#Description:
Title: Power Ballad (2026)
Casts: Paul Rudd, Nick Jonas, Peter McDonald, Marcella Plunkett, Beth Fallon, Jack Reynor, Havana Rose Liu, Rory Keenan, Paul Reid, Keith McErlean, Sophie Vavasseur, Emma Rose Creaner, Robert Mitchell, Juliette Crosbie
Director: John Carney
Studio: 30West, Screen Ireland, Likely Story, Lionsgate
#Synopsis:
Rick Power (Paul Rudd) adalah vokalis dari grup band spesialis untuk acara pernikahan yang berbasis di Dublin, Irlandia. Grup band yang diberi nama The Bride & Groove ini terpaksa mengubur mimpi mereka untuk menjadi bintang musik di Amerika Serikat setelah Rick mengambil keputusan menikah dengan orang Irlandia yaitu Rachel (Marcella Plunkett) dan menetap tinggal di sana setelah dikaruniai seorang anak perempuan bernama Aja (Beth Fallon). Setiap The Bride & Groove manggung di acara pernikahan, Rick selalu menyempatkan untuk membawakan lagu pop rock mereka. Namun sayang, respon dari personel band lain tidak setuju karena lagu-lagu band mereka mayoritas tidak laku dipasaran dan tidak diketahui juga oleh banyak orang. Alhasil, setiap mereka manggung, lagu-lagu populer dan mainstream saja yang dinyanyikan.
Suatu hari, The Bride & Groove mendapat undangan untuk tampil di pesta pernikahan George (Robert Mitchell) dan Barbara (Juliette Crosbie), yang diselenggarakan di sebuah kastil. Ketika Rick dan band nya sedang tampil, George memberi kejutan tamu undangan dengan menghadirkan temannya yaitu Danny Wilson (Nick Jonas), penyanyi muda terkenal yang sedang berencana untuk membuat debut album setelah menuai kesuksesan dalam sebuah grup boy band. The Bride & Groove awalnya menyepelekan dan memandang sebelah mata musikalitas dari para penyanyi di era modern ini karena semuanya terasa serba instan. Namun saat George meminta Danny untuk naik ke atas panggung dan berduet dengan The Bride & Groove, semua anggapan tersebut sirna. Rick dan yang lainnya terpukau dengan penampilan Danny yang bisa berkolaborasi sangat baik dengan mereka. Video duet Danny dengan The Bride & Groove yang direkam oleh para tamu undangan pun menjadi viral di sosial media.
Setelah pesta pernikahan selesai, malam harinya Rick tak sengaja bertemu lagi dengan Danny yang sedang menikmati suasana kastil. Karena memiliki passion yang sama dalam dunia musik, Danny mengajak Rick untuk masuk ke kamarnya dan memperlihatkan jika dirinya sedang menggarap album debutnya. Sepanjang malam itu, mereka minum, menghisap ganja, dan saling berbagi musik, aransemen dan lirik lagu. Rick kemudian menyanyikan sebuah lagu orisinal yang ia tulis sendiri berjudul "How to Write a Song (Without You)". Danny sangat terpukau dengan musikalitas Rick yang masih kuat meskipun kini hanya berprofesi sebagai grup band spesialis acara pernikahan saja. Keesokan harinya, Danny langsung kembali ke Los Angeles, Rick dan teman satu band nya kembali pulang ke Irlandia dengan mengendarai mobil van. Saat akan keluar dari kastil, Rick mendapat kado istimewa dari Danny berupa gitar klasik yang bernilai mahal sebagai ucapan terima kasih karena sudah menyempatkan waktu untuk berbagi ilmu dan musik kemarin malam.
Tiba di Los Angeles, Danny bertemu dengan produsernya yaitu Mac Darling (Jack Reynor) dan langsung mengkritik lagu-lagunya karena dianggap terlalu pasaran. Demi mencari inspirasi baru, Danny memutar lagu Rick yang kemudian tidak sengaja terdengar oleh kekasihnya, Marcia (Havana Rose Liu). Setelah Danny selesai menyanyikannya, Marcia terpukau dengan aransemen serta lirik dari lagu tersebut. Marcia kemudian mendorong Danny untuk merekamnya dan merilisnya karena ia yakin lagu tersebut akan meledak di pasaran.
Enam bulan berlalu. Danny Wilson resmi merilis debut album berjudul "Evolve" dengan single perdananya yang berjudul "How to Write a Song (Without You)". Sesuai prediksi Marcia, lagu tersebut menjadi hit dan No. 1 di berbagai platform musik dan berhasil ditonton ratusan juta viewers di YouTube. Di sisi lain, Rick yang sedang berbelanja di mall, ia mendengar lagunya diputar namun dengan suara Danny Wilson. Rick mencoba meyakinkan diri dan orang-orang disekitarnya bahwa dialah yang menulis lagu tersebut. Namun sayang, Rick tidak bisa membuktikannya karena saat ia menyanyikan lagu tersebut di hadapan Danny, tidak orang lain dan tidak ada rekaman apapun untuk memperkuat keyakinannya. Rick berusaha menghubungi Danny dan juga pihak label namun tidak mendapat respon sama sekali.
Mac pun tak tinggal diam. Ia menemui Danny yang sedang syuting Music Video lagunya untuk mengkonfirmasi terkait tuduhan Rick. Mac lega setelah mendapat penjelasan Danny yang mengatakan jika saat sesi berbagi musik dan aransemen di pernikahan George kala itu, tidak ada saksi maupun bukti kuat tentang kepemilikan lagu tersebut ada di tangan Rick.
Karena sangat ingin mendapatkan pengakuan atas karyanya, Rick meyakinkan rekan bandnya, Sandy (Peter McDonald) untuk ikut terbang bersamanya ke Los Angeles. Keduanya nekat menghadiri konser World Tour nya Danny Wilson yang bertajuk "Evolve" dengan menggunakan uang tabungan mereka. Rick masih percaya jika Danny masih mempunyai rasa respect dan tidak akan menghindarinya. Berhasilkah Rick Power untuk mendapatkan pengakuan atas karya lagunya kepada Danny Wilson?
#Review:
Sutradara John Carney yang dikenal sebagai spesialis film-film bertema drama musikal kembali hadir dengan film terbarunya berjudul POWER BALLAD (2026). Yang menjadi daya tarik dari film ini yaitu sang sutradara menggandeng dua nama aktor besar Hollywood yaitu Scott Lang Paul Rudd dan Nick Jonas, penyanyi sekaligus personel dari grup musik The Jonas Brother.
Untuk segi cerita, film yang naskah cerita dan skenarionya ditulis oleh John Carney beserta Peter McDonald ini berhasil menyajikan komedi-drama musikal yang segar, emosional, sekaligus menyentil realitas industri musik modern. Film ini dengan cerdas mengontraskan dua dunia yang bertolak belakang dari Rick Power seorang vokalis band pernikahan lokal yang telah mengubur mimpi besarnya demi keluarga dan Danny Wilson mantan bintang boy band yang sedang berjuang mempertahankan eksistensinya di dunia musik sebagai solois. Premis perselisihan hak cipta sebuah lagu orisinal di antara keduanya menjadi konflik cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat akan konflik ego dan pencarian jati diri. Kekuatan utama film ini terletak pada chemistry yang dinamis sekaligus kontras performa yang luar biasa dari kedua pemeran utamanya. Paul Rudd berhasil keluar dari zona nyaman karakter komedi romantisnya yang biasa. Ia menampilkan akting memukau sebagai seorang ayah yang frustrasi, keras kepala, namun memiliki hati yang luar biasa lembut. Di sisi lain, Nick Jonas tampil sangat meyakinkan sebagai pop star yang sedang putus asa dan berada di zona abu-abu karena menjadi seorang musisi yang terdesak oleh tuntutan label dan industri musik. Apresiasi selanjutnya harus diberikan pada John Carney yang berhasil menjaga ritme cerita tetap seimbang, berpindah dari momen-momen komedi ke drama keluarga yang mengharukan dengan sangat mulus. Aspek musikal dalam film ini pun digarap dengan sangat serius. Lagu tema utama yang diperebutkan benar-benar terdengar seperti sebuah lagu hit yang emosional, membuat penonton memahami mengapa kedua karakter tersebut rela mempertaruhkan segalanya demi lagu tersebut.
Overall, film POWER BALLAD (2026) jadi tontonan hangat dan lucu dengan akhir yang menyentuh hati. Film ini tidak hanya berbicara tentang siapa yang menang atau kalah dalam perebutan hak cipta, melainkan tentang bagaimana seseorang berdamai dengan takdir dan menemukan kembali apa yang benar-benar berharga dalam hidupnya. Bagi pencinta film drama musikal yang kaya akan pesan moral, penampilan apik dari duet Rudd dan Jonas ini jelas menjadi sebuah tontonan yang tidak boleh terlewatkan!
[8.5/10Bintang]


0 comments:
Post a Comment