Sunday, 20 September 2026

[Review] Resident Evil 2026: Perjuangan Berbahaya Si Kurir Medis Menuju Raccoon City Hospital

 


#Description:
Title: Resident Evil (2026)
Casts: Austin Abrams, Zach Cherry, Paul Walter Hauser, Kali Reis, Will Merrick, Andrea Miltnerova, Karel Dobry, Zoe Bellas, Chris Lew Kumhoi, Griffin Newman, Jo Martin, Emily Piggford, Johnno Wilson, Isla McRae, Sara Paxton
Director: Zach Cregger
Studio: Constantin Films, Davis Films, Subconscious, PlayStation Productions, Sony Pictures


#Synopsis:
Bryan (Austin Abrams), seorang kurir medis baru saja tiba di St. George Hospital untuk menyerahkan paket medis B7. Begitu penyerahan selesai, seorang perawat memintanya mengantarkan paket medis A1 ke Raccoon City Hospital yang terletak di wilayah pegunungan Colorado. Bryan sempat menolak karena jaraknya yang jauh serta kondisi di luar yang sedang badai salju. Namun, karena tawaran imbalan yang cukup besar dari pihak rumah sakit, Bryan langsung menerima tugas tersebut. Sebelum berangkat, perawat berpesan agar Bryan membawa paket A1 berwarna hijau itu dengan sangat hati-hati karena paket medis tersebut sangat penting bagi Raccoon City Hospital. Bryan pun berjanji akan menjaganya sebaik mungkin, meskipun mobilnya tidak dilengkapi perlengkapan keselamatan yang memadai untuk melintasi jalanan bersalju.


Bryan langsung melaju menuju Raccoon City Hospital meskipun sudah malam hari. Di tengah perjalanan, ia melanjutkan panggilan telepon dengan kekasihnya, Michelle (Sara Paxton). Bryan masih terkejut mengetahui pacarnya itu sedang hamil. Bryan merasa belum siap menikah, apalagi menjadi seorang ayah. Kekecewaan dan kesedihan Michelle memicu pertengkaran hebat di antara mereka. Akibat kehilangan fokus saat menyetir, Bryan tanpa sengaja menabrak seseorang. Bersamaan dengan itu, sinyal ponselnya hilang karena memasuki kawasan hutan bersalju. Masih dalam kondisi syok, Bryan keluar dari mobil untuk mencari korban. Ia hanya menemukan bercak darah dan jejak kaki di atas salju yang mengarah ke dalam hutan. Setelah mengikuti jejak tersebut, Bryan menemukan seorang wanita dalam keadaan tubuh kaku dan kepalanya terluka. Ia bergegas membawa wanita itu ke dalam mobilnya untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.


Tak lama berselang, sebuah mobil patroli membuntutinya dan meminta Bryan menepi. Deputy Sheriff Wilson (Johnno Wilson) menindak Bryan karena melaju melebihi batas kecepatan di jalanan bersalju. Bryan menjelaskan jika dirinya sedang terburu-buru membawa korban tabrakan ke rumah sakit. Sheriff Wilson kemudian memindahkan wanita itu ke mobil patrolinya dan memerintahkan Bryan untuk membuntutinya dari belakang. Proses tilang dan hukuman akan dilakukan setelah mereka berdua mengantarkan korban ke rumah sakit terdekat. Kedua kendaraan itu pun kembali melaju. Namun, tak berselang lama, mobil patroli tersebut kecelakaan dan terbalik. Bryan langsung berhenti dan keluar dari mobilnya untuk memeriksa keadaan. Sheriff Wilson ditemukan tewas di tempat, sementara wanita korban kecelakaan tadi menghilang dari dalam mobil. Bryan langsung meminta bantuan menggunakan ponsel dan interkom yang ada di dalam mobil patroli, tetapi nihil hasil karena terkendala sinyal. Tiba-tiba, wanita tersebut muncul kembali dan menyerang Bryan. Dalam kepanikan demi membela diri, Bryan mengambil pistol dinas milik Sheriff Wilson dan menembaknya berkali-kali. Sialnya, tembakan beruntun tersebut ada yang meleset dan merusak mobilnya sendiri.


Di tengah gelapnya malam yang disertai hujan salju yang semakin menebal, Bryan melihat sebuah area peternakan tak jauh dari lokasi kecelakaan dan bergegas ke sana untuk meminta bantuan. Setelah memanjat pagar pembatas, seekor anjing mendadak mengejar dan memojokkannya hingga masuk ke dalam bangunan lumbung. Saat berupaya kabur belakang, Bryan berhasil melumpuhkan anjing yang ternyata telah bermutasi itu menggunakan sisa peluru di pistolnya. Ia kemudian berlari menuju rumah di samping bangunan lumbung dan menemukan sebuah senapan berburu terpasang di dinding.
Saat menggeledah lantai atas untuk mencari amunisi, Bryan melihat dari kejauhan wanita yang sempat ditabraknya ternyata masih hidup dan berlari kencang menuju rumah. Sebelum sempat bereaksi, seorang pria tua mendadak muncul dan menyergap Bryan, disusul wanita tadi yang langsung menerobos naik ke lantai atas. Dalam kepanikan demi menyelamatkan diri, Bryan langsung menembak mati keduanya dengan senapan tersebut. Namun, di tengah kekacauan itu, jaringan tentakel mengerikan keluar dari kedua jasad tersebut dan mulai menyatukan tubuh mereka. Melihat anomali mengerikan tersebut, Bryan bergegas turun dan mencoba kabur menggunakan mobil yang terparkir di samping rumah. Sialnya, saat ia berusaha membuka gembok gerbang peternakan, hasil mutasi gabungan dari kedua jasad tadi terlihat berusaha keluar dari rumah. Tanpa berpikir panjang, Bryan meninggalkan mobil tersebut dan berlari menjauhi area peternakan.
Dalam perjalanan tanpa arah, Bryan menemukan sebuah terowongan yang menjadi satu-satunya jalur yang bisa ia lewati. Di dalamnya, banyak mobil yang telah ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya. Terdesak oleh rasa lapar, Bryan nekat masuk ke dalam sebuah mobil RV yang berhenti tepat di tengah terowongan untuk mencari makanan. Di dalam RV tersebut, ia mendengar suara anak perempuan yang bersembunyi di dalam toilet sambil memohon pertolongan. Namun, saat Bryan mendekat untuk menenangkannya, Bryan menyadari kaki anak itu telah terinfeksi akibat gigitan ibunya. Sebelum ia sempat merespons, anak itu mendadak bermutasi dan langsung menyerang serta menggigit lengannya. Dalam kepanikan, Bryan reflek melepaskan tembakan senapannya hingga bocah terinfeksi itu tewas seketika.
Setelah keluar dari terowongan, Bryan kembali melanjutkan perjalanan dan melihat sosok mengerikan wanita yang ia tabrak tadi telah bermutasi dengan bermacam-macam tubuh orang. Bryan berhasil ditolong oleh sebuah mobil patroli yang dikemudikan oleh dua karyawan dari Umbrella Corporation yaitu Paul (Paul Walter Hauser) dan Maxine (Kali Reis). Dalam perjalanan menuju Raccoon City, Paul menceritakan jika insiden kecelakaan di laboratorium Umbrella Corp yang menjadi penyebab dari wabah mengerikan ini. Para profesor dan peneliti saat ini sedang berpacu dengan waktu di Raccoon City Hospital serta menunggu paket medis A1 yang dibawa Bryan untuk mengembangkan zat penawar sebelum diserahkan ke Garda Nasional.


Saat tiba di Raccoon City, mereka melihat segerombolan orang yang terinfeksi mengejar orang orang yang belum terkena wabah. Sebagai seorang polisi, Maxine langsung turun dari mobil dan berusaha menyelematkan orang tersebut. Setelah Maxine menembak beberapa orang yang terinfeksi, ia tak kunjung kembali ke mobil. Paul dan Bryan yang menunggu di mobil patroli kesal karena mereka harus secepat mungkin menuju rumah sakit. Dengan dibekali senjata milik Umbrella Corp, Paul menyuruh Bryan keluar dari mobil dan mencari Maxine.


Saat berjalan menuju titik terakhir terlihatnya Maxine, Bryan melihat Maxine sudah tewas dengan kondisi sangat mengenaskan. Tak lama setelah itu, sosok monster mengerikan yang sudah bermutasi menarik jasad Maxine dan juga Paul. Bryan langsung melarikan diri melalui saluran pembuangan bawah tanah. Akankah Bryan berhasil mengirimkan paket medis tersebut ke Raccoon City Hospital?


#Review:
Franchise film RESIDENT EVIL bisa dibilang sebagai salah satu franchise film ikonik dan legendaris yang pernah diproduksi Hollywood. Enam film yang dirilis pada periode tahun 2004-2016 berhasil mencetak box office hit global dengan total pendapat lebih dari $1,200 miliar Dollar Amerika Serikat. Lima tahun setelah film terakhir RESIDENT EVIL: THE FINAL CHAPTER (2016), Constantin Films dan Sony Pictures menghadirkan reboot dan cerita baru lewat film RESIDENT EVIL: WELCOME TO RACCOON CITY (2021). Namun sayang, respon dari penggemar setia film, games nya serta para penonton cukup mengecewakan. Filmnya mendapat skor sangat rendah dari berbagai situs ulasan film dan mengalami kegagalan di tangga box office hit.


Lima tahun berlalu, Constanin Film dan Sony Pictures kembali melakukan reboot dan menghadirkan cerita baru untuk yang kedua kalinya. Aktor sekaligus komedian dan juga sutradara Zach Cregger yang sukses mencuri perhatian penonton film dunia lewat film BARBARIAN (2022) dan WEAPONS (2025), mendapat kepercayaan untuk menggarap reboot kedua dari franchise RESIDENT EVIL ini.
Untuk segi cerita, film terbaru RESIDENT EVIL (2026) tidak mengambil point of view dari karakter para prajurit seperti Alice Marcus, Leon Kennedy atau yang lainnya. Zach Cregger mengadaptasi cerita film ini dari perpaduan antara game Resident Evil 2 (1998) dan Resident Evil 3 (1999) yang dimana point of view nya berdasarkan dari para survivor yang berusaha menyelamatkan diri dari wabah yang disebabkan dari kegagalan senjata biologis milik Umbrella Corporation di Raccoon City. Keputusan perubahan point of view ini menurutku sangatlah tepat. Zach Cregger berhasil memberikan pembeda yang jelas dengan Resident Evil versi Mila Jovovich dan juga versi tahun 2022. Durasi 1 jam 33 menit, penonton diajak untuk mengikuti cerita survival dari seorang kurir paket medis yang harus melewati berbagai kejadian tak terduga dan mengerikan menuju rumah sakit. Menariknya lagi, sang sutradara memutuskan untuk tidak memberikan space untuk bercerita tentang asal-usul wabah Zombie tersebut, kemudian apa itu Umbrella Corporation dan jenis-jenis Zombie yang tampil dalam film ini. Zach Cregger lebih fokus menyajikan horror survival dari kejaran Zombie dengan eksekusi yang sangat fun dan entertaining dengan treatment menggunakan signature jokes-nya. Lebih menariknya lagi, wabah Zombie dalam film ini pun tidak sekedar manusia menjadi Zombie saja. Jika kamu sudah menonton BARBARIAN (2022), pasti referensi bentukan Zombie dan monster aneh ini tidak akan menjadi masalah hahaha. Memasuki babak akhir film, Zach Cregger kembali menunjukkan pesona komedinya lewat adegan-adegan intens namun dikemas secara black comedy dengan satir khas-nya, sama seperti yang sudah ia lakukan dengan sempurna lewat film WEAPONS (2025) kemarin.
Untuk jajaran pemain, aktor yang sudah menjadi kesayangan bagi Zach Cregger yaitu Austin Abrams tampil gemilang sebagai kurir paket medis di film ini. Sosok Bryan dibuat ceplas-ceplos dengan segala tindakannya terasa relevan jika kita terjebak dalam situasi seperti Bryan, pasti akan berkelakuan seperti dia juga hahaha. Jajaran aktor pendukung lain yang hanya tampil selewat saja pun sengaja dibuat semi komikal dan kemudian bernasib sial, sukses membuat penonton puas melihatnya.
Overall, film RESIDENT EVIL (2026) menyajikan perpaduan action dan survival horror yang mencekam, membawa nuansa nostalgia khas film era Mila Jovovich maupun games nya. Transformasi Bryan dari seorang kurir biasa menjadi survivor yang harus berjuang melintasi malam bersalju bertabur teror mutasi berhasil menghadirkan ketegangan yang konsisten dari awal hingga akhir. Bagi para penggemar genre body horror dan kisah wabah yang menegangkan, film ini menyuguhkan ketegangan yang solid, deretan adegan aksi yang intens, serta kejutan ending yang tragis sekaligus memuaskan.


[9/10Bintang]

0 comments:

Post a Comment