tidak membayarnya. Semua kejadian itu membuat Barbie dan Ken menjalani hukuman di kantor polisi.


Setelah itu, Barbie dan Ken melanjutkan misi mereka untuk mencari pemilik boneka Barbie di dunia nyata. Keduanya berpencar agar proses pencarian tidak terlalu lama. Setelah merenung beberapa saat, Barbie menemukan pengelihatan tentang siapa pemilik boneka Barbie dirinya. Sementara itu, Ken yang mengeksplor dunia nyata dibuat terkejut saat mengetahui ternyata pria bisa juga menjadi penguasa. Hal tersebut membuat Ken sangat tertarik untuk mempelajari tentang patriarki pria yang sudah terjadi di dunia nyata. Disaat Barbie menemui pemilik boneka Barbie yang bernama Sasha (Ariana Greenbaltt), ternyata respon yang diberikan tak sesuai dengan harapan. Barbie terkejut hingga menangis saat Sasha mengatakan jika boneka Barbie di dunia nyata tidak lagi diinginkan oleh banyak perempuan. Sementara itu, Ken semakin antusias untuk mencari informasi tentang pengaruh besar pria di dunia nyata, ia mengambil banyak buku dari perpustakaan dan memutuskan pulang duluan ke Barbie Land untuk menceritakan apa yang ia alami di dunia nyata kepada para Ken dan juga Barbie.



Permasalahan baru muncul disaat Mattel, perusahaan yang memproduksi boneka Barbie mengetahui tentang kaburnya Barbie dan Ken dari Barbie Land ke dunia nyata. CEO Mattel (Will Ferrell) kemudian memerintahkan semua karyawan Mattel untuk segera menangkap Barbie sebelum keadaan semakin kacau. Barbie yang merasa sedih karena sudah dianggap remeh itu akhirnya bertemu dengan pemilik bonekanya yaitu Gloria (America Ferrera) yang tak lain adalah ibu dari Sasha. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Rombongan Mattel berusaha menangkap Barbie untuk segera direset ulang dan dikirim kembali ke Barbie Land. Gloria pun meminta maaf pada Barbie karena sudah membuatnya tidak sesempurna seperti dulu. Namun Barbie tidak sepenuhnya menyalahkan Gloria maupun Sasha. Ia jadi tersadar dan akhirnya bisa merasakan sebuah perasaan sebagai seorang manusia. Barbie pun berinisiatif mengajak Gloria dan Sasha mengunjungi Barbie Land untuk membantunya menyelesaikan permasalahan yang ada disana.


Disisi lain, Ken yang sudah lebih dulu tiba di Barbie Land ternyata sudah menceritakan tentang patriarki pria yang ia alami saat sedang berada di dunia nyata. Tak membutuhkan waktu lama, Ken berhasil menerapkan konsep patriarki dan kekuasaan pria di Barbie Land. Para Barbie pun setuju dengan keputusan tersebut dan merasakan ada perubahan yang selama ini tak pernah mereka rasakan. Melihat perubahan drastis di Barbie Land membuat Barbie sangat sedih dan merasa gagal untuk mengembalikan Barbie Land seperti sedia kala. Semua teman-temannya juga kini sudah berada di sisi para Ken.
Gloria, Sasha, Weird Barbie, Allan (Michael Cera) dan beberapa Barbie Discontinued lainnya kemudian berusaha membangkitkan semangat dan motivasi pada Barbie agar tidak menyerah untuk mengembalikan Barbie Land seperti sedia kala. Akankah kehidupan sempurna bisa kembali lagi kepada Barbie?


#Review:
Siapa yang tidak mengenal dengan boneka Barbie. Sejak pertama kali diluncurkan oleh Mattel pada tahun 1959, boneka Barbie sukses menjadi salah satu mainan terpopuler untuk anak perempuan di seluruh dunia. Mulai tahun 1980an, ekspansi besar-besaran dilakukan oleh Mattel dengan menghadirkan Barbie dalam bentuk Multimedia Video Games, film dan serial kartun. Popularitas Barbie semakin meroket dan masih eksis sampai saat ini. Satu hal yang menarik, meskipun boneka Barbie sudah diproduksi sejak 64 yang lalu, namun belum pernah hadir dalam bentuk film Live Action. Mayoritas Media Franchise Barbie selama ini hanya ada di film dan serial kartun saja.


Tahun 2009 sempat berhembus kabar jika Universal Pictures dan Sony Pictures sedang mempersiapkan film Live Action Barbie. Namun sampai akhir Maret 2018, project tersebut tidak menemukan titik terang karena mengalami bongkar pasang penulis skenario dan juga sutradara. Dua nama aktris Hollywood yang sempat diincar oleh Universal dan Sony untuk memerankan karakter Barbie yaitu Amy Schumer dan Anne Hathaway pun tidak menjadi kenyataan. Berakhirnya perjanjian dengan Sony Pictures, membuat Mattel mengajukan ide pembuatan Live Action Barbie ke rumah produksi Warner Bros Pictures. Hingga akhirnya pada Juli 2019, project ini berhasil mendapatkan lampu hijau untuk diproduksi dan Margot Robbie terpilih menjadi pemeran karakter Barbie.
Rabu, 19 Juli 2023 akhirnya film Live Action pertama BARBIE (2023) tayang di bioskop Indonesia. Film yang turut diproduseri oleh Margot Robbie ini disutradarai oleh Greta Gerwig, kreator dari film LADY BIRD (2017) dan LITTLE WOMEN (2019). Antusias penonton tentunya sangat besar menantikan film BARBIE (2023) ini karena selain disutradarai oleh sutradara perempuan yang selalu kritis terhadap issue-issue feminisme, Ensemble Casts yang dihadirkan juga tampak menjanjikan. Pemilihan Margot Robbie sebagai Barbie dan Ryan Gosling sebagai Ken sudah pasti makin meningkatkan rasa penasaran penonton untuk segera ditonton di bioskop.


Untuk segi cerita, Greta Gerwig dan sang suami Noah Baumbach selaku penulis naskah membawa plot cerita BARBIE (2023) tidak dalam jalur Mainstream seperti film-film Live Action kebanyakan. Jika biasanya film Live Action akan setia mengikuti salah satu cerita dari materi aslinya baik itu dari film atau serial animasi, nah film BARBIE (2023) ini malah terasa seperti studi kasus tentang issue feminisme dan patriarki lewat boneka Barbie. Yang lebih menariknya lagi, Greta Gerwig memberikan sentuhan komedi Absurd dan jokes meta-nya cukup asik meskipun tidak semua orang bakal langsung masuk terhadap maksud dari jokes-jokes tersebut. Pada paruh awal, kehidupan Barbie Land dikemas dengan riang, gembira dan penuh warna. Tapi setelah itu, eksplorasi cerita langsung berfokus menyuarakan tentang issue feminisme, kesetaraan, matriarki, patriarki hingga hubungan kurang akur antara anak dengan orang tua. Semakin menuju akhir cerita, Greta Gerwig menurutku terasa makin "cerewet" dan "berceramah" terhadap pesan yang ingin ia sampaikan. Terlepas dari hal tersebut, aku masih bisa menikmati kekonyolan varian Barbie dan Ken dalam film ini. Interaksi mereka terasa sangat fun. Moment musikalnya juga selalu membuatku tertawa. Aku sih yakin banget selama proses shooting, pasti seluruh pemain dan tim produksinya penuh dengan canda tawa.
Untuk jajaran pemain, pemilihan Margot Robbie dan Ryan Gosling adalah keputusan yang sangat tepat. Keduanya berhasil bertransformasi sebagai Barbie dan Ken versi hidup. Postur tubuh mereka berdua cocok banget. Margot Robbie sukses menghidupkan karakter Stereotip Barbie dengan segala perasaan emosionalnya. Sekilas Development Character Barbie ini mengingatkanku pada Franchise film TOY STORY. Yang membuatku pangling tentunya Ryan Gosling. Aktor yang selama ini terlihat Cool, kalem dan tidak pernah terlihat heboh, disulap oleh Greta Gerwig jadi komikal dan kocak banget! Ryan Gosling sukses dibuat gila-gilaan disini. Penampilan varian Barbie dan Ken yang lainnya juga punya keunikan masing-masing. Lucu lah pokoknyaa!


Untuk urusan teknis, design produksi dan audio visual, film BARBIE (2023) benar-benar memanjakan mata para penonton dan pastinya penggemar boneka Barbie. Tim produksi sukses membangun Barbie Land dengan sempurna! Imajinasi penonton akan rumah Barbie dengan aturan tanpa unsur elemen api dan air bisa terealisasi dengan maksimal disini. Tata busana untuk varian Barbie dan juga Ken tak kalah mencuri perhatian. Bikin iri penonton ingin merasakan Barbie Land yang diciptakan oleh Greta Gerwig ini. Selain design produksi Barbie Land yang mengagumkan, film BARBIE (2023) juga punya Album Soundtrack yang bagus! Sederet musisi populer mulai dari Dua Lipa, Nicki Minaj, Ice Spice, Billie Eilish, Sam Smith, Karol G, Ava Max hingga grup K-Pop Fifty Fifty menyanyikan lagu-lagu bertema Barbie yang Eargasm maksimal. Dance The Night on the repeat!
Overall, film BARBIE (2023) terlihat seperti film Popcorn khas film-film Summer Hollywood namun siapa sangka, dibalik pesona packaging yang colorful itu tersimpan tema cerita tentang feminisme dan patriarki yang mungkin saja bisa menuai pro kontra di kalangan penonton.


[8/10Bintang]