[Review] Siti Si Vampir: Cerita Lucu Akamsi Rusun Yang Tak Sengaja Berubah Jadi Vampir!

 


#Description:
Title: Siti Si Vampir (2026)
Casts: Satine Zaneta, Ciccio Manassero, Ajil Ditto, Nugie, Kimberly Ryder, Shania Gracia
Director: Rahabi Mandra
Studio: Bahagia Tanpa Drama, Viddsee, AZ Films, Spectrum Film, PK Films


#Synopsis:
Siti (Satine Zaneta), seorang remaja perempuan, tinggal bersama ayahnya, Pak Yusuf (Nugie), di Rusun Bujang Kenyot. Setiap hari, Siti membantu sang ayah mengelola warung sembako di lantai dasar rusun. Ia juga sering mengantar air galon dan tabung gas ke setiap lantai dengan naik turun tangga. Kondisi tersebut membuat Siti merasa sedih dan sudah capek dengan hidup dalam kemiskinan.
Suatu hari, Stella (Shania Gracia), seorang kreator konten media sosial, mengunjungi Rusun Bujang Kenyot untuk keperluan syuting. Dalam kontennya kali ini, Stella berencana bertukar nasib selama satu hari dengan warga rusun yang beruntung. Begitu melihat siaran langsung di ponselnya, Siti segera berlari menuju lapangan untuk menemui Stella yang sangat diidolakannya. Karena tidak ada pilihan lain dan Siti merupakan penggemarnya, Stella pun memilih Siti untuk berkolaborasi dalam konten tersebut.
Di sisi lain, klan vampir di kota sedang mengalami krisis pasokan darah segar. Nakula (Ciccio Manassero) menyusun rencana untuk mengumpulkan darah dari para penghuni rusun, karena menurutnya warga di sana lebih mudah dijadikan sasaran. Nakula juga merancang alat penyaring darah agar sesuai dengan standar klan mereka. Rencana ini harus segera terlaksana sebelum hari ulang tahun ibunya, Ratu Vampir (Kimberly Ryder). Setelah mengadakan pertemuan klan, mereka sepakat untuk mengincar Stella karena popularitasnya di media sosial. Mereka yakin bahwa mengubah Stella menjadi vampir akan mempermudah mereka mendapatkan pengikut baru sekaligus pasokan darah. Nakula pun diutus untuk menemui dan menggigit Stella.
Sementara itu, Stella beserta asistennya dan Siti sedang menyusun skenario tukar nasib di warung sembako. Stella akan berpura-pura menjadi pedagang dengan memakai baju Siti, sedangkan Siti berperan sebagai kreator konten dengan mengenakan pakaian Stella. Namun, karena pakaian yang dikenakan Stella sudah kotor dan berkeringat, Siti berinisiatif membawakan pakaian baru untuknya. Saat Siti naik ke rusun, Nakula tiba-tiba muncul dan langsung menggigit Siti. Nakula kemudian membawa Siti ke kediaman para vampir. Kini, Siti resmi menjadi seorang vampir.
Setelah sadar dari pingsannya, Siti terkejut mendapati dirinya terbangun di sebuah kamar yang mewah dan luas. Ia merasa sangat senang, hingga akhirnya terkejut saat melihat cermin dan menemukan taring tajam yang tumbuh terbalik di giginya. Nakula kemudian meminta maaf dan mengakui bahwa ia telah salah sasaran. Meski bersedia mengantar Siti kembali ke rusun, Nakula tidak bisa mengembalikannya menjadi manusia normal. Malam itu Siti tidak bisa tidur, dan baru bisa terlelap saat pagi hari dengan kondisi kamar yang gelap gulita.
Seiring waktu, Siti harus beradaptasi dengan kehidupannya sebagai vampir. Kulitnya kini rentan terbakar jika terkena sinar matahari, sehingga ia terpaksa mengenakan pakaian serba tertutup saat membantu ayahnya berjualan di siang hari. Di sisi lain, wujud barunya ini memberi Siti kekuatan super yang justru sangat meringankan pekerjaan di warung. Siti akhirnya menceritakan rahasia ini kepada sahabatnya, Dudi (Ajil Ditto), seorang teknisi servis AC dan elektronik.
Untuk mencegah Ratu Vampir kecewa atas kecerobohannya, Nakula rutin melatih Siti agar bisa mengendalikan kekuatan dan beradaptasi dengan keluarga besarnya. Fasilitas rumah mewah, pakaian mahal, dan kehidupan bergelimang harta membuat Siti perlahan menikmati peran barunya. Suatu hari, Dudi tak sengaja memergoki keberadaan Siti saat sedang memperbaiki AC di rumah Nakula. Siti pun berterus terang bahwa ia telah menjadi bagian dari klan vampir tersebut.
Seiring berjalannya waktu, serangkaian konflik bermunculan. Siti tidak sengaja mengetahui rencana jahat klan vampir yang ingin menguasai rusun dan mengubah seluruh penghuninya menjadi vampir demi pasokan darah. Kini Siti dilanda perasaan dilema. Ia kembali ke rusun untuk melindungi ayah serta warga yang ia sayangi, atau tetap bersama klan vampir demi kehidupan yang serba berkecukupan?


#Review:
Dalam beberapa tahun terakhir, sutradara Rahabi Mandra semakin produktif menggarap film-film bertema komedi. Citranya yang selama ini dikenal sebagai spesialis film bertema drama thriller hingga biografi perang pun mulai tergantikan gara-gara film-film komedi yang ia sutradarai. Setelah dengan DETEKTIF JAGA JARAK (2023) dan GAMPANG CUAN (2023), Rahabi Mandra bersama rumah produksi Bahagia Tanpa Drama merilis film berjudul SITI SI VAMPIR (2026). Film bergenre komedi ini merupakan terinspirasi dari serial SITI VAMPIRE (2021) produksi Singapura dan Malaysia.
Untuk segi cerita, film ini berhasil memadukan elemen supranatural dengan realitas kehidupan masyarakat perkotaan. Keputusan untuk memindahkan formula cerita vampir yang lazimnya kaku dan ala Barat ke dalam lingkungan rumah susun lokal terbukti menjadi landasan cerita yang solid sekaligus menghibur. Hubungan ayah dan anak antara Siti dengan Pak Yusuf digambarkan cukup relevan, khas keluarga menengah ke bawah yang saling mengandalkan demi bertahan hidup. Penonton pasti pernah berada di fase pubertas seperti Siti yang lelah mendengar omelan orang tua dan tidak mau lagi hidup dalam kemiskinan. Namun dibalik itu semua, sikap orang tua yang keras, suka mengomel tersebut juga demi kebaikan anak mereka. Selain menampilkan cerita dinamika hubungan ayah dan anak, film SITI SI VAMPIR (2026) juga menyajikan drama persahabatan semi friend zone antara Siti dengan Dudi. Chemistry keduanya sebagai sahabat dekat terasa meyakinkan. Subplot lain yaitu tentang cerita klan vampir di sini tidak berbeda jauh dengan formula khas cerita vampir di luaran sana. Yang menjadi pembeda terletak pada target dari vampir yang berasal dari akamsi rusun hahaha. Kehadiran elemen taring terbalik pada Siti hingga respons polos warga rusun terhadap wujud vampir makin memperkuat warna komedi absurd yang ditawarkan sepanjang film. Rahabi Mandra mulai berhasil menemukan ciri khas dalam berkomedi di setiap filmnya nih. Hahaha. Yang sedikit mengganjal bagiku dari fim ini ada di sisi development cerita dari para klan vampir cuma sekilas saja, bahkan karakter pendukung klan vampir pun terasa seperti figuran saja. Mungkin bisa dibahas mengenai klan vampir di Indonesia pada sekuel atau spin-off nya?
Untuk jajaran pemain, performa Satine Zaneta dan Ajil Ditto berhasil bikin penonton tertawa karena dari dialog, logat, dan gesture mereka sangat akamsi jamet. Wkwkwk! Penampilan Nugie juga patut diapresiasi sebagai ayah bawel namun memiliki hati yang hangat kepada sang anak. Ciccio Manassero yang berperan sebagai vampir Nakula juga sangat pas dengan postur serta wajah blasterannya. Aura dingin, pucat dan kharismatik nya sesuai dengan karakteristik seorang Edward Cullen eh vampir hahaha!
Untuk urusan visual, film SITI SI VAMPIR (2026) menyajikan sinematografi yang fun dan entertaining. Tata cahaya saat transisi setiap karakter dibuat berbeda-beda menjadi sajian unik dan tidak akan kita temukan dalam film bertema vampir manapun ahahaha. Perbedaan kontras warna saat para karakter di rusun dan rumah mewah klan vampir juga tampilannya bagus dan relevan dengan situasinya. Overall, film SITI SI VAMPIR (2026) berhasil menyajikan tontonan hiburan yang mengundang gelak tawa, tetapi juga sebuah narasi sosial yang relevan, meskipun harus dibalut dengan salah satu ikon horror dunia yaitu vampir.


[7.5/10Bintang]