Thursday, 16 July 2026

[Review] The Odyssey: Mengikuti Perjalanan Pulang Raja Ithaca Yang Sangat Spektakuler!

 


#Description:
Title: The Odyssey (2026)
Casts: Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o, Zendaya, Charlize Theron, Benny Safdie, Jon Bernthal, Mia Goth, John Leguizamo, Himesh Patel, Will Yun Lee, Jimmy Gonzales, Elliot Page, Bill Irwin, Samantha Morton, Logan Marshal-Green
Director: Christopher Nolan
Studio: Universal Pictures, Syncopy


#Synopsis:
Setelah memenangkan Perang Troya berkat strategi cerdiknya, Raja Ithaca, Odysseus (Matt Damon), bersiap berlayar pulang bersama pasukannya. Namun, perjalanan melintasi Samudera berubah menjadi petualangan berbahaya. Saat singgah di sebuah pulau untuk mencari perbekalan, mereka menyusuri bukit hingga menemukan gua yang diyakini sebagai sarang kawanan domba. Di dalam gua yang gelap, mereka menemukan sisa api unggun, perkakas besi dan bungkusan keju fermentasi. Sialnya, sebelum sempat mengambil makanan tersebut, kawanan domba masuk bersama Cyclops, makhluk mitologi raksasa bermata satu.
Kepanikan memicu pasukan Odysseus untuk menyerang, tetapi raksasa itu membalas dan membantai beberapa prajurit. Karena pintu gua ditutup dengan batu raksasa, Odysseus menginstruksikan pasukannya untuk berdiam tanpa suara memanfaatkan keterbatasan penglihatan sang monster. Saat matahari mulai terbit, Cyclops menggeser batu untuk mengeluarkan ternaknya. Odysseus dan para prajurit menyelinap keluar di antara kerumunan domba. Sebelum kabur, Odysseus berhasil melempar kayu tajam ke arah mata Cyclops. Sambil mengerang kesakitan, monster itu mengejar mereka hingga ke pantai dan menghancurkan beberapa kapal. Ia menyumpahi pelayaran Odysseus seraya memohon bantuan ayahnya, Dewa Poseidon, untuk mengutuk perjalanan sang raja. Kutukan itu terbukti nyata. Gelombang tinggi dan badai dahsyat nyaris menenggelamkan mereka. Berhari-hari terlantar di laut lepas, mereka akhirnya melihat pulau beriklim salju. Saat mencari makanan, Odysseus berpapasan dengan anak berzirah perak yang mendadak berteriak lalu melarikan diri. Tak lama kemudian, kawanan prajurit raksasa Laestrygonians muncul dan mengepung mereka. Aksi kejar-kejaran berdarah pun terjadi, merenggut banyak nyawa prajurit Ithaca sebelum sisa armada berhasil meloloskan diri.
Sementara Odysseus berjuang di laut lepas, Kerajaan Ithaca berada di ambang kehancuran. Sang istri, Penelope (Anne Hathaway), harus beradu taktik menghadapi puluhan pelamar yang berambisi merebut takhta. Salah satu pemuda paling licik, Antinous (Robert Pattinson), bahkan menyusun rencana jahat untuk menguasai kerajaan. Di sisi lain, sang putra, Telemachus (Tom Holland), tumbuh dalam bayang-bayang ketidakpastian. Yakin ayahnya masih hidup meski telah berpisah belasan tahun, Telemachus berguru pada veteran perang Menelaus (Jon Bernthal) dan Eumaeus (John Leguizamo). Berbekal petunjuk dari Menelaus, ia nekat berlayar secara sembunyi-sembunyi untuk mencari Odysseus. Mendengar kabar tersebut, Antinous bekerja sama dengan Melanthius (Logan Marshall-Green) untuk menghadang dan membunuh Telemachus di tengah laut.
Di sisi lain, sisa armada Odysseus harus menembus pusaran air raksasa dan serangan monster Scylla yang bersembunyi di balik tebing karang. Kejadian tersebut menyisakan satu kapal dan segelintir prajurit. Mereka kemudian melintasi perairan keramat tempat bersemayamnya para Sirens, makhluk gaib bersuara merdu yang sanggup membunuh siapa pun yang mendengar nyanyiannya. Atas perintah Odysseus, para prajurit menyumbat telinga mereka dengan lilin hingga selamat menembus wilayah tersebut.
Setelah berhasil melintasi perairan penuh nyanyian maut dari para Sirens, Odysseus dan prajurit yang tersisa akhirnya melihat sebuah pulau dengan kepulan asap yang menjulang dari cerobong sebuah rumah. Didorong rasa lapar dan lelah, kapal pun merapat. Beberapa prajurit diutus untuk mendekati rumah tersebut. Di sana, mereka disambut hangat oleh seorang wanita bernama Cerci (Samantha Morton) yang menjamu mereka dengan hidangan yang sangat lezat. Tanpa rasa curiga, para prajurit melahap jamuan itu, perlahan-lahan terlena oleh kehangatan tempat tersebut. Di kapal, Odysseus dilanda kecemasan karena pasukannya tak kunjung kembali. Dengan perasaan tak enak, ia memutuskan untuk menyusul ke atas. Tiba di depan rumah, Odysseus terkejut saat menemukan tumpukan baju zirah dan senjata prajuritnya berserakan di luar rumah. Dalam percakapannya yang penuh teka-teki dengan Cerci yang bersikap dingin, Odysseus perlahan-lahan menyadari adanya hal aneh yang terjadi di sana.
Setelah meninggalkan rumah Cerci. Odysseus dan pasukannya kembali melanjutkan perjalanan. Mereka terjebak di sebuah pulau bernama Helios yang memunculkan kembali ketakutan terbesar serta arwah rekan-rekan yang telah gugur. Setelah berhasil keluar dari pulau kematian itu, badai malam hari kembali menghantam dan menghancurkan kapal terakhir mereka.



Odysseus yang terombang-ambing akhirnya terdampar di pantai berpasir putih dan ditemukan oleh perempuan misterius bernama Calypso (Charlize Theron). Calypso merawat luka-lukanya menggunakan ramuan bunga Lotus. Sayangnya, efek samping bunga tersebut membuat Odysseus hilang ingatan. Sambil terus berada di sisi Odysseus, Calypso perlahan membantunya megingat kembali semua kejadian di masa lalu termasuk asal-usulnya. Pada saat yang sama, sosok gaib berbaju putih yaitu Athena (Zendaya) senantiasa membayangi langkah sang raja. Bagaimanakah nasib Odysseus? Mampukah ia mengingat jati dirinya dan kembali menyelamatkan Kerajaan Ithaca?


#Review:
Christopher Nolan kembali membuktikan kelasnya sebagai sutradara paling visioner di Hollywood melalui adaptasi megah cerita klasik asal Yunani yaitu THE ODYSSEY (2026). Mengambil fondasi karya klasik Homer, Nolan menyulap kisah perjalanan pulang King Odysseus yang legendaris menjadi sebuah film dengan cinematic experience yang intens, kelam dan juga puitis. Di film terbarunya ini, Nolan tidak sekadar menjual aksi kolosal melawan makhluk mitologi, ia juga berhasil menampilkan signature khasnya yaitu eksplorasi psikologis dari para karakternya, struktur narasi berlapis, serta audio visual sangat premium yang membuat drama mitologi klasik ini terasa sangat memukau dan begitu nyata.


Untuk segi cerita, sang sutradara yang secara cerdik membagi dua fokus utama yang saling berhubungan yaitu menampilkan struggle pelayaran Odysseus di laut lepas dan krisis politik yang makin memuncak di Kerajaan Ithaca. Pola cerita yang dihadirkan pun sengaja dibuat non-linear khas film-film Nolan, namun eksekusinya masih sangat mudah dipahami, tidak seberat film INCEPTION (2010), INTERSTELLAR (2014), TENET (2020) maupun OPPENHEIMER (2023) hahaha. Treatment ini menurutku berhasil menjaga ritme film tetap kencang meski durasinya nyaris menyentuh tiga jam. Penonton dibuat tidak hanya melihat beratnya journey Odysseus beserta prajuritnya yang harus menghadapi banyak hal dalam perjalanan pulang, tetapi juga cemas menantikan apakah ia bisa tiba tepat waktu sebelum kerajaan Ithaca direbut oleh para pelamar yang licik. Teknik non-linear ini juga berhasil menciptakan ketegangan yang konsisten, di mana setiap kepingan masa lalu memberi makna emosional langsung pada keputusan yang diambil Odysseus. Signature Nolan kembali dihadirkan pada pendalaman cerita dari karakter Odysseus selaku tokoh sentral dalam film ini. Nolan berhasil menyajikan sisi penyesalan dan manusiawi dari seorang Odysseus yang secara tersirat memang dirinya juga punya rasa penyesalan atas ide patung kuda muslihat itu dan berdampak besar terhadap banyak hal.


Untuk jajaran pemain, penampilan Matt Damon memberikan performa yang sangat emosional sekaligus berani sebagai Odysseus. Matt Damon tidak hanya tampil sebagai raja sekaligus ahli strategi perang yang perkasa, melainkan ia juga sebagai veteran perang jiwanya perlahan retak oleh trauma, kesombongan, dan rasa bersalah atas gugurnya prajurit-prajuritnya. Perubahan fisik yang ia lakukan secara alami tanpa bantuan efek CGI sukses membuatku terpana sekaligus pangling. Sementara itu, Anne Hathaway menghadirkan kepemimpinan yang anggun dan berwibawa di kerajaan Ithaca sebagai Penelope. Kesetiannya yang menunggu cinta sejatinya pulang tersampaikan dengan baik dan penuh emosional. Saat ia beradu peran secara intens dengan Robert Pattinson yang tampil dingin dan manipulatif sebagai Antinous pun, pride dan wibawanya masih terjaga dengan sangat baik. Tom Holland memberikan salah satu performa akting terbaik dalam kariernya lewat perannya sebagai Telemachus. Image nya sebagai Peter Parker serta pemuda modern yang ceria benar-benar hilang dalam film ini. Holland menampilkan sosok putra raja yang tumbuh dalam trauma, keraguan, dan beban ekspektasi yang teramat berat. Pada paruh awal film, Holland sangat apik menggambarkan kebingungan dan kecanggangan seorang pemuda yang dibesarkan tanpa sosok ayah, dikelilingi oleh musuh-musuh politik yang siap menelannya hidup-hidup. Raut wajah dan bahasa tubuhnya memancarkan kerentanan yang membuat penonton dengan mudah bersimpati pada karakter Telemachus. Robert Pattinson tampil sangat memukau sebagai Antinous, pemimpin para pelamar yang berambisi menguasai takhta kerajaan Ithaca. Pattinson memilih pendekatan yang sangat menarik ia membawakan Antinous dengan gaya yang dingin, tenang dan intimidatif. Ia berhasil menjadikan Antinous sosok politikus licik yang tahu persis cara memanfaatkan kelemahan lawan demi mencapai tujuannya.
Untuk urusan visual, Christopher Nolan berhasil membawa film THE ODYSSEY (2026) menjadi film bioskop pertama dan satu-satunya dalam sejarah yang syutingnya 100% menggunakan IMAX 70mm Camera. Ditambah lagi beliau meminimalisasi penggunaan efek CGI dan mengandalkan practical effect sehingga memberikan dampak yang luar biasa saat menontonnya di layar bioskop. Setiap adegan mulai dari yang bombastis seperti adegan dahsyat badai di tengah laut hingga adegan sederhana yang menampilkan keindahan alam Yunani tampil sangat outstanding. Desain tata suara yang menggelegar dan scoring musik atmosferik garapan Ludwig Goransson kian menegaskan kengerian laut lepas dan teror makhluk mitologi yang terus membayangi sepanjang pelayaran.
Overall, film THE ODYSSEY (2026) adalah sebuah pencapaian sinematik yang monumental untuk kesekian kalinya dari Christopher Nolan. Film ini berhasil menjembatani keagungan mitologi kuno dengan sensibilitas sinema modern tanpa kehilangan jiwa kemanusiaan di dalamnya. Beyond, Ultra and Pro Max Cinematic Experience! Borong piala Oscars lagi inimah!


[10/10Bintang]

0 comments:

Post a Comment