#Description:
Title: Fuze (2026)
Title: Fuze (2026)
Casts: Aaron Taylor-Johnson, Theo James, Gugu Mbhata-Raw, Sam Worthington, Saffron Hocking, Elham Ehsas, Shaun Mason, Nabil Elouhabi, Alexander Arnold, Honor Swinton Byrne, Luke Mably
Director: David Mackenzie
Studio: Anton, Sigma Films, Sky Cinema, Saban Films, Roadside Attractions Films
#Synopsis:
Sebuah bom yang diduga peninggalan dari Perang Dunia II tak sengaja ditemukan dari galian konstruksi pembangunan yang ada di tengah kota wilayah Paddington. Pihak kontraktor langsung menghentikan semua aktivitas di sana dan langsung melapor ke pihak kepolisian.
Setelah menerima laporan tersebut, polisi dan militer yang dikomandoi oleh kepala komisaris yaitu Zuzanna Greenfield (Gugu Mbhata-Raw) langsung memasang garis polisi dan mengevakuasi semua warga yang lokasinya berjarak 500-800 meter dari lokasi ditemukannya bom ke Hyde Park. Zuzanna kemudian mengerahkan Mayor Will Tranter (Aaron Taylor-Johnson) dan pasukannya untuk menjinakkan bom tersebut. Sebelum memulai misinya, Zuzanna juga berkoordinasi dengan dinas setempat untuk memutus aliran listrik dan harus memastikan para anggota polisi sudah mensterilkan dan mengosongkan rumah, apartemen, toko dan bank agar tidak ada korban jiwa jika bom tersebut meledak.
Operasi penjinakkan bom pun dimulai. Saat mendekat dan menganalisa bom tersebut, Tranter dan timnya menemukan adanya pemicu waktu yang jika tidak segera dijinakkan akan meledak. Tranter kemudian menggunakan alat penghenti jam magnetik untuk menonaktifkan pengukur waktu dalam bom tersebut untuk sementara. Di sisi lain, timnya Tranter berusaha membangun dinding pembatas mengelilingi bom untuk meredam dan menahan ledakan.
Ditengah upaya menghentikan bom waktu yang bisa kapan saja meledak, terdapat empat orang yang bersembunyi dan tetap berdiam di apartemen mereka saat proses evakuasi berlangsung. Setelah situasi aman, seluruh penghuni apartemen dan warga sekitar dievakuasi, empat orang tersebut diam-diam turun ke basement dan melakukan pembobolan dinding apartemen untuk bisa masuk ke ruang brangkas Bank Al-Muraqabah yang posisinya tepat bersebelahan dengan apartemen. Aksi perampokan tersebut dipimpin oleh Karalis (Theo James) beserta tiga orang lainnya yaitu inisial X (Sam Worthington), Y (Shaun Mason) dan Z (Nabil Elouahabi). Mereka berempat sudah mempersiapkan aksi perampokan tersebut dengan sangat matang. Meskipun listrik dipadamkan selama proses evakuasi bom, Karalis dan anggotanya sudah membawa genset listrik untuk membobol dinding dengan alat yang sudah dipersiapkan. Selain itu, mereka juga menyamar sebagai petugas perbaikan pipa air apartemen agar tidak dicurigai warga sekitar dan polisi yang berjaga di sana.
Saat aksi pembobolan berjalan, sensor panas terdeteksi oleh drone milik polisi yang memantau wilayah dengan radius terdekat dari lokasi penemuan bom. Zuzanna kemudian memerintahkan Tranter dan timnya untuk menghentikan sementara operasi penjinakan bom dengan alasan pihak polisi akan menyisir kembali area yang terdeteksi panas di dekat lokasi. Karalis yang memantau situasi dari pinggir bank akhirnya ketahuan oleh dua polisi yang sedang menyisir. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Karalis dan ketiga rekannya langsung mengambil harta benda secepatnya apa yang bisa dimasukkan ke dalam kardus yang sudah dipersiapkan.
Di saat yang bersamaan, alat penghenti jam magnetik yang sedang dilakukan Tranter mengalami malfungsi. Hal tersebut mengaktifkan kembali waktu dan akhirnya terjadilah ledakan bom sebelum dinding pelindung selesai dibangun. Beruntung, ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Tranter beserta tim militernya selamat meskipun mengalami luka ringan. Sementara itu, Karalis dan ketiga rekannya berhasil terbebas dari kejaran polisi setelah berkali-kali mengelabui mereka. Semua harta benda kemudian dibawa ke sebuah rumah terpencil di pedesaan untuk transaksi dengan penadah sekaligs mafia kenalannya Karalis. Di sana ia malah mengkhianati ketiga rekannya dan menguncinya di gudang. Ketika diperiksa oleh mafia tersebut, rupanya berlian dan perhiasan yang sudah susah payah dirampok Karalis ternyata palsu. Karena ditipu Karalis, mafia tersebut langsung menyerangnya dan dibawa pergi oleh mereka. X dan Z berhasil meloloskan diri dari gudang dan bergegas pergi menyusul Karalis yang sudah membagikan lokasi secara langsung kepada mereka.
Setelah bom yang ditemukan meledak, tim militer menemukan kejanggalan. Hasil penelitian membuktikan jika bom yang meledak itu bukanlah senjata peninggalan Perang Dunia II. Setelah ditelusuri lebih mendalam, bom tersebut ternyata berasal dari militer angkatan darat Inggris. Selain itu, pihak polisi juga akhirnya menyadari adanya aksi perampokan bank di lokasi yang tak jauh dari lokasi penemuan bank. Zuzanna mengerahkan semua tim kepolisian untuk mengejar para pelaku yang sudah menjalankan misinya sangat mulus dan mengecoh mereka. Ketika menggeledah apartemen, pihak kepolisian mengarah pada satu orang keturunan Afghanistan yaitu Rahim (Elham Ehsas) yang ruang penyimpanan di basementnya digunakan oleh para perampok untuk membobol dinding dan brangkas bank. Kejutan apalagi yang akan ditemukan pihak kepolisian setelah ini?
#Review:
Sutradara asal Skotlandia yaitu David Mackenzie kembali hadir dengan karya action terbarunya yang berjudul FUZE (2026). Menariknya, film action ini mengusung tema criminal heist perampokan bank ditengah situasi penjinakan bom yang konon peninggalan Perang Dunia II. Hal tersebut menurutku cukup fresh untuk ukuran film action Hollywood yang selama ini identik dengan satu tema saja.
Untuk segi cerita, Ben Hopkins selaku writer dari film ini berhasil mengemas tema heist yang sangat cerdas dan bikin penasaran penonton. Sejak film dibuka, narasi soal penemuan bom waktu di area konstruksi, kemudian proses evakuasi warga sekitar dan penjinakkan dihadirkan dengan sangat detail sekaligus mendebarkan. Cerdiknya dapet banget! Intensitas ketegangan semakin meningkat ketika plot soal perampokan bank dimunculkan. Keduanya berjalan beriringan secara smooth dan melengkapi satu sama lain. Memasuki babak pertengahan, terutama setelah bom meledak, intensitas keseruan film mulai menurun karena cerita lebih fokus pada "ada pengkhianatan di dalam pengkhianatan" secara berlapis-lapis. Andai saja plot soal pengkhianatan tersebut dibuat sewajarnya saja pasti jauh reasonable. Background character dari ketiga anak buah Karalis serta mafia yang mengejarnya juga tidak dijelaskan dengan baik sehingga jika mereka dihilangkan pun tak jadi masalah. Cukup disayangkan aktor Sam Worthington tidak diberi jatah untuk eskplorasi karakternya. Plot twist tentang hubungan antara Tranter, Karalis dan Rahim memang mengejutkan sih. Benar-benar tersimpan rapi dan unpredictable dari awal film. Yang cukup disayangkan, penjelasan teknis mengenai bagaimana bom militer bisa berada di situs konstruksi terasa maksa dan tidak believable. Motivasi sabotase hanya karena dikhianati menurutku terlalu lemah. Andai saja konflik batin dari karakter Tranter dan Karalis dibuat lebih dramatis lagi ketimbang hanya "teman seperjuangan dan teman senasib" yang dijelaskan di akhir film pasti akan lebih memorable.
Untuk jajaran pemain, penampilan Aaron Taylor-Johnson memberikan performa yang kalem, dingin dan berusaha setenang mungkin. Ia berhasil memerankan sosok pahlawan militer yang dihormati, tetap santai, peduli namun memiliki sisi gelap yang sangat kalkulatif. Theo James berhasil membawakan karakter Karalis dengan aura yang dingin, licik, namun sangat mempesona. Di babak awal, ia menampilkan sosok kriminal yang profesional dan penuh perhitungan. Chemistry mereka berdua saat plot twist di-reveal juga surprisingly sangat solid dan lagi-lagi memikat penonton.
Overall, film FUZE (2026) masuk salah satu film action heist yang cerdik dan memukau. Ia menggunakan kiasan "bom waktu" tidak hanya secara harfiah, tetapi juga sebagai metafora bagi rencana besar para karakternya. kehadiran Aaron Taylor-Johnson dan Theo James tetap memberikan daya tarik visual yang sangat kuat bagi para penonton genre aksi.
[8/10Bintang]


0 comments:
Post a Comment