#Description:
Title: Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu (2026)
Casts: Marsha Timothy, Fara Shakila, Ivan Gunawan, Praz Teguh, Sara Wijayanto, Kiki Narendra, Queen Lubis, Papham, Kinaryosih, Haruka Nakagawa, Putri Patricia
Director: Herwin Novianto
Studio: Falcon Pictures
#Synopsis:
Sepeninggal sang suami, Ibu Stella Damayanti (Marsha Timothy) berjuang bangkit menjadi orang tua tunggal bagi putrinya, Rere (Fara Shakila). Ibu Stella menyibukkan diri dalam pekerjaannya sebagai fashion designer di butik milik Mas Prince (Ivan Gunawan) demi menjamin kehidupan, pendidikan dan masa depan Rere. Namun, kesibukan tersebut justru memicu kekesalan Rere. Ibunya makin jarang menjemput sekolah, dan kalaupun datang menjemput, Rere harus menunggu lama karena Stella telat. Selain bersekolah, Rere juga mengikuti les balet yang telah dipilihnya sejak kelas 4 SD. Suatu hari, setelah diantar ibunya ke tempat les, Rere enggan masuk karena tidak bertemu dengan Nadia (Queen Lubis) dan teman-temannya yang sudah lama menjauhinya. Ia akhirnya memilih bersembunyi di aula latihan wushu milik Kak Teguh (Praz Teguh) hingga jam les balet usai.Di sisi lain, Stella menyempatkan diri menemui Ibu Patricia (Putri Patricia), client mendiang suaminya untuk menagih tunggakan jasa arsitek restoran. Setelah berhasil mendapatkan haknya, Stella langsung pulang menjemput Rere dan memanjakannya dengan membelikan boneka, video game dan mengganti televisi di rumah agar sang anak puas saat bermain video game. Keesokan harinya, rutinitas berlanjut. Stella dan Rere berjalan kaki menuju rumah sang kakak yaitu Om Rudi (Kiki Narendra) untuk sarapan di sana. Di sepanjang jalan, Rere mengeluh karena ibunya tak pernah punya waktu untuk memasak dan membuatkan bekal untuknya. Meski begitu, Rudi dan istrinya, Tante Sarah (Sara Wijayanto), justru bersenang hati menyambut kehadiran mereka setiap pagi.
Keharmonisan sarapan mendadak terganggu ketika Darren, sepupu Rere, tak sengaja mengambil gelas miliknya. Rere yang sangat menjaga higienitas langsung marah besar. Teguran Stella agar Rere meminta maaf tak langsung mengubah kebiasaan sang anak. Sikap sensitif Rere ini kembali memicu pertengkaran di sekolah saat minumannya diminum oleh Nadia. Akibatnya, Rere sering menyendiri, tidak ada teman yang mau mendekatinya hingga akhirnya Ibu Stella dipanggil oleh wali kelas agar membimbing Rere memperbaiki hubungannya dengan teman-teman sebaya. Sepulang dari sekolah, Ibu Stella langsung memarahi Rere untuk tak lagi bersikap seperti tadi di rumahnya Om Rudi maupun di sekolah. Ibu Stella juga mengatakan jika tidak akan ada satupun orang yang tahan dengan sikap Rere seperti itu. Ia menginginkan anaknya bisa bersosialisasi dan tidak terus-terusan sendiri.
Keesokan harinya, Rere terlelap tidur di dalam mobil dalam perjalanan menuju rumah Om Rudi karena terjebak macet. Setibanya di rumah, Ibu Stella langsung ikut bergabung merayakan ulang tahun Tante Sarah. Namun sayang, telatnya Ibu Stella membuat kakak keduanya yaitu Tante Dini (Kinaryosih) kesal. Saat Tante Sarah akan meniup lilin ulang tahun, tiba-tiba Ibu Stella kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan. Om Rudi dan Tante Sarah langsung membawa Ibu Stella ke rumah sakit.
Setelah diperiksa oleh dokter, Ibu Stella ternyata mengidap kanker lambung yang sudah memasuki stadium akhir. Dokter memprediksi jika umur Ibu Stella tidak akan panjang karena kankernya sudah menyebar ke organ tubuh lain. Dalam perjalanan pulang, Ibu Stella meminta pada kakak dan iparnya untuk merahasiakan soal kanker tersebut pada Rere. Meskipun sudah mengetahui dirinya mengidap kanker, Ibu Stella tetap bekerja seperti biasa di butik. Selain membuat gaun atas permintaan Mas Prince dan Hestu (Papham), Ibu Stella diam-diam membuat sketsa dan design gaun berwarna putih yang ia persembahkan untuk Rere.
Seiring berjalannya waktu, Rere dan orang-orang disekitarnya mulai curiga dengan kondisi fisik Ibu Stella yang terlihat pucat, kurus dan sakit-sakitan. Ibu Stella kemudian berkata jujur soal kondisi kesehatannya pada Mas Prince dan meminta untuk mencari designer baru pengganti dirinya. Sementara itu, Rere tak sengaja melihat ibunya meminum banyak obat di malam hari dan lupa wadah obatnya ditinggalkan di meja. Rere langsung mengambil obat tersebut dan keesokan harinya ia bawa ke tempat les wushu. Rere terkejut saat dijelaskan oleh Kak Teguh jika obat tersebut diminum bagi pengidap kanker. Rere kemudian meminta Kak Teguh untuk mengantarkannya ke rumah sakit tempat obat itu berasal. Tiba di rumah sakit, Rere langsung menemui dokter dengan berbekal nama ibunya. Saat mendapat penjelasan dari dokter, Rere sangat sedih dan meminta dokter untuk menyembuhkan ibunya karena ia tidak mau hidup sendirian tanpa ibu.
Setelah mengetahui ibunya mengidap kanker, Rere berusaha berbuat baik dan memperbaiki semua kesalahan yang selama ini ia lakukan. Rere juga ingin mewujudkan keinginan sang ibu agar dirinya berbaikan dengan teman-teman sekelasnya, kembali les balerina supaya bisa tampil di pentas seni sekolah. Di sisi lain, Tante Dini yang akhirnya mengetahui jika adiknya mengidap kanker, langsung menawarkan diri untuk merawat dan membesarkan Rere. Namun Ibu Stella jadi sedih saat Tante Dini turut mempertanyakan asuransi jiwa miliknya. Bagaimana nasib Rere selanjutnya? Mampukah ia mewujudkan semua keinginan ibunya?
#Review:
Rumah produksi Falcon Pictures kembali hadir di bioskop Indonesia lewat film remake terbarunya yang berjudul IBU, BAGAIMANA AKU TANPAMU (2026). Film ini merupakan adaptasi resmi dari film box office hit asal Korea Selatan berjudul THE WEDDING DRESS (2010). Dengan menggandeng duo langganan Falcon Pictures yaitu sutradara Herwin Novianto serta penulis skenario Alim Sudio, versi Indonesia nya ini cukup berhasil melakukan remake dengan mempertahankan premis versi Korea Selatan ke dalam budaya dan dinamika lokal yang terasa relevan bagi penonton Indonesia.
Kolaborasi sutradara dan penulis cerita mampu merajut perjalanan emosional karakter Ibu Stella dan Rere dengan tempo yang lambat, menuntun penonton untuk memahami betapa rapuhnya sebuah keluarga saat dihadapkan pada perpisahan yang tak terhindarkan. Karena pace cerita berjalan lambat inilah, di babak pertengahan film terasa lama, tidak memiliki konflik berarti yang mungkin membuat sebagian penonton bosan. Ditambah lagi pola alur cerita dibuat sangat formulatik khas film-film drama sejenis. Selain itu, pendekatan narasi cerita terkesan terlalu bergantung pada cerita penyakit berat untuk memancing rasa sedih dan haru dari penonton. Alhasil, beberapa adegan jadi predictable dan memaksa penonton bersedih-sedih karena terlalu tearjerker.
Dinamika hubungan ibu dengan anak antara Ibu Stella dan Rere kan dibuat love hate relationship ya, tapi aku melihat di beberapa bagian terasa tidak konsisten dalam definisi love hate relationship tersebut. Alasan Rere yang sangat obsesif terhadap higienitas pun tak dijelaskan dengan baik meskipun konsisten dilakukan olehnya. Padahal jika mendapat penjelasan penyebab Rere sangat menjaga higienitas misal pesan dari mendiang ayahnya sebelum meninggal pasti akan lebih ngena lagi. Lebih lanjut, elemen komedi yang dihadirkan film ini menurutku banyak yang miss dan cringe. Penampilan Praz Teguh, Ivan Gunawan dan Papham pun hadir sebagai diri mereka sendiri saja. Andai saja Herwin Novianto dan Alim Sudio mengambil jalur full serius serta menghilangkan unsur komedinya pasti lebih mengesankan.
Terlepas dari kekurangan tersebut, film IBU, BAGAIMANA AKU TANPAMU (2026) punya kekuatan pada jalinan hubungan dan chemistry antara Marsha Timothy sebagai Stella dan Fara Shakila sebagai Rere. Marsha Timothy tampil sangat meyakinkan dalam membawakan sosok ibu tunggal yang tangguh, penyayang, namun menyimpan kerapuhan mendalam di balik senyum dan kesibukannya. Definisi kasih ibu tak terhingga sepanjang masa diembannya dengan luar biasa. Di sisi lain, Fara Shakila memberikan performa memukau sebagai anak berusia 10 tahun yang bersikap keras dan perfeksionis karena rasa kesepian, namun hancur seketika saat menyadari kondisi kesehatan ibunya. Judesnya anak introvert berhasil ditampilkan olehnya, meskipun saat bahagia, tersenyum dan tertawa terlihat jauh lebih bagus daripada pasang muka jutek gitu hahaha.
Overall, film IBU, BAGAIMANA AKU TANPAMU (2026) tetaplah sebuah film drama yang hangat, menguras emosi dan kaya akan pesan moral tentang pentingnya menghargai setiap detik waktu bersama orang-orang tercinta.
[7.5/10Bintang]


