Thursday, 26 January 2023

[Review] M3GAN: Ketika Robot Super Pintar Terlalu Over Protective Dan Membahayakan!



#Description:
Title: M3GAN (2023)
Casts: Allison Williams, Violet McGraw, Amie Donald, Jenna Davis, Ronny Chieng, Brian Jordan Alvarez, Jen Van Epps, Lori Dungey, Amy Usherwood, Jack Cassidy, Stephane Garneau-Monten
Director: Gerard Johnstone
Studio: BlumHouse Productions, Atomic Monster Productions, Universal Pictures


#Synopsis:
Disaat libur akhir tahun, Cady (Violet McGraw) beserta kedua orangtuanya berencana untuk menghabiskan waktu di rumah adik dari sang ibu yaitu Gemma (Allison Williams). Dalam perjalanan, mobil yang mereka kendarai harus melewati badai salju. Disaat sedang berhenti karena terjebak di jalanan yang tertutup salju serta keterbatasan jarak pandang, mobil mereka ditabrak oleh truk pembersih salju dan menyebabkan Cady harus kehilangan kedua orangtuanya untuk selama-lamanya.


Cady yang berhasil selamat dari kejadian tragis itu dibawa ke rumah sakit dan segera dijemput oleh Gemma. Setelah melewati masa pemulihan, Cady dipersilahkan untuk pulang. Gemma kemudian membawa keponakannya itu untuk sementara waktu tinggal bersamanya sambil menunggu surat hak asuh dari pihak kepolisian. Sejak kecelakaan tragis itu, Cady jadi lebih pendiam dan selalu menjauhi orang-orang. Cady selalu merindukan kehadiran kedua orangtuanya karena ia merasa kesepian dan sedih meskipun kini sudah tinggal dengan saudara dari ibunya.


Gemma pun dibuat bingung dalam mengambil keputusan. Disatu sisi ia ingin menemani Cady sepanjang hari, namun di sisi lainnya Gemma dikejar deadline pekerjaan untuk konsep mainan modern terbaru di perusahaan tempatnya bekerja yaitu FUNKI. Keadaan semakin diperparah saat perusahaan kompetitor berhasil memproduksi mainan yang sama persis namun dengan harga lebih murah. Bos dari Gemma yaitu David (Ronny Chieng) meminta Gemma dan rekan-rekannya untuk segera menciptakan mainan terbaru yang lebih inovatif dan tak bisa ditiru oleh kompetitor manapun.



Gemma, Cole (Brian Jordan Alvarez) dan Tess (Jen Van Epps) kemudian melanjutkan kembali project pembuatan Smart Robot bernama M3GAN - Model 3 Generative Android yang digadang-gadang mampu menjalin hubungan spesial secara emosional dengan pemiliknya. Robot M3GAN yang berwujud anak perempuan itu kemudian diuji coba dengan menjalin pertemanan dengan Cady. Tak disangka, Smart Robot yang diciptakan Gemma itu berhasil melakukan tugasnya dengan sangat baik. Robot M3GAN bertransformasi menjadi teman sekaligus pelindung bagi Cady dalam segala situasi dan kondisi.
Permasalahan muncul disaat Cady yang terlihat semakin tidak bisa lepas dari M3GAN.



Selain itu, serangkaian kejadian aneh terjadi di kehidupan Gemma. Anjing milik tetangga yang selama ini mengganggu ketenangan tiba-tiba hilang. Keesokan harinya, sang pemilik juga ditemukan tewas dengan kondisi yang sangat tragis di garasi rumah. Keadaan semakin tak terkendali disaat satu persatu orang yang dianggap mengganggu Cady juga mengalami kejadian yang mengerikan. Gemma sangat yakin jika Robot M3GAN mengalami error dan melakukan hal-hal diluar kendali.
Akankah Gemma dan kedua temannya berhasil memperbaiki Robot M3GAN menjelang perusahaan FUNKI memperkenalkannya ke seluruh dunia?



#Review:
Blum House dan Atomic Monster kembali berkolaborasi merilis sebuah film horror thriller yang kali ini dipadukan dengan Sci-Fi terbaru berjudul M3GAN (2023). Sejak perilisan materi promo berupa teaser, full trailer hingga poster, film ini berhasil mencuri atensi penonton di sosial media karena konsep serta visual Robot M3GAN yang cantik sekaligus unik. Goyangan khas M3GAN bahkan sering menjadi meme bagi para pengguna sosial media khususnya Twitter.


Untuk segi cerita, konsep Sci-Fi tentang robot M3GAN ini mengingatkanku akan franchise boneka setan CHUCKY dan juga robot Ultron di Marvel Cinematic Universe. Robot yang awalnya diciptakan untuk membantu manusia malah berbalik menjadi sangat berbahaya hingga mengancam nyawa. Namun yang lebih asyik dari film ini, Akela Cooper dan James Wan selaku yang punya cerita dan konsep dari M3GAN (2023) menampilkan sosok villain yang loveable dan memaklumi apa yang dilakukannya karena turut memperlihatkan juga sifat-sifat jelek manusia yang memang mengancam keselamatan orang lain. Yang cukup disayangkan mungkin kadar horror dari film ini terbilang sangatlah minim. Sang sutradara terlalu fokus untuk menciptakan kisah Sci-Fi disepanjang durasi film dan gagal menjelaskan tentang penyebab Robot M3GAN yang menjadi over protective. Beberapa selipan komedi nya pun terasa absurd dan konyol.
Untuk jajaran pemain, aku kurang bisa menikmati penampilan akting dari dua pemain utamanya. Mereka berdua benar-benar hambar, tidak ada feel dan gagal menarik simpati penonton. Justru yang mencuri perhatian adalah si Robot M3GAN nya dengan gesture cringe serta suaranya yang bagus tapi creepy. Hahahaha.


Overall, film M3GAN (2023) berhasil menyajikan kisah Sci-Fi Horror lewat sebuah robot perempuan yang meskipun deretan ensemble castsnya tampil tidak memuaskan. Sangat berharap di sekuelnya nanti, performance casts bisa diganti yang lebih baik lagi.


[7.5/10Bintang]

Wednesday, 25 January 2023

[Review] Mangkujiwo 2: Masa Kejayaan Sekte Mangkujiwo Milik Brotoseno Telah Dimulai!



#Description:
Title: Mangkujiwo 2 (2023)
Casts: Yasamin Jasem, Marthino Lio, Sujiwo Tedjo, Djenar Maesa Ayu, Karina Suwandi, Yayu Unru, Widika Sidmore, Kiki Narendra, Pritt Timothy, Sara Wijayanto, Kimberly Ryder, Roy Marten, Asmara Abigail
Director: Azhar Kinoi Lubis
Studio: MVP Pictures


#Synopsis:
Brotoseno (Sujiwo Tedjo) dan Uma (Yasamin Jasem) kini hidup tentram dengan bisnis Batik Mangkujiwo nya setelah berhasil mendapatkan satu cermin Pengilon Kembar lagi dari tangan Tjokro Kusumo (Roy Marten).
Suatu hari, keduanya mendapat undangan untuk menyaksikan pemutaran perdana film di bioskop dari rekan Brotoseno yaitu Jenderal Amperawan (Kiki Narendra). Disana, mereka juga bertemu dengan sang aktris yaitu Maureen (Widika Sidmore) yang menjalin kedekatan dengan Amperawan. Acara pemutaran film berjalan lancar dan meriah. Namun Uma merasakan hal yang berbeda. Ia mendapat pengelihatan berupa kejadian pembantaian sadis di bioskop tersebut.



Uma pun panik dan berusaha segera keluar dari bioskop tersebut. Sikap Uma yang aneh itu membuat seorang fotografer bernama Rimba (Marthino Lio) penasaran sekaligus curiga. Ia kemudian mendekatinya dan berusaha menolong Uma.
Keesokan harinya, Brotoseno mendapat kabar dari Karmila (Karina Suwandi) tentang bisnis perak milik Dargo (Yayu Unru) yang merupakan kerabat dari Nyi Kenanga (Djenar Maesa Ayu). Karmila khawatir bisnis perak yang dijalankan Dargo itu mengancam Mangkujiwo yang sudah mereka bangun. Karmila yakin Dargo telah bersekutu dengan iblis berwujud siluman tikus dan memproduksi senjata perak yang mampu menangkal bahaya dari Kuntilanak. Brotoseno kemudian mencari cara agar bisa menghentikan bisnis Dargo dengan bantuan Karmila dan juga Nyi Kenanga.



Permasalahan lain datang dari Uma yang kini mulai merasakan jatuh cinta pada Rimba. Selain itu, mereka berdua juga jadi sering mengalami mimpi buruk dan dihantui oleh siluman tikus. Rimba berusaha meyakinkan Uma jika sumber utama permasalahan yang selama ini terjadi berasal dari Brotoseno. 


#Review:
MVP Pictures semakin mantap untuk mengembangkan Kuntilanak Universe lebih besar lagi. Sukses dengan film MANGKUJIWO (2020), kali ini Azhar Kinoi Lubis dan Dirmawan Hatta kembali dipercaya untuk menghadirkan sekuelnya yang siap dirilis mulai Kamis, 26 Januari 2023.


Seperti yang sudah kita ketahui, Franchise film KUNTILANAK yang dibangun oleh MVP Pictures merupakan salah satu IP Franchise Film terbesar di industri perfilman tanah air. Kisah semesta dari Kuntilanak sendiri sudah dimulai sejak tahun 2006 alias 17 tahun silam. Trilogy Kuntilanak pertama dibintangi Julie Estelle dan Evan Sanders dan Trilogy Kuntilanak kedua yang dibintangi oleh sederet aktor cilik selalu konsisten masuk Top 15 Box Office Indonesia. Spin-off pertama Kuntilanak yaitu MANGKUJIWO (2020) juga ikutan meraih kesuksesan meskipun terpaksa harus berhenti tayang karena Pandemi CoVid-19 melanda Indonesia di awal Maret 2020.


Azhar Kinoi Lubis dan Dirmawan Hatta kembali dipercaya oleh MVP Pictures untuk menghadirkan kelanjutan kisah film MANGKUJIWO 2 (2023). Kolaborasi mereka berdua ternyata berhasil menyajikan kisah tentang Kuntilanak dengan konsep cerita baru dan berbeda dari urban legend Kuntilanak yang selama ini sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Pada film pertamanya, sosok Kuntilanak berasal dari seorang perempuan bernama Kanthi yang dijadikan sebagai alat balas dendam oleh Brotoseno terhadap musuhnya demi merebut benda pusaka yaitu cermin Pengilon Kembar. Brotoseno berambisi ingin mendapatkan melengkapi Pengilon Kembar agar bisa menguasai segala hal, termasuk sosok Kanthi yang kini telah menjelema menjadi Kuntilanak dan selalu bersama dengan Uma, anaknya.


Pada sekuelnya kali ini, film MANGKUJIWO 2 (2023) mengisahkan tentang Brotoseno yang kini sudah berjaya dengan menguasai sekte Mangkujiwo. Sang sutradara dan penulis naskah masih setia mengikuti formula film pertamanya dengan menghadirkan cerita yang non-linear. Namun entah mengapa, konsep plot tidak berurutan yang ada di sekuelnya ini terasa semakin berat dan lumayan membosankan ketimbang film pertamanya. Plot dibuat cukup rumit karena terlalu berfokus untuk membangun konflik seputar intrik, kekuasaan, konspirasi, politik dan hal-hal licik lainnya yang dilakukan oleh Brotoseno bersama dengan Karmila dan juga Nyi Kenanga. Penggunaan dialog yang menggunakan bahasa baku semakin memperberat muatan film ini. Bahkan ditengah-tengah film aku dengan mantap memutuskan menyerah untuk mengamati dengan seksama permasalahan yang terjadi pada karakter-karakternya. Untungnya di babak ketiga film ini, Kinoi dan Dirmawan memberikan details yang cukup kuat untuk menjabarkan kisah Mangkujiwo dari yang pertama dan kedua.



Untuk urusan horror dan visualnya, film MANGKUJIWO 2 (2023) ini semakin menjauh dari kata seram. Agak disayangkan sih kesan horrornya mengalami penurunan dan lebih menitikberatkan pada konflik konspirasinya. Adegan horror saat kemunculan Kuntilanak nya juga udah kelewat basi karena treatment yang digunakan masih sama persis seperti di film Kuntilanak anak-anak dan Mangkujiwo pertama. Penampakan Kuntilanak nya jauh lebih berisik dan forgettable sekali. Meskipun kurang horror, film ini masih berhasil menyajikan sensasi gore yang menjijikan. Adegan darah, kekerasan yang dilakukan tampil lumayan meyakinkan. Yang bikin enek pastinya visual efek tikus-tikusnya sih. Semakin terlihat nyata dan jauh lebih mencengangkan dibandingkan film pertamanya. Set waktu yang digunakan di tahun 1970-an pun terasa sangat meyakinkan berkat properti, wardrobe dan tone filmnya yang on-point.



 


Overall, film MANGKUJIWO 2 (2023) semakin memperkuat Kuntilanak Universe di masa depan pasti akan jauh lebih besar lagi. Sangat berharap di film-film selanjutnya, alur cerita bisa lebih ringan dan elemen horrornya bisa lebih variatif lagi! Gak sabar banget nungguin Julie Estelle come back ke Kuntilanak Universe!


[7/10Bintang]

Monday, 23 January 2023

[Review] Bed Rest: Kisah Menyeramkan Dari Wanita Hamil Yang Sedang Menunggu Kelahiran!



#Description:
Title: Bed Rest (2022)
Casts: Melissa Barrera, Guy Burnet, Kristen Harris, Edie Inksetter, Erik Athavale, Kristen Sawatzky, Paul Essiembre
Director: Lori Evans Taylor
Studio: Project X Entertainment, STX Films, Tubi


#Synopsis:
Ditengah kondisi hamil tua, Julie (Melissa Barrera) dan sang suami, Daniel (Guy Burnet) memutuskan pindah ke rumah baru yang baru saja mereka beli. Julie sangat senang bisa menempati rumah impiannya itu karena jauh dari keramaian dan berada tepat di depan danau. Meskipun kondisi rumah masih dalam tahap renovasi, Julie dan Daniel tetap memilih langsung menempati rumah tersebut agar Julie bisa beristirahat dengan tenang sambil menunggu waktu persalinan.


Suatu hari, Julie dan Daniel mendapat undangan untuk menghadiri acara makan malam yang digelar oleh rekan-rekan Daniel. Suasana yang awalnya penuh suka cita, berubah menjadi kekesalan saat Daniel tak berkata jujur tentang kehamilan sang istri yang kedua. Julie kecewa terhadap sang suami yang tidak memilih untuk move-on dari kematian anak pertama mereka saat baru dilahirkan. Adu mulut pun terjadi saat mereka tiba dirumah. Daniel meminta sang istri untuk lebih fokus menjaga kehamilan keduanya ini ketimbang harus terus mengingat tentang anak pertama mereka yang kini sudah tiada. Disaat Julie akan naik ke lantai dua rumahnya, ia terpeleset dan terjatuh hingga tak sadarkan diri. Daniel panik dan langsung membawa sang istri ke rumah sakit.
Setelah siuman, Julie yang awalnya sangat panik akhirnya lega saat mengetahui kondisi bayi yang ada dalam kandungannya baik-baik saja. Dokter yang memeriksa pun memberikan perintah pada Julie untuk Bed Rest sampai proses persalinan tiba. Sang dokter juga meminta Julie untuk tidak stress, memikirkan banyak hal dan berdiam di kamar saja karena kondisi lapisan ketuban yang ada dalam perut Julie sudah mengalami penipisan gara-gara kejadian terpeleset itu. Mendengar penjelasan dari dokter, Daniel pun langsung sigap menyediakan segala kebutuhan Julie selama Bed Rest.


Hari demi hari terus berlalu, Julie yang menghabiskan banyak waktu hanya di kamar saja bersama kucing kesayangannya mulai merasa bosan. Julie pun sesekali berjalan di dalam kamar. Disaat Julie sedang asyik menonton televisi, ia melihat pintu lemari yang ada didepannya bergerak. Julie berusaha bersikap tenang namun ia terkejut saat melihat penampakan sepasang mata dari celah pintu lemari.
Berbagai keanehan terus dirasakan oleh Julie. Ia selalu dihantui oleh seorang anak laki-laki. Julie yakin jika sosok tersebut adalah anak pertamanya yang berusaha berinteraksi dengannya. Namun apa yang dikatakan Julie itu tidak bisa diterima oleh Daniel. Ia berusaha menenangkan sang istri dan lebih banyak beristirahat ketimbang memikirkan hal-hal yang diluar nalar. Berbagai kejadian misterius lainnya terus mendatangi Julie. Kali ini sesosok perempuan yang mengenakan pakaian serba hitam selalu berusaha menyerang dan menyentuh perut Julie. Apa yang sebenarnya terjadi pada Julie?


#Review:
Aktris cantik asal Meksiko, Melissa Barrera semakin eksis di industri perfilman Hollywood. Setelah menjadi salah satu pemain di franchise film legendaris SCREAM, Melissa juga membintangi beberapa film layar lebar lainnya. Yang terbaru yaitu sebuah film produksi Platform Streaming TUBI yang berjudul BED REST (2022) karya sutradara Lori Evans Taylor.


Untuk segi cerita, film BED REST (2022) memiliki formula basi yang sudah sering kita temui di film-film bergenre horror thriller. Premis tentang sepasang suami istri yang baru pindah ke rumah baru namun disana terdapat rahasia kelam didalamnya. Pada paruh awal film, plot dibangun full drama saja. Suasana horror sama sekali tidak terlihat. Lori Evans cukup berhasil membangun konflik pasangan suami istri dalam menghadapi moment persalinan yang tinggal beberapa bulan lagi itu. Intensitas ketegangan mulai menyeruak disaat elemen horror mulai dimasukkan ke dalam plot cerita. Beberapa jump scared dieksekusi dengan sangat baik. Aku sangat suka saat adegan Julie yang memanfaatkan teknologi dan barang-barang elektronik di kamarnya untuk menjelajah salah satu ruangan di rumahnya. Eksekusinya mendebarkan! Namun seiring berjalannya durasi film, elemen horror tersebut perlahan mulai kendor dan predictable. Ditambah lagi reaksi dari supporting characternya kurang memuaskan sehingga tidak berhasil menarik empati penonton. Untungnya disaat memasuki babak akhir, film BED REST (2022) sukses memberi kejutan tak terduga lewat plot twist yang dikemas sangat menarik! Andai saja film ini tidak mengambil jalan happy ending pasti akan jauh lebih memorable.
Untuk jajaran pemain, sudah jelas bintang utamanya yaitu Melissa Barrera tampil paling bersinar di film ini. Selain cantik, aura ketakutan seorang ibu yang sangat menjaga kehamilannya bisa terpancar kuat. Beberapa adegan berbahaya juga berhasil ia lakukan dengan sangat baik dan meyakinkan.
Overall, film BED REST (2022) memberikan tontonan yang cukup menghibur dan mengagetkan bagi penonton. Masih agak kecewa dengan endingnya yang dibuat mainstream.


[7.5/10Bintang]

Saturday, 21 January 2023

[Review] Autobiography: Menampar Penonton Lewat Issue Sosial Tentang Penyalahgunaan Kekuasaan



#Description:
Title: Autobiography (2023)
Casts: Arswendy Beningswara, Kevin Ardilova. Haru Sandra, Rukman Rosadi, Yusuf Mahardika, Lukman Sardi, Yudi Ahmad Tajudin, Mardiko Agus, Achmad Agus Budi, Gondo Lifenya, Ibnu Widodo
Director: Makbul Mubarak
Studio: KawanKawan Media, Kaninga Pictures


#Synopsis:
Disaat Rakib (Kevin Ardilova) sedang bersantai menikmati cemilan sambil menonton pertandingan catur di televisi, ia dikejutkan dengan suara klakson mobil dari luar rumah. Rupanya sang pemilik rumah yaitu Jenderal Purnawinata (Arswendy Beningswara) pulang tanpa memberi kabar terlebih dahulu padanya. Pak Purna pun merasa kaget saat melihat Rakib yang kini sudah beranjak remaja, karena terakhir ia melihat Rakib saat masih anak-anak dengan ayahnya, Pak Amir (Rukman Rosadi).
Kepulangan Pak Purna ke kampung halamannya di Bojonegoro itu bermaksud untuk mencalonkan diri sebagai Bupati. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh Pak Purna termasuk pemasangan spanduk, baliho dan kampanye di hadapan warga desa. Selama di kampung halamannya, Rakib siap mengabdi sebagai asisten pribadi dari Pak Purna. Hal tersebut sudah menjadi sebuah kewajiban bagi dirinya karena keluarga Rakib sendiri sudah mengabdi pada keluarga besar Pak Purna secara turun-temurun. Selama tinggal bersama, Pak Purna berusaha membangun kedekatan dengan Rakib agar situasi lebih cair. Pak Purna bahkan menganggap Rakib sudah seperti anak kandungnya sendiri. Ia mengajak Rakib untuk belajar menggunakan senapan angin dan ikut serta dalam kampanye untuk mendampinginya.
Suatu hari, dalam perjalanan pulang usai menggelar pertemuan dengan warga desa, Pak Purna terkejut saat melihat dua baliho kampanye nya rusak. Ia pun turun dari mobil untuk mencari barang bukti dan menemukan beberapa botol alkohol yang tak jauh dari lokasi terpasangnya spanduk. Pak Purna pun langsung menghubungi rekannya di kepolisian yaitu Pak Suwito (Lukman Sardi) untuk menyelidiki hal tersebut. Melihat Pak Purna yang terlihat memendam amarah membuat Rakib bersedia untuk ikut menyelidiki pelaku perusakan baliho kampanye Pak Purna.
Rakib kemudian mendatangi pasar dan bertemu dengan temannya yaitu Andri (Haru Sandra) untuk menanyakan tentang siapa saja yang membeli botol alkohol di toko milik kerabatnya itu. Rakib pun memberikan imbalan pada Andri agar bisa membantunya dengan cepat. Setelah ditelusuri, pembeli botol alkohol adalah siswa SMA bernama Agus (Mahardika Yusuf) dengan teman-temannya. Rakib langsung mencari tahu keberadaan Agus dengan cara mengikutinya dari sekolah hingga ke rumahnya. Melihat ada orang yang terus membuntutinya membuat Agus ketakutan. Rakib hanya meminta Agus untuk segera menemui Pak Purna dan meminta maaf atas perilakunya yang telah merusak baliho kampanye. Rakib berjanji akan mengantarkan Agus pulang jika urusannya dengan Pak Purna sudah selesai.
Kejadian tak terduga harus dialami Rakib dan Agus saat berada di rumah Pak Purna. Rakib sangat terkejut dan tak tahu harus berbuat saat mengalami kejadian tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi di rumah Pak Purna?


#Review:
September tahun lalu, film Indonesia AUTOBIOGRAPHY (2023) karya sutradara Makbul Mubarak menggemparkan dunia perfilman tanah air gara-gara memenangkan penghargaan Orizzonti & Parallel Section dari Venezia International Film Festival. Euforia film ini semakin meningkat lagi usai kembali tayang dan mendapat apresiasi luar biasa dari Adelaide Australia, Tokyo Jepang, Stockholm Swedia, Bangkok Thailand, Marrakech Maroko, Quenzon City Filipina, Hainan China, Singapura hingga puncaknya memenangkan Best Asian Film di NETPAC, Golden Hanoman Awards di JAFF Jogja dan Best Original Screenplay di Festival Film Indonesia 2022. Prestasi luar biasa dari debut film Makbum Mubarak ini langsung menyita perhatian penonton dan sangat menunggu kehadirannya tayang di bioskop Indonesia.


Setelah penantian cukup panjang, akhirnya film AUTOBIOGRAPHY (2023) tayang secara reguler dan terbatas di bioskop mulai 19 Januari 2023. Meskipun di Jakarta saja hanya tayang di Blok M Square, Plaza Senayan dan Kelapa Gading saja, aku harus sesegera mungkin menonton film ini karena pasti akan cepat hilang dari bioskop karena saingan film di bulan Januari ini sangatlah banyak.
Untuk segi cerita, film AUTOBIOGRAPHY (2023) sebenarnya memiliki plot yang sangat sederhana tentang pengabdian seorang pemuda terhadap majikannya. Namun tak disangka premis tersebut dieksekusi dengan matang, apik sekaligus menyeramkan! Makbul Mubarak menyajikan potret tentang sikap penyalahgunaan kekuasaan yang dikemas sangat terpampang nyata dan bisa ditemukan disekitar kita.



Tak perlu hadir dalam skala besar dan bombastis, kelakuan semena-mena, otoriter, meremehkan orang lain, rasa canggung terhadap penguasa hingga bermuka dua saat berada di situasi duka yang tersaji disepanjang durasi film AUTOBIOGRAPHY (2023) sukses menampar penonton. Perilaku dari Jenderal Purnawinata berasa seperti berkaca pada kasus-kasus yang sering kita jumpai di berbagai berita belakangan ini. Eksekusi cerita yang turut ditulis Makbul Mubarak ini juga berjalan dengan tempo yang cukup lambat terutama saat Jenderal Purnawinata melakukan bonding dengan Rakib. Rasa misteri dan ketegangan langsung menyeruak bikin bulukuduk merinding saat sang Jenderal pertama kali muncul dengan gaya bicaranya yang tegas. Kengerian sosok Jenderal semakin komplit berkat atmosfer rumahnya yang terasa gloomy. Film ini benar-benar berhasil mendefinisikan kata seram tanpa harus menghadirkan sosok setan didalamnya. Bahkan adegan pamungkas dari film ini jauh lebih menyeramkan dan mencekam ketimbang film-film horror Indonesia yang dirilis belakangan ini.



Untuk jajaran pemain, performance duo Arswendy Beningswara dan Kevin Ardilova memberikan kualitas akting yang paripurna. Sosok Jenderal Purnawinata berhasil disajikan dengan gemilang oleh Pak Arswendy. Pokoknya saat melihat beliau kini tak lagi sama! Penampilan Kevin Ardilova yang memerankan Rakib pun berhasil membuat penonton langsung berempati terhadapnya. Perubahan karakter yang ia lalui sangat smooth dan meyakinkan. Tak heran jika mereka berdua berhasil masuk nominasi FFI dan menang piala Festival Film Tempo untuk kategori aktor utama dan aktor pendukung.
Overall, film AUTOBIOGRAPHY (2023) sudah pasti auto jadi salah satu film Indonesia terbaik di tahun ini. Sebuah pengalaman unik dan mencekam padahal genre film ini DRAMA bukanlah HORROR. Gila!


[9/10Bintang]

Wednesday, 18 January 2023

[Review] Bayi Ajaib: Remake Tak Kalah Seram Dari Salah Satu Film Horror Legendaris!



#Description:
Title: Bayi Ajaib (2023)
Casts: Vino G. Bastian, Sara Fajira, Rayhan Cornellis, Adipati Dolken, Teuku Rifnu Wikana, Desy Ratnasari, Anantya Rezky Kirana, Willem Bevers, Dewi Pakis, Derry Oktami, Davie Brahmanto
Director: Rako Prijanto
Studio: Falcon Black Pictures


#Synopsis:
Kosim (Vino G. Bastian) dan Sumi (Sara Fajira) mendapat kekayaan melimpah setelah berhasil menjadi juragan tanah di desa. Meskipun Kosim cenderung serakah dan menghalalkan segala cara agar bisa menguasai banyak tanah, namun warga desa tetap menghormati keluarga Kosim, terutama sang istri karena sifatnya yang jauh lebih baik ketimbang sang suami. Kebahagiaan Kosim dan Sumi semakin lengkap karena sebentar lagi mereka akan memiliki anak. Sumi tengah hamil tua dan akan segera melahirkan.


Suatu hari, warga desa memberi peringatan pada warga untuk tidak keluar di malam hari karena akan terjadi gerhana bulan. Warga desa percaya jika terjadinya gerhana bulan tersebut merupakan pertanda akan banyak kesialan dan makhluk mistis mengelilingi desa. Pada hari tersebut, Sumi sedang berada di rumah salah satu warga. Karena waktu sudah semakin sore, Sumi pun izin pamit pada untuk pulang ke rumah. Terjadinya gerhana bulan tersebut dimanfaatkan oleh seorang dukun bernama Dorman (Adipati Dolken) untuk mendapatkan harta dan kekayaan. Ia melakukan ritual perjanjian dengan arwah kakek moyangnya yaitu Albert Dominique (Willem Bevers). Selain meminta syarat darah segar dari hewan, Albert juga meminta agar dirinya bisa kembali hidup sebagai manusia. Jika persyaratan itu berhasil diwujudkan, Albert siap mewujudkan apapun keinginan Dorman.
Mendengar hal tersebut membuat Dorman semakin semangat untuk memenuhi persyaratan Albert. Ia kemudian melihat Sumi yang sedang berjalan di hutan saat menjelang malam. Tanpa pikir panjang, Dorman langsung menyerahkan Sumi pada Albert. Sumi yang tak tahu apa-apa kemudian histeris ketakutan dan berusaha kabur dari kejaran arwahnya Albert. Namun sayang, Sumi terjatuh ke liang lahat kuburan Albert dan tubuhnya langsung dirasuki oleh arwah Albert.


Kosim panik karena sang istri belum pulang. Ia pun langsung bergegas mencari Sumi ke setiap sudut desa bersama dengan warga lainnya. Setelah berpencar, Kosim akhirnya menemukan sang istri di hutan yang berteriak kencang sambil kesakitan. Kosim sangat terkejut saat melihat kondisi kandungan istrinya itu berpindah ke punggung. Bersama dengan para warga, Sumi langsung dibawa ke rumah dan dibantu oleh Mak Ati (Dewi Pakis) untuk proses persalinan. Kepanikan melanda Kosim yang terus berusaha menenangkan sang istri. Mak Ati pun berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan kandungan Sumi ke tempat semula. Setelah melakukan proses persalinan cukup panjang, Mak Ati berhasil mengeluarkan bayi dari perut Sumi dengan kondisi masih terbungkus kantung ketuban. Mak Ati pun langsung memindahkan bayi tersebut ke tempat gelap dan ditutupi selimut agar tidak terkena cahaya gerhana bulan.


Tujuh tahun berlalu. bayi yang dilahirkan Sumi kini sudah besar dan diberi nama Didi (Rayhan Cornellis). Selama membesarkan Didi, mereka merasakan ada yang aneh pada anaknya itu. Didi selalu berteriak histeris saat mendengar suara adzan dan lantunan ayat Al-Qur'an. Selain itu, Didi juga kebal terhadap luka. Hal tersebut terlihat jelas saat Didi akan di khitan. Pisau yang digunakan oleh mantri desa patah saat akan memotong alat kelamin Didi. Kosim pun langsung membubarkan acara syukuran khitan dan meminta anak buahnya secepatnya untuk menutup mulut para warga yang mengetahui kejadian tersebut. Kosim tak ingin nama baiknya sebagai juragan tanah yang dihormati warga desa tercoreng dan bisa berdampak besar terhadap pencalonan dirinya sebagai kepala desa.


Kosim sangat berambisi ingin memenangkan pemilihan kepala desa. Berbagai macam cara ia lakukan agar bisa mengalahkan lawannya yaitu Soleh (Teuku Rifnu Wikana). Kosim rela bagi-bagi sembako dan uang kepada warga agar bisa mendapatkan suara lebih banyak. Segala usaha yang telah dilakukan Kosim itu selalu mengecewakan karena warga desa lebih memilih Soleh yang jauh lebih baik dan ramah ketimbang Kosim. Dorman pun langsung menawarkan bantuan pada Kosim untuk melenyapkan Soleh beserta istrinya yaitu Yuni (Desy Ratnasari) dengan cara menyantetnya.


Hari demi hari terus berlalu. Berbagai kejadian aneh dan mengerikan menimpa warga desa. Beberapa diantaranya bahkan harus kehilangan nyawa usai tak sengaja melihat Didi tapi berkepala pria tua berjenggot putih. Anak-anak desa juga selalu mengejek dan menjauhi Didi karena dianggap anak yang aneh. Namun teman dari Didi yaitu Dini (Anantya Rezky Kirana) selalu membelanya. Dini sangat yakin jika semua hal aneh yang terjadi di desa bukan ulah Didi. Kekhawatiran Mak Ati tentang kondisi Didi itu akhirnya ia beritahukan pada kedua orangtuanya dan meminta Kosim dan Sumi untuk segera membawa Didi ke Ustad Yassa (Derry Oktami). Apa yang sebenarnya terjadi pada Didi?


#Review:
Awal tahun 2023, rumah produksi Falcon Pictures resmi memperkenalkan Subsidiary Company terbarunya yang bernama Falcon Black. Lewat PH barunya ini, Falcon Black akan berfokus untuk memproduksi film ataupun series bergenre horror dan thriller. Di bulan Januari ini, Falcon Black merilis film BAYI AJAIB (2023) yang merupakan remake resmi dari film legendarisnya yang sangat populer di tahun 1982 silam.


Aku berkesempatan hadir pada acara Gala Premiere film BAYI AJAIB (2023) yang sukses digelar selama tiga hari berturut-turut pada 13-15 Januari lalu di Falcon Theater, Duren Tiga Jakarta Selatan. Konsep Gala Premiere yang dihadirkan oleh Falcon Black ini menurutku sangat berbeda dari Gala Premiere film Indonesia. Mereka memanfaatkan kantor dan fasilitas Falcon Pictures menjadi lokasi acara Gala Premiere dengan suasana lebih Private dan eksklusif. Sesi pemutaran film juga tidak dilakukan di bioskop komersil, melainkan di Private Theater milik Falcon Pictures dengan kapasitas hanya 35 an seats saja. Konsep Private Theater nya menggunakan kursi leather berwarna biru, sekilas stylenya seperti Premiere Class nya Cinema XXI atau Gold Hall nya Flix Cinema. Suasana area outdoor kantor Falcon Pictures disulap menjadi area Gala Premiere dengan ornamen-ornamen creepy serta bunga tujuh rupa dan aroma menyan dimana-mana.




Untuk segi cerita, aku yang sama sekali tidak menonton film BAYI AJAIB versi jadul, lumayan bisa menikmati kisahnya yang kali ini ditulis oleh Alim Sudio. Entah kebetulan atau tidak, dua film karya Rako Prijanto dan Alim Sudio yang sama-sama diproduksi Falcon Pictures yaitu PERFECT STRANGERS (2022) dan BAYI AJAIB (2023) ini ternyata punya kesamaan juga nih, sama-sama memiliki tema tentang gerhana bulan hahaha. Drama yang disajikan film BAYI AJAIB (2023) ini terasa kaya sehingga konflik yang dihasilkan pun beraneka ragam. Rako Prijanto berhasil menyajikan kisah tentang dua calon kepala desa untuk mendapatkan suara warga. Aku suka tentang treatment cerita film ini yang langsung to the point tentang siapa sosok hitam dan siapa sosok putih. Karakter Kosim tampil sangat konsisten bikin kesal penonton karena sifatnya yang arogan dan otoriter terhadap siapapun. Untungnya karakter istri dari Kosim yaitu Sumi tidak sepenuhnya mengikuti kelakuan sang suami. Development story dari karakter Didi yang berjiwa Albert Dominique tampil brutal dan nyeremin banget. Yang cukup disayangkan dari film ini menurutku yaitu kurangnya pendalaman karakter dari Soleh dan istrinya. Kisah keluarga Kosim terlalu mendominasi. Visual Bayi Ajaib dan Anak Siluman di film ini it's totally creepy as hell! Meskipun terlihat prostetik banget tapi detailnya keren sih. Berasa nyata aja terutama si bayi berkepala kakek-kakek itu. Beberapa adegan sadis disajikan dengan gamblang dan mengagetkan. Bahkan reka ulang adegan jump scared ikonik film jadulnya juga gak kalah nyeremin. 
Untuk jajaran pemain, Vino G. Bastian berhasil menghidupkan karakter Kosim yang antagonis dan bikin kesal penonton. Meskipun gesture nya menurutku masih kurang pas untuk jadi orang jahat hahaha. Hal serupa juga aku rasakan saat melihat Adipati Dolken yang memerankan dukun Dorman. Looknya terlalu modern dan aura jahatnya masih harus ditingkatkan lagi. Andai saja karakter mereka berdua di switch ke Teuku Rifnu Wikana yang memernakan karakter super protagonis.. Pasti lebih meyakinkan wkwkw. Pemilihan aktor cilik juga alangkah lebih baik jika memasang aktor cilik yang bukan blasteran. Tapi kapasitas akting Rayhan Cornellis tidak mengecewakan kok.
Untuk urusan visual, Falcon Pictures memang tak pernah main-main sih. Treatment jadul bisa dihidupkan dengan sangat baik disepanjang durasi film. Artistik dan properti yang digunakan pun nampak meyakinkan. Penonton berhasil menikmati suasana jadul di film BAYI AJAIB (2023) ini tapi mendapatkan juga upgrade visual efek didalamnya.
Terlepas dari beberapa kekurangannya yang masih menonjol, film BAYI AJAIB (2023) versi terbaru kali ini tetap menyeramkan, sadis dan nostalgic!


[7/10Bintang]

Monday, 16 January 2023

[Review] Balada Si Roy: Drama Kehidupan Remaja Asal Bandung Saat Pindah Ke Banten



#Description:
Title: Balada Si Roy (2023)
Casts: Abidzar Al-Ghifari, Febby Rastanty, Bio One, Zulfa Maharani, Sitha Marino, Jourdy Pranata, Omara Esteghlal, Yusuf Mahardika, Fachri Muhammad, Lulu Tobing, Kiki Narendra, Dede Yusuf, Marthino Lio, Dian Sidik, Wafda Saifan, Tanta Ginting, Marcell Darwin, Ramon Y. Tungka
Director: Fajar Nugros
Studio: IDN Pictures


#Synopsis:
Roy (Abidzar Al-Ghifari) siswa SMA kelas XI yang berasal dari Bandung terpaksa harus bisa cepat beradaptasi di lingkungan bersama dengan sang ibu, Astuti (Lulu Tobing) yang memutuskan untuk tinggal di Serang, Banten. Kehadiran Roy di sekolah barunya menjadi pusat perhatian seluruh siswa karena Roy selalu datang dengan naik sepeda dan ditemani Joe, anjing herder kesayangannya.


Selama bersekolah disana, Roy dibuat terkejut saat mengetahui hampir semua orang di sekolah takut terhadap satu siswa yaitu Dullah (Bio One) yang dikenal sebagai pimpinan geng Borsalino sekaligus anak dari penguasa di Serang. Namun hal tersebut tak membuat Roy takut. Ia malah meminta semua siswa yang pernah dibully oleh geng Borsalino harus bangkit dan berani melawan hal-hal yang salah. Mendengar semangat Roy itu membuat Andi (Jourdy Pranata), Toni (Omara Esteghlal) dan para siswa lainnya jadi tersadar dan tak ingin lagi ditindas lagi oleh geng Borsalino.
Permasalahan muncul disaat salah satu siswi cantik dan populer di sekolah yaitu Ani (Febby Rastanty) terlihat tertarik pada Roy. Dullah yang selama ini menyimpan perasaan pada Ani makin kesal dengan hadirnya Roy yang merebut perhatian Ani. Disisi lain, Roy juga ditaksir oleh Wiwik (Zulfa Maharani) dan siswi baru pindahan dari Jakarta yaitu Dewi (Sitha Marino).


Suatu hari, disaat Roy dan Ani sedang berjalan-jalan di pantai sambil membawa Joe, mereka dihadang oleh Dullah dan geng Borsalino. Mereka pun berkelahi satu sama lain dan Dullah pun menyerang Joe hingga anjing kesayangan Roy itu mati. Hal tersebut membuat Roy menangis histeris karena Joe merupakan pemberian dari almarhum ayahnya (Ramon Y. Tungka) dan kini ia harus kehilangan Joe untuk selama-lamanya. Kejadian tersebut membuat Ani merasa sangat bersalah dan menganggap dirinya sebagai penyebab kematian dari anjing kesayangannya Roy.




Disaat Roy dirundung duka yang amat mendalam, ia harus menghadapi permasalahan baru saat mengetahui tentang kekuasaan ayahnya Dullah (Dede Yusuf) yang ternyata telah banyak merugikan para warga. Selain itu, Roy juga harus mengalami terror mistis hingga membuat kondisi tubuhnya semakin melemah. Atas saran dari kerabat ibu Astuti yaitu Pak Salim (Pritt Timothy), Roy kemudian dibawa ke Ki Japra (Egy Fedly) untuk disembuhkan.


Semua hal dan pengalaman yang dilalui Roy selama tinggal di Serang, Banten itu kemudian ia curahkan dalam bentuk tulisan dan di kirim ke surat kabar. Tulisan tersebut memancing perhatian dari pihak kepala sekolah hingga ayahnya Dullah. Ibu Astuti pun berusaha mengingatkan anaknya itu untuk lebih berhati-hati dalam bersikap karena keduanya tinggal di tanah orang lain, bukan tempat kelahiran mereka di Bandung. Bisakah Roy mengikuti permintaan ibunya itu?


#Review:
IDN Pictures semakin produktif untuk menghadirkan film-film terbarunya usai mendulang kesuksesan lewat dua film horrornya yaitu INANG (2022) dan QORIN (2022). Kali ini, Fajar Nugros dan Susanti Dewi merilis film adaptasi novel karya Golagong berjudul BALADA SI ROY (2023) yang siap tayang di bioskop mulai 19 Januari 2023.


Aku berkesempatan hadir pada acara Gala Premiere film BALADA SI ROY (2023) yang sukses digelar pada Selasa, 10 Januari lalu di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Pada kesempatan tersebut Fajar Nugros selaku sutradara sekaligus produser dari film BALADA SI ROY (2023) mengungkapkan alasan dirinya sangat tertarik untuk mengadaptasi novel karya Golagong itu ke film karena saat remaja, Nugros tumbuh bersama dengan kisah Roy di novel tersebut. Selain itu, Nugros juga sangat mengagumi dan mengidolakan sosok Golagong yang kala itu cukup berani membahas issue pencarian jati diri seorang remaja laki-laki ditengah issue sosial yang di lingkungannya. Hal menarik lainnya, sebelum Nugros memutuskan untuk memilih Abidzar Al-Ghifari sebagai Roy, ia sudah memilih Bio One namun Golagong sambil bercanda merasa Bio One kurang cocok memerankan Roy lantaran mempunyai fisik yang terlalu tampan dan berkulit putih. Golagong dan Nugros kemudian mencari cast baru dan akhirnya jatuh ke tangan Abidzar Al-Ghifari yang dari segi look sudah masuk kriteria sebagai Roy.



Untuk segi cerita, paruh awal film BALADA SI ROY (2023) berfokus pada drama romansa remaja abege yang sudah banyak kita temukan di film-film drama Indonesia. Siswa baru, ketemu siswi cantik dan populer kemudian saling tertarik namun ada siswa si paling berkuasa cemburu melihatnya. Tak membutuhkan waktu lama, alur cerita jadi semakin meluas dan terasa rumit ketimbang enak untuk diikuti. Naskah yang ditulis oleh Salman Aristo ini menurutku terlalu banyak hal yang ingin diceritakan, sehingga keseluruhan cerita tidak menyatu dengan baik. Serangkaian konflik dan peristiwa yang dialami oleh Roy itu tidak diselesaikan dengan jelas. Motif konfliknya pun cenderung lemah dan tidak berkesan sama sekali.


Development karakter Roy pun berasa nanggung dan gagal untuk mendapatkan perhatian dari penonton. Gesturenya yang sok tengil, pemikirannya yang sangat open minded itu tak sebanding dengan kenyataannya yang dimana karakter Roy malah lemah dan beberapa kali kalah oleh keadaan. Sikap Roy, Dullah dan karakter lainnya malah seperti menormalisasi menyelesaikan masalah lewat jalur pemberontakan dan kekerasan. Selain itu, film ini juga terlalu melibatkan banyak sekali karakter. Bahkan hampir setengah dari keseluruhan jumlah karakter terasa tidak penting-penting amat.
Terlepas dari kekurangan naskahnya yang sangat tidak enak untuk diikuti, performance Abidzar Al-Ghifari sebagai Roy tidaklah buruk untuk ukuran debut di film layar lebar. Ia masih potensial untuk berkembang lebih besar lagi dan harus didukung oleh naskah dan karakter yang lebih matang. Penampilan Febby Rastanty, Zulfa Maharani dan Bio One juga tetap berada di level yang tidak mengecewakan, meskipun development karakter yang mereka perankan sangat minim.


Untuk segi visual, Fajar Nugros cukup berhasil menyajikan set lokasi, properti, artistik dan look karakter dengan nuansa tahun 80an. Aku suka sekali dengan wardrobe dan tata rias para pemainnya yang dibuat jadul gitu. Gaya rambut Febby Rastanty dan Sitha Marino paling mencuri perhatian. Selain itu, design poster teaser dan officialnya juga cakep banget!
Overall, film BALADA SI ROY (2023) akan lebih memuaskan jika alur cerita dibuat lebih sederhana ketimbang harus menghadirkan sederet konflik tak penting didalamnya.


[6/10Bintang]