Monday, 29 June 2026

[Review] Jangan Buang Ibu: Kritik Tajam Sekaligus Mengharukan Tentang Nasib Orang Tua Di Usia Senja!

 


#Description:
Title: Jangan Buang Ibu (2026)
Casts: Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmallah Gralind, Jared Ali, Humaira Jahra, Dwi Sasono, Erika Carlina, Fadly Faisal, Saskia Chadwick, Farrell Rafisqy, Nunung, Ingrid Widjanarko, Mpok Atiek, Dewi Pakis, Chema Mahrey, Diaz Andriawan, Mira Desiana
Director: Hadrah Daeng Ratu
Studio: Leo Pictures, Legacy Pictures, Narasi Semesta, Role Entertainment


#Synopsis:
Ristiana (Nirina Zubir) dan kedua anaknya yaitu Tama (Jared Ali) dan Dewi (Humaira Jahra) terpaksa menjual rumah mereka yang ada di Bandung setelah sang suami, Ridho (Dwi Sasono) ketahuan selingkuh dan memilih tinggal bersama selingkuhannya yang sedang hamil. Di saat yang bersamaan pula, Ristiana sedang mengandung anak ketiga. Meskipun sudah berkali-kali dikhianati oleh sang suami, namun kali ini Ristiana mengambil keputusan besar yaitu pergi merantau ke Jakarta dan membuka lembaran baru di sana.
Tiba di Jakarta, Ristiana tinggal di rumah sederhana di dalam gang bersama dengan Tama, Dewi dan calon anak ketiganya yang masih dalam kandungan. Untuk menghidupi anak-anaknya, Ristiana berjualan donat dan bekerja sebagai cleaning service di mall. Mereka berjuang untuk bertahan hidup di Jakarta tanpa diberi nafkah sama sekali oleh Ridho. Rasa sakit hati dan kecewa pun turut dirasakan oleh Tama dan Dewi yang kehilangan sosok ayah dalam hidup mereka. Seiring berjalannya waktu, Ristiana perlahan berhasil membesarkan ketiga anaknya. Tama (Refal Hady) sedang disibukkan dengan skripsi kuliah, Dewi (Amanda Manopo) memutuskan untuk bekerja di mini market dan Tria (Saputra Kori) sudah memasuki SMA.
Waktu terus berlalu. Meskipun usianya terus bertambah dan menua tak membuat Ristiana menyerah untuk membesarkan ketiga anaknya. Setelah lulus kuliah dan mendapat pekerjaan, Tama menikah dengan Asti (Erika Carlina) dan dikaruniai seorang anak perempuan bernama Marsha (Basmalah Gralind). Masalah muncul saat Dewi berencana akan menikah dengan pacarnya, Hafiz (Fadly Faisal). Dewi menginginkan sang ayah menjadi wali pernikahannya. Namun karena selama ini ayahnya menghilang tanpa kabar, keinginan tersebut sulit untuk terwujud. Tama pun bersedia dan menyanggupi sebagai wali pernikahan Dewi ketimbang mereka harus berusaha mencari keberadaan sang ayah yang sudah membuat keluarga sakit hati. Ristiana kemudian pergi ke Bandung untuk mencari keberadaan Ridho. Namun sayang, rumah mereka di Bandung sudah lama kosong dan tak pernah dikunjungi siapapun. Dewi pun akhirnya resmi menikah dengan Hafiz setelah Tama menjadi wali pernikahannya.
Setelah kedua anaknya menikah dan berumah tangga, Ristiana kini tinggal berdua saja dengan Tria. Di sisi lain, Tama dan istrinya, Asti yang sama-sama pekerja kantoran terlihat makin sibuk dengan segala urusan pekerjaan mereka hingga jarang sekali berinteraksi dengan anak mereka, Marsha. Begitu juga dengan Dewi yang kini tinggal di rumahnya Hafiz bersama sang anak, Zayn (Farrell Rafisqy) sambil merawat ibu mertua yang sedang sakit. Masalah kembali datang pada Ristiana yang harus menjemput Tria dari sekolah karena mencuri uang milik temannya untuk kepentingan acara cosplay. Ristiana tentunya sangat kecewa pada Tria dan merasa gagal juga dalam membesarkan anak. Tria pun menangis setelah ibunya mengeluarkan semua keluh kesahnya yang selama ini ia pendam. Tria berjanji akan menjadi anak yang lebih baik lagi kedepannya.
Waktu terus berjalan. Tria akhirnya lulus dari sekolah. Setelah itu, Ristiana berencana ingin anak ketiganya itu untuk lanjut kuliah. Namun rencana tersebut tidak terwujud karena Tria memilih langsung bekerja saja seperti kakaknya, Dewi. Ia kemudian berhasil diterima bekerja di pabrik. Saat waktu libur, Tria menggeluti hobinya yaitu membuat kostum dan datang ke acara cosplay. Di sana, ia tak sengaja berkenalan dengan cosplayer cantik dan populer di sosial media yaitu Rani (Saskia Chadwick). Pertemuan tersebut kemudian berlanjut dan mereka resmi berpacaran. Tak lama setelah itu, keduanya memutuskan untuk menjalani hubungan yang lebih serius yaitu menikah. Tepat satu minggu sebelum acara pernikahan, Ridho tiba-tiba muncul di rumah tanpa rasa bersalah dengan tatapan kosong. Tama sangat marah dan berusaha mengusirnya. Namun Ristiana melarangnya karena bagaimanapun juga Ridho adalah ayah kandung dari Tama, Dewi dan juga Tria. Setelah satu malam, Ridho kemudian pergi meninggalkan rumah.
Tria dan Rani akhirnya resmi menikah. Mereka berdua memutuskan menempati kontrakan yang sudah disediakan oleh tempat kerja Tria. Kini, Ristiana hidup sendirian di rumah. Rasa rindu dan kangen sesekali menghampirinya. Ristiana pun menyadari jika kini tidak bisa lagi seperti dulu yang bisa kapan saja bertemu dan mengobrol dengan Tama, Dewi dan Tria, karena mereka sudah berumah tangga dan mempunyai urusan masing-masing. Di sisi lain, Tama, Dewi dan Tria pun menyadari, setelah mereka dewasa dan berumah tangga, jadi sibuk degan banyak urusan pekerjaan dan jadi jarang berkomunikasi juga dengan sang ibu. Impian Ristiana yang ingin tinggal bersama anak dan cucunya pun sulit terwujud karena berbagai alasan kuat baik itu dari Tama, Dewi maupun Tria. Bagaimana nasib Ibu Ristiana selanjutnya?


#Review:
Rumah produksi Leo Pictures kembali hadir dengan project film drama terbarunya yang berjudul JANGAN BUANG IBU (2026). Film yang diadaptasi dari novel best seller karya Wahyu Derapriyangga ini bisa dibilang sebagai salah satu project premium dari Leo Pictures. Selain dibintangi sederet aktor besar dan sutradara spesialis mencetak Box Office Hit, film ini juga menurutku punya serangkaian promosi yang sangat gencar, bahkan dari 3-6 bulan filmnya tayang di bioskop Indonesia. Diantaranya menggelar press conference seperti fashion show di Senayan City, roadshow sneak preview di beberapa kota Indonesia hingga menggelar konvoi di Car Free Day Jakarta.


Untuk segi cerita, sutradara Hadrah Daeng Ratu dan penulis naskah cerita Widya Arifianti berhasil menyajikan melodrama keluarga yang sangat kuat dalam memotret realitas sosial di era modern. Film berdurasi dua jam ini menyoroti fenomena pengabaian orang tua di usia senja akibat kesibukan anak-anaknya. Melalui narasi yang penuh empati, sang sutradara berhasil menyentuh sisi paling sensitif dari institusi keluarga, memaksa penonton bercermin pada hubungannya sendiri dengan orang tua yang usianya terus bertambah dan menua. Secara penceritaan, Hadrah Daeng Ratu dan Widya Arifianti memilih konsep non-linear yang memberikan dimensi emosional lebih dalam. Penonton diajak melihat kontras yang tajam antara kehangatan masa lalu saat sang ibu berjuang sendirian demi masa depan ketiga anaknya dengan realitas pahit di masa kini ketika ia justru kesepian di panti jompo. Setiap back to back plot yang dihadirkan pun eksekusinya selalu bagus, sesuai realitas dan pastinya mengharukan. Dinamika hubungan ketiga anaknya Ibu Ristiana pun dibuat sangat natural dan tidak terlalu meledak-ledak setiap mereka menghadapi konflik. Chemistry Tama, Dewi dan Tria sangatlah believable. Setiap keputusan dan alasan mereka bertiga yang belum bisa tinggal dengan ibu mereka juga tergolong make sense. Keputusan ditempatkan di panti jompo pun jadi hal yang tidak buruk, meskipun pada akhirnya...... duh gila sih! bikin nangis kejer!! Leo Pictures sudah berhasil menyajikan drama keluarga yang levelnya hampir setara dengan film nya Thailand, HOW TO MAKE MILLIONS BEFORE GRANDMA DIES (2024)!


Nonton showtime pertama, pulang-pulang nangis jelek!!

Selain alurnya yang sangat solid sekaligus tearjerker, kekuatan utama film JANGAN BUANG IBU (2026) terletak pada jajaran pemainnya yang tampil sangat emosional, khususnya Nirina Zubir sebagai Ibu Ristiana. Transformasi Nirina menjadi sosok ibu paruh baya dengan tiga lintas waktu berbeda dan kemudian menggunakan make-up prostetik terbayar lunas karena aktingnya sebagai Ibu Ristiana sangatlah emosional. Trio anaknya Ibu Ristiana yang diperankan Refal Hady, Amanda Manopo dan Saputra Kori juga tak kalah memukau. Ketiganya digambarkan dengan sangat abu-abu, tidak hitam-putih, sehingga penonton bisa memahami dilema batin generasi muda yang terjebak antara hidup mandiri bersama keluarga yang sudah dibangun dan kewajiban berbakti. Supporting casts seperti Jared Ali, Humaira Jahra, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Fadly Faisal, Saska Chadwick hingga Dwi Sasono yang jadi super villain dalam film ini semakin memperlengkap kompleksitas film ini.
Overall, film JANGAN BUANG IBU (2026) bukanlah sekadar tontonan drama tearjerker semata, melainkan sebuah kritik sosial yang dikemas dengan manis, hangat dan penuh martabat. Keputusan menyertakan lagu klasik, ikonik, legendaris dan magis berjudul "Bunda" dari Melly Goeslaw menambah nilai tambah dan kesempurnaan film ini! The best so far from Leo Pictures!


[9/10Bintang]

0 comments:

Post a Comment