Thursday, 15 January 2026

[Review] Suka Duka Tawa: Cerita Perjuangan Dari Komika Fatherless Yang Ingin Terkenal!



#Description:
Title: Suka Duka Tawa - Comedy Buddy (2026)
Casts: Rachel Amanda, Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita, Myesha Lin, Enzy Storia, Arif Brata, Bintang Emon, Gilang Bhaskara, Nazira C. Noer, Abdel Achrian, Mang Saswi, Dany Beler, Adjis Doaibu
Director: Aco Tenriyagelli
Studio: Bion Studios, Spasi Moving Image, Visinema Pictures


#Synopsis:
Tawa (Rachel Amanda) baru saja dipecat dari tempat kerjanya karena sering kebablasan saat bercanda dengan pelanggan yang datang ke toko. Sambil mencari pekerjaan baru, Tawa meluangkan sedikit waktu untuk menonton dan mengikuti acara stand-up comedy kecil-kecilan yang digelar di cafe. Bersama dengan para sahabatnya yaitu Rais (Arif Brata), Andin (Enzy Storia), Iyas (Bintang Emon) dan Fachri (Gilang Bhaskara), mereka sering membantu dan mendukung Tawa untuk berani open mic di acara tersebut. Sudah berkali-kali Tawa manggung dan open mic namun jokes yang ia lontarkan terkadang selalu gagal menciptakan tawa dari para penonton.
Suatu hari, saat Tawa sedang open mic, ia mendapat kabar jika ibunya yaitu Cantik (Marissa Anita) dilarikan ke rumah sakit setelah terpeleset dari tangga kost mereka. Kejadian tersebut membuat Tawa harus segera mencari kontrakan baru yang aksesnya tidak merepotkan sang ibu. Setelah diperbolehkan pulang, Tawa dan Ibu Cantik akhirnya pindah ke kost-kost an murah yang satu rumah dengan Rais, Andin dan Fachri. Sambil menunggu panggilan interview kerja, Tawa merenovasi sedikit kamar mereka untuk dijadikan salon nail art untuk Ibu Cantik, agar sang ibu tak harus lagi mendatangi pelanggannya yang ingin nail art. Karena merasa hidupnya makin serba susah, Tawa punya rencana ingin mengangkat materi komedi perihal hilangnya figur seorang ayah setelah orangtuanya bercerai. Rais, Andin, Iyas dan Fachri pun mendukung rencana tersebut karena issue fatherless pasti akan related dengan banyak orang. Ditambah lagi, ayah dari Tawa yaitu Hasan (Teuku Rifnu Wikana), komedian senior dengan nama panggung Keset yang terkenal dengan program komedi di televisi bersama Santos (Abdel Achrian), Anggun (Nazira C. Noer), Japon (Mang Saswi).
Saat pertama kali open mic dengan materi komedi tentang fatherless dan mengungkap jika komedian Keset adalah ayahnya, Tawa langsung viral karena issue yang diangkat ternyata related dengan banyak orang. Sejak saat itu, Tawa melampiaskan semua keresahan dirinya tentang kehilangan figur ayah menjadi materi stand-up comedy selanjutnya. Sementara itu, viralnya cerita Tawa yang diterlantarkan selama belasan tahun membuat Hasan alias Keset dihujat netizen. Citra negatif tersebut membuatnya terpaksa dipecat dari program komedi yang selama ini membesarkan Hasan, Santos, Anggun dan Japon.
Popularitas Tawa semakin melejit setelah ia berhasil mendapatkan golden ticket mengikuti program stand-up comedy space yang disiarkan televisi. Perlahan tapi pasti, kondisi keuangan Tawa dan Ibu Cantik pun perlahan mulai membaik. Seiring berjalannya waktu, Tawa pun mulai mendapat kritik dari para dewan juri karena materi komedinya keseringan mengangkat tentang aib sang ayah. Mereka pun menantang Tawa untuk mencari materi baru di babak selanjutnya. Dengan bantuan para sahabatnya, mereka menyarankan Tawa untuk menggali cerita romantis ayah dan ibunya sebelum berpisah saja ketimbang mengangkat cerita cinta Tawa yang selama ini belum punya pengalaman pacaran dengan siapapun.
Meskipun kini tak punya program di televisi, Pak Keset justru lega karena ia bisa istirahat sejenak sekaligus punya rencana untuk memperbaiki hubungannya dengan sang anak yang sudah belasan tahun berpisah. Pak Keset pun mengizinkan Tawa untuk terus menggunakan aib ayahnya menjadi materi stand-up comedy asalkan hubungan mereka berdua membaik. Sejak saat itu, Tawa pun mulai membuka diri kepada sang ayah dan mendengarkan semua cerita yang selama ini tidak ia ketahui. Perlahan tapi pasti, Tawa mulai berdamai dengan Pak Keset. Selain itu, Pak Keset juga menjalankan kembali kewajibannya sebagai seorang ayah untuk membahagiakan anaknya dengan membelikan perabot dan alat rumah tangga.
Seiring berjalannya waktu, apa yang dilakukan Tawa bersama Pak Keset selama ini, rupanya memiliki potensi dibenci oleh Ibu Cantik. Tawa berusaha agar semuanya tidak ketahuan oleh sang ibu. Namun sayang, semakin disembunyikan justru semakin memperparah keadaan. Pak Keset juga ingin memperbaiki hubungannya dengan Ibu Cantik karena setelah mereka bercerai, tak ada lagi komunikasi sama sekali yang terjalin selama Ibu Cantik membesarkan Tawa seorang diri. Pak Keset kemudian menyusun rencana dengan bantuan Rais, Andin, Iyas dan Fachri untuk menggelar open mic di cafe yang materinya roasting Pak Keset tanpa sepengetahuan Tawa. Pak Keset juga turut mengundang Tawa dan Ibu Cantik untuk datang ke cafe dengan harapan hubungan mereka bertiga bisa membaik. Apakah semuanya berjalan dengan lancar?


#Review:
Setelah tayang eksklusif dan menjadi film penutup di JAFF Jogja yang ke-20 pada Desember tahun lalu, film SUKA DUKA TAWA (2026) akhirnya tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Januari kemarin. Ada banyak faktor yang menjadi daya tarik untuk menonton film ini yaitu, film SUKA DUKA TAWA (2026) menjadi debut bagi Aco Tenriyagelli sebagai sutradara film layar lebar, setelah sebelumnya dikenal sebagai sutradara serial, film pendek dan music video dari judul-judul populer. Kemudian, film ini dibintangi sederet nama-nama besar di industri perfilman dan komedi Indonesia seperti Rachel Amanda, Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita, Enzy Storia hingga Arif Brata, Bintang Emon, Gilang Bhaskara hingga Abdel, Mang Saswi, Gita Bhebita dan juga Tara Basro.


Untuk segi cerita, film SUKA DUKA TAWA (2026) ini mengangkat kehidupan sehari-hari seorang komika perempuan yang ingin terkenal dan memperbaiki kondisi finansial keluarganya. Plot semakin menarik saat Aco Tenri mengeksplor lebih dalam tentang sifat si karakter Tawa dan latar belakang cerita dari keluarganya yang broken home. Pada bagian ini, penonton bisa memaklumi kebencian Tara terhadap sang ayah setelah sekian lama berada dalam kondisi yatim pasif atau fatherless. Di sisi lain, kepedihan tersebut rupanya mendatangkan popularitas bagi Tara karena dijadikan bahan materi saat open mic stand-up comedy. Plot semakin menarik saat Aco mengeksplorasi moment rekonsiliasi karakter Pak Keset dengan Tara dan sebaliknya. Sederet adegan yang dilakukan mereka berdua tampil apa adanya namun berhasil bikin penonton terharu. Peak dan GONG moment antara Pak Keset dan Tara terjadi saat diiringi lagu Bunga Maaf nya The Lantis. Gila! Jiwa fatherless diriku dan penonton lain yang bernasib sama langsung pecah melihatnya.


Subplot pertemanan antara Tawa dengan Rais, Andin, Fachri dan Iyan sesekali berhasil memancing tawa penonton. Namun sayang, mereka hanya sebatas pelengkap semata tanpa eksplorasi yang lebih mendalam. Alhasil, konflik yang dihadirkan saat menuju babak akhir jadi kurang emosional dan jika dihilangkan pun tidak berdampak signifikan pada main plot keluarga Tawa. Saat memasuki babak akhir, film SUKA DUKA TAWA (2026) ditutup dengan klimaks yang menurutku agak sedikit dipaksakan untuk happy ending. Rekonsiliasi anggota keluarga Tawa sebetulnya bagus-bagus aja kok, cuma alasan Pak Keset, Ibu Cantik dan Tawa sendiri untuk berdamai masih kurang dramatis dan mendalam. Ketiganya hanya terjebak dalam komunikasi yang buruk serta persoalan ego personal masing-masing semata.
Terlepas dari sedikit kekurangan tersebut, film SUKA DUKA TAWA (2026) memiliki ensemble casts yang tampil memuaskan. Rachel Amanda berhasil menghidupkan karakter Tawa dengan gaya komedinya yang sedikit cringe namun punya range emosional jempolan saat beradu akting dengan lawan mainnya. Penampilan Teuku Rifnu Wikana menjadi yang paling bersinar di film ini. Dirinya berhasil meyakinkan penonton dengan menjelema sebagai seorang komedian senior dengan range emosional top notch dalam waktu singkat. Setiap adegan Pak Keset dengan Tawa sukses membuat haru dan tangis penonton ikutan pecah. Aku yakin banget, satu slot nominasi pemeran pendukung pria terbaik ajang penghargaan film akan diisi dengan nama Teuku Rifnu Wikana di tahun ini. Chemistry yang dibangun dengan Marissa Anita pun tampil sangat solid. Keduanya berhasil menghidupkan pasangan suami istri dengan permasalahan dan buruknya komunikasi dengan sangat baik. Jajaran pemain pendukung lainnya seperti Arif Brata, Enzy Storia, Bintang Emon, Gilang Bhaskara hingga Gita Bhebita sesekali berhasil memancing tawa penonton dengan dialog serta jokes-jokes sederhana yang mereka lakukan.
Overall, film SUKA DUKA TAWA (2026) cukup berhasil menyajikan drama perpaduan antara keluarga, stand-up comedy serta persahabatan yang tak cuma menghibur namun bisa menyentuh perasaan penonton barisan yatim pasif secara memukau. Kita tunggu film-film layar lebar selanjutnya dari Aco Tenri!


[8/10Bintang]

0 comments:

Post a Comment