Wednesday, 18 March 2026

[Review] Bodycam: Ketika Dua Polisi Patroli Terjebak Dalam Situasi Mengerikan!

 



#Description:
Title: Bodycam (2026)
Casts: Jaime M. Callica, Sean Rogerson, Catherine Lough, Angel Prater, Keegan Connor, Chris Casson, Elizabeth Longshaw, Colette Nwachi, Joe Perry, Onyx Shelton, Kevin Doree
Director: Brandon Christensen
Studio: Essential Film Group, Super Chill Productions, Shudder


#Synopsis:
Dua polisi yang sedang patroli rutin di sore hari yaitu Bryce Anderson (Sean Rogerson) dan Jerome Jackson (Jaime M. Callica) menerima panggilan dari kantor pusat untuk mendatangi sebuah rumah di pinggiran kota yang meminta bantuan. Karena mobil Bryce dan Jerome berada paling dekat dengan rumah itu, mereka pun langsung menuju ke tempat tujuan. Dalam perjalanan, mobil mereka melintasi wilayah suburban pinggiran kota yang kumuh dan banyak tuna wisma dimana-mana.



Tiba di tujuan, Bryce dan Jerome langsung melakukan pengecekan sesuai dengan prosedur. Ketika mereka sedang menunggu di depan pintu rumah, terdengar suara teriakan perempuan dari dalam rumah. Karena khawatir, mereka berdua pun terpaksa masuk ke dalam rumah untuk mencari sumber suara tersebut. Untuk mempersingkat waktu keduanya berpencar. Bryce ke basement dan Jerome ke lantai atas. Saat menggeledah setiap ruangan, Jerome tak menemukan siapapun. Saat suara teriakan itu kembali terdengar, Jerome berlari menuju toilet di salah satu kamar dan di sana ia melihat seorang perempuan yang tangan dan kakinya berlumuran darah. Di sisi lain, Bryce yang masuk ke basement rumah menemukan seorang pria tak sadarkan diri dengan tangannya tertutup kain serta sebuah lubang besar di lantai. Saat akan menolongnya, pria tersebut kemudian tersadar dan mulai mendekati Bryce. Karena panik dan takut pria tersebut menyerangnya, Bryce terpaksa melayangkan tembakan. Pria tersebut langsung jatuh tersungkur dan meninggal. Mendengar suara tembakan, Jerome langsung berlari menuju basement. Saat dicek, pria tersebut rupanya sedang menggendong bayi yang baru dilahirkan dan masih berlumuran darah. Bryce semakin panik dan merasa bersalah karena ia tak bermaksud untuk menembak pria dan bayi tersebut. Bryce hanya berusaha melindungi dirinya karena saat menemukan pria tersebut, gerak-geriknya sangat mencurigakan.


Sambil mencari jalan keluar, Bryce dan Jerome kemudian melihat perempuan yang ada di lantai atas tadi berlari ke luar rumah. Saat dikejar, perempuan tersebut malah bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri di hadapan mereka. Bryce dan Jerome semakin panik karena dua kejadian tersebut tidak bisa mereka cegah. Bryce juga semakin merasa bersalah karena ia tak sengaja menembak pria yang ada di basement rumah dan semua aktifitas keduanya terekam dengan jelas lewat bodycam yang memang dipasang di seragam mereka. Bryce pun akhirnya mengambil keputusan untuk tidak melaporkan semua kejadian tersebut ke kantor asalkan Jerome mau diajak kerja sama dengannya.
Untuk menjalankan misinya, Bryce kemudian pergi ke sebuah toko bersama Jerome untuk bertemu dengan seorang hacker yaitu Espo (Angel Prater). Bryce meminta bantuan pada Espo untuk menghapus rekaman bodycam pada hari itu. Saat Espo melihat rekaman bodycam melalui laptop nya, ia terkejut dengan apa yang dilihat. Espo ketakutan karena sesuatu yang buruk telah terjadi. Ia pun memutuskan untuk tidak membantu Bryce dan meninggalkannya.


Ditengah situasi serba panik dan bingung, Jerome kemudian membawa Bryce pulang ke rumahnya untuk menenangkan diri sambil bertemu dengan sang ibu, Ally Jackson (Catherine Lough) yang memiliki indera keenam. Tiba di rumah, Ally langsung bisa merasakan jika ada yang tak beres dengan Bryce. Di dalam rumah, Ally menjelaskan pada Jerome jika posisi mereka saat ini sedang dalam bahaya. Bryce dan Jerome sedang diincar oleh sosok misterius bernama Underman yang kini sedang mengontrol para tuna wisma di wilayah suburban itu. Di saat yang bersamaan, Bryce semakin sering mengalami gangguan gaib. Orang-orang yang menghampiri Bryce selalu mengucapkan kalimat aneh yang mengatakan jika Bryce telah merenggut sesuatu dari mereka, saatnya giliran mereka yang merenggut semuanya.


Karena semakin stress, Bryce dan Jerome kemudian pergi menuju tempat awal untuk membereskan jasad di sana. Namun sayang, setibanya di sana, jasad tersebut menghilang dan meninggalkan jejak berupa tanda misterius yang dibuat dari lumuran darah. Mampukah mereka berdua keluar dari kejadian-kejadian gaib yang mengerikan tersebut?


#Review:
Platrorm streaming yang dikenal sebagai surganya untuk genre horror thriller yaitu Shudder baru saja merilis film terbaru berjudul BODYCAM (2026). Dari judulnya saja, penonton sudah bisa menebak dengan mudah jika film ini akan menggunakan sudut pandang dari dari kamera Bodycam. Trailer yang dirilis pun terbilang sangat menarik karena menggunakan teknik found footage, yang rasanya sudah lama sekali perfilman Hollywood tak lagi mengeksplor konsep seperti ini.


Untuk segi cerita, film BODYCAM (2026) menyajikan plot tentang dua petugas polisi yang sedang menjalankan tugasnya dengan rentang waktu hanya satu malam saja. Meskipun berdurasi singkat hanya 75 menitan saja, sutradara Brandon Christensen berhasil membangun intensitas ketegangan dari awal sampai akhir film. Penonton serasa ikut terlibat langsung dengan apa yang dihadapi duo polisi Bryce dan Jerome ketika mereka menjalankan tugasnya. Perjalanan mereka berdua menyusuri suburban dengan lingkungan sekitar banyak gelandangan dan tunawisma menjadi potret kelam sekaligus kritik sosial dibalik negara maju Amerika Serikat. Meskipun plot tidak fokus pada sisi kriminalitasnya, namun penonton bisa merasakan situasi was-was serta takut jika berada di situasi seperti itu. Ditambah lagi, gerak-gerik tunawisma yang dilewati kedua polisi itu semuanya sangat suspect.
Level ketegangan semakin meningkat ketika Bryce dan Jerome menggeledah rumah yang mencurigakan itu. Dengan teknik found footage lewat kamera Bodycam yang ditempel di dada mereka berdua, suasana creepy nya terasa sangat realistis! Journey dan struggle mereka berdua selama mencari jalan keluar dari serangkaian kejadian gaib itu terasa seperti kombinasi antara dokumenter kepolisian, film THE BLAIR WITCH PROJECT hingga franchise ikonik V/H/S. Meskipun endingnya sangat predictable, namun siapa sangka, sang sutradara punya kejutan yang menurutku sangat spektakuler saat karakter Jerome terjebak saat 'berkeliling kota' meminta bantuan. Kombinasi antara found footage lewat kamera bodycam dengan efek visual jalanan dan perkotaan yang gelap sukses membuatku takjub.
Untuk jajaran pemain, penampilan para aktornya sangat believable. Meskipun beberapa kali terlihat ada yang over expressive, namun hal tersebut bisa kita tolelir karena orang-orang tersebut memang dikendalikan oleh sosok gaib bernama Underman. Yang sedikit mengganjal dari film BODYCAM (2026) adalah latar belakang dari Underman dan alasannya mengincar Bryce, Jerome dan orang-orang disekitarnya tuh kenapa? Plot nya kurang tegas terhadap bagian ini.
Overall, film BODYCAM (2026) sukses mengobati kerinduan akan film-film bertema found footage yang sudah jarang lagi diangkat oleh sineas Hollywood. Seram dan bikin gregetan!


[8/10Bintang]

0 comments:

Post a Comment