[Review] Verity: Cerita Perselingkuhan Tragis Yang Dilakukan Seorang Ghostwriter!

 

#Description:
Title: Verity (2026)
Casts: Anne Hathaway, Dakota Johnson, Josh Hartnett, Ismael Cruz Cordova, Brady Wagner, Irina Dvorovenko, Sienna Kulovitz, KK Mogie, Michael Abbott Jr, Alex Cooper
Director: Michael Showalter
Studio: Amazon MGM Studios, Eat The Cat, Semi Formal Productions, Sony Pictures


#Synopsis:
Lowen Ashleigh (Dakota Johnson) adalah seorang penulis novel asal New York sedang dalam masa-masa sulit di hidupnya. Selain novel-novel karyanya yang tidak laku di pasaran, Lowen juga harus menghadapi kenyataan pahit ibunya meninggal setelah berjuang melawan kanker. Di tengah keterpurukannya itu, salah satu publisher buku terkenal di Amerika Serikat yaitu Hachette Book Grup menawarkan pekerjaan pada Lowen yaitu menjadi ghostwriter dan menyelesaikan seri novel populer milik penulis Verity Crawford (Anne Hathaway). Pihak publisher terpaksa mengambil keputusan ini setelah Verity mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan ia dalam kondisi katatonia, sehingga seluruh tubuh Verity kehilangan kemampuan untuk merespon apapun. Hachette Book Grup dikejar deadline untuk segera merilis seri novel terbaru milik Verity karena sudah sangat ditunggu oleh para penggemarnya.
Kondisi Verity sengaja dirahasiakan dari publik demi menjaga kelangsungan seri buku yang sedang populer tersebut. Jika bersedia, Lowen akan mendapatkan imbalan $75.000 untuk setiap buku yang diselesaikan. Sebelum menerima tawaran tersebut, Lowen berdiskusi dengan suami dari Verity yaitu Jeremy Crawford (Josh Hartnett) yang tak sengaja sudah bertemu dalam insiden tak terduga sebelum mereka masuk ke gedung Hachette. Dalam diskusi tersebut, Jeremy menjelaskan jika Verity sempat membaca salah satu novel milik Lowen dan ia menyukainya. Verity melihat adanya potensi besar di setiap tulisan dalam novel karya Lowen tersebut. Jeremy juga menawarkan untuk bertemu dengan Verity dan mengunjungi kediaman mereka di wilayah Vermont.
Malam harinya, Lowen menelusuri berita dan video ketika Verity mempromosikan novel-novelnya di berbagai acara besar. Lowen sendiri menyadari jika dirinya memang penggemar novel-novel Verity yang identik dengan sudut pandang dari karakter antagonis. Dengan imbalan yang sangat besar tersebut, Verity dan agent nya yaitu Corey (Ismael Cruz Cordova) mengambil keputusan untuk menerima tawaran tersebut.
Keesokan harinya, Lowen langsung pergi menuju kediaman keluarga Verity di wilayah Vermont. Setibanya di sana, Jeremy menyambutnya lalu berkeliling di rumah. Lowen dibuat takjub dan terkesima melihat rumah keluarga Verity yang sangat besar dan mewah. Di sana, Lowen dikenalkan juga pada anak laki-laki Verity dan Jeremy yaitu Crew Crawford (Brady Wagner) dan perawat untuk Verity yaitu Anna (Irina Dvorovenko). Saat diizinkan untuk menemui Verity, Lowen tak kuasa menahan rasa sedih saat melihat salah satu penulis favoritnya dalam kondisi tak berdaya. Lowen pun bertekad akan menyelesaikan karya milik Verity sebaik mungkin.
Untuk keperluan riset secara mendalam, Lowen diizinkan oleh keluarga Verity untuk tinggal di kediaman mereka. Jeremy sudah mempersiapkan kamar tamu yang nyaman untuk Lowen. Selain itu, ia juga memberikan akses penuh pada Lowen untuk masuk ke ruang kerja Verity. Saat memilah beberapa draft dan berkas cerita yang ada di ruang kerja, Verity tak sengaja menemukan sebuah USB flashdisk dengan ukiran insial VC yang disembunyikan di laci meja. Saat dibuka melalui komputer, Lowen menemukan draft naskah autobiography Verity yang belum diterbitkan. Dalam draft tersebut, Verity secara terbuka menceritakan perjalanan hidupnya termasuk rasa obsesi tinggi terhadap Jeremy yang perlahan berubah menjadi rasa benci mendalam terhadap anak-anak mereka sendiri karena dianggap merebut perhatian sang suami. Merasa jijik dan terguncang, Lowen sempat berhenti membaca naskah tersebut pertengahan jalan dan pergi meninggalkan ruang kerja.
Hari demi hari terus berlalu. Lowen semakin sibuk menyusun berbagai draft naskah untuk seri novel terbaru milik Verity. Di sela-sela kesibukannya itu, Lowen juga melanjutkan kembali membaca draft naskah autobiografi Verity yang kemarin ia temukan. Semakin lama membaca dan menyelami autobiografi tersebut membuat Lowen semakin terkejut. Lowen tak menyangka jika dibalik pesona dan popularitas Verity tersimpan sisi gelap yang mengerikan. Seiring berjalannya waktu, Lowen mulai merasakan ada yang aneh pada Verity. Ia pernah melihat Verity berdiri di balik jendela kaca kamar dan menatapnya. Selain itu, Lowen juga sempat memergoki Verity tiba-tiba menoleh pada dirinya saat sedang duduk di kursi roda di halaman rumah. Namun sayang, saat Lowen menuju kamar untuk memastikan hal tersebut, Verity sedang terlelap tidur dan terbaring di kasurnya.
Seiring berjalannya waktu, Lowen mulai merasakan simpati pada Jeremy yang ternyata masih berduka atas kematian tragis salah satu anak kembarnya, Harper Crawford (Sienna Kulovitz) yang tenggelam di danau dekat rumah mereka. Jeremy merasa bersalah karena demi pekerjaan di Boston ia meninggalkan istri dan kedua anaknya di rumah dan berakhir harus kehilangan Harper. Setelah kepergian Harper tersebut, Jeremy juga mengalai ujian selanjutnya yaitu kecelakaan mobil yang menimpa istrinya hingga menyebabkan katatonia. Lowen pun langsung memeluk Jeremy dan menenangkannya.
Waktu terus berjalan. Kehadiran Lowen perlahan mulai menarik perhatian Jeremy dan mengajaknya untuk makan malam bersama. Jeremy kemudian membuat pengakuan jujur jika yang menyukai novel yang ditulis Lowen adalah dirinya bukan Verity. Sepulang dari makan malam bersama itu, Jeremy dan Lowen kembali saling mencurahkan perasaan satu sama lain lalu bercumbu. Di saat yang sama, tiba-tiba saja Lowen histeris ketakutan karena melihat sosok Verity menatap tajam mereka dari balik pintu kaca. Jeremy kemudian menenangkan Lowen karena tidak mungkin jika istrinya itu tiba-tiba bisa berjalan dan keluar dari kamar.
Keesokan harinya, Lowen kembali melanjutkan risetnya. Di sela-sela kesibukannya itu, Lowen juga membaca lagi draft naskah autobiography Verity yang belum selesai. Selama membaca naskah tersebut, ia terkejut ketika membaca pengakuan jika Verity sengaja membalikkan perahu sampan ketika sedang berada di danau dengan Harper dan Crew hingga menyebabkan anak perempuannya itu tenggelam demi mendapatkan kembali perhatian serta kasih sayang dari Jeremy. Naskah tersebut kemudian diakhiri dengan rencana Verity mengakhiri hidupnya lewat kecelakaan mobil agar terhindar dari jeratan hukum. Lowen dibuat shock dan mual membaca semua tulisan mengerikan yang ditulis oleh Verity tersebut.
Rasa curiga Lowen semakin meningkat saat ia menyadari jika kondisi katatoni yang dialami Verity hanyalah kebohongan setelah pengakuan tak sengaja Crew yang selalu mengajaknya berbicara ketika Anna dan Jeremy sedang berada di luar rumah. Menyadari jika dirinya salah ucap, Crew langsung melukai dirinya sendiri hingga bersimbah darah. Mendengar teriakan Lowen dan tangisan Crew, Jeremy langsung berlari dan pergi membawa Crew ke rumah sakit.
Malam harinya, Lowen pun masuk ke kamar Verity dan memaksanya untuk mengakui segala perbuatan yang telah dilakukan. Lowen juga mengancam akan melaporkan ke polisi perihal kematian Harper. Meskipun sudah mendapat ancaman, Verity tetap terdiam sambil menatap tajam Lowen. Merasa tidak digubris oleh Verity, Lowen yang tersulut emosi akhirnya memnyerahkan draft naskah autobiography tersebut pada Jeremy. Ketika membaca semua tulisan tersebut, Jeremy marah besar dan mengkonfrontasi istrinya itu. Verity kemudian menyerah dan mengakui jika selama ini kondisi katatonia nya itu hanya berpura-pura. Jeremy langsung mencekik Verity karena emosi dan tak terima ia sudah selama ini dibohongi olehnya. Lowen yang panik dan histeris kemudian memberikan saran pada Jeremy untuk membunuh Verity tanpa meninggalkan jejak. Jeremy lalu membekap istrinya itu hingga kehabisan nafas dan tewas. Mereka kemudian membawa jasad Verity dan membuangnya ke danau. Keduanya lalu menyusun skenario jika kejadian tersebut seolah-olah Verity terbangun dalam keadaan linglung dan tenggelam secara tidak sengaja.
Tujuh bulan berlalu. Lowen Ashleigh sukses menyelesaikan semua seri novel milik Verity dan kini sedang mengandung anak pertamanya dengan Jeremy. Selain itu, Lowen juga siap merilis novel terbaru dengan menggunakan namanya sendiri. Sebelum merilis novel, Jeremy, Lowen dan Crew memutuskan untuk pindah dari rumah yang penuh dengan kenangan kelam di Vermont tersebut. Ketika sedang membereskan sisa-sisa barang di dalam rumah, Lowen tak sengaja melihat celah kayu terbuka di lantai kamarnya Verity. Ketika dibuka, Lowen menemukan sebuah surat yang ditulis oleh Verity.
Isi surat tersebut, Verity mengungkapkan kebenaran jika naskah autobiografi itu hanyalah draft latihan dirinya menulis kreatif untuk memproses duka atas kematian Harper. Latihan menulis autobiografi versi jahat tersebut atas rekomendasi dari publisher nya ketika mengadakan sesi pertemuan tak lama setelah kepergian Harper. Verity juga menuliskan jika dirinya sangat mencintai kedua anaknya serta kejadian tenggelam di danau itu murni kecelakaan. Lebih lanjut, Verity menceritakan jika sang suami sudah membaca draft naskah autobiografi tersebut dan langsung percaya begitu saja tanpa meminta penjelasan pada Verity. Karena tersulut amarah dan tak terima atas kematian Harper akibat istrinya sendiri, Jeremy mencoba membunuh Verity dengan membuat skenario kecelakaan mobil. Namun sayang, rencana tersebut gagal karena Verity tidak tewas. Verity terpaksa berpura-pura mengalami katatonia demi menyelamatkan diri dari ancaman pembunuhan selanjutnya dari sang suami.
Ketika selesai membaca surat tersebut, Lowen mengambil keputusan untuk melupakannya. Lowen menyimpan sendiri rahasia tentang apa yang ditulis Verity dan tetap melanjutkan hidup bersama Jeremy, Crew dan calon anak pertama mereka, meski harus dikejar rasa ragu abadi tentang siapa pembohong yang sebenarnya.



#Review:
Rumah produksi Amazon MGM Studios dan Sony Pictures merilis film terbaru mereka berjudul VERITY (2026). Film ini diadaptasi dari novel karya Colleen Hoover yang sebelumnya sukses dengan adaptasi novel IT ENDS WITH US (2024), REGRETTING YOU (2025) dan REMINDERS OF HIM (2025) ke layar lebar. Yang tak kalah menarik, film ini menjadi film bioskop ke-5 yang dibintangi Anne Hathaway dan menjadikan dirinya sebagai salah satu aktor paling sibuk di tahun 2026 bersama dengan Zendaya.


Untuk segi cerita, film VERITY (2026) cukup berhasil menghadirkan atmosfer gelap, tegang dan penuh misteri yang konsisten sejak menit pertama. Rasa penasaran penonton mulai meningkat setelah karakter Lowen Ashleigh tinggal di kediaman Verity di Vermont. Pada bagian ini menjadi titik awal dari serangkaian teror psikologis yang bergerak secara perlahan dan membuat penonton semakin semangat untuk memecahkan teka-teki misteri yang terjadi. Rumah megah di tepi danau yang seharusnya terlihat tenang justru diubah menjadi wahana terror pasif yang cukup creepy. Tatapan kosong karakter Verity di atas kursi roda, sudut-sudut rumah dengan interior serba kayu, serta alunan musik latar grande dan mencekam sukses membuat penonton terus merasa cemas dan mempertanyakan apa yang sebenarnya nyata dan apa yang sekadar bayangan atau ilusi dari pikiran Lowen. Daya tarik narasi film VERITY (2026) semakin diperkuat ketika plot membahas naskah otobiografi rahasia Verity yang ditemukan oleh Lowen. Lewat teknik penceritaan visual dan visualisasi ingatan yang intens, penonton diajak menyelami pikiran sosok antagonis yang kelam, obsesif, dan penuh kebencian terhadap anaknya sendiri. Tempo cerita di paruh tengah film bergerak tajam ketika Lowen mulai menyadari bahwa Verity mungkin tidak sekadar terbaring kaku, melainkan sedang memainkan permainan manipulasi yang sangat berbahaya dari balik kondisi medisnya. Plot twist yang disajikan sebetulnya berhasil ditutupi dengan sangat rapi. Namun sayang, saat kebenaran tersebut terungkap, rasa ragu dalam benak Lowen dan juga penonton jadi menggantung, lantaran efek manipulatif yang sudah terbangun dengan sangat baik di pertengahan film lewat cerita fiksi dan kreatifitas Verity masih terbawa sampai cerita film selesai. Alhasil, muncul tanda tanya besar tentang siapa yang sebenarnya berbohong. Selain itu, konfrontasi puncak dan babak ketiga ini eksekusinya terasa agak serba cepat jika dibandingkan dengan pembangunan konflik awal yang serba lambat dan mendetail. Lebih lanjut, hubungan terlarang yang terjadi antara Lowen dengan Jeremy terkadang mengalihkan fokus utama cerita dari ketegangan misteri menjadi drama romantis yang klise. Akibatnya, beberapa momentum horor psikologis yang sudah dibangun dengan apik sempat memudar hanya untuk memberi ruang pada dinamika hubungan mereka berdua. 
Kehadiran Anne Hathaway dan Josh Hartnett berhasil membawa bobot akting yang intens dan memuaskan. Anne Hathaway dengan tatapan dinginnya yang mengintimidasi meski dalam kondisi diam, serta Josh  Hartnett yang mampu menampilkan perpaduan antara duka mendalam dan kharisma yang misterius. Namun kontras yang cukup terasa justru datang dari penampilan Dakota Johnson sebagai Lowen Ashleigh. Penampilannya menurutku masih kurang believable untuk mengemban sosok seorang penulis yang tertutup, penuh kecemasan dan tertekan secara finansial. Gestur, intonasi dialog, hingga pilihan ekspresi Dakota masih sangat berbayang-bayang dengan gaya aktingnya sebagai Anastasia Steele di trilogi ikonik FIFTY SHADES OF GREY (2015) hahaha. Ketika Dakota Johnson menjelma menjadi penulis yang tenggelam dalam paranoia dan dilema moral yang pekat, ia sering kali membawa pembawaan yang terlalu datar dan terlalu menjaga kecantikannya sehingga mengurangi intensitas ketegangan psikologis yang seharusnya dibangun oleh karakter Lowen.
Overall, film VERITY (2026) merupakan sebuah adaptasi drama thriller psikologis yang cukup memuaskan dan berhasil memberikan pengalaman menonton yang menegangkan, penuh teka-teki misteri yang tersimpan rapi di babak akhir film. Surat rahasia di penutup cerita meninggalkan pertanyaan moral yang mengantung tentang siapa villain sebenarnya, menjadikan film ini bahan diskusi yang menarik setelah kita selesai menontonnya.


[8/10Bintang]