Thursday, 1 January 2026

[Kaleidoskop] 13 Film Indonesia Paling Berkesan Di Tahun 2025


Tahun 2025 kembali menjadi salah satu tahun bersejarah untuk perfilman Indonesia. Untuk pertama kalinya, dua film Indonesia berhasil mencetak lebih dari 10 juta penonton selama penayangan di bioskop. Dua rekor tersebut dipecahkan oleh film animasi JUMBO (2025) produksi Visinema Studios dan film komedi AGAK LAEN: MENYALA PANTIKU (2025) produksi Imajinari Pictures. Berdasarkan data dari Cinepoint, per tanggal  31 Desember 2025 terdapat 4 judul film bioskop yang sukses mencetak lebih dari 10 juta penonton selama penayangan di bioskop sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Keempat film tersebut yaitu:

- Avengers Endgame dengan 10.976.338 penonton
- Jumbo dengan 10.233.002 penonton
- KKN Di Desa Penari dengan 10.061.033 penonton
- Agak Laen: Menyala Pantiku dengan 10.010.635 penonton* (Jumlah penonton dipastikan terus bertambah karena masih tayang di bioskop)

Tahun demi tahun, jumlah penonton film Indonesia di bioskop mengalami peningkatan. Hal ini membuktikan jika perfilman Indonesia semakin bangkit dan berhasil menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Movimie Enthusiast yang kini rebrading jadi Kinay Spoiler Alert Corner merilis Kaleidoskop 13 Film Indonesia Paling Berkesan Di Tahun 2025 periode mulai 1 Januari - 31 Desember 2025:

13 Film Indonesia Paling Berkesan Di Tahun 2025
- 1 Kakak 7 Ponakan
- Qodrat 2
- Jumbo
- Pengepungan Di Bukit Duri
- Gowok: Kamasutra Jawa
- Sore Istri Dari Masa Depan
- Sihir Pelakor
- Tinggal Meninggal
- Rangga & Cinta
- Tukar Takdir
- Pangku
- Abadi Nan Jaya
- Agak Laen 2: Menyala Pantiku

Honorable Mention Film Indonesia Berkesan Lainnya
- Norma: Antara Mertua & Menantu
- Komang
- Dendam Malam Kelam
- Panggil Aku Ayah
- Legenda Kelam Malin Kundang
- Dia Bukan Ibu
- The Most Beautiful In The World
- Air Mata Di Ujung Sajadah 2
- Sampai Titik Terakhirmu
- Lupa Daratan

Film Drama Indonesia Paling Berkesan
- 1 Kakak 7 Ponakan
- Norma: Antara Mertua & Menantu
- Komang
- Air Mata Di Ujung Sajadah 2
- Sore Istri Dari Masa Depan
- Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah
- Keadilan: The Verdict
- Sampai Titik Terakhirmu
- Pangku
- Timur

Film Komedi Drama Indonesia Paling Berkesan
- Tinggal Meninggal
- Si Paling Aktor
- Agak Laen: Menyala Pantiku
- GJLS The Movie
- Kang Solah From Kang Mak
- Mertua Ngeri Kali
- Modual Nekat

Film Horror Indonesia Paling Berkesan
- Singsot
- Kitab Sijjin & Illiyin
- Sihir Pelakor
- Sukma
- Maryam Janji & Jiwa Yang Terikat
- Rest Area
- Qorin 2
- Janur Ireng

Serial Paling Berkesan
- Adolescence (Netflix)
- Pluribus (Apple TV)
- Heated Rivalry (HBO Max)
- The Pitt (HBO Max)
- Bad Guys (Vidio)
- Ratu-Ratu Queens (Netflix)
- Pertaruhan The Series 3 (Vidio)

Film Indonesia Paling Mengecewakan & Tidak Sesuai Ekspektasi
- Perang Kota
- Jalan Pulang
- Setan Botak Di Jembatan Ancol
- Mangku Pocong
- Gundik
- Senyum Manies Love Story
- Rego Nyowo
- Merah Putih One For All
- Jembatan Shiratal Mustaqim
- Kuncen
- Nia
- Dusun Mayit

Film Internasional Paling Berkesan
- It Was Just An Accident
- Zootopia 2
- Kpop Demon Hunters
- Eternity
- Weapons
- Sinners
- The Voice of Hind Rajab
- Knives Out 3: Wake Up Dead Man
- Avatar 3: Fire And Ash
- Tron Ares
- The Conjuring: Last Rites
- Now You See Me 3: Now You Don't
- One Battle After Another

Sutradara Paling Berkesan
- Kristo Immanuel - Tinggal Meninggal
- Reza Rahadian - Pangku
- Ryan Adriandhy - Jumbo
- Muhadkly Acho - Agak Laen: Menyala Pantiku
- Yandy Laurens - Sore Istri Dari Masa Depan
- Ernest Prakasa - Lupa Daratan
- Randolph Zaini - Dia Bukan Ibu
- Bobby Prasetyo - Sihir Pelakor
- Joko Anwar - Pengepungan Di Bukit Duri
- Kimo Stamboel - Abadi Nan Jaya

Skenario Paling Berkesan
- Tinggal Meninggal
- Pangku
- Jumbo
- Sore Istri Dari Masa Depan
- Qodrat 2
- Gowok: Kamasutra Jawa

Aktor Utama Paling Berkesan
- Omara Esteghalal - Tinggal Meninggal
- Morgan Oey - Pengepungan Di Bukit Duri
- Dion Wiyoko - Sore Istri Dari Masa Depan
- El Putra Sarira - Rangga & Cinta
- Rio Dewanto - Legenda Kelam Malin Kundang

Aktris Utama Paling Berkesan
- Acha Septriasa - Qodrat 2
- Sheila Dara Aisha - Sore Istri Dari Masa Depan
- Leya Princy - Rangga & Cinta
- Claresta Taufan - Pangku
- Mawar Eva - Sampai Titik Terakhirmu

Aktor Pendukung Paling Berkesan
- Omara Esteghlal - Pengepungan Di Bukit Duri
- Agus Kuncoro - Lupa Daratan
- Donny Damara - Abadi Nan Jaya
- Devano Danendra - Gowok: Kamasutra Jawa
- Boris Bokir - Panggil Aku Ayah

Aktris Pendukung Paling Berkesan
- Christine Hakim - Pangku
- Vonny Anggraini - Legenda Kelam Malin Kundang
- Asmara Abigail - Sihir Pelakor
- Marsha Timothy - Tukar Takdir
- Artika Sari Devi - Dia Bukan Ibu

Chemistry Paling Berkesan
- Morgan Oey dan Omara Esteghlal - Pengepungan Di Bukit Duri
- El Putra Sarira dan Leya Princy - Rangga & Cinta
- Dion Wiyoko dan Sheila Dara Aisha - Sore Istri Dari Masa Depan
- Chicco Kurniawan dan Amanda Rawles - 1 Kakak 7 Ponakan
- Fedi Nuril dan Claresta Taufan - Pangku
- Arbani Yasiz dan Mawar Eva - Sampai Titik Terakhirmu
- Vino G. Bastian dan Agus Kuncoro - Lupa Daratan

Soundtrack & Lagu Tema Film Paling Berkesan
- Prince Poetiray & Quinn Salman - Selalu Ada Di Nadimu (OST. Jumbo)
- Mawar Eva - Tinggal (OST. Tinggal Meninggal)
- El Saputra & Leya Princy - Suara Hati Seorang Kekasih (OST. Rangga & Cinta)
- Barasuara - Terbuang Dalam Waktu (OST. Sore Istri Dari Masa Depan)
- Nadhif Basalamah - Bergema Sampai Selamanya (OST. Sampai Titik Terakhirmu)
- Iwan Fals - Ibu (OST. Pangku)

Poster Film Indonesia Paling Berkesan
- Sore Istri Dari Masa Depan
- 1 Kakak 7 Ponakan
- Tinggal Meninggal
- Agak Laen 2: Menyala Pantiku
- Pangku
- Pernikahan Arwah
- Almarhum
- Rangga & Cinta
- Dia Bukan Ibu
- Qorin 2

Wednesday, 31 December 2025

[Review] Janur Ireng: Asal-Usul Terror Santet Janur Ireng Dan Sewu Dino Mulai Terungkap!




#Description:
Title: Janur Ireng (2025)
Casts: Nyimas Ratu Rafa, Marthino Lio, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Masayu Anastasia, Karina Suwandi, Faradina Mufti, Givina Lukita, Gisellma Firmansyah, Vincent Sanjaya, Epy Kusnandar, Aqi Singgih, Pritt Timothy, Dayinta Melira, Karina Ranau, Agra Piliang, Putri Permata, Pipien Putri
Director: Kimo Stamboel
Studio: MD Pictures


#Synopsis:
Sabdo Kuncoro (Marthino Lio) dan adiknya, Intan Kuncoro (Nyimas Ratu Rafa) hidup berdua di rumah peninggalan mendiang ayah mereka yaitu Kondoto Kuncoro. Karena keterbatasan ekonomi, Intan terpaksa menunda sekolah SMA nya demi mencari uang bersama Sabdo. Meskipun putus sekolah, teman semasa SMP Intan yaitu Erna (Givina Lukita) sering menyempatkan datang ke rumahnya untuk bermain sekaligus bertemu Sabdo, karena Intan diam-diam menyukainya.
Suatu hari saat tengah malam, Sabdo terbangun dari tidurnya dan melihat seekor kambing hitam berjalan di dapur. Saat mendekatinya, rumah Sabdo dilempar kepala kambing hitam tadi yang berlumuran darah. Saat mencari pelaku ke luar rumah, ia tak menemukan siapapun. Tak lama setelah itu, rumah Sabdo kebakaran hebat tak menyisakan apapun. Ditengah kebingunan karena tak punya lagi tempat tinggal, mereka kedatangan kakak kandung dari sang ayah yaitu Arjo Kuncoro (Tora Sudiro). Arjo pun memberikan tawaran tempat tinggal bersama pada Sabdo dan Intan di kediamannya agar keluarga Kuncoro kembali berkumpul setelah sekian lama. Karena sudah tidak punya apa-apa lagi, Sabdo dan Intan pun menerima tawaran tersebut.
Dalam perjalanan, Arjo meminta asistennya Sugik (Rio Dewanto) untuk mengurus semua keperluan keponakannya itu. Setibanya di sana, Sabdo dan Intan terkesima melihat rumah Arjo yang sangat besar. Mereka pun merasa heran, karena selama mendiang sang ayah sakit, merasa tidak pernah mendapat bantuan dari keluarganya sendiri, termasuk keluarga Arjo. Di sana, mereka bertemu dengan istri dari Arjo atau Bulek mereka yaitu Lasmini (Masayu Anastasia). Sugik, Lina (Putri Permata) dan para asisten keluarga Arjo siap melayani semua kebutuhan anggota baru keluarga Arjo tersebut. Tak hanya itu saja, Lasmini juga membantu Intan agar bisa melanjutkan lagi sekolahnya. Sabdo dan Intan pun sangat berterima kasih pada keluarga Paklek dan Bulek mereka.
Waktu terus berlalu. Selama tinggal di sana, Sabdo dan Intan sering merasakan kejadian-kejadian aneh. Intan tak bisa tidur nyenyak sendirian karena melihat bayangan hitam yang mengawasinya di kamar. Sabdo pun semakin sering melihat seekor kambing hitam berjalan di sekitaran rumah. Hingga suatu malam, Sabdo dibangunkan oleh Arjo untuk mengikuti ritual Canguk Songo dengan meminta Sabdo menyembelih kambing berwarna hitam yang sudah dipersiapkan. Arjo pun menjelaskan ritual tersebut harus dilakukan oleh pria keturunan keluarga Kuncoro karena sudah tradisi turun temurun. Setelah berhasil menyembelih kambing tersebut, Sabdo meminum segelas darah yang mengalir keluar lalu telapak tangannya dilukai oleh Arjo dan kemudian ditempelkan pada kambing tersebut. Seketika Sabdo histeris ketakutan lalu jatuh pingsan.
Keesokan harinya, Sabdo diajak Arjo untuk bertemu dengan rekannya yaitu Menur Arya (Barra Swetajaloe) yang mengelola sekaligus pemilik hutan pohon sawit terbesar di Jawa Timur. Arjo kembali menawarkan kerjasama perihal hutan tersebut, namun Menur menolaknya dengan alasan sudah mendapat perintah dari Trah Pitu yaitu Karsa Atmojo (Karina Suwandi), Pastika Gayatri (Faradina Mufti), Lingga Cidro (Aqi Singgih) dan Anggodo Prayogo (Epy Kusnandar) untuk tidak memberikan wewenang pada Arjo. Rasa kecewa tentu dirasakan oleh Arjo yang merasa dikhianati oleh mereka, meskipun Arjo Kuncoro juga masuk salah satu anggota dari Trah Pitu tersebut.
Di sisi lain, kondisi kesehatan Lasmini terus menurun. Ia sering mimisan dan hampir pingsan. Hingga suatu malam, Intan yang tak bisa tidur, menemukan sebuah pintu yang terbuka menuju ruangan bawah tanah. Di dalam sana, ia terkejut melihat Lasmini yang dalam keadaan setengah telanjang sedang disakiti oleh sosok gaib berwujud manusia berkepala kambing berwarna hitam. Intan kemudian berlari dan pergi dari sana. Keesokan harinya, Arjo mengabarkan jika Lasmini meninggal karena kondisi kesehatannya semakin memburuk. Arjo pun harus segera mewariskan calon Ranum selanjutnya pengganti Lasmini agar keturunan dan keluarga besar Kuncoro tetap dilindungi oleh entitas gaib bernama Bokolono (Vincent Sanjaya).
Sementara itu, Intan meyakini jika kematian Bulek nya itu gara-gara kejadian yang ia lihat di ruang bawah tanah. Hal serupa turut dirasakan oleh Sabdo yang semakin sering melihat bayangan gaib berwujud manusia berkepala kambing berkeliaran di rumah Arjo. Situasi jadi semakin tak terkendali setelah Intan mengalami kerasukan dan menyerang orang-orang yang ada di rumah. Sugik pun tak tinggal diam. Ia terpaksa membawa Sabdo untuk menemui Karsa Atmojo. Di sana, Sabdo akhirnya mengetahui jika Karsa sengaja mengirimkan santet pada keluarga Kuncoro demi menghentikan ritual sesat yang sudah mereka jalani secara turun temurun. Ritual yang dilakukan keluarga Kuncoro yaitu menumbalkan keturunan perempuan mereka pada entitas gaib Bokolono. Setelah Lasmini meninggal, otomatis Ranum selanjutnya adalah Intan. Karsa pun meminta pada Sugik dan Sabdo untuk membantunya mengirimkan santet terakhir yang sangat berbahaya dan hanya bisa dilakukan satu sekali seumur hidup yaitu santet Janur Ireng pada keluarga Arjo. Anggota Trah Pitu lain pun sudah sepakat dengan keputusan tersebut, karena selama ini mereka sudah sangat membenci tradisi turun temurun yang dilakukan keluarga Kuncoro.
Setelah mendapat fakta mengerikan tersebut, Sugik dan Sabdo kembali ke rumah untuk menyelamatkan Intan dan para asisten rumah tangga di sana sebelum semuanya terlambat. Sampai di rumah, rupanya Arjo sudah mempersiapkan pesta pernikahan sekaligus menumbalkan Intan sebagai Ranum baru pada entitas gaib Bokolono. Sabdo yang ditangkap dan diikat berusaha menyelamatkan adiknya, akhirnya berhasil menciptakan santet Janur Ireng setelah dibantu oleh Sugik. Pesta pernikahan Arjo pun berubah menjadi pesta penuh darah. Satu persatu tamu undangan yang merupakan keluarga besar Kuncoro pun tewas dengan cara yang mengenaskan.
Setelah berhasil menggagalkan acara tersebut, Sabdo langsung menyelamatkan Intan keluar dari rumah Arjo. Namun sayang, kondisi Intan tiba-tiba melemah dan badannya perlahan mulai menghitam. Sabdo pun berusaha sekuat tenaga untuk membawa Intan ke rumah sakit. Di saat yang bersamaan, Sabdo kembali bertemu dengan Karsa dan Sugik yang memberitahu jika santet Janur Ireng tersebut akan mengenai semua keturunan keluarga Kuncoro termasuk Intan. Karena tak ingin ada yang tersisa satupun dari keluarga Kuncoro, Karsa pun menusuk Sabdo dan pergi meninggalkan mereka berdua.

Credit Scene:
Sabdo terbangun dan terkejut jika ia masih hidup. Luka di perutnya sudah diperban. Ia diselamatkan oleh Pastika Gayatri yang menganggap jika Sabdo bersih dan tidak seperti anggota keluarga Kuncoro yang lain. Gayatri pun berjanji akan membantu Sabdo untuk membalaskan dendam kematian adiknya dengan cara mempelajari ilmu santet Sewu Dino kepada keluarga Atmojo. Santet 1000 hari tersebut berbentuk kiriman entitas gaib bernama Sengarturih.


#Review:
Rumah produksi MD Pictures kembali hadir dengan film horror adaptasi thread viral milik SimpleMan berjudul JANUR IRENG (2025). Sesuai dengan tagline nya, film ini merupakan prekuel dari film horror SEWU DINO (2023) yang dirilis pada Lebaran 2023 lalu.


Keputusan MD Pictures untuk mengembangkan semesta horror dari SimpleMan terasa sangat tepat. Ekspansi cerita yang dihadirkan baik itu di versi thread X maupun versi film sama-sama punya daya tarik dan potensi besar. Hal tersebut bisa aku rasakan saat menonton film JANUR IRENG (2025). Hampir semua tanda tanya dan plot hole yang ditinggalkan film SEWU DINO (2023) terungkap secara memuaskan di film ini. Untuk segi cerita, ekspansi cerita bisa terlihat bagaimana Kimo Stamboel dan Khalid Kashogi mulai mengungkap tentang misteri Trah Pitu, tujuh keluarga kaya raya yang menguasai satu daerah lengkap dengan berbagai intrik serta konspirasi diantara mereka. Dibalik kekayaan yang melimpah, mereka menyimpan rasa benci satu sama lain hingga menggunakan jalur perang santet untuk mencapai tujuan masing-masing. Dari dua film yang sudah dirilis ini, konflik antara keluarga Atmojo dan Kuncoro akhirnya terselesaikan dengan baik. Konsistensi sang sutradara untuk menjaga cerita dua film yang ia garap patut diapresiasi berkat solidnya benang merah antara film SEWU DINO (2023) dan juga JANUR IRENG (2025). Hubungan kakak beradik antara Sabdo dan Intan juga eksekusinya believable, lebih dramatis dan menyentuh.


Untuk urusan horror, Kimo Stamboel menggunakan formula khas film-film horror generik yang diawali penampakan samar dan kemudian si karakter mendatangi sumber suara misterius tersebut. Jujur, adegan-adegan horror di awal film menurutku tidak terlalu menyeramkan. Adegan jump scared juga seingatku hanya satu saja saat karakter Intan mulai kesurupan. Film ini lebih menonjolkan cerita horror lewat kelakuan bejat keluarga Arjo Kuncoro yang rela melakukan hubungan sedarah demi melanggengkan kekayaan abadi. Sekilas, konflik keluarga Arjo dan musuh-musuhnya ini seperti konflik antar keluarga berantakan ala sinetron yang cukup bombastis dengan penambahan treatment mistis tanah jawa didalamnya. Meskipun demikian, penonton pasti akan menyukainya karena hal tersebut berhasil meningkatkan rasa penasaran. Signature dari sang sutradara akhirnya ditampilkan saat film memasuki babak akhir film. Adegan resepsi pernikahan berhasil divisualisasikan dengan elemen horror gore yang memukau, meskipun pace nya terasa buru-buru. Tak sedikit adegan yang menampilkan pertumpahan darah gara-gara kekuatan gaib yang menyerang mereka. Penonton pasti langsung menyadari jika adegan berdarah tersebut mengingatkan akan apa yang Kimo Stamboel lakukan di film ABADI NAN JAYA (2025) Oktober kemarin haha.
Untuk jajaran pemain, Marthino Lio memang jaminan terbaik dengan logat medhok Jawa nya yang sangat fasih. Chemistry dengan Nyimas Ratu Rafa yang sekilas mirip Zulfa Maharani pun tak mengecewakan. Penampilan mencuri perhatian justru datang dari geng Trah Pitu yang penuh misteri dan semakin tak sabar untuk menantikan cerita selanjutnya dari Trah Pitu di masa depan.
Overall, film JANUR IRENG (2025) memang terasa kurang horror dan lebih menonjolkan citra sebagai film yang bercerita, namun hal tersebut masih bisa kita tolelir mengingat masih banyak lagi cerita dari geng Trah Pitu yang belum diangkat menjadi film layar lebar. Kita tunggu perjalanan cerita selanjutnya!


[8/10Bintang]

Saturday, 27 December 2025

[Review] Heated Rivalry - First Season: Sengitnya Perjalanan Cinta Dan Rivalitas Dua Atlet Ice Hockey!




#Description:
Title: Heated Rivalry - First Season (2025)
Casts: Hudson Williams, Connor Storrie, Francois Arnaud, Robbie Graham Kuntz, Callan Porter, Ksenia Daniela, Sophie Nelisse, Christina Chang, Dylan Walsh, Kolton Stewart, Nadine Bhabha, Matt Gordon, Franco Lo Presti, Kamilia Kowal, Slavic Rogozine, Kaden Connors, Harrison Browne, Aidan Shaw
Director: Jacob Tierney
Studio: Accent Aigu Entertainment, Bell Media Inc, Crave, HBO Max


#Synopsis:
Desember 2008, pemain hoki muda dari tim Montreal Metros yaitu Shane Hollander (Hudson Williams) memutuskan menemui lawannya yaitu Ilya Rozanov (Connor Storrie) dari tim Boston Raiders sebelum pertandingan tim mereka pada International Prospect Cup. Pada pertemuan tersebut, Rozanov mengatakan jika timnya tidak mudah dikalahkan oleh siapapun. Hollander yang awalnya optimis pun terpaksa mengakui kekalahan timnya usai pertandingan tersebut dimenangkan tim Boston Raiders.
Enam bulan kemudian, Rozanov dan timnya berhasil menempati urutan pertama pada klasemen sementara Major League Hockey. Sementara itu, Hollander dan timnya berada di urutan kedua. Menjelang pertandingan selanjutnya, keduanya tak sengaja menginap di hotel yang sama. Suatu malam, Hollander tak bisa tidur. Ia kemudian pergi menuju gym hotel. Saat sedang berlatih, Hollander tak sengaja bertemu dengan Rozanov yang datang juga ke sana. Setelah selesai, mereka berbincang satu sama lain. Rozanov lalu memberikan gesture menggoda pada Hollander. Namun tak responnya tak sesuai dengan apa yang ia harapkan.


Waktu terus berlalu. Tim Montreal Metros berhasil mengalahkan Boston Raiders di Prospect Cup. Setelah selesai pertandingan, Hollander dan Rozanov tak sengaja mandi berdampingan di shower room. Rozanov kembali menggoda Hollander. Hal tersebut memicu ketertarikan diantara mereka mulai tumbuh. Saat Rozanov meminta nomor kamar hotel Hollander dan akan datang ke kamarnya. Saat Rozanov masuk ke kamar hotel, keduanya berciuman dan melakukan hubungan seksual untuk yang pertama kalinya. Sejak saat itu, mereka jadi sering bertemu secara diam-diam saat jadwal pertandingan sedang kosong. Pertemuan tersebut dihabiskan untuk saling bermesraan dan melakukan hubungan seksual yang sangat intim. Hubungan seksual pribadi antara Hollander dan Rozanov yang awalnya hanya sebatas having fun saja malah berkelanjutan seiring perjalanan karier mereka sebagai atlet Ice Hockey.
Waktu terus berjalan. Selama bertahun-tahun tanpa bertemu secara langsung karena kesibukan masing-masing, Hollander dan Rozanov masih rutin berkomunikasi melalui SMS dengan menyamarkan nama asli mereka dengan nama Jane dan Lily. Suatu ketika, saat Rozanov dan timnya berkompetisi di Rusia, hasilnya buruk dan membuat pemerintah di sana kecewa terhadap tim Boston Raiders. Gara-gara hal tersebut, Rozanov jadi jarang membalas SMS dari Hollander. Selama di Rusia, Rozanov juga harus menghadapi keluarga teman perempuannya yaitu Svetlana dan Sasha yang banyak menuntut pada Rozanov. Selain itu, Rozanov juga semakin sering dihubungi oleh ayah dan kakaknya yang selalu meminta uang padanya.
Di tahun berikutnya, Hollander dan Rozanov menghadiri acara penghargaan atlet. Setelah selesai acara, Hollander mengungkapkan rasa frustasi dan kerinduannya pada Rozanov yang selama ini terasa makin menjauh. Rozanov kemudian mengusulkan untuk bertemu dan setelah bertemu, keduanya melapas kerinduan satu sama lain melalui hubungan intim. Usai menghabiskan waktu bersama, Rozanov malah semakin menutup diri setelah Hollander bertanya tentang perjalanan Rozanov ketika pulang ke Rusia. Hal tersebut membuat Hollander snagat sedih dan kecewa karena Rozanov tak pernah terbuka terhadap dirinya.



Di sisi lain, pemain Ice Hockey lain yaitu Scott Hunter (Francois Arnaud) akhirnya berhasil mencetak kemenangan setelah sekian lama ia dan timnya, New York Admirals jarang memenangkan berbagai pertandingan regional. Saat tim dari Scott dan Hollander bertanding, terjadi perselisihan diantara mereka. Hollander tidak terima jika dirinya dibandingkan dengan Rozanov. Suatu hari, Scott berkenalan dengan seorang karyawan kedai jus buah bernama Christopher Grady (Robbie Graham Kuntz) atau Kip, usai membeli smoothie blueberry dan pisang yang rasanya enak. Sejak saat itu, Scott semakin sering berkunjung ke sana untuk memesan menu yang sama sekaligus mengobrol dengan Kip.
Waktu terus berlalu. Scott dan Kip tak sengaja kembali bertemu di acara malam penggalangan dana. Kip yang bekerja sebagai server di acara tersebut kemudian diajak oleh Scott setelah acara selesai untuk makan di kedai makanan Meksiko. Setibanya di sana, terlihat antrian panjang. Scott pun berinisiatif memesan delivery food saja dan mengajak Kip ke apartment nya. Ketika sampai di apartment, Kip terkesima dengan kediaman Scott yang sangat besar dan juga mewah. Scott lalu mengajak Kip ke kamar dan mereka pun berhubungan intim. Scott mengungkapkan rasa sukanya pada Kip saat pertama kali bertemu. Kip pun mengatakan hal yang sama jika ia terpesona saat bertemu dengan Scott. Pagi harinya, saat Kip sedang siap-siap untuk pulang karena takut mengganggu, malah diminta untuk tetap bersama Scott seharian itu. Scott pun meminta Kip untuk tinggal bersamanya.



Dua bulan berlalu, Kip lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan Scott dan tinggal di apartment nya. Teman dari Kip yaitu Elena Ryg (Nadine Bhabha) mengingatkan Kip untuk secepatnya mengambil keputusan terkait hubungannya dengan Scott yang harus segera diresmikan, karena selama dua bulan ini Scott menyembunyikan orientasi seksual dan juga hubungannya dengan Kip. Beberapa bulan kemudian, Kip berencana akan menggelar acara pesta ulang tahun kecil-kecilan di rumahnya bersama sang ayah dan teman-teman terdekat. Kip mengundang Scott untuk datang ke acara tersebut. Namun sayang, Scott justru menolak karena ia masih belum siap coming out kepada orang lain. Kip yang kecewa kemudian pergi dari apartment dan meluapkan rasa sedihnya kepada sang ayah.
Tak terasa waktu sudah berlalu. Lebih dari tujuh tahun, Hollander dan Rozanov menjalin hubungan sebatas seksual semata. Selama itu juga, karier mereka sebagai atlet Ice Hockey semakin populer dan meroket. Selama itu juga, keduanya sering menghabiskan waktu dengan mengirim pesan satu sama lain dengan nama samaran Jean dan Lily yang secara tidak sadar, menjadi perhatian dari orang-orang terdekat Hollander dan juga Rozanov, seperti sahabat mereka berdua yaitu Sletvana dan Hayden Pike (Callan Portter). Namun baik Hollander maupun Rozanov, selalu membantah jika mereka memiliki hubungan yang serius.


Suatu hari, saat tim Montreal Metros akan bertanding, Hollander sengaja mendatangi kediaman Rozanov untuk melepas rindu dan berhubungan intim sambil menginap di sana. Pagi harinya, mereka membahas tentang hubungan yang tidak memiliki kejelasan tersebut. Sementara itu, Rozanov pun sedang menghadapi permasalahan keluarganya tentang kondisi kesehatan sang ayah yang semakin buruk dan kekecewaan terhadap kakak laki-lakinya yang gagal merawat ayah mereka. Keadaan jadi serba canggung usai Hollander memutuskan untuk tak lagi bercumbu dengan Rozanov. Waktu terus berlalu. Hayden mengajak Hollander datang ke club untuk menghabiskan waktu dan bersenang-senang di sana. Hayden pun mengatakan jika di club tersebut akan kedatangan para pemain dari film yang sedang syuting di Boston. Di sana, Hollander bertemu dan berkenalan dengan aktris cantik Rose Landry (Sophie Nelisse). Sejak saat itu, hubungan mereka berdua jadi dekat hingga menjadi headline berita di acara-acara gossip.
Kabar kedekatan Hollander dengan wanita membuat Rozanov cemburu dan terpancing emosi. Saat mereka berdua tak sengaja datang ke club yang sama, Hollander dan Rozanov saling memanasi satu sama lain dengan bermesraan wanita di depan mata masing-masing. Sepulang dari club, Hollander mengajak Rose ke apartment nya. Mereka bercumbu, namun Hollander justru terbayang sosok Rozanov saat berhubungan intim dengan Rose.
Suatu malam, Rose mengajak Hollander untuk bertemu di restoran. Kecurigaan Rose pun tak meleset. Hollander akhirnya mengaku jika ia seorang Gay. Rose pun tidak mempermasalahkan hal tersebut karena beberapa mantan pacar dan lingkungannya banyak yang Gay juga. Keduanya pun sepakat untuk mengakhiri hubungan namun Rose akan tetap menjadi sahabat yang baik untuk Hollander. Setelah come out ke Rose, Hollander pun merasa sedikit lega karena tak lagi harus berpura-pura berpacaran dengan perempuan.



Sejak saat itu, Hollander memutuskan untuk mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya pada Rozanov. Hollander menginginkan hubungan yang lebih serius dan bukan sekedar partner seks semata. Namun Rozanov belum bisa membalas perasaan Hollander dengan alasan Rusia dan keluarganya tidak bisa menerima hubungan mereka berdua. Rozanov pun menangis karena ia sebenarnya juga sangat mencintai Hollander namun terhalang oleh banyak hal dan khawatir akan merusak reputasi mereka sebagai atlet Ice Hockey. Keadaan semakin pelik saat Rozanov mendapat kabar ayahnya meninggal dunia. Ia pun langsung terbang menuju Rusia. Setelah selesai pemakaman, Rozanov memutuskan hubungan keluarga dengan kakak laki-lakinya usai pertengkaran perihal kematian ayah mereka. Di tengah malam yang bersalju dan perasaannya yang hancur, Rozanov menelepon Hollander. Sambil menangis tersedu-sedu, Rozanov pun mencurahkan semua keluh kesah, beban hidup yang selama ini rasakan pada Hollander. Ia juga akhirnya mengungkapkan rasa cintanya pada Hollander.
Waktu terus berlalu. Hollander dan timnya Montreal Metros kembali bertanding melawan tim Boston Raiders yang dipimpin Rozanov untuk memperebutkan piala. Namun sayang, terjadi insiden yang menyebabkan Hollander cedera parah dan dilarikan ke rumah sakit. Ketika Rozanov menjenguknya ke rumah sakit, Hollander bersikap manja kepada Rozanov dan meminta untuk menemaninya selama proses recovery. Setelah keluar dari rumah sakit, Hollander absen mengikuti pertandingan dan tinggal bersama ayah dan ibunya.


Saat Hollander dan Rozanov berada di tempat yang berbeda sambil menyaksikan pertandingan final Ice Hockey, mereka dikejutkan dengan kemenangan tim New York Admirals berkat perjuangan Scott Hunter dan timnya. Ketika Scott menerima piala kemenangannya, ia kemudian mencari keberadaan Kip yang berada di kursi penonton dan mengajaknya turun ke arena Ice Hockey. Setelah itu, Scott mengungkapkan rasa cinta dan keberaniannya untuk come out sambil mencium Kip. Kejadian tersebut disiarkan secara langsung di televisi dan mendapat respon yang sangat besar. Hollander langsung menelepon Rozanov dan mereka berdua tak menyangka jika Scott berani come out seperti itu.
Keesokan harinya, Scott menghadiri acara resmi penghargaan atas kemenangan timnya. Di sana ia berpidato dan memberikan penjelasan tentang come out sebagai Gay. Kip dan teman-temannya yang menonton acara tersebut di televisi merasa terharu sekaligus bangga akhirnya Scott dan Kip berani untuk come out sebagai pasangan kekasih. Di sisi lain, Hollander dan Rozanov akhirnya mewujudkan impian mereka untuk menghabiskan jatah libur dari pertandingan selama dua minggu di cottage pribadi milik Hollander.


Selama berliburan di cottage, Hollander dan Rozanov melakukan hubungan intim yang bergairah setelah sekian lama tak bertemu. Selain itu, mereka juga menghabiskan waktu bersama dengan berbincang sambil membuat api unggun, memasak burger dan berenang di danau yang tepat berada di cottage mereka. Rozanov mengungkapkan bahwa dirinya sudah berkomitmen selama beberapa bulan terakhir eksklusif hanya untuk Hollander saja. Suatu malam, mereka berdua kemudian bercerita tentang keluarga masing-masing. Rozanov mengatakan masa lalu kelam perihal mendiang ibunya yang meninggal bunuh diri dan ditemukan olehnya saat berusia 12 tahun. Sejak saat itu, Rozanov tidak akur dengan ayah dan juga kakak laki-lakinya karena merasa merekalah penyebab ibunya bunuh diri. Lebih lanjut, setelah meninggalnya sang ayah dan putus hubungan dengan kakaknya, Rozanov berencana untuk menikahi Svetlana demi mendapatkan kewarganegaraan Amerika Serikat. Mendengar hal tersebut membuat Hollander tak kuasa menahan tangis dan meminta Rozanov untuk tidak melakukannya. Rozanov mengaku jika hal tersebut sulit dilakukan karena kini ia hanya peduli dan mencintai Hollander saja.


Setelah saling mencurahkan perasaan satu sama lain, Hollander mempunyai rencana besar untuk hubungan mereka kedepan. Ia ingin mendirikan yayasan untuk kesehatan mental, lalu pelatihan Ice Hockey untuk anak-anak dan remaja serta mengubah image mereka yang selama ini dikenal sebagai musuh bebuyutan dalam kompetisi Ice Hockey menjadi sahabat di hadapan publik. Hollander pun akan meminta tim lain yang ada di Kanada untuk merekrut Rozanov jadi tim mereka agar berdiri di bendera yang sama. Rozanov tak menyangka jika Hollander sudah memiliki rencana sejauh itu, ia pun terharu dan bahagia bisa merasakan kembali kasih sayang dari orang lain setelah sekian lama tak pernah mendapatkannya.
Keesokan harinya, Hollander dan Rozanov menghabiskan waktu siang hari berenang di danau. Setelah selesai, mereka berjalan menuju cottage dan berciuman. Namun siapa sangka, kemesraan mereka dipergoki ayahnya Hollander yang tiba-tiba muncul di sana lalu pergi meninggalkan cottage. Hollander panik, karena cara orangtuanya mengetahui ia Gay tidak seperti yang diharapkan. Hollander pun mau tak mau harus segera menjelaskan kepada ayah dan ibunya. Rozanov siap menemani Hollander menuju ke rumahnya. Setibanya di rumah, Hollander akhirnya secara resmi come out kepada orangtuanya. Ayah dan Ibu Hollander awalnya cukup terkejut karena selama ini Hollander dan Rozanov dikenal sebagai rival Ice Hockey yang saling membenci satu sama lain. Mereka pun tak menyangkal hal tersebut, namun sejak pertama kali bertemu pada debut pertandingan masing-masing, keduanya mengaku mulai menjalani hubungan secara kasual dan terus berlanjut hingga menumbuhkan perasaan cinta satu sama lain sampai saat ini. Hollander meminta maaf kepada sang ibu karena selama ini tidak mengatakan kejujuran perihal orientasi seksualnya. Namun ibu dan ayahnya juga meminta maaf karena telah membuat Hollander berbohong kepada mereka selama ini. Saat makan malam bersama, Rozanov untuk pertama kalinya menyebut Hollander adalah pacarnya.


#Review:
Akhir November kemarin, sosial media dikejutkan dengan rilisnya serial drama asal Kanada berjudul HEATED RIVALRY (2025). Serial yang diproduksi oleh OTT lokal di Kanada dan kemudian disiarkan secara global lewat HBO Max ini diadaptasi dari dua novel saga GAME CHANGERS karya Rachel Reid. Premisnya pun cukup promising dan cukup menyita perhatian yaitu tentang hubungan asmara dua atlet Ice Hockey yang disembunyikan selama bertahun-tahun demi menjaga reputasi mereka di depan publik.


Untuk segi cerita, serial HEATED RIVALRY (2025) musim pertama terfokus pada dua pasangan Gay yaitu Hollander-Rozanov dan Scott-Kip. Dua episode pertama, membahas awal mula perkenalan pasangan Hollander-Rozanov yang bermula sebagai rival dalam pertandingan Ice Hockey. Dinamika hubungan kasual seks mereka ditampilkan sangat intens dan penuh gairah. Penonton bisa merasakan bagaimana journey mereka berdua yang awalnya hanya sebatas having fun menyalurkan hasrat semata, namun perlahan mulai tumbuh rasa cinta dan sayang diantara mereka. Yang menjadi pembeda paling mencolok dari plot serial ini dengan serial atau film LGBT lainnya yaitu kedua karakter utamanya berpenampilan straight, tanpa harus salah satunya bersifat feminin sama sekali. Lebih lanjut, dinamika hubungan Shane Hollander dan Ilya Rozanov di sini juga digambarkan sebagai pasangan discreet atau backstreet, sehingga selama tiga episode berjalan, hubungan mereka berhasil bikin penonton gregetan dan lelah hati, karena Hollander dan Rozanov menjalani love hate relationship, yang dinamikanya selalu pasang surut karena setiap pertemuan mereka hanya memuaskan nafsu mereka masing-masing. Hal inilah yang menjadikan journey cinta mereka terasa lebih realistis dengan drama percintaan pasangan Gay dengan status discreet. Untuk menyeimbangkannya, sang sutradara menghadirkan pasangan Scott dan Kip dengan tone cerita yang lebih to the point dan berbanding terbalik dengan apa yang dilalui Hollander dan Rozanov. Perjalanan cerita mereka selama berempat dari episode 1-4 berhasil terjaga dan terus mengalami eskalasi konflik yang mencapai puncaknya pada episode 5. Background story dari Rozanov dan Scott pun dijelaskan dengan cara yang emosional. Adegan Rozanov menelepon sambil berbicara bahasa Rusia pada Hollander dan kebahagiaan Scott yang akhirnya come out secara mengejutkan berhasil mengaduk-aduk emosional penonton. Proses come out yang akhirnya dilakukan Scott dan Kip pun eksekusina serasa dream come true banget. Emosional, dramatis dan juga romantis.  Tak heran jika episode 5 serial HEATED RIVALRY (2025) berhasil mencetak rating 10/10 alias sempurna di situs IMDb, serta keseluruhan episodenya mendapat 97% certified fresh dari Rotten Tomatoes. Finale episode 6 ditutup dengan konklusi yang melegakan sekaligus jadi sesi cooling down setelah lima episode sebelumnya memiliki grafik konflik yang terus meningkat. 
Untuk jajaran pemain, duet aktor Hudson Williams dan Connor Storrie yang memerankan pasangan Hollander-Rozanov sukses menampilkan chemistry heated rivalry yang sebenarnya. Discreet nya hubungan mereka berjalan sangat kompleks selama 6 episode di musim pertama ini. Kebersamaan yang mereka lalui pun tidak berlebihan. Clingy manly mereka serta dialog-dialog lucu selalu menghiasi saat keduanya sedang bersama. Penampilan dari pasangan Scott-Kip yang diperankan oleh Francois Arnaud dan Robbie Graham Kuntz pun tak kalah mencuri perhatian dengan pesona hubungan asmara yang sat-set, meskipun porsi mereka di musim pertama ini hanya sebagai pelengkap saja.
Untuk urusan visual dan scoring musik, serial HEATED RIVALRY (2025) musim pertama terlihat tidak menggunakan budget yang fantastis. Hal tersebut bisa penonton lihat dari minimnya perubahan fisik, rambut dan wardrobe para pemain, padahal timeline yang digunakan serial ini termasuk cukup panjang dari tahun 2008 sampai 2018-2019. Perubahan yang cukup mencolok hanya sebatas perbedaan gadget yang mereka gunakan saja dan hal tersebut cukup akurat sesuai dengan latar waktu yang digunakan. Minor kecil tersebut masih bisa kita maklumi, berkat visualisasi pertandingan Ice Hockey dan adegan-adegan awarding nya terasa believable.
Overall, serial HEATED RIVALRY (2025) musim pertama sukses menyajikan drama romansa atlet Ice Hockey yang fresh, punya pembeda dari serial-serial bertema LGBT pada umumnya. Can't wait for the 2nd and 3rd season!


[9.5/10Bintang]

Tuesday, 23 December 2025

[Review] Eternity: Cerita Lucu Cinta Segitiga Yang Terjadi Di Alam Baka!



#Description:
Title: Eternity (2025)
Casts: Miles Teller, Elizabeth Olsen, Callum Turner, Da'Vine Joy Randolph, John Early, Olga Merediz, Ryan Beil, Barry Primus, Betty Buckley, Danny Mac, Damon Scott, Lucy Turnbull
Director: David Freyne
Studio: Apple Studios, Star Thrower Entertainment, A24


#Synopsis:
Larry Cutler (Barry Primus) dan Joan (Betty Buckley) adalah sepasang pasutri lansia yang sering adu argumen hal-hal kecil, meskipun keduanya terlihat saling membenci satu sama lain, namun rasa cinta Larry dan juga Joan tak pernah hilang. Suatu hari, keduanya pergi menuju pesta gender reveal cucu ketiga dari anak mereka yaitu Sam (Danny Mac) dan Charlotte (Lucy Turnbull). Pada moment tersebut, Joan akan memberitahu pada keluarganya jika ia mengidap kanker stadium 4 yang sudah lama ia rahasiakan bersama Larry.


Setibanya di sana, Larry dan Joan disambut dengan hangat oleh anak dan kedua cucunya. Namun sayang, sebelum acara gender reveal dan Joan menceritakan tentang kankernya, Larry tersedak biskuit pretzel yang membuatnya kehabisan nafas dan akhirnya meninggal dunia. Duka pun menyelimuti keluarga yang tak menyangka harus kehilangan Larry disaat merayakan kehadiran calon cucu ketiganya.



Setelah kematiannya, Larry (Miles Teller) terbangun dan tersadar jika dirinya berada di dalam kereta yang sedang melaju ke tempat yang tidak ia ketahui. Setibanya di tempat tujuan, Larry panik dan ingin segera pulang untuk melanjutkan pesta gender reveal bersama keluarganya. Di sana, Larry kebingungan karena tempat tersebut sangat ramai dan orang-orang pun tidak mengetahui mereka sedang berada dimana, ditambah lagi fisiknya berubah menjadi muda. Tak lama setelah itu, Larry bertemu dengan Anna (Da'Vine Joy Randolph), agen Afterlife Coordinator dan menjelaskan jika Larry sudah meninggal dan kini sedang berada di Junction. Fisiknya berubah menjadi muda juga dikarenakan saat akan menuju fase kehidupan yang abadi akan kembali ke usia yang paling bahagia saat masih hidup di dunia. Mendengar hal tersebut membuat Larry sangat sedih, karena ia meninggalkan istri dan juga keluarganya dengan cara tak terduga.


Larry kemudian meminta bantuan pada Anna untuk mencari cara agar ia bisa kembali ke dunia dan bertemu dengan keluarga. Namun hal tersebut mustahil dilakukan karena Larry memang sudah meninggal. Anna pun siap membantu Larry untuk mempersiapkan diri sebelum menuju kehidupan yang abadi dengan memilih tempat sesuai keinginannya. Setiap tempat yang ada memiliki banyak tema dan sifatnya abadi dan tidak bisa lagi kembali ke Junction untuk menggantinya. Jika melanggar aturan, maka akan terlempar menuju tempat bernama The Void. Anna juga menjelaskan jika belum siap memilih kehidupan yang abadi, Larry bisa menunggu di Junction demi orang-orang tersayangnya meninggal dan kemudian kembali berkumpul untuk menuju kehidupan selanjutnya yang abadi.


Selama berada di Junction, Larry berusaha menerima kenyataan jika dirinya sudah meninggal, meskipun belum sepenuhnya harus pergi dari Joan yang sedang sakit. Saat menghabiskan malam di bar, Larry berkenalan dengan bartender nya yaitu Luke (Callum Turner). Mereka berdua kemudian saling curhat satu sama lain. Larry terkejut saat mengetahui jika Luke adalah seorang prajurit tentara dan sudah puluhan tahun tinggal di Junction demi menunggu istrinya yang masih hidup di dunia. Sementara itu, Luke juga tak menyangka jika Larry sudah menjalani rumah tangga dengan istrinya selama 67 tahun dan memiliki anak serta cucu.



Keesokan harinya, Larry dikejutkan dengan munculnya Joan keluar dari kereta dan nampak kebingungan di Junction. Larry pun tak menyangka jika Joan juga ikutan meninggal tak lama setelah ia meninggal. Joan kemudian bertemu dengan Afterlife Coordinator nya yaitu Ryan (John Early). Kehadiran Joan di sana tentunya membuat Larry senang karena mereka akhirnya kembali bertemu dan siap menuju kehidupan selanjutnya yang abadi bersam Joan. Namun rencana tersebut terancam gagal karena Ryan mempertemukan Joan dengan suami pertamanya Joan yang tak lain dan tak bukan adalah Luke. Pertemuan kembali mereka berdua terasa mengharukan, karena pada saat itu Joan harus kehilangan Luke yang gugur dalam peperangan di Korea. Luke yang sudah puluhan tahun menunggu di Junction demi Joan juga siap kembali melanjutkan kisah cinta mereka di kehidupan selanjutnya yang abadi.
Di satu sisi, Joan tak menyangka bisa bertemu lagi dengan cinta pertamanya yang dahulu dipisahkan oleh maut sehingga ia dan Luke sama sekali belum mengalami rumah tangga seperti suami istri pada umumnya. Namun di sisi lain, Larry yang sudah puluhan tahun menjadi suaminya dan memiliki keluarga besar juga tak bisa dilupakan begitu saja oleh Joan. Gara-gara situasi tersebut, Joan pun mendapatkan hak khusus yaitu visa istimewa mencoba dua kehidupan yang abadi bersama Larry dan Luke secara berpisah. Lalu setelah itu, Joan wajib memilih satu pria yang nantinya menjadi suami di kehidupan selanjutnya yang abadi.


Di kehidupan abadi bersama Luke, mereka berdua tinggal di sebuah kabin indah yang ada di dalam hutan. Luke dan Joan kembali mengenang masa-masa indah mereka saat baru menikah sebelum Luke pergi ditugaskan ke Korea. Keduanya merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena kembali bersama setelah dipisahkan oleh maut, puluhan tahun yang lalu. Saat menikmati suasana hutan yang menenangkan, Luke dan Joan mengunjungi Archive Museum yang menampilkan semua moment dari kehidupan sesorang yang masuk ke dalam sana. Luke dan Joan terharu saat melihat kembali perjalanan kisah cinta mereka di masa lalu hingga Luke terpaksa harus berangkat menjalankan tugasnya sebagai prajurit tentara.


Di kehidupan abadi bersama Larry, mereka berdua berliburan ke pantai dan menaiki paruh ke laut. Joan kemudian menceritakan kondisi anak-anak dan cucu mereka ketika Larry meninggal. Larry pun merasa haru karena Joan dan keluarganya sangat terpukul dengan kepergian Larry. Joan kemudian mengajak Larry ke Archive Museum, namun ia menolaknya karena dapat menggoyahkan jati diri dan keyakinan seseorang.
Setelah melewati kencan berbeda dengan kedua suaminya, Joan tetap kesulitan untuk mengambil keputusan. Perdebatan pun terjadi antara Larry dengan Luke yang membuat Joan semakin dilema untuk memilih antara suami pertama atau suami kedua sebagai pasangan di kehidupan selanjutnya yang abadi. Lalu siapakah yang akhirnya dipilih oleh Joan?


#Review:
Rumah produksi A24 kembali (lagi dan lagi) menghadirkan sebuah film dengan premis dan kosep yang sangat menarik. Kali ini, sebuah film drama komedi fantasi terbaru karya sutradara David Freyne berjudul ETERNITY (2025) yang membahas kehidupan manusia setelah meninggal di alam baka. Jika tidak melihat poster dan trailernya, mungkin untuk sebagian penonton film ini akan bergenre fantasi drama atau fantasi horror seperti yang sudah dilakukan oleh film-film lain seperti ALONG WITH THE GODS (2018) asal Korea Selatan hingga yang terbaru film Indonesia JEMBATAN SHIRATAL MUSTAQIM (2025) wkwkwk. Tapi ternyata, film ini sangat jauuuuuhhhhh lebih bagus dari film Indonesia yang disebutkan tadi.


Untuk segi cerita, film ETERNITY (2025) rupanya mengangkat kisah cinta segitiga dengan pendekatan fantasi yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Konflik terjadi disaat seorang istri bernama Joan dihadapkan pada dilema besar antara cinta penuh harapan yang terpaksa harus berakhir karena takdir atau cinta yang sudah teruji oleh waktu selama puluhan tahun bersama menjalani rumah tangga. Rasa sulit dalam memilih tersebut tersampaikan dengan sangat baik pada penonton karena kedua sosok suami dari Joan hadir nyaris tanpa cela sama sekali. Masing-masing dari Larry dan Luke memiliki kelebihan yang sangat pantas disandingkan dengan Joan. Mungkin jika kasusnya dibalik dan ini film Indonesia bertema drama religi, bisa saja ada opsi alternatif yaitu poligami hahaha. Namun untungnya karena ini film Hollywood, rasanya ide tersebut tidak akan kepikiran oleh mereka.
Memasuki babak pertengahan, penonton disuguhkan visualisasi dunia afterlife setelah kematian dengan konsep semi retro futuristic yang treatment penceritaannya sangat menarik perhatian. Elemen fantasi dan rules yang diterapkan di dunia ETERNITY (2025) sekilas mengingatkanku akan suasana Time Variant Authority nya LOKI (2021) namun dengan versi sederhana dan mudah dicerna penonton. Kehadiran dua agent Afterlife Coordinator juga surprisingly menambah kelucuan dengan jokes-jokes situasional yang cerdas dan menghibur. Plot dan penjelasan journey karakter Joan yang harus memilih antara Larry atau Luke di film ini juga menurutku terlalu detail dengan memberikan "visa istimewa" sehingga dapat trial menjalani kehidupan dengan suaminya masing-masing sebelum memilih salah satunya. Namun di satu sisi, keputusan tersebut justru membuka kembali perasaan dan hati Joan jika harapan itu tak selamanya sesuai dengan apa yang diinginkan. Proses pendewasaan pun akhirnya dipilih oleh sang sutradara untuk menutup cerita cinta segitiga antara Joan dengan Larry dan Luke.
Untuk jajaran pemain, penampilan trio Olsen, Teller dan Turner tampil sangat sempurna dengan peran mereka masing-masing. Dibalik kesempurnaan tersebut, ketiganya berhasil juga menampilkan segala kekurangan mereka sebagai manusia yang selalu berusaha ditutupi demi tampil sempurna didepan pasangannya. Kehadiran supporting character yang diperankan Randolph dan Eary juga tak kalah mencuri perhatian dengan jokes-jokes situasional mereka sebagai agent Afterlife Coordinator.
Overall, film ETERNITY (2025) menurutku berhasil menjadi sajian drama romantis fantasi yang sederhana, lucu sekaligus bikin haru ketika bayangan perihal kehidupan setelah kematian itu seperti apa akhirnya sedikit divisualisasikan secara fiksi oleh film ini. Bakal jadi tontonan yang rewatch-able!



[9/10Bintang]

Monday, 22 December 2025

[Review] Avatar 3 Fire And Ash: Mengenal Klan Baru Di Pandora Yang Berasal Dari Wilayah Gunung Berapi!



#Description:
Title: Avatar: Fire And Ash (2025)
Casts: Sam Worthington, Zoe Saldana, Sigourney Weaver, Stephen Lang, Oona Chaplin, Cliff Curtis, Britain Dalton, Trinity Bliss, Cliff Curtis), Kate Winslet, Jack Champion, Bailey Bass, Giovanni Ribisi, Carol Christine Pounder, Joel David Moore, Brendan Cowell
Director: James Cameron
Studio: 20th Century Studios, Lightstorm Entertainment


#Synopsis:
Neytiri (Zoe Saldana) dirundung duka yang amat mendalam usai kematian anak pertamanya yaitu Neteyam (Jamie Flatters) pada kejadian perang antara klan Na'vi dan Omatikaya melawan pasukan RDA (Resources Development Administration) di kapal raksasa. Sementara itu, Jake Sully (Sam Worthington) berusaha tegar dan melanjutkan hidup bersama keempat anaknya yaitu Lo'ak (Britain Dalton), Kiri (Sigourney Weaver), Spider (Jack Champion) dan Tuktirey (Trinity Bliss). Keluarga Na'vi masih tinggal di wilayah Metkayina yang dipimpin Tonowari (Cliff Curtis) dan istrinya, Ronal (Kate Winslet) yang sedang mengandung anak keempat mereka.



Kematian Neteyam semakin menumbuhkan rasa benci Neytiri terhadap manusia. Termasuk pada Spider. Sambil menahan emosi dan amarahnya, ia ingin membunuh Spider karena menjadi penyebab kematian Neteyam. Jake dan Neytiri memutuskan untuk mengembalikan Spider ke Bridgehead City, markas pasukan RDA yang dipimpin oleh mendiang ayahnya Spider yaitu Kolonel Miles Quaritch (Stephen Lang) yang kini sudah bertransformasi seutuhnya menjadi avatar seperti Jake. Keputusan tersebut membuat Lo'ak, Kiri dan Tuk marah karena mereka harus kehilangan lagi anggota keluarga setelah Neteyam.
Spider pun mau tak mau harus menerima keputusan Neytiri dan Jake. Ia diantar menuju Bridgehead City dengan menumpang pada kapal-kapal pedagang yang sedang menuju Metkayina. Sebagai perpisahan terakhir, Jake dan Neytiri mengajak ketiga anaknya untuk ikut menemani Spider dalam perjalan ke tempat asalnya.



Di tengah perjalanan, kapal-kapal yang mereka tumpangi harus menghadapi para perompak dari klan Mangkwang yang tinggal di wilayah gunung berapi. Pasukan perompak tersebut dipimpin oleh Varang (Oona Chaplin) dan langsung melakukan penjarahan, membakar dan membunuh para penumpang di kapal tersebut. Untungnya keluarga Jake berhasil melarikan diri meskipun mereka terpisah ketika terjatuh dan terdampar di hutan belantara Pandora. Di sana, mereka juga dikejar oleh pasukan Varang. Lo'ak, Kiri dan Tuk berusaha melindungi diri dan juga Spider yang mulai kehabisan stok oksigen. Sementara itu, Jake tak sengaja bertemu dengan Quaritch dan asistennya Lyle (Matt Gerald) yang sedang mencari Spider untuk dibawa pulang ke Bridgehead City. Jake pun menuntun Quaritch menuju kapal mereka yang habis dibakar oleh pasukan Mangkwang dan hampir saja berhasil menangkap Lo'ak, Kiri, Tuk dan Spider. Di sisi lain, Neytiri yang terluka parah berhasil melarikan diri dengan bantuan hewan terbangnya yaitu Ikran dan menuju tempat persembunyian peneliti klan Na'vi.


Lo'ak, Kiri dan Tuk semakin panik saat Spider jatuh pingsan. Kiri pun nekat melakukan ritual berkomunikasi pada Great Mother penjaga Spirit Trees dan meminta bantuan agar Spider bisa diselamatkan dengan cara menghubungkan ekornya pada jaringan akar yang ada di tanah. Secara ajaib, tubuh Spider diselimuti jamur berwarna putih sama seperti yang terjadi di masa lalu pada Jake dan Dr. Grace Augustine (Sigourney Weaver). Tak lama setelah itu, Spider mulai sadar dan kini ia bisa menghirup udara di Pandora tanpa masker lagi. Quaritch kini berhadapan dengan pasukan Mangkwang dan juga Varang. Terjadilah kesepakatan yang dimana Quaritch akan memberikan supply senjata pada Varang asalkan membantunya untuk menangkap Jake dan Spider lalu membawa mereka ke Bridgehead City. Selain itu, Quaritch juga berjanji jika mereka bersekutu maka akan lebih mudah bagi Varang untuk menguasai wilayah klan lain di seluruh penjuru Pandora.


Ditengah kekacauan usai hadirnya Varang, wilayah Metkayina kembali diusik oleh pasukan pemburu paus Tulkun dari RDA yang mengetahui jika para paus Tulkun akan berkumpul untuk beranak pinak. Pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Frances Ardmore (Edi Falco), Kapten Mick Scoresby (Brendan Cowell), ilmuwan biologi Dr. Ian Garvin (Jemaine Clement) dan Parker Selfridge (Giovanni Ribissi) akan menangkap seluruh paus Tulkun dari yang akan berkumpul tersebut agar pasokan stok selama satu tahun kedepan terpenuhi. Lo'ak dan anak-anak dari Tonowari dan Ronal pun mencoba berkomunikasi pada pasukan paus Tulkun perihal rencana tersebut. Sementara itu, Spider berhasil ditangkap oleh pasukan Mangkwan dan dibawa menuju Bridgehead City. Jake pun kemudian menyerahkan diri pada Quaritch dan bersedia untuk ditahan.



Kondisi fisik Neytiri perlahan mulai membaik. Ia pun tak tinggal diam saat mengetahui Jake dan Spider sudah ditangkap. Ia pun terbang menuju Bridgehead City dan merusak beberapa fasilitas yang membuat Jake dan Spider berhasil kabur. Dalam persembunyiannya, Jake pun sepakat dengan Neytiri untuk membunuh Spider karena beban yang harus ditanggungnya kini semakin besar. Namun rencana tidak jadi dilakukan karena Spider sudah menyelamatkan Jake dan mereka berdua pun tak ingin kembali dirundung kesedihan harus kembali kehilangan orang-orang yang mereka sayangi. Neytiri kemudian menerima kembali Spider menjadi bagian dari keluarganya.


Ditengah situasi yang semakin memanas, Jake dan Tonukwari meminta bantuan pada seluruh suku dan klan yang adai Pandora untuk menyerang pasukan RDA. Peperangan pun kembali terjadi. Saat para klan hampir berhasil melumpuhkan pasukan RDA, Varang dan pasukannya kemudian muncul dan membantu pasukan RDA untuk menghabisi musuh-musuh mereka. Peperangan semakin membesar hingga menimbulkan banyak kematian. Bagaimana nasib selanjutnya dari klan Metakyina, Omatikaya dan yang lainnya?



#Review:
Franchise film mega box office hit produksi 20th Century Studios yaitu AVATAR kembali hadir di penghujung tahun ini dengan film AVATAR: FIRE AND ASH (2025), yang merupakan film ketiga sekaligus direct sequel dari film keduanya, AVATAR: THE WAY OF WATER (2022). Menariknya, proses syuting kedua film ini dilakukan secara back to back selama tiga tahun sehingga plot dan para pemain mayoritas tidak mengalami perubahan signifikan.


Untuk segi cerita, film AVATAR 3 (2025) memang melanjutkan cerita yang sudah terjadi di film kedua. Maka aku sangat sarankan sebelum menonton film ini di bioskop, wajib untuk menonton film AVATAR 2 (2022) terlebih dahulu. Hal inilah yang menjadikan plot secara keseluruhan masih 11-12 dengan film terdahulu yaitu tentang keluarga Jake masih jadi buronan Quaritch karena (masih aja) ingin balas dendam sambil merebut (lagi) Spider yang lebih nyaman tinggal di Pandora. Dengan durasi yang melar mencapai 3 jam 15 menit, James Cameron dan tim penulis cerita sangat leluasa untuk mengeksplor dunia Pandora yang kini menghadirkan klan baru yang dipimpin oleh Varang. Konflik pun jadi bercabang antara keluarga Jake, Quaritch dan Varang. Yang cukup disayangkan, pola dan treatment plot nya pengulangan dari dua film sebelumnya yaitu aksi kejar-kejaran, lalu berhasil sembunyi, kemudian tertangkap, berhasil bebas, pengorbanan dan seterusnya. Fokus cerita pun masih berkutat pada Jake dengan Quaritch saja, padahal di film sebelumnya dan film ini sudah hadir dua klan baru namun tak tereksplor lebih spesifik dan mendalam lagi. Klan Mangkwan yang dipimpin Varang pun seharusnya menjadi main villain baru karena sesuai dengan sub judul film, namun ia malah jadi side character yang sekedar tukang jarah dan anarkis semata, lalu terjebak cinlok sekaligus menjalin kerjasama dengan Quaritch karena saking polosnya wkwkwk. Alhasil, untuk keseluruhan plot jadi membosankan karena konflik yang dihadirkan tidak menawarkan sesuatu yang baru.


Visual film AVATAR: FIRE AND ASH (2025) di IMAX 3D sangat direkomendasikan!

Untuk urusan visual, sutradara James Cameron memang selalu konsisten memberikan gebrakan sekaligus menjadi pioneer dalam teknologi di dunia sinema Hollywood. Visualisasi film AVATAR 3 (2025) tampil semakin mengesankan dengan penggunaan HFR (High Frame Rate) pada efek 3D dan 48 FPS nya yang makin smooth, natural, tajam dan tidak bikin lelah mata! Aku menonton film AVATAR 3 (2025) di Teater IMAX Cinema XXI Kelapa Gading, sensasi spektakuler nya masih terasa maksimal. Hutan belantara dan lautan di Pandora seperti biasanya, dieksplor dengan memukau. Yang cukup disayangkan yaitu eksplorasi tempat tinggal klan Mangkwan yang dipimpin Varang kurang terekspos dengan maksimal. Adegan-adegan aksinya pun memang keren, tapi terasa tidak menawarkan hal baru karena hanya pengulangan demi pengulangan saja dari film keduanya.
Untuk jajaran pemain, tak perlu untuk dikomentari karena kapasitas mereka sebagai aktor untuk film AVATAR 3 (2025) ini sudah berada di level yang sangat memuaskan. Yang kali ini mencuri perhatian datang dari pemeran Varang yaitu Oona Chaplin. Gesture dan visualisasinya bersama dengan pasukan Mangkwan benar-benar menyeramkan, sekilas mirip zombie ih takut! Moment-moment emosional dari para aktor saat adegan-adegan dramatis juga sukses membuat penonton ikutan haru.
Overall, film AVATAR: FIRE AND ASH (2025) memang jempolan dan bintang lima untuk urusan visualisasinya yang rasanya tidak ada sineas lain yang seberani James Cameron, namun untuk urusan cerita, terasa tidak punya sesuatu yang baru lagi. Semoga saja di dua film yang tersisa, hadir dengan cerita yang lebih berkesan dan mengejutkan, sama seperti ketika film pertamanya yang dirilis 16 tahun silam.


[8.5/10Bintang]