Thursday, 30 July 2026

[Review] Spider-Man Brand New Day: Awal Baru Perjalanan Peter Parker Jadi Street Level-Hero di MCU!

 


#Description:
Title: Spider-Man: Brand New Day (2026)
Casts: Tom Holland, Zendaya, Jacob Batalon, Sadie Sink, Jon Bernthal, Tramell Tillman, Mark Ruffalo, Liza Colon Zayas, Marisa Tomei, Michael Mando, Eman Esfandi, Marvin Jones III, Zabrina Guevara, Florence Pugh, Keith David, Naomi Watts
Director: Destin Daniel Cretton
Studio: Sony Pictures, Columbia Pictures, Marvel Studios


#Synopsis:
Mantra sihir Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) berhasil menyelamatkan alam semesta, namun ada satu konsekuensi besar yang harus diterima oleh Peter Parker (Tom Holland). Seluruh dunia lupa bahwa ia adalah Spider-Man. Peter kini hidup seorang diri setelah orang-orang terdekat yang sangat dicintainya, termasuk Michelle "MJ" Jones (Zendaya) dan Ned Leeds (Jacob Batalon), tak lagi mengenali dirinya.


Seiring berjalannya waktu, Peter berusaha bangkit dan melanjutkan hidup. Berbekal sisa-sisa teknologi peninggalan Stark Industries, ia merakit kembali kostum Spider-Man serta web-shooter ciptaannya sendiri. Bertindak sebagai pahlawan tanpa identitas, Spider-Man aktif membantu Department of Damage Control (DODC) dan kepolisian New York dalam memberantas kejahatan. Kerja samanya yang erat dengan Detektif Jean DeWolff (Liza Colon Zayas) membuat aksi pahlawannya menuai banyak apresiasi dari warga dan juga pihak kepolisian.
Di luar tugasnya sebagai pahlawan, Peter hanyalah pemuda yang kesepian. Di sela-sela rutinitasnya berkunjung ke makam Bibi May (Marisa Tomei), Peter kerap memantau media sosial Ned yang berhasil kuliah di kampus MIT. Melihat unggahan aktivitas Ned yang sesekali menampilkan kebersamaannya dengan MJ selalu memicu perasaan campur aduk di hati Peter. Kerinduan itu memuncak saat Peter tak sengaja berpapasan dengan Ned di sebuah minimarket. Malam harinya, Peter memberanikan diri datang ke pesta yang diadakan Ned. Namun, kedatangannya ke sana justru membuat Peter patah hati mendalam saat ia melihat MJ sudah memiliki pacar. Impian dahulu mereka bertiga untuk kuliah dan tinggal bersama selama kuliah MIT sirna akibat ulahnya sendiri.


Suatu hari, kesedihan Peter teralihkan oleh panggilan darurat mengenai truk tank baja milik cabang Damage Control yang dibajak dan mengamuk di tengah kota. Spider-Man langsung terjun ke lokasi bersama pasukan kepolisian arahan DeWolff. Di tengah aksi kejar-kejarannya, muncul Frank Castle alias The Punisher (Jon Bernthal) yang juga sedang memburu truk tersebut. Spider-Man lantas meminta Punisher untuk mundur dan menyerahkan penanganan kepadanya dan juga kepolisian. Mengingat truk pembajak itu mengarah ke kantor pusat Damage Control, DeWolff segera berkoordinasi dengan kepala DODC, Bill Metzger (Tramell Tillman) untuk mengevaluasi dan mengevakuasi orang-orang di sana demi mencegah timbulnya korban jiwa. Setelah pertempuran yang sengit, Spider-Man akhirnya berhasil menghentikan truk tank tersebut. Saat pintu kendaraan dibuka. Seorang wanita paruh baya tak dikenal terlihat di dalam dengan tatapan kosong dan menyebut nama Peter Parker. Hal itu membuat Spider-Man terkejut, sebab ia tidak pernah berinteraksi dengan siapa pun sejak mantra sihir Dr. Strange bekerja. Tak lama kemudian, wanita itu tersadar lalu menangis histeris karena sama sekali tidak mengingat apa yang sudah ia lakukan. Seketika, insting Spider-Sense milik Peter mendeteksi adanya bahaya mengintai.


Keanehan beberapa orang di lokasi kejadian seperti kerasukan sambil berbicara dan mengenali identitas asli Peter Parker. Melalui analisis cepat dari asisten kecerdasan buatan miliknya, E.V. (Naomi Watts), Peter menyadari bahwa sosok misterius tersebut memiliki kemampuan merasuki pikiran dan berpindah tubuh secara instan. Entitas ini bahkan berhasil membebaskan tahanan berbahaya Damage Control yaitu Mac Gargan alias Scorpion (Michael Mando) dengan cara mengendalikan pikiran pilot helikopter. Demi menggali informasi lebih dalam mengenai keterkaitan antara Scorpion dan sosok misterius itu, Peter mendatangi anggota New Avengers, Yelena Belova (Florence Pugh). Dari hasil diskusi mereka, Yelena menduga adanya aset bernilai tinggi di dalam Damage Control yang tengah diincar oleh Scorpion dan entitas penjelajah pikiran tersebut.



Seiring berjalannya waktu, ancaman dari sosok misterius tersebut menjadi semakin tak terkendali karena ia dengan mudahnya merasuki siapa saja demi menemukan apa yang dicarinya. Di saat yang sama, Peter Parker mulai merasakan perubahan aneh pada tubuhnya. Mutasi DNA Arachnid dalam dirinya mengalami lonjakan drastis. Jaring organik mendadak dapat keluar langsung dari pergelangan tangannya dan kekuatan fisiknya pun meningkat pesat, meski ia sangat kesulitan untuk mengendalikannya. Dalam kondisi terdesak, Peter teringat pada alat Inhibitor yang pernah digunakan oleh Bruce Banner (Mark Ruffalo) alias Hulk untuk mengendalikan efek radiasi Gamma dalam tubuhnya. Peter lantas menemui Bruce yang kini berprofesi sebagai profesor dan dosen di Empire State University untuk berkonsultasi. Berbekal petunjuk dan bimbingan teknis dari Bruce, Peter mulai merakit sendiri alat Inhibitor ciptaannya agar dapat membatasi serta mengendalikan gejolak DNA Arachnid di dalam tubuhnya.



Di sisi lain, identitas sosok misterius yang mengacaukan Damage Control akhirnya terkuak. Ia adalah Jean Elaine Grey (Sadie Sink), seorang perempuan dengan kemampuan telekinesis luar biasa yang sanggup mengendalikan pikiran orang lain. Usut punya usut, Jean ternyata sedang berjuang mencari keberadaan seseorang yang ditangkap oleh pihak Damage Control beberapa tahun silam. Amarah dan rasa kecewa Jean kian memuncak karena aksi pencariannya selalu saja dihalangi oleh Spider-Man. Akankah Jean Grey berhasil menemukan orang yang dicarinya atau justru langkahnya terhenti oleh Spider-Man, pasukan Damage Control hingga The Punisher?


#Review:
Sony Pictures dan Marvel Studios akhirnya menghadirkan lagi kelanjutan cerita Peter Parker versi MCU setelah kemarin Trilogy Homecoming ditutup dengan sempurna lewat film SPIDER-MAN: NO WAY HOME (2021). Sesuai dengan judul, plot film SPIDER-MAN: BRAND NEW DAY (2026) mengajak penonton dan penggemar setia Marvel untuk melihat babak baru dan awal mula dari Spider-Man Earth-616 setelah satu alam semesta lupa akan Peter Parker adalah Spider-Man efek dari mantra sihirnya Dr. Strange.


Untuk segi cerita, film ini berhasil menyajikan tone yang lebih dewasa, personal dan juga emosional. Kehilangan Bibi May serta kenyataan pahit melihat Ned dan MJ yang melanjutkan hidup tanpa dirinya menjadi inti kekuatan narasi film ini. Sutradara Destin Daniel Cretton berhasil mengeksplorasi kerapuhan mental seorang pahlawan yang menjalankan misinya melindungi New York sambil memendam rasa patah hati yang mendalam. Meskipun dibuat jadi Spider-Man Sad Boy, untungnya Peter Parker versi MCU ini tidak jadi orang don't have seperti Peter Parker versi Sam Raimi hahaha. Peter di sini masih punya privilege yaitu memiliki akses untuk menggunakan fasilitas dan teknologi yang tersisa dari Stark Industries. Lebih lanjut, nuansa street-level hero membuat skenario pertarungan Spider-Man dalam film ini terasa lebih grounded dan sesuai dengan "marwah" nya yang sempat disinggung juga oleh Yelena Belova. Dinamika hubungan Peter Parker dengan orang-orang disekitarnya pun dibuat menyenangkan, seperti tektokan chemistry antara Spider-Man dengan Punisher dan DeWolff mengingatkan penonton akan dinamikanya dengan mendiang Tony Stark. Moment dramatic tentunya datang saat Peter Parker akhirnya bertemu lagi dengan MJ dan Ned. Sihir Dr. Strange memang mujarab dan mutlak. Meskipun Peter sudah effort memberikan kode dan sinyal, namun MJ maupun Ned benar-benar tidak mengenali siapa itu dia.


Kehadiran karakter mutant Jean Grey versi muda yang diperankan Sadie Sink memang jadi perbincangan hangat di kalangan fans. Secara tidak langsung, eksistensi mutant di MCU semakin diperkuat setelah debut lewat Kamala Khan dan sekarang Jean Grey. Development story dari karakter Jean Grey yang sengaja dibuat sedari remaja dan belum bertemu dengan X-Men menurutku keputusan yang tepat. Hal tersebut menjadikan karakter Jean Grey punya waktu dan kontrak jangka panjang untuk fase-fase MCU di masa depan. Penampilan Sadie Sink juga patut diacungi jempol karena berhasil membawakan karakter Jean yang penuh amarah, trauma, dan motivasi emosional yang kuat saat memburu seseorang di fasilitas Damage Control. Teror manipulasi pikiran yang dilakukan Jean, menciptakan eskalasi bahaya yang over power dan membahayakan keselamatan banyak orang.
Performa akting Tom Holland, Zendaya, dan Jacob Batalon dalam babak baru ini menghadirkan dinamika emosional yang jauh lebih matang, dewasa dan menyentuh hati. Tom Holland berhasil menampilkan performa terbaik sepanjang kariernya sebagai Peter Parker. Ia dengan lihai mentransisikan sosok Spider-Man yang ceria menjadi pemuda yang dipenuhi rasa kesepian, kedukaan, dan beban mental yang berat. Aksinya saat mengekspresikan patah hati terselubung ketika menatap orang-orang yang dicintainya menjadi salah satu puncak emosional film ini, memperlihatkan pendewasaan karakter yang sangat kuat di balik topeng pahlawannya. Zendaya dan Jacob Batalon memberikan kontras yang luar biasa melalui perubahan dinamika peran mereka sebagai MJ dan Ned. Berperan sebagai dua orang asing yang sama sekali tak mengingat Peter, Zendaya mampu menyampaikan kehangatan sekaligus jarak emosional yang canggung namun realistis, sementara Batalon mengeksekusi transisi karakternya dari seorang sahabat karib menjadi sosok pemuda biasa yang berjarak dengan sangat pas. Chemistry di antara ketiga aktor ini berhasil membangun nuansa ironi dan kian mempertegas rasa kehilangan yang harus ditanggung oleh Peter Parker sendirian.
Aspek teknis dan efek visual film SPIDER-MAN: BRAND NEW DAY (2026) juga sangatlah layak mendapatkan apresiasi tinggi dari penonton. Transisi adegan saat Jean Grey merasuki orang-orang di sekitar Spider-Man disajikan secara memukau, diperkuat oleh scoring musik yang ciamik dalam membangun ketegangan ketika Spider-Sense dari Peter Parker bereaksi. Selain itu, koreografi fighting dengan jarak dekat serta visualisasi alat Inhibitor buatan Peter dan organic web menunjukkan perpaduan sempurna antara aksi akrobatik pahlawan super khas Marvel yang selalu memanjakan mata. Destin Daniel Cretton berhasil menyajikan serangkaian adegan action street level-hero yang memukau dan konsisten dari awal sampai akhir film.
Overall, film SPIDER-MAN: BRAND NEW DAY (2026) adalah sebuah sekuel yang amat memuaskan dan berhasil re-introducing arah cerita Spider-Man di Marvel Cinematic Universe. Film ini tidak hanya menjual aksi pahlawan super yang megah, tetapi juga menyajikan sebuah kisah pendewasaan diri yang menyentuh hati tentang pengorbanan dan penerimaan. Tak heran saat opening day di Indonesia, film ini berhasil mengumpulkan lebih dari 600.000++ penonton! Gokil!


[9/10Bintang]

0 comments:

Post a Comment